gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1094 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : “Meningkatkan Integritas, Kompetensi dan Soliditas Pelayanan”
TEMA MINGGUAN : “Integritas dan Komitmen Pelayan Tuhan”

BACAAN ALKITAB: 2 Korintus 11:7-33

11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? 11:8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! 11:9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian. 11:10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. 11:11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya. 11:12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. 11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 11:16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit. 11:17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. 11:18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga. 11:19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana: 11:20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu. 11:21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun -- aku berkata dalam kebodohan -- berani juga! 11:22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 11:23 Apakah mereka pelayan Kristus? -- aku berkata seperti orang gila -- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 11:24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 11:25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 11:26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 11:28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 11:29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 11:30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 11:31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 11:32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 11:33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.


ALASAN PEMILIHAN TEMA
Integritas merupakan hal yang penting dan kunci yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dan pelayan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. Integritas (Lat: integer), artinya sikap yang teguh/kokoh dalam mempertahankan prinsip dan menjadi dasar bagi diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Arti lain juga dari integritas, yakni mutu (kualitas), sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Berhubungan dengan pelayan Tuhan, integritas merupakan keselarasan dari apa yang diimani (beliefs) dengan apa yang dikatakan (words), dan dengan apa yang dilakukan (action). Sedangkan komitmen (Lat. Committere: menyatukan) merupakan sesuatu yang mendorong seseorang bertekad membulatkan hati demi mencapai tujuan. Bekerja keras dan berkorban demi menyelesaikan “tujuannya” sekalipun diperhadapkan dengan tantangan dan pergumulan. Komitmen menuntut kesetiaan dan tanggungjawab.

Menjadi pelayan Tuhan di zaman sekarang ini, perlu memiliki integritas dan komitmen yang tinggi dan jelas baik kepada diri sendiri, jemaat (gereja) dan kepada Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Jika tidak demikian, ini menjadi ancaman terhadap pertumbuhan gereja dalam bersekutu, bersaksi dan melayani. Saat ini dibutuhkan Pelayan Tuhan yang betul-betul mau melayani tanpa pamrih, bukan sekedar cari nama dan popularitas, bukan hanya menjadi batu loncatan untuk mencapai tujuan yang lain. Jika demikian lebih baik mengundurkan diri dan mengurungkan niatnya untuk melayani Tuhan dan sesama. Gereja yang bertumbuh bukan hanya ditentukan dengan ketambahan anggota (kuantitas) tapi iman yang berbuah dalam tindakan-tindakan (kualitas). Gereja yang misioner dan unggul dalam melayani dituntut dalam pelayanan para hamba (pelayan) Tuhan yang bermutu dan berkualitas serta suka belajar, bersedia mempersembahkan dirinya untuk Tuhan dengan mematuhi segala Firman Tuhan, memahami Tata Gereja GMIM dan menjalankan program yang diputuskan dalam Sidang Majelis di semua aras. Berkaitan dengan hal ini, maka perenungan disepanjang minggu ini diangkatlah tema “Integritas dan Komitmen Pelayan Tuhan”.

PEMBAHASAN TEMATIS
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab 2 Korintus 11:7-33, dilatarbelakangi oleh jemaat yang merasa terhina karena Paulus menolak bantuan yang mereka berikan kepadanya. Justru ia hanya menerima pemberian dari jemaat lain. Apa yang Paulus lakukan dianggap oleh jemaat sebagai penghinaan, dan ia egois (mementingkan diri sendiri). Namun bagi Paulus alasannya tidak menerima karena ia tidak ingin membebani jemaat Korintus yang ia layani karena ia memberitakan Injil Allah kepada mereka dengan cuma-cuma (ay.7-8). “Ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian” (ay.9). Ia bahkan bertekad akan menjalankan pelayanannya dengan sepenuh hati dan tidak berubah walaupun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.

Paulus menunjukkan sikap kejujuran, komitmen mengenai pelayanannya yang tidak menyusahkan orang lain, senantiasa memberitakan Injil dengan ketulusan, sehingga banyak orang yang percaya kepada Tuhan. (ay. 10-11). Di jemaat Korintus, ada banyak rasul palsu yang menyamar seakan-akan merekalah pelayan Tuhan yang sebenarnya. Kepalsuan mereka nampak dari sikap yang tidak mengasihi jemaat, tidak tulus dan hanya mencari keuntungan diri sendiri. Ajaran-ajaran mereka tidak sesuai dengan ajaran Kristus dan menyesatkan jemaat. Mereka memegahkan/membanggakan diri sendiri dan perbuatanperbuatan mereka jahat. Apa yang diperbuat oleh Paulus untuk membuktikan bahwa ia tidak sama dengan rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang yang hanya mementingkan diri sendiri, sebab terkadang iblispun bisa menyamar sebagai malaikat terang. Sekaligus juga ia hendak menyatakan bahwa ia tidak memanfatkan kerasulannya hanya untuk memperkaya diri (ayat 12-15).

Selanjutnya Paulus tampil dengan kerendahan hati “jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh”, ungkapan ini mencerminkan sikap yang tidak sombong dari seorang rasul yang terkenal. (ay, 16-17). “Karena banyak orang bermegah secara duniawi” (Yun. σρκα sarx: daging, tubuh). Artinya ada orang yang suka bermegah atas perbuatan-perbuatan yang didasari oleh pikiran sendiri, terpisah dari Tuhan. Kamu begitu bijaksana (φρόνι μος phronimos: kebijaksanaan praktis). Kebijaksanaan dari jemaat Korintus digambarkan dalam tindakan kesabaran, yakni ketika mereka berhadapan dengan orang-orang yang tidak memiliki pengertian (orang-orang yang tidak rasional), yaitu rasul-rasul palsu, mereka melakukan dengan senang dan sukacita. Akan tetapi, rasul Paulus sebenarnya sedang menyindir tentang sikap jemaat Korintus yang lebih menerima rasul-rasul palsu, daripada rasul Paulus yang telah membawa mereka kepada Kristus (ay18-21).

Paulus menantang jemaat dengan pertanyaanpertanyaan: “Apakah mereka orang Ibrani, orang Israel, keturunan Abraham? Apakah mereka pelayan Kristus? (Yun.δι άκον ος diakonos: hamba yang melayani, diaken). Paulus adalah orang Ibrani, orang Israel dan yang pasti adalah keturunan Abraham, ketegasan jawaban ini adalah bukti bahwa ia tidak ingin jemaat di Korintus terbawa arus untuk meragukan kerasulannya. Paulus banyak mengalami pergumulan, ia harus keluar masuk penjara tanpa diadili, didera, hampir tak mampu menjalani kehidupannya. Ia hampir mati dalam beberapa kali perjalanan penginjilan, diancam penyamun, kedinginan, tanpa pakaian, menahan lapar dan haus. Semua itu dialami karena ia ingin memelihara semua jemaat tanpa terkecuali (ay.22-28). Paulus turut merasakan pergumulan jemaat, bila ada yang lemah, ia juga lemah. Jika ada yang tersandung, ia juga tersandung (ay. 29).

Akhirnya, ia katakan “Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku” (σθέ ν ε ι α Astheneia: kekurangan, kelemahan) artinya dalam kelemahan sebagai seorang rasul, Paulus menikmati kasih karunia Allah, ia sadar bahwa Tuhanlah yang patut ditinggikan dan dimuliakan. Paulus jujur, ia tidak berdusta dalam hal ini dan Tuhan mengetahui isi hatinya. Ia mengalami sendiri bagaimana Tuhan menyelamatkan hidupnya dari kejaran orang-orang suruhan raja Aretes di kota Damsyik. (ay. 30-33).
 
Makna dan Implikasi Firman
Integritas dan komitmen sejati dari seorang pelayan Tuhan di awal tahun pelayanan 2022-2026 ini akan nampak melalui sikap hidup antara lain :

 Seorang pelayan Tuhan hendaknya melayani dengan tulus, tidak mencari keuntungan diri sendiri baik itu secara finansial (keuangan), kesempatan untuk meraih kedudukan dan kehormatan di lingkungan keluarga, di tempat kerja serta dalam pergaulan sehari-hari. Menjadi pelayan Tuhan bukan sebagai “batu loncatan” sehingga akhirnya mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya karena ingin menang sendiri.

 Seorang pelayan Tuhan hanya mau mengasihi jemaat dengan segenap hati lewat mendedikasikan hidupnya untuk memelihara, memperhatikan jemaat dengan mengajarkan mereka ajaran Firman Kebenaran yang bersumber dari Alkitab, karena ia sendiri juga mempraktekkan Firman itu dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran yang benar haruslah juga diikuti dengan perilaku yang sesuai dengan apa yang ia sampaikan, kalau mengatakan “kasihilah sesama”, maka ia juga tentunya akan mengasihi sesama, bukan malah membenci orang tua, kakak, adik atau saudaranya.

 Seorang pelayan Tuhan hanya “membanggakan” Tuhan yang bekerja di dalam hidupnya. Integritas dan komitmennya akan nampak ketika ia mampu bertahan dalam berbagai tekanan/ penderitaan dalam melakukanpelayanannya. Pergumulan, tantangan bahkan penderitaan dalam pelayanan adalah suatu proses untuk membentuk pribadi pelayan Tuhan menjadi kuat dan yang selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

 Seorang pelayan Tuhan harus senantiasa berkomitmen bahwa apa yang ia kerjakan bukan hanya untuk menyenangkan hati manusia, tetapi menyenangkan hati Tuhan, seperti yang ditulis dalam Kolose 3:23: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”

 Seorang pelayan Tuhan akan menampakkan juga perbuatan baiknya kepada orang lain yang ada di sekitarnya tanpa memandang latar belakang, agama, suku, status sosial dan lainnya sebagainya. Sebagaimana “Hari Kasih Sayang” atau “Valentine Day” hendaknya diisi dengan ungkapan dan perbuatan kasih yang sesungguhnya, seperti beribadah, menyatakan kasih kepada orangtua, sanak saudara bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak etis, seperti seks bebas, mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

1. Apa yang saudara pahami tentang “Integritas dan Komitmen Pelayan Tuhan” berdasarkan 2 Korintus 11:7-33?
2. Berikan contoh tentang integritas dan komitmen sebagai pemimpin di tengah-tengah masyarakat dan pelayan Tuhan!

POKOK-POKOK DOA :
 Integritas dan komitmen pelayanan harus dimiliki oleh setiap pelayan Tuhan
 Pelayan Tuhan mampu menghadapai tantangan dan penderitaan dalam melakukan tanggung jawab pelayanan.
 Melayani Tuhan tanpa pamrih dan tanpa mencari keuntungan serta popularitas.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :
Kemuliaan Bagi Allah: NNBT N0. 1 “Pujilah Dia, Pujilah Dia”.
Ses. Doa Penyembahan: NNBT N0. 6 “Allah Bapa Yang Kumuliakan”
Pengakuan Dosa: KJ.N0. 467 “Tuhanku, Bila Hati Kawanku”
Janji Anugerah Allah: NKB No. 19 Dalam Lautan Yang Kelam.
Ses. Puji-pujian : KJ.No 293 Puji Yesus
Ses. Pembacaan Alkitab : KJ.N0 49 “Firman Allah Jayalah”
Pengakuan Iman : KJ.N0. 38 “T’lah Kutemukan Dasar Kuat”
Persembahan : KJ.N0 428 “Lihatlah Sekelilingmu”
Penutup : KJ. N0 426 “Kita Harus Membawa Berita”

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM - Minggu, 13 Februari 2022 - Integritas dan komitmen pelayan Tuhan – 2 Korintus 11:7-33 - oleh Pdt. Yolanda Komimbing S.Th

Sebelum:
Khotbah GMIM - Minggu, 06 Februari 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan – Bilangan 8:5-22




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,