gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 562 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Senin, 28 Agustus 2023

RHK GMIM Senin, 28 Agustus 2023 - Jangan Membiasakan Mengikuti Yang Salah - Yeremia 10:2-3a
Obor GMIM Senin 28 Agustus 2023, Yeremia 10 : 1-5 Berhala Tidak Dapat Melakukan Apa-apa

Yeremia 10:1-5
Allah yang hidup dan berhala-berhala
10:1 Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel! 10:2 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. 10:3 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? 10:4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. 10:5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat."

Penjelasan:
* Perintah yang Sungguh-sungguh kepada Israel; Kebodohan Penyembahan Berhala (10:1-5)

    Nabi Yesaya, ketika bernubuat tentang pembuangan di Babel, menambahkan peringatan-peringatan melawan penyembahan berhala dan banyak mengungkapkan kedunguan para penyembah berhala. Ia memberikan peringatan itu bukan hanya karena godaan-godaan di Babel akan membahayakan orang-orang Yahudi di sana untuk mendekat pada penyembahan berhala, melainkan juga karena justru penderitaan-penderitaan di Babel dirancang untuk menyembuhkan mereka dari penyembahan berhala mereka. Demikianlah Nabi Yeremia di sini mempersenjatai bangsa Israel melawan perilaku dan kebiasaan bangsa kafir dalam menyembah berhala. Itu bukan hanya demi orang-orang yang sudah pergi ke Babel, melainkan juga demi orang-orang yang tetap tinggal di negeri sendiri, supaya apabila mereka insyaf dan dibawa kembali ke jalan yang benar, oleh firman Allah, tongkat yang akan menghajar itu dapat dicegah. Dan itu ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita. Amatilah di sini,

Sebuah perintah yang sungguh-sungguh diberikan kepada umat Allah untuk tidak mengikuti cara-cara dan kebiasaan bangsa kafir. Hendaklah kaum Israel mendengar dan menerima firman dari Allah Israel ini: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah menyetujuinya, bahkan, jangan tak acuh terhadapnya, apalagi menirunya atau membiasakan dirimu dengannya. Janganlah kebiasaan-kebiasaan mereka yang mana pun menyusup di antara kamu (seperti yang cenderung terjadi tanpa disadari) atau bercampur baur dengan agamamu.” Perhatikanlah, sungguh buruk apabila orang-orang yang sudah diajar tentang Allah membiasakan diri dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, dan berpikir untuk menyembah Allah yang benar dengan cara-cara dan upacara yang mereka gunakan dalam menyembah allah-allah palsu mereka. Lihat Ulangan 12:29-31.

Tingkah bangsa kafir adalah menyembah tentara langit, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Kepada segala benda langit ini mereka memberikan kehormatan-kehormatan ilahi, dan darinya mereka mengharapkan kebaikan-kebaikan ilahi. Oleh karena itu, sesuai dengan tanda-tanda di langit, entah menguntungkan atau membahayakan, mereka menganggap diri mereka mendapat perkenanan atau murka dari dewa-dewa mereka. Hal ini membuat mereka mengamati tanda-tanda itu, gerhana matahari dan bulan, keselarasan dan pertentangan planet-planet, dan semua gejala yang tidak biasa di dunia langit, dengan amat cemas dan gemetar. Urusan dihentikan jika terjadi sesuatu yang dianggap sebagai pertanda buruk.

Jika hanya tangan kiri mereka yang bergetar, mereka seolah-olah sudah tersambar petir. Nah, Allah tidak mau umat-Nya gentar terhadap tanda-tanda di langit, memuja bintang-bintang sebagai dewa, atau menakut-nakuti diri sendiri dengan ramalan-ramalan yang didasarkan atas tanda-tanda itu. Hendaklah mereka takut akan Allah di sorga, dan tetap menghormati Dia atas segala pemeliharaan-Nya, maka mereka tidak perlu gentar terhadap tanda-tanda di langit, sebab bintang-bintang dari peredarannya tidak berperang melawan siapa saja yang berdamai dengan Allah. Bangsa kafir gentar terhadap tanda-tanda itu, sebab mereka tidak mengerti apa yang lebih baik. Tetapi janganlah kaum Israel, yang diajar tentang Allah, bersikap demikian.

* Berbagai alasan yang baik diberikan untuk menegaskan perintah ini.
Cara bangsa kafir itu sangat konyol dan tidak masuk akal, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan bahkan oleh pemikiran akal budi yang benar (ay. 3). Semua peraturan dan ketetapan bangsa kafir itu sendiri sudah merupakan kesia-siaan. Peraturan dan ketetapan mereka tidak tahan uji jika dikaji dengan akal budi. Hal ini berulang kali ditekankan di sini, sebagaimana juga dilakukan oleh Yesaya. Orang-orang Kasdim menghargai diri mereka dengan hikmat mereka, dan dengannya mereka menganggap diri lebih unggul dari semua negeri tetangga mereka. Tetapi Nabi Yeremia di sini menunjukkan bahwa mereka, dan semua orang lain yang menyembah berhala dan mengharapkan pertolongan dan kelegaan darinya, adalah bodoh dan dungu, dan tidak berakal sehat.

Coba pikirkan apa sebenarnya berhala yang disembah itu. Berhala itu asalnya adalah pohon kayu yang ditebang orang dari hutan. Kayu itu lalu diukur oleh tangan tukang kayu, disesuaikan, digergaji, dan dibentuk. Lihat Yesaya 44:12, dst. Akan tetapi, bagaimanapun juga, ia hanyalah batang pohon, yang lebih pantas dipakai untuk membuat tiang pintu daripada untuk hal lain. Tetapi, untuk menyembunyikan kayu itu, mereka memperindahnya dengan emas dan perak, mereka menyepuh atau mempernisnya, atau menghiasinya dengan renda-renda emas dan perak, atau kain tipis. Mereka memperkuatnya pada tempatnya, yang sudah mereka tentukan sendiri, dengan paku dan palu, supaya ia tidak jatuh, atau dijatuhkan, atau dicuri (ay. 4). Patung itu dibuat tegak lurus, dan tidak dapat disangkal bahwa tukang kayu mengerjakan bagiannya, sebab patung itu tegak sama seperti orang-orangan di kebun mentimun (ay. 5).








Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Selasa 29 Agustus 2023 - Berhala Adalah Benda Mati - Yeremia 10:3b-5

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 27 Agustus 2023 - ALLAH YANG BENAR, HIDUP DAN RAJA KEKAL - Yeremia 10:1-16




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,