gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1607 kali
Download MP3 Music
Pengkhotbah 4:17--5:6
4:1 Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. 4:2 Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. 4:3 Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari. 4:4 Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. 4:5 Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri. 4:6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.
Kesia-siaan dalam hidup
4:7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: 4:8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; -- untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? -- Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan. 4:9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 4:10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 4:11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? 4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. 4:13 Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi. 4:14 Karena dari penjara orang muda itu keluar untuk menjadi raja, biarpun ia dilahirkan miskin semasa pemerintahan orang yang tua itu. 4:15 Aku melihat semua orang yang hidup di bawah matahari berjalan bersama-sama dengan orang muda tadi, yang akan menjadi pengganti raja itu. 4:16 Tiada habis-habisnya rakyat yang dipimpinnya, namun orang yang datang kemudian tidak menyukai dia. Oleh sebab itu, inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
Takutlah akan Allah
5:1 (#4-#17) Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat. 5:2 (#5-#1) Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit. 5:3 (#5-#2) Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan. 5:4 (#5-#3) Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. 5:5 (#5-#4) Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. 5:6 (#5-#5) Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?

Penjelasan:
* Pkh 4:1 - Janganlah terburu-buru dengan mulutmu
Penekanannya ialah pada kesungguhan dalam doa. Doa bertele-tele (Mat. 6:7) sebagaimana kebiasaan banyak orang tidak akan menghasilkan sebanyak doa singkat dari orang yang tulus.

* Pkh 4:2 - Sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan
Pengarang mengutip sebuah amsal untuk mendukung gagasannya terdahulu. Sama seperti malam yang penuh mimpi terjadi karena orang mempunyai terlalu banyak kesibukan dalam pekerjaan, demikian pula percakapan-percakapan yang kosong timbul karena terlalu banyak kata-kata dalam ibadah.

* PEKERJAAN (4:4-6).
Kerja keras manusia sia-sia karena (1) meskipun manusia yang bekerja itu bisa memperoleh sesuatu dalam hidup ini, motivasinya hanya iri terhadap sesamanya; sekalipun begitu (2) orang yang tidak bekerja menghancurkan dirinya, sebab dia tidak mungkin mendapatkan nafkah tanpa bekerja.

* Pkh 4:5 - Memakan dagingnya sendiri
Ini adalah pernyataan metafora yang menyiratkan kelaparan (bdg. Am. 4:6). Orang yang tidak bekerja menghabiskan miliknya sampai tidak memiliki apa-apa selain dirinya, dari mana dia hidup.

* Pkh 4:5 - Membawa engkau ke dalam dosa // Utusan
Maksudnya jangan membiarkan mulut orang menyebabkan dirinya menghadapi kesukaran di hadapan Allah. Utusan bukanlah malaikat penghukum yang diutus Allah, melainkan imam yang bertugas mengumpulkan atau mencatat apa yang telah dinazarkan orang (bdg. Mal. 2:7).

* Pkh 4:6 - Segenggam ketenangan
Orang semestinya tidak mengikuti dua ekstrem ini. Bekerja mendatangkan upah (bdg. 2:10, 24), tetapi bekerja terlalu banyak dapat menghancurkan kebaikan ini. Lebih baik mendapatkan segenggam penghasilan yang diterima dengan penuh arti daripada memperoleh penghasilan besar dengan khawatir dan kerja keras yang menjengkelkan.

* Pkh 4:6 - Sebagaimana mimpi banyak
Amsal yang sulit ini mungkin menyinggung ayat 3, dan penulis sedang menyimpulkan artinya. Sama seperti terlalu banyak memperhatikan pekerjaan membuat orang bermimpi, demikian pula terlalu banyak kata-kata waktu ibadah menimbulkan murka dan hukuman dari Allah.

* MELALUI PENUMPUKAN KEKAYAAN SECARA KIKIR (4:7-12).
Kekayaan sering membuat orang kikir, sehingga dia menarik diri dari teman-teman yang lain. Ini kemudian memisahkan dia dari salah satu di antara sedikit sukacita yang dapat diberikan oleh kehidupan ini.

* Pkh 4:8 - Ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki
Ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki (AV, There is not a second). Ini dijelaskan oleh kalimat selanjutnya, yaitu bahwa orang tersebut tidak mempunyai mitra atau penolong. Karena perikop ini mengenai ketamakan atau kekikiran, maka pengertian yang tersirat adalah bahwa ini merupakan seorang kikir yang bekerja keras sendirian, sehingga dia tidak harus membagikan keuntungannya kepada siapa pun. Sang penulis kemudian menyebutkan keuntungan-keuntungan mempunyai hubungan dengan orang lain - ada penolong dalam kesukaran, ada kehangatan, perlindungan dan rasa aman (bdg. 4:9-12).

Wycliffe: Pkh 4:12 - Tali tiga lembar

12. Tali tiga lembar. Mungkin yang dimaksud adalah keuntungan mempunyai teman, dan bahwa jika persekutuan dua orang adalah baik maka persekutuan tiga orang tentu lebih baik. sebuah tali dengan tiga lembar, di dalamnya akan lebih kuat daripada yang dengan dua lembar.

* MELALUI SIFAT SEMENTARA DARI POPULARITAS (4:13-16).
Orang-orang yang mengejar popularitas sebagai tujuan utama akan mengetahui bahwa hal itu tidak akan memberikan kepuasan sejati, sebab itu berarti bergantung pada sifat tidak tetap dari orang-orang, dan dengan demikian tidak kokoh.

* Pkh 4:13 - Lebih baik seorang muda miskin // yang tidak mau diberi peringatan lagi,
Lebih baik seorang muda miskin. Sebuah contoh hipotetis tentang apa yang sering kali terjadi waktu seorang miskin naik menjadi raja. Raja yang tidak mau diberi peringatan lagi, artinya menerima nasihat, ketika dia masih seorang muda miskin. Waktu itu dia setidak-tidaknya terbuka untuk belajar sesuatu. Kini usia tua dan pengalaman bertahun-tahun di hadapan umum telah membutakan dia (sang pengarang menyatakan ini secara tidak langsung) akan ketidakmampuannya serta kebutuhannya akan nasihat yang bijaksana.

* Pkh 4:14 - Karena dari penjara orang muda itu keluar untuk menjadi raja // dari penjara
Karena dari penjara orang muda itu keluar untuk menjadi raja. Umur dan pengalaman sering tidak mengajarkan apa-apa kepada seseorang. Raja itu sendiri yang dahulu adalah orang miskin, yang keluar dari penjara lalu menjadi raja, yang menyebabkan raja lain jatuh, tidak memetik pelajaran utama dari perjuangannya - bahwa dukungan rakyat bersifat tidak pasti dan tidak dapat diramalkan. Terjemahan AV, he that is born in his kingdom becometh poor menunjukkan bahwa karena raja tersebut tidak dapat mengambil pelajaran mengenai popularitas, suatu hari dia bisa menjadi seorang miskin di dalam kerajaannya sendiri.

* Kata-kata Nasihat (A) 4:17-5:6
Inilah bermacam-macam kata nasihat mengenai ibadah yang benar. Sang penulis menganjurkan untuk hati-hati serta singkat dalam berdoa (4:17-5:1-2) dan sigap dalam membayar nazar (5:3-6).

* Pkh 5:1 - Jagalah langkahmu // ke rumah Allah // mendengar adalah lebih baik, // mendengar // orang-orang bodoh,
Jagalah langkahmu. Pastikan bahwa Anda mengetahui apa yang Anda lakukan ketika Anda datang ke rumah Allah. Pada frasa mendengar adalah lebih baik, sang penulis bukan berbicara tentang datang ke Bait Allah untuk mendengarkan paparan mengenai Hukum Taurat, melainkan ia memberikan peringatan agar tidak menghampiri Allah dengan cara yang salah. Dalam Perjanjian Lama, kata mendengar sering mempunyai pengertian "menaati." Ada perbedaan antara orang-orang yang datang kepada Allah dengan ketaatan, yaitu yang didasari tingkah laku etis dan bermoral (bdg. Mzm. 119:101) dengan orang-orang bodoh, yaitu orang-orang yang beribadah dengan hati yang tidak bertobat.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 23 Oktober 2022 - AIR KEHIDUPAN YANG MEMULIHKAN - Yohanes 4:1-21

Sebelum:
MTPJ 16-22 Oktober 2022 ; Takutlah Akan Allah – Pengkhotbah 4:17-5:6




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,