|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 11 Juni 2023 Khotbah MTPJ GMIM 11-17 JUNI 2023 - SEMUA ORANG KRISTEN TERPANGGIL MEMBERITAKAN INJIL - Lukas 5:1-11 Lukas 5:1-11 Penjala ikan menjadi penjala manusia 5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Penjelasan: * Petrus, Yakobus, dan Yohanes Dipanggil Mengikut Yesus (5:1-11) Perikop ini memaparkan peristiwa yang terjadi sebelum kedua mujizat yang diceritakan dalam bagian akhir pasal sebelumnya terjadi, yaitu kisah sama yang disinggung secara singkat saja oleh Matius dan Markus, tentang bagaimana Kristus memanggil Petrus dan Andreas menjadi penjala manusia (Mat. 4:18; Mrk. 1:16). Penulis Injil Matius dan Injil Markus tidak menceritakan tentang penangkapan banyak ikan yang terjadi dengan begitu ajaib itu, karena yang mereka utamakan hanyalah pemanggilan murid-murid Kristus tersebut, tetapi di sini Lukas memaparkan kisah itu sebagai salah satu tanda yang Yesus berikan di hadapan para murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab-kitab sebelumnya (Yoh. 20:30-31). I. Betapa banyaknya kumpulan orang yang hadir untuk mendengarkan khotbah Kristus: orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah (ay. 1), begitu banyaknya sampai-sampai tidak ada satu rumah pun yang cukup untuk menampung mereka semua, sehingga Ia terpaksa menggiring mereka ke tepi pantai supaya mereka diingatkan kembali akan janji yang diberikan kepada Abraham, yaitu bahwa keturunannya akan seperti pasir di tepi laut (Kej. 22:17), namun hanya sisanya yang akan diselamatkan (Rm. 9:27). Orang banyak berjubel di sekeliling-Nya (begitulah arti kata yang dipakai di sini); mereka menghormati khotbah-Nya, tetapi berlaku agak tidak sopan terhadap sang Pengkhotbah sendiri. Namun, tidak mengapalah, sebab mereka ramai mengerumuni Dia. Sebagian orang bisa saja menganggap hal ini sebagai suatu hal yang merendahkan Dia, sebab Ia hanya dielu-elukan oleh rakyat kecil, sementara tidak satu pun penguasa atau orang Farisi percaya pada-Nya. Akan tetapi, Ia sendiri menganggapnya sebagai sebuah kehormatan, sebab jiwa orang-orang itu sama berharganya dengan jiwa para pembesar, dan sasaran-Nya adalah bukan untuk membawa banyak orang yang terpandang, melainkan untuk membawa banyak orang ke hadapan Allah. Telah dinubuatkan mengenai Dia bahwa kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. Kristus adalah seorang pengkhotbah yang terkenal, dan meskipun pada saat baru berusia dua belas tahun Ia telah memiliki hikmat untuk berdebat dengan para alim ulama, namun pada umur tiga puluh tahun Ia memilih untuk berkhotbah pada rakyat jelata. Lihatlah bagaimana orang rela menyusahkan diri untuk menyambut kabar baik: mereka berkerumun untuk mendengarkan firman Allah. Mereka meyakini khotbah-Nya sebagai firman Allah oleh karena ada bukti dan kuasa ilahi yang menyertainya, sehingga mereka pun ingin sekali mendengarnya. II. Betapa sederhananya sarana yang dimiliki Kristus untuk berkhotbah: Ia berdiri di pantai danau Genesaret (ay.1), sejajar dengan kerumunan orang itu sehingga mereka pun tidak dapat melihat atau pun mendengar-Nya. Dia benar-benar berbaur di antara mereka, dan setiap orang berebut untuk berdekatan dengan-Nya sehingga Dia pun terdesak-desak, dan bisa saja terdorong ke dalam danau. Apa yang harus Ia perbuat? Kelihatannya, tidak satu pun dari para pendengar-Nya memiliki sarana untuk membantu-Nya, tetapi di sana ada dua perahu, atau kapal nelayan, yang tengah menepi, yang satu milik Simon dan Andreas, dan yang lainnya kepunyaan Zebedeus dan anak-anaknya (ay. 2). Pada mulanya, Kristus melihat Petrus dan Andreas tengah menjala ikan dari kejauhan (begitulah yang dikatakan dalam Matius 4:18), tetapi Ia menunggu sampai mereka tiba di darat, sampai nelayan-nelayannya, yaitu pembantu-pembantu mereka, telah turun dan selesai membasuh jalanya dan menebarnya pada saat itu. Lalu, Kristus menaiki perahu Simon dan memintanya supaya mau meminjamkan perahu itu sebagai mimbar khotbah-Nya. Sekalipun Kristus berkuasa untuk memerintah Simon, tetapi karena kasih-Nya, Ia lebih memilih memintanya untuk menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai, yang akan membuat suara-Nya sedikit lebih susah didengar namun sosok-Nya lebih mudah untuk dilihat. Hal tersebut melambangkan bagaimana Ia diangkat tinggi supaya Ia bisa menarik manusia datang kepada-Nya. Hikmat berseru-seru di tempat-tempat yang tinggi (Ams. 8:2). Hal ini menunjukkan bahwa Kristus memiliki suara yang nyaring (begitu nyaringnya sampai-sampai orang mati pun dapat mendengar-Nya), dan bahwa Ia tidak suka mementingkan diri sendiri. Di atas perahu itulah Ia duduk dan mengajar orang banyak mengenai pengetahuan akan Tuhan. III. Betapa karibnya sikap Kristus terhadap para nelayan itu. Sebelumnya, mereka juga pernah berbincang-bincang dengan Dia, dimulai pada waktu pembaptisan Yohanes (Yoh. 1:40-41); mereka ada bersama-sama dengan-Nya di Kana yang di Galilea (Yoh. 2:2), dan juga di Yudea, namun sampai saat itu mereka belum dipanggil untuk menjadi pengikut tetap Kristus, sehingga di sini pun diceritakan bahwa mereka sedang melakukan pekerjaan mereka sehari-hari, dan pada saat itulah mereka dipanggil ke dalam persekutuan yang erat dengan Kristus. . Saat Kristus telah selesai berkhotbah, Ia pun menyuruh Petrus untuk kembali bekerja sesuai dengan mata pencariannya: Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan (ay. 4). Waktu itu bukan hari Sabat, sehingga Ia pun segera menyuruh mereka bekerja lagi setelah khotbah-Nya selesai. Melakukan kegiatan ibadah pada hari-hari kerja hanya menyita sedikit saja dari waktu kita, tetapi mendatangkan kebaikan pada watak pikiran kita dalam melakukan tugas sehari-hari. Betapa besar sukacita yang dapat kita rasakan saat kita berkeliling melakukan pekerjaan kita setelah berada di gunung dengan Allah, dan kita pun akan mendapatkan berkat yang berlipat ganda dalam pekerjaan kita di dunia ini, dan dengan begitu, kita telah menguduskan pekerjaan kita itu melalui firman dan doa. Kita memiliki tugas dan kewajiban untuk bertindak bijaksana dalam mengatur supaya kegiatan ibadah kita sejalan dengan urusan pekerjaan kita. Kita harus mengatur urusan pekerjaan kita supaya jangan sampai menghalangi kegiatan ibadah kita. . Setelah Petrus menyimak khotbah Kristus, Kristus pun menyertai dia dalam kegiatannya menjala ikan. Petrus ada bersama-sama dengan Kristus di tepi pantai, dan kini Kristus pun hendak ikut bertolak ke tempat yang dalam bersamanya. Perhatikan, Kristus akan setia menyertai mereka yang mau menjadi pengikut setia-Nya. . Kristus menyuruh Petrus dan orang-orang di kapalnya untuk menebarkan jala di danau, yang segera mereka patuhi, meskipun mereka telah bekerja keras sepanjang malam dan tidak berhasil menangkap apa-apa (ay. 4-5). Kita memperhatikan di sini: (1) Betapa sulitnya usaha mereka saat itu: "Guru, kami telah bekerja keras sepanjang malam, padahal seharusnya kami bisa beristirahat, dan kami tidak menangkap apa-apa, padahal kami telah berusaha dengan susah payah." Pasti orang pun akan memaklumi jika mereka tidak mau ikut mendengarkan khotbah. Namun, mereka begitu gemar akan firman Allah sampai-sampai bagi mereka, firman itu lebih menyegarkan dan menguatkan daripada tidur sejenak setelah bekerja keras sepanjang malam. Tetapi mereka kini menyinggung-nyinggungnya lagi saat Kristus menyuruh mereka untuk kembali menangkap ikan. (2) Betapa taatnya mereka akan perintah Kristus: Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. [1] Meskipun mereka telah bekerja keras sepanjang malam, tetapi mereka tetap bersedia mengulanginya lagi jika Kristus menghendaki demikian, sebab mereka tahu bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru, sebagaimana tangan mereka mendapat kekuatan lagi untuk melakukan pekerjaan mereka kembali, sebab anugerah yang mencukupi selalu menyertai setiap pelayanan yang baru. [2] Meskipun mereka belum menangkap apa-apa, tetapi jika Kristus menyuruh mereka menebarkan jala lagi, mereka pun dapat berharap untuk berhasil menangkap sesuatu. Perhatikan, kita tidak boleh begitu saja meninggalkan sebuah pekerjaan yang telah menjadi panggilan kita hanya karena kita belum berhasil mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Para pelayan Injil harus terus menebarkan jala itu, meskipun mereka telah bekerja keras cukup lama tetapi belum mendapatkan apa-apa. Terus bertekun dalam tugas kita tanpa putus asa meskipun kita belum melihat hasilnya merupakan sebuah tindakan yang terpuji. [3] Dalam hal ini, mata mereka tertuju pada perkataan Kristus dan mereka pun mengandalkan firman itu, "Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga, karena Engkau yang memerintahkan-Nya dan mendorong kami untuk melakukannya." Jadi, bila kita patuh mengikuti arahan firman Kristus, maka kita pun akan berhasil. . Jumlah ikan yang mereka tangkap pada waktu itu benar-benar di luar pikiran manusia, sehingga hal itu pun dianggap sebagai sebuah mujizat (ay. 6): Mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak, tetapi anehnya, mereka tidak kehilangan tangkapan mereka itu. Tangkapan mereka itu begitu banyaknya sampai-sampai mereka tidak mampu menghelanya dengan tangan mereka dan harus memberi isyarat kepada teman-teman mereka, yang sedang berada jauh dari mereka, supaya datang dan membantu mereka (ay. 7). Tetapi, bukti yang paling kuat mengenai jumlah ikan yang luar biasa itu adalah bahwa mereka memenuhi kedua perahu tersebut dengan ikan sampai-sampai bebannya terlalu banyak sehingga mereka hampir tenggelam, sampai-sampai ikan tersebut hampir hilang lagi karena berat mereka yang berlebihan. Demikianlah, banyak harta yang terlalu berlebihan, yang didapat dengan mudah, bisa kembali lagi ke tempat asalnya. Sekiranya masing-masing perahu itu beratnya hanya lima atau enam ton, bayangkan betapa banyaknya ikan yang ditangkap itu, sampai-sampai dapat memenuhi, bahkan menjubeli kedua perahu tersebut!
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Kamis, 15 Juni 2023 – Yesus Kristus Adalah Tuhan - Lukas 5:8-9 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 10 Juni 2023 – Persembahkan Hidup Yang Berbau Harum - Kejadian 8:21-22 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,