gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 793 kali
Download MP3 Music
Yohanes 20:12-13
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Penjelasan:
* Yoh 20:12 - dua orang malaikat
Dia melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh kedua orang murid tadi dua orang malaikat. Hal itu juga dialami oleh perempuan yang lain (Luk. 24:22, 23).

* Yoh 20:13
Pada umumnya melihat malaikat akan membuat orang gentar. tetapi Maria terlalu bersedih sehingga tidak mampu merasakan hal yang lain. Dia berbalik dan pergi sebelum menerima pemberitahuan dari mereka bahwa Yesus telah bangkit (bdg. Mrk. 16:6).

*     Dilihatnya dua orang malaikat di kubur itu (ay. 12).
Perhatikanlah di sini:

. Gambaran tentang pribadi-pribadi yang dilihatnya. Mereka adalah dua orang malaikat berpakaian putih, yang sedang duduk (mungkin di atas bongkahan batu) yang seorang di sebelah kepala, dan yang lain di sebelah kaki, di tempat mayat itu.

        Di sini kita melihat:

            (1) Sifat mereka. Mereka adalah para malaikat, para utusan dari sorga, yang diutus untuk melakukan suatu tugas, pada kesempatan yang besar ini:
                [1] Untuk memuliakan Anak dan untuk menyemarakkan khidmat kebangkitan-Nya. Kini Anak Allah akan dibawa kembali ke dalam dunia, dan para malaikat mempunyai tugas untuk mengiringi-Nya, seperti yang mereka lakukan pada saat kelahiran-Nya (Ibr. 1:6).
                [2] Untuk menghibur orang-orang kudus. Untuk menyampaikan kata-kata penghiburan bagi mereka yang sedang berdukacita, dan, dengan memberitahukan kepada mereka bahwa Tuhan telah bangkit, untuk mempersiapkan hati mereka ketika mereka melihat-Nya.
            (2) Jumlah mereka: dua, bukan sejumlah besar bala tentara sorga, untuk menyanyikan kidung pujian, melainkan hanya dua, untuk memberikan kesaksian. Karena atas keterangan dua orang saksi, perkara ini tidak disangsikan.
            (3) Pakaian mereka: mereka berpakaian putih, yang menunjukkan:
                [1] Kemurnian dan kekudusan mereka. Ketika manusia-manusia terbaik yang berdiri di hadapan para malaikat, dibandingkan dengan mereka, tampaklah bahwa manusia itu mengenakan pakaian yang kotor (Za. 3:3), tetapi para malaikat sama sekali tidak bercela. Seperti itulah orang-orang kudus yang sudah dimuliakan, ketika nantinya mereka menjadi serupa dengan malaikat, akan berjalan bersama Kristus dengan berpakaian putih.
                [2] Kemuliaan mereka, dan pemuliaan yang mereka lakukan, pada kesempatan ini. Pakaian putih yang dengannya mereka menampakkan diri melambangkan terangnya alam yang ke dalamnya Kristus kini telah dibangkitkan.
            (4) Sikap tubuh dan tempat mereka: mereka duduk, seolah-olah, sedang beristirahat di kubur Kristus. Karena malaikat, meskipun mereka tidak perlu memulihkan diri, berutang kepada Kristus atas keberadaan mereka. Malaikat-malaikat ini masuk ke dalam kubur, untuk mengajar kita agar tidak takut terhadap kubur, atau berpikir bahwa karena kita akan beristirahat di dalamnya untuk sementara waktu, maka itu akan mengurangi nilai kekekalan kita. Tidak, persoalannya sudah ditentukan sedemikian rupa sehingga kubur tidaklah jauh dari jalan kita menuju sorga. Ini juga menunjukkan bahwa para malaikat diserahi tugas untuk menyertai orang-orang kudus, bukan hanya pada saat kematian mereka, untuk membawa jiwa mereka ke pangkuan Abraham, melainkan juga pada hari penghakiman agung itu, untuk membangkitkan tubuh mereka (Mat. 24:31). Para malaikat pengawal ini (dan malaikat disebut sebagai penjaga, Dan. 4:23), yang menguasai kubur itu, setelah mereka membuat takut penjaga-penjaga yang sebelumnya ditempatkan di sana oleh para musuh, melambangkan kemenangan Kristus atas kuasa-kuasa kegelapan, dengan menaklukkan dan membabat habis mereka. Demikianlah Mikhael dan malaikat-malaikatnya lebih daripada pemenang. Duduknya mereka dengan menghadap satu sama lain, yang satu di sebelah kepala, dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat-Nya, melambangkan perhatian mereka terhadap seluruh tubuh Kristus, baik itu tubuh rohaniah maupun tubuh alami-Nya, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ini juga dapat mengingatkan kita akan dua kerub, yang ditempatkan pada kedua ujung tutup pendamaian, yang saling berhadapan satu sama lain (Kel. 25:18). Kristus yang disalibkan adalah korban pendamaian agung, yang pada ujung kepala dan kaki-Nya terdapat dua kerub ini, bukan dengan pedang yang menyala-nyala untuk menghalangi kita dari jalan kehidupan, melainkan sebagai para utusan yang menyambut kita untuk membimbing kita kepada jalan kehidupan itu.

. Pertanyaan mereka yang penuh belas kasihan tentang alasan kesedihan Maria Magdalena (ay. 13): "Ibu, mengapa engkau menangis?"

        Pertanyaan ini merupakan:

            (1) Suatu teguran atas tangisannya: "Mengapa engkau menangis, sedangkan engkau mempunyai alasan untuk bersukacita?" Kebanyakan banjir air mata kita akan mengering apabila kita melakukan penyelidikan seperti ini, yaitu mencari tahu apa yang menjadi sumbernya. Mengapa engkau tertekan?
            (2) Pertanyaan itu dirancang untuk menunjukkan betapa besarnya kepedulian para malaikat terhadap dukacita orang-orang kudus, karena malaikat-malaikat itu ditugasi untuk memberikan penghiburan kepada mereka. Orang-orang Kristen juga harus bersimpati seperti itu satu terhadap yang lain.
            (3) Pertanyaan itu hanya sebagai kesempatan untuk memberi tahu dia apa yang akan mengubah ratapannya menjadi nyanyian, yang akan membuka kain kabungnya, dan mengikat pinggangnya dengan sukacita.

. Penjelasan menyedihkan yang diberikannya kepada mereka mengenai dukacita yang sedang dirasakannya: Tuhanku telah diambil orang, dan aku datang untuk mengurapi mayat-Nya yang terberkati, dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan. Cerita yang sama yang sudah dikatakannya di dalam ayat 2. Di dalamnya kita dapat melihat:
            (1) Kelemahan imannya. Seandainya dia memiliki iman sebesar biji sesawi, maka gunung ini pasti akan berpindah. Namun, sering kali kita membuat diri kita cemas dengan kekhawatiran-kekhawatiran yang tidak ada gunanya dan dengan kesulitan-kesulitan yang kita bayangkan sendiri, yang oleh iman akan terungkap nanti bahwa berbagai kesukaran itu ternyata membawa keuntungan bagi kita. Banyak orang baik mengeluhkan awan-awan hitam dan kegelapan yang meliputi mereka, padahal inilah cara-cara anugerah yang memang mereka perlukan untuk membuat mereka rendah hati, untuk mematikan dosa-dosa mereka, dan untuk membuat Kristus disayangi oleh mereka.
            (2) Kekuatan kasihnya. Orang-orang yang memiliki kasih sayang sejati terhadap Kristus pasti merasakan penderitaan yang sangat besar apabila mereka kehilangan tanda-tanda penghiburan dari kasih-Nya di dalam jiwa mereka, atau kehilangan kesempatan-kesempatan penghiburan untuk bercakap-cakap dengan-Nya, dan untuk memberi-Nya penghormatan, di dalam ibadah-ibadah yang sudah ditetapkan-Nya. Pencarian Maria Magdalena tidak terganggu oleh penglihatan yang mengejutkan itu, dan juga tidak merasa puas dengan kehormatan yang diperolehnya dengan penglihatan itu. Sebaliknya, tetap saja dia mengalunkan lagu yang sama: "Tuhanku telah diambil orang." Penglihatan akan para malaikat dan senyuman mereka tidak akan cukup tanpa penglihatan akan Kristus dan senyuman Allah di dalam Dia. Bahkan, penglihatan akan para malaikat itu justru lebih membuat dia terus bertanya-tanya tentang Kristus. Semua makhluk, bahkan yang paling istimewa dan yang paling kita sayangi pun, harus dipakai sebagai sarana, tetapi hanya sebagai sarana, untuk membuat kita lebih mengenal Allah di dalam Kristus. Para malaikat bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis?" "Aku mempunyai cukup alasan untuk menangis," katanya, "karena Tuhanku telah diambil orang, dan, seperti Mikha, apakah lagi yang masih tinggal padaku? Apakah engkau bertanya, mengapa aku menangis? Kekasihku sudah pergi, lenyap." Perhatikanlah, tidak seorang pun yang tahu, kecuali mereka yang mengalaminya, betapa berdukanya jiwa yang ditinggalkan, yang sebelumnya sudah merasakan bukti-bukti penghiburan kasih Allah di dalam Kristus, yang sebelumnya sudah memiliki segala pengharapan akan sorga, tetapi yang sekarang telah kehilangan semuanya itu, dan berjalan di dalam kegelapan. Siapa yang akan memulihkan semangat yang patah seperti ini?


*  Hindari Prasangka

Kehadiran malaikat Tuhan di kubur Yesus Kristus, sebenarya memberi jawab atas kegalauan Maria. Malaikat Tuhan bertanya: “Ibu Mengapa engkau menangis?” Jawab Maria: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Ungkapan diambil orang adalah pendapat yang kurang baik berdasarkan emosi atau prasangka.

Prasangka berbeda dengan asumsi. Asumsi adalah dugaan dengan landasan berpikir benar atau masuk akal. Prasangka adalah anggapan negatif berdasarkan emosi. Berprasangka bukanlah cara yang tepat mencari solusi dan masalah yang dihadapi. Justru akan menimbukan masalah baru. Masalah baru bagi yang berprasangka seperti kegalauan, kebingungan, kemarahan, kesedihan dan menangis. Sedangkan bagi pihak yang tertuduh pasti akan bereaksi dengan sikap yang tidak menyenangkan. Prasangka muncul karena cara berpikir negatif dan emosional serta kurang pengalaman.

Prasangka adalah manusiawi atau sering dialami banyak orang. Orang berprasangka karena kurang pengetahuan dan tidak memiliki keyakinan yang kuat. Prasangka sering terjadi pada orang yang labil emosi dan cara berpikimya. Memang tidak ada manusia yang sempurna (no body’s perfect) karena setiap manusia memiliki keterbatasan insani. Malaikat Tuhan di dalam kubur sangat memahaminya. Terkesan Maria Magdalena menuduh siapa saja yang dia temui, termasuk Malaikat Tuhan. Yang menarik adalah respon Malaikat Tuhan tidak merasa tertuduh dan emosi. Mereka justru berempati dengan bertanya, “Ibu Mengapa engkau menangis?” Empati adalah kemampuan memahami apa yang dipikirkan, dirasakan dan dipahami orang lain. Malaikat Tuhan berempati terhadap keadaan Maria Magdalena.

Ada dua hal yang dapat menjadi pelajaran dari sikap Maria Magdalena dan sikap Malaikat Tuhan. Pertama, galau, panik, sedih dan menagis adalah wajar bagi setiap manusia kehilangan yang dicintainya. Dalam keadaan seperti itu banyak orang yang lemah iman dan kurang pengetahuan berprasangka dan melakukan tindakan yang menyakiti dan tidak menyenangkan orang lain. Bahkan menyakiti diri sendiri. Mengalami keadaan seperti Maria Magdalena, maka sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan untuk berusaha mengendalikan emosi, tenang, sabar dan bijaksana menilai persoalan. Hindari mengambil keputusan jika dalam keadaan galau, sedih, panik dan emosi labil. Karena dalam keadaan seperti itu, keputusan yang diambil dapat keliru dan akan disesali di kemudian hari.

Kedua, menghadapi dan menolong saudara yang mengalami masalah, hendaknya kita belajar dari Malaikat Tuhan yang berempati. Jangan menghakimi sikap, ucapan dan perilaku saudara atau sesama yang mengalami pergumulan. Tetapi bantulah agar dapat tenang, mengendalikan emosi dan dapat melihat kenyataan secara jelas. Yakinkan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah penolong setia menghadapi dan menyelesaikan pergumulan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, mampukanlah kami untuk bersikap tenang, sabar dan meminta hikmat-Mu ketika menghadapi persoalan hidup. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Selasa, 18 April 2023 - TETAP MEMANDANG KEPADA DIA - Mazmur 16:1-6

Sebelum:
MTPJ GMIM Minggu, 16-22 April 2023 - Aku Telah Melihat Tuhan - Yohanes 20:11-18




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,