|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 17 Desember 2023 Khotbah GMIM Minggu, 17 Desember 2023 - Silsilah Kelahiran Yesus - Matius 1:1-17 Mengenai silsilah Juruselamat kita Tema Bulanan: "Keadilan, Damai dan Kasih Yesus Kristus Menjiwai Pesta Demokrasi" Tema Mingguan: "Silsilah Kelahiran Yesus" Bacaan Alkitab: Matius 1 : 1-17 Silsilah Yesus Kristus 1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. Penjelasan: * Silsilah Yesus Kristus (1:1-17) Mengenai silsilah Juruselamat kita, kita perhatikan: I. Judulnya. Ini adalah buku (atau catatan, seperti kata Ibrani sepher, "buku," adakalanya diartikan) mengenai garis silsilah Yesus Kristus, mengenai leluhur-Nya menurut daging; atau, kisah tentang kelahiran-Nya. Ini adalah Biblos Geneseōs -- Kitab Kejadian. Perjanjian Lama diawali dengan kitab tentang garis penciptaan dunia, dan itulah kemuliaan kitab Perjanjian Lama dengan mencantumkannya. Namun, kemuliaan di dalam kitab Perjanjian Baru jauh melampaui itu, karena diawali dengan kitab mengenai garis silsilah dari Dia yang menciptakan dunia. Sebagai Allah, permulaan-Nya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (Mi. 5:1), dan tidak seorang pun dapat menyatakan kebermulaan itu; namun sebagai manusia, Ia diutus setelah genap waktunya, ... lahir melalui seorang perempuan, dan garis silsilah itulah yang dinyatakan di sini. II. Tujuan utamanya. Ini bukan sekadar silsilah tanpa tujuan atau tanpa guna; bukan pula untuk memperlihatkan kemuliaan yang sia-sia, sebagaimana biasa terjadi pada tokoh-tokoh besar. Stemmata, quid faciunt? -- Apa faedahnya silsilah kuno itu? Gunanya seperti silsilah yang diberikan dalam pembuktian, untuk membenarkan suatu hak, dan mengajukan tuntutan. Dalam Injil Matius, tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa Yesus Tuhan kita adalah anak Daud, dan anak Abraham, dan karena itu dari bangsa dan keluarga yang darinya Sang Mesias akan muncul. Di masa mereka, Abraham dan Daud merupakan wali utama atas janji yang berkaitan dengan Sang Mesias. Janji tentang berkat diberikan kepada Abraham dan keturunannya, tentang kekuasaan diberikan kepada Daud dan keturunannya. Karena itu, mereka yang memiliki hak dalam Kristus, anak Abraham, yang oleh-Nya semua kaum di muka bumi akan mendapatkan, harus setia dan tunduk kepada Dia sebagai Anak Daud, yang oleh-Nya seluruh kaum di muka bumi akan diperintah. Telah dijanjikan kepada Abraham bahwa Kristus akan lahir dari keturunannya (Kej. 12:3; 22:18), dan juga kepada Daud bahwa Dia akan lahir dari keturunannya (2Sam. 7:12; Mzm. 89:4 dst.; 132:11). Oleh sebab itu, kalau kita tidak dapat membuktikan bahwa Yesus adalah anak Daud, dan anak Abraham, kita tidak dapat mengakui-Nya sebagai Sang Mesias. Dalam Injil Matius, hal ini dibuktikan melalui catatan-catatan autentik dari lembaga-lembaga pencatatan silsilah. Orang Yahudi sangat saksama dalam melestarikan garis silsilah mereka, dan ada providensi di dalamnya, demi menjernihkan garis keturunan Sang Mesias dari bapak-bapak leluhur; lagi pula, sejak kedatangan-Nya, bangsa itu begitu tercerai-berai dan tercampur-baur hingga menimbulkan pertanyaan apakah ada orang di dunia ini yang dapat dengan sah membuktikan bahwa dirinya adalah keturunan Abraham. Namun, ada satu hal yang pasti, tidak seorang pun dapat membuktikan dirinya sebagai anak Harun atau anak Daud, karena itu jabatan imamat dan rajawi harus disudahi, ibarat hilang selamanya, atau diletakkan ke dalam tangan Yesus Tuhan kita. Kristus dalam Injil ini mula-mula disebut Anak Daud, sebab dengan julukan itulah Ia umumnya diperbincangkan, dan diharapkan, di antara orang Yahudi. Mereka yang mengakui-Nya sebagai Kristus menyebut-Nya Anak Daud (15:22; 20:31; 21:15). Jadi, karena itulah, penulis Injil Matius berusaha menjelaskan bahwa Ia bukan hanya seorang keturunan Daud, melainkan Sang Anak Daud itu sendiri dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya; Ia bukan sekadar seorang keturunan Abraham, tetapi Sang Anak Abraham yang dimaksudkan untuk menjadi bapa banyak bangsa. Dengan menyebut Kristus sebagai anak Daud, dan anak Abraham, penulis Injil Matius menunjukkan bahwa Allah setia kepada janji-Nya, dan akan menepati setiap perkataan yang telah diucapkan-Nya; dan hal ini: 1. Walaupun pelaksanaannya tertunda lama. Ketika Allah menjanjikan Abraham seorang putra, yang akan menjadi berkat luar biasa bagi dunia, mungkin ia mengharapkan anak itu adalah putra kandungnya; namun ternyata putra yang dimaksud itu berjarak empat puluh dua generasi, sekitar 2.000 tahun lamanya. Jadi, sejak sebegitu jauh sebelumnya Allah menubuatkan apa yang akan dilakukan, dan kadang-kadang baru sebegitu lama sesudahnya, baru Allah menggenapi apa yang telah dijanjikan. Perhatikanlah, penangguhan rahmat yang dijanjikan, meskipun melatih kesabaran kita, tidaklah melemahkan janji Allah. 2. Walaupun orang sudah mulai putus asa akan janji itu. Anak Daud dan anak Abraham ini, yang akan menjadi kemuliaan rumah Bapa-Nya, lahir ketika keturunan Abraham menjadi bangsa yang terhina, dan belum lama ini menjadi jajahan bangsa Romawi, dan ketika anak cucu Daud tidak lagi dikenal. Sebab memang Kristus harus menjadi tunas dari tanah kering. Perhatikanlah, waktu Allah bagi penggenapan janji-janji-Nya terjadi ketika segala sesuatu tampak sangat mustahil. III. Rangkaian silsilah tersebut, yang ditarik langsung dari Abraham, sesuai dengan sejarah silsilah yang dicatat dalam bagian awal kitab-kitab Tawarikh (sejauh yang ada), dan yang kita lihat penggunaannya di sini. Beberapa hal khusus yang dapat kita amati dalam silsilah Injil Matius adalah: 1. Di antara leluhur Kristus yang mempunyai saudara laki-laki, umumnya Kristus digambarkan turun dari saudara yang lebih muda, seperti Abraham, Yakub, Yehuda, Daud, Natan, dan Resa; untuk menunjukkan bahwa tidak seperti para raja duniawi, Kristus bukan berasal dari kesulungan para leluhur-Nya, melainkan dari kehendak Allah, yang meninggikan orang-orang yang rendah, dan yang memberikan penghormatan khusus kepada anggota-anggota yang tidak mulia, yang merupakan cara pemeliharaan-Nya. 2. Di antara putra-putra Yakub, di samping Yehuda, yang darinya lambang pemerintahan (Silo) berasal, perhatian diberikan kepada saudara-saudaranya: Yehuda dan saudara-saudaranya. Tidak disebut-sebut tentang Ismael, putra lain dari Abraham, atau tentang Esau, putra lain dari Ishak, sebab mereka bukan bagian dari Gereja; sedangkan semua anak Yakub dimasukkan, dan, meskipun bukan merupakan bapak-bapak leluhur Kristus, mereka adalah bapak-bapak leluhur Gereja (Kis. 7:8), dan oleh sebab itu disebut-sebut dalam silsilah, untuk memberi semangat kepada kedua belas suku di perantauan, sambil menunjukkan kepada mereka bahwa mereka mempunyai hak dalam Kristus, dan memiliki hubungan dengan Dia seperti halnya dengan Yehuda. 3. Peres dan Zerah, putra kembar Yehuda, keduanya-duanya juga disebut, meskipun hanya Peres yang merupakan leluhur Kristus, untuk alasan yang sama mengapa saudara-saudara Yehuda diperhatikan; ada juga yang berpendapat bahwa karena kelahiran Peres dan Zerah menggambarkan semacam kiasan. Zerah mengeluarkan tangannya terlebih dahulu, sebagai yang lahir sulung, namun, karena ia menariknya kembali, Pereslah yang memperoleh hak kesulungan. Umat Yahudi, seperti halnya Zerah, mencapai hak kesulungan terlebih dahulu, namun karena ketidakpercayaan mereka, dengan menarik tangan kembali, maka umat bukan-Yahudilah, seperti Peres, yang maju dan mendapatkan hak kesulungan itu; dan dengan demikian sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk, dan kemudian baru Zerah lahir, yakni seluruh Israel akan diselamatkan (Rm. 11:25-26). 4. Ada empat orang perempuan, dan hanya empat, yang disebut dalam silsilah ini; dua di antaranya tidak termasuk kewargaan Israel, yaitu Rahab seorang perempuan Kanaan, yang juga seorang sundal, dan Rut seorang perempuan Moab; sebab di dalam Kristus Yesus tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi; di dalam Kristus, baik orang asing dan pendatang disambut menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus. Dua orang perempuan lainnya adalah pezinah, yaitu Tamar dan Batsyeba. Ini merupakan suatu tanda penghinaan lainnya lagi yang ditimpakan kepada Tuhan Yesus, bahwa bukan saja Ia keturunan orang-orang semacam itu, tetapi juga apa yang memang ada pada mereka dikatakan secara khusus dalam sejarah silsilah-Nya, tanpa ditutup-tutupi. Ia menanggung keadaan dalam daging yang dikuasai dosa (Rm. 8:3), dan bahkan membawa orang-orang yang paling berdosa ke dalam hubungan paling dekat dengan-Nya ketika mereka bertobat. Perhatikanlah, tidak sepantasnya kita mencela orang dengan aib yang dilakukan leluhur mereka; sebab hal ini berada di luar pilihan mereka, dan telah menjadi nasib para tokoh terbaik, bahkan Tuhan kita sendiri. Pernyataan Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria diperhatikan dalam silsilah ini (menurut Dr. Whitby) untuk menunjukkan bahwa kejahatan Daud, yang kemudian bertobat, sama sekali tidak menghalangi penggenapan janji yang diberikan kepadanya, bahwa Allah berkenan menggenapi janji itu melalui perempuan ini. 5. Meskipun berbagai nama raja disebutkan dalam silsilah ini, tidak seorang pun yang dengan jelas dipanggil raja kecuali Daud (ay. 6), raja Daud; sebab dengan dirinyalah dibuat kovenan takhta kerajaan itu, dan kepadanyalah diberikan janji kerajaan Sang Mesias, yang oleh sebab itu disebut akan mewarisi takhta Daud, bapa leluhurnya (Luk. 1:32). 6. Dalam silsilah raja-raja Yehuda, antara Yoram dan Uzia (ay. 8), ada tiga raja yang tidak tercantum, yakni Ahazia, Yoas, dan Amazia. Oleh sebab itu, ketika dikatakan bahwa Yoram memperanakkan Uzia, yang dimaksudkan menurut penggunaan bahasa Ibrani adalah bahwa Uzia merupakan keturunan Yoram, seperti yang dikatakan kepada Hizkia bahwa putra-putra yang akan diperanakkannya akan diangkut ke Babel, padahal mereka ini terpisah beberapa generasi darinya. Bukanlah karena kekeliruan maupun kealpaan kalau ketiga nama ini dihilangkan, tetapi, kemungkinannya, mereka memang sudah dihilangkan dalam daftar-daftar silsilah yang dijadikan bahan acuan oleh penulis Injil Matius. Daftar-daftar silsilah tersebut diakui asli. Sebagian orang memberikan alasan berikut: Ini merupakan rancangan Matius, supaya mudah diingat, untuk mengecilkan jumlah leluhur Kristus menjadi tiga kelompok yang masing-masing berisi empat belas keturunan. Dan, untuk keperluan ini, dalam kelompok silsilah raja-raja Yehuda ini ada tiga raja yang harus dicoret, dan tidak ada yang lebih cocok daripada mereka yang merupakan anak cucu langsung dari raja Atalya yang dikutuk, yang memperkenalkan penyembahan berhala oleh Ahab ke dalam rumah Daud, yang karenanya aib menimpa keluarga itu dan kejahatannya sampai ke keturunan yang ketiga dan keempat. Dua dari ketiga raja ini menjadi murtad; dan demikianlah Allah biasanya menetapkan suatu tanda dalam dunia ini untuk menunjukkan perasaan tidak senang-Nya: ketiganya dikuburkan dengan keadaan bersimbah darah. 7. Beberapa orang mengamati adanya campuran antara yang baik dan yang jahat dalam pergantian raja-raja ini; misalnya (ay. 7-8), Rehabeam yang jahat memperanakkan Abia yang jahat; Abia yang jahat memperanakkan Asa yang baik; Asa yang baik memperanakkan Yosafat yang baik; Yosafat yang baik memperanakkan Yoram yang jahat. Anugerah tidak mengalir melalui hubungan darah, dosa yang merajalela pun tidak. Anugerah Allah adalah milik-Nya sendiri, dan Ia memberikan atau menahannya sesuai perkenanan-Nya. 8. Pembuangan ke Babel disebutkan sebagai suatu masa yang luar biasa dalam silsilah (ay. 11-12). Jika memperhatikan segala sesuatunya, sungguh mengherankan bahwa umat Yahudi tidak musnah selama pembuangan itu, seperti yang dialami bangsa-bangsa lain; namun ini mengisyaratkan alasan mengapa arus bangsa itu dijaga untuk tetap mengalir dalam kemurnian melalui laut mati itu, sebab merekalah yang menurunkan Mesias dalam keadaannya sebagai manusia. Janganlah musnahkan [bangsa] itu, sebab di dalamnya masih ada berkat, bahkan berkat di atas segala berkat, yaitu Kristus sendiri (Yes. 65:8-9). Dengan mata yang tertuju kepada-Nya-lah mereka dipulihkan, dan tempat kudus yang telah musnah itu disinari dengan wajah-Nya demi Tuhan sendiri (Dan. 9:17). 9. Dikatakan bahwa Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya (ay. 11); yang dimaksudkan dengan Yekhonya di sini adalah Yoyakim, putra sulung Yosia. Namun ketika dikatakan (ay. 12) bahwa Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Yekhonya yang ini adalah putra Yoyakim tadi yang dibawa ke Babel, dan di sana ia memperanakkan Sealtiel (sebagaimana ditunjukkan Dr. Whitby). Yekhonya juga dikatakan tercatat tidak mempunyai anak (Yer. 22:30), tetapi hal ini dijelaskan sebagai berikut: seorang pun dari keturunannya tidak akan berhasil. Sealtiel di sini dikatakan memperanakkan Zerubabel, padahal sebenarnya Sealtiel memperanakkan Pedaya, yang memperanakkan Zerubabel (1Taw. 3:19), namun, seperti sebelumnya, cucu sering disebut putra; Kemungkinannya, Pedaya mati semasa ayahnya masih hidup, sehingga dengan demikian putranya, Zerubabel, disebut anak Sealtiel. 10. Garis keturunan ditarik terus ke bawah, tetapi bukan ke Maria, ibu Tuhan kita, melainkan ke Yusuf suami Maria (ay. 16); sebab orang Yahudi selalu menghitung silsilah berdasarkan kaum laki-laki. Walaupun demikian, Maria masih dari suku dan keluarga yang sama dengan Yusuf, sehingga dengan demikian, baik melalui ibu maupun orang yang dianggap sebagai ayah-Nya, Yesus berasal dari rumah Daud. Namun hak-Nya akan martabat itu diperoleh melalui Yusuf, yang secara daging tidak ada hubungan dengan-Nya, untuk menunjukkan bahwa kerajaan Mesias itu bukan didirikan atas dasar keturunan alamiah dari Daud. 11. Pusat di mana seluruh garis keturunan itu bertemu adalah Yesus yang disebut Kristus (ay. 16). Inilah Dia yang begitu amat didambakan, begitu ditunggu-tunggu dengan tidak sabar, dan kepada-Nya-lah mata para bapa leluhur tertuju ketika mereka begitu menginginkan anak-anak, agar boleh memperoleh kehormatan masuk di dalam garis keturunan yang kudus itu. Terpujilah Allah, kita sekarang tidak berada dalam keadaan penantian yang demikian gelap dan berawan seperti yang dialami mereka ketika itu, melainkan boleh melihat dengan jelas apa yang dahulu seakan terlihat melalui cermin yang samar-samar oleh para nabi dan raja. Tambahan lagi, kita boleh, kecuali karena salah kita sendiri, menerima kehormatan yang lebih besar yang melebihi kehormatan yang begitu mereka ingini: sebab mereka yang melakukan kehendak Allah memiliki hubungan yang lebih terhormat dengan Kristus dibandingkan mereka yang memiliki hubungan dengan-Nya menurut daging (12:50). Yesus disebut Kristus, yaitu Yang Diurapi, sama dengan makna sebutan Mesias dalam bahasa Ibrani. Ia disebut Mesias Sang Raja (Dan. 9:25), dan sering kali yang diurapi Allah (Mzm. 2:2). Dengan tanda pengenal inilah Ia ditunggu-tunggu: Engkau itukah Kristus, Yang Diurapi? Daud, sang raja, diurapi (1Sam. 16:13); begitu pula Harun, sang imam (Im. 8:12), dan Elisa, sang nabi (1Raj. 19:16), serta Yesaya, sang nabi (Yes. 61:1). Kristus, yang ditunjuk dan memenuhi syarat untuk semua jabatan ini, karena itu disebut Yang Diurapi, diurapi dengan minyak tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Nya. Dan, dari nama-Nya inilah, sebagaimana minyak urapan dicurahkan, semua pengikut-Nya disebut orang Kristen, sebab mereka pun telah menerima pengurapan. Yang terakhir. Kita mendapati ringkasan umum dari seluruh silsilah, ayat 17, yang diringkaskan menjadi tiga kali empat belas, yang ditandai dengan periode-periode yang luar biasa. Dalam periode empat belas generasi pertama, kita melihat terbitnya keluarga Daud, yang bagaikan fajar merekah; dalam periode empat belas generasi kedua, kita melihatnya tumbuh subur dalam puncak kemasyhuran; dalam periode ketiga, kita melihatnya mengalami kemerosotan dan semakin mundur dan mundur, hingga mengecil menjadi keluarga tukang kayu yang miskin, dan setelah itu Kristus bercahaya dari situ, menjadi kemuliaan bagi umat[-Nya] Israel. ALASAN PEMILIHAN TEMA Setiap manusia punya rasa ingin tahu, apalagi secara khusus menyangkut eksistensinya sebagai manusia, mengenai dari mana ia berasal. Inilah yang melandasi setiap manusia mencari tahu identitas kehidupannya tentang dari mana dia berasal, siapa orang tuanya, keturunannya dari mana, demikian seterusnya. Pada zaman Perjanjian Baru, sangat mementingkan daftar nenek-moyangnya dan menyimpan daftar-daftar itu. Karena itu, ketika mereka hendak mencari pembuktian bahwa Yesus Kristus adalah keturunan Raja Daud, bahkan keturunan dari Abraham, mereka langsung menggunakan daftar yang mereka simpan itu. Meskipun bagian Alkitab dalam Matius 1:1-17 ini bukan untuk menjelaskan tentang daftar silsilah semata-mata. Tapi tujuan dibalik penyusunan daftar ini, yaitu ingin menjelaskan secara teologis tentang kehadiran Yesus Kristus bahwa Ia benar adalah penggenapan janji Tuhan kepada Abraham. Dan karena itu ia disebut sebagai anak Abraham, sekaligus keturunan raja Daud, sangat tepat menjadi Raja. Yesus Kristus oleh Matius, meskipun konsep kerajaan ini kemudian diperluas, bukan hanya milik bangsa Israel, tetapi bagi segenap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja dalam kehidupannya (Band. Ibrani 1:8). Sehingga tahta Yesus Kristus sebagai Anak Allah adalah tetap untuk selama-lamanya bahkan tongkat kerajaan-Nya adalah tongkat kebenaran, akan digunakan dalam masa pemerintahan-Nya, sambil menantikan langit baru dan bumi yang baru (Lih.Why.21). Karena itu, Silsilah Yesus Kristus sangat penting dalam memberikan pemahaman masa lalu, masa kini dan masa depan, dalam perspektif Yesus Kristus yang diimani sebagai Raja yang berkuasa dan menguasai kehidupan setiap orang orang percaya. Tema perenungan minggu ini tentang, “Silsilah Kelahiran Yesus” PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Kitab Injil Matius diawali dengan mencantumkan silsilah Yesus Kristus, karena alamat tulisannya untuk pembaca Kristen berlatar belakang Yahudi, yang hidup sebelum kehancuran kota Yerusalem tahun 70 M. Matius berusaha memaparkan kisah hidup Yesus Kristus sebagai penggenapan atas nubuatan dalam Perjanjian Lama, dan pembuktian historis itu harus diawali dengan pembuatan silsilah-Nya. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman bahwa sesungguhnya kelahiran Yesus Kristus cocok dengan nubuat para nabi. Ayat 1, adalah sebuah prolog tentang silsilah Yesus Kristus yang nantinya dijelaskan secara lengkap dari ayat. 2 -" 17. Nama Abraham, dikaitkan dengan janji kepadanya tentang berkat kepada keturunannya di muka bumi ini (Kej.22:18), serta janji tentang kekuasaan akan diberikan melalui Daud dan keturunannya (2 Sam.7:12). Karena itu penulis Injil Matius ingin memberikan bukti logis bahwa benar Yesus Kristus adalah anak Abraham dan Daud, maka para pembaca akan mengakui Yesus Kristus adalah Mesias sesuai janji yang disampaikan itu. “Mesias” (Mashiakh) adalah kata Ibrani yang berarti “yang diurapi oleh Tuhan”, dan kata ini merupakan padanan kata Yunani yaitu Khristos = Khristos yang punya pengertian yang sama (Lih. Dan.9:25-26). Yesus Kristus juga kemudian mengakui bahwa Dialah Mesias yang disebut Kristus, seperti yang dijanjikan itu (Band. Yoh.4:25-26). Matius mengelompokkan silsilah ini dengan tiga (3) kelompok besar, yaitu: Pertama: Abraham sampai Daud, ayat 2-6a; Kedua: Daud sampai pembuangan ke Babel, ayat 6b-11; dan Ketiga: Pembuangan ke Babel sampai Yesus Kristus, ayat 12-17. Selanjutnya, mari kita lihat ayat 2-6a, dalam bagian ini, dari beberapa nama yang disampaikan, hendak menjelaskan bahwa penulis menyampaikan pesan apa adanya. Tidak ada hal yang ditutup-tutupi dengan merekayasa hanya hal-hal baik untuk memberikan kesan positif bagi pembaca kitab ini. Hal itu nampak dari dicantumkannya kisah tentang Yehuda yang memperanakan Perez dan Zerah dari Tamar. Kedua anak ini, dimana salah satunya yakni Perez, yang masuk dalam daftar Riwayat keturunan Yesus Kristus, ternyata adalah anak hasil perzinahan antara Yehuda dan Tamar menantunya (Lih. Kej.38). Orang-orang seperti ini, ternyata turut dilibatkan dalam merintis jalan keselamatan dari Tuhan Allah. Dengan demikian pintu keselamatan terbuka bagi siapa saja, dalam latar belakang kehidupan yang dianggap nista sekalipun oleh manusia pada umumnya. Merekapun tetap menjadi alamat keselamatan dari Yesus Kristus. Selanjutnya, Rut adalah seorang perempuan Moab yang dibawa oleh Naomi, ibu dari suaminya Mahlon. Hal inipun hendak menyatakan bahwa keselamatan dari Tuhan Allah dalam Yesus Kristus bersifat universal. Bangsa Israel memang membanggakan diri sebagai bangsa pilihan Tuhan Allah. Sehingga klaim tentang kemurnian umat pilihan Tuhan Allah, harus mereka jaga dan pelihara. Dan bahkan pemahaman partikularistik, mereka usahakan tetap terpelihara, yang memiliki konsekuensi etis, bahwa bangsa diluar Israel harus melalui proselitisme (proses pengyahudian), karena sudut pandang yang menganggap bangsa lain lebih rendah derajatnya dari mereka. Pada bagian yang kedua, ayat 6b-11, menjelaskan juga tentang beberapa nama, diawali dengan dua nama yang sangat terkenal dan yang mempengaruhi pemerintahan kerajaan Israel, yaitu Daud dan Salomo. Melalui Daud, bangsa Israel tumbuh menjadi bangsa yang disegani dalam percaturan politik di masa itu. Perluasan dan penaklukan bangsa-bangsa sekitar, membuat bangsa Israel sebagai bangsa yang kuat dan ditakuti di masa pemerintahan Daud. Hal ini berkelanjutan sampai dengan Salomo. Matius memberi penekanan tentang Daud yang memperanakkan Salomo dari isteri Uria, untuk menunjukkan ada kesalahan yang diperbuat olehnya. Sementara Salomo juga tercatat sebagai raja yang awalnya sangat baik, sebab dia meminta hikmat dan pengertian dari Tuhan Allah (2Taw.1:10), tetapi akhirnya dia jatuh dalam penyembahan berhala, saat ia terpikat dengan istri-istrinya dari bangsa lain. Hukuman Tuhan Allah teralami ketika anaknya yakni Rehabeam menggantikannya. Kerajaan Israel pecah menjadi dua bagian, Utara dan Selatan. Rehabem memerintah bagian selatan yakni Yehuda, sementara sepuluh suku lainnya di Utara telah memisahkan diri darinya. Beberapa nama raja yang sempat memerintah di Israel, adalah pencampuran antara mereka yang berbuat baik dan jahat. Misalnya, Rehabem yang jahat memiliki anak Abia yang jahat; Abia yang jahat memiliki anak Asa yang baik; Asa yang baik memiliki anak Yosafat yang baik; Yosafat yang baik memiliki anak Yoram yang jahat. Bagian ini mau memberikan penekanan bahwa rencana Tuhan Allah untuk menggenapi janji-Nya, sama sekali tidak ditentukan oleh eksistensi manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan serta berdosa. Tuhan Allah berkenan memakai siapa saja untuk menggenapi janji-Nya. Anugerah Tuhan Allah memiliki otoritas sendiri dan tidak ditentukan oleh perbuatan baik dan jahat dari manusia. Ayat 12-17, nama-nama yang ditampilkan hampir tidak memiliki peran yang berarti. Misalnya, nama Yekhonya yang terangkut dalam pembuangan di Babel, pemerintahannya yang sangat singkat, hanya tiga bulan (2 Raj.24:8-17), ia dan ibunya serta permaisuri diangkut dan dibuang. Lalu Sealtiel, Abihud, Elyakim dan lainnya sampai Yusuf. Hanya ada Zerubabel yang diberi kepercayaan sebagai wakil penguasa untuk daerah Yudea. Dia dipakai Tuhan Allah untuk memimpin orang Israel kembali dari pembuangan untuk mendirikan kembali mezbah dan Bait Suci di Yerusalem. Puncak keemasan dari keturunan Abraham sampai dengan Daud dan Salomo, sesudah itu terjadi kemunduran dan kemerosotan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, bahkan hal itu berlangsung sampai dengan akhirnya menjadi keluarga “tukang kayu” (Mat.13:55), yaitu keluarga Yusuf dan Maria. Tetapi melalui kelahiran Yesus yang disebut Kristus, cahaya yang penuh kemuliaan itu kembali bersinar untuk menerangi, bukan saja bagi bangsa Israel, tetapi terang-Nya diperluas untuk seluruh ciptaan Tuhan Allah. Bahkan dalam diri-Nya ini perwujudan dari janji Mesianis telah berlaku (Band. Luk.2:11). Penekanan pada kata Kristus, menunjukan minat dari Matius yang menekankan pada pribadi-Nya sebagai Raja (ay.16), sebab di sini silsilah berakhir dengan kalimat: “Yesus yang disebut Kristus”. Dan ini merupakan alasan penulisan silsilah untuk memperkuat gagasan bahwa yang berhak atas tahta Kerajaan itu adalah keturunan Daud. Dan bagian terakhir, ay.17, sebagai konklusi dari silsilah ini, Matius menutupnya dengan rangkuman berupa pembagian tiga kali empat belas orang, untuk sampai kepada Yesus Kristus. Makna dan Implikasi Firman 1. Dalam masa raya minggu Adven ini, kita diajak untuk mempersiapan pribadi dan keluarga masing-masing, tetap fokus pada panggilan iman bahwa sesungguhnya kelahiran Yesus Kristus adalah sebuah penggenapan terhadap nubuatan dalam Perjanjian Lama. Sekaligus hendak menunjukkan bahwa Tuhan Allah setia dengan perwujudan janji-janji-Nya. Kesetian Tuhan Allah ini harus dijawab oleh setiap orang percaya dalam kesetiaan untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat perayaan natal oleh gereja-Nya. Bahkan untuk tetap setia dalam setiap tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, baik yang berkaitan dengan pelayanan di gereja, maupun pelayanan di masyarakat. 2. Kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia sebagai seorang manusia, yang ditunjukkan melalui daftar silsilah ini mau menyatakan bahwa Dia hendak merangkul manusia untuk mewujudkan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Nama-nama yang ditampilkan, menunjukkan beberapa orang adalah raja, secara khusus raja Daud, membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah sah sebagai Raja, Mesias yang di janjikan. Untuk memulihkan secara sempurna tahta Daud dan mengalihkannya menjadi Kerajaan Allah. Dan dalam posisi ini, Yesus Kristus mengubah kerajaan Israel dari yang sifatnya nasional, menjadi Raja untuk semua orang bahkan untuk segenap ciptaan Tuhan Allah. 3. Masalah perbedaan gender, suku, bahkan anggapan bahwa para pendosa seperti Tamar, Rahab dan Batsyeba, serta orang non Yahudi seperti Rut, tidak masuk dalam bagian karya keselamatan dari Tuhan seringkali menjadi sekat dan dinding yang membatasi kelompok yang satu dan yang lainnya, telah diruntuhkan melalui silsilah Yesus Kristus. Pemahaman ini terkait dengan perhitungan tiga kali empat belas sebagai angka-angka penjumlahan dari dua kali tujuh menunjuk pada angka kesempurnaan. Dimana silsilah kelahiran Yesus Kristus melalui orang-orang yang memiliki karakter yang jahat dan baik, sebab dengan jalan ini Yesus Kristus sungguh-sungguh menjadi manusia. 4. Leluhur Yesus Kristus adalah orang-orang yang tidak sempurna, sebab akhirnya hukuman Tuhan Allah dinyatakan melalui peristiwa pembuangan, walaupun hal ini dipandang sebagai bagian dari pemurnian untuk mendapatkan Israel baru. Tetapi peristiwa ini dipandang sebagai buah kegagalan menerapkan firman Tuhan secara benar dan konsekuen. Namun kegagalan manusia ini tidak akan membatasi apalagi menghalangi rencana keselamatan dari Tuhan Allah. Sejarah keselamatan itu terus bergerak menurut cara dan kehendak Tuhan Allah. Gereja Tuhan diciptakan secara baru oleh Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: 1. Apa yang saudara pahami tentang pesan Firman Tuhan melalui daftar silsilah Yesus Kristus ini? 2. Jelaskan relevansi firman Tuhan ini dalam pelayanan di jemaat dan masyarakat! NAS PEMBIMBING: Yesaya 9 : 5 - 6 POKOK-POKOK DOA: 1. Kesiapan pribadi dan keluarga di Minggu Adven. 2. Tetap taat dan setia pada kehendak Tuhan. 3. Warga gereja yang bekerja dalam berbagai bidang kehidupan seperti di eksekutif, legislatif dan yudikatif. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN III NYANYIAN YANG DIUSULKAN : Persiapan: PKJ No.2 Mulia, Mulia Nama-Nya Sesudah Nas Pembimbing: KJ No. 81 O Datanglah Imanuel Sesudah Hukum Tuhan: KJ No.294 Beribu Lidah Patutlah Pengakuan Dosa: NNBT No.11 Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No.27 Ya Tuhan, Engkaulah” Persembahan KJ No. 85 Kusongsong Bagaimana Nyanyian Penutup: KJ. No. 396 Yesus Segala-galanya ATRIBUT: Warna Dasar Biru Muda dengan Simbol Empat Buah Lilin Berwarna Ungu
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 18 Desember 2023 - Jalan Keselamatan Yang Benar - Matius 1:2-4 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 16 Desember 2023 - Damai Sejahtera, Keadilan dan Kebenaran Tuhan - Yesaya 9:6 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,