|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 31 Juli 2022 Khotbah GMIM Minggu, 31 Juli 2022 - Persembahkanlah Korban Syukur dengan Ucapan Bibir Yang MemuliakanNy - Ibrani 13:1-16Ibrani 13:1-16 Nasihat dan doa selamat 13:1 Peliharalah kasih persaudaraan! 13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" 13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 13:9 Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu. 13:10 Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya. 13:11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. 13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. 13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. 13:14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. Penjelasan: * Iman dalam praktik Wujud iman tidak hanya tampak dari keyakinan orang Kristen untuk tidak menyangkal Kristus dan ketekunannya mengikut Dia, tetapi harus juga dapat dilihat dan dipraktikkan dalam hidup sehari-hari. Praktik iman harus dimulai dari lingkungan sendiri, yaitu keluarga dan gereja. Nasihat-nasihat penulis Ibrani ini bersifat praktis agar iman para pembacanya dapat dilihat oleh orang banyak. Tekanan dari luar, penganiayaan dari orang-orang Yahudi yang membenci kekristenan tidak boleh menjadi alasan untuk hanya peduli pada diri sendiri. Justru mereka harus meneguhkan kasih persaudaraan agar bisa saling menguatkan (ayat 1). Wujud nyata kasih persaudaraan adalah kerelaan memberikan tumpangan kepada sesama anak Tuhan (ayat 2). Mungkin penganiayaan yang datang pada mereka berasal dari keluarga sendiri yang mengusir anak Tuhan ke luar rumahnya. Apabila ini terjadi maka kewajiban sesama anak Tuhan untuk menampung mereka. Terlebih lagi mereka yang dipenjarakan karena iman. Kasih sejati berani mengambil risiko menolong mereka (ayat 3). Sementara itu, mereka harus menjaga kekudusan rumah tangga mereka dan tidak membiarkan masalah keuangan menghancurkan keharmonisan keluarga mereka (ayat 4-5). Kehidupan mereka juga harus kudus agar para musuh Kristen tidak dapat memfitnah mereka. Tuhan sendiri yang akan menanggung dan menjamin hidup mereka. Kristus yang sudah menebus jiwa mereka pasti akan memelihara kehidupan mereka (ayat 5b-6). Ketika iman diserang dari luar, benteng pertahanan kita adalah Tuhan. Dia beserta kita melalui Roh Kudus-Nya yang tinggal dalam hati orang percaya. Namun, kita harus saling menguatkan dan menopang supaya tidak seorang pun dari kita menjadi lemah dan menyerah. Hadapi musuh dengan hidup kudus dan tidak bercela. * Berbagai-bagai Kewajiban (13:1-17) Tujuan Kristus menyerahkan diri-Nya untuk kita adalah supaya Ia dapat membeli bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Nah, Rasul Paulus memanggil orang-orang Ibrani yang percaya untuk melaksanakan berbagai kewajiban yang sangat baik, karena sudah sepantasnya apabila orang Kristen unggul di dalam hal-hal tersebut. I. Untuk memelihara kasih persaudaraan (ay. 1). Dengan ini yang dimaksudkannya bukan hanya kasih secara umum kepada semua orang, yang secara alami adalah saudara-saudara kita, yang semuanya diciptakan dengan darah yang sama. Kasih ini juga bukan kasih dalam makna lebih terbatas yang pantas diberikan kepada mereka yang seayah seibu dengan kita, melainkan juga kasih secara rohani dan khusus yang harus hidup di tengah anak-anak Allah. 1. Di sini, orang-orang Ibrani dipandang telah memiliki kasih persaudaraan ini seorang kepada yang lain. Sekalipun pada masa tersebut bangsa Ibrani mengalami perpecahan dan kekacauan berat di antara mereka, baik mengenai berbagai macam persoalan keagamaan maupun dalam hidup bermasyarakat, namun masih ada kasih persaudaraan sejati yang terdapat di antara orang-orang yang percaya kepada Kristus. Ini tampak dengan sangat jelas segera sesudah Roh Kudus dicurahkan, ketika mereka menjadikan segala sesuatu kepunyaan mereka bersama, dan menjual harta milik mereka untuk mengumpulkan uang guna menopang hidup saudara-saudara mereka seiman. Semangat Kekristenan adalah semangat kasih. Iman bekerja melalui kasih. Ibadah yang sejati adalah ikatan persahabatan yang paling kuat. Jika tidak demikian, maka percuma saja mereka menyandang nama Kristen. 2. Kasih persaudaraan ini terancam lenyap, dan ini terjadi di masa aniaya, yang justru paling dibutuhkan pada saat-saat tersebut. Ini terjadi karena berbagai perselisihan di antara orang-orang Ibrani mengenai apakah mereka masih harus menghormati upacara-upacara di dalam hukum Musa atau tidak. Perselisihan tentang agama terlalu sering berakibat pada membusuknya kasih Kristen. Walau begitu, ini harus dicegah, dan segala cara yang pantas harus dipakai untuk memelihara kasih persaudaraan. Orang Kristen harus selalu mengasihi dan hidup sebagai saudara. Semakin mereka bertumbuh di dalam kasih yang tulus kepada Allah Bapa mereka di sorga, maka semakin pula mereka bertumbuh di dalam kasih satu dengan yang lain oleh karena Dia. II. Untuk saling memberi tumpangan. Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang (ay. 2). Kita harus menambahkan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Di sini perhatikanlah, 1. Tugas apa yang diwajibkan, yaitu memberi tumpangan kepada orang, baik orang di luar bangsa Israel, maupun orang yang tidak kita kenal, khususnya orang-orang yang menyadari bahwa diri mereka adalah orang asing di dunia ini dan sedang mencari negeri yang lain. Sebab itulah yang dialami oleh umat Allah, dan demikianlah yang terjadi pada zaman itu, ketika orang Yahudi yang percaya sedang dalam keadaan putus asa dan tertekan. Namun, agaknya Rasul Paulus berbicara mengenai orang dalam artian orang asing itu sendiri. Sekalipun kita tidak tahu siapa mereka, atau dari mana asal mereka, namun ketika melihat bahwa mereka tidak mempunyai tempat tinggal, kita harus memberikan tempat bagi mereka di hati kita dan di rumah kita, ketika kita memiliki kesempatan dan kemampuan untuk itu. 2. Maksud dari kewajiban itu. Sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Itulah yang dialami oleh Abraham (Kej. 18) dan Lot (Kej. 19), dan salah satu yang dijamu oleh Abraham adalah Anak Allah. Sekalipun kita tidak dapat menjamin bahwa kita akan mengalaminya, namun ketika kita berbuat demikian terhadap orang asing, karena taat kepada Allah, maka Ia akan menganggap dan membalas perbuatan itu sebagai perbuatan yang dilakukan terhadap diri-Nya sendiri (Mat. 25:35). Ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan. Allah sudah sering mengaruniakan kehormatan dan perkenan kepada para hamba-Nya yang suka memberi tumpangan, melampaui segala pemikiran mereka, dengan tidak diketahui mereka. III. Untuk menjadi orang Kristen yang penuh berbela rasa. Ingatlah akan orang-orang hukuman (ay. 3). Di sini perhatikanlah, 1. Tugas yang dimaksud, yaitu mengingat akan orang-orang hukuman dan yang diperlakukan sewenang-wenang. (1) Allah sering mengatur sedemikian rupa supaya sementara sebagian orang Kristen dan gereja-gereja diperlakukan sewenang-wenang, yang lainnya justru menikmati kedamaian dan kebebasan. Semua orang tidak dipanggil secara bersamaan untuk bertahan sampai titik darah penghabisan. (2) Orang-orang yang hidup dalam kebebasan harus berbela rasa terhadap mereka yang sedang menjalani hukuman dan diperlakukan sewenang-wenang, seakan-akan mereka sendiri juga sedang dihukum bersama-sama dengan orang-orang itu. Mereka harus turut merasakan penderitaan saudara-saudara mereka. 2. Alasan mengapa tugas itu diberikan. Karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini (KJV: juga hidup di dalam tubuh itu - pen.). Mereka tidak hanya masih ada di dalam tubuh secara jasmani, yang kemungkinannya bisa mengalami penderitaan serupa, sehingga sekarang kita harus bersimpati terhadap mereka supaya orang lain juga bersimpati terhadap kita ketika masa pencobaan kita sendiri tiba, tetapi juga ada di dalam tubuh rohani yang sama, di bawah kepala yang sama. Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita (1Kor. 12:26). Tidak wajar apabila orang Kristen tidak saling bertolong-tolongan menanggung beban mereka. IV. Untuk hidup murni dan suci (ay. 4). Di sini disampaikan, 1. Suatu anjuran untuk menaati ketetapan Allah tentang perkawinan. Perkawinan adalah sesuatu yang terhormat dalam segala hal (KJV), dan harus dipandang hormat oleh semua orang, dan tidak dilarang bagi orang yang baginya Allah tidak melarang. Perkawinan adalah hal yang terhormat, sebab Allah, yang mengetahui bahwa tidak baik jika manusia itu sendirian saja, telah menetapkannya bagi manusia di Firdaus. Allah mempersatukan dan memberkati pasangan yang pertama itu, orangtua yang pertama dari umat manusia, sebagai petunjuk kepada semua orang untuk berpaling kepada Allah dalam urusan yang sangat penting ini, dan supaya mereka menikah di dalam Tuhan. Kristus menunjukkan hormat-Nya pada perkawinan melalui kehadiran-Nya dan mujizat-Nya yang pertama. Perkawinan adalah hal yang terhormat, menjadi sarana untuk menghindari ketidakmurnian dan ranjang yang tercemar. Perkawinan adalah hal yang terhormat dan membahagiakan, ketika orang-orang dipersatukan dalam keadaan murni dan suci. Perkawinan juga menjaga supaya ranjang perkawinan jangan sampai menjadi cemar, tidak saja dari hubungan yang terlarang tetapi juga dari cinta yang tidak wajar dan berlebih-lebihan. 2. Teguran yang menakutkan tetapi adil terhadap ketidakmurnian dan kekejian. Orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. (1) Allah tahu siapa yang bersalah atas dosa-dosa semacam itu, tidak ada kegelapan yang dapat menyembunyikan hal itu dari-Nya. (2) Allah akan menyebutkan dosa-dosa semacam itu apa adanya menurut namanya. Allah tidak akan menyebutnya sebagai cinta dan sikap kesatria, melainkan sebagai persundalan dan perzinahan. Sundal jika dilakukan seorang lajang, dan zinah jika dilakukan orang yang sudah menikah. (3) Allah akan menghukum mereka, Ia akan menghakimi mereka. Allah menghukum dengan hati nurani mereka sendiri di dunia ini, dan membawa dosa-dosa mereka ke hadapan mereka untuk mempermalukan mereka dengan amat sangat (hati nurani, ketika tersadar, akan berakibat sangat keras terhadap para pendosa yang demikian). Atau, Ia akan memperhadapkan mereka pada pengadilan-Nya ketika mereka mati, dan pada hari terakhir. Ia akan menghakimi mereka, menghukum mereka, dan membuang mereka untuk selamanya, apabila mereka mati di dalam dosa ini. V. Untuk menjadi orang Kristen yang mencukupkan diri apa adanya (ay. 5-6). Di sini perhatikanlah, 1. Dosa yang bertentangan dengan anugerah dan kewajiban ini, yaitu menjadi hamba uang. Menjadi hamba uang berarti memiliki keinginan atau nafsu yang berlebihan terhadap kekayaan dunia ini, mencemburui orang-orang yang mempunyai lebih banyak daripada kita. Kita tidak boleh memberi tempat kepada dosa ini di dalam tindak-tanduk kita, karena sekalipun ini adalah nafsu tersembunyi yang bercokol di dalam hati, apabila tidak ditaklukkan maka ia akan memasuki tindak-tanduk kita, dan muncul di dalam perkataan dan perbuatan kita. Kita harus berusaha untuk tidak saja menundukkan dosa ini, tetapi juga mencabutnya dari jiwa kita. 2. Kewajiban dan anugerah yang bertentangan dengan sikap memperhambakan diri terhadap uang, yaitu merasa puas dan senang dengan apa yang ada pada kita, yaitu segala sesuatu yang ada sekarang, sebab hal-hal yang sudah lalu tidak dapat dikembalikan, sedangkan hal-hal yang akan datang berada di tangan Allah. Kita harus mencukupkan diri dengan apa yang diberikan Allah kepada kita hari demi hari, sekalipun itu masih kurang baik bila dibandingkan dengan apa yang telah kita nikmati sebelumnya, dan sekalipun itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan untuk masa depan. Kita harus mencukupkan diri dengan bagian kita saat ini. Kita harus mengarahkan pikiran kita pada keadaan kita yang sekarang, dan inilah cara yang ampuh supaya kita merasa puas. Orang yang tidak dapat berbuat demikian tidak akan merasa puas sekalipun Allah memperbaiki keadaan mereka sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, karena seiring dengan membaiknya keadaan mereka, maka pikiran mereka juga menghendaki lebih lagi. Haman sudah menjadi kesayangan raja, tetapi masih belum puas. Ahab sudah menduduki takhta, tetapi masih belum puas. Adam sudah hidup di Firdaus, tetapi masih belum puas. Bahkan, para malaikat sudah tinggal di sorga, tetapi masih belum puas. Namun Paulus, sekalipun dihina dan tidak punya apa-apa, telah belajar mencukupkan diri dalam setiap keadaan, dalam segala keadaan. 3. Mengapa orang Kristen harus mencukupkan diri dengan keadaan mereka. (1) Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (ay. 5-6). Ini dikatakan kepada Yosua (Yos. 1:5), tetapi perkataan ini berlaku bagi semua hamba Allah yang setia. Janji-janji di dalam Perjanjian Lama dapat diterapkan kepada orang-orang kudus zaman Perjanjian Baru. Janji ini mengandung inti dan merupakan hakikat dari semua janji Allah. Aku sekali-kali tidak akan, tidak, tidak akan membiarkan engkau, ataupun sekali-kali meninggalkan engkau. Di sini terdapat tidak kurang dari lima ungkapan negatif sekaligus, untuk menegaskan janji itu. Orang percaya yang sejati akan mengalami penyertaan Allah yang penuh dengan kemurahan semasa ia hidup, ketika ia mati, dan untuk selama-lamanya. (2) Dari janji yang bersifat luas dan mencakup semuanya ini, orang Kristen boleh yakin bahwa mereka beroleh pertolongan dari Allah. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (ay. 6). Manusia tidak dapat berbuat apa-apa terhadap Allah, dan Allah dapat membuat apa saja yang dilakukan orang terhadap umat-Nya berbalik menjadi kebaikan bagi umat-Nya itu.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 5 Agustus 2022 - HARI KESEHATAN GMIM Sebelum: MTPJ 30 Juli - 6 Agustus 2022 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,