gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1372 kali
Download MP3 Music
Ulangan 4:1-20
Musa menasihati bangsa itu memelihara hukum Allah
4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. 4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. 4:3 Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor, 4:4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini. 4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. 4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini? 4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu, 4:10 yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. 4:11 Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan. 4:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara. 4:13 Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu. 4:14 Dan pada waktu itu aku diperintahkan TUHAN untuk mengajarkan kepadamu ketetapan dan peraturan, supaya kamu melakukannya di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya. 4:15 Hati-hatilah sekali -- sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api -- 4:16 supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; 4:17 yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, 4:18 atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; 4:19 dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, 4:20 sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini.

Penjelasan:
* Rangkuman Perjanjian (4:1-49)
Bagian pendahuluan historis ini diakhiri dengan nasihat. Nasihat ini bersifat peralihan kepada bagian selanjutnya yang membahas sejumlah kewajiban dari hubungan perjanjian. Panggilan untuk taat yang diutarakan di sini, secara singkat diulangi dalam paragraf-paragraf yang mengawali pembagian penting di dalam ketentuan-ketentuan yang dikemukakan (lih. 5:1; 6:1; 12:1). Ulangan pasal 4 sangat menakjubkan sebab hingga taraf tertentu pasal ini berisi semua ciri yang merupakan pola dari perjanjian di antara raja pemenang dengan raja yang kalah zaman dulu. Jadi, di dalam pasal tersebut terdapat: (1) identifikasi penulis perjanjian itu selaku pembicara (ay. 1, 2, 5, 10); (2) berbagai acuan kepada hubungan-hubungan historis masa lalu; (3) penyajian tuntutan pokok untuk mengabdi sepenuhnya kepada raja penakluk; (4) rujukan kepada sangsi-sangsi berupa berkat dan kutukan; (5) panggilan akan saksi-saksi (ay. 26); (6) kewajiban untuk meneruskan pengetahuan mengenai perjanjian itu kepada angkatan selanjutnya (ay. 9, 10); dan (7) peringatan tentang soal dinasti (ay. 21, 22). Percampuran beberapa aspek utama dari penetapan perjanjian yang dijumpai di dalam pasal ini dan di bagian lainnya di dalam kitab ini menunjuk kepada pidato perpisahan Musa di dalam suasana bebas. Kitab Ulangan bukan sebuah dokumen yang dipersiapkan secara cermat di dalam sebuah kantor pemerintah dengan ketaatan yang apatis terhadap bentuk hukum tertentu.

Ayat 1-8 mengemukakan suatu panggilan untuk bijaksana. Ketetapan-ketetapan yang diajarkan oleh Musa merupakan kehendak Allah (ay. 5). 2. Janganlah kamu menambahi ... dan ... menguranginya. Hukum-hukum Allah tidak boleh diubah atau dipersingkat melalui rumusan-rumusan hukum buatan manusia (bdg. 12:32; Why. 22:18 dst.). Tugas manusia hanyalah memperhatikan, dan bagi orang Israel yang taat kepadanya dijanjikan kehidupan dan warisan kekayaan - supaya kamu hidup dan ... menduduki negeri yang diberikan kepadamu (ay. 1). Kenyataan bahwa pada akhirnya kesalehan dan kemakmuran akan berpadu sudah dilukiskan sebelumnya di dalam sejarah teokrasi Israel, sebab pemerintahan tersebut melambangkan kerajaan Allah yang sempurna. Gambaran mengenai kenyataan ini ialah hukuman Allah yang baru saja dilaksanakan terhadap Israel akibat keterlibatannya dalam penyembahan berhala Baal-Peor (ay. 3; Bil. 25:1-9); sebab orang-orang yang tetap setia dalam pencobaan itu lolos dari maut ketika tulah kematian menimpa mereka (4:4). Jadi, dapat dipahami bahwa ketaatan pada hukum Allah dianggap sebagai kebijaksanaan sejati. 7, 8. Allah yang demikian dekat ... dan ... ketetapan dan peraturan demikian adil. Ketaatan adalah jalan untuk memperoleh segenap kebahagiaan dari berkat-berkat utama perjanjian dekatnya Allah dengan kuasa-Nya yang menyelamatkan, dan pengetahuan akan kebenaran sejati. Terang yang dinyatakan di Israel memang menjadi terang bagi orang bukan Yahudi juga (ay. 6). Di dalam penjelasan tentang cara perjanjian sebagai cara bijaksana ini telah diletakkan landasan dalam Taurat bagi Sastra Hikmat yang kemudian memperoleh tempat di dalam kanon kudus.

Dalam ayat 9-31 kebodohan dari penyembahan berhala dinyatakan. Ketika Musa menghadapkan angkatan yang baru itu dengan tantangan untuk menegaskan kembali kesetiaan mereka sebagaimana telah dilakukan ayah-ayah mereka di Sinai, ia jelas ingat akan dosa para leluhur itu yakni pembuatan anak lembu emas melalui mana, bangsa tersebut mengkhianati perjanjian nyaris langsung sesudah perjanjian tersebut dimeteraikan (bdg. 9:7 dst.; Kel. 32). Karena itu dia menekankan larangan yang dikemukakan dalam perintah kedua ketika ia membedakan jalan hidup bijaksana dan kehidupan dengan jalan hidup kebodohan dan kehancuran (4:1-8).

* Ul 4:10 - Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku
Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku. Di Horeb Allah menyatakan kepada Israel cara penyembahan yang benar. Penyataan tersebut tercakup di dalam perjanjian yang pada mulanya disampaikan secara lisan dan kemudian dituliskan pada dua buah loh batu. Pembuatan dokumen salinan, satu untuk raja pemenang dan satunya untuk raja yang dikalahkan merupakan prosedur yang sudah biasa di dalam perjanjian-perjanjian semacam ini. Kenyataan bahwa isi dari loh-loh batu tersebut dinamakan "Kesepuluh Firman" dan juga "perjanjian" menunjuk kepada sifat dari perjanjian tersebut sebagai deklarasi tentang ketuhanan Allah.

* Ul 4:12 - Lalu berfirmanlah Tuhan ... dari tengah-tengah api // patung // matahari, bulan dan bintang
Lalu berfirmanlah Tuhan ... dari tengah-tengah api (lih. juga ay. 15). Cara penyembahan yang benar juga dinyatakan melalui wujud penampakan diri Allah (teofani). Sebab sekalipun suara yang mengutarakan isi perjanjian itu terdengar, tidak ada bentuk tertentu dari Allah yang kelihatan selain api kemuliaan Allah yang memusnahkan. Lambang-lambang dari penyataan diri Allah yang bisa dilihat dengan demikian memperkuat larangan dari titah kedua.

Israel harus waspada terhadap penyembahan berhala, yakni menyembah hasil karya manusia - patung (ay. 16-18; bdg. 5:8) dan juga menyembah karya Allah, matahari, bulan dan bintang (ay. 19). Menyembah hal-hal yang kelihatan dan makhluk hidup merupakan ciri khas dari bangsa-bangsa kafir yang telah ditinggalkan Allah di dalam kebodohan sesat mereka (ay. 19b; bdg. 29:26; Rm. 1:21 dst.).

* Ul 4:20 - Menjadi umat milik-Nya sendiri
Menjadi umat milik-Nya sendiri. Bagi Israel, menyimpang kepada penyembahan berhala berarti lebih memilih nasib kaum sesat ketimbang menjadi pilihan ilahi sebagai milik Allah sendiri yang telah ditebus (lih. juga 7:6; 14:2), sebuah kehormatan eksklusif yang menuntut suatu pengabdian dan ketaatan yang eksklusif pula.


* Cinta Kepada Allah, ingat hukum-hukumnya dan wariskan kepada generasi-generasi berikutnya

Hubungan antara Allah dan Israel dapat digambarkan sebagai hubungan antarkekasih. Allah begitu mengasihi Israel dan memberikan yang terbaik baginya. Allah menuntut pula kesetiaan dan cinta yang tak terbagi dari Israel. Setelah Musa mengingatkan bangsa Israel tentang sejarah mereka, mulai pasal ini ia menasihatkan mereka untuk menaati hukum-hukum Allah agar mereka hidup.

Allah mencintai bangsa Israel dengan pemeliharaan-Nya yang begitu indah. Ia juga memberikan hukum pengajaran-Nya yang unik, yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain (ayat 5-8). Dengan hukum-hukum ini, bangsa Israel akan menjadi bangsa yang besar (secara spiritual, bukan kuantitas). Ketika mereka menaati hukum-hukum tersebut, Allah akan menjadi dekat dan menolong mereka -- suatu keajaiban bagi bangsa-bangsa lain (ayat 7). Hukum-hukum itu sendiri sempurna dan unik (ayat 8), misalnya adanya peraturan- peraturan mengenai perlakuan yang baik terhadap orang asing dan tidak adanya hukuman mati bagi kejahatan ekonomi -- sesuatu yang berbeda dibandingkan peraturan bangsa-bangsa lain.

Hanya Allah yang patut dicintai dan disembah. Untuk itu, bangsa Israel harus mengingat semua hukum-Nya dan menyampaikannya kepada generasi-generasi berikutnya. Itulah sebabnya dua loh untuk sepuluh perintah Allah dibuat dari batu -- agar hukum- hukum itu permanen. Allah menginginkan agar bangsa Israel tidak menyembah apa pun yang berada di dalam alam ciptaan (ayat 15-20) meskipun mengatasnamakan Yahweh. Hanya Yahweh yang patut disembah. Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa Ia adalah Allah yang cemburu (ayat 24). Ia berharap bangsa Israel yang akan masuk ke Tanah Perjanjian tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ GMIM 18-24 September 2022 - 2 Korintus 8:1-15


Sebelum:

Khotbah GMIM Minggu, 4 September 2022 - BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH - 2 Korintus 5:11-21




All Garis Besar:
All Khotbah MTPJ GMIM 2022:
MTPJ GMIM Minggu, 9 Oktober 2022 - MENGHALAU GODAAN DENGAN FIRMAN TUHAN - Matius 4:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu 2 Oktober 2022 - Firman Tuhan dan Janji Pemulihan - Yeremia 30:1-24 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 25 September 2022 - Mensyukuri Berkat Tuhan Dengan Memberi Persembahan - Ulangan 26:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2022 - HENDAKLAH KAMU KAYA DALAM PELAYANAN KASIH - 2 Korintus 8:1-15 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 18-24 September 2022 - 2 Korintus 8:1-15 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 11 September 2022 - Wariskanlah Perintah Tuhan Kepada Anak Cucu, Cicit - Ulangan 4:1-20 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 4 September 2022 - BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH - 2 Korintus 5:11-21 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 28 Agustus 2022 - Nasihat dan Doa Untuk Melakukan Kehendak Tuhan - Ibrani 13:17-25 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 21 Agustus 2022 - JANGAN MENGHAKIMI - ROMA 14:1-12 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 21 - 27 Agustus 2022 - Roma 14:1-12 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 14 Agustus 2022 - GEREJA SEBAGAI PEMBERITA KEBEBASAN - Yesaya 61:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 14-20 Agustus 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 7 Agustus 2022 - Berjalan Menurut Titah Tuhan - Bilangan 9:15-23 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 5 Agustus 2022 - HARI KESEHATAN GMIM LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 31 Juli 2022 - Persembahkanlah Korban Syukur dengan Ucapan Bibir Yang MemuliakanNy - Ibrani 13:1-16 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 30 Juli - 6 Agustus 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 24 Juli 2022 - Mengucap Syukurlah untuk Kemuliaan Tuhan - 1 KORINTUS 10:14-33 LIRIK

MTPJ GMIM 24 - 30 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 17 Juli 2022 - Mengucap Syukur Menurut Cara yang Berkenan - Ibrani 12:18-29 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 17 - 23 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 10 Juli 2022 - Kecaplah Dan Lihatlah, Tuhan Itu Baik - Mazmur 34:1-23 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 10 - 16 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 3 Juli 2022 - BERPEGANGLAH PADA AJARAN SEHAT - 1 Timotius 1:3-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 3 - 9 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 26 Juni 2022 - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pemberian Tuhan - Keluaran 31:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 26 Juni - 2 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM, Minggu, 19 Juni 2022 - Orang yang percaya musti se tinggal tu cara hidop dulu kong beking tu butul - Efesus 4:17-24 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 12 Juni 2022 - Api Injil Memurnikan dan Memampukan Menilai Zaman – Lukas 12:49-59 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 05 Juni 2022 - BERITAKANLAH INJIL DENGAN SEGALA RESIKO – MATIUS 10:16-33 LIRIK

MTPJ GMIM 5 Juni - 11 Juni 2022 - Matius 10:16-33 (Hari Pentakosta I) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 29 Mei 2022 - ANAK ADALAH MAHKOTA – Amsal 17:1-17 LIRIK

MTPJ 29 Mei - 4 Juni 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 22 Mei 2022 - Berjalan Bersama Dalam Terang Firman - Lukas 24:13-35 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 22 - 28 Mei 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 15 Mei 2022 - HIKMAT MENUNTUN ORANG KE JALAN YANG BENAR - Amsal 2:1-22 LIRIK

MTPJ GMIM 15 - 21 Mei 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 8 Mei 2022 - Mengabarkan Injil Adalah Upahku - 1 Korintus 9:1-18 LIRIK

MTPJ 8 Mei - 14 Mei 2022 - 1 Korintus 9:1-18 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 1 Mei 2022 - PELAYANAN YANG FOKUS KEPADA TUHAN - 1 Raja-Raja 19:9-18 LIRIK

MTPJ 1-7 Mei 2022 - Solidaritas Yang Paripurna - Pelayanan Yang Berfokus Kepada Tuhan LIRIK

Khotbah GMIM Minggu 24 April 2022 - Berita Injil Adalah Kepastian Yang Kokoh - 1 Tesalonika 1:1-10 LIRIK

MTPJ GMIM 24-30 April 2022 - 1 Tesalonika 1:1-10 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 16 April 2022 - JADILAH PEWARTA KEBANGKITAN - Markus 16:1-8 LIRIK

MTPJ 17-23 April 2022 (Paskah I/ Hari Anak GMIM) - Jadilah Pewarta Kebangkitan - Markus 16:1-8 LIRIK

MTPJ Jumat, 15 April 2022 (Khotbah Jumaat Agung) - Solidaritas Yang Paripurna - Yohanes 19:28-30 LIRIK

MTPJ 15 April 2022 (Khotbah Perjamuan Kudus) - Jadilah Saksi yang Benar - Yohanes 19:31-37 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 10 April 2022 - TERSALIB WALAUPUN TIDAK BERSALAH - Lukas 23:33-43 LIRIK

MTPJ 10-16 April 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 3 April 2022 - KEBENARAN MEREDUP DEMI KEPENTINGAN - Markus 15:1-15 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 3 - 9 April 2022 (Minggu Sengsara V) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 27 Maret 2022 - (Minggu Sengsara IV) - Hindarilah Dendam - Markus 6:14-29 LIRIK

MTPJ 27 Maret - 2 April 2022 (Minggu Sengsara IV) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 20 Maret 2022 - Membangun Kebersamaan Pelayanan Berdasarkan Kasih Kristus - Filemon 1:4-22 LIRIK

MTPJ GMIM 20 - 26 Maret 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 13 Maret 2022 - Meratap Tanda Pertobatan - Zakharia 12:1-14 LIRIK

MTPJ 13-19 Maret 2022 + (Minggu Sengsara II) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 6 Maret 2022 - MEMBANGUN SPIRITUAL MELALUI PUASA DIAKONAL - Yesaya 58:1-12 LIRIK

MTPJ GMIM 6-12 Maret 2022 (Minggu Sengsara I) LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 27 Februari 2022 - SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN - 1 Korintus 1:10-17 LIRIK

MTPJ GMIM 27 Februari - 5 Maret 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 20 Februari 2022 - Keteladanan dan Kompetensi Pelayan Khusus – Titus 1:1-16 LIRIK

MTPJ GMIM 20 - 26 Februari 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 13 Februari 2022 - Integritas dan komitmen pelayan Tuhan – 2 Korintus 11:7-33 - oleh Pdt. Yolanda Komimbing S.Th LIRIK

MTPJ GMIM 13-19 Februari 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 06 Februari 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan – Bilangan 8:5-22 LIRIK

MTPJ 6-12 FEBRUARI 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan - Bilangan 8:5-22 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 30 Januari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 (oleh Ibu PDT TIRSA TAIRAS, MTH) LIRIK

MTPJ 30 Januari - 5 Februari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 LIRIK

MTPJ 23 - 29 Januari 2022 - Komitmen Dan Konsistensi Melayani - Lukas 14:25-35 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 16 Januari 2022 - Kekuatan Doa - Kisah Para Rasul 4:23-31 LIRIK

MTPJ 16 - 22 Januari 2022 - Kekuatan Doa - Kisah Para Rasul 4:23-31 LIRIK

KHOTBAH GMIM - Minggu, 09 Januari 2022 - Hormatilah Pelayan Tuhan - 1 Timotius 5:17-25 LIRIK

MTPJ 09 - 15 Januari 2022 - Hormatilah Pelayan Tuhan - 1 Timotius 5:17-25 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 2 Januari 2022 - Menjadi Kuat Karena Hidup dalam Tuhan - 2 Tawarikh 27:1-9 LIRIK

MTPJ GMIM 2 JANUARI - 8 JANUARI 2021 - Menjadi Kuat Karena Hidup dalam Tuhan - 2 Tawarikh 27:1-9 LIRIK

MTPJ 1 JANUARI 2022 – Peace Starts With Me (Perdamaian Mulai Dari Diri Sendiri) - Kejadian 32:1-21 - (KHOTBAH PERMULAAN TAHUN) LIRIK



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(76)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,