|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 27 Agustus 2023 Khotbah GMIM Minggu, 27 Agustus 2023 - ALLAH YANG BENAR, HIDUP DAN RAJA KEKAL - Yeremia 10:1-16 RHK GMIM Minggu 27 Agustus 2023, Yeremia 10 : 1 - Dengarkanlah Firman Tuhan Yeremia 10:1-16 Allah yang hidup dan berhala-berhala 10:1 Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel! 10:2 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. 10:3 Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? 10:4 Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. 10:5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat." 10:6 Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. 10:7 Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau! 10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. -- 10:9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. -- 10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini." 10:12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 10:13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. 10:14 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, 10:15 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. 10:16 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam! Penjelasan: * Yer 10:1-16 - Perintah yang Sungguh-sungguh kepada Israel; Kebodohan Penyembahan Berhala Kita dapat memperkirakan bahwa nubuat dalam pasal ini disampaikan setelah pembuangan pertama, pada masa pemerintahan Yekhonya atau Yoyakim, ketika banyak orang dibawa pergi ke Babel. Sebab nubuat itu mempunyai rujukan ganda: I. Pada orang-orang Israel yang dibawa pergi ke negeri orang Kasdim, sebuah negeri yang terkenal melebihi negeri manapun dalam hal penyembahan berhala dan takhayul. Dan orang-orang Israel di sini diperingatkan supaya tidak tertular oleh tempat itu, supaya tidak belajar cara-cara bangsa kafir (ay. 1-2), sebab ilmu perbintangan dan penyembahan berhala mereka adalah hal-hal yang dungu (ay. 3-5), dan para penyembah berhala adalah orang-orang yang bodoh (ay. 8-9). Demikianlah yang akan tampak pada hari mereka dihukum (ay. 14-15). Orang-orang Israel juga dinasihati untuk berpegang teguh pada Allah Israel, sebab tidak ada yang seperti Dia (ay. 6-7). Dia adalah Allah yang benar, hidup selama-lamanya, dan memerintah dunia (ay. 10-13), dan umat-Nya berbahagia di dalam Dia (ay. 16). II. Pada orang-orang Israel yang masih tinggal di negeri mereka sendiri. Mereka diperingatkan untuk tidak merasa aman-aman saja, dan diberi tahu untuk bersiap-siap menghadapi kesusahan (ay. 17-18), dan itu disebabkan oleh musuh asing, yang akan didatangkan Allah karena dosa mereka (ay. 20-22). Malapetaka ini diratapi sang nabi (ay. 19) dan didoakannya supaya diringankan (ay. 23-25). Perintah yang Sungguh-sungguh kepada Israel; Kebodohan Penyembahan Berhala (10:1-16) Nabi Yesaya, ketika bernubuat tentang pembuangan di Babel, menambahkan peringatan-peringatan melawan penyembahan berhala dan banyak mengungkapkan kedunguan para penyembah berhala. Ia memberikan peringatan itu bukan hanya karena godaan-godaan di Babel akan membahayakan orang-orang Yahudi di sana untuk mendekat pada penyembahan berhala, melainkan juga karena justru penderitaan-penderitaan di Babel dirancang untuk menyembuhkan mereka dari penyembahan berhala mereka. Demikianlah Nabi Yeremia di sini mempersenjatai bangsa Israel melawan perilaku dan kebiasaan bangsa kafir dalam menyembah berhala. Itu bukan hanya demi orang-orang yang sudah pergi ke Babel, melainkan juga demi orang-orang yang tetap tinggal di negeri sendiri, supaya apabila mereka insyaf dan dibawa kembali ke jalan yang benar, oleh firman Allah, tongkat yang akan menghajar itu dapat dicegah. Dan itu ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita. Amatilah di sini, I. Sebuah perintah yang sungguh-sungguh diberikan kepada umat Allah untuk tidak mengikuti cara-cara dan kebiasaan bangsa kafir. Hendaklah kaum Israel mendengar dan menerima firman dari Allah Israel ini: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah menyetujuinya, bahkan, jangan tak acuh terhadapnya, apalagi menirunya atau membiasakan dirimu dengannya. Janganlah kebiasaan-kebiasaan mereka yang mana pun menyusup di antara kamu (seperti yang cenderung terjadi tanpa disadari) atau bercampur baur dengan agamamu.” Perhatikanlah, sungguh buruk apabila orang-orang yang sudah diajar tentang Allah membiasakan diri dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, dan berpikir untuk menyembah Allah yang benar dengan cara-cara dan upacara yang mereka gunakan dalam menyembah allah-allah palsu mereka. Lihat Ulangan 12:29-31. Tingkah bangsa kafir adalah menyembah tentara langit, matahari, bulan, dan bintang-bintang. Kepada segala benda langit ini mereka memberikan kehormatan-kehormatan ilahi, dan darinya mereka mengharapkan kebaikan-kebaikan ilahi. Oleh karena itu, sesuai dengan tanda-tanda di langit, entah menguntungkan atau membahayakan, mereka menganggap diri mereka mendapat perkenanan atau murka dari dewa-dewa mereka. Hal ini membuat mereka mengamati tanda-tanda itu, gerhana matahari dan bulan, keselarasan dan pertentangan planet-planet, dan semua gejala yang tidak biasa di dunia langit, dengan amat cemas dan gemetar. Urusan dihentikan jika terjadi sesuatu yang dianggap sebagai pertanda buruk. Jika hanya tangan kiri mereka yang bergetar, mereka seolah-olah sudah tersambar petir. Nah, Allah tidak mau umat-Nya gentar terhadap tanda-tanda di langit, memuja bintang-bintang sebagai dewa, atau menakut-nakuti diri sendiri dengan ramalan-ramalan yang didasarkan atas tanda-tanda itu. Hendaklah mereka takut akan Allah di sorga, dan tetap menghormati Dia atas segala pemeliharaan-Nya, maka mereka tidak perlu gentar terhadap tanda-tanda di langit, sebab bintang-bintang dari peredarannya tidak berperang melawan siapa saja yang berdamai dengan Allah. Bangsa kafir gentar terhadap tanda-tanda itu, sebab mereka tidak mengerti apa yang lebih baik. Tetapi janganlah kaum Israel, yang diajar tentang Allah, bersikap demikian. II. Berbagai alasan yang baik diberikan untuk menegaskan perintah ini. 1. Cara bangsa kafir itu sangat konyol dan tidak masuk akal, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan bahkan oleh pemikiran akal budi yang benar (ay. 3). Semua peraturan dan ketetapan bangsa kafir itu sendiri sudah merupakan kesia-siaan. Peraturan dan ketetapan mereka tidak tahan uji jika dikaji dengan akal budi. Hal ini berulang kali ditekankan di sini, sebagaimana juga dilakukan oleh Yesaya. Orang-orang Kasdim menghargai diri mereka dengan hikmat mereka, dan dengannya mereka menganggap diri lebih unggul dari semua negeri tetangga mereka. Tetapi Nabi Yeremia di sini menunjukkan bahwa mereka, dan semua orang lain yang menyembah berhala dan mengharapkan pertolongan dan kelegaan darinya, adalah bodoh dan dungu, dan tidak berakal sehat. (1) Coba pikirkan apa sebenarnya berhala yang disembah itu. Berhala itu asalnya adalah pohon kayu yang ditebang orang dari hutan. Kayu itu lalu diukur oleh tangan tukang kayu, disesuaikan, digergaji, dan dibentuk. Lihat Yesaya 44:12, dst. Akan tetapi, bagaimanapun juga, ia hanyalah batang pohon, yang lebih pantas dipakai untuk membuat tiang pintu daripada untuk hal lain. Tetapi, untuk menyembunyikan kayu itu, mereka memperindahnya dengan emas dan perak, mereka menyepuh atau mempernisnya, atau menghiasinya dengan renda-renda emas dan perak, atau kain tipis. Mereka memperkuatnya pada tempatnya, yang sudah mereka tentukan sendiri, dengan paku dan palu, supaya ia tidak jatuh, atau dijatuhkan, atau dicuri (ay. 4). Patung itu dibuat tegak lurus, dan tidak dapat disangkal bahwa tukang kayu mengerjakan bagiannya, sebab patung itu tegak sama seperti orang-orangan di kebun mentimun (ay. 5). Ia tampak megah, dan berdiri seolah-olah hendak berbicara kepadamu, tetapi ia tidak dapat berbicara. Ia adalah makhluk yang malang dan bisu. Tidak pula ia dapat maju satu langkah pun untuk menyelamatkanmu. Jika ada keperluan baginya untuk berpindah tempat, ia harus dibawa dalam arak-arakan, sebab ia tidak dapat melangkah. Jadi sangat cocok nasihat ini dimasukkan ke dalam bagian ini, “Janganlah takut kepadanya, seperti kepada tanda-tanda di langit. Janganlah takut membuatnya marah, karena berhala itu tidak dapat berbuat jahat. Janganlah takut kehilangan perkenanannya, sebab berbuat baik pun ia tidak dapat. Dan jika kamu pikir dapat memperbaiki masalah ini dengan memperbaiki bahan-bahan untuk membuat berhala itu, kamu menipu dirimu sendiri. Berhala-berhala yang terbuat dari emas dan perak pun sama-sama tidak layak untuk disembah seperti dewa-dewa yang terbuat dari kayu. Petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka (ay. 8). Ia mengajarkan kebohongan, mengajarkan kebohongan tentang Allah. Ia mengajarkan kesia-siaan, ia kayu belaka.” Besar kemungkinan bahwa berhala-berhala dari emas dan perak itu bahan dasarnya kayu, lalu perak kepingan dibawa dari Tarsis, diimpor dari seberang laut, dan emas dibawa dari Ufas, atau Fas, yang kadang-kadang diartikan emas tua atau murni (Mzm. 21:4). Banyak keahlian digunakan, dan jerih payah dikerahkan, untuk membuatnya. Bukan tukang-tukang biasa yang dipekerjakan untuk membuat dewa-dewa dari emas dan perak ini, seperti yang dipekerjakan untuk membuat dewa-dewa dari kayu (ay. 3). Mereka ini adalah orang-orang ahli. Berhala itu buatan tukang ahli. Pengukir harus melakukan bagiannya apabila berhala itu sudah melewati tangan pandai emas. Dewa-dewa dari kayu hanya dihiasi di sana sini dengan emas dan perak, tetapi dewa-dewa ini terbuat dari emas dan perak seluruhnya. Dan, supaya dewa-dewa ini dihormati sebagai raja, pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, warna jubah kerajaan (ay. 9), yang menghibur para penyembah yang bodoh, tetapi tidak membuatnya lebih baik. Sebab apa sesungguhnya berhala itu kalau ia hanyalah buatan, dan ketika orang-orang sudah membuat yang terbaik yang dapat mereka perbuat darinya? Sang nabi memberi tahu kita (ay. 14): Berhala adalah tipu. Berhala-berhala bukanlah apa yang berlagak mereka akui, melainkan sebuah tipuan besar yang disodorkan pada dunia. Mereka disembah sebagai dewa-dewa yang memberi kita nafas, hidup, dan akal, sedangkan mereka sendiri adalah benda-benda yang tidak hidup dan tidak berakal, dan tidak ada nafas di dalamnya. Tidak ada nyawa di dalamnya (demikian kata yang digunakan). Mereka tidak dihidupkan, atau didiami, seperti yang dianggap tentang mereka, oleh suatu roh ilahi atau numen - keilahian. Berhala-berhala itu sama sekali tidak menyerupai allah, bahkan sampai-sampai nafas binatang yang turun ke bawah bumi pun tidak mereka miliki. Semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan (ay. 15). Coba cari tahu apa manfaat mereka, maka kamu akan mendapati bahwa mereka adalah kesia-siaan. Mereka tidak berguna sama sekali. Tidak ada pertolongan yang dapat diharapkan dari mereka, atau sesuatu yang dapat kita andalkan dalam diri mereka. Mereka adalah laba yang sia-sia, buah khayalan, atau hanya cemoohan. Demikian sebagian orang membaca anak kalimat berikutnya. Mereka memperdaya orang-orang yang menaruh pengharapan kepada mereka, memperbodoh mereka, atau lebih tepatnya, orang-orang itu memperbodoh diri mereka sendiri. Cari tahulah apa kegunaan berhala-berhala itu, maka kamu akan mendapati bahwa mereka adalah pekerjaan yang menjadi buah ejekan, yang didasarkan pada kesalahan-kesalahan paling menjijikkan yang dilakukan oleh manusia yang mengaku berakal budi. Mereka adalah makhluk-makhluk ciptaan khayalan yang tertipu. Dan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat dengan berhala-berhala itu, mereka sebar-luaskan kepada para penyembah mereka. (2) Simpulkanlah dari sini siapa sesungguhnya para penyembah berhala yang menyembah berhala-berhala ini. (ay. 8): Mereka semuanya bodoh dan dungu. Orang-orang yang membuat segala berhala menjadi seperti mereka, tidak berakal dan bodoh, dan tidak ada roh dalam diri mereka, yakni tidak ada akal yang digunakan, sebab kalau tidak, mereka tidak akan pernah membungkuk di depan berhala-berhala itu (ay. 14). Setiap manusia yang membuat atau menyembah berhala telah menjadi bodoh, tidak berpengetahuan, yaitu bodoh karena tidak berpengetahuan, atau bodoh dalam hal yang justru seharusnya dia ketahui sepenuhnya. Bandingkan 10, apa yang mereka ketahui dengan nalurinya, apa yang tidak bisa tidak mereka ketahui dengan terang alam, seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. Meskipun dalam karya ciptaan mereka tidak bisa tidak melihat kuasa kekal dan keilahian Sang Pencipta, namun pikiran mereka menjadi sia-sia, mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah. Lihat Roma 1:21, 28. Bahkan, mereka menganggap bahwa memperbanyak dewa-dewa seperti itu adalah suatu tindakan yang berhikmat, padahal itu justru menjadi kebodohan terbesar yang karenanya mereka bersalah. Dunia tidak mengenal Allah oleh hikmatnya (1Kor. 1:21; Rm. 1:22). Setiap pandai emas menjadi malu sendiri karena patung buatannya. Sekali ia sudah membuatnya karena kesalahan, ia semakin diteguhkan dalam kesalahannya itu. Ia menjadi terkagum-kagum, terpesona, dan tidak dapat melepaskan diri dari jerat itu. Atau hal itu adalah apa yang di suatu hari akan membuatnya malu. 2. Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar, dan mereka yang memiliki-Nya sebagai Allah mereka tidak perlu bersusah payah mencari-cari yang lain. Bahkan, menegakkan siapa saja sebagai tandingan-Nya adalah penghinaan dan kejahatan terbesar terhadap-Nya. Hendaklah kaum Israel melekat kepada Allah Israel dan melayani serta menyembah Dia saja, sebab, (1) Tidak ada yang seperti Dia. Apa pun itu yang ditegakkan manusia sebagai tandingan-Nya, tidak ada yang dapat dibandingkan dengan Dia. Sang nabi beralih dari pembicaraan yang sangat merendahkan berhala-berhala bangsa kafir (yang memang boleh dilakukannya) dan kemudian berbicara tentang Allah Israel (ay. 6-7) dengan rasa hormat yang sungguh dalam dan penuh kekaguman: “Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Tidak ada satu pun dari semua pahlawan yang telah didewa-dewakan dan diagung-agungkan sedemikian rupa oleh bangsa kafir.” Orang-orang mati di antara mereka, mereka buatkan patung-patungnya, dan mereka sembah. “Sebagian didewakan dan dipuja karena hikmat mereka. Tetapi, di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa, para filsuf atau pemuka negeri terhebat, seperti Apollo atau Hermes, tidak ada yang sama seperti Engkau. Sebagian yang lain didewakan dan dipuja karena kekuasaan mereka. Tetapi, dalam semua kebesaran rajawi mereka” (demikian ayat itu dapat dibaca), “di antara semua raja mereka, seperti Saturnus dan Yupiter, tidak ada yang sama seperti Engkau.” Apalah arti kemuliaan seorang manusia yang menemukan keahlian yang berguna atau mendirikan kerajaan yang berkembang (dan ini adalah alasan-alasan yang sudah cukup bagi bangsa kafir untuk membuat seseorang berhak didewakan) dibandingkan dengan kemuliaan Dia yang adalah Pencipta dunia dan yang menciptakan roh dalam diri manusia? Apalah arti kemuliaan seorang raja atau penguasa terhebat, dibandingkan dengan kemuliaan Dia yang kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu? Sang nabi mengakui (ay. 6), ya TUHAN! Engkau besar, tak terbatas dan agung, dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. Engkau memiliki segala kuasa, dan dikenal memilikinya. Nama manusia sering kali melampaui kekuatan mereka. Mereka dipandang lebih hebat daripada yang sebenarnya. Tetapi nama Allah itu besar, dan tidak lebih besar daripada diri-Nya yang sebenarnya. Dan karena itu siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Siapa yang tidak mau memilih menyembah Allah yang seperti ini, yang dapat melakukan segala sesuatu, daripada berhala-berhala mati yang disembah bangsa kafir, yang tidak dapat berbuat apa-apa? Siapa yang tidak takut membuat marah atau meninggalkan Allah yang nama-Nya begitu besar oleh keperkasaan? Siapa dari antara semua bangsa, kalau mereka memahami kepentingan mereka dengan benar, yang tidak takut kepada Dia yang adalah Raja bangsa-bangsa? Perhatikanlah, ada kepatutan dan keselarasan yang mengagumkan dalam menyembah Allah saja. Sudah pantas bahwa Dia yang adalah satu-satunya Allah harus menjadi satu-satunya yang dilayani, bahwa Dia yang adalah Tuhan atas semuanya harus dilayani oleh semuanya, bahwa Dia yang besar harus sangat ditakuti dan dipuji tinggi. (2) Kebenaran-Nya sudah jelas sejelas kesia-siaan berhala (ay. 10). Berhala-berhala adalah buatan tangan manusia, dan karena itu tidak ada yang lebih jelas daripada hal ini, bahwa menyembah mereka merupakan sebuah lelucon, jika kita dapat menyebut lelucon, yang sungguh merupakan penghinaan besar terhadap Dia yang menjadikan kita: Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Allah kebenaran. Dia adalah Allah dalam kebenaran. Allah Yehova adalah kebenaran. Dia bukan allah palsu dan bukan yang hanya mengaku-ngaku sebagai Allah, seperti berhala-berhala itu, tetapi yang sungguh-sungguh demikian adanya seperti yang diperlihatkan-Nya tentang diri-Nya. Dia adalah satu-satunya Pribadi yang dapat kita andalkan, di dalam Dia dan oleh-Nya kita tidak dapat tertipu. [1] Pandanglah Dia sebagaimana diri-Nya yang sesungguhnya, dan Dia adalah Allah yang hidup. Dia adalah hidup itu sendiri, Dia memiliki hidup dalam diri-Nya, dan merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk. Dewa-dewa bangsa kafir adalah benda mati, tidak berharga dan tidak berguna, tetapi Allah kita adalah Allah yang hidup, dan tidak dapat mati. [2] Pandanglah Dia dalam hubungannya dengan segala ciptaan-Nya, dan Dia adalah Raja, Penguasa mutlak, atas mereka semua, Pemilik dan Penguasa mereka, mempunyai hak yang tak dapat diganggu gugat baik untuk memerintah mereka maupun membuang mereka. Sebagai Raja, Ia melindungi makhluk-makhluk ciptaan, memberikan persediaan untuk kesejahteraan mereka, dan menjaga damai di antara mereka. Dia adalah Raja yang kekal. Hikmat kerajaan-Nya berasal dari kekekalan dan kelanjutannya akan sampai pada kekekalan. Dia adalah Raja kekekalan. Berhala-berhala yang mereka sebut sebagai raja mereka baru ada kemarin sore, dan akan segera dilenyapkan. Dan raja-raja di bumi, yang menegakkan diri untuk disembah, mereka sendiri akan segera terbaring di dalam debu. Tetapi TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! (3) Tak seorang pun tahu kekuatan murka-Nya. Marilah kita terpana kagum dan hormat, dan jangan berani menyulut murka-Nya dengan memberikan kepada yang lain kemuliaan yang semestinya diberikan kepada Dia saja. Sebab bumi goncang karena murka-Nya, bahkan raja-raja bumi yang paling kuat dan gagah berani sekalipun. Bahkan bumi, walaupun terpancang begitu kokoh, akan dibuat bergetar dan gunung-gunung gemetar jika Ia menghendakinya (Mzm. 104:32; Hab. 3:6, 10). Meskipun bangsa-bangsa bergabung bersama-sama untuk berseteru dengan-Nya, dan menyatukan kekuatan mereka, namun mereka akan didapati tidak sanggup sama sekali bukan hanya untuk menentang, melainkan juga bahkan tidak tahan akan geram-Nya. Bukan saja mereka tidak dapat maju melawan geram-Nya, sebab geram-Nya akan mengalahkan mereka, tetapi juga mereka tidak dapat tahan menghadapinya, sebab itu akan menekan mereka (Mzm. 76:8-9; Nah. 1:6). (4) Dia adalah Allah atas alam, sumber segala yang ada. Dan semua kekuatan alam tunduk pada perintah dan aturan-Nya (ay. 12-13). Allah yang kita sembah adalah Allah yang menjadikan langit dan bumi, dan memiliki kekuasaan yang berdaulat atas keduanya. Sehingga apa yang tidak nampak dari pada-Nya dinyatakan dan dibuktikan dalam apa yang kelihatan. [1] Jika kita melihat ke belakang, kita mendapati bahwa seluruh dunia berasal dari Dia sebagai Penyebab pertamanya. Sudah menjadi pepatah umum bahkan di kalangan orang Yunani, Dia yang menyatakan diri menjadi allah lain harus terlebih dulu menciptakan dunia lain. Sementara bangsa kafir menyembah dewa-dewa yang mereka jadikan, kita menyembah Allah yang menjadikan kita dan segala sesuatu. Pertama, bumi adalah sebuah wadah yang besar dan luas, memiliki harta benda berharga di dalam perutnya dan buah yang lebih berharga di permukaannya. Bumi dan segala isinya itu dijadikan dengan kekuatan-Nya. Dan dengan kekuatan yang sungguh tak terbatas bumi digantungkan pada kehampaan, seperti yang terjadi (Ayb. 26:7), ponderibus librata suis - ditahan oleh beratnya sendiri. Kedua, dunia, bagian bumi yang dapat dihuni, secara mengagumkan layak untuk kegunaan dan pelayanan bagi manusia, dan Ia menegakkan dunia secara demikian dengan kebijaksanaan-Nya, sehingga dunia tetap berguna di dalam perubahan yang terus-menerus, dan juga tetap tegak dari satu angkatan ke angkatan lain. Oleh karena itu, baik bumi maupun dunia adalah kepunyaan-Nya (Mzm. 24:1). Ketiga, langit secara menakjubkan dibentangkan ke dalam jangkauan yang luar biasa, dan dengan akal budi-Nyalah langit terbentang seperti itu, dan gerakan benda-benda langit diatur demi kegunaan dunia bawah ini. Langit menceritakan kemuliaan-Nya (Mzm. 19:2), dan mewajibkan kita untuk menceritakannya, dan bukan untuk memberikan kepada langit kemuliaan yang semestinya diberikan kepada Dia yang menjadikannya. [2] Jika kita menengok ke atas, kita melihat bahwa pemeliharaan-Nya adalah karya ciptaan yang terus-menerus (ay. 13): Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya (memberikan kata-kata perintah) menderulah bunyi air di langit, yang dicurahkan ke atas bumi, entah untuk menghakimi atau memberikan belas kasihan, sebagaimana yang diniatkan-Nya. Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya dalam guruh, dengan segera turunlah hujan disertai guruh, yang di dalamnya ada banyak air. Dan air itu datang dengan bunyi keras, seperti dalam tafsiran yang agak luas. Dan kita juga membaca tentang bunyi derau hujan (1Raj. 18:41). Bahkan, ada keajaiban-keajaiban yang terjadi setiap hari dalam kerajaan alam tanpa bunyi keras: Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, dari seluruh penjuru bumi, bahkan yang paling terpencil sekalipun, dan terutama bagian-bagian yang terletak di sebelah laut. Seluruh bumi membayar upeti berupa kabut, karena seluruh bumi menerima berkat hujan. Dan dengan demikian kelembaban di alam semesta, seperti uang di dalam sebuah kerajaan dan darah di dalam tubuh, terus-menerus beredar demi kebaikan semuanya. Kabut-kabut itu menimbulkan keajaiban, sebab darinya terbentuk kilat dengan hujan, dan angin yang dari waktu ke waktu dikeluarkan Allah dari perbendaharaan-Nya, sebagaimana itu diperlukan, dengan mengarahkan mereka semua dalam ukuran dan kegunaan yang sedemikian rupa seperti yang dipandang-Nya pantas, seperti pembayaran diambil dari uang kas. Semua meteor begitu siap untuk melayani tujuan-tujuan Allah sehingga Ia tampak memiliki perbendaharaan meteor, yang tidak dapat habis dan setiap saat dapat diambil (Mzm. 135:7). Allah bermegah dalam perbendaharaan meteor yang dimiliki-Nya ini (Ayb. 38:22-23). Hal ini dapat Allah lakukan. Tetapi yang manakah dari berhala-berhala bangsa kafir yang dapat melakukan hal serupa? Perhatikanlah, tidak ada jenis cuaca lain lagi selain apa yang melengkapi kita dengan bukti dan contoh dari hikmat dan kuasa Sang Pencipta yang agung. (5) Allah ini adalah Allah Israel dalam perjanjian, dan merupakan kebahagiaan dari setiap orang Israel sejati. Oleh karena itu hendaklah kaum Israel melekat kepada-Nya, dan tidak meninggalkan Dia untuk memeluk berhala-berhala. Sebab, jika mereka meninggalkan-Nya, mereka pasti berubah menjadi lebih buruk, sebab yang menjadi bagian Yakub tidaklah begitu (ay. 16). Gunung batu mereka tidak seperti gunung batu kita (Ul. 32:31), tidak pula gunung batu kita seperti gundukan tanah mereka. Perhatikanlah, [1] Orang-orang yang memiliki Tuhan sebagai Allah mereka memiliki kebahagiaan yang penuh dan lengkap di dalam Dia. Allah Yakub adalah bagian Yakub. Dia adalah segalanya untuk Yakub, dan di dalam Dia Yakub memiliki apa yang cukup dan tidak perlu apa-apa lagi di dunia ini, tidak pula di dunia lain. Di dalam Dia kita memiliki bagian yang layak (Mzm. 16:5). [2] Jika kita mendapat kepuasan dan kecukupan yang sepenuhnya di dalam Allah sebagai bagian kita, maka Ia dengan penuh anugerah akan bersuka di dalam kita sebagai umat-Nya, yang diakui-Nya sebagai suku milik-Nya, harta milik-Nya, yang dengan mereka Ia berdiam dan oleh mereka Ia dilayani dan dihormati. [3] Suatu penghiburan yang tak terucapkan dari semua umat Tuhan bahwa Dia yang merupakan Allah mereka adalah yang membentuk segala-galanya, dan oleh karena itu mampu melakukan kepada mereka, dan memberikan kepada mereka, segala sesuatu yang mereka perlukan. Pertolongan mereka adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Dan Dia adalah TUHAN semesta alam, TUHAN atas segenap tentara langit dan bumi, yang memerintah mereka semua, dan akan memerintah mereka supaya melayani umat-Nya apabila ada keperluan untuk itu. Inilah nama yang dengannya mereka mengenal Dia, yang kemuliaan dari nama itu pertama-tama mereka berikan kepada-Nya, dan kemudian mereka mengambil bagi diri mereka sendiri penghiburan darinya. [4] Dalam hal inilah umat Allah berbahagia melebihi semua umat lain, sungguh-sungguh berbahagia, bona si sua norint - kalau saja mereka tahu betapa berbahagianya mereka. Dewa-dewa yang dibanggakan bangsa kafir, dan yang mereka senangi, dan begitu mereka jadikan sebagai bagian mereka, adalah kesia-siaan dan kebohongan. Tetapi tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub. 3. Sang nabi, setelah membandingkan dewa-dewa kafir dengan Allah Israel seperti itu (yang di antara mereka tidak ada perbandingan), membacakan hukuman, hukuman yang pasti, atas semua yang mengaku sebagai allah, dan memerintahkan orang-orang Yahudi, di dalam nama Allah, untuk menyatakannya kepada para penyembah berhala, meskipun berhala-berhala itu adalah tuan dan raja mereka (ay. 11): Beginilah harus kamu katakan kepada mereka (dan Allah yang kamu layani akan menyokongmu dalam mengatakan itu), para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi (dan karena itu bukan allah, melainkan perampas kehormatan yang semestinya hanya diberikan kepada Dia yang menjadikan langit dan bumi) akan lenyap, pastilah lenyap, karena mereka adalah kesia-siaan, lenyap oleh hukuman-Nya yang benar, karena mereka menandingi Dia. Sebagai allah-allah, mereka akan lenyap dari bumi (bahkan segala sesuatu yang ada di bumi di bawah yang mereka jadikan allah) dan dari kolong langit ini, bahkan segala sesuatu yang ada di cakrawala langit, di bawah langit tertinggi, yang didewakan, mengikuti pembagian yang ada dalam perintah kedua. Kata-kata ini aslinya bukan dalam bahasa Ibrani, seperti semua kata yang lain, melainkan dalam dialek Kasdim, supaya orang-orang Yahudi dalam pembuangan dapat dengan mudah mengatakan ini kepada orang Kasdim dalam bahasa mereka sendiri ketika orang Kasdim menggoda mereka untuk menyembah berhala: “Apakah kamu mendesak kami untuk menyembah dewa-dewamu? Kami tidak akan pernah melakukan itu, sebab” (1) “Mereka adalah ilah-ilah palsu. Mereka bukan allah, sebab mereka tidak menjadikan langit dan bumi, dan karena itu tidak berhak kami sembah, tidak pula kami berutang kepada mereka entah untuk hasil-hasil bumi atau pengaruh-pengaruh langit, sebagaimana kami berutang kepada Allah Israel.” Jemaat Kristen mula-mula akan berkata, apabila didesak untuk menyembah allah seperti itu, biarlah dia menjadikan dunia, maka ia akan menjadi allahku. Selama kita memiliki Dia yang telah menjadikan langit dan bumi untuk kita sembah, sangat tidak masuk akal jika kita menyembah yang lain. (2) “Mereka adalah ilah-ilah terkutuk. Mereka akan lenyap. Saatnya akan tiba ketika mereka tidak akan lagi dihormati seperti sekarang, tetapi akan dikuburkan dan dilupakan, dan mereka serta penyembah-penyembah mereka akan tenggelam bersama-sama. Bumi tidak akan lagi menopang mereka, langit tidak akan lagi menaungi mereka, tetapi keduanya akan meninggalkan mereka.” Hal ini diulangi (ay. 15), pada waktu dihukum mereka akan binasa. Ketika Allah datang untuk mengadakan perhitungan dengan para penyembah berhala, Ia akan membuat mereka muak dengan berhala-berhala mereka, dan senang dibersihkan dari berhala-berhala itu. Mereka akan melemparkannya kepada tikus dan kelelawar (Yes. 2:20). Apa saja yang berlari menentang Allah dan agama pada akhirnya akan dilindas.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 28 Agustus 2023 - Jangan Membiasakan Mengikuti Yang Salah - Yeremia 10:2-3a Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 26 Agustus 2023 - Perkataan Yang Benar Dan Tekun Berdoa - Efesus 6:19-20 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,