gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1999 kali
Download MP3 Music
Filipi 4:2-9
Nasihat-nasihat terakhir
4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Penjelasan:
* Flp 4:2 - Euodia dan Sintikhe // kunasihati // Sehati sepikir

Euodia dan Sintikhe adalah dua orang perempuan terkemuka di jemaat Filipi yang belakangan mulai saling menjengkelkan. Pengulangan kunasihati menunjukkan bahwa Paulus tidak berpihak. Sehati sepikir. Kembangkan keselarasan pikiran dan watak (bdg. 2:2).

* Flp 4:3 - Sunsugos // teman yang setia // Berjuang dengan aku // Klemens // kitab kehidupan

Untuk mempermudah terjadinya damai Paulus merujuk kepada Sunsugos yang sesuai dengan arti namanya, benar-benar merupakan seorang teman yang setia. Sunsugos rupanya adalah teman seseorang yang diperoleh ketika dibabtis. Jika hanya sebutan saja, dugaan tentang siapa yang dimaksudkan bisa ditarik mulai dari Silas hingga istri Paulus yang diduga bernama Lidia. Synethlesan. Berjuang dengan aku merupakan kiasan yang diambil dari gelanggang pertempuran gladiator (bdg. 1:27). Klemens mungkin ditambahkan untuk mengingatkan mereka akan peristiwa tertentu. Rujukan kepada kitab kehidupan yang didalamnya terdaftar para anggota persemakmuran surgawi memberikan kesan bahwa Klemens dan kawan-kawan mungkin telah mengorbankan hidup mereka ketika surat ini ditulis.

* Flp 4:4 - senantiasa // bersukacitalah // dalam Tuhan. 5 // kebaikan hati // Tuhan sudah dekat

Chairete adalah sebuah ungkapan perpisahan yang umum dipakai. Penambahan kata senantiasa menunjukkan bahwa yang ada dalam pikiran Paulus adalah artinya yang lebih dalam, bersukacitalah. Pengulangan menunjukkan bahwa keadaan di Filipi adalah sedemikian rupa sehingga nasihat semacam ini rasanya tidak masuk akal. Orang Kristen dapat diperintahkan untuk bersukacita, sebab sumber sukacita mereka bukan dalam situasi tetapi dalam Tuhan. 5. Kata yang agak sulit diartikan epieikes, kebaikan hati menunjuk kepada kesediaan untuk mendengarkan alasan, kesediaan untuk tidak membalas. Motivasi bagi "sikap manis" ini adalah kedatangan kembali Kristus yang sudah dekat. Tuhan sudah dekat. Kata-kata sandi dari gereja mula-mula (bdg. kata Aram yang sama artinya maranatha, dalam I Kor. 16:22).

* Flp 4:6 - Di dalam segala hal // Dengan ucapan syukur

Permusuhan dari kalangan kafir (bdg. 1:28) dapat menimbulkan kekhawatiran. Hal ini harus dihilangkan dengan doa. "Memperhatikan adalah kebajikan, tetapi memelihara kecemasan adalah dosa" (To care is a virtue, but to foster cares in sin, Muller, op. cit., hlm. 141). Di dalam segala hal. Semua yang dapat menimbulkan kekhawatiran jika tidak didoakan. Dengan ucapan syukur. Bersyukur atas apa yang telah dilakukan Allah merupakan sikap yang tepat untuk mengajukan permohonan baru.

* Flp 4:7 - Damai sejahtera Allah // yang melampaui segala akal, // Akan memelihara

Damai sejahtera Allah ialah ketenangan yang dimiliki Allah dan hanya Allah yang dapat memberikannya. Frasa, yang melampaui segala akal, pada umumnya dipahami sebagai ketidakmampuan mutlak dari pikiran manusia untuk memahami kedalaman damai sejahtera Allah ini. Mungkin lebih tepatnya ungkapan ini berarti bahwa damai sejahtera Allah jauh melampaui semua perencanaan cermat dan gagasan cemerlang kita untuk mengatasi kekhawatiran kita. Akan memelihara. Phoureõ, "memelihara," adalah sebuah istilah militer yang berarti "menjaga atau membentengi." Dengan memakai kiasan yang jitu Paulus melukiskan damai sejahtera Allah sebagai seorang pengawal yang bertugas menjaga di gerbang kehidupan batiniah seseorang - pikiran, kehendak dan perasaan.

* Flp 4:8 - Yang benar // Yang mulia // Yang adil // Yang suci // Yang manis // Yang sedap didengar // Semua yang disebut kebajikan // "Pikirkanlah

Di dalam "paragraf tentang kesehatan batin" (Simcox) ini Paulus mengemukakan sejumlah kebajikan yang mungkin sekali berasal dari tulisan seorang tokoh etika Yunani. Dua dari delapan kebajikan yang tercantum tidak disebutkan di bagian Perjanjian Baru mana pun, dan satu hanya muncul di dalam surat ini saja. Yang benar. Berkaitan dengan sifat yang nyata dan hakiki. Yang mulia. Layak untuk dihormati, dimuliakan. Yang adil. Sesuai dengan konsepsi yang tertinggi tentang apa yang benar (Michael). Yang suci. Tidak tercampur dengan unsur-unsur yang akan merendahkan martabat jiwa. Yang manis. Yang mengilhamkan kasih. Yang sedap didengar. Menurut Michael, "segala sesuatu yang enak untuk didengar." Semua yang disebut kebajikan. Oleh Lightfoot diparafrase menjadi "Apa pun yang masih bernilai di dalam konsepsi kafirmu yang lama tentang kebajikan" (hlm. 162). dengan maksud untuk menekankan pertimbangan Paulus untuk tidak mengabaikan sumber rujukan yang ada. Mereka diperintahkan, "Pikirkanlah (logizomai; maksudnya. resapkan) semua kebajikan kafir tersebut.

* Flp 4:9 - "Lakukanlah itu" // Allah sumber damai sejahtera

Di samping itu mereka diperintahkan, "Lakukanlah itu" (Kata perintah prasette adalah dalam bentuk waktu sekarang), yaitu semua moralitas dam etika khusus Kristen yang telah mereka pelajari dari kehidupan dan ajaran sang rasul. Bukan hanya "damai sejahtera Allah" (ay. 7). namun juga Allah sumber damai sejahtera akan menyertai mereka.

* Berbagai Macam Nasihat (4:1-9)


    Rasul Paulus memulai pasal ini dengan nasihat-nasihat untuk menjalankan berbagai kewajiban kristiani.

I. Supaya kita berdiri teguh di dalam iman Kristen yang kita akui (ay. 1).
Hal ini disimpulkan dari bagian penutup pasal sebelumnya: Karena itu, berdirilah juga dengan teguh, dst. Mengingat kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan kita menantikan Juruselamat yang akan datang dari sana dan membawa kita ke sana, maka berdirilah dengan teguh. Perhatikanlah, harapan dan penantian yang penuh iman akan hidup kekal haruslah menggugah kita untuk teguh, mantap, dan tidak goyah dalam perjalanan hidup Kristen kita. Amatilah di sini,
            1. Sapaan-sapaan Paulus yang sangat mesra: Saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku. Dan lagi, hai saudara-saudaraku yang kekasih! Begitulah ia mengungkapkan rasa senang dan kebaikan hatinya terhadap mereka, supaya nasihat-nasihat yang disampaikannya kepada mereka bisa membawa hasil yang jauh lebih baik lagi. Ia menganggap mereka sebagai saudara-saudaranya, walaupun ia seorang rasul besar. Kita semua adalah saudara. Ada perbedaan-perbedaan dalam hal karunia, anugerah, dan pencapaian. Namun, karena sudah diperbaharui oleh Roh yang sama, menurut gambar yang sama, kita semua bersaudara, sebagai anak-anak dari Orangtua yang sama, walaupun umur, perawakan, dan warna kulit kita berbeda. Sebagai sesama saudara,
                (1) Ia mengasihi mereka, dan sangat mengasihi mereka: Saudara-saudara yang kukasihi. Dan lagi, saudara-saudaraku yang kekasih. Sudah selayaknya hamba-hamba Tuhan dan orang-orang Kristen bersikap ramah dan hangat satu terhadap yang lain. Di mana ada hubungan persaudaraan, di situ harus ada kasih persaudaraan.
                (2) Ia mengasihi mereka dan rindu pada mereka, rindu melihat mereka dan mendengar kabar dari mereka, rindu akan kesejahteraan mereka dan sungguh-sungguh menginginkannya. Betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian (1:8).
                (3) Ia mengasihi mereka dan bersukacita di dalam mereka. Mereka adalah sukacitanya. Baginya tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar tentang kesehatan dan kesejahteraan rohani mereka. Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran (2Yoh. 1:4; 3Yoh. 1:4).
                (4) Ia mengasihi mereka dan bermegah di dalam mereka. Mereka adalah mahkotanya dan juga sukacitanya. Paulus begitu senang dengan bukti-bukti dari ketulusan iman dan ketaatan mereka ini, sehingga bahkan orang yang congkak dan selalu ingin menjadi yang terdepan pun, yang akan senang jika diberi tanda-tanda kehormatan, tidak akan merasa sesenang Paulus di sini. Semua ini adalah jalan untuk mempersiapkan Paulus pada penghormatan yang lebih besar lagi.
            2. Nasihat itu sendiri: Berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan. Sekarang mereka sudah ada di dalam Kristus, dan karena itu mereka harus berdiri teguh di dalam Dia, mantap dan kokoh dalam berjalan dengan-Nya, dan tetap dekat dan setia sampai pada akhirnya. Atau, berdiri dengan teguh dalam Tuhan berarti berdiri dengan teguh dalam kekuatan dan anugerah-Nya, dengan tidak mengandalkan diri dan mengakui ketidakberdayaan kita. Kita harus kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya (Ef. 6:10). “Maka berdirilah dengan teguh, sebagaimana yang sudah kamu lakukan sampai sekarang. Berdirilah dengan teguh sampai pada akhirnya, sehingga engkau menjadi saudara-saudara yang kukasihi, sukacitaku dan mahkotaku. Maka berdirilah dengan teguh sebagai orang-orang yang kesejahteraan dan ketekunannya sangat aku pedulikan.”

II. Ia menasihati mereka supaya sehati sepikir dan saling membantu (ay. 2-3):
Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Nasihat ini ditujukan kepada orang-orang tertentu. Adakalanya perlu untuk menerapkan perintah-perintah umum dari Injil kepada orang-orang dan perkara-perkara tertentu. Tampaknya Euodia dan Sintikhe berselisih paham, entah satu dengan yang lain atau mereka dengan jemaat. Entah karena masalah sipil (mungkin mereka terlibat dalam tuntutan pengadilan) atau karena masalah agama, atau mungkin mereka berbeda pendapat dan perasaan. “Tolonglah,” pinta Rasul Paulus, “ajaklah mereka supaya sehati sepikir dalam Tuhan, supaya menjaga damai sejahtera dan hidup dalam kasih, supaya sepikiran satu sama lain, bukannya saling menyanggah dan menentang, dan supaya sepikiran dengan semua orang lain dalam jemaat, bukannya bertindak melawan mereka.” Lalu ia menasihati supaya mereka saling membantu (ay. 3), dan nasihat ini juga ditujukannya kepada orang-orang tertentu: Bahkan, kuminta kepadamu juga, temanku yang setia. Siapa orang yang dia sebut sebagai temanku yang setia ini tidaklah pasti (dalam terjemahan KJV -" pen.). Menurut sebagian orang, dia adalah Epafroditus, yang diduga merupakan salah satu gembala dari jemaat di Filipi. Menurut sebagian yang lain, dia adalah seorang wanita yang kebaikannya sudah tersohor, mungkin istri Paulus, karena ia menasihati temannya yang setia ini untuk menolong perempuan-perempuan yang telah berjuang dengannya (KJV). Siapa pun teman setia Rasul Paulus, ia harus menjadi teman setia bagi teman-temannya juga. Tampaknya, ada perempuan-perempuan yang berjuang dengan Paulus dalam pekabaran Injil. Bukan dalam pelayanan umum (sebab Rasul Paulus jelas-jelas melarangnya, 1Tim. 2:12, aku tidak mengizinkan perempuan mengajar), melainkan dalam menjamu para hamba Tuhan, menjenguk orang sakit, memberi tahu orang yang tidak tahu, dan menginsafkan orang yang salah jalan. Dengan demikian, kaum perempuan bisa membantu hamba-hamba Tuhan dalam pekerjaan Injil. Sekarang, tegas Rasul Paulus, tolonglah mereka. Siapa yang menolong orang lain harus ditolong juga apabila ada kesempatan. “Tolonglah mereka, yaitu bergabunglah bersama mereka, kuatkanlah tangan mereka, besarkanlah hati mereka dalam menghadapi kesulian-kesulitan.” Bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain.

Paulus berbaik hati terhadap semua kawan sekerjanya. Dan, sebagaimana ia sudah merasakan manfaat dari bantuan mereka, ia menyimpulkan betapa mereka akan terhibur jika mendapat bantuan dari orang lain. Tentang kawan-kawan sekerjanya, Rasul Paulus berkata, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. Entah mereka dipilih Allah sejak dari kekekalan, atau mereka tercatat dan terdaftar dalam kumpulan dan persekutuan yang menjadi milik orang yang mempunyai hak istimewa akan hidup kekal. Ini merujuk pada kebiasaan bangsa Yahudi dan bukan Yahudi waktu itu yang melakukan pendaftaran diri untuk menjadi penduduk atau orang-orang merdeka di suatu kota Romawi. Demikianlah kita membaca tentang nama-nama mereka yang ada terdaftar di sorga (Luk. 10:20), yang tidak akan terhapus dari kitab kehidupan (Why. 3:5), dan yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba (Why. 21:27). Perhatikanlah, ada kitab kehidupan. Dalam kitab itu ada nama-nama, dan bukan hanya ciri-ciri dan syarat-syarat saja. Kita tidak dapat menyelidiki isi kitab itu, atau mengetahui nama-nama siapa saja yang tertulis di dalamnya. Akan tetapi, dengan penilaian yang didasari kasih, kita bisa menyimpulkan bahwa siapa yang bekerja dalam pekabaran Injil, dan setia pada kepentingan Kristus dan jiwa-jiwa, maka nama-nama mereka terdaftar dalam kitab kehidupan.

III. Ia menasihati supaya mereka bersukacita dan bergembira dengan hati yang kudus di dalam Allah:
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (ay. 4). Segala sukacita kita harus bertumpu pada Allah. Dan pikiran-pikiran kita tentang Allah haruslah pikiran-pikiran yang menyenangkan. Bergembiralah karena TUHAN (Mzm. 37:4). Apabila bertambah banyak pikiran dalam batin kita (pikiran-pikiran yang mendukakan dan menyiksa), penghiburan-Nya menyenangkan jiwa kita (Mzm. 94:19), dan renungan kita pun manis kedengaran kepada-Nya (Mzm. 104:34). Perhatikanlah, sudah menjadi kewajiban dan hak istimewa kita untuk bersukacita di dalam Allah, dan bersukacita di dalam Dia senantiasa, pada segala waktu, dalam segala keadaan, bahkan pada saat kita menderita untuk Dia, atau menjadi susah oleh karena Dia. Kita tidak boleh berpikiran buruk tentang Dia atau jalan-jalan-Nya ketika kita mengalami kesulitan-kesulitan dalam melayani Dia. Pada Allah ada kecukupan yang dapat membuat kita bersukacita dalam keadaan-keadaan yang terburuk sekalipun di bumi ini. Rasul Paulus sudah mengatakan ini sebelumnya (3:1): Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Dan di sini ia mengatakannya lagi, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Sukacita dalam Allah adalah kewajiban yang besar dampaknya dalam kehidupan kristiani. Dan orang-orang Kristen perlu diingatkan berulang kali akan hal bersukacita itu. Jika orang baik tidak selamanya bisa bergembira, itu salah mereka sendiri.

IV. Di sini kita dinasihati untuk bersikap ramah dan lembut, dan bersikap baik terhadap saudara-saudara kita:
“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang (ay. 5). Dalam hal-hal yang tidak begitu penting, janganlah bersikap berlebih-lebihan. Hindarilah sikap ingin benar sendiri dan bermusuhan. Nilailah satu sama lain dengan kasih.” Kata to epieikes berarti kecenderungan baik terhadap orang lain. Dan sikap kebaikan hati ini dijelaskan dalam Roma 14. Sebagian orang memahaminya sebagai hal bersabar menanggung penderitaan, atau menikmati kebaikan duniawi secara terkendali. Dan jika demikian, itu sangat sesuai dengan ayat berikutnya (ay. 6). Alasannya adalah, Tuhan sudah dekat! Renungan akan dekatnya kedatangan Tuan kita, dan pertanggungjawaban kita yang terakhir, haruslah menahan kita untuk tidak memukuli sesama hamba, menopang kita di bawah penderitaan-penderitaan yang tengah kita alami, dan mengendalikan kesukaan-kesukaan kita pada kenikmatan lahiriah. “Ia akan mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuhmu, dan memberi upah atas kesabaranmu.”

V. Di sini ada peringatan terhadap kekhawatiran yang menggelisahkan (ay. 6):
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga. Ini ungkapan yang sama seperti yang terdapat dalam 25, janganlah kuatir akan hidupmu, yaitu hindarilah kecemasan dan pikiran yang mengganggu tentang kebutuhan-kebutuhan dan kesulitan-kesulitan hidup. Amatilah, sudah menjadi kewajiban dan kepentingan orang-orang Kristen untuk hidup tanpa kekhawatiran. Khawatir untuk bertekun adalah kewajiban kita, dan itu berarti membuat perkiraan secara bijak dan memberikan perhatian sebagaimana mestinya. Tetapi ada kekhawatiran karena kita ragu-ragu dan tidak percaya, dan itu adalah dosa dan kebodohan kita, yang hanya akan merisaukan dan mengganggu pikiran. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, sehingga dengan kekhawatiranmu itu kamu tidak mempercayai Allah dan membuat diri sendiri tidak layak untuk melayani-Nya.”

VI. Sebagai penangkal ampuh melawan kekhawatiran yang menggelisahkan, Rasul Paulus menyarankan supaya kita berdoa senantiasa:
Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Perhatikanlah,
            1. Kita tidak hanya harus memelihara waktu-waktu untuk berdoa, tetapi juga harus berdoa setiap ada keperluan: Dalam segala hal dengan doa. Ketika apa saja membebani roh kita, kita harus menenangkan pikiran kita dengan doa. Ketika urusan-urusan kita menjadi kacau atau gelisah, kita harus mencari petunjuk dan dukungan.
            2. Kita harus memadukan ucapan syukur dengan segala doa dan permohonan kita. Kita tidak hanya harus mencari persediaan-persediaan kebutuhan, tetapi juga harus memiliki tanda terima rahmat. Jika kita mensyukuri apa yang kita punya, maka itu menunjukkan bahwa kita mempunyai kecondongan pikiran yang benar, dan ini merupakan alasan yang kuat untuk berkat-berkat yang lebih banyak lagi.
            3. Doa berarti mempersembahkan keinginan-keinginan kita kepada Allah, atau memberitahukannya kepada Dia: Nyatakanlah keinginanmu kepada Allah. Bukan berarti bahwa Allah perlu diberi tahu kebutuhan-kebutuhan atau keinginan-keinginan kita, sebab Ia mengetahuinya secara lebih baik daripada yang bisa kita katakan kepada-Nya. Tetapi Ia ingin mengetahuinya dari kita, dan mau supaya kita menunjukkan perhatian dan kepedulian kita, mengungkapkan penghargaan kita terhadap rahmat-Nya dan rasa kebergantungan kita kepada-Nya.
            4. Dampak dari hal ini adalah bahwa damai sejahtera Allah akan memelihara hati kita (ay. 7). Damai sejahtera Allah, yaitu penghiburan yang kita rasakan karena kita didamaikan dengan Allah dan mempunyai kepentingan dalam kebaikan-Nya. Harapan akan berkat sorgawi dan keinginan untuk menikmati hadirat Allah di akhirat, yang melampaui segala akal, adalah kebaikan terbesar yang nilainya tidak terkatakan. Itu tidak pernah timbul di dalam hati manusia (1Kor. 2:9). Damai sejahtera ini akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Damai sejahtera itu akan menjaga kita untuk tidak berdosa di bawah permasalahan-permasalahan kita, dan tidak tenggelam di dalamnya. Damai sejahtera itu akan membuat kita tetap tenang dan terkendali, tidak diombang-ambingkan amarah, tetapi mendapat kepuasan batin. Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yes. 26:3).

VII. Kita dinasihati untuk memperoleh dan menjaga nama baik,
nama untuk hal-hal yang baik yang ada pada Allah dan orang-orang baik: Semua yang benar, semua yang mulia (ay. 8). Kita harus memperhatikan supaya perkataan dan perbuatan kita benar, dan perilaku kita sopan dan pantas, sesuai dengan tempat dan keadaan hidup kita. Semua yang adil, semua yang suci yang sesuai dengan kaidah-kaidah keadilan dan kebenaran dalam berhubungan dengan orang lain, tanpa adanya ketidakmurnian dan campuran dengan dosa. Semua yang manis, semua yang sedap didengar, yaitu semua yang menyenangkan. Itu akan membuat kita dicintai orang lain, dan mereka pun akan mengatakan serta memikirkan yang baik-baik tentang kita. Semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji - apa saja yang betul-betul bajik dan layak dipuji.

Amatilah,
            1. Rasul Paulus ingin supaya orang-orang Kristen mempelajari apa saja yang baik dari sesama mereka yang kafir: “Semua yang disebut kebajikan, pikirkanlah semuanya itu - tirulah apa yang betul-betul unggul pada mereka, dan janganlah sampai mereka melebihi kamu dalam kebaikan apa saja.” Kita tidak boleh malu mempelajari hal baik apa saja dari orang-orang jahat, atau orang-orang yang tidak memiliki berbagai keuntungan seperti kita.

            2. Kebajikan terpuji dengan sendirinya, dan akan dipuji. Kita harus hidup dalam semua jalan kebajikan, dan tinggal di dalamnya. Maka, entah datang dari manusia atau tidak, pujian akan datang dari Allah (Rm. 2:29). Dalam kesemuanya ini, Rasul Paulus menawarkan dirinya kepada mereka sebagai teladan (ay. 9): Apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Perhatikanlah, ajaran dan kehidupan Paulus adalah dua hal yang sejalan. Apa yang mereka lihat padanya adalah sama dengan apa yang mereka dengar darinya. Ia bisa mengajukan dirinya dan juga ajarannya untuk mereka contoh. Kata-kata kita kepada orang lain akan bertambah kuat apabila kita bisa meminta mereka untuk melihat apa yang ada pada kita. Dan inilah cara supaya Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kita sekalian - yaitu dengan senantiasa menjalankan kewajiban kita kepada-Nya. Tuhan beserta kita selama kita beserta Dia.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 9 Juli 2023 - BERSYUKUR KARENA BERKAT TUHAN ALLAH - Mazmur 65:1-14

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 1 Juli 2023 – Dipilih Untuk Memberitakan Perbuatan Tuhan – 1 Petrus 2:9-10




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,