gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 854 kali
Download MP3 Music
Mazmur 104:1b-5
Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya
104:1b TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, 104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, 104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.


Penjelasan:
* Keagungan Ilahi (104:1-9)
Ketika kita sedang menjalankan ibadah apa saja, kita harus bangkit untuk berpegang kepada Allah di dalamnya (Yes. 64:7). Begitulah yang dilakukan Daud di sini. “Kemarilah hai jiwaku, di manakah engkau? Apakah yang engkau pikirkan? Ada pekerjaan di sini yang harus dilakukan, pekerjaan baik, pekerjaan para malaikat; mulailah dengan sungguh-sungguh, biarlah segenap kekuatan dan kemampuanmu dikerahkan dan dicurahkan untuknya: pujilah TUHAN, hai jiwaku!” 

Dalam ayat-ayat ini,
I. Si pemazmur menengadah kepada kemuliaan ilahi yang bersinar di dunia atas, yang, meskipun merupakan salah satu hal yang tidak terlihat, dibuktikan oleh iman. Dengan begitu hormat dan rasa takjub yang kudus ia memulai permenungannya dengan pengakuan itu: TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Adalah sukacita orang-orang kudus bahwa Dia yang adalah Allah mereka merupakan Allah yang besar. Kemegahan seorang raja merupakan kebanggaan dan kesenangan semua rakyatnya yang baik. Keagungan Allah di sini dikemukakan melalui berbagai macam contoh, yang merujuk pada sebuah sosok yang begitu didambakan oleh raja-raja besar ketika tampil di muka umum. Perlengkapan mereka, dibandingkan dengan perlengkapan-Nya (bahkan dengan raja-raja timur, yang teramat sangat menyukai kemegahan), hanyalah seperti cahaya ulat kelap-kelip dibandingkan dengan cahaya matahari, ketika ia bersinar dengan teriknya. 

Raja-raja tampak hebat,
1. Dalam jubah mereka. Dan apakah jubah Allah itu? Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak (ay. 1). Allah dilihat dalam segala pekerjaan-Nya, dan pekerjaan-pekerjaan-Nya ini menyatakan bahwa Dia itu mahabijak dan mahabaik, dan maha apa saja yang besar. Engkau berselimutkan terang seperti kain (ay. 2). Allah adalah terang (1 Yoh. 1:5), Bapa segala terang (Yak. 1:17). Ia bersemayam dalam terang (1Tim. 6:16). Ia mengenakan terang pada diri-Nya sendiri. Tempat kediaman kemuliaan-Nya adalah di sorga tertinggi, terang yang diciptakan pada hari pertama itu (Kej. 1:3). Dari semua hal yang kasat mata, terang paling dekat sifatnya dengan roh, dan oleh sebab itu dengan teranglah Allah berkenan menyelimuti diri-Nya, yakni, menyatakan diri-Nya dengan keserupaan itu, seperti manusia dilihat dari pakaian yang menutupi mereka. Dan hanya dengan demikian sajalah, karena wajah-Nya tidak dapat dilihat.

2. Di dalam istana-istana atau tenda-tenda mereka, apabila mereka sedang berada di medan perang. Dan apakah istana dan tenda Allah itu? Ia membentangkan langit seperti tenda (ay. 2). Demikianlah yang diperbuat-Nya pada awal mula, ketika Ia menciptakan langit, yang dinamai dalam bahasa Ibrani sebagai sesuatu yang diperluas, atau dibentangkan (Kej. 1:7). Ia menjadikannya untuk membagi air sebagaimana tenda atau tirai membagi satu ruangan dari ruangan yang lain. Demikianlah yang masih diperbuat-Nya: Ia kini membentangkan langit seperti tenda, menjaganya di atas bentangan, dan langit itu terus ada sampai hari ini sesuai dengan ketetapan-Nya. Wilayah-wilayah di udara terbentang melingkupi bumi, seperti seprei melingkupi tempat tidur, untuk menjaganya tetap hangat, dan dipasang di antara kita dan dunia atas, untuk meredam cahayanya yang menyilaukan. Sebab, meskipun Allah berselimutkan terang, namun, dalam belas kasihan-Nya kepada kita, Ia membuat kegelapan menjadi persembunyian-Nya. Awan meliputi Dia. Luasnya tenda ini dapat mengarahkan kita untuk mempertimbangkan betapa besar, betapa agungnya Dia yang memenuhi langit dan bumi. Ia mempunyai kamar-kamar, kamar-kamar loteng-Nya (begitulah arti kata itu), yang baloknya Ia dirikan di air, air yang berada di atas langit (ay. 3), karena Ia telah mendasarkan bumi di atas laut dan sungai-sungai, yakni air yang berada di bawah langit. Walaupun udara dan air adalah benda-benda yang tidak tetap dan cair, namun, dengan kuasa ilahi, keduanya dijaga tetap ketat dan kokoh di tempat yang ditentukan bagi mereka sebagaimana kamar ditopang oleh balok dan kasau. Betapa Dia adalah Allah yang besar, yang kamar hadirat-Nya ditegakkan seperti itu, yang terpancang sedemikian rupa!

3. Dalam kereta-kereta kebangsaan mereka, dengan kuda-kuda kebesaran mereka, yang semakin menambah kemegahan mereka pada waktu masuk. Tetapi, Allah menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Nya, yang dikendarai-Nya dengan gagah, dengan cepat, dan jauh mengatasi jangkauan segala macam perlawanan, ketika suatu saat Ia akan bertindak melalui pemeliharaan-pemeliharaan yang luar biasa dalam memerintah dunia ini. Ia turun di dalam awan, seperti di dalam kereta, ke Gunung Sinai, untuk memberikan hukum, dan ke Gunung Tabor, untuk menyatakan Kabar Baik (Mat. 17:5), dan Dia bergerak (langkah yang pelan memang, tetapi bermartabat) di atas sayap angin(kjv: Dia berjalan -" pen.). Lihat Mazmur 18:11-12. Ia memerintahkan angin, mengarahkannya sebagaimana Ia menghendaki-Nya, dan memenuhi tujuan-tujuan-Nya sendiri melalui angin itu.

4. Dalam pengikut-pengikut mereka atau iring-iringan pelayan. Dan dalam hal ini juga Allah sangatlah besar, sebab (ay. 4) Ia membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Nya (kjv: Ia membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi roh-roh yang melayani-Nya -" pen.). Ini dikutip oleh sang rasul (Ibr. 1:7) untuk membuktikan keunggulan Kristus mengatasi para malaikat. Para malaikat di sini dikatakan sebagai malaikat-malaikat-Nya dan suruhan-suruhan-Nya, sebab mereka berada di bawah kekuasaan-Nya dan tunduk pada perintah-Nya. Mereka adalah angin, dan api yang menyala, maksudnya, mereka tampak di dalam angin dan api (menurut sebagian orang), atau mereka secepat angin dan semurni api. Atau Ia membuat malaikat-malaikat menjadi pelayan-pelayan-Nya, demikianlah sang rasul mengutipnya. Mereka adalah makhluk-makhluk rohani, dan apa pun kendaraan yang mereka miliki sesuai dengan kodrat mereka, karena sudah pasti mereka tidak memiliki tubuh seperti kita. Karena roh, mereka begitu jauh terhindar dari beban-beban sifat manusiawi dan begitu jauh lebih dekat dengan kemuliaan-kemuliaan ilahi. Dan mereka itu terang, cepat, dan bergerak naik, seperti api, seperti api yang menyala. Dalam penglihatan Yehezkiel, mereka terbang ke sana kemari seperti kilat (Yeh. 1:14). Itulah sebabnya mereka disebut serafim -" para pembakar. Apa pun mereka, mereka adalah sebagaimana Allah menjadikan mereka, sebagaimana Allah masih menjadikan mereka. Keberadaan mereka berasal dari-Nya. Dengan keberadaan yang diberikan-Nya kepada mereka, mereka ditopang oleh-Nya di dalam keberadaan itu, dan Ia memakai mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.


II. Si pemazmur melihat ke bawah, dan melihat ke sekeliling, pada kuasa Allah yang bersinar di dunia bawah ini. Ia tidak begitu terbuai dengan kemuliaan-kemuliaan istananya sendiri sampai mengabaikan wilayah-wilayahnya yang paling terpencil. Tidak, tidak akan, sekalipun itu laut dan tanah kering.

Allah telah mendasarkan bumi (ay. 5). Walaupun Ia sudah menggantungkan bumi pada kehampaan (Ayb. 26:7 ), ponderibus librata suis -" diseimbangkan oleh beratnya sendiri, namun bumi tetap tidak tergerakkan, seolah-olah ia diletakkan di atas fondasi-fondasi yang paling teguh. Ia telah mendirikan bumi di atas dasarnya, sehingga meskipun menerima goncangan yang berbahaya karena dosa manusia, dan kebencian neraka menghantamnya, namun bumi takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. Tidak akan goyang sebelum akhir zaman tiba, ketika ia harus menyediakan ruang bagi bumi yang baru. Uraian Dr. Hammond untuk ayat ini patut diperhatikan: “Allah telah memancangkan tempat yang begitu aneh untuk bumi, sehingga, karena bumi itu berat, orang akan menyangka ia akan jatuh setiap saat. Namun, ke mana pun kita membayangkan ia bergerak, sudah pasti, berlawanan dengan sifat badannya, ia akan jatuh ke atas, dan dengan demikian tidak akan mungkin hancur kecuali dengan jatuh terguling ke sorga.”





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Rabu, 11 Oktober 2023 - Bersahabat Dengan Alam - Mazmur 104:10-12

Sebelum:
MTPJ GMIM Minggu, 8 Oktober 2023 - ALLAH MEMBERI HIDUP KEPADA SEMUA CIPTAAN - Mazmur 104:1-18




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,