gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 559 kali
Download MP3 Music
Yeremia 10:1-16
Allah yang hidup dan berhala-berhala
10:1 Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel! 10:2 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. 10:3 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? 10:4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. 10:5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat." 10:6 Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. 10:7 Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau! 10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. -- 10:9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. -- 10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini." 10:12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 10:13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. 10:14 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, 10:15 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. 10:16 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

Tema: "Allah Yang Benar, Hidup dan Raja Kekal"

Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, hidup kita sebagai orang percaya didasarkan dan digerakkan oleh pengakuan iman kita. Cara kita memandang dan menjalani hidup sangat ditentukan oleh apa yang kita yakini. Apa yang kita yakini ketika melihat dunia ini? Tentu saja kita meyakini bahwa langit dan bumi dijadikan oleh Tuhan Allah, bahwa segala sesuatu ada dalam kendali-Nya, dan kita semua yang diciptakan- Nya dipanggil untuk masuk dalam rencana-Nya dan mengalami segala yang baik bagi kemuliaan-Nya. Keyakinan-keyakinan inilah yang membedakan kita dari orang-orang yang tidak percaya. Banyak orang di luar sana yang memandang dunia ini terbentuk tanpa Pencipta, tanpa Allah yang menjadikan dan mengendalikan segala sesuatu, bahwa manusia adalah penguasa dan pengendali hidupnya sendiri, dan bahwa manusia dapat mencapai hal-hal tertinggi dengan kekuatannya sendiri. Sungguh berbeda dengan keyakinan kita sebagai orang percaya, bukan?

Orang Israel yang disebut sebagai umat Allah juga hidup berdasarkan pengakuan imannya dan hal inilah yang membedakan Israel dari bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Seluruh pengakuan iman orang Israel didasarkan pada pengakuan yang disebut sebagai "Shema Israel." Ulangan 6:4 mencatat pengakuan iman Israel ini, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" Pengakuan bahwa TUHAN Allah itu esa menunjuk pada satu hal paling mendasar dalam hidup Israel sebagai umat Allah, yakni pengakuan bahwa TUHAN Allah adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar dan tidak ada yang lain. Pengakuan iman ini menjadi sangat penting mengingat Israel hidup di antara bangsa-bangsa yang memiliki allah mereka sendiri. Pengakuan iman Israel yang eksklusif ini sudah nyata dalam kisah penciptaan dunia yang dicatat dalam Kejadian pasal 1, yang diteruskan dari generasi kepada generasi orang Israel. Saat bangsa seperti bangsa Mesir menyembah matahari sebagai dewa mereka, orang Israel justru mengakui dan menyatakan bahwa matahari adalah dan hanyalah ciptaan TUHAN Allah, dan bukan sesuatu untuk disembah. Pengakuan iman ini sungguh berbeda dan membedakan Israel dari bangsa-bangsa lain. Untuk inilah juga mereka dipanggil untuk menyatakan kepada bangsa-bangsa lain tentang TUHAN Allah yang benar itu.

Namun demikian, kenyataan hidup orang Israel berbicara sebaliknya. Walaupun pengakuan iman Israel tentang TUHAN Allah itu diteruskan dari generasi kepada generasi, tetapi sejarah mencatat banyaknya kegagalan Israel dalam menghidupi pengakuan imannya. Alih-alih mempengaruhi bangsa-bangsa lain untuk sampai pada penyembahan yang benar kepada TUHAN Allah, orang Israel justru jatuh dalam penyembahan allah-allah bangsa-bangsa lain! Hal itu pun berlaku sampai masa di mana bangsa Israel dan Yehuda berada dalam kegentingan karena serangan bangsa lain seperti Asyur dan Babel. Nabi Yeremia adalah seorang nabi yang dengan tegas memperingatkan umat Allah tentang bahaya besar dari menyembah berhala bangsa-bangsa lain. Nabi Yeremia tidak segan memberitakan berita pertobatan yang terdengar begitu tegas dan keras kepada umat Allah yang menyimpang dari pengakuan iman yang membedakan mereka dari bangsa-bangsa Iain. Yeremia melakukan hal ini dengan membandingkan Allah Israel dengan berhala-berhala yang disembah bangsa-bangsa lain. Apakah yang sesungguhnya menjadi perbedaan keduanya?

Berhala-berhala bukanlah Allah yang benar sebab mereka hanyalah terbuat dari pohon kayu yang ditebang orang, dipahat oleh tukang kayu, dan diperindah dengan emas dan perak. Yeremia bahkan berkelakar bahwa berhala harus diperkuat orang dengan paku dan palu supaya jangan goyang! Berhala-berhala adalah laksana orang-orangan yang diletakkan di kebun untuk menjaga tanaman, tak dapat berbicara dan tak dapat melangkah, bahkan tak dapat berbuat apa-apa! Yeremia melanjutkan dengan menunjukkan berhala sebagai sesuatu yang bodoh dan dungu, yang tak dapat memberi petunjuk sebab hanyalah kayu belaka. Dalam menunjukkan kenyataan tentang berhala, Yeremia menunjukkan perbedaan dari TUHAN Allah Israel. Yeremia menyerukan, "Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!" (10:6-7). Yeremia dengan tegas menyatakan bahwa TUHANlah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal! (10:10). Inilah yang membedakan TUHAN Allah Israel dari berhala-berhala yang padanya tidak ada kehidupan. TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. Segala tanda-tanda alam pun adalah pekerjaan Allah dan bukan berhala. Yeremia menunjukkan hal-hal yang dipercaya bangsa-bangsa Iain seperti dewa Baal yang mengendalikan hujan dan petir sebagai kebohongan. Pada akhirnya, Yeremia menunjuk kebodohan manusia yang menyembah apa yang dibuat tangan mereka sendiri. Tidaklah demikian dengan umat Allah, sebab mereka tidak menyembah buatan tangan manusia, melainkan Allah yang menjadikan segala sesuatu!

Peringatan Yeremia kepada umat Israel dan Yehuda agar tidak jatuh pada penyembahan berhala yang mati adalah peringatan bagi semua orang percaya di sepanjang masa. Kita semua dapat jatuh pada penyembahan yang salah pada allah-allah lain di dunia ini dan lantas tidak lagi berpegang pada pengakuan iman sebagai umat Allah. Uang, popularitas, dan bahkan teknologi buatan manusia telah menjadi berhala-berhala baru di zaman ini. Apakah kita menyadari hal ini? Sebagai pembina remaja dan adik-adik remaja, kita memerlukan kepekaan besar terhadap hal yang sangat penting ini, sebab bila tidak, kita dapat jatuh pada penyembahan berhala, bahkan tanpa menyadarinya. Seorang penulis Kristen menggambarkan hal ini dengan sangat baik, yakni bahwa apa yang kepadanya kita mencurahkan hati dan perhatian kita, apa yang kepadanya kita pandang begitu penting dan esensial, yang tanpanya kita merasa tidak hidup, sesungguhnya adalah berhala kita. Mungkinkah gadget telah menjadi berhala bagi kita? Biarlah kita mengingat pengakuan iman kita yang membedakan kita sebagai umat kepunyaan Allah bahwa bagi kita hanya ada satu Allah yang hidup dan benar, yang menyatakan diri-Nya di dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat bagi kita. Berhala pada akhirnya akan menggerogoti dan menghancurkan hidup kita, hanya TUHAN Allah yang dapat memberikan hidup yang sejati. Maukah kita mencurahkan hati kita kepada Dia yang hidup dan yang memberi hidup bagi kita yang percaya, lalu membuang segala berhala yangsementara mengikat hidup kita hari-hari ini? Kiranya Roh Kudus menolong kita. Amin.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 28 Agustus 2023 - Jangan Membiasakan Mengikuti Yang Salah - Yeremia 10:2-3a

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 26 Agustus 2023 - Perkataan Yang Benar Dan Tekun Berdoa - Efesus 6:19-20




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,