gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1666 kali
Download MP3 Music
TEMA : “Yesus Lahir Untuk Kita”

BACAAN ALKITAB: Lukas 2:1-7
Yesus lahir
1Waktu Agustus jadi raja paling tinggi di krajaan Romawi, dia kase kaluar prenta supaya samua orang di daera-daera yang ada di bawa dia pe krajaan pe kuasa, se daftar tu dorang pe nama for sensus. 2Sensus ini, pertama kali da beking waktu Kirenius jadi gubernur di Siria. 3Samua orang musti pigi pa dorang pe kota masing-masing for se daftar dorang pe nama.
4Kong Yusuf tu raja Daud pe keturunan, dia pigi lei dari kota Nazaret di daera Galilea ka daera Yudea di kota raja Daud, tu de pe nama Betlehem. 5Yusuf pigi sama-sama deng Maria tu de pe tunangan supaya dorang dua lei bole se daftar tu dong pe nama di sana.
Waktu itu, Maria samantara hamil. 6Kong waktu dorang di Betlehem, so de pe waktu for Maria mo melahirkan. 7Kong Maria da se lahir satu anak laki-laki, tu de pe anak pertama. Dia bungkus tu anak itu deng kaeng kong kase tidor di tampa makang binatang. Dorang beking bagitu lantaran dorang so nyanda dapa tampa for manginap akang.
Malaekat kase tau pa gembala kalu Kristus so lahir.

Hari Natal yang dikenang di seluruh dunia sudah semakin jauh dari Natal pertama yang syahdu dan sederhana. Berkenaan dengan menyambut Natal banyak orang berlomba-lomba mempersiapkan segala yang kelihatan secara fisik, dekorasi, bunga, pohon natal dan aksesoris lainnya. Mereka mengabaikan persiapan kehidupan spiritualitasnya, imannya, dan hatinya untuk menerima Yesus lahir dan memperbaharui kehidupan dan hatinya. Di beberapa supermall menghadirkan /´magic´ /Christmas dengan gambaran peri bertongkat-bintang gaib serta bermacam-macam model persiapan yang dilakukan dengan harga yang mahal. Gambaran Natal yang serba mewah dan meriah dipamerkan di seluruh penjuru kehidupan manusia. Natal bukan lagi merupakan kekuatan iman yang menobatkan tetapi sekedar perayaan yang memamerkan gengsi dan kehormatan.

Firman Tuhan saat ini menceritakan tentang kelahiran bayi Yesus, diawali dengan sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Sensus tersebut bertujuan dengan urusan pajak dan wajib militer. Perintah ini ditanggapi positif sebagai wujud ketaatan pada pemerintah, maka Jusuf dan Maria berjalan dari Nazaret ke Betlehem kira-kira 120 km. Sampai di sana tibalah Maria untuk melahirkan, diceritakan bahwa Anak itu dibaringkan dipalungan (tempat makanan kambing domba). Kelahiran-Nya ditolak dunia pada waktu itu yang hanya memikirkan ekonomi keluarga, menjamu yang berduit dan menolak yang miskin dan papah. Sehingga Ia lahir di sebuah kandang karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan, (ayat.1-7).

Hari lahir-Nya diwarnai dengan /ketaatan/ dalam perjalanan panjang dan
/kesederhanaan/ dalam sebuah kandang. Kelahiran-Nya tidak dirayakan di
penginapan atau di istana, tetapi di sebuah palungan di kota Betlehem.
Inilah makna Natal dimana kasih dan damai Allah menyertai semua manusia,
damai di hati tanpa dekorasi yang berarti dan kasih yang tanpa batas
dianugerahkan kepada manusia.

Konteks kita ini, banyak orang percaya berteriak di masa kesesakan dan penderitaan, mereka bergumul dan bertanya “berapa lama lagi Tuhan, Engkau lupa untuk bermurah hati?” Kami membaca janji-janji yang diberikan, tetapi melihat situasi demikian berlawanan. Apakah Engkau, Tuhan lupa, apakah Ia lupa bermurah hati dan lupa akan janji-janji-Nya itu? Ketika bayi itu lahir di kandang di Betlehem, keputusan agung yang dibuat ini membuktikan bahwa Allah telah memelihara firman-Nya. Allah telah membuktikan bahwa janji-Nya adalah benar. Segala sesuatu yang Allah pernah janjikan digenapi di sini. Ini adalah deklarasi yang agung tentang Allah yang tidak pernah berubah dalam rencana-Nya. Firman Allah itu pasti, mutlak dan kekal.

Memahami makna Natal bukan hal sederhana. Tetapi fenomena Natal, itulah yang hidup sekarang. Apa beda makna dengan fenomena? Istilah makna adalah memahami kedalaman daripada Natal, memahami pesan yang ingin Tuhan sampaikan. Sementara fenomena adalah sebuah gejala yang ditangkap oleh indera manusia lalu dijadikan semacam satu ukuran. Fenomena menyebabkan seluruh atribut Natal mewarnai dan menguasai, bahkan menenggelamkan makna Natal, sehingga boleh dikatakan, gereja kehilangan arah itu. Gereja mengidentikkan Natal dengan damai, artinya tidak ada perang, tidak ada kesulitan, tidak ada pertikaian. Gereja mengidentikkan Natal dengan sukacita, artinya bahwa apa yang kita mau, ada. Gereja mengidentikkan Natal dengan kebahagiaan, artinya seluruhnya menjadi lain dari hari yang lain. Semua kesalahpahaman ini sudah berlanjut, sehinggaNatal lebih banyak menjadi penantian para bisnismen, industri-industri, daripada penantian akan Tuhan. Gereja pun terjerumus ke dalam perkara yang lebih menakutkan lagi. Natal identik dengan semacam showbiz.

Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk benar-benar mengenali berita kesukaan akan kelahiran Juruselamat, Yesus lahir untuk kita, tujuannya untuk mendamaikan kita dengan Sang Pencipta; menghadirkan damai sejahtera bagi manusia dan untuk menyelamatkan kita. Perayaan yang meriah di gedung gereja, di tempat-tempat yang megah dan lebih lagi di ballroom hotel yang eksklusif sudah jauh berbeda dengan kondisi palungan di malam Natal pertama yang dihadiri para gembala yang sederhana.

Malam Natal saat ini adalah momentum, saat dimana kita mengevaluasi kehidupan, kita berdiam dan bertanya. Malam ini adalah kesempatan bagi kita untuk merenungkan kembali perjalanan hidup yang sudah kita ukir dan baktikan melalui, kerja, pelayanan dan pengabdian. Jadi, bukan sekedar untuk merasakan kasih Tuhan di dalam hidup kita, tetapi juga untuk menengok ke belakang, mencermati apakah kehidupan kita selama satu tahun ini adalah kehidupan yang berusaha melakukan Firman dan untuk menyenangkan Tuhan? Ataukah kehidupan yang hanya berorientasi pada diri sendiri, hanya memuaskan hati kita dan orang lain? Jika kita memang mau menyenangkan Tuhan, dalam susah pun kita merasa bahagia.

Oleh karena itu, penting untuk kita pikirkan sikap sejati bagaimana menyikapi Natal itu. Natal harus kita sikapi di dalam kesungguhan yang penuh, dan menangkap inti-sarinya. Jangan terjebak kulit atau fenomena. Natal mengajak kita untuk merenung diri dan memaknai dalam kerendahan hati sebagai hamba agar damai dan kasih-Nya lewat natal menjadi milik semua orang. Natal adalah penggenapan janji yang sudah dikatakan nun jauh sebelumnya, dan tercatat di Alkitab. Maka ini boleh menjadi peringatan penting bagi kita bagaimana hidup takut akan Dia, dan melakukan kehendak-Nya.

Malam ini, kita yang akan merayakan Natal marilah kita berkomitmen untuk mengembalikan hakekat Natal kepada artinya semula dan tidak terkecoh oleh gemerlapnya kerlap-kerlip lampu dan dekorasi yang mewah dan mahal. Ketaatan iman dan kesederhanaan yang telah didemonstrasikan oleh Tuhan Yesus itulah yang harus kita maknai dan nyatakan dalam sikap dan tindakan untuk menyambut Sang Juruselamat yang telah lahir untuk kita supaya kita lahir didalam Dia dengan memiliki hati dan roh yang baru dalam menyambut dan merayakan Natal. Amin!





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ Sabtu, 25 Desember 2021 (Khotbah Natal Hari I) - Lukas 2:8-20

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 19 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,