|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Jumat, 29 Desember 2023 RHK GMIM Jumat, 29 Desember 2023 - Saksi Yang Benar - Yohanes 1:15-17 Kesaksian Yohanes tentang Kristus Yohanes 1:15-17 1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Penjelasan: * Kesaksian Yohanes tentang Kristus (1:15-18) Dalam ayat-ayat ini: I. Penulis Injil ini kembali memberitahukan kepada kita kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Kristus (ay. 15). Ia telah berkata (ay. 8) bahwa Yohanes datang sebagai saksi, dan sekarang di sini ia memberi tahu kita bahwa Yohanes melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukannya, yaitu memberi kesaksian. Di sini, perhatikanlah: . Bagaimana ia mengungkapkan kesaksiannya: Ia berseru, sesuai dengan nubuatan bahwa ia akan menjadi suara orang yang berseru-seru. Nabi-nabi Perjanjian Lama berseru-seru dengan suara nyaring untuk menunjukkan kepada umat dosa-dosa mereka, sementara nabi Perjanjian Baru ini berseru-seru untuk menunjukkan kepada umat Juruselamat mereka. Hal ini memperlihatkan: (1) Bahwa kesaksiannya adalah kesaksian yang terbuka dan umum. Kesaksian itu dinyatakan kepada orang banyak dari berbagai macam kalangan agar mereka bisa memperhatikannya, sebab ini menyangkut kepentingan mereka semua. Guru-guru palsu memikat orang secara diam-diam, tetapi hikmat menyatakan ketetapan-ketetapannya di tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang. (2) Bahwa ia memberikan kesaksian ini dengan bebas dan bersemangat. Ia berseru-seru sebagai orang yang sangat yakin akan apa yang disaksikannya dan mempercayainya dengan sepenuh hati. Ia yang melonjak kegirangan dalam rahim ibunya saat Kristus datang mendekat, ketika Ia masih dikandung, kini dengan semangat kegirangan yang sama menyambut kemunculan-Nya di depan umum. . Apa kesaksiannya. Ia meminta orang banyak untuk mengingat apa yang telah dikatakannya pada awal pelayanannya, ketika ia menyuruh mereka untuk mengharapkan Dia yang akan datang kemudian daripadanya, yang bagi-Nya ia menjadi pembuka jalan. Dia tidak pernah bermaksud melakukan hal lain kecuali untuk membawa mereka kepada-Nya, dan untuk mempersiapkan jalan-Nya. Hal ini telah diberitahukannya kepada mereka sejak dari semula. Perhatikanlah, hamba Tuhan akan merasa sangat terhibur apabila kesaksian hati nuraninya berbicara dengan baik terhadap dirinya sendiri, bahwa ia telah memulai pelayanannya dengan prinsip-prinsip yang jujur dan niat hati yang tulus, dengan hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghormati dan memuliakan Kristus. Nah, apa yang dikatakannya ketika itu kini diterapkannya kepada Yesus ini, yang belum lama ini telah dibaptisnya, dan yang dengan menakjubkan telah diakui sebagai Dia yang datang dari sorga: Inilah Dia yang kumaksudkan. Yohanes tidak berkata kepada mereka bahwa sebentar lagi akan muncul seorang yang demikian di antara mereka, lalu membiarkan mereka untuk mencarinya sendiri. Sebaliknya, secara khusus ia menunjuk pada orangnya: "Inilah Dia, orang yang sudah kuberitahukan kepadamu itu, dan kepada-Nyalah kamu harus menerapkan segala hal yang telah kukatakan." Dalam hal ini ia berbuat melebihi semua nabi Perjanjian Lama. Nah, apa yang telah dikatakannya itu? (1) Ia memberikan keutamaan kepada Yesus ini: Ia yang akan datang kemudian daripadaku, dalam hal waktu kelahiran-Nya dan waktu penampilan-Nya di depan umum, telah mendahului aku (KJV: "Ia yang datang kemudian daripadaku haruslah lebih diutamakan daripadaku" -- pen.). Ia yang menggantikan aku dalam memberitakan pertobatan dan mengangkat murid-murid adalah orang yang lebih istimewa daripadaku, dalam segala hal, sama seperti raja atau bangsawan yang datang kemudian lebih diutamakan daripada seorang pendahulu atau pembuka jalan yang mempersiapkan jalan baginya. Perhatikanlah, Yesus Kristus, yang akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi (Luk. 1:32), lebih diutamakan daripada Yohanes Pembaptis, yang hanya akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi (Luk. 1:76). Yohanes adalah seorang pelayan Perjanjian Baru, tetapi Kristus adalah Pengantara Perjanjian Baru. Dan amatilah, meskipun Yohanes adalah seorang yang besar, dan mempunyai nama serta kepentingan yang besar pula, ia bersedia memberikan keutamaan kepada Dia yang berhak memilikinya. Perhatikanlah, semua hamba Kristus harus lebih mengutamakan Dia dan kepentingan-Nya melebihi diri dan kepentingan-kepentingan mereka sendiri. Orang yang mencari kepentingannya sendiri, dan bukan kepentingan Kristus Yesus, pasti tidak akan dipandang baik (Flp. 2:21). Ia datang kemudian daripadaku, namun Ia harus lebih diutamakan daripadaku. Perhatikanlah, Allah membagi-bagikan pemberian-Nya menurut kerelaan kehendak-Nya, dan sering kali Ia memilih yang satu daripada yang lain, seperti yang terjadi pada Yakub, ketika Ia memilih yang lebih muda daripada yang lebih tua. Paulus jauh melampaui orang-orang yang sudah di dalam Kristus sebelum dia. (2) Yohanes di sini memberikan alasan yang baik untuk itu: Sebab Dia telah ada sebelum aku, prōtos mou -"n -- Ia sebelum aku, atau Ia yang pertama dibandingkan aku. Ia adalah Penyebab utama aku ada, dari-Nyalah aku berasal. Yang Pertama atau Yang Terdahulu adalah salah satu nama Allah (Yes. 44:6). Ia telah ada sebelum aku, Dia mendahului aku: - Dalam hal senioritas (ketuaan): Ia telah ada sebelum aku, sebab Ia telah ada sebelum Abraham (8:58), bahkan bukan itu saja, Ia telah ada sebelum segala sesuatu (Kol. 1:17). Aku hanyalah anak kemarin sore, sementara Ia sudah ada sejak dari kekekalan. Yohanes Pembaptis tampil hanya pada waktu itu (Mat. 3:1), tetapi kemunculan Yesus Tuhan kita sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (Mi. 5:1). Hal ini membuktikan dua hakikat yang ada di dalam Kristus. Kristus, sebagai manusia, datang kemudian daripada Yohanes dalam hal penampilan-Nya di depan umum, namun Kristus, sebagai Allah, telah ada sebelum dia, sebab dengan cara apa lagikah Dia sudah ada sebelum Yohanes kecuali Dia memang sudah ada sejak dari kekekalan? - Dalam hal keunggulan atau kewenangan: sebab Ia adalah rajaku. Adakalanya raja-raja disebut sebagai yang pertama, prōton. "Demi Dia dan untuk melayani Dialah aku diutus. Ia adalah Tuanku, aku adalah hamba dan pembawa pesan-Nya." II. Penulis Injil ini sekarang kembali berbicara tentang Yesus Kristus, dan ia tidak melanjutkan pembicaraannya tentang kesaksian Yohanes Pembaptis sampai ayat 19. Ayat 16 sangat jelas berhubungan dengan ayat 14, yang di dalamnya Firman yang berinkarnasi dikatakan penuh kasih karunia dan kebenaran. Sekarang di sini ia menjadikan hal itu sebagai suatu kesempatan bagi kita bukan hanya untuk memuja-Nya melainkan juga untuk bersyukur kepada-Nya, sebab dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima. Dia telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia (Mzm. 68:19), supaya Dia dapat memberikan pemberian-pemberian kepada manusia (Ef. 4:8). Dia dipenuhi, supaya Dia dapat memenuhi semua dan segala sesuatu (Ef. 1:23), supaya dapat mengisi penuh perbendaharaan kita (Ams. 8:21). Ia memiliki sumber kepenuhan yang mengalir sampai meluap-luap: Kita semua telah menerima. Kita semua para rasul, demikianlah menurut sebagian orang. Kita telah menerima kebaikan kerasulan ini, itulah kasih karunia, dan kita telah dibuat pantas untuk menjadi rasul, itulah kebenaran. Atau lebih tepatnya, kita semua orang-orang percaya, semua orang yang menerima-Nya (ay. 16), menerima dari-Nya. Perhatikanlah, semua orang percaya yang sejati menerima dari kepenuhan Kristus. Orang-orang kudus yang terbaik dan terbesar tidak bisa hidup tanpa-Nya, dan orang-orang yang paling hina dan paling lemah dapat hidup oleh-Nya. Ini membuat kita tidak bisa menyombongkan diri, sebab kita sebenarnya tidak mempunyai apa-apa, tetapi kita telah menerimanya. Ini juga mengusir segala rasa takut dan cemas, karena kita sebenarnya tidak kekurangan apa-apa, tetapi kita boleh menerimanya. Marilah kita lihat apa yang telah kita terima itu. . Kita telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Penerimaan kita oleh Kristus diringkas dalam dua kata ini, kasih karunia. Kita telah menerima kai charin -- bahkan kasih karunia, pemberian yang begitu besar, begitu kaya, begitu tak ternilai. Apa yang telah kita terima itu bukan sesuatu yang lebih kecil dari kasih karunia. Pemberian ini harus dibicarakan dengan diberi penekanan secara khusus. Pemberian ini diulang-ulang, kasih karunia demi kasih karunia, sebab untuk setiap batu dalam bangunan ini, seperti juga untuk batu utama, kita harus berseru bahwa semua itu Kasih karunia, kasih karunia. Perhatikanlah: (1) Berkat yang diterima. Berkat itu adalah kasih karunia, kehendak baik Allah terhadap kita dan pekerjaan baik Allah di dalam diri kita. Kehendak baik Allah mengerjakan pekerjaan yang baik, dan pekerjaan yang baik itu membuat kita memenuhi syarat untuk menerima tanda-tanda lain dari kehendak baik-Nya. Sama seperti kolam menerima air dari kepenuhan sumber mata air, dan cabang-cabang pohon menyerap dari kepenuhan akar, serta cahaya udara dari kepenuhan matahari, demikian pula kita menerima kasih karunia dari kepenuhan Kristus. (2) Cara penerimaannya: kasih karunia demi kasih karunia -- charin anti charitos. Frase ini berbentuk tunggal, dan para penafsir memberikan berbagai pengertian yang berbeda mengenainya, tetapi setiap tafsiran tersebut akan bermanfaat untuk menggambarkan kekayaan-kekayaan yang tidak terselami dari kasih karunia Kristus itu. Kasih karunia demi kasih karunia berbicara tentang: - Kebebasan kasih karunia itu. Kasih karunia ini diberikan demi kasih karunia itu sendiri, demikianlah menurut Grotius. Kita menerima kasih karunia bukan karena diri kita sendiri (sekalipun kita mengira demikian), tetapi, ya Bapa, karena itulah yang berkenan kepada-Mu. Pemberian ini diberikan menurut kasih karunia (Rm. 12:6). Kasih karunia ini diperuntukkan bagi kita demi (karena) kasih karunia yang diperuntukkan bagi Yesus Kristus. Allah berkenan kepada-Nya, dan karena itu Ia berkenan kepada kita di dalam Dia (Ef. 1:6). - Kepenuhan kasih karunia ini. Kasih karunia demi kasih karunia berbicara tentang kelimpahan kasih karunia, kasih karunia sesudah kasih karunia (demikian Camero), kasih karunia yang satu disusul dengan kasih karunia yang lain; seperti kulit ganti kulit adalah kulit demi kulit, bahkan segala yang dipunyai orang akan diberikannya (Ayb. 2:4). Kasih karunia demi kasih karunia menggambarkan suatu berkat yang dicurahkan atau ditumpahkan sehingga tidak ada lagi ruang yang tersedia untuk menerimanya, penebusan yang berlimpah ruah: kasih karunia yang satu menjamin datangnya kasih karunia lain lagi. Yusuf -- Ia akan menambahkan. Kepenuhan ini sungguh sedemikian luar biasanya hingga disebut kepenuhan Allah. Dengan kepenuhan seperti inilah kita dipenuhi. Kita tidak akan terbatas dalam menerima kasih karunia Kristus, kecuali jika kita membatasi diri kita dengan kecukupan dari diri kita sendiri. - Kebergunaan kasih karunia ini. Kasih karunia demi kasih karunia adalah kasih karunia yang diberikan untuk mengembangkan dan memajukan kasih karunia itu sendiri. Kasih karunia ini harus dipergunakan oleh kita sendiri. Kebiasaan-kebiasaan kasih karunia menghasilkan tindakan-tindakan kasih karunia. Kasih karunia harus dipergunakan untuk kebaikan orang lain; pemberian kasih karunia (yang cuma-cuma) harus dipakai untuk perbuatan baik kasih karunia pula (yang cuma-cuma). Kasih karunia merupakan talenta atau karunia yang harus diusahakan dan dilipatgandakan. Para rasul menerima kasih karunia (Rm. 1:5; Ef. 3:8), supaya mereka bisa menyampaikannya kepada orang lain (1Ptr. 4:10). - Kasih karunia Perjanjian Baru yang menggantikan tempat dan kegunaan kasih karunia Perjanjian Lama: demikianlah menurut Beza. Dan pengertian ini diperkuat oleh ay. 17. Kasih karunia dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan saja, sedangkan dalam Perjanjian Baru ia menjadi kebenaran atau kasih karunia yang sebenar-benarnya. Dalam Perjanjian Lama memang ada kasih karunia, Injil sudah diberitakan pada masa itu (Gal. 3:8), tetapi kasih karunia itu sekarang digantikan, dan kini kita mempunyai kasih karunia Injil, kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu (2Kor. 3:10). Kasih karunia itu sekarang diungkapkan dengan lebih jelas dan dibagi-bagikan kepada banyak orang dengan lebih berlimpah-limpah. Ini adalah kasih karunia ganti kasih karunia. - Kasih karunia demi kasih karunia berbicara tentang pengembangan dan keberlanjutan kasih karunia itu. Kasih karunia demi kasih karunia berarti kasih karunia yang satu memperbaiki, meneguhkan, dan menyempurnakan kasih karunia yang lain. Kita diubah menjadi serupa dengan gambar ilahi, dari kemuliaan yang satu menuju pada kemuliaan yang lain, dari derajat kemuliaan kasih karunia yang satu menuju pada derajat yang lain (2Kor. 3:18). Orang-orang yang mempunyai kasih karunia sejati akan memiliki kasih karunia yang lebih lagi (Yak. 4:6). Ketika Allah memberikan kasih karunia, Ia berkata, "Ambillah ini sebagiannya," sebab Ia yang telah berjanji pasti akan menepati dengan seutuhnya. - Kasih karunia demi kasih karunia berbicara tentang kesepadanan dan kesesuaian kasih karunia di dalam orang-orang kudus dengan kasih karunia di dalam Yesus Kristus, demikianlah menurut Tuan Clark. Kasih karunia demi kasih karunia adalah kasih karunia di dalam diri kita sebagai tanggapan terhadap kasih karunia di dalam diri-Nya, seperti gambar yang sama dengan stempelnya secara garis per garis. Kasih karunia yang kita terima dari Kristus mengubah kita menjadi serupa dengan gambar-Nya (2Kor. 3:18), gambaran Anak-Nya (Rm. 8:29), rupa dari yang sorgawi (1Kor. 15:49). . Kita telah menerima kasih karunia dan kebenaran (ay. 17). Sebelumnya dalam ay. 14 penulis Injil ini berkata bahwa Kristus penuh kasih karunia dan kebenaran, dan sekarang dalam ay. 17 ia berkata bahwa oleh-Nya kasih karunia dan kebenaran datang kepada kita. Dari Kristus kita menerima kasih karunia. Perkataan ini seperti senar kecapi yang begitu senang dimainkan oleh penulis Injil ini, ia tidak bisa melepaskan tangannya darinya. Ada dua hal yang diamatinya lebih lanjut lagi dalam ayat ini mengenai kasih karunia ini: (1) Keutamaannya melebihi hukum Musa: Hukum Taurat diberikan oleh Musa, dan pemberian hukum itu dengan sendirinya merupakan suatu pengungkapan yang sungguh mulia baik tentang kehendak Allah mengenai manusia maupun kehendak baik-Nya terhadap manusia. Akan tetapi, Injil Kristus merupakan pengungkapan yang jauh lebih jelas baik mengenai kewajiban maupun kebahagiaan kita. Apa yang diberikan oleh Musa sungguh menakutkan dan mengancam, terikat dengan berbagai hukuman. Suatu hukum tidak dapat memberi hidup jika diberikan dengan banyak kengerian (Ibr. 12:18). Namun, apa yang diberikan oleh Yesus Kristus mempunyai sifat lain. Yang diberikan-Nya itu mempunyai segala keuntungan hukum Taurat, tetapi tanpa segala kengerian itu, sebab pemberian-Nya itu adalah kasih karunia: kasih karunia yang mendidik (Tit. 2:11), kasih karunia yang berkuasa (Rm. 5:21). Pemberian ini memang merupakan suatu hukum, tetapi hukum yang menyembuhkan. Perbuatan kasih sayang merupakan ciri khas Injil, bukan ketakutan terhadap hukum dan kutukannya. (2) Hubungannya dengan kebenaran: kasih karunia dan kebenaran. Dalam Injil kita melihat diungkapkannya kebenaran-kebenaran yang terbesar yang harus diterima dengan pengertian, seperti juga kasih karunia yang terkaya yang harus diterima dengan kehendak dan kasih sayang. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, yang artinya, perkataan ini adalah kasih karunia dan kebenaran. Tawaran-tawaran kasih karunia itu sangat tulus, dan bolehlah kita mempertaruhkan jiwa kita dengan menerimanya. Tawaran-tawaran itu diberikan dengan sungguh-sungguh, sebab yang ditawarkan adalah kasih karunia dan kebenaran. Kasih karunia dan kebenaran di sini harus dilihat dengan merujuk pada hukum Taurat yang diberikan oleh Musa, sebab kasih karunia dan kebenaran itu adalah: - Pemenuhan dari segala janji Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama kita sering mendapati belas kasihan dan kebenaran dipadukan bersama-sama, yang berarti belas kasihan itu sesuai dengan janji. Demikian pula di sini kasih karunia dan kebenaran menunjukkan kasih karunia yang sesuai dengan janji (Luk. 1:72; 1Raj. 8:56). - Kasih karunia dan kebenaran ini merupakan inti sari dari semua perlambangan dan bayangan Perjanjian Lama. Memang terdapat suatu kasih karunia di dalam peraturan-peraturan yang ditetapkan bagi bangsa Israel dan di dalam pemeliharaan-pemeliharaan ilahi yang diberikan kepada umat Israel. Akan tetapi, semua itu hanyalah bayangan dari hal-hal baik yang akan datang, bahkan bayangan dari kasih karunia yang akan dibawa kepada kita melalui pewahyuan Yesus Kristus. Dialah domba paskah yang sesungguhnya, kambing jantan penghapus dosa yang sesungguhnya, manna yang sesungguhnya. Mereka mempunyai kasih karunia di dalam gambaran saja, sedangkan kita mempunyai kasih karunia di dalam pribadi atau orangnya. Itulah kasih karunia dan kebenaran. Kasih karunia dan kebenaran datang, egeneto -- dijadikan, kata yang sama yang digunakan (ay. 3) untuk menggambarkan Kristus menjadikan segala sesuatu. Hukum Taurat hanya diberitahukan oleh Musa, tetapi keberadaan kasih karunia dan kebenaran ini, seperti juga pengungkapannya, bisa terjadi hanya karena Yesus Kristus. Kasih karunia dan kebenaran ini dijadikan oleh-Nya, sama seperti dunia dijadikan oleh-Nya pada awal mula, dan oleh-Nyalah kasih karunia dan kebenaran ini kini ada.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Sabtu, 30 Desember 2023 - Melihat Allah Dalam Yesus Kristus - Yohanes 1:18 Sebelum: RHK GMIM Kamis, 28 Desember 2023 - Firman Yang Menjadi Manusia - Yohanes 1:13-14 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,