|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 06 Februari 2022 MTPJ 6-12 FEBRUARI 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan - Bilangan 8:5-22TEMA BULANAN : “Meningkatkan Integritas, Kompetensi dan Soliditas Pelayanan” TEMA MINGGUAN : Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan BACAAN ALKITAB: Bilangan 8:5-22 Pentahbisan orang Lewi 8:5 TUHAN berfirman kepada Musa: 8:6 "Ambillah orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel dan tahirkanlah mereka. 8:7 Beginilah harus kaulakukan kepada mereka untuk mentahirkan mereka: percikkanlah kepada mereka air penghapus dosa, kemudian haruslah mereka mencukur seluruh tubuhnya dan mencuci pakaiannya dan dengan demikian mentahirkan dirinya. 8:8 Sesudah itu haruslah mereka mengambil seekor lembu jantan muda dengan korban sajiannya dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, juga seekor lembu jantan muda yang lain haruslah kauambil untuk korban penghapus dosa. 8:9 Selanjutnya haruslah kausuruh orang Lewi mendekat ke depan Kemah Pertemuan, dan kaupanggil berkumpul segenap umat Israel. 8:10 Apabila engkau telah menyuruh orang Lewi mendekat ke hadapan TUHAN, maka haruslah orang Israel meletakkan tangannya atas orang Lewi itu, 8:11 dan Harun harus mengunjukkan orang Lewi itu sebagai persembahan unjukan dari antara orang Israel di hadapan TUHAN, dan demikianlah mereka diuntukkan melakukan pekerjaan jabatannya bagi TUHAN. 8:12 Setelah orang Lewi meletakkan tangannya atas kepala lembu-lembu jantan muda itu, maka haruslah yang seekor diolah sebagai korban penghapus dosa dan yang lain sebagai korban bakaran bagi TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi orang Lewi. 8:13 Maka haruslah engkau menghadapkan orang Lewi kepada Harun dengan anak-anaknya dan mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan bagi TUHAN. 8:14 Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku. 8:15 Barulah sesudah itu orang Lewi boleh masuk untuk melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Pertemuan, sesudah engkau mentahirkan mereka dan mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan. 8:16 Sebab mereka harus diserahkan dengan sepenuhnya kepada-Ku dari tengah-tengah orang Israel; ganti semua yang terdahulu lahir dari kandungan, yakni semua anak sulung yang ada pada orang Israel, telah Kuambil mereka bagi-Ku. 8:17 Sebab semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan, adalah kepunyaan-Ku; pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, Aku telah menguduskan semuanya bagi-Ku. 8:18 Maka Aku mengambil orang Lewi ganti semua anak sulung yang ada pada orang Israel, 8:19 dan Aku menyerahkan orang Lewi dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan bagi orang Israel di Kemah Pertemuan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel, supaya orang Israel jangan kena tulah apabila mereka mendekat ke tempat kudus." 8:20 Lalu Musa, Harun dan segenap umat Israel melakukan yang demikian kepada orang Lewi; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan orang Israel kepada mereka. 8:21 Orang Lewi itu menghapus dosa dari dirinya dan mencuci pakaian mereka, kemudian Harun mengunjukkan mereka sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN, dan mengadakan pendamaian bagi mereka sambil mentahirkan mereka. 8:22 Sesudah itu masuklah orang Lewi untuk melakukan pekerjaan jabatan mereka di Kemah Pertemuan, di bawah pengawasan Harun dan anak-anaknya. Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa mengenai orang Lewi, demikianlah dilakukan kepada mereka. ALASAN PEMILIHAN TEMA Gereja berhadapan dengan tantangan pelayanan yang semakin dinamis dan kompleks di era tatanan baru. Adapun upaya gereja menjawab kebutuhan pelayanan ini, adalah memperlengkapi pelayan khusus dan anggota jemaat secara konsisten dan kontinu. Dengan maksud supaya jemaat semakin bertumbuh dewasa ke arah Kristus, Kepala Gereja. Indikasinya jemaat semakin solid, mandiri dan bersinergi mewujudkan kehendak Tuhan untuk menjadi berkat bagi dunia. Pekerjaan pelayanan merupakan panggilan Tuhan kepada setiap orang percaya. Acuan panggilan ini berdasarkan imamat am orang percaya. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Kel 19:6a). …., kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Ptr 2:9). Orang percaya terpanggil untuk mendedikasikan dirinya di dalam jabatanpelayanan yang memuliakan nama Tuhan. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, mencari popularitas, meningkatkan prestise apalagi mencari dukungan publik sebagai batu loncatan demi jabatan politis.Berkaitan dengan hal itu, maka tema minggu ini adalah jabatan pelayanan merupakan persembahan unjukan bagi Tuhan. Pemilihan tema ini untuk memberikan landasan teologis Alkitabiah agar jemaat memahami bahwa seorang pelayan merupakan suatu persembahan kepada Tuhan. Kitab Bilangan menyebutnya sebagai persembahan unjukan. Biasanya dalam peribadatan yang dipersembahkan uang atau materi lainnya. Namun dari perspektif ini, yang dipersembahkan adalah diri sendiri. Ia dan keluarga mempersembahkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk melayani Tuhan. PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Nama Bilangan berasal dari bahasa Yunani, Aritmoi dan Latin, Numeri. Sedangkan dalam bahasa Ibrani, nama ini diambil dari kata-kata pertama yang berarti “di gurun”. Kitab ini banyak memuat daftar kelompok, jumlah orang dan menceritakan perjalanan orang Israel di padang gurun menuju tanah yang dijanjikan Allah.Perikop Bilangan 8 : 5-22 menuturkan pentahbisan orang Lewi. Orang Lewi adalah salah satu suku dari kedua belas suku Israel keturunan Lewi, putra Yakub. Berbeda dengan suku-suku lainnya, mereka tidak diberikan milik pusaka, berupa tanah. Milik pusaka mereka ialah Tuhan, Allah Israel (Bnd Bil 18:20, Yos 13:33,). Olehnya, mereka dikhususkan menjadi suku para imam untuk melayani Tuhan. Sebelum melayani di Kemah Suci, orang Lewi harus menjalani tahapan ritual pentahiran sebagai berikut : Pertama, orang Lewi diambil dari tengah-tengah Israel dan ditahirkan dengan percikan air penghapus dosa. Selaku pemimpin, Musa diberi tanggungjawab untuk memisahkan atau mengkhususkan orang Lewi dari antara orang Israel. Sedangkan proses pentahiran selanjutnya yaitu mencukur rambut dan mencuci pakaian dilakukan sendiri, di mana orang Lewi tidak hanya sebagai pihak penerima, tetapi juga terlibat aktif mentahirkan dirinya sendiri. Ritual pentahiran dari perspektif sistem keagamaan, pertanda pengudusan dan pendamaian. Inilah akses bagi orang Lewi untuk melaksanakan tugas di hadapan Tuhan. Tuhan itu kudus maka umat-Nya harus kudus dan kekudusan ini harus dijaga dan dihormati. Kedua, orang Lewi harus mempersiapkan dua ekor lembu jantan muda. Seekor lembu jantan muda diolah dengan korban sajian dari tepung terbaik dan minyak sedangkan seekor lainnya untuk korban penghapus dosa. Indikasi dari persembahan ini menggambarkan bahwa kurban dan bahan yang dipersiapkan berkualitas, tidak bercacat dan bercela. Ketiga, orang Lewi disuruh mendekat ke depan Kemah Pertemuan dan segenap orang Israel dipanggil berkumpul. Pada saat itu orang Israel harus meletakkan tangannya atas orang Lewi. Perihal meletakkan tangan (Ibr, camak = menopang, mendukung) menunjukkan legitimasi orang Israel kepada orang Lewi untuk menggantikan anak sulung mereka sebagai persembahan kepada Tuhan. Inilah acuan prinsip penggantian dari ritual ini. Keempat, Harun harus mengunjukkan orang Lewi sebagai persembahan unjukan (Ibrani = tanuwphah, Inggris, wave offering). unjukan adalah persembahan yang dipersembahkan kepada Allah dan dikembalikan oleh-Nya kepada si imam. Orang Lewi dipersembahkan kepada Tuhan dan dikembalikan oleh-Nya untuk melakukan pekerjaan jabatannya (Ibr, abodah, ibadah, mengabdi, bekerja). Pekerjaan jabatan ini berorientasi pada pelayanan fungsional. Kelima, orang Lewi meletakkan tangannya atas kepala lembulembu jantan muda. Tindakan ini juga menggambarkan prinsip penggantian. Di mana orang Lewi mengidentifikasikan dirinya dengan apa yang dikurbankannya. Dosa dirinya dialihkan ke lembu yang tidak bersalah supaya pendamaian diadakan bagi mereka.Ayat 11,13,15,21 menekankan berulang kali mengenai orang Lewi sebagai persembahan unjukan. Itulah signifikansi persembahan diri orang Lewi di dalam pekerjaan jabatan untuk melayani Tuhan dan umat-Nya.Orang Lewi menjadi kepunyaan Tuhan, … “telah Kuambil mereka bagi-Ku” (ayat 14,16). Kata kepunyaan identik dengan milik. Mereka adalah milik Tuhan yang harus diserahkan sepenuhnya sebagai ganti semua yang terdahulu lahir dari kandungan, baik manusia ataupun hewan. Sebagai milik Tuhan, mereka diberikan (Ibr, Nathan=dikaruniakan, diserahkan) kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan serta mengadakan pendamaian bagi orang Israel supaya jangan kena tulah. Ritual pentahbisan orang Lewi ini dilakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Musa, Harun dan segenap umat Israel dengan kesungguhan menaatinya. Demikian juga dengan orang Lewi yang mengikuti seluruh tahapan ritual dengan baik. Setelah acara ini selesai, maka mulailah pekerjaan jabatan orang Lewi di Kemah Pertemuan di dalam pengawasan Harun dan anak-anaknya.Berdasarkan imamat am orang percaya, maka panggilan pelayanan dipercayakan Tuhan kepada seluruh jemaat (Bnd Kel 19:6, Ef 4:7, I Ptr 2:9). Terkait dengan pemberian diri maka hidup orang percaya harus menjadi persembahan unjukan bagi Tuhan. Dipersembahkan kepada Tuhan dan diberikan oleh-Nya untuk melakukan pekerjaan jabatan pelayanan. Seluruh aktivitasnya menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadah yang sejati (Bnd Rom. 12:1). Pekerjaan jabatan merupakan anugerah Tuhan. Jabatan ini adalah jabatan kudus yang berorientasi fungsional dan bukan organisatoris (struktural). Bagi GMIM, jabatan pelayanan sifatnya periodik (5 tahun) tetapi panggilan untuk melayani Tuhan berlangsung seumur hidup. Jika dipercayakan memangku jabatan struktural, maka ingatlah bahwa struktur itu ada untuk melayani jemaat dan bukan melayani demi memperoleh jabatan struktural. Sosok pelayan Tuhan adalah hamba Tuhan bukan hamba manusia (Bnd Gal 1:10). Bukan untuk menjadi tuan yang memerintah melainkan menjadi hamba yang melayani (Bnd Mat 20:20-28). Salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan adalah sejauh mana keterlibatan warga jemaat secara aktif bukannya one man show yang berpusat pada sosok pribadi pelayan seperti, pendeta sentris atau penatua sentris. Kekudusan orang percaya adalah kekhususan untuk melayani Tuhan. Idealnya, esensi jabatan pelayan harus dibangun dari komitmen yang luhur. Tulus bukan bulus, suci bukan ruci. Motivasi yang tidak tulus dan melayani sebagai tugas sambilan belaka, hanya akan mencemari kemuliaan Tuhan, Sang pemilik pelayanan. Itulah sebabnya, kita menjauhkan diri dari bahaya dosa struktural yang dapat menghancurkan integritas, soliditas, kinerja dan kesinambungan pelayanan. Sosok pelayan Tuhan harus berupaya memelihara kekudusan diri dan keluarganya. Proses ini tidak terjadi seketika tetapi harus diupayakan dari hari ke hari oleh pertolongan kuasa Roh Kudus. Perlu sekali, menjaga semangat kebersamaan untuk saling menopang dan menasehati di antara sesama pelayan dan keluarganya. Tidak semua orang dipilih menjadi pelayan khusus. Olehnya, belajarlah menghargai jabatan pelayan dan topanglah mereka yang dipilih Tuhan. Lakukanlah pekerjaan jabatan dengan setia. Jika Tuhan memanggil, Ia pasti memperlengkapi. Jika Tuhan mengutus, Ia pasti mengurus. Keteladanan Musa, Harun, orang Lewi dan umat Israel di dalam mentaati Firman Tuhan, itulah yang seharusnya dilakukan gereja untuk membangun integritas dan komitmen pelayanan. Jadilah gereja yang taat pada firman Tuhan. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI 1. Apa yang dipahami tentang persembahan unjukan ? 2. Bagaimana implementasi jabatan pelayanan dalam konteks bergereja dan bermasyarakat ? 3. Bagaimana cara menjaga kekudusan jabatan pelayanan ? NAS PEMBIMBING : Roma 12 : 1 POKOK DOA Pelayan Khusus dan keluarganya agar dapat melayani dengan penuh sukacita Pelayan Khusus yang dipercayakan memangku jabatan struktural agar terhindar dari dosa struktural. Saling menopang dan menasehati TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I. NYANYIAN YANG DIUSULKAN Panggilan Beribadah: Naper 1.5. Yesus Hu Yang Ajaib. Ses Nas Pembimbing : Sukacita Melayani Ses Pengakuan Dosa : NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus. Ses Pemberitaan Anugerah Allah : Ku Bawa Korban Syukur. Ses Hukum Tuhan: KJ No. 281 Segala Benua Dan Langit Penuh. Persembahan: NKB No.199 Sudahkah Yang Terbaik ‘Ku Berikan Penutup : Hati Sebagai Hamba. ATRIBUT Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM - Minggu, 06 Februari 2022 - Jabatan Pelayanan adalah Persembahan Ujukan Bagi Tuhan – Bilangan 8:5-22 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 30 Januari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 (oleh Ibu PDT TIRSA TAIRAS, MTH) MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,