gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 534 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Kamis, 7 Desember 2023

RHK GMIM Kamis, 7 Desember 2023 - Kemuliaan Diam Di Negeri Kita - Mazmur 85:9-10
Secara umum, ini adalah jawaban berupa damai sejahtera.

Mazmur 85:9-10
 85:8 (#85-#9) Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 85:9 (#85-#10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. 85:10 (#85-#11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 

Penjelasan:
*  Secara umum, ini adalah jawaban berupa damai sejahtera. Pemazmur langsung menyadari hal ini (ay. 9), karena ia berdiri di tempat pengintaian untuk mendengar apa yang hendak difirmankan Allah kepadanya, seperti yang dilakukan sang nabi (Hab. 2:1-2). Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Hal ini menyiratkan tentang,

1. Penenangan perasaannya yang bergolak -" dukacitanya, ketakutannya -" dan gejolak rohnya yang disebabkan oleh perasaan-perasaan itu: “Tenangkanlah dirimu, hai jiwaku, nantikan Allah dan tindakan-Nya dengan keheningan yang penuh kerendahan hati. Aku telah berbicara cukup atau bahkan terlampau banyak. Sekarang aku mau mendengar apa yang hendak dikatakan Allah dan menyambut kehendak-Nya yang suci. Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” Jika kita ingin Allah mendengar apa yang kita katakan kepada-Nya melalui doa, kita juga harus siap mendengar apa yang dikatakan-Nya kepada kita melalui firman-Nya.

2. Meningkatnya pengharapannya. Sesudah menaikkan doa, ia menantikan sesuatu yang sangat besar dan sangat baik dari Allah yang mendengarkan doa. Setelah berdoa, kita harus memelihara doa-doa kita, dan menantikan jawabannya.

Sekarang amatilah di sini:
(1) Apa yang dijanjikannya kepada diri sendiri mengenai jawaban dari Allah atas doa-doanya: Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Ada orang-orang di dunia yang merupakan umat Allah yang disisihkan bagi-Nya, tunduk kepada-Nya, dan akan diselamatkan oleh-Nya. Semua umat-Nya adalah orang-orang yang dikasihi-Nya, dikuduskan melalui anugerah-Nya, dan diabdikan bagi kemuliaan-Nya. Orang-orang ini adakalanya kurang merasakan damai, di luar mereka ada banyak pergumulan dan di dalam batin penuh dengan ketakutan. Namun, cepat atau lambat, Allah akan berbicara kepada mereka. Kalaupun Ia tidak memberikan damai lahiriah, Ia akan memberikan damai batiniah dengan menyampaikannya ke dalam hati mereka dengan Roh-Nya yang telah membisikkan-Nya ke telinga mereka melalui firman dan para hamba-Nya. Ia akan membuat mereka bisa mendengar berita sukacita dan kesukaan.

(2) Apa manfaat yang diperolehnya dari pengharapan ini.
- Ia memperoleh penghiburan darinya, dan begitulah seharusnya dengan kita: “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, mendengar jaminan damai sejahtera yang diberikan-Nya sebagai jawaban atas doa.” Ketika Allah berbicara tentang damai, janganlah kita menutup telinga, tetapi menerimanya dengan rendah hati dan penuh rasa syukur.

- Ia memperingatkan orang-orang yang dikasihi-Nya supaya menjalankan kewajiban yang diperlukan untuk memperoleh damai ini: Jangan mereka kembali kepada kebodohan. Karena hanya dengan persyaratan inilah, bukan dengan yang lain, damai bisa diharapkan. Hanya kepada orang-orang yang berpaling dari dosalah, damai dibicarakan. Sebaliknya, apabila mereka kembali berbuat dosa, maka itu adalah tanggungan mereka sendiri. Semua dosa merupakan kebodohan, terutama dosa kembali mengerjakan kebiasaan tercela. Sungguh merupakan kebodohan yang sangat mencolok untuk kembali berbuat dosa setelah kita sepertinya telah berpaling darinya, untuk kembali kepada dosa setelah Allah menyampaikan damai sejahtera. Allah memang menghendaki perdamaian, tetapi saat Ia berbicara, maka perkataan-Nya menjadi perang bagi orang-orang bodoh demikian.


II. Di sini ada rincian mengenai jawaban damai sejahtera itu. Ia sama sekali tidak meragukan bahwa tidak lama lagi segala sesuatu akan pulih kembali. Oleh sebab itu ia memberi kita harapan yang menyenangkan perihal pertumbuhan keadaan jemaat di dalam kelima ayat terakhir mazmur ini. Ayat-ayat ini menggambarkan damai sejahtera dan kemakmuran yang akhirnya akan dilimpahkan Allah ke atas anak-anak tawanan yang setelah mengalami berbagai kesukaran dan pergolakan, akhirnya bisa menetap di negeri sendiri. Namun, hal ini juga boleh diartikan, baik sebagai janji bagi semua orang yang takut akan Allah dan yang menegakkan keadilan, bahwa mereka akan merasa tenteram dan bahagia, maupun sebagai nubuat tentang kerajaan Sang Mesias dan tentang berkat-berkat yang akan memperkaya kerajaan itu. 

Di sini terdapat,
1. Pertolongan yang sudah dekat (ay. 10): “Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat, dekat kepada kita, bahkan lebih dekat daripada yang kita sangka. Sebentar lagi keselamatan itu akan terlaksana saat waktu Allah tiba, sebesar apa pun kesukaran dan kesusahan yang kita alami, dan waktu-Nya tidak lama lagi.” Ketika orang Israel dituntut membuat batu bata sama banyaknya meskipun tidak diberi jerami lagi, datanglah Musa. Pertolongan itu dekat bagi semua orang yang takut akan Dia. Ketika masalah mendekat, keselamatan pun berada dekat. Sebaliknya, keselamatan menjauh dari orang-orang fasik ( 119:155). Hal ini cocok diterapkan kepada Kristus, sumber dari keselamatan kekal. Sungguh merupakan penghiburan bagi orang-orang kudus dari Perjanjian Lama, yang meskipun tidak sempat melihat penebusan di Yerusalem yang mereka nanti-nantikan itu, tetap merasa yakin bahwa keselamatan itu sudah dekat dan akan menjadi bagian semua orang yang takut akan Allah.

2. Kehormatan dipastikan: “Sehingga kemuliaan diam di negeri kita, supaya kita bisa meneguhkan dan menetapkan penyembahan kepada Allah di antara kita, karena itulah yang menjadi kemuliaan suatu negeri. Apabila tidak ada penyembahan, maka Ikabod -" kemuliaan itu telah pergi. Di mana ada penyembahan, kemuliaan akan berdiam di situ.” Hal ini bisa mengacu kepada Mesias yang akan menjadi kemuliaan bagi Israel, umat-Nya, dan yang datang serta tinggal di antara mereka (Yoh. 1:4). Untuk alasan itulah negeri mereka disebut negerimu, ya Imanuel (Yes. 8:8).





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Jumat, 8 Desember 2023 - Tumbuh, Bertemu, Bercium-ciuman - Mazmur 85:11-12

Sebelum:
RHK GMIM Rabu, 6 Desember 2023 - Sukacita Karena Kasih Setia Tuhan - Mazmur 85:7-8




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,