gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1531 kali
Download MP3 Music
Yohanes 4:1-21
Yesus kase tunjung pa parampuang Samaria kalu Dia itu Mesias
1Orang-orang Yahudi dari golongan Farisi da dengar kabar kalu so banya orang tu ja iko pa Yesus deng yang Dia da baptis, sampe lebe banya dari Yohanes. 2(Biar lei dorang dengar kabar bagitu, mar sebenarnya bukang Yesus yang da babaptis mar Dia pe murit-murit yang da babaptis). 3Waktu Yesus tau kalu orang-orang Yahudi dari golongan Farisi dengar tu kabar itu, Dia kaluar dari Yudea kong babale ka daera Galilea. 4Waktu Dia mo ka daera Galilea, Dia musti balewat di daera Samaria. 5Dia bajalang kong sampe di satu kota di daera Samaria, tu kota itu pe nama Sikhar. Tu kota itu dekat deng tu tana yang dulu Yakub da kase pa dia pe anak Yusuf. 6Di situ ada satu parigi, tu ja bilang parigi Yakub. Yesus lela skali lantaran tu Dia pe perjalanan, kong Dia dudu di pinggir parigi itu. Tu hari itu kira-kira jam dua blas tenga hari. 7-8Waktu itu, Yesus pe murit-murit da pigi ka kota for babli makanan.
Kong nyanda brapa lama, ada tu satu parampuang Samaria datang mo batimba aer di parigi itu. Trus Yesus bilang pa dia, “Kase akang aer dang for Kita mo minum.”
9 Tu parampuang Samaria bilang pa Dia, “Bapak ini to orang Yahudi, kong kita orang Samaria. Masa komang Bapak mo minta aer pa kita for minum!” (Dia bilang bagitu lantaran orang Yahudi nyanda ja bergaul deng orang Samaria, lantaran orang Yahudi anggap dorang itu najis).
10 Yesus bilang pa dia, “Kalu ibu tau sapa sebenarnya Kita yang da baminta minum pa ibu, deng lei ibu tau yang Tuhan Allah mo kase pa ibu, pasti ibu yang mo bale minta minum pa Kita kong Kita mo kase akang tu aer yang bole beking hidop.”
11Tu parampuang itu babilang, “Bapak, Bapak nyanda ada timba kong ni parigi lei pe dolong. Kong dari mana dang Bapak mo dapa tu aer yang bole beking hidop? 12Tu torang pe nene moyang Yakub yang da kase ni parigi ini pa torang. Kong dia sandiri so minum dari ni parigi ini, bagitu lei deng de pe anak-anak deng de pe binatang-binatang yang dia ja piara. Apa Bapak ini lebe jago dari tu torang pe nene moyang itu?”
13Yesus manyao pa dia, “Sapa jo yang minum aer dari ni parigi, tantu dia mo aus ulang. 14Mar sapa jo yang minum tu aer yang Kita mo kase, dia nyanda perna mo aus ulang lei for slama-lamanya. Malatare tu aer yang Kita mo kase pa dia, nanti mo jadi sama deng mata aer pa dia pe diri yang mo trus bapancar pa dia sampe dia bole dapa tu hidop kekal.”
15Tu parampuang itu bilang pa Dia, “No kalu bagitu, Bapak kase akang dang pa kita tu aer itu, supaya kita so nyanda mo aus kong so nyanda usa lei mo bale ulang kamari for batimba di parigi ini.”
16Yesus bilang pa dia, “Pigi jo pangge ibu pe laki, trus ngoni dua datang kamari.”
17Tu parampuang itu manyao pa Dia, “Kita nyanda ada laki.”
Trus Yesus bilang pa dia, “Butul tu ibu da bilang kalu ibu nyanda ada laki. 18Soalnya ibu so kaweng lima kali, kong skarang tu laki-laki yang ada deng ibu itu lei, bukang ibu pe laki. Jadi yang ibu da bilang, ‘Kita nyanda ada laki’, itu memang butul.”
19Tu parampuang itu bilang pa Dia, “Bapak, kita tau skarang kalu Bapak itu nabi. 20Torang orang Samaria pe nene moyang ja baibada pa Tuhan Allah di gunung ini, mar ngoni orang Yahudi bilang kalu di Yerusalem itu tu tampa orang ja baibada pa Tuhan Allah.”
21Yesus bilang pa dia, “Ibu, percaya jo tu Kita mo bilang ini: Nanti ada de pe waktu orang mo baibada pa Tuhan Allah tu Bapa bukang di gunung ini, deng bukang lei di Yerusalem.

Percakapan dengan perempuan Samaria
4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 4:2 -- meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, -- 4:3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4:4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." 4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" 4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." 4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." 4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." 4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." 4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Penjelasan:
* Perjalanan Kristus ke Galilea (4:1-3)
Sebelumnya kita sudah membaca tentang kedatangan Kristus ke Yudea setelah Ia merayakan hari raya di Yerusalem (3:22). Sekarang Ia meninggalkan Yudea, empat bulan sebelum musim menuai, seperti yang dikatakan di sini (ay. 35). Jadi, jika dihitung-hitung, Ia tinggal di Yudea kira-kira enam bulan, untuk membangun di atas dasar yang sudah diletakkan Yohanes di sana. Kita tidak memiliki catatan terperinci tentang khotbah-khotbah dan mujizat-mujizat-Nya di sana, hanya garis besarnya saja (ay. 1).

I. Bahwa Ia memperoleh murid-murid. Ia memenangkan banyak orang, sehingga mereka menerima ajaran-Nya dan mengikuti Dia sebagai seorang guru yang datang dari Allah. Pelayanan-Nya verhasil, meskipun ada banyak tantangan (Mzm. 110:2-3); Math-"tas poiei -- yang artinya sama dengan math-"teuo -- memuridkan atau menjadikan murid. Bandingkan dengan Kejadian 12:5. Orang-orang yang diperoleh mereka, artinya yang mereka jadikan, yaitu mereka jadikan murid atau pengikut baru. Perhatikan, Kristus memiliki hak istimewa untuk memperoleh murid, pertama untuk membawa mereka ke kaki-Nya, lalu membentuk dan menjadikan mereka sesuai dengan kehendak-Nya. Fit, non nascitur, Christianus -- Orang Kristen dijadikan, bukan dilahirkan. Tertullian (seorang bapa gereja -- pen.).

II. Bahwa Ia membaptis orang-orang yang Ia peroleh sebagai murid, menerima mereka dengan cara membasuh mereka dengan air. Bukan Ia sendiri yang melakukannya, melainkan melalui pelayanan murid-murid-Nya (ay. 2).
        . Karena Ia hendak membuat perbedaan antara baptisan-Nya dengan baptisan Yohanes, yang membaptis sendiri semua muridnya. Ini karena Yohanes membaptis sebagai seorang hamba, sedangkan Kristus sebagai seorang tuan.
        . Ia ingin lebih banyak mengabdikan diri-Nya untuk memberitakan Injil, karena ini merupakan pekerjaan yang lebih baik (1Kor. 1:17).
        . Ia ingin memberi kehormatan kepada murid-murid-Nya, dengan memberdayakan mereka dan mempekerjakan mereka untuk melakukan pekerjaan membaptis itu, dan dengan demikian melatih mereka untuk pelayanan-pelayanan lebih lanjut.
        . Jika Ia sendiri yang membaptis beberapa orang, orang-orang ini akan cenderung menilai tinggi diri mereka berdasarkan baptisan-Nya itu, lalu merendahkan yang lain. Hal inilah yang ingin dicegah oleh Kristus, sama seperti Paulus (1Kor. 1:13-14).
        . Ia hendak mengkhususkan diri-Nya untuk kehormatan membaptis dengan Roh Kudus (Kis. 1:5).
        . Ia hendak mengajar kita bahwa kekuatan sakramen tidak tergantung pada kuasa tangan yang melaksanakannya. Apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya berdasarkan perintah-Nya, Ia akui seperti Ia sendiri yang melakukannya.

III. Bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes. Bukan hanya lebih banyak daripada yang sudah dibaptis Yohanes pada waktu itu, melainkan lebih banyak daripada yang pernah dibaptis Yohanes pada waktu kapan pun. Perkataan Kristus lebih berkuasa daripada Yohanes. Mujizat-mujizat-Nya meyakinkan, dan semua penyembuhan yang Ia lakukan dengan cuma-cuma sangat mengundang.

IV. Bahwa orang-orang Farisi diberi tahu tentang hal ini. Mereka mendengar betapa banyak orang yang Ia baptis. Sejak pemunculan pertama-Nya mereka sudah mengawasi-Nya dengan perasaan dengki, dan tidak habis-habisnya menyuruh kaki tangan mereka memata-matai Dia.

V. Bahwa Tuhan kita Yesus tahu betul informasi apa yang diberikan kepada orang-orang Farisi untuk menentang Dia. Mungkin saja orang-orang yang memberikan informasi ingin supaya nama mereka dirahasiakan, dan orang-orang Farisi itu tidak ingin rancangan mereka diketahui orang. Namun tidak seorang pun dapat menggali lubang yang cukup dalam untuk dapat menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN (Yes. 29:15), dan dalam perikop ini Kristus disebut Tuhan. Ia tahu apa yang diberitahukan kepada orang-orang Farisi, dan mungkin juga seberapa jauh berita itu menyimpang dari kebenaran, karena tampaknya Yesus belum membaptis lebih banyak dari Yohanes. Namun demikianlah yang disampaikan orang, untuk membuat Dia tampak lebih berbahaya (2Raj. 6:12).

VI. Bahwa setelah itu Tuhan kita Yesus meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.
        . Ia meninggalkan Yudea, karena mungkin Ia akan dianiaya di situ, bahkan sampai mati. Demikianlah kemarahan orang-orang Farisi terhadap-Nya, dan rancangan mereka yang tidak saleh untuk menghancurkan Anak Manusia pada awal masa pelayanan-Nya. Untuk menghindari rancangan-rancangan mereka, Kristus meninggalkan daerah tersebut, dan pergi ke tempat di mana pelayanan-Nya tidak terlalu menyulut kemarahan, dibandingkan jika Ia berada tepat di bawah pengawasan mereka.

 
* Kristus di Sumur Samaria (4:4-26)

Di sini diceritakan mengenai apa yang dilakukan oleh Kristus yang baik itu di Samaria, ketika Ia melalui daerah itu dalam perjalanan-Nya ke Galilea. Orang Samaria, baik dalam darah maupun agama, adalah Yahudi campuran, keturunan orang-orang dari daerah-daerah kekuasaan lain yang ditempatkan di Samaria oleh raja Asyur setelah penawanan sepuluh suku, yang hidup bersama dengan orang-orang miskin dari daerah itu yang ditinggalkan, dan banyak orang Yahudi lainnya sesudah itu. Mereka hanya menyembah Allah Israel, dan bagi-Nya mereka telah membangun sebuah bait di atas gunung Gerizim, untuk menyaingi bait yang ada di Yerusalem. Ada rasa permusuhan yang sangat besar antara mereka dengan orang Yahudi. Orang Samaria tidak mau menerima Kristus, ketika mereka melihat-Nya pergi ke Yerusalem (Luk. 9:53). Orang Yahudi berpikir bahwa tidak ada julukan buruk lain yang lebih pantas diberikan bagi Dia selain dari Ia orang Samaria. Ketika orang Yahudi berada dalam kemakmuran, orang Samaria menyatakan diri ada hubungan dengan mereka (Ezr. 4:2), tetapi, ketika orang Yahudi berada dalam kesusahan, mereka menjadi orang Media dan Persia; lihat Joseph. Antiq. 11. 340-341; 12. 257. Sekarang amatilah:

    I. Kedatangan Kristus di Samaria. Ia menyuruh murid-murid-Nya untuk tidak masuk ke dalam kota orang Samaria (Mat. 10:5), artinya untuk tidak memberitakan Injil atau mengerjakan mujizat apa pun. Di sini Ia pun tidak berkhotbah di depan umum, atau mengerjakan mujizat apa pun, karena pandangan-Nya tertuju kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Kebaikan yang Ia lakukan di sini sifatnya sambil lalu saja; hanya remah-remah dari roti anak-anak yang kebetulan jatuh dari meja tuannya.

. Jalan Kristus dari Yudea ke Galilea terbentang melintasi daerah Samaria (ay.4): Ia harus melintasi daerah Samaria. Tidak ada jalan lain, kecuali Ia mau mengambil jalan memutar di sisi lain sungai Yordan, tetapi itu jalan memutar yang jauh. Orang-orang jahat dan duniawi saat ini sudah begitu bercampur dengan Israel kepunyaan Allah sehingga, kecuali kita keluar dari dunia ini, kita tidak dapat menghindari pertemuan dengan orang-orang seperti itu (1Kor. 5:10). Oleh karena itu kita membutuhkan perlengkapan senjata kebenaran di tangan kiri dan kanan, supaya kita tidak membangkitkan amarah mereka ataupun menjadi cemar karena mereka. Janganlah kita masuk ke tempat-tempat pencobaan kecuali kalau harus perlu demikian; dan kalau harus terpaksa, janganlah kita tinggal di dalamnya, melainkan harus bergegas melewatinya. Sebagian orang berpikir bahwa Kristus harus melintasi daerah Samaria karena pekerjaan baik yang harus Ia lakukan di sana; ada seorang perempuan miskin yang harus diubahkan, seekor domba yang harus dicari dan diselamatkan. Ini adalah pekerjaan yang selalu ada di hati-Nya, jadi Ia harus melewati jalan tersebut. Inilah kebahagiaan bagi Samaria, bahwa daerah itu terletak di jalan Kristus, sehingga Ia memiliki kesempatan untuk memanggil mereka. Maka Aku lalu dari situ dan Aku berkata kepadamu: Engkau harus hidup (Yeh. 16:6).

. Tempat peristirahatan-Nya terletak di sebuah kota di Samaria.

        Sekarang perhatikan:
            (1) Gambaran tentang tempat tersebut. Tempat itu disebut Sikhar, mungkin sama dengan Sikhem atau Sekhem, tempat yang sering kita baca dalam Perjanjian Lama. Demikianlah nama-nama tempat biasanya berubah seiring perjalanan waktu. Sikhem menghasilkan orang bukan-Yahudi pertama yang masuk ke dalam jemaat Israel (Kej. 34:24), dan sekarang tempat ini menjadi tempat pertama di mana Injil diberitakan di luar wilayah Israel. Demikianlah menurut pengamatan Dr. Lightfoot. Begitu juga yang terjadi dengan lembah Akhor, yang menjadi pintu pengharapan, yaitu pengharapan bagi orang-orang bukan-Yahudi yang malang, yang melintasi kota ini (Hos. 2:14). Ini adalah tempat Abimelekh menjadi raja dan pusat kerajaan Yerobeam, tetapi ketika penulis Kitab Injil ini hendak menceritakan kepada kita masa lalu tempat tersebut, ia memperhatikan harta Yakub di situ, yang lebih mendatangkan kehormatan bagi tempat itu daripada raja-raja.
                [1] Di sinilah letak tanah Yakub, sebidang tanah yang Yakub berikan kepada anaknya, Yusuf, yang tulang-tulangnya dikuburkan di sana (Kej. 48:22; Yos. 24:32). Mungkin hal ini disebutkan untuk mengisyaratkan bahwa Kristus, ketika Ia beristirahat di situ, mengambil kesempatan dari tanah yang diberikan Yakub kepada Yusuf, untuk merenungkan kesaksian baik yang dihasilkan para nenek moyang dengan iman mereka. Bapa Gereja Hieronimus memilih untuk tinggal di tanah Kanaan, supaya pemandangan di tempat itu membuatnya lebih dapat menghayati kisah-kisah di dalam Alkitab.
                [2] Di sinilah tempat sumur Yakub, yaitu sumur yang digalinya, atau paling tidak digunakannya, untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Sumur ini tidak pernah disebutkan di dalam Perjanjian Lama, tetapi berdasarkan tradisi orang mempercayai bahwa ini adalah sumur Yakub.
            (2) Posisi tubuh Tuhan kita Yesus di tempat itu. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.

Percakapan ini dapat dibagi menjadi empat pokok:

. Mereka bercakap-cakap tentang air (ay. 7-15).
            (1) Di sini digambarkan situasi yang melandasi percakapan tentang air ini.
                [1] Seorang perempuan Samaria datang untuk menimba air. Ini mengisyaratkan kemiskinannya, ia tidak memiliki hamba untuk menimba air baginya. Ini juga berbicara mengenai kerajinannya, bahwa ia mau mengerjakannya sendiri.

. Pokok pembicaraan yang berikutnya dengan perempuan ini adalah mengenai suaminya (ay. 16-18).
Kristus memulainya bukan untuk menghentikan percakapan tentang air hidup, seperti banyak orang memasukkan hal-hal yang tidak ada kaitannya ke dalam percakapan supaya mereka dapat menghentikan suatu pokok pembicaraan yang serius. Kristus menyinggung soal suaminya dengan tujuan yang murah hati. Ia menyadari bahwa apa yang Ia katakan tentang karunia-Nya dan kehidupan kekal kurang berkesan bagi perempuan tersebut, karena ia belum diyakinkan tentang dosanya. Oleh karena itu, Ia menghentikan pembicaraan tentang air hidup untuk sementara, lalu mulai mencoba membangunkan hati nurani perempuan ini, untuk membuka luka rasa bersalahnya, supaya dengan demikian ia akan lebih mudah memahami perlunya penyembuhan dengan anugerah. Inilah cara berurusan dengan jiwa-jiwa; mereka pertama-tama harus dibuat letih dan menderita karena beban dosa, lalu dibawa kepada Kristus untuk memperoleh istirahat. Pertama tusuklah pada jantungnya, lalu sembuhkanlah. Ini adalah pelajaran tentang tubuh rohani, dan jika kita tidak mengikuti urutan ini berarti kita memulai dari ujung yang salah.

. Pokok percakapan berikutnya dengan perempuan tersebut adalah mengenai tempat ibadah (ay. 19-24).

        Perhatikan:

            (1) Masalah hati nurani yang dikemukakan perempuan tersebut kepada Kristus, mengenai tempat ibadah (ay. 19-20).

            (2) Jawaban Kristus atas masalah hati nurani ini (ay. 21 dan seterusnya). Orang-orang yang mendekatkan dirinya kepada Kristus untuk menerima pengajaran akan menemukan Dia lemah lembut, mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
            Nah, di sini kita melihat:
            Dengan enteng, Kristus menjawab pertanyaan tentang tempat ibadah yang diajukan perempuan tersebut (ay. 21): "Hai perempuan, percayalah kepada-Ku sebagai nabi, dan perhatikanlah apa yang Aku katakan. Engkau boleh saja berharap-harap agar suatu waktu kelak, entah oleh wahyu ilahi atau tanda-tanda dari Allah, masalah ini akan diputuskan apakah Yerusalem atau gunung Gerizim. Namun, Aku katakan kepadamu sekarang saatnya kini sudah dekat bahwa tidak akan ada lagi pertanyaan. Apa yang diajarkan kepadamu itu sebagai sesuatu yang sangat penting, akan dikesampingkan sebagai hal yang tidak ada apa-apanya." Perhatikan, persaingan kita bisa menjadi reda bila kita berpikir bahwa masalah-masalah yang saat ini membebani kita dan yang begitu kita ributkan itu akan segera hilang dan tidak akan ada lagi. Hal-hal yang begitu kita pertengkarkan sedang berlalu: Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Pertama, sasaran penyembahan kita harus selalu tetap sama, yaitu Allah, sebagai Bapa. Dengan dasar pemikiran inilah orang-orang yang kafir sekalipun menyembah Allah, demikian juga orang-orang Yahudi, dan mungkin pula orang-orang Samaria.

Kedua, segala pengagungan dan perbedaan tentang tempat ibadah harus diakhiri. Sistem pemerintahan Yahudi akan segera runtuh dan pemerintahan Injili akan bangkit, dan hal ini akan diatur sama dan umum bagi semua, supaya tidak peduli di manapun orang menyembah Allah, semuanya sama dan orang tidak terikat pada suatu tempat. Tidak di sini atau di sana, melainkan keduanya, di mana saja, di segala tempat. Perhatikan, penyembahan Allah sekarang, di bawah Injil, tidak terikat dengan suatu tempat tertentu, seperti yang terjadi di bawah hukum Taurat. Sebaliknya, kehendak Allah supaya manusia bisa beribadah di mana saja (1Tim. 2:8; Mal. 1:11). Pikiran kita mengajar kita untuk memeriksa kepantasan dan kenyamanan tempat kita beribadah, tetapi agama kita tidak menganggap suatu tempat lebih baik dari tempat lainnya, dalam kaitannya dengan kekudusan dan perkenanan Allah. Mereka yang lebih menyukai ibadah tertentu hanya karena masalah rumah atau gedung tempat ibadah itu (walaupun gedungnya megah dan penahbisannya sekhidmat bait Salomo), melupakan bahwa saatnya akan tiba bahwa tidak akan ada lagi perbedaan demikian dalam pandangan Allah, tidak juga antara Yerusalem yang pernah sangat terkenal dengan kekudusannya dengan gunung di Samaria yang pernah sangat tidak disukai karena ketidaksalehannya.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 30 Oktober 2022 - Komitmen Pada Perjanjian - Kejadian 15:1-21

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 16 Oktober 2022 - TAKUTLAH AKAN ALLAH - Pengkhotbah 4:17--5:6




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,