|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 31 Desember 2023 MTPJ GMIM Minggu, 31 Desember 2023 - Sabtu, 6 Januari 2024 - Ingatlah Kasih Tuhan Allah dan Hati-Hatilah Memasuki Tahun Yang Baru - Ulangan 8:1-20 Bersyukur kepada Allah karena kebaikan-Nya | Perintah kepada Israel; Ingat Kembali Perjalanan Israel di Waktu Dulu Ulangan 8:1-20 Bersyukur kepada Allah karena kebaikan-Nya 8:1 "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 8:4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. 8:10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. 8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. 8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." Penjelasan: * Perintah kepada Israel; Melihat Kembali Perjalanan Israel di Waktu Dulu (8:1-9) Perintah yang diberikan kepada mereka di sini sama seperti sebelumnya, yaitu berpegang pada semua perintah Allah dan melaksanakannya. Ketaatan mereka haruslah, 1. Sepenuh hati: Melakukan dengan setia. 2. Seluruhnya: Melakukan segenap perintah (ay. 1). Dan, 3. Berdasarkan dasar pegangan yang baik, yaitu dengan memandang Allah sebagai Tuhan, dan Allah mereka. Dan khususnya dengan rasa takut yang kudus akan Dia (ay. 6), yang timbul dari rasa hormat terhadap keagungan-Nya, tunduk pada wewenang-Nya, dan rasa ngeri akan murka-Nya. Untuk menggugah mereka supaya berlaku taat seperti ini, maka selain menjelaskan keuntungan-keuntungan besar yang akan mereka dapatkan, yang dinyatakannya di hadapan mereka, bahwa mereka akan hidup dan bertambah banyak, dan keadaan mereka akan baik-baik saja (ay. 1), ia juga mengarahkan mereka, I. Untuk melihat kembali ke padang gurun, yang melaluinya Allah sudah membawa mereka sekarang: Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini (ay. 2). Karena sekarang mereka sudah cukup umur, dan segera berhak memiliki pusaka warisan mereka, maka mereka harus diingatkan akan hajaran yang harus mereka terima sewaktu mereka masih kecil, dan cara yang sudah dipakai Allah untuk melatih mereka bagi diri-Nya. Padang gurun adalah sekolah di mana mereka selama empat puluh tahun berdiam di dalamnya dan diajar, di bawah bimbingan para pengajar dan pembimbing. Dan inilah saat untuk mengingat semuanya itu. Kejadian-kejadian selama empat puluh tahun terakhir ini sangatlah berkesan dan layak untuk diingat, sangat berguna dan bermanfaat untuk dikenang kembali, karena memberikan berbagai macam alasan untuk berlaku taat. Kejadian-kejadian itu dicatat dengan tujuan supaya dapat diingat. Sama seperti hari raya Paskah merupakan peringatan akan pembebasan mereka dari Mesir, demikian pula hari raya Pondok Daun merupakan peringatan akan perjalanan mereka melalui padang gurun. Perhatikanlah, sangat baik bagi kita untuk mengingat semua jalan-jalan Allah, baik Penyelenggaraan maupun rahmat-Nya, yang dengannya Ia telah memimpin kita melalui padang gurun dunia ini sampai saat ini. Dengan begitu, kita dapat diyakinkan untuk beribadah kepada-Nya dengan riang hati dan untuk percaya kepada-Nya. Jadi, marilah kita mendirikan Eben-Haezer kita. 1. Mereka harus mengingat kesusahan-kesusahan yang ada kalanya menimpa mereka, (1) Untuk mematikan kesombongan mereka. Kesusahan itu adalah untuk merendahkan hati mereka, supaya mereka tidak tinggi hati melampaui batas karena berlimpahnya mujizat-mujizat yang dikerjakan untuk mereka. Dan supaya mereka tidak merasa aman-aman saja, dan merasa yakin bahwa mereka akan tiba di Kanaan dengan segera. (2) Untuk menyatakan kebobrokan hati mereka: untuk mencobai mereka, supaya mereka dan orang lain mengetahui semua yang ada dalam hati mereka sebab Allah sendiri mengetahuinya dengan sempurna sebelumnya. Dan supaya mereka melihat bahwa Allah memilih mereka bukan karena apa yang ada dalam diri mereka, yang bisa membuat mereka layak mendapat perkenanan-Nya. Sebab segenap tingkah laku mereka tidak bisa diatur dan hanya menyulut murka saja. Banyak perintah yang diberikan Allah kepada mereka tidak diperlukan seandainya mereka tidak dipimpin melewati padang gurun, seperti perintah-perintah yang berhubungan dengan manna (Kel. 16:28). Allah dengan begitu menguji mereka, seperti orangtua pertama kita diuji dengan pohon-pohon di taman, apakah mereka mau berpegang pada perintah-perintah Allah atau tidak. Atau Allah dengan begitu menguji mereka apakah mereka mau mempercayai janji-janji-Nya, firman yang telah diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, dan, dengan bergantung pada janji-janji-Nya itu, mematuhi perintah-perintah-Nya. 2. Mereka harus mengingat persediaan-persediaan yang selalu tersedia untuk mereka. (1) Allah sendiri memberikan perhatian khusus tentang makanan, pakaian, dan kesehatan mereka. Lalu apa lagi yang mereka inginkan? - Mereka mempunyai manna sebagai makanan (ay. 3): Allah membiarkan mereka lapar, dan kemudian memberi mereka makan manna, supaya kekurangan mereka yang demikian hebatnya dapat membuat persediaan itu semakin diterima dengan rasa syukur, dan kebaikan Allah kepada mereka dengan pemberian itu semakin mengagumkan bagi mereka. Allah sering kali membawa umat-Nya ke tempat yang rendah, supaya Ia mendapat kehormatan untuk menolong mereka. Dan demikian pula manna penghiburan-penghiburan sorgawi diberikan kepada orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran (Mat. 5:6). Bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis. Dikatakan tentang manna bahwa itu adalah sejenis makanan yang tidak mereka kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyang mereka (ay. 16). Kalaupun mereka mengenal suatu benda yang kadang-kadang jatuh bersama embun di negeri-negeri itu, yang sebagian penafsir memang begitu, namun benda itu tidak pernah jatuh dalam jumlah yang begitu banyak, terus-menerus, di segala musim, begitu lama, dan hanya di sekitar tempat tertentu. Semuanya ini teramat ajaib, dan tidak pernah terjadi sebelumnya. TUHAN menciptakan sesuatu yang baru untuk persediaan mereka. Dan dengan ini Ia mengajar mereka bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Walaupun Allah telah menetapkan roti (atau nasi untuk kita -" pen.) untuk menguatkan hati manusia, dan roti biasanya dijadikan sebagai makanan pokok, namun Allah bisa saja, jika Ia mau, memberikan penopang hidup dan makanan tanpanya. Dan Ia bisa membuat sesuatu yang lain, yang di luar dugaan kita, sebagai pengganti makanan bagi kita. Kita bisa hidup dari udara seandainya udara dikuduskan untuk kegunaan itu oleh firman Allah. Sebab Allah tidak terikat pada sarana-sarana yang biasa dipakai-Nya. Ia bisa melaksanakan tujuan-tujuan baik-Nya untuk umat-Nya tanpa sarana-sarana itu. Juruselamat kita mengutip nas Kitab Suci ini dalam menjawab godaan Iblis itu, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti. “Apa perlunya itu?” timpal Kristus. “Bapa-Ku di sorga dapat memelihara Aku tetap hidup tanpa roti” (Mat. 4:3-4). Janganlah seorang pun dari anak-anak Allah sampai tidak mempercayai Bapa mereka, atau mengambil jalan pintas yang berdosa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Dengan satu atau lain cara, Allah akan memberikan persediaan untuk mereka sementara mereka tetap beribadah dan berjalan lurus, dan sungguh mereka akan diberi makan. Kebenaran ini bisa diterapkan secara rohani. Firman Allah merupakan wahyu dari kehendak dan anugerah Allah, yang jika diterima sebagaimana mestinya dan disambut dengan iman, akan menjadi makanan bagi jiwa. Demikian juga, kehidupan yang ditopang oleh firman Allah itu akan memberi kehidupan bagi manusia, dan kehidupan itu tidak hanya ditopang oleh roti. Manna itu melambangkan Kristus, sang Roti hidup. Dialah Firman Allah, oleh-Nya kita hidup. Tuhan senantiasa memberi kita roti yang bertahan sampai kehidupan kekal, maka janganlah kita terganggu oleh makanan yang akan dapat binasa! - Pakaian-pakaian yang mereka kenakan sejak keluar dari Mesir sampai Kanaan, tidak rusak, setidak-tidaknya sebagian besar. Meskipun mereka tidak berganti pakaian, namun pakaian itu selalu baru, dan tidak menjadi usang di tubuh mereka (ay. 4). Ini adalah mujizat yang tetap, dan semakin besar lagi mujizat itu jika, seperti yang dikatakan orang Yahudi, pakaian itu ikut membesar bersama mereka, sehingga selalu pas dengan badan mereka. Tetapi jelas bahwa mereka membawa bungkusan-bungkusan kain dari Mesir di atas bahu mereka (Kel. 12:34), yang bisa jadi mereka tukar satu dengan yang lain ketika diperlukan. Dan kain-kain ini, bersama dengan apa yang mereka pakai, sudah mencukupi sampai mereka tiba di sebuah negeri di mana mereka bisa mengenakan pakaian baru. (2) Melalui cara yang dipakai Allah dalam menyediakan makanan dan pakaian untuk mereka, - Ia merendahkan hati mereka. Mereka dibuat untuk mengendalikan diri ketika diikat selama empat puluh tahun pada makanan yang sama, tanpa hidangan yang beraneka ragam, dan pada pakaian yang sama, dengan gaya yang sama. Demikianlah Ia mengajar mereka bahwa hal-hal baik yang dirancangkan-Nya untuk mereka adalah perlambang dari hal-hal yang lebih baik. Dan bahwa kebahagiaan manusia tidak diwujudkan dengan berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari bersukaria dalam kemewahan. Tetapi kebahagiaan manusia diwujudkan dengan dibawanya kita ke dalam perjanjian dan persekutuan dengan Allah, dan dengan belajar hukum-hukum-Nya yang adil. Hukum Allah, yang diberikan kepada Israel di padang gurun, harus menjadi pengganti makanan dan pakaian bagi mereka. - Ia menguji mereka, apakah mereka bisa mempercayai-Nya untuk memberikan persediaan bagi mereka ketika segala sarana dan bantuan duniawi gagal. Demikianlah Ia mengajar mereka untuk hidup dengan bergantung pada Penyelenggaraan ilahi, dan tidak membuat diri mereka cemas dengan apa yang akan mereka makan dan minum, dan apa yang akan mereka pakai. Kristus ingin supaya murid-murid-Nya belajar pelajaran yang sama (Mat. 6:25). Dan Ia memakai cara serupa untuk mengajarkannya kepada mereka, ketika Ia mengutus mereka dengan tiada membawa pundi-pundi atau bekal, dan tetap memperhatikan supaya mereka tidak kekurangan apa-apa (Luk. 22:35). - Allah peduli tentang kesehatan dan kenyamanan mereka. Meskipun mereka bepergian dengan berjalan kaki di negeri yang kering, yang jalannya kasar serta belum pernah dilewati orang, namun kaki mereka tidak menjadi bengkak. Allah melindungi mereka sehingga mereka tidak terluka akibat hal-hal yang tidak nyaman dalam perjalanan mereka. Dan belas kasih semacam ini haruslah kita akui. Perhatikanlah, orang-orang yang mengikuti pimpinan Allah tidak hanya aman, tetapi juga merasa nyaman. Kaki kita tidak menjadi bengkak selama kita tetap ada di jalan kewajiban. Jalan pengkhianat-pengkhianat-lah yang mencelakakan (Ams. 13:15). Allah telah berjanji untuk melindungi langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya (1Sam. 2:9). 3. Mereka juga harus mengingat teguran-teguran yang sudah diberikan kepada mereka (ay. 5). Selama tahun-tahun pendidikan mereka itu, mereka sudah menerima hajaran yang ketat, dan itu bukannya tidak perlu. Seperti seseorang mengajari anaknya, demi kebaikan anaknya itu, dan karena ia mengasihi anaknya, demikian pula TUHAN, Allahmu, mengajari engkau. Allah adalah Bapa yang penuh kasih dan lemah-lembut terhadap semua anak-Nya, namun kalau diperlukan, mereka akan merasakan sakitnya tongkat hajaran. Israel merasakannya: mereka dihajar supaya tidak dihukum, dihajar dengan rotan yang dipakai orang. Bukan seperti orang yang melukai dan membunuh musuh-musuhnya, yang kehancurannya ia ingini, melainkan seperti orang yang menghajar anaknya, yang kebahagiaan dan kesejahteraannya ia rancangkan. Demikian pula Allah mereka menghajar mereka. Ia menghajar dan mengajar mereka (Mzm. 94:12). Mereka harus insaf akan hal ini, yaitu, mereka harus mengakuinya berdasarkan pengalaman mereka sendiri bahwa Allah telah menghajar mereka dengan kasih sayang seorang bapak. Dan untuk itu mereka harus membalas-Nya dengan penghormatan dan kepatuhan seorang anak. Karena Allah telah menghajar engkau sebagai seorang bapak, oleh sebab itu (ay. 6) haruslah engkau berpegang pada perintah-Nya. Semua penderitaan kita haruslah kita manfaatkan seperti ini. Melalui penderitaan-penderitaan itu, hendaklah kita tergugah dan terpacu untuk melakukan kewajiban kita. Demikianlah mereka diarahkan untuk melihat kembali ke padang gurun. II. Musa mengarahkan mereka untuk melihat ke depan ke negeri Kanaan. Ke sanalah Allah sedang membawa mereka sekarang. Ke mana pun kita melihat, baik ke belakang maupun ke depan, ada banyak alasan bagi kita untuk berlaku taat. Amatilah, 1. Negeri yang sekarang akan mereka duduki di sini digambarkan sebagai negeri yang sangat baik, karena di dalamnya ada segala sesuatu yang diinginkan (ay. 7-9). (1) Negeri itu banyak airnya, seperti Eden, taman Tuhan. Itu adalah suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang menjadikan tanahnya subur. Mungkin ada lebih banyak air di sana pada waktu itu dibandingkan pada zaman Abraham, sebab orang Kanaan telah menemukan dan menggali sumur-sumur. Dengan begitu, Israel menuai buah dari ketekunan mereka dan juga dari kemurahan Allah. (2) Tanahnya menghasilkan segala sesuatu yang baik dengan sangat berlimpah, bukan hanya untuk kebutuhan pokok, melainkan juga untuk kenyamanan dan penghiburan hidup manusia. Di negeri nenek moyang mereka, mereka mempunyai roti yang cukup. Itu adalah negeri jagung, negeri gandum dan jelai, di mana, dengan perawatan dan usaha bersama dari para petani, mereka dapat makan roti tanpa harus berhemat. Itu adalah negeri yang subur, yang tidak pernah berubah menjadi tandus kecuali karena kedurjanaan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Mereka tidak hanya mempunyai cukup air untuk memuaskan dahaga mereka, tetapi juga pohon anggur, yang buahnya ditetapkan untuk menyukakan hati. Dan, jika mereka menginginkan makanan-makanan yang lezat, mereka tidak perlu menyuruh orang lain untuk mendapatkannya dari negeri-negeri yang jauh, sebab negeri mereka sendiri mempunyai begitu banyak persediaan pohon ara, pohon delima, pohon-pohon zaitun dari jenis yang terbaik, dan madu, atau pohon kurma, begitulah ayat itu harus dibaca menurut sebagian orang. (3) Bahkan isi perut buminya pun sangat kaya, meskipun tampaknya emas dan perak tidak ada pada mereka. Tetapi, raja-raja dari Syeba akan membawa persembahan-persembahan emas dan perak kepada mereka (Mzm. 72:10, 15). Namun, mereka mempunyai banyak jenis logam yang lebih bermanfaat, yaitu besi dan tembaga. Batu besi dan tambang tembaga ditemukan di perbukitan mereka. Lihat Ayub 28:2. 2. Hal-hal ini disebutkan, (1) Untuk menunjukkan perbedaan besar antara padang gurun yang melaluinya Allah telah memimpin mereka dan negeri yang baik yang ke dalamnya Ia sedang membawa mereka. Perhatikanlah, orang-orang yang menanggung rasa tidak nyaman dalam penderitaan dengan sabar dan pasrah, yang direndahkan hatinya oleh penderitaan itu dan berhasil menanggungnya, merekalah yang paling siap untuk mengalami keadaan-keadaan yang lebih baik. (2) Untuk menunjukkan kewajiban-kewajiban apa yang mengikat mereka untuk berpegang pada perintah-perintah Allah, baik dalam rasa syukur atas perkenanan-perkenanan-Nya kepada mereka maupun dalam kepedulian terhadap kepentingan mereka sendiri, supaya perkenanan-perkenanan itu berlanjut. Satu-satunya cara untuk tetap menduduki negeri yang baik ini adalah tetap berada di jalan kewajiban mereka. (3) Untuk menunjukkan betapa negeri itu merupakan perlambang dari hal-hal baik yang akan datang. Apa pun yang dilihat orang lain, ada kemungkinan bahwa Musa melihat di dalamnya sebuah perlambang dari negeri yang lebih baik. Jemaat Injili adalah Kanaan Perjanjian Baru, yang disirami dengan Roh dalam karunia-karunia dan anugerah-anugerah-Nya, dan ditanami dengan pohon-pohon kebenaran, yang menghasilkan buah-buah kebenaran. Sorga adalah negeri yang baik, yang di dalamnya tidak ada kekurangan apa pun, dan di mana ada sukacita yang penuh. * Peringatan-peringatan Berkenaan dengan Kemakmuran Duniawi (8:10-20) Setelah menyebutkan banyak kelimpahan yang akan mereka dapati di negeri Kanaan, Musa merasa perlu untuk memperingatkan mereka terhadap penyalahgunaan kelimpahan itu. Ini merupakan dosa yang akan lebih condong mereka lakukan karena saat ini mereka sedang berjalan memasuki kebun anggur Tuhan yang melimpah itu, langsung keluar dari padang gurun yang tandus. I. Musa mengarahkan mereka pada kewajiban yang harus mereka jalani saat hidup dalam keadaan makmur (ay. 10). Mereka diperbolehkan makan bahkan sampai kenyang, asal jangan terlalu kenyang dan berlebihan. Namun, mereka harus mengingat Sang Pemberi yang menyediakan semua itu bagi mereka. Mereka harus ingat Sang Penyelenggara pesta mereka, dan jangan sekali-kali lalai mengucap syukur setelah makan: Maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu. 1. Mereka harus berjaga-jaga supaya tidak makan atau minum berlebihan sampai merasa enggan untuk melakukan kewajiban memuji Allah ini. Sebaliknya, dalam makan dan minum, mereka harus berusaha beribadah kepada Allah dengan hati yang jauh lebih riang dan lapang. 2. Mereka tidak boleh bersekutu dengan orang-orang yang, ketika sudah makan dan kenyang, memuji allah-allah palsu, seperti yang dahulu dilakukan orang-orang Israel sendiri dengan menyembah anak lembu emas (Kel. 32:6). 3. Apa saja yang menjadi penghiburan mereka, Allah haruslah mendapat kemuliaan darinya. Sama seperti Juruselamat kita sudah mengajar kita untuk mengucap syukur sebelum makan (Mat. 14:19-20), demikian pula kita di sini diajar untuk mengucap syukur sesudah makan. Mengucap syukur sebelum makan adalah Hosana kita -" Allah memberkati, dan mengucap syukur sesudah makan adalah Haleluya kita -" Terpujilah Allah. Mengucap syukurlah dalam segala hal. Dari hukum ini, orang-orang Yahudi yang saleh menciptakan kebiasaan yang terpuji untuk memuji Allah, bukan hanya pada waktu makan, melainkan juga dalam kesempatan-kesempatan lain. Jika mereka minum secawan anggur, mereka mengangkat tangan dan berkata, terpujilah Dia yang menciptakan buah dari pohon anggur untuk menyukakan hati. Saat hanya mencium wangi bunga, mereka berkata, terpujilah Dia yang membuat bunga ini menjadi manis. 4. Ketika mereka mengucap syukur atas hasil-hasil negeri, mereka juga harus mengucap syukur atas negeri itu sendiri, yang diberikan kepada mereka melalui janji. Ketika kita merasakan kesenangan dan penghiburan, kita harus memanfaatkan kesempatan itu untuk bersyukur kepada Allah atas penghidupan yang menyukakan hati. Dan saya tidak tahu hal lain selain bahwa kita dari bangsa ini mempunyai banyak alasan seperti mereka untuk mengucap syukur atas negeri kita yang baik. II. Musa mempersenjatai mereka melawan godaan-godaan dari keadaan makmur, dan menyuruh mereka untuk berjaga-jaga terhadapnya: “Apabila engkau sudah menetap di rumah-rumah yang bagus yang engkau bangun sendiri,” (ay. 12) sebab meskipun Allah memberi mereka rumah-rumah yang tidak mereka bangun (6:10), namun rumah-rumah ini tidak akan cukup untuk mereka. Mereka perlu rumah yang lebih besar dan lebih bagus. “Dan apabila engkau sudah menjadi sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya (ay. 13), seperti Abraham (Kej. 13:2), apabila segala yang ada padamu bertambah banyak,” 1. “Maka berjaga-jagalah terhadap kesombongan. Waspadalah supaya jangan engkau tinggi hati” (ay. 14). Ketika harta benda bertambah, pikiran cenderung terangkat bersamanya, dalam keangkuhan diri, kepuasan diri, dan kepercayaan diri. Oleh sebab itu, marilah kita berusaha untuk tetap menjaga roh kita tetap rendah dalam keadaan yang tinggi. Kerendahan hati adalah ketenangan dan juga perhiasan dari kemakmuran. Waspadalah supaya engkau tidak mengucapkan, sekalipun itu dalam hatimu, kata-kata yang sombong itu, kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini (ay. 17). Perhatikanlah, kita tidak boleh mengambil pujian atas kemakmuran kita untuk diri kita sendiri, atau mengaitkannya dengan kepintaran atau ketekunan kita. Sebab roti tidak selalu untuk yang berhikmat, dan kekayaan bukan untuk yang cerdas (Pkh. 9:11). Mempersembahkan korban untuk pukat kita sendiri (Hab. 1:16) adalah penyembahan berhala secara rohani. 2. “Maka berjaga-jagalah supaya engkau tidak melupakan Allah.” Hal ini mengikuti tinggi hati. Sebab dengan batang hidungnya yang ke ataslah orang fasik tidak mencari Allah (Mzm. 10:4). Orang-orang yang mengagumi diri mereka sendiri memandang rendah Allah. (1) “Jangan lupakan kewajibanmu terhadap Allah” (ay. 11). Kita melupakan Allah jika kita tidak berpegang pada perintah-perintah-Nya. Kita melupakan wewenang-Nya atas diri kita, dan kewajiban-kewajiban serta harapan-harapan kita terhadap-Nya, jika kita tidak patuh pada hukum-hukum-Nya. Ketika orang bertambah kaya, mereka tergoda untuk berpikir bahwa agama adalah hal yang tidak perlu. Mereka bahagia tanpa agama, dan menganggap agama sebagai sesuatu yang ada di bawah mereka dan terlalu keras untuk mereka. Martabat mereka melarang mereka untuk membungkuk, dan kebebasan mereka melarang mereka untuk melayani. Tetapi kita sungguh teramat sangat tidak tahu berterima kasih jika semakin baik Allah terhadap kita, semakin buruklah kita terhadap-Nya. (2) “Jangan lupakan bagaimana perlakuan-perlakuan Allah yang dulu terhadapmu. Pembebasanmu dari Mesir (ay. 14), dan persediaan yang dibuat-Nya untukmu di padang gurun, padang gurun yang besar dan dahsyat itu.” Jangan sekali-kali mereka melupakan segala kengerian padang gurun yang tertanam dalam diri mereka. Di 6 padang gurun itu disebut tanah yang gelap (KJV: bayang-bayang kematian). Di sana Allah melindungi mereka sehingga mereka tidak dibinasakan oleh ular-ular ganas dan kalajengking, meskipun ada kalanya Ia memakai ular dan kalajengking untuk menghajar mereka. Di sana Ia memelihara mereka sehingga mereka tidak binasa karena kekurangan air. Ia melimpahi mereka dengan air yang keluar dari gunung batu (ay. 15), yang (menurut Uskup Patrick) sangka orang akan keluar api darinya. Di sana Ia memberi mereka makan manna, yang sudah diceritakan sebelumnya (ay. 3), dengan memberi perhatian untuk membuat mereka tetap hidup, supaya Ia dapat berbuat baik kepada mereka akhirnya (ay. 16). Perhatikanlah, Allah menyimpan yang terbaik untuk diberikan pada saat terakhir bagi Israel milik-Nya. Betapa pun Ia tampak memperlakukan mereka dengan keras di jalan, Ia tidak akan gagal untuk berbuat baik kepada mereka pada akhirnya. (3) “Jangan lupakan tangan Allah dalam kemakmuran yang engkau rasakan pada saat ini (ay. 18). Ingat bahwa Dialah yang memberimu kekayaan, sebab Dia memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan.” Lihatlah di sini bagaimana pemberian Allah dan berkat yang kita terima diselaraskan, dan coba terapkan itu pada kekayaan rohani. Adalah kewajiban kita untuk memperoleh hikmat, dan jika kita memperoleh pengertian, maka itu mengungguli semua hal yang kita peroleh. Meskipun demikian, anugerah Allah-lah yang memberikan hikmat. Dan ketika kita sudah memperolehnya, kita tidak boleh berkata, kekuatan tangan kitalah yang mengusahakannya. Sebaliknya, kita harus mengakui bahwa Allahlah yang memberi kita kekuatan untuk mendapatkannya. Dan karena itu, kepada-Nyalah kita harus memberikan pujian dan menguduskan penggunaannya. Berkat Tuhan di tangan orang rajin menjadikan kaya, baik untuk dunia ini maupun untuk dunia lain. Ia memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, bukan untuk memuaskanmu, dan membuatmu nyaman, melainkan terlebih supaya Ia dapat meneguhkan kovenan-Nya. Semua karunia Allah diberikan untuk memenuhi janji-janji-Nya. III. Musa mengulangi peringatan yang baik yang sering diberikannya kepada mereka tentang akibat-akibat yang mematikan dari kemurtadan mereka terhadap Allah (ay. 19-20). Amatilah, 1. Bagaimana Musa menggambarkan dosa kemurtadan itu. Kemurtadan adalah melupakan Allah, dan kemudian menyembah allah-allah lain. Orang pasti akan jatuh ke dalam kefasikan, jika mereka membuang pemikiran-pemikiran tentang Allah dari pikiran mereka. Dan, begitu perasaan-perasaan terputus dari Allah, maka perasaan-perasaan itu pun akan terarah pada berhala yang sia-sia. 2. Bagaimana Musa menyatakan murka dan kehancuran atas mereka karena kemurtadan itu: “Jika kamu melakukannya, kamu pasti binasa, dan kekuasaan serta kekuatan tanganmu, yang begitu engkau bangga-banggakan, tidak dapat menolongmu. Bahkan, kamu akan binasa seperti bangsa-bangsa yang dihalau dari hadapanmu. Allah tidak akan lagi mengindahkan kamu, kendati dengan kovenan-Nya denganmu dan hubunganmu dengan-Nya, sama seperti Ia tidak mengindahkan bangsa-bangsa lain, jika kamu tidak mau taat dan setia kepada-Nya.” Siapa yang mengikuti orang lain dalam dosa, pasti akan ikut binasa bersama mereka. Jika kita berbuat seperti yang diperbuat para pendosa, maka bersiap-siaplah untuk mengalami nasib yang sama seperti para pendosa.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah Malam Akhir Tahun, Minggu, 31 Desember 2023, Ulangan 8:11-16 Janganlah Engkau Melupakan Tuhan Allahmu Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 30 Desember 2023 - Melihat Allah Dalam Yesus Kristus - Yohanes 1:18 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,