|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Sabtu, 30 September 2023 RHK GMIM Sabtu, 30 September 2023 - Bermegah Menerima Pendamaian - Roma 5:10-11 Obor GMIM Sabtu 30 September 2023 - Bermegahlah Dalam Allah - Roma 5:10-11 Roma 5:10-11 5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. Penjelasan: * Bahkan, terlebih lagi, Ia mati ketika kita masih seteru (ay. 10), dan bukan saja sebagai penjahat, tetapi juga pengkhianat dan pemberontak, yang mengangkat senjata melawan sang penguasa. Juga, penjahat yang paling jahat, dan yang paling menjijikkan dari semua penjahat. Pikiran duniawi bukan saja merupakan seteru Allah, tetapi juga musuh bagi dirinya sendiri (8:7; Kol. 1:21). Permusuhan ini merupakan permusuhan timbal balik, Allah merasa muak terhadap orang berdosa, dan sebaliknya orang berdosa juga merasa muak terhadap Allah (Za. 11:8). Bahwa Kristus harus mati untuk orang-orang seperti ini sungguh merupakan suatu misteri, suatu hal yang bertentangan dengan pikiran manusia, suatu contoh kasih yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menjadi kewajiban kita untuk mengagumi dan terkesima dengan perbuatan kasih ini sampai selama-lamanya. Ini sungguh merupakan suatu pembuktian kasih. Pantaslah jika Ia yang begitu mengasihi kita menjadikannya sebagai salah satu hukum kerajaan-Nya supaya kita mengasihi musuh-musuh kita. Buah-buah kematian-Nya yang mulia. 1. Pembenaran dan pendamaian merupakan buah yang pertama dan utama dari kematian Kristus: Kita dibenarkan oleh darahNya (ay. 9), diperdamaikan oleh kematian-Nya (ay. 10). Dosa diampuni, orang berdosa diterima sebagai orang benar, perselisihan didamaikan, permusuhan disingkirkan, kejahatan diakhiri, dan kebenaran yang kekal dibawa masuk. Hal ini sudah dilakukan, artinya Kristus telah memenuhi semua persyaratan yang harus dilakukan oleh-Nya secara resmi, dan atas kepercayaan kita, dengan segera kita benar-benar ditempatkan pada keadaan yang dibenarkan dan diperdamaikan. Dibenarkan oleh darah-Nya. Pembenaran kita bersumber dari darah Kristus karena tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibr. 9:22). Darah adalah nyawa, dan darah itulah yang harus dicurahkan untuk membuat pendamaian. Di dalam semua korban pendamaian, pemercikan darah adalah hakikat dari pengorbanan. Karena darah itulah yang mengadakan pendamaian bagi nyawa (Im. 17:11). 2. Oleh karena itu kematian Kristus dapat menghasilkan keselamatan dari murka: Diselamatkan dari murka Allah (ay. 9), diselamatkan oleh hidup-Nya (ay. 10). Ketika hal-hal yang menghalangi keselamatan kita disingkirkan, keselamatan pun mengikuti. Bahkan alasan yang mendasari teramat kuat: Jika Allah membenarkan dan memperdamaikan kita ketika kita masih menjadi seteru, dan memberikan diri-Nya sendiri untuk menanggung semua itu, terlebih lagi pasti Ia akan menyelamatkan kita ketika kita sudah dibenarkan dan diperdamaikan. Ia yang telah mengerjakan bagian yang lebih besar dengan menjadikan kita sahabat dari seteru, lebih-lebih lagi pasti, ketika kita menjadi sahabat-Nya, akan bertindak kepada kita secara bersahabat dan bersikap baik hati kepada kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus sekali lagi dan berulang-ulang berbicara dengan menggunakan kata lebih-lebih. Ia yang telah menggali begitu dalam untuk meletakkan dasar bangunannya, tidak diragukan bahwa Ia akan membangun di atas dasar itu. Kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah, dari neraka dan hukuman. Murka Allah adalah api neraka. Murka yang akan datang, begitulah yang disebut (1Tes. 1:10). Pembenaran dan pengampunan akhir orang-orang percaya pada hari yang mulia itu, bersamaan dengan melayakkan dan mempersiapkan mereka untuk hari itu, adalah keselamatan dari murka yang dibicarakan di sini. Hal itu merupakan penyempurnaan dari pekerjaan kasih karunia. Diperdamaikan oleh kematian-Nya, diselamatkan oleh hidup-Nya. Hidup-Nya yang dibicarakan di sini tidak boleh dipahami sebagai hidup-Nya di dalam daging sebagai manusia, tetapi hidup-Nya di sorga, hidup yang terjadi setelah kematian-Nya (bdk. 14:9). Ia telah mati, namun Ia hidup (Why. 1:18). Kita diperdamaikan oleh Kristus yang direndahkan, dan diselamatkan oleh Kristus yang dimuliakan. Kristus yang mati meletakkan dasar bangunannya, dalam memenuhi tuntutan dosa, dan menyingkirkan permusuhan, dan dengan demikian membuat kita menjadi dapat diselamatkan. Demikianlah tembok pemisah diruntuhkan, pendamaian terjadi, dan hak-hak dipulihkan. Sedangkan, Yesus yang hidup itulah yang menyempurnakan pekerjaan itu: Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara (Ibr. 7:25). Kristus itulah, dalam kemuliaan-Nya, oleh firman dan Roh-Nya, yang memanggil, mengubah, dan mendamaikan kita kepada Bapa. Dialah Pembela kita di hadapan Bapa, sehingga menyelesaikan dan menyempurnakan keselamatan kita (bdk. 4:25; 8:34). Kristus yang mati merupakan Sang Pemberi warisan, yang memberikan kepada kita warisan itu. Sedangkan Kristus yang hidup adalah pelaksananya, yang membayar lunas semuanya. Nah, alasan yang mendasari sangatlah kuat. Ia yang memberikan diri-Nya sendiri untuk menanggung harga pembelian keselamatan kita, tidak akan mundur untuk melanjutkan penerapannya. 3. Semua ini membuat kita bermegah dalam Allah (ay. 11), hak istimewa lebih lanjut. Sekarang Allah tidak lagi menjadi kengerian bagi kita, sebab Ia telah menjadi sukacita kita dan perlindungan kita pada hari malapetaka (Yer. 17:17). Kita diperdamaikan dan diselamatkan dari murka Allah. Syukur kepada Allah, kejahatan tidak akan menjatuhkan kita. Dan bukan hanya itu saja, masih ada banyak hal lain lagi dalam aliran kemurahan-Nya yang tidak habis-habisnya. Kita tidak saja pergi ke sorga begitu saja, tetapi pergi ke sorga dengan sorak sorai. Tidak saja datang masuk ke pelabuhan, tetapi datang dengan layar yang berkembang penuh: Kita bermegah dalam Allah, tidak saja diselamatkan dari murka-Nya, tetapi menikmati penghiburan dalam kasih-Nya. Dan semua ini terjadi melalui Yesus Kristus, yang adalah Alfa dan Omega, batu dasar bangunan dan batu penjuru dari semua penghiburan dan pengharapan kita. Ia bukan saja keselamatan kita, melainkan juga kekuatan dan nyanyian kita. Dan semua ini (yang diulangi oleh Paulus sebagai dawai yang suka dipetiknya) oleh karena kebajikan dari pendamaian itu, sebab oleh Dia-lah kita orang-orang Kristen, kita orang-orang percaya, sekarang memiliki, sekarang di zaman Injil ini, atau sekarang di dalam hidup ini, menerima pendamaian, yang dahulu di bawah hukum Taurat dilambangkan oleh korban-korban persembahan. Pendamaian itu juga yang menjadi tanda jaminan akan kebahagiaan kita kelak di sorga. Orang-orang percaya yang sejati sungguh menerima pendamaian itu melalui Yesus Kristus. Menerima pendamaian itu berarti kita sungguh-sungguh telah diperdamaikan kepada Allah sebagai hasil pembenaran yang didasarkan atas penebusan yang diadakan oleh Kristus. Menerima pendamaian itu berarti, (1) Memberikan persetujuan kita atas pendamaian itu, dengan menyepakati dan setuju dengan cara-cara yang digunakan oleh Sang Hikmat yang tidak terhingga dalam menyelamatkan dunia yang berdosa ini melalui darah Yesus yang disalibkan. Yang artinya, kita bersedia dengan sukarela dan sukacita diselamatkan menurut jalan Injil dan sesuai dengan semua persyaratan Injil. (2) Menerima penghiburan dari pendamaian itu, yang merupakan sumber dan landasan kita bermegah di dalam Allah. Sekarang kita bermegah dalam Allah, dan sekarang kita benar-benar menerima pendamaian itu, kauchōmenoi -" bermegah di dalamnya. Allah telah menerima pendamaian itu (Mat. 3:17; 17:5; 28:2): kalau kita mau menerimanya, maka pendamaian itu pun terjadi.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 1 Oktober 2023 - WUJUDKAN BELAS KASIHAN - Lukas 10:25-37 Sebelum: RHK GMIM Jumat, 29 September 2023 - Pasti Diselamatkan Dari Murka Allah - Roma 5:8-9 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,