|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 8 Januari 2023 Khotbah Minggu, 8 Januari 2023 - BEKERJA DAN LAKUKANLAH KEBAIKAN - 2 Tesalonika 3:1-152 Tesalonika 3:1-15 Bahasa Manado: Paulus minta supaya jemaat di Tesalonika basombayang for dong Paulus 1Sudara-sudara, torang minta pa ngoni supaya basombayang akang for torang. Ngoni sombayang akang supaya tu Tuhan pe firman capat tasiar kong di mana-mana orang trima tu firman deng punung rasa hormat, sama deng waktu ngoni da trima tu firman itu. 2Kong ngoni basombayang lei supaya Tuhan se slamat pa torang dari tu orang-orang jaha deng tu tukang beking kacau. Soalnya nyanda samua orang percaya pa Tuhan. 3Mar Tuhan itu setia. Dia mo se kuat ngoni pe hati deng jaga pa ngoni dari yang ja beking tu jaha. 4Torang butul-butul yakin pa Tuhan tentang ngoni kalu ngoni da beking apa tu torang da pesan pa ngoni, deng ngoni mo beking itu trus. 5Torang minta supaya Tuhan bantu pa ngoni, supaya ngoni bole tau Tuhan Allah pe sayang, deng lei supaya ngoni tetap batahang percaya biar dapa siksa sama deng dulu Yesus Kristus da batahang waktu dapa siksa. Samua orang musti bakarja 6Sudara-sudara, atas nama Tuhan Yesus Kristus, torang suru pa ngoni supaya ngoni bajao dari tu sudara-sudara yang percaya yang jadi malas sampe nyanda ja beking dorang pe karja hari-hari deng nyanda ja iko tu ajaran yang torang so kase pa ngoni. 7Soalnya ngoni sandiri tau kalu ngoni musti ambe conto dari tu torang pe cara hidop, waktu torang da sama-sama deng ngoni torang nyanda perna malas bakarja. 8Torang lei nyanda perna makang orang pe makanan kong nyanda bayar. Mar torang komang brusaha bakarja kras siang deng malam supaya torang nyanda jadi beban pa sapa jo dari pa ngoni. 9Torang beking itu bukang lantaran torang nyanda ada hak for jemaat mo bantu, mar torang karja kras supaya torang bole jadi conto for ngoni mo iko akang. 10Tempo hari waktu torang sama-sama deng ngoni, torang so prenta pa ngoni kalu ada orang yang nimau bakarja, dia nimbole makang. 11Torang bilang bagitu lantaran torang dengar kalu di antara pa ngoni ada orang-orang yang malas kong dorang nimau bakarja, malatare dorang itu cuma suka ja maso campur orang laeng pe urusan. 12Pa tu orang-orang rupa itu, deng kuasa dari Tuhan Yesus Kristus, torang prenta deng kase nasehat supaya dorang hidop deng cara yang bae kong bakarja for mo dapa makang. 13Kong ngoni sudara-sudara, ngoni jang pastiu ja beking tu bae. 14Kalu ada orang yang nimau mo iko tu torang da tulis di surat ini, ngoni musti hati-hati deng dia kong jang bergaul dekat deng dia supaya dia jadi malo kong bertobat. 15Mar jang ngoni anggap dia itu musu, lebe bae ngoni togor pa dia lantaran dia itu ngoni pe sudara yang percaya. Paulus pe akhir surat Bahasa Indonesia: Berdoa dan bekerja 3:1 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3:3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 3:4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 3:5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus. 3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara. Penjelasan: * Permintaan Saleh Rasul Paulus (3:1-5) Dalam perikop ini: I. Rasul Paulus merindukan doa-doa para sahabatnya: Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami (ay. 1). Ia senantiasa mengingat mereka di dalam doa-doanya, dan ingin agar mereka juga tidak melupakan dia dan rekan-rekan sekerjanya, dan dengan sepenuh hati membawa mereka ke takhta kasih karunia-Nya. Perhatikanlah, 1. Ini merupakan salah satu cara untuk memelihara persekutuan orang-orang kudus. Bukan sekadar dengan berdoa bersama atau satu sama lain, melainkan dengan saling mendoakan ketika tidak berada bersama. Dengan cara ini mereka yang berjauhan dapat bertemu di takhta anugerah. Dan demikian pula mereka yang tidak mampu berbuat atau menerima suatu kebaikan, dapat berbuat dan menerima kebaikan yang nyata dan luar biasa indah ini melalui cara ini. 2. Sudah menjadi kewajiban jemaat untuk mendoakan para hamba Tuhan. Bukan saja bagi gembala mereka sendiri, melainkan juga bagi semua hamba Tuhan yang baik dan setia. Dan, 3. Para hamba Tuhan membutuhkan, dan oleh sebab itu juga merindukan doa-doa jemaat mereka. Betapa luar biasa kerendahan hati, dan betapa menggugah hati teladan yang diberikan oleh rasul besar ini, yang sebenarnya begitu perkasa di dalam doa, namun tidak memandang rendah doa-doa orang Kristen yang paling kecil sekalipun, tetapi justru mengharapkan perhatian mereka. Amatilah lebih lanjut apa yang harus mereka doakan sesuai keinginan dan pengarahannya. II. Ia mendorong mereka supaya percaya kepada Allah. Janganlah kita hanya berdoa kepada Allah untuk memohon kasih karunia-Nya, tetapi juga menaruh percaya dan keyakinan di dalam kasih karunia-Nya, serta dengan rendah hati mengharapkan apa yang kita mohonkan itu. III. Rasul Paulus menaikkan doa singkat bagi mereka (ay. 5), sebuah doa untuk meminta berkat-berkat rohani. Terdapat dua hal teramat penting yang didoakan Rasul Paulus: 1. Supaya hati mereka dibentuk untuk mengasihi Allah, supaya mereka jatuh cinta kepada Allah sebagai Pribadi yang paling unggul dan menyenangkan, yang terbaik dari segala yang ada. Ini bukan saja hal yang paling masuk akal dan perlu bagi kita untuk memperoleh kebahagiaan, melainkan juga kebahagiaan itu sendiri. Kasih kepada Allah itu merupakan bagian terbesar dari kebahagiaan sorga itu sendiri, di mana kasih tersebut akan disempurnakan. Kita tidak akan pernah dapat mengasihi Allah kecuali bila Allah melalui kasih karunia-Nya meluruskan hati kita, sebab kasih kita cenderung tertuju kepada hal-hal lain. Perhatikanlah, kita dapat mengakibatkan banyak kerugian dengan salah menempatkan perasaan kasih sayang kita. Dengan menempatkan kegemaran kita kepada hal-hal yang salah, kita berbuat dosa dan membuat sengsara diri sendiri. Jika Allah mengarahkan kasih kita sehingga tertuju kepada-Nya, rasa kasih sayang kita kepada yang lain akan diluruskan. 2. Supaya ketabahan dalam menantikan Kristus dapat menyatu dengan kasih kepada Allah ini. Tidak ada kasih sejati kepada Allah tanpa iman di dalam Yesus Kristus. Kita harus menantikan Kristus, yang menandakan iman kita terhadap-Nya, bahwa kita percaya Ia pernah datang di dalam tubuh jasmani dan akan datang kembali di dalam kemuliaan. Kita harus mengharapkan kedatangan Kristus yang kedua kalinya ini, dan benar-benar mempersiapkan diri untuk itu. Kita harus menanti dengan sabar, terus tekun dengan hati tabah menghadapi segala sesuatu yang kita alami. Kita memerlukan ketekunan, dan kasih karunia Ilahi untuk mengerjakan kesabaran kristiani, yakni ketabahan Kristus, kesabaran demi kepentingan Kristus, dan mengikuti teladan-Nya. * Peringatan Perihal Hidup yang Tidak Tertib (3:6-15) Setelah memuji ketaatan mereka di masa lalu dan menyatakan keyakinannya perihal ketaatan mereka di masa mendatang, Rasul Paulus melanjutkan dengan memberikan perintah serta pengarahan kepada mereka menyangkut beberapa orang yang telah berbuat salah, dengan memperbaiki beberapa hal yang belum mereka laksanakan. Amatilah, bahkan di dalam masyarakat Kristen terbaik pun bisa saja terdapat orang-orang yang melakukan kesalahan serta beberapa hal yang harus diperbaiki. Di seberang sorga sini tidak dapat ditemukan kesempurnaan. Dan, bagi perilaku buruk tersedia hukum yang baik. Laporan perihal ketidaktertiban hidup yang didengar Paulus yang terjadi di antara orang-orang Tesalonika menghasilkan hukum-hukum yang baik, seperti yang kita dapati di dalam ayat-ayat tadi, yang senantiasa berguna bagi kita dan semua orang yang berkepentingan. Amatilah, I. Hal-hal yang masih belum benar di antara orang-orang Tesalonika yaitu, 1. Lebih bersifat umum. Ada beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah mereka terima dari Rasul Paulus (ay. 6). Beberapa saudara melakukan kesalahan ini. Mereka tidak menjalani hidup teratur, atau menguasai diri sesuai ajaran Kekristenan dan pengakuan iman mereka. Mereka tidak menaati ajaran yang diberikan Rasul Paulus kepada mereka, namun berpura-pura memperhatikannya. Perhatikanlah, orang-orang yang telah menerima Injil dan mengaku tunduk kepadanya, diminta supaya hidup sesuai dengan Injil. Bila tidak, mereka harus dianggap sebagai orang-orang yang melalaikan pekerjaannya. 2. Secara khusus, di antara mereka terdapat beberapa orang yang tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (ay. 11). Rasul Paulus menerima laporan yang dapat dipercaya ini sehingga ia mendapat cukup alasan untuk memberi mereka perintah dan pengarahan sehubungan dengan orang-orang seperti itu, bagaimana mereka harus berperilaku, dan bagaimana jemaat harus bertindak terhadap mereka. (1) Ada beberapa orang di antara mereka yang bermalas-malasan, tidak bekerja sama sekali, atau tidak melakukan apa pun. Sepertinya mereka ini bukanlah orang-orang gelojoh atau pemabuk, melainkan malas, dan oleh karena itu disebut orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Tidaklah cukup bila ada yang sekadar berkata bahwa orang-orang ini tidak menyakiti siapa pun, sebab diharapkan dari semua orang untuk berbuat baik di tempat-tempat dan hubungan yang sudah ditentukan Allah bagi mereka. Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang malas ini memiliki pemahaman tertentu (karena salah mengartikan beberapa kalimat di dalam surat sebelumnya) perihal kedatangan Kristus yang kedua, yang membuat mereka berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang telah ditentukan bagi mereka, dan hidup menganggur. Perhatikanlah, sungguh merupakan kesalahan besar atau penyalahgunaan agama, untuk menjadikannya sebagai dalih untuk bermalas-malas saja atau untuk berbuat dosa apa saja. Seandainya kita memang yakin bahwa hari penghakiman sudah sangat dekat, maka kita tetap harus melakukan pekerjaan hari lepas hari, sehingga ketika Tuhan datang, Dia mendapati kita sedang bekerja. Hamba yang menantikan kedatangan Tuhannya haruslah bekerja sebagaimana yang telah diperintahkan Tuhan-Nya, supaya segala sesuatu sudah siap pada waktu Ia datang. Atau, boleh jadi juga orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka ini beranggapan bahwa kebebasan yang diberikan Kristus untuk memerdekakan mereka itu juga membebaskan mereka dari pelayanan serta pekerjaan yang menjadi panggilan mereka di dunia. Padahal, mereka harus tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah (1Kor. 7:20, 24). Ketekunan untuk mengerjakan panggilan khusus kita sebagai manusia merupakan kewajiban yang diminta dari kita oleh panggilan kita sebagai orang Kristen secara umum. Atau, mungkin juga kedermawanan yang umum dilakukan di antara orang-orang Kristen pada masa itu terhadap saudara-saudara mereka yang miskin, telah mendorong beberapa di antara mereka untuk hidup bermalas-malasan, karena tahu bahwa jemaat pasti akan memelihara mereka. Namun, apa pun penyebabnya, mereka sungguh patut dipersalahkan. (2) Di antara mereka ada orang-orang yang sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Sepertinya, orang-orang yang malas itu juga sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Hal ini mungkin terlihat bertolak belakang. Namun memang begitulah yang biasanya terjadi, bahwa orang-orang yang tidak mempunyai urusan untuk dikerjakan atau melalaikannya, justru menyibukkan diri dengan urusan orang lain. Jika kita bermalas-malasan, Iblis dan hati yang cemar akan segera menemukan sesuatu untuk kita kerjakan. Pikiran manusia senantiasa sibuk. Jika tidak digunakan untuk melakukan hal baik, ia akan melakukan hal buruk. Perhatikanlah, orang-orang yang sibuk dengan hal-hal tidak berguna juga gemar melalaikan pekerjaan. Mereka ini suka memuaskan rasa ingin tahu dengan sia-sia, dengan cara tidak sopan mencampuri urusan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan diri mereka, dan menyusahkan diri serta orang lain dengan cara itu. Rasul Paulus memperingatkan Timotius (1Tim. 5:13) agar waspada terhadap mereka yang dengan keluar masuk rumah orang, membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. II. Hukum-hukum baik yang muncul akibat semua perilaku buruk ini. Mengenai ini dapat kita amati, 1. Siapa yang membuat hukum-hukum itu: ini adalah perintah-perintah dari para rasul Tuhan kita, yang diberikan di dalam nama Tuhan mereka dan Tuhan kita, yakni hukum-hukum yang dibuat oleh Tuhan kita sendiri. Kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus (ay. 6). Dan lagi, kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus (ay. 12). Rasul Paulus menggunakan perkataan yang mengandung wibawa sekaligus permintaan, dan ketika terjadi kekacauan yang harus diluruskan atau dicegah, kedua hal tadi dibutuhkan. Sudah seharusnya wibawa Kristus membuat pikiran kita menaruh hormat sehingga taat, sedangkan kasih karunia dan kebaikan-Nya seharusnya membuat hati kita terpesona. 2. Seperti apa hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang baik itu. Rasul Paulus memberikan pengarahan kepada seluruh jemaat, perintah kepada orang-orang yang melalaikan pekerjaan, dan nasihat terutama kepada mereka yang berperilaku baik di antara mereka. (1) Perintah-perintah dan pengarahan-pengarahannya bagi seluruh jemaat mencakup, [1] Perilaku mereka terhadap orang-orang di antara mereka yang melalaikan pekerjaan, yang diungkapkan sebagai berikut, jauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya (ay. 6), dan kemudian menandai dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara (ay. 14-15). Pengarahan Rasul Paulus patut dijalankan dengan cermat dalam bertindak terhadap orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan kecaman dan hukuman gerejawi. Pertama, kita harus menyelidiki benar-benar orang yang diduga atau dituduh tidak menaati atau berperilaku bertentangan dengan firman Allah. Artinya, kita harus mempunyai bukti yang cukup mengenai kesalahannya sebelum bertindak lebih lanjut. Kedua, kita harus menegurnya dengan cara bersahabat. Kita harus mengingatkan dia tentang dosa yang telah diperbuatnya, dan tentang kewajibannya, dan semua ini harus dilakukan secara pribadi (Mat. 18:15). Ketiga, apabila ia tidak mau mendengarkan, kita harus menjauhkan diri darinya dan tidak bergaul dengannya. Artinya, kita harus menghindarkan diri bergaul akrab dengan orang-orang seperti itu, karena dua alasan, supaya kita tidak belajar dari perilaku jahatnya. Sebab orang yang mengikuti orang-orang malas dan sia-sia, serta bergaul dengan mereka, ada dalam bahaya menjadi seperti mereka juga. Alasan lain adalah untuk membuat mereka malu sehingga dengan demikian mengubah orang-orang yang bersalah itu. Supaya ketika orang-orang yang malas dan melalaikan pekerjaan itu melihat bagaimana perilaku mereka yang sembarangan itu tidak disukai oleh semua orang yang bijaksana dan baik, mereka menjadi malu sehingga mau berperilaku lebih tertib. Oleh sebab itu, kasih terhadap saudara-saudara yang bersalah, meskipun kita membenci kejahatan mereka, haruslah menjadi alasan mengapa kita menjauhkan diri dari mereka. Bahkan mereka yang mendapat hukuman gerejawi pun tidak boleh dianggap sebagai musuh (ay. 15). Karena apabila mereka telah dimenangkan dan diperbaharui kembali, mereka akan memperoleh kembali pujian, penghiburan, serta hak-hak istimewa sebagai anggota jemaat dan sebagai saudara-saudara seiman. [2] Perilaku dan tindak tanduk jemaat secara umum harus sesuai dengan teladan baik yang telah diberikan Rasul Paulus serta rekan-rekannya yang ada bersamanya: Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami (ay. 7). Orang-orang yang menanam agama di antara mereka telah memberikan teladan baik bagi mereka. Para pelayan Injil juga seharusnya menjadi teladan bagi kawanan jemaat. Sudah menjadi kewajiban orang Kristen untuk tidak saja berjalan menurut kebiasaan para rasul dan ajaran yang mereka sampaikan, tetapi juga menurut teladan baik yang telah mereka tunjukkan kepada jemaat, untuk menjadi pengikut mereka, sama seperti mereka juga menjadi pengikut Kristus. Contoh baik yang terutama disebutkan dan diperhatikan Rasul Paulus adalah ketekunannya dan rekan-rekannya, yang begitu berbeda dengan yang terlihat dalam diri orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka: “Kami tidak lalai bekerja di antara kamu (ay. 7). Kami tidak menyia-nyiakan waktu kami dengan bermalas-malas, keluar masuk rumah orang sambil menceritakan hal sia-sia, serta menggemari hiburan yang tidak berguna.” Mereka bersusah payah dalam pelayanan, dalam pemberitan Injil, dan mencari nafkah dengan usaha sendiri. Kami tidak makan roti orang dengan percuma (ay. 8), meskipun dia sebenarnya layak meminta biaya hidup, mengingat bahwa orang-orang yang memberitakan Injil berhak hidup dari Injil juga. Ini merupakan utang jemaat terhadap para hamba Tuhan yang melayani mereka, dan Rasul Paulus memiliki kuasa atau wewenang untuk menuntutnya (ay. 9). Namun, ia melepaskan haknya itu karena kasih sayangnya kepada mereka, dan demi Injil, dan supaya ia dapat menjadi teladan bagi mereka yang dapat mereka ikuti (ay. 9). Ia ingin agar mereka belajar bagaimana menggunakan waktu dengan baik, dan senantiasa mengerjakan sesuatu yang dapat menghasilkan hal yang baik. (2) Rasul Paulus memerintahkan dan mengarahkan para pemalas supaya mengubah kelakuan mereka dan menyibukkan diri dengan urusan mereka. Ia telah memberikan perintah mengenai pokok ini serta teladan yang baik ketika sedang berada bersama mereka: Waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (ay. 10). Sudah menjadi pepatah di antara orang Yahudi, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak pantas menerima makanan. Seorang pekerja layak menerima makanan, tetapi apa yang pantas diterima pengangguran yang hanya berkeliaran ke sana kemari? Sudah menjadi kehendak Allah bahwa setiap orang mempunyai panggilan, dan memperhatikannya, dan melaksanakannya. Dan Ia juga menghendaki agar di dunia ini tidak seorang pun boleh bermalas-malasan. Orang-orang seperti ini berusaha sedapat mungkin untuk menolak ayat yang berbunyi, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu. Ini bukanlah keinginan Rasul Paulus, yang merupakan orang yang sangat giat dan karena itu mau agar setiap orang juga berbuat sama, melainkan perintah Yesus Kristus Tuhan kita, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri (ay. 12). Manusia harus mencari nafkah sendiri dengan suatu cara apa saja yang baik, sebab jika tidak, mereka tidak bisa memperoleh makanan. Amatilah, orang harus bekerja dan tidak bermalas-malas. Selain itu, mereka harus bersikap tenang dan tidak mencampuri urusan orang lain. Kita harus berusaha keras untuk tetap tenang dan memperhatikan urusan sendiri. Ini merupakan perpaduan yang sungguh unggul, meskipun langka, yakni memiliki jiwa bersemangat namun tenang, giat dalam urusan sendiri, namun tetap tenang menyangkut urusan orang lain. (3) Rasul Paulus menasihati mereka yang tidak jemu-jemu berbuat apa yang baik (ay. 13), seakan-akan berkata, “Teruslah berbuat baik dan semoga kamu senantiasa sejahtera. Tuhan menyertaimu selama kamu berada bersama-Nya. Jagalah supaya di dalam melakukan apa pun yang baik, kamu mengerjakannya dengan tekun. Berpegaglah pada jalan hidupmu, dan bertahanlah sampai akhir. Jangan pernah menyerah atau letih dalam pekerjaanmu. Masih ada banyak waktu untuk beristirahat apabila kamu tiba di sorga, yakni peristirahatan abadi yang tersedia bagi umat Allah.”
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 15 Januari 2023 - JANGAN KUATIR TUHAN YESUS MEMELIHARA HIDUPMU - Lukas 12:22-34 (Penjelasan) Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 1 Januari 2023 - HATI BARU MEMASUKI TAHUN BARU - Yehezkiel 36:22-38 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,