gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 579 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Senin, 29 Mei 2023

RHK GMIM Senin, 29 Mei 2023 – Tuhan Allah Kita Sungguh Ajaib – Kisah Para Rasul 2:2-3
And suddenly there came a sound from heaven, as of a rushing mighty wind, and it filled the whole house where they were sitting.

Kisah Para Rasul 2:2-3

2 Kage-kage dapa dengar ada bunyi dari langit sama deng angin yang da batiop kancang. De pe bunyi pe kuat skali sampe dapa dengar di samua tampa di ruma tu dorang da dudu bakumpul.
3 Kong dorang dapa lia api yang de pe model sama deng lida-lida yang tasebar kong brenti di atas pa dorang masing-masing.

2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:2 And suddenly there came a sound from heaven, as of a rushing mighty wind, and it filled the whole house where they were sitting.
2:3 Then there appeared to them divided tongues, as of fire, and [one] sat upon each of them.

Penjelasan:
* Kis 2:3 - lidah-lidah seperti nyala api // bertebaran

Yang kelihatan sebetulnya bukan lidah-lidah api tetapi lidah-lidah seperti nyala api. Tanda yang kelihatan itu adalah sesuatu yang hanya dapat disamakan dengan nyala api yang bertebaran menjadi lidah-lidah yang hinggap di atas setiap murid yang ada di ruangan itu. Banyak penafsir memahami peristiwa ini sebagai penggenapan dari janji Yohanes mengenai baptisan dengan api (Luk. 3:16). Tetapi. tidak ada api pada hari Pentakosta ini hanya sesuatu yang seperti api dan konteks di dalam Injil menunjukkan bahwa baptisan dengan api ialah penghukuman atas orang-orang yang menolak Mesias - pembakaran sekam dengan api yang tidak dapat dipadamkan.


* Bagaimana, dan dengan cara apa, Roh Kudus turun ke atas mereka.

Kita sering kali membaca dalam Perjanjian Lama tentang turunnya Allah di dalam awan. Seperti ketika Ia pertama-tama melawat kemah suci, dan sesudah itu Bait Allah, yang menunjukkan kegelapan dari tata aturan pada zaman itu. Dan Kristus naik ke sorga di dalam awan, untuk menunjukkan betapa kita tetap berada dalam kegelapan mengenai dunia atas. Tetapi Roh Kudus tidak turun di dalam awan. Sebab, Ia harus menghalau dan menyerakkan awan-awan yang menggelapkan pikiran manusia, dan membawa terang ke dalam dunia.

    1. Di sini ada panggilan-panggilan yang bisa didengar, yang diberikan kepada mereka untuk menggugah pengharapan-pengharapan mereka akan sesuatu yang besar (ay. Kis 2:2). Di sini dikatakan,
        (1) Bahwa terjadinya tiba-tiba, tidak timbul secara perlahan, seperti angin biasanya berembus, tetapi langsung kencang seketika. Datangnya lebih cepat daripada yang mereka harapkan, dan bahkan membingungkan orang-orang yang sedang berkumpul bersama-sama untuk menunggu, dan mungkin untuk melakukan suatu ibadah.
        (2) Itu adalah suatu bunyi dari langit, seperti bunyi guruh (Why. 6:1). Allah dikatakan mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya (Mzm. 135:7), dan mengumpulkan angin dalam genggam-Nya (Ams. 30:4). Dari Dialah bunyi ini datang, seperti suara orang yang berseru-seru, persiapkanlah jalan untuk Tuhan.
        (3) Itu adalah bunyi angin, sebab jalan Roh adalah seperti jalan angin (Yoh. 3:8), engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Ketika Roh hidup hendak memasuki tulang-tulang yang kering, sang nabi disuruh untuk bernubuat kepada nafas hidup (KJV: “bernubuat kepada angin”): Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin (Yeh. 37:9). Dan meskipun bukan di dalam angin Tuhan datang kepada Elia, namun angin mempersiapkan dia untuk menerima penyataan Allah akan diri-Nya sendiri dalam bunyi angin sepoi-sepoi basa (1Raj. 19:11-12, KJV: dalam suara yang tenang dan lirih -" pen.). Allah berjalan dalam puting beliung dan badai (Nah. 1:3), dan dari angin puting beliung Ia berbicara kepada Ayub.
        (4) Itu adalah tiupan angin keras. Suara itu keras dan kencang, dan datang tidak hanya dengan bunyi yang keras, tetapi juga dengan kekuatan yang dahsyat, seolah-olah hendak merubuhkan semua yang ada di hadapannya. Hal ini untuk menandakan pengaruh-pengaruh dan pekerjaan-pekerjaan yang penuh kuasa dari Roh Allah atas pikiran manusia, dan dengan demikian atas dunia, bahwa mereka, melalui kuasa Allah, sanggup untuk meruntuhkan pikiran-pikiran.
        (5) Tiupan angin itu memenuhi bukan hanya ruangan itu, melainkan juga seluruh rumah, di mana mereka duduk. Mungkin tiupan itu membuat takut seluruh kota, tetapi, untuk menunjukkan bahwa peristiwa itu bersifat adikodrati, tiupan angin itu hanya berembus pada rumah itu: seperti sebagian orang berpikir bahwa angin yang dikirim untuk menangkap Yunus hanya berembus pada kapal yang ditumpanginya (Yun. 1:4), dan seperti bintang orang-orang bijak berhenti menaungi rumah di mana Sang Anak berada. Hal ini akan memberikan arah bagi orang-orang yang mengamatinya ke mana mereka harus pergi untuk mencari tahu maksud dari itu semua. Angin yang memenuhi rumah ini akan membuat murid-murid terkagum-kagum, dan membantu mereka bersikap sangat sungguh-sungguh, hormat, dan tenang, untuk menerima Roh Kudus. Demikianlah, bila Roh menginsafkan orang, maka itu membuka jalan bagi datangnya penghiburan-penghiburan-Nya. Dan embusan-embusan yang keras dari angin yang penuh berkat itu mempersiapkan jiwa bagi tiupannya yang lembut dan halus.
    2. Di sini ada tanda yang bisa terlihat oleh mata dari karunia yang akan mereka terima. Mereka melihat lidah-lidah seperti nyala api (ay. Kis 2:3), dan ia hinggap -" ekathise. Bukan mereka, lidah-lidah itu, yang hinggap, tetapi Ia, yakni Roh itu, hinggap pada setiap orang dari mereka, seperti Ia dikatakan hinggap pada nabi-nabi di zaman dulu. Atau, sebagaimana Dr. Hammond menggambarkannya, “Tampak ada sesuatu seperti nyala api yang menerangi pada setiap orang dari mereka, nyala api yang terbagi-bagi, dan dengan demikian berbentuk mirip seperti lidah-lidah, dari bagian ujungnya yang terbagi-bagi atau terbelah-belah.” Nyala lilin tampak seperti lidah. Dan ada meteor yang oleh para ahli ilmu alam disebut ignis lambens -" nyala api yang lembut, bukan api yang menghanguskan. Seperti itulah nyala api ini. Amatilah,
        (1) Ada tanda yang jelas bisa dirasakan oleh indra, untuk meneguhkan iman para murid itu sendiri, dan untuk meyakinkan orang lain. Demikianlah, misi yang pertama dari nabi-nabi pada zaman dulu sering kali diteguhkan oleh tanda-tanda, agar seluruh Israel tahu bahwa mereka adalah nabi-nabi yang sudah ditentukan.
        (2) Tanda yang diberikan adalah api, agar perkataan Yohanes Pembaptis tentang Kristus bisa dipenuhi, Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Dengan Roh Kudus seperti dengan api. Sekarang mereka, pada hari raya Pentakosta, sedang merayakan diberikannya hukum Taurat di Gunung Sinai. Dan sama seperti hukum Taurat diberikan di dalam api, dan oleh sebab itu disebut sebagai hukum berapi, demikian pula pula dengan Injil. Misi Yehezkiel diteguhkan dengan penglihatan bara api yang menyala (Yeh. 1:13), dan misi Yesaya dengan bara api yang menyentuh bibirnya (Yes. 6:7). Roh, seperti api, meluluhkan hati, memisahkan dan membakar sekam, dan menyalakan kesalehan serta ketaatan di dalam jiwa, yang di dalamnya, seperti di dalam api di atas mezbah, korban-korban rohani dipersembahkan. Inilah api yang hendak dilemparkan Kristus ke bumi dengan kedatangan-Nya (Luk. 12:49).
        (3) Api ini tampak dalam lidah-lidah yang terbelah. Pekerjaan-Pekerjaan Roh itu banyak. Salah satunya adalah berbicara dalam berbagai lidah, dan dikhususkan sebagai petunjuk pertama dari karunia Roh Kudus, dan pekerjaan itulah yang dirujuk oleh tanda ini.
            [1] Yang tampak itu adalah lidah-lidah. Sebab dari Roh kita mendapat firman Allah, dan dengan-Nya Kristus akan berbicara kepada dunia. Dan Ia memberikan Roh kepada murid-murid bukan hanya untuk memperlengkapi mereka dengan pengetahuan, melainkan juga untuk memperlengkapi mereka dengan kuasa untuk memberitakan dan menyatakan kepada dunia apa yang mereka ketahui. Sebab kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
            [2] Lidah-lidah ini terbelah, untuk menandakan bahwa Allah dengan cara ini akan membagi-bagikan kepada semua bangsa pengetahuan tentang anugerah-Nya, seperti Dia dikatakan sudah membagikan kepada mereka, melalui pemeliharaan-Nya, terang benda-benda langit (Ul. 4:19). Lidah-lidah itu terbagi, namun mereka tetap berkumpul dengan sehati. Sebab bisa saja ada kesatuan hati yang tulus sekalipun ungkapannya beragam. Dr. Lightfoot mengamati bahwa terbaginya lidah-lidah di Babel merupakan suatu pengusiran terhadap orang-orang kafir. Sebab ketika mereka sudah kehilangan satu-satunya bahasa yang hanya dengannya Allah dibicarakan dan diberitakan, mereka benar-benar kehilangan pengetahuan akan Allah dan agama, dan jatuh ke dalam penyembahan berhala. Tetapi sekarang, setelah lebih dari dua ribu tahun, Allah, dengan membagi-bagi lidah juga, memulihkan pengetahuan akan diri-Nya kepada bangsa-bangsa.
        (4) Api ini hinggap pada mereka selama beberapa waktu, untuk menunjukkan bahwa Roh Kudus tetap diam bersama-sama dengan mereka. Karunia-karunia nubuatan pada zaman dulu jarang diberikan dan hanya sekali-sekali, tetapi murid-murid Kristus selalu mempunyai karunia-karunia Roh bersama-sama dengan mereka, meskipun tandanya, bisa kita duga, segera menghilang. Entah nyala-nyala api ini hinggap dari satu orang ke orang lain, atau ada nyala api pada tiap-tiap orang, tidaklah pasti. Tetapi nyala-nyala api itu tentulah kuat dan terang, sehingga tampak pada siang hari, seperti yang kita lihat sekarang, sebab hari sudah betul-betul siang.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Jumat, 2 Juni 2023 – Beritakan Injil Dengan Bahasa Dimengerti – Kisah Para Rasul 2:8-11

Sebelum:
Khotbah MTPJ GMIM Minggu, 28 Mei 2023 - Kepenuhan Roh Kudus - Kisah Para Rasul 2:1-13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,