gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : kali
Download MP3 Music
Oleh Pdt. Belly F. Pangemanan M.Th
Penulis adalah Pendeta Jemaat GMIM Kyrios Wangurer Wilayah Bitung Delapan
------------------------------

Yakobus pe salam
1 Salam dari kita, Yakobus. Kita ini ja beking tu Tuhan Allah deng Tuhan Yesus Kristus da suru pa kita.
Ni surat for ngoni sudara-sudara dari dua blas suku Israel yang so percaya pa Yesus Kristus, tu da pi merantau ka sluru dunia.
Tetap batahang percaya pa Tuhan biar dapa cobaan
2Kita pe sudara-sudara yang percaya, kalu ngoni dapa macam-macam cobaan, ngoni musti trima samua itu deng snang hati. 3Soalnya ngoni so tau kalu ngoni percaya pa Tuhan kong ngoni dapa macam-macam cobaan, tu cobaan-cobaan itu mo beking ngoni jadi lebe kuat batahang percaya. 4Ngoni musti trus batahang percaya rupa itu, supaya ngoni jadi butul-butul percaya, deng ngoni pe percaya mo jadi sempurna. Trus ngoni nyanda mo kurang apa-apa di samua hal.
5Kalu ada dari pa ngoni kurang tau mana tu bae yang dia musti beking, lebe bae dia minta dari pa Tuhan Allah. Kalu dia minta pa Tuhan Allah, Tuhan Allah mo kase tu dia da minta. Soalnya Tuhan Allah ja kase apa tu samua orang da minta deng talebe-lebe, deng lei nyanda ja pake syarat. 6Mar waktu orang baminta pa Tuhan, dia musti yakin pa Tuhan, dia nimbole ragu-ragu. Soalnya orang yang ragu-ragu, dia itu sama deng omba di laut yang kasana-kamari lantaran angin ja tiop. 7Tu orang yang rupa itu, jang bapikir kalu dia mo dapa apa-apa dari pa Tuhan. 8Soalnya dia itu orang yang badua hati, dia pe pikiran nyanda tetap pa Tuhan. Tu orang bagitu, de pe hidop nyanda mo tenang.



Shalom, saudara-saudaraku dalam Tuhan.

Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan satu tema khotbah yang menarik yaitu "jangan mendua hati". Tema ini tentu berangkat dari kutipan ayat firman Tuhan Yakobus 1: 8. "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam
hidupnya”. Apa kesan kita saat membaca ayat ini? Saya teringat beberapa waktu yang lalu, saat menghadiri acara pernikahan.

Disaat jamuan makan, seseorang yang diundang untuk menyanyi, memilih suatu lagu yang berjudul "MANA MUNGKIN MENDUA HATI" yang dipopulerkan Trio ambisi. Saya coba menyanyikan lagu ini, walau saya sadar ini tidak akan sama dengan penyanyi aslinya. Tidak semua syairnya saya nyanyikan, hanya sebagian saja…: "mana mungkin kau membagi cinta, mana mungkin kau mendua hati. cinta yang tulus dalam hatiku, biarlah engkau kembali padanya. Mana mungkin kau membagi cinta. Mana mungkin kau mendua hati. cinta yang tulus dalam hatiku, biarlah engkau kembali padanya… kekasih..”

Memang saudraku saat bicara mendua hati selalu arahnya soal hubungan asmara. Mendua hati atau dalam lagu tadi dipahami sebagai bentuk membagi hati menunjukkan sikap orang yang sudah tidak mulai setia dan ada yang akan dirugikan. Seperti saat ada teman yang kemudian menjadikan ayat alkitab ini (Yak. 1:8) sebagai status di facebook-nya. Ia hanya menuliskan ayat ini saja, tanpa memberikan penjelasan apapun, sehingga menimbulkan beragam komentar, termasuk saya. Dari sekian banyak komentar yang ada semuanya berujung pada penilaian bahwa status ini berbicara tetang seseorang yang sementara berselingkuh. Walau pada akhirnya sang pemilik status kemudian memberikan klarifikasinya bahwa bukan itu maksud dan tujuan status tersebut.

Saudaraku, memang itulah kecenderungan kita ketika berbicara soal mendua hati. cenderung arahnya hanya pada soal relasi antar manusia, padahal itu juga bisa bicara soal relasi manusia dengan Tuhan.

Saudaraku jika ayat alkitab memang dibaca lepas dari konteksnya maka penafsiran seperti yang disebut diatas tadi bisa dibenarkan. Namun tentu satu kalimat yang sama bisa memiliki arti yang berbeda jika ditempatkan dalam konteks yang kalimat berbeda. Seperti contoh "aku cinta padamu”, saat kalimat ini diucapkan oleh seorang pemuda kepada kekasihnya nampaknya ini bukan masalah. Namun jika diucapkan oleh seorang bapak yang sudah punya istri kepada perempuan lain, maka nuansanya, pesannya, maksudnya akan jadi berbeda.

Demikian juga kita memahami teks ayat alkitab saat ini. Walau nampaknya itu bisa cocok dalam kaitan hubungan asmara, tapi jika dilihat dalam konteks dimana ayat ini berasal maka kita akan menemukan bahwa kalimat mendua hati ini berkaitan dengan pengakuan iman percaya seseorang.

Saudaraku yang terkasih, dalam bacaan ini Yakobus sepertinya hendak mengatakan bahwa menjadi orang Kristen sama sekali tidak berarti kita akan mendapat hak-hak istimewa, hidup akan menjadi lebih mudah dan tidak akan mengalami kesulitan. Bukankah Kristus pernah berucap "Siapa yang mengikut Aku, dia harus memikul salibnya.” Karena itu Yakobus mengatakan bahwa kita harus bangga menjadi hamba-Nya dan menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan kalau kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Kata pencobaan disini dipakai "peirasmos" yang memiliki makna pengujian terhadap sesuatu. Dalam prakteknya kata uji dan coba kita maknai berbeda.

Pencobaan sering dimaknai sebagai upaya menjatuhkan dan olehnya datangnya dari si jahat (dimaknai negatif), sedangkan ujian dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan (dimaknai positif). Bagaikan murid yang harus melewati ujian sekolah agar bisa naik ke tingkat selanjutnya. Namun, segala peristiwa yang terjadi dalam hidup kita ini selalu melibatkan dua hal tadi apakah itu ujian atau cobaan.

Sesuatu berkat yang luar biasa sekalipun, dapat berubah menjadi cobaan yang dapat dipergunakan oleh si jahat untuk menjatuhkan iman seseorang. Lalu bagaimana kita bisa membedakan itu? Menurut Yakobus, seperti dalam ayat 5 diperlukan hikmat untuk bisa mengerti dan melihat hal-hal yang positif dibalik hal negatif yang terjadi.

Pdt Eka Darmaputera, mengungkapkan suatu pernyataan secara hiperbolis dari seorang pendeta dari Florida, AS, Stephen Brown. Katany; “setiap kali ada seorang yang bukan kristiani terkena kanker, maka Allah memberikan satu orang kristiani menderita penyakit yang sama. Tujuannya apa? Agar dunia melihat, dimana perbedaan antara mereka berdua" yang kristiani dan yang bukan kristiani. Sebab seharusnyalah mereka berbeda! Dimana perbedaannya itu seharusnya? Sikap atau respons seperti apa yang bisa kita sebut “kas kristiani?.”

Bacaan alkitab saat ini menunjukkan sikap atau respons orang Kristen yang seharusnya terhadap segala cobaan yaitu anggaplah sebagai suatu kebahagiaan (ayat 2). Ya, inlah sikap kita. Bukankah kedengaran aneh? Saat jatuh dalam pencobaan harus berbahagia?, tapi walau demikian dibalik itu semua ada tujuannya yaitu bahwa ujian terhadap imamu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun (ayat 3,4). Indah bukan saat kita bisa melewati ujian tersebut.

Kita akan tahu pada akhirnya bahwa salah satu manfaat terbesar dari setiap persoalan yang kita hadapi adalah itu dapat membawa orang datang kepada Tuhan. Yang terpenting bukanlah *ujian* atau *cobaan* itu, melainkan *“respon atau sikap kita”.* Respon untuk tidak mendua hati.

Pdt Joas Adiprasetya dalam bukunya Labirin Kehidupan melihat bahwa satu peristiwa bisa memiliki dua dimensi; “Iblis bisa mencobai kita, namun disaat bersamaan melalui pencobaan itu, Allah dapat menguji iman kita. Agar kita berhasil mengatasinya dan bertumbuh. Didalam peristiwa yang tunggal itu, pencobaan iblis dan ujian Allah berlangsungsecara bersamaan. Allah tentu saja lebih berkuasa dari Iblis. Allah tentu saja mampu mengatasi pencobaan yang kita hadapi.

Allah tentu saja mampu menjauhkan kita dari pencobaan. Namun Allah yang mampu tersebut tidak serta merta mengizinkan kita untuk mengadaikan bahwa Allah juga mau melakukannya. Kerap Allah menahan diri dan memutuskan untuk “tidak mau” menolong kita dengan mudahnya. Sebab Ia mempercayai kita dan menghargai kebebasan kita. Allah mengharapkan munculnya iman, harap dan cinta yang bersemi di dalam peristiwa-peristiwa hidup tersebut. Hargailah penghargaan Allah atas diri anda yang berharga itu.”

Saudaraku yang terkasih.

Tema dan ajakan firman Tuhan saat ini, mengingatkan kita untuk jangan mendua hati. Suatu sikap yang bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam hubungan suami istri, orang tua dengan anak, persahabatan atau pun dalam relasi antar manusia lainnya.

Sikap mendua hati merujuk pada sikap keadaan orang yang bimbang dan ragu. Kebimbangan tentu membuat manusia tidak akan tenang dalam hidupnya. Sikap mendua hati, disatu pihak membuat orang itu tidak bahagia, tapi dipihak lain juga memperlihatkan suatu sikap yang tidak setia.

Bukankah kesetiaan itu baru dapat disebut kesetiaan setelah ia di uji dan digoda supaya tidak setia namun ia tetap memilih untuk bertahan setia?. Firman-Nya sekarang berbicara soal sikap iman yang tidak boleh mendua didalam Tuhan. Pergumulan, kesakitan bisa jadi ujian yang akan membuat kita tetap setia bersama dengan Tuhan atau sebaliknya. Sadarlah kita, bahwa tokoh-tokoh iman dalam alkitab harus dan telah melewati banyak kesakitan dan penderitaan. Karena kedewasaan iman yang sehat sulit dicapai takkala orang berada pada zona nyaman selalu. Seperti sebuah paku yang semakin dipukul, dihantam, semakin ia tertancap kuat. Demikian kiranya iman kita, semakin kuat dan teguh serta tidak goyah.

Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 21-27 November 2021 - TEMA MINGGUAN : Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25

Sebelum:
MTPJ Minggu, 14 November - Sabtu, 20 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Jangan Mendua Hati - Yakobus 1:1-8




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,