gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 80 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : “Misi Dan Pendidikan Yang Membebaskan”
TEMA MINGGUAN : “Persembahkanlah Korban Syukur Dengan Ucapan Bibir Yang Memuliakan-Nya"

BACAAN ALKITAB: Ibrani 13:1-16

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Setiap waktu kehidupan kita adalah saat bersyukur. Bersyukur dalam segala hal itulah karakter kekristenan yang siap menerima apapun dari Tuhan baik susah maupun senang. Kita mengekspresikan syukur dengan persembahan ibadah-ibadah dalam bentuk uang, bahan-bahan hasil bumi dan lain-lain. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk menyatakan syukur di hadapan Tuhan yang senantiasa memberi berkat.

Pada saat pengucapan syukur jemaat seperti yang sedang dilaksanakan di beberapa tempat, anggota jemaat memberi sampul pengucapan syukur dan bahan natura dalam ibadah di gedung gereja. Ketika penerapan pembatasan kegiatan masayarakat pada masa pandemi COVID-19 ada juga yang memberi persembahan syukur dan dibacakan melalui ibadah pengucapan syukur di kolom-kolom.

Realita yang terjadi di jemaat, model pengucapan syukur yaitu memberikan dan mengumpulkan natura (bahan) dan inatura (uang), baik di Gedung Gereja maupun di kolom-kolom. Sementara itu memberi korban persembahan yang berkenan kepada Allah seperti memberi bantuan kepada sesama yang membutuhkan, berbuat baik dan ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya belum sepenuhnya mendapatkan perhatian.

Kita dapat menjadi sumber motivasi tentang kebaikan Tuhan yang telah memberkati sehingga orang yang mendengarnya dapat mengucap syukur baik dengan ucapan bibirnya, perilaku yang melakukan kehendak Tuhan hingga tindakan menyisihkan berkat materi (uang, dan lain-lain) untuk menopang pelayanan.

Kalau selama ini pengucapan syukur dalam gereja lebih dipahami sebagai tindakan memberikan uang atau materi lainnya, maka dimensi pengucapan syukur dalam Ibrani 13:1-16 akan mengarahkan pemahaman pada tindakan syukur berupa kata dan tindakan yang memuliakan nama Tuhan.

Oleh karena itu melalui perenungan sepanjang minggu ini kita dituntun dengan tema: “Persembahkanlah Korban Syukur Dengan Ucapan Bibir Yang Memuliakan-Nya.”

PEMBAHASAN TEMATIS


Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Ada berbagai nasihat yang disampaikan dalam Ibrani 13 : 1-16. Penulis banyak berbicara tentang kurban-kurban yang dipersembahkan di bait suci. Beratnya beban yang dialami oleh penerima surat Ibrani akibat penganiayaan mereka saksikan (lihat ayat 3), bukanlah penghalang untuk memuliakan Tuhan dengan ucapan bibir mereka. Berbagai nasihat disampaikan agar mereka memelihara kasih persaudaraan (seperti memberi tumpangan kepada orang (ayat 1, 2) dan tetap berbuat baik bagi sesama (ayat 15, 16) dan menghargai ikatan pernikahan (ayat 5). Mereka diharapkan tetap memberi bantuan, walaupun dalam kekurangan, tetap berbuat baik walaupun dalam penderitaan dan tetap hidup kudus di tengah ancaman kemerosotan hidup pernikahan.

Nasihat-nasihat dalam surat Ibrani disampaikan juga untuk mengingatkan umat Kristen pada waktu itu tentang bahaya kemurtadan. Dalam pasal 10:25 dikatakan bahwa ada dari mereka yang mundur dan menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah. Hal ini dapat disebabkan oleh penganiayaan yang mereka alami (pasal 10:32-34). Sebagian mereka ikut menyaksikan penderitaan saudara-saudara seiman mereka (ayat 3). Surat ini mau mengingatkan agar mereka berpegang teguh pada Kristus dan meninggalkan cara-cara ibadat yang lama. Pada ayat 9 mereka diingatkan tentang ajaran-ajaran asing yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

 Dalam ayat 9 dikemukakan bahwa, ibadah Kristen tidak memerlukan korban kudus yang duniawi yang disyaratkan aturan-aturan makanan Iman Kristen tidak memerlukan tempat kudus yang kelihatan karena Yesus telah menderita di luar pintu gerbang (ayat 12) untuk menguduskan umat dengan darah-Nya sendiri.

Yesus telah menderita untuk menguduskan umat dengan darah-Nya sendiri (ayat 12) karena itu untuk mengungkapkan syukur kepada Dia yang telah berkorban, dalam ayat 14, umat Kristen dipanggil untuk “pergi” kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. Pergi kepada-Nya dalam kesediaan mengambil bagian dalam penderitaan Kristus dengan membawa korban syukur yang tentunya lebih kepada penyerahan diri untuk setia kepada-Nya walaupun menanggung kehinaan dan penganiayaan.

Kita harus mempersembahkan korban syukur di dalam tempat kudus yang sorgawi melalui Yesus sebagai Imam Besar. Sebab di sini, kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. Kita memberi persembahan syukur, bukan untuk diperlihatkan pada sesama dalam ibadah formal jemaat, tetapi harus memperhatikan aspek perkenan Tuhan, pemilik kota yang akan datang (sorga, hidup kekal, selamat) di ayat 14.

Oleh karena itu salah satu nasihat dalam bagian Alkitab ini adalah persembahkan korban kepada Tuhan dengan ucapan bibir yang memuliakan Dia. Korban ini bukan korban yang berupa materi seperti kambing atau domba seperti yang dilakukan dalam adat istiadat Yahudi, melainkan korban yang terdiri dari puji-pujian sebagai ucapan syukur kepada Allah (ayat 15). Ucapan bibir yang memuliakan Tuhan dapat berupa kesaksian yang menceritakan kebaikan Tuhan, ucapan bibir mencerminkan rasa syukur sehingga membuat banyak orang bersyukur kepada Tuhan. Kepada Yesuslah kita sekarang membawa persembahan. Dengan korban seperti aturan hukum Yahudi, tidak mungkin manusia bisa memenuhi semuanya. Yesus Kristus telah menjadi Imam besar yang telah membawa korban yaitu tubuh dan darah-Nya sendiri melalui kematian-Nya. Hanya dengan memuliakan Dia dengan ucapan bibir, itulah persembahan dari orang-orang yang telah ditebusnya.

Dalam ayat 16 dikatakan bahwa puji-pujian kepada Allah harus dilakukan juga bersama-sama dengan pelayanan kepada sesama manusia. Pelayanan kepada sesama manusia memang sudah diingatkan sejak awal pasal ini yaitu peliharalah kasih persaudaraan, memberikan tumpangan kepada orang karena dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat (Ibrani 13:1,2).

Sebaliknya kasih persaudaraan yang terpelihara itu dapat terkikis ketika manusia menjadi hamba uang (ayat 5). Sikap cinta akan uang yang membuat orang hanya akan berorientasi pada diri sendiri. Fokus pada uang, dapat membuat orang merasa tidak pernah cukup, apalagi berbagi untuk orang lain. Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya (Pengkhotbah 5:9). Oleh karenanya penulis mengajak umat Kristen untuk mencukupkan dengan apa yang ada. Ada dorongan untuk menganggap atau berpikir “cukup” untuk melawan sikap yang senantiasa menghendaki lebih dan lebih banyak lagi. Uang memang penting, tapi bukan segala-galanya. Penolong yang setia adalah Tuhan, yang tidak akan membiarkan dan meninggalkan umat-Nya (ayat 5-6).


Makna dan Implikasi Firman

1. Mengucap Syukur dengan Ucapan bibir yang memuliakan Tuhan.

Untuk merespons kasih setia-Nya maka umat yang bersyukur tidak hanya dengan persembahan secara materi tetapi ucapan bibir yang memuliakan nama Tuhan. Ucapan bibir yang memuji Tuhan ketika kita menyanyi membawakan pujian, ketika menjadi kantoria atau pemimpin pujian dalam kebaktian penyegaran iman, tetapi juga lewat setiap ucapan bibir setiap waktu yang mendatangkan sukacita dengan kata-kata yang meneduhkan, memberi motivasi dan semua bentuk ucapan bibir yang berdampak positif bagi orang lain. Ucapan bibir ini harus didorong dari hati yang setia memelihara persaudaraan dan menyaksikan hidup kudus (pernikahan) di hadapan Tuhan.

2.Terus melakukan kebaikan kepada sesama.

Tindakan mengasihi Allah lebih nyata ketika kita menyatakannya bagi orang lain. Kita dapat mengantarkannya langsung kepada orang-orang yang membutuhkan seperti yang sudah kita lakukan secara rutin oleh keluarga-keluarga di jemaat kita. Di masa pandemi Covid-19 ada dari jemaat yang secara mandiri telah mengantarkan bantuan kepada tetangga, sahabat, kenalan, dll, sesama mereka yang terdampak pandemi, yang terpapar (terinfeksi) tetapi juga yang mengalami dampaknya secara ekonomi (tidak bisa bekerja/ kehilangan pekerjaan).

Ketika kita meletakkan persembahan di kantong-kantong persembahan atau membawa ke meja persembahan, sebenarnya kita pun telah membantu sesama kita karena pekerjaan pelayanan gereja bagi semua orang yang ditopang dari persembahan syukur kita.

3. Tetaplah mengucap syukur meskipun dalam masa sulit.

Gereja masa kini hendaklah tetap setia dalam iman melalui ucapan syukur. Seperti yang teralami di masa pandemi Covid-19, kita tertantang untuk tetap menyatakan syukur kita walaupun terdampak secara ekonomi dan mengalami masa sulit mengadakan ibadah-ibadah secara tatap muka. Mungkin ada yang mengalami kelumpuhan dalam operasional/pembiayaan pelayanan, tetapi sesudah itu berangsur-angsur pulih.

Begitu banyak anggota jemaat yang terus menyatakan kesetiaan membawa korban syukur walaupun di tengah kekurangan. Di masa pandemi COVID-19 ada keluarga-keluarga yang secara mandiri membawa persembahan syukur ke gereja atau melalui pelayan khusus di kolom. Hal ini membuktikan kesetiaan kita di masa berat ini untuk tetap menyatakan syukur atas kebaikan Tuhan baik dengan ucapan bibir, selanjutnya berbuat baik dan memberi bantuan. Dalam pergumulan apapun biarlah kita tetap membawa persembahan dengan ucapan bibir yang memuliakan Tuhan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Jelaskan yang dimaksud dengan ungkapan persembahkanlah korban syukur kepada Tuhan dengan ucapan bibir yang memuliakan-Nya menurut Ibrani pasal 13 : 1-16
2. Menurut saudara bagaimana ucapan bibir menjadi korban syukur untuk memuliakan Tuhan ?

NAS PEMBIMBING: Mazmur 146:1-2

POKOK-POKOK DOA :

* Pelayanan dan kesaksian gereja di tengah berbagai tantangan.
* Pemberian jemaat dalam persembahan pengucapan syukur berupa uang maupun hasil bumi.
* Kesadaran mengucap syukur lewat ucapan bibir dan memberi bantuan kepada sesama.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK V

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Mari Menghadap Hadirat-Nya: KJ. No.17 Tuhan Allah Hadir

Bersekutu Dalam Nama-Nya: Ku Masuk Ruang Maha Kudus

Persekutuan Yang Mengaku Dosa & Jaminan Yang Menguatkan: Selidiki Aku

Berilah yang Baik: KJ.No. 395 Betapa Indah Harinya

Tembang Tekad: NNB No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.







Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

Khotbah GMIM Minggu, 31 Juli 2022 - Persembahkanlah Korban Syukur dengan Ucapan Bibir Yang MemuliakanNy - Ibrani 13:1-16


Sebelum:

Khotbah GMIM Minggu, 24 Juli 2022 - Mengucap Syukurlah untuk Kemuliaan Tuhan - 1 KORINTUS 10:14-33




All Garis Besar:
All Khotbah MTPJ GMIM 2022:
MTPJ GMIM Minggu, 9 Oktober 2022 - MENGHALAU GODAAN DENGAN FIRMAN TUHAN - Matius 4:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu 2 Oktober 2022 - Firman Tuhan dan Janji Pemulihan - Yeremia 30:1-24 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 25 September 2022 - Mensyukuri Berkat Tuhan Dengan Memberi Persembahan - Ulangan 26:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2022 - HENDAKLAH KAMU KAYA DALAM PELAYANAN KASIH - 2 Korintus 8:1-15 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 18-24 September 2022 - 2 Korintus 8:1-15 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 11 September 2022 - Wariskanlah Perintah Tuhan Kepada Anak Cucu, Cicit - Ulangan 4:1-20 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 4 September 2022 - BERILAH DIRIMU DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH - 2 Korintus 5:11-21 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 28 Agustus 2022 - Nasihat dan Doa Untuk Melakukan Kehendak Tuhan - Ibrani 13:17-25 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 21 Agustus 2022 - JANGAN MENGHAKIMI - ROMA 14:1-12 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 21 - 27 Agustus 2022 - Roma 14:1-12 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 14 Agustus 2022 - GEREJA SEBAGAI PEMBERITA KEBEBASAN - Yesaya 61:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 14-20 Agustus 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 7 Agustus 2022 - Berjalan Menurut Titah Tuhan - Bilangan 9:15-23 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 5 Agustus 2022 - HARI KESEHATAN GMIM LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 31 Juli 2022 - Persembahkanlah Korban Syukur dengan Ucapan Bibir Yang MemuliakanNy - Ibrani 13:1-16 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 30 Juli - 6 Agustus 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 24 Juli 2022 - Mengucap Syukurlah untuk Kemuliaan Tuhan - 1 KORINTUS 10:14-33 LIRIK

MTPJ GMIM 24 - 30 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 17 Juli 2022 - Mengucap Syukur Menurut Cara yang Berkenan - Ibrani 12:18-29 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 17 - 23 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 10 Juli 2022 - Kecaplah Dan Lihatlah, Tuhan Itu Baik - Mazmur 34:1-23 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 10 - 16 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 3 Juli 2022 - BERPEGANGLAH PADA AJARAN SEHAT - 1 Timotius 1:3-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 3 - 9 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 26 Juni 2022 - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pemberian Tuhan - Keluaran 31:1-11 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 26 Juni - 2 Juli 2022 LIRIK

Khotbah GMIM, Minggu, 19 Juni 2022 - Orang yang percaya musti se tinggal tu cara hidop dulu kong beking tu butul - Efesus 4:17-24 Penjelasan Ayat LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 12 Juni 2022 - Api Injil Memurnikan dan Memampukan Menilai Zaman – Lukas 12:49-59 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 05 Juni 2022 - BERITAKANLAH INJIL DENGAN SEGALA RESIKO – MATIUS 10:16-33 LIRIK

MTPJ GMIM 5 Juni - 11 Juni 2022 - Matius 10:16-33 (Hari Pentakosta I) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 29 Mei 2022 - ANAK ADALAH MAHKOTA – Amsal 17:1-17 LIRIK

MTPJ 29 Mei - 4 Juni 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 22 Mei 2022 - Berjalan Bersama Dalam Terang Firman - Lukas 24:13-35 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ GMIM 22 - 28 Mei 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 15 Mei 2022 - HIKMAT MENUNTUN ORANG KE JALAN YANG BENAR - Amsal 2:1-22 LIRIK

MTPJ GMIM 15 - 21 Mei 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 8 Mei 2022 - Mengabarkan Injil Adalah Upahku - 1 Korintus 9:1-18 LIRIK

MTPJ 8 Mei - 14 Mei 2022 - 1 Korintus 9:1-18 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 1 Mei 2022 - PELAYANAN YANG FOKUS KEPADA TUHAN - 1 Raja-Raja 19:9-18 LIRIK

MTPJ 1-7 Mei 2022 - Solidaritas Yang Paripurna - Pelayanan Yang Berfokus Kepada Tuhan LIRIK

Khotbah GMIM Minggu 24 April 2022 - Berita Injil Adalah Kepastian Yang Kokoh - 1 Tesalonika 1:1-10 LIRIK

MTPJ GMIM 24-30 April 2022 - 1 Tesalonika 1:1-10 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 16 April 2022 - JADILAH PEWARTA KEBANGKITAN - Markus 16:1-8 LIRIK

MTPJ 17-23 April 2022 (Paskah I/ Hari Anak GMIM) - Jadilah Pewarta Kebangkitan - Markus 16:1-8 LIRIK

MTPJ Jumat, 15 April 2022 (Khotbah Jumaat Agung) - Solidaritas Yang Paripurna - Yohanes 19:28-30 LIRIK

MTPJ 15 April 2022 (Khotbah Perjamuan Kudus) - Jadilah Saksi yang Benar - Yohanes 19:31-37 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 10 April 2022 - TERSALIB WALAUPUN TIDAK BERSALAH - Lukas 23:33-43 LIRIK

MTPJ 10-16 April 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 3 April 2022 - KEBENARAN MEREDUP DEMI KEPENTINGAN - Markus 15:1-15 Penjelasan Ayat LIRIK

MTPJ 3 - 9 April 2022 (Minggu Sengsara V) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 27 Maret 2022 - (Minggu Sengsara IV) - Hindarilah Dendam - Markus 6:14-29 LIRIK

MTPJ 27 Maret - 2 April 2022 (Minggu Sengsara IV) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 20 Maret 2022 - Membangun Kebersamaan Pelayanan Berdasarkan Kasih Kristus - Filemon 1:4-22 LIRIK

MTPJ GMIM 20 - 26 Maret 2022 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 13 Maret 2022 - Meratap Tanda Pertobatan - Zakharia 12:1-14 LIRIK

MTPJ 13-19 Maret 2022 + (Minggu Sengsara II) LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 6 Maret 2022 - MEMBANGUN SPIRITUAL MELALUI PUASA DIAKONAL - Yesaya 58:1-12 LIRIK

MTPJ GMIM 6-12 Maret 2022 (Minggu Sengsara I) LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 27 Februari 2022 - SOLIDARITAS DALAM PELAYANAN - 1 Korintus 1:10-17 LIRIK

MTPJ GMIM 27 Februari - 5 Maret 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 20 Februari 2022 - Keteladanan dan Kompetensi Pelayan Khusus – Titus 1:1-16 LIRIK

MTPJ GMIM 20 - 26 Februari 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 13 Februari 2022 - Integritas dan komitmen pelayan Tuhan – 2 Korintus 11:7-33 - oleh Pdt. Yolanda Komimbing S.Th LIRIK

MTPJ GMIM 13-19 Februari 2022 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 06 Februari 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan – Bilangan 8:5-22 LIRIK

MTPJ 6-12 FEBRUARI 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan - Bilangan 8:5-22 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 30 Januari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 (oleh Ibu PDT TIRSA TAIRAS, MTH) LIRIK

MTPJ 30 Januari - 5 Februari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 LIRIK

MTPJ 23 - 29 Januari 2022 - Komitmen Dan Konsistensi Melayani - Lukas 14:25-35 LIRIK

Khotbah GMIM Minggu, 16 Januari 2022 - Kekuatan Doa - Kisah Para Rasul 4:23-31 LIRIK

MTPJ 16 - 22 Januari 2022 - Kekuatan Doa - Kisah Para Rasul 4:23-31 LIRIK

KHOTBAH GMIM - Minggu, 09 Januari 2022 - Hormatilah Pelayan Tuhan - 1 Timotius 5:17-25 LIRIK

MTPJ 09 - 15 Januari 2022 - Hormatilah Pelayan Tuhan - 1 Timotius 5:17-25 LIRIK

Khotbah GMIM - Minggu, 2 Januari 2022 - Menjadi Kuat Karena Hidup dalam Tuhan - 2 Tawarikh 27:1-9 LIRIK

MTPJ GMIM 2 JANUARI - 8 JANUARI 2021 - Menjadi Kuat Karena Hidup dalam Tuhan - 2 Tawarikh 27:1-9 LIRIK

MTPJ 1 JANUARI 2022 – Peace Starts With Me (Perdamaian Mulai Dari Diri Sendiri) - Kejadian 32:1-21 - (KHOTBAH PERMULAAN TAHUN) LIRIK



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(76)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,