gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : kali
Download MP3 Music
Oleh Pdt. Belly F. Pangemanan M.Th
Penulis adalah Pendeta Jemaat GMIM Kyrios Wangurer Wilayah Bitung Delapan
------------------------------

Yakobus pe salam
1 Salam dari kita, Yakobus. Kita ini ja beking tu Tuhan Allah deng Tuhan Yesus Kristus da suru pa kita.
Ni surat for ngoni sudara-sudara dari dua blas suku Israel yang so percaya pa Yesus Kristus, tu da pi merantau ka sluru dunia.
Tetap batahang percaya pa Tuhan biar dapa cobaan
2Kita pe sudara-sudara yang percaya, kalu ngoni dapa macam-macam cobaan, ngoni musti trima samua itu deng snang hati. 3Soalnya ngoni so tau kalu ngoni percaya pa Tuhan kong ngoni dapa macam-macam cobaan, tu cobaan-cobaan itu mo beking ngoni jadi lebe kuat batahang percaya. 4Ngoni musti trus batahang percaya rupa itu, supaya ngoni jadi butul-butul percaya, deng ngoni pe percaya mo jadi sempurna. Trus ngoni nyanda mo kurang apa-apa di samua hal.
5Kalu ada dari pa ngoni kurang tau mana tu bae yang dia musti beking, lebe bae dia minta dari pa Tuhan Allah. Kalu dia minta pa Tuhan Allah, Tuhan Allah mo kase tu dia da minta. Soalnya Tuhan Allah ja kase apa tu samua orang da minta deng talebe-lebe, deng lei nyanda ja pake syarat. 6Mar waktu orang baminta pa Tuhan, dia musti yakin pa Tuhan, dia nimbole ragu-ragu. Soalnya orang yang ragu-ragu, dia itu sama deng omba di laut yang kasana-kamari lantaran angin ja tiop. 7Tu orang yang rupa itu, jang bapikir kalu dia mo dapa apa-apa dari pa Tuhan. 8Soalnya dia itu orang yang badua hati, dia pe pikiran nyanda tetap pa Tuhan. Tu orang bagitu, de pe hidop nyanda mo tenang.



Shalom, saudara-saudaraku dalam Tuhan.

Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan satu tema khotbah yang menarik yaitu "jangan mendua hati". Tema ini tentu berangkat dari kutipan ayat firman Tuhan Yakobus 1: 8. "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam
hidupnya”. Apa kesan kita saat membaca ayat ini? Saya teringat beberapa waktu yang lalu, saat menghadiri acara pernikahan.

Disaat jamuan makan, seseorang yang diundang untuk menyanyi, memilih suatu lagu yang berjudul "MANA MUNGKIN MENDUA HATI" yang dipopulerkan Trio ambisi. Saya coba menyanyikan lagu ini, walau saya sadar ini tidak akan sama dengan penyanyi aslinya. Tidak semua syairnya saya nyanyikan, hanya sebagian saja…: "mana mungkin kau membagi cinta, mana mungkin kau mendua hati. cinta yang tulus dalam hatiku, biarlah engkau kembali padanya. Mana mungkin kau membagi cinta. Mana mungkin kau mendua hati. cinta yang tulus dalam hatiku, biarlah engkau kembali padanya… kekasih..”

Memang saudraku saat bicara mendua hati selalu arahnya soal hubungan asmara. Mendua hati atau dalam lagu tadi dipahami sebagai bentuk membagi hati menunjukkan sikap orang yang sudah tidak mulai setia dan ada yang akan dirugikan. Seperti saat ada teman yang kemudian menjadikan ayat alkitab ini (Yak. 1:8) sebagai status di facebook-nya. Ia hanya menuliskan ayat ini saja, tanpa memberikan penjelasan apapun, sehingga menimbulkan beragam komentar, termasuk saya. Dari sekian banyak komentar yang ada semuanya berujung pada penilaian bahwa status ini berbicara tetang seseorang yang sementara berselingkuh. Walau pada akhirnya sang pemilik status kemudian memberikan klarifikasinya bahwa bukan itu maksud dan tujuan status tersebut.

Saudaraku, memang itulah kecenderungan kita ketika berbicara soal mendua hati. cenderung arahnya hanya pada soal relasi antar manusia, padahal itu juga bisa bicara soal relasi manusia dengan Tuhan.

Saudaraku jika ayat alkitab memang dibaca lepas dari konteksnya maka penafsiran seperti yang disebut diatas tadi bisa dibenarkan. Namun tentu satu kalimat yang sama bisa memiliki arti yang berbeda jika ditempatkan dalam konteks yang kalimat berbeda. Seperti contoh "aku cinta padamu”, saat kalimat ini diucapkan oleh seorang pemuda kepada kekasihnya nampaknya ini bukan masalah. Namun jika diucapkan oleh seorang bapak yang sudah punya istri kepada perempuan lain, maka nuansanya, pesannya, maksudnya akan jadi berbeda.

Demikian juga kita memahami teks ayat alkitab saat ini. Walau nampaknya itu bisa cocok dalam kaitan hubungan asmara, tapi jika dilihat dalam konteks dimana ayat ini berasal maka kita akan menemukan bahwa kalimat mendua hati ini berkaitan dengan pengakuan iman percaya seseorang.

Saudaraku yang terkasih, dalam bacaan ini Yakobus sepertinya hendak mengatakan bahwa menjadi orang Kristen sama sekali tidak berarti kita akan mendapat hak-hak istimewa, hidup akan menjadi lebih mudah dan tidak akan mengalami kesulitan. Bukankah Kristus pernah berucap "Siapa yang mengikut Aku, dia harus memikul salibnya.” Karena itu Yakobus mengatakan bahwa kita harus bangga menjadi hamba-Nya dan menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan kalau kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Kata pencobaan disini dipakai "peirasmos" yang memiliki makna pengujian terhadap sesuatu. Dalam prakteknya kata uji dan coba kita maknai berbeda.

Pencobaan sering dimaknai sebagai upaya menjatuhkan dan olehnya datangnya dari si jahat (dimaknai negatif), sedangkan ujian dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan (dimaknai positif). Bagaikan murid yang harus melewati ujian sekolah agar bisa naik ke tingkat selanjutnya. Namun, segala peristiwa yang terjadi dalam hidup kita ini selalu melibatkan dua hal tadi apakah itu ujian atau cobaan.

Sesuatu berkat yang luar biasa sekalipun, dapat berubah menjadi cobaan yang dapat dipergunakan oleh si jahat untuk menjatuhkan iman seseorang. Lalu bagaimana kita bisa membedakan itu? Menurut Yakobus, seperti dalam ayat 5 diperlukan hikmat untuk bisa mengerti dan melihat hal-hal yang positif dibalik hal negatif yang terjadi.

Pdt Eka Darmaputera, mengungkapkan suatu pernyataan secara hiperbolis dari seorang pendeta dari Florida, AS, Stephen Brown. Katany; “setiap kali ada seorang yang bukan kristiani terkena kanker, maka Allah memberikan satu orang kristiani menderita penyakit yang sama. Tujuannya apa? Agar dunia melihat, dimana perbedaan antara mereka berdua" yang kristiani dan yang bukan kristiani. Sebab seharusnyalah mereka berbeda! Dimana perbedaannya itu seharusnya? Sikap atau respons seperti apa yang bisa kita sebut “kas kristiani?.”

Bacaan alkitab saat ini menunjukkan sikap atau respons orang Kristen yang seharusnya terhadap segala cobaan yaitu anggaplah sebagai suatu kebahagiaan (ayat 2). Ya, inlah sikap kita. Bukankah kedengaran aneh? Saat jatuh dalam pencobaan harus berbahagia?, tapi walau demikian dibalik itu semua ada tujuannya yaitu bahwa ujian terhadap imamu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun (ayat 3,4). Indah bukan saat kita bisa melewati ujian tersebut.

Kita akan tahu pada akhirnya bahwa salah satu manfaat terbesar dari setiap persoalan yang kita hadapi adalah itu dapat membawa orang datang kepada Tuhan. Yang terpenting bukanlah *ujian* atau *cobaan* itu, melainkan *“respon atau sikap kita”.* Respon untuk tidak mendua hati.

Pdt Joas Adiprasetya dalam bukunya Labirin Kehidupan melihat bahwa satu peristiwa bisa memiliki dua dimensi; “Iblis bisa mencobai kita, namun disaat bersamaan melalui pencobaan itu, Allah dapat menguji iman kita. Agar kita berhasil mengatasinya dan bertumbuh. Didalam peristiwa yang tunggal itu, pencobaan iblis dan ujian Allah berlangsungsecara bersamaan. Allah tentu saja lebih berkuasa dari Iblis. Allah tentu saja mampu mengatasi pencobaan yang kita hadapi.

Allah tentu saja mampu menjauhkan kita dari pencobaan. Namun Allah yang mampu tersebut tidak serta merta mengizinkan kita untuk mengadaikan bahwa Allah juga mau melakukannya. Kerap Allah menahan diri dan memutuskan untuk “tidak mau” menolong kita dengan mudahnya. Sebab Ia mempercayai kita dan menghargai kebebasan kita. Allah mengharapkan munculnya iman, harap dan cinta yang bersemi di dalam peristiwa-peristiwa hidup tersebut. Hargailah penghargaan Allah atas diri anda yang berharga itu.”

Saudaraku yang terkasih.

Tema dan ajakan firman Tuhan saat ini, mengingatkan kita untuk jangan mendua hati. Suatu sikap yang bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dalam hubungan suami istri, orang tua dengan anak, persahabatan atau pun dalam relasi antar manusia lainnya.

Sikap mendua hati merujuk pada sikap keadaan orang yang bimbang dan ragu. Kebimbangan tentu membuat manusia tidak akan tenang dalam hidupnya. Sikap mendua hati, disatu pihak membuat orang itu tidak bahagia, tapi dipihak lain juga memperlihatkan suatu sikap yang tidak setia.

Bukankah kesetiaan itu baru dapat disebut kesetiaan setelah ia di uji dan digoda supaya tidak setia namun ia tetap memilih untuk bertahan setia?. Firman-Nya sekarang berbicara soal sikap iman yang tidak boleh mendua didalam Tuhan. Pergumulan, kesakitan bisa jadi ujian yang akan membuat kita tetap setia bersama dengan Tuhan atau sebaliknya. Sadarlah kita, bahwa tokoh-tokoh iman dalam alkitab harus dan telah melewati banyak kesakitan dan penderitaan. Karena kedewasaan iman yang sehat sulit dicapai takkala orang berada pada zona nyaman selalu. Seperti sebuah paku yang semakin dipukul, dihantam, semakin ia tertancap kuat. Demikian kiranya iman kita, semakin kuat dan teguh serta tidak goyah.

Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 21-27 November 2021 - TEMA MINGGUAN : Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25


Sebelum:

MTPJ Minggu, 14 November - Sabtu, 20 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Jangan Mendua Hati - Yakobus 1:1-8



All Khotbah MTPJ GMIM 2021:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Desember 2021 - Dedikasi Paripurna Bagi Yesus - oleh Pdt. Vivian Ch. Aray, S.Th LIRIK
MTPJ Minggu, 26 Desember 2021 - Sabtu, 1 Januari 2022 LIRIK
MTPJ Sabtu, 25 Desember 2021 (Khotbah Natal Hari I) - Lukas 2:8-20 LIRIK
MTPJ GMIM Jumat, 24 Desember 2021 (Khotbah Malam Natal) - Lukas 2:1-7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 19 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 19 Desember - Sabtu, 25 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
Video Khotbah Minggu, 12 Desember 2021 oleh Ibu Pdt Tirsa Tairas LIRIK
MTPJ Minggu, 12 Desember 2021 – Sabtu, 18 Desember 2021 (Minggu Adven III) LIRIK
KHOTBAH KHOTBAH MTPJ GMIM Minggu, 5 Desember - 11 Desember 2021 - TERBITLAH SURYA KEBENARAN - MALEAKHI 4:1-6 - MINGGU ADVEN 1 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 28 Nopember 2021 - PENGHARAPAN AKAN KESELAMATAN – Zakharia 9:9-17 - Minggu Adven I LIRIK
MTPJ Selasa, 23 Nopember 2021 - HUT ke-84 W/KI GMIM - TEMA: Iman Ibu Menyelamatkan Keluarga - Markus 7:24-30 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 November - Sabtu, 4 Desember 2021 - Minggu Adven 1 - Tema: Pengharapan Akan Keselamatan - Zakharia 9:9-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 21 November 2021 - Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
MTPJ 21-27 November 2021 - TEMA MINGGUAN : Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 14 November 2021 - JANGAN MENDUA HATI - Yakobus 1:1-8 LIRIK
MTPJ Minggu, 14 November - Sabtu, 20 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Jangan Mendua Hati - Yakobus 1:1-8 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 07 November 2021 - Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - Titus 2:1-10 LIRIK
MTPJ GMIM Minggu, 07 November - Sabtu, 13 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - TITUS 2:1-10 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 31 Oktober 2021 - Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
MTPJ Minggu, 31 Oktober - Sabtu, 6 November 2021 - Tema Mingguan: Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 24 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 24 Oktober - 30 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan Sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 17 Oktober - Sabtu, 23 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 17 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
MTPJ Jumat, 15 Oktober 2021 (Khotbah GMIM Pemilihan Pelsus) - Dipilih Untuk Berbuah - Yohanes 15:16 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 10 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Diteladani - 1 Timotius 3 1-13 LIRIK
MTPJ 10 - 16 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Di Teladani - 1 Timotius 3:1-13 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 03 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 3-9 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 30 September 2021 (HUT Ke-87 GMIM Bersinode) - Jangan Suam-Suam Kuku - Wahyu 3:14-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 26 September 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
MTPJ 26 September - 2 Oktober 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Kerajaan Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
MTPJ 19-25 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 12 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
MTPJ 12 - 18 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 - Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 LIRIK
MTPJ 5 - 11 September 2021 - Jangan Menjadi Pemecah-belah Persekutuan - Yudas 1:17-25 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 29 Agustus 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
MTPJ 29 Agustus - 4 September 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 22 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1.a LIRIK
MTPJ 22-28 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1a LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 15 Agustus 2021 - Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
MTPJ 15-21 Austus 2021 - Diperlengkapi Untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
KHOTBAH GMIM Minggu, 8 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 8-14 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 1-7 Agustus 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaa - Yunus 1:1-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 25 Juli 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaan - Yunus 1:1-17 LIRIK
MTPJ 25-31 Juli 2021 - Kebenaran Versus Dusta - Kisah Para Rasul 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 Juli 2021 - PENDIDIKAN ANAK YANG BERKARAKTER - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 18-24 Juli 2021 - Pendidikan Anak yang Berkarakter - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 11 - 17 Juli 2021 - Etika Pengucapan Syukur - 1 Tesalonika 5:12-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 04 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
MTPJ 4 Juli - 10 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-raja 3:16-28 LIRIK
MTPJ 27 Juni - 3 Juli 2021 - Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-Raja 3:16-28 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 20 Juni 2021 - Allah Tidak Memandang Bulu - ROMA 2: 1-16 LIRIK
MTPJ 20-26 Juni 2021 - Menerima dan Memberlakukan Keadilan Allah - Roma 2:1-16 LIRIK
MTPJ 13 - 19 Juni 2021 - Allah Adil di tengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 13 Juni 2021 - Allah Adil Ditengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 06 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
MTPJ 6 Juni - 12 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 30 Mei 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 30 Mei - 5 Juni 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 24 Mei 2021 (Hari Petakosta ke II - Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM) LIRIK
MTPJ 23 - 30 Mei 2021 LIRIK
Khotbah Minggu, 16 Mei 2021 - TONGKAT KERAJAAN TUHAN ADALAH TONGKAT KEBENARAN - IBRANI 1:5-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 16 Mei 2021 - 22 Mei 2021 - Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran - Ibrani 1:5-14 LIRIK
Khotbah Minggu, 09 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
MTPJ 9 - 15 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
Belajar Dari Orang Berhikmat - KHOTBAH 1 RAJA RAJA 10 LIRIK
MTPJ 2 - 8 Mei 2021 - Belajar Dari Orang Berhikmat - 1 Raja-Raja 10:1-13 LIRIK
MTPJ Minggu, 25 April - 1 Mei 2021 - Keadilan Yang Menghidupkan - Ulangan 24:6-22 LIRIK
Keadilan Yang Menghidupkan - ULANGAN 24:6-22 LIRIK
MTPJ 18 - 24 April 2021 - Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 LIRIK
Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 - KHOTBAH 1 PETRUS 1.3-12 LIRIK
Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 11 - 17 April 2021 - Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 4 - 10 April 2021 - Paskah I (Hari Anak GMIM) - Beritakan, Yesus Bangkit - Lukas 24:1-12 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 Maret - Minggu, 3 April 2021 (Minggu Sengsara VI) - Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 21 - 27 Maret 2021 ( Minggu Sengsara V) - Jangan Menyangkal Yesus Kristus - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Maret 2021 - Minggu Sengsara IV - Akulah DIA! - Yohanes 18:1-11 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Maret 2021 - Penderitaan Sebagai Konsekuensi Kesetiaan Iman - Kisah Para Rasul 7:54-8:3 LIRIK
MTPJ 28 Februari - 6 Maret 2021 (Minggu Sengsara II) - Efektifitas Penatalayanan - Nehemia 7:61-73 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Februari 2021 - Persekutuan dengan Kristus Menuntun Hidup dalam Terang - 1 Yohanes 1:1-10 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Februari 2021 - Sinergi Pemerintah dan Gereja dalam Menata Pelayanan - Ezra 7:1-28a LIRIK
MTPJ 31 Januari - 6 Februari 2021 - Kewirausahaan Kristen yang Menopang Pelayanan - Kisah Para Rasul 16:13-18 LIRIK
MTPJ Jumat, 28 Januari 2021 (Hari Persatuan Remaja GMIM) - Diberkati Menjadi Alat Berkat - Amsal 22:1-6 LIRIK
MTPJ 17 - 23 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 10 Januari - 16 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 3 Januari - 9 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 2 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari ke Dua) - Mazmur 37:22-26 Penjelasan Ayat LIRIK
MTPJ 1 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari Pertama) - Menyambut Era Baru - Wahyu 21:1-8 LIRIK


MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,