gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 582 kali
Download MP3 Music
Kejadian 8:21-22
8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Penjelasan:
* Allah dengan penuh rahmat berkenan pada ungkapan syukur Nuh. Ini sudah menjadi aturan tetap di zaman bapa-bapa leluhur: Jika engkau berbuat baik, engkau akan diterima. Demikianlah Nuh diterima. Sebab,

    1. Allah amat berkenan pada ibadahnya itu (ay. 21). Ia mencium persembahan yang harum itu, atau, seperti dalam bahasa Ibraninya, bau harum peristirahatan dari persembahan itu. Sama seperti, setelah menjadikan dunia pada mulanya di hari ketujuh, Ia beristirahat dan disegarkan, demikian pula, sekarang setelah memperbaharuinya, Ia beristirahat pada korban ketujuh. Ia amat berkenan pada semangat Nuh yang saleh, dan pada permulaan-permulaan yang menjanjikan dari dunia baru ini, seperti halnya manusia senang dengan bau yang harum dan wangi. Meskipun korbannya sedikit, itu sesuai dengan kemampuannya, dan Allah menerimanya. Setelah membuat murka-Nya berdiam atas dunia orang-orang berdosa, di sini Ia membuat kasih-Nya berdiam atas sedikit orang percaya yang tersisa ini.

    2. Dalam kesempatan ini, Ia bertekad untuk tidak pernah menenggelamkan dunia lagi. Dalam hal ini pandangan-Nya tidak tertuju pada korban Nuh melainkan terlebih pada korban Kristus sendiri, yang diperlambangkan dan diwakilkan olehnya, dan yang memang merupakan persembahan dan korban yang harum (Ef. 5:2). Keamanan yang pasti di sini diberikan, dan apa yang bisa diandalkan itu adalah,
        (1) Bahwa penghakiman ini tidak akan pernah diulangi. Nuh mungkin berpikir, “Untuk apa dunia diperbaiki apabila, dalam segala kemungkinan, oleh karena kefasikannya, dunia akan dengan cepat dihancurkan secara serupa lagi?” “Tidak,” firman Allah, “dunia tidak akan dihancurkan seperti itu lagi.” Dikatakan dalam pasal 6:6, menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, tetapi sekarang di sini Ia berbicara seolah-olah Ia menyesal bahwa Ia telah menghancurkan manusia. Namun, tidak satu pun dari kedua pernyataan ini berarti bahwa ada perubahan pada pikiran-Nya. Sebaliknya, ini berarti bahwa ada perubahan pada jalan-Nya. Menyesallah Dia atas apa yang terjadi pada hamba-hamba-Nya (Ul. 32:36, KJV; TB: Ia merasa sayang kepada hamba-hamba-Nya -" pen.).
        (2) Bahwa peredaran alam tidak akan pernah diputuskan (ay. 22): “ Selama bumi masih ada, dan manusia hidup di atasnya, akan selalu ada musim dingin dan panas (bukan seluruhnya musim dingin seperti yang terjadi pada tahun terakhir ini), siang dan malam,” bukan seluruhnya malam, seperti yang mungkin terjadi selama hujan turun. Di sini,
            [1] Dengan jelas ditunjukkan bahwa bumi ini tidak akan selalu ada. Bumi, dan segala isinya, akan segera dibakar habis. Dan kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, ketika semua ini harus dilenyapkan. Tetapi,
            [2] Selama bumi masih ada, pemeliharaan Allah akan dengan hati-hati mempertahankan pergantian waktu dan musim secara teratur, dan membuat mereka mengetahui tempat mereka masing-masing. Berkat inilah dunia masih berdiri, dan roda alam tetap pada jalurnya. Lihatlah di sini betapa waktu bisa diubah, tetapi juga betapa ia tidak bisa diubah. Pertama, peredaran alam selalu berubah. Seperti halnya waktu, demikian pula peristiwa-peristiwa di dalam waktu tunduk pada perubahan-" siang dan malam, musim dingin dan musim panas, datang silih berganti. Di sorga dan neraka tidak demikian, tetapi di bumi Allah menetapkan yang satu berpadanan dengan yang lain. Kedua, namun peredaran alam itu tidak pernah berubah. Peredaran itu tetap dalam ketidaktetapan ini. Musim-musim ini tidak pernah berhenti, dan juga tidak akan berhenti, selama matahari terus menjadi pengukur waktu yang begitu tetap, dan bulan menjadi suatu saksi yang setia di awan-awan. Inilah kovenan Allah dengan siang dan dengan malam, yang ketetapannya disebutkan untuk meneguhkan iman kita akan kovenan anugerah, yang sama-sama tidak dapat dilanggar (Yer. 33:20-21). Kita melihat bahwa janji-janji Allah kepada makhluk ciptaan ditepati dengan baik, dan dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa janji-janji-Nya kepada semua orang percaya juga akan demikian.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah MTPJ GMIM 11-17 JUNI 2023 - SEMUA ORANG KRISTEN TERPANGGIL MEMBERITAKAN INJIL - Lukas 5:1-11

Sebelum:
RHK GMIM Senin, 5 Juni 2023 – Lestarikan Alam Dan Mahluk Ciptaan-Nya – Kejadian 8:6-9




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,