gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 589 kali
Download MP3 Music
Lukas 10:26-28
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

Penjelasan:
* Bagaimana Kristus mengarahkan si ahli Taurat itu kepada hukum ilahi dan menyuruhnya mengikuti arahnya. Walaupun Ia mengetahui jalan pikiran dan niat hatinya, Ia tidak menjawab pertanyaan itu menurut kebodohan hatinya, tetapi menurut hikmat dan kebaikan yang terkandung dalam pertanyaan yang diajukannya itu. Kristus menjawabnya dengan sebuah pertanyaan: Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana? (ay. 26). Ahli Taurat itu datang dengan maksud untuk memberikan pelajaran agama kepada Kristus dan untuk lebih mengenal-Nya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, Kristuslah yang akan mengajari dia dan membuatnya mengenal dirinya sendiri. Kristus berbicara kepadanya seperti kepada seorang ahli hukum, seorang yang memang mengenal hukum dengan baik. Hal-hal yang telah dipelajarinya dalam bidang pekerjaannya itulah yang akan menjelaskan kepadanya. Biarlah ia berlaku sesuai dengan pengetahuannya, supaya dengan demikian dia tidak akan kekurangan hidup yang kekal. Perhatikanlah, dalam perjalanan kita menuju sorga, sungguh akan bermanfaat bagi kita untuk memikirkan apa yang tertulis dalam hukum dan apa yang kita baca di sana. Kita harus kembali kepada Alkitab kita, kepada hukum yang sekarang ada di tangan Kristus, dan mengikuti jalan yang ditunjukkan kepada kita di sana. Sungguh rahmat yang besar bahwa kita memiliki hukum yang tertulis, sehingga dengan demikian kita memilikinya dengan pasti dan juga dapat menyebarkannya lebih lanjut serta bertahan lebih lama. Karena sudah tertulis, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membacanya, membacanya dengan penuh pengertian, dan menyimpan apa yang kita baca itu, sehingga ketika datang kesempatan, kita mampu menceritakan apa yang tertulis dalam hukum itu dan apa yang kita baca darinya. Inilah yang harus kita kerjakan. Dengan cara inilah kita menguji pengajaran-pengajaran hukum itu dan mengakhiri percekcokan. Inilah yang harus menjadi jawaban kita, pegangan kita, peraturan dan pedoman kita. Apa yang tertulis dalam hukum? Apa yang kita baca di situ? Jika memang ada terang dalam diri kita, maka terang itu pasti berasal dari hukum itu.

Betapa bagusnya penggambaran yang diberikan si ahli Taurat tersebut tentang hukum itu, tentang perintah-perintah utama dari hukum itu, yang harus kita laksanakan jika ingin mewarisi hidup yang kekal. Dalam memberikan jawabannya, orang ini tidak mengacu pada adat kebiasaan tua-tua, seperti yang biasa dilakukan orang Farisi umumnya. Sebaliknya, seperti layaknya seorang ahli hukum yang baik, ia berpatokan pada kedua perintah pertama dan terutama dalam hukum, karena inilah perintah-perintah yang menurutnya harus ditaati penuh secara ketat untuk memperoleh hidup yang kekal; selain itu perintah-perintah tersebut mencakup semua perintah-perintah lainnya (ay. 27).

(1) Kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, memandang-Nya sebagai yang terbaik dari antara semua yang ada, yang sangat ramah, dan luar biasa sempurna dan unggul. Terhadap-Nyalah kita memiliki kewajiban-kewajiban besar, baik dalam memberikan syukur maupun perhatian. Kita harus menjunjung tinggi Dia dan menghargai diri sendiri melalui sukacita kita terhadap-Nya. Kita harus bersukacita atas diri kita sendiri di dalam Dia, serta mengabdikan diri sepenuhnya kepada Dia. Kasih kita terhadap-Nya haruslah tulus, sepenuh hati, dan sungguh-sungguh. Kasih kita kepada-Nya harus melebihi kasih atas apa pun juga, cinta itu kuat seperti maut, tetapi harus dengan penuh pengetahuan, supaya kita dapat mempertanggungjawabkan dasar dan alasannya. Kasih kita kepada-Nya harus utuh. Dia harus memiliki segenap jiwa kita dan harus dilayani dengan segala sesuatu yang ada pada diri kita. Janganlah kita mencintai apa pun selain Dia. Apa yang kita kasihi, kita harus kasihi demi Dia dan dalam ketaatan kepada Dia.

(2) Kita harus mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, dan hal ini dapat kita lakukan dengan mudah, jika kita lebih mengasihi Allah daripada diri kita sendiri. Kita harus mengharapkan hal-hal yang baik bagi semua orang dan tidak mengharapkan yang jahat bagi siapa pun. Di dunia ini kita harus berbuat baik sedapat mungkin dan tidak menyakiti siapa pun, dan, dengan memegangnya sebagai suatu aturan, memperlakukan orang lain sama seperti kita ingin mereka memperlakukan kita. Inilah arti mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Pembenaran Kristus atas apa yang dikatakan orang itu (ay 28).
Walaupun dia datang untuk mencobai-Nya, Kristus tetap memuji perkataannya yang bagus itu: Jawabmu itu benar. Kristus sendiri memegang kedua perintah tersebut sebagai yang terutama di dalam hukum (Mat. 22:37). Jadi kedua belah pihak sama-sama setuju dalam hal ini. Orang-orang yang berbuat baik akan mendapatkan pujian yang sama, demikian pula orang-orang yang mengatakan hal yang baik. Sejauh ini semuanya berjalan dengan benar, namun masih ada bagian tersulit yang harus dikerjakan: "Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup. Engkau akan mewarisi hidup yang kekal."

Upaya orang itu untuk menghindari keyakinan yang sekarang akan diterapkan dalamnya. Ketika Kristus berkata, Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup, orang ini mulai menyadari bahwa Kristus bermaksud memancing pengakuannya bahwa dia belum melakukan hal ini, dan itulah sebabnya mengapa ada pertanyaan tentang apa yang harus dilakukannya, jalan mana yang harus dicarinya, supaya dosa-dosanya diampuni. Dia juga perlu mengakui bahwa dia tidak mampu melakukan hal ini dengan sempurna dengan kekuatannya sendiri, dan oleh karena itu ada pertanyaan tentang cara bagaimana ia bisa memperoleh kekuatan untuk mampu melakukannya. Namun, ia menghindari pengakuan ini dan ingin membenarkan dirinya, dan oleh sebab itu tidak mau melanjutkan percakapan itu. Sama seperti yang pernah dikatakan orang lain, ia malah berkata (Mat. 19:20), Semuanya itu telah kuturuti. Perhatikanlah, banyak orang mengajukan pertanyaan bagus hanya dengan tujuan untuk membenarkan diri dan bukannya untuk mencari penjelasan bagi diri sendiri. Dengan pongahnya mereka hanya bermaksud untuk memamerkan kebaikan yang ada pada diri mereka, dan bukannya dengan rendah hati berkeinginan untuk mencari tahu apa yang buruk dalam diri mereka.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Selasa, 3 Oktober 2023 - Kasih Sejati, Rela Berkorban Menolong Sesama - Lukas 10:29

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 1 Oktober 2023 - WUJUDKAN BELAS KASIHAN - Lukas 10:25-37




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,