gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 669 kali
Download MP3 Music
Selasa, 18 April 2023
TETAP MEMANDANG KEPADA DIA
Mazmur 16:1-6

Mazmur 16:1-6
Bahagia orang saleh
16:1 Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 16:2 Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" 16:3 Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. 16:4 Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku. 16:5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. 16:6 Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Penjelasan:
* Mzm 16:1-7 - Iman yang Mempercayai; Penyucian Diri Bagi Allah

Mazmur ini menceritakan sedikit tentang Daud, tetapi lebih banyak tentang Kristus.

Mazmur ini diawali dengan ungkapan bakti yang bisa ditujukan kepada Kristus, tetapi diakhiri dengan keyakinan yang begitu besar akan kebangkitan (dan begitu terperincinya sampai-sampai ditegaskan bahwa kebinasaan pun akan dicegah) yang hanya boleh ditujukan kepada Kristus, kepada Dia saja, dan tidak bisa dipahami sebagai ditujukan kepada Daud, sebagaimana yang telah diamati oleh Rasul Petrus dan Rasul Paulus (Kis. 2:24; 13:36). Sebab, Daud mati dan dikuburkan, dan melihat kebinasaan.

I. Daud membicarakan dirinya sendiri sebagai bagian dari Kristus, dan karena itulah dia mewakili semua orang Kristen yang saleh, menyatakan keyakinannya dalam Allah (ay. 1), kesehatiannya dengan Allah (ay. 2), kasih sayangnya kepada umat Allah (ay. 3), ketaatannya untuk menyembah Allah dengan cara yang benar (ay. 4), dan seluruh kebanggaan serta kepuasannya di dalam Allah serta bagian yang didapatnya di dalam Dia (ay. 5-7).

II. Dia membicarakan dirinya sendiri sebagai gambaran dari Kristus, sehingga ia pun mewakili pribadi Kristus sendiri, yang kepada-Nya semua bagian selebihnya dari mazmur ini dengan jelas dan panjang lebar ditujukan (Kis. 2:25, dst.). Daud berkata tentang Dia (dan bukan tentang dirinya sendiri), “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan.”. Dan sebagai seorang nabi, inilah yang ia katakan (ay. Kis. 2:30-31).

Dia berkata-kata,
        1. Mengenai hadirat istimewa Allah yang menyertai Sang Penebus di dalam pelayanan dan penderitaan-Nya (ay. 8).
        2. Mengenai pengharapan yang akan diperoleh Sang Penebus dari kebangkitan-Nya dan kemuliaan yang mengikuti setelah itu, yang menyokong-Nya di dalam menunaikan tugas-Nya dengan penuh sukacita (ay. 9-11).

* Iman yang Mempercayai; Penyucian Diri Bagi Allah (16:1-7)

Mazmur ini diberi judul Miktam, yang diterjemahkan sebagian orang sebagai mazmur emas, yang sangat berharga dan harus kita hargai lebih daripada emas. Ya, bahkan lebih daripada emas murni, sebab mazmur ini menjelaskan dengan amat jelas mengenai Kristus dan kebangkitan-Nya. Dialah harta sejati yang tersembunyi di ladang Perjanjian Lama.

I. Di sini Daud berlari ke dalam perlindungan Allah dengan keyakinan mendalam dan hati riang (ay. 1): “Jagalah aku, ya Allah! dari maut, dan terutama dari dosa-dosa yang terus menerus menggempurku. Sebab pada-Mu, dan hanya pada-Mu saja, aku berlindung.” Orang-orang dengan iman menyerahkan diri ke dalam pemeliharaan ilahi dan berserah kepada bimbingan ilahi memiliki alasan untuk mengharap-harapkan berkat penyerahan dirinya itu. Hal ini dapat diterapkan kepada Kristus, yang berdoa, Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini, dan Ia percaya kepada Allah, bahwa Allah akan menyelamatkan-Nya.

II. Daud menyatakan dengan sungguh rasa baktinya kepada Allah sebagai Allahnya (ay. 2): “Aku berkata kepada TUHAN: Engkaulah Tuhanku, dan karena itulah aku berani mempercayai-Nya.”
            Perhatikanlah:
            1. Mengakui Tuhan sebagai Tuhan kita merupakan kewajiban dan kepentingan setiap dari kita. Kita wajib tunduk kepada-Nya, dan melekat erat kepada-Nya. Adonai berarti Penopangku, kekuatan hatiku.
            2. Hal itu harus dilakukan dengan jiwa kita: “Oh jiwaku! Engkau telah mengatakannya.” Mengikat janji dengan Allah haruslah disertai kesungguhan hati. Segala yang ada di dalam diri kita harus ikut dilibatkan di dalamnya.
            3. Orang-orang yang telah menetapkan Allah sebagai Allah mereka harus kerap mengingatkan diri mereka sendiri mengenai apa yang telah mereka putuskan itu. “Sudahkah engkau berkata kepada Tuhan, Engkaulah Tuhanku? Katakanlah sekali lagi, berteguhlah di dalamnya dan jangan pernah menarik kembali ucapanmu itu. Sudahkah engkau mengatakannya? Kecaplah penghiburan dari pengakuanmu itu dan jalanilah kehidupanmu sesuai dengannya. Dia adalah Tuhanmu, jadi sembahlah Dia dan biarlah matamu selalu tertuju kepada-Nya.”

III. Daud membaktikan dirinya untuk kehormatan Allah melalui pelayanannya bagi para orang-orang kudus (ay. 2-3): Kebajikanku tiada sampai kepada-Mu , melainkan kepada orang-orang kudus.

IV. Daud menolak pemujaan terhadap segala allah palsu dan segenap persekutuan dengan para penyembahnya (ay. 4).
            Di sini:
            1. Dia menyatakan kutukan yang akan menimpa para penyembah berhala, yang bergiat memburu allah lain, tergila-gila kepada berhala-berhala mereka dan terus mengejar mereka seakan-akan berhala-berhala itu akan lolos dari mereka: Bertambah besar kesedihan mereka, baik oleh karena penghakiman dari Allah yang benar, yang mereka timpakan sendiri karena meninggalkan-Nya, maupun oleh karena kekecewaan terhadap ilah-ilah palsu yang mereka puja. Orang-orang yang menyembah banyak ilah mendatangkan banyak kedukaan pula bagi diri sendiri. Sebab, siapa pun yang berpikir bahwa satu Allah itu tidak cukup, dia akan menemukan bahwa dua ilah justru terlalu banyak, tetapi masih juga akan merasa seratus ilah tidak cukup-cukup pula.
            2. Dia mengumandangkan tekadnya untuk tidak berurusan apa pun dengan mereka dan dengan pekerjaan kegelapan mereka yang sia-sia: “Tiada aku mau mencucurkan persembahan minuman mereka itu yang dari pada darah adanya. Bukan saja karena korban curahan itu dipersembahkan kepada ilah-ilah palsu, tetapi juga karena korban curahan itu sendiri begitu menjijikkan.” Karena darah itu sifatnya menebus, meminumnya di mezbah Allah benar-benar merupakan sebuah tindakan terlarang, sehingga persembahan minuman dilakukan dengan anggur. Akan tetapi Iblis menyuruh para pemujanya meminum darah korban untuk mengajari mereka supaya menjadi kejam. “Aku tidak sudi memiliki urusan apa pun” (kata Daud) “dengan ilah-ilah yang haus darah itu, bahkan juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku dengan rasa senang ataupun rasa hormat.” Demikianlah kita juga harus membenci berhala dan penyembahan berhala dengan kebencian yang menyala-nyala. Beberapa orang menganggap hal tersebut juga berkaitan dengan Kristus dan tugas yang diemban-Nya. Tugas-Nya menunjukkan sifat dari korban yang Ia persembahkan (korban itu bukanlah darah lembu dan kambing yang dipersembahkan sesuai dengan hukum Taurat. Korban seperti itu tidak pernah dipanggil namanya, bahkan tidak pernah disebut-sebut oleh-Nya. Korban itu tiada lain adalah darah-Nya sendiri). Tugas-Nya itu juga menunjukkan kedukaan berlipat ganda yang dialami orang-orang Yahudi yang tidak percaya, yang bergiat mengejar raja lain, yaitu kaisar, dan masih juga terus bertekun menantikan mesias yang lain, yang sia-sia saja mereka cari.

V. Daud mengulangi keputusan bulatnya dalam memilih Allah sebagai bagian dan sukacitanya (ay. 5). Ia menikmati penghiburan yang ditimbulkan oleh pilihannya itu (ay. 6), dan memberi kemuliaan kepada Allah atas pilihannya itu (ay. 7). Perkataannya itu benar-benar menggambarkan bahasa jiwa yang saleh dan berbakti sedalam-dalamnya.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Rabu, 19 April 2023 – Hindari Sikap Larut Dalam Kesedihan – Yohanes 20:15

Sebelum:
RHK GMIM Senin, 17 April 2023 – Hindari Prasangka – Yohanes 20:12-13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,