gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1735 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Menerima dan Memberlakukan Keadilan Allah"

TEMA MINGGUAN: "Kebenaran Versus Dusta"

BACAAN :*Kisah Para Rasul 5:1-11*
Ananias dan Safira
5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 5:8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 5:9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 5:11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Tak dapat kita pungkiri dua terminologi kebenaran dan dusta memiliki keterkaitan, bagaikan dua sisi yang sangat berten-tangan dari satu mata uang, yang tak pernah terpisahkan. Dalam realita masyarakat, ketika ada kebenaran, pasti di sekitarnya ada dusta, demikian juga sebaliknya. Kebenaran dan dusta adalah dua kata yang berbeda dan memiliki arti tersendiri. Kebenaran dari kata dasar "benar" berarti " keadaan (hal yang sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang sesungguhnya, kelurusan hati, kejujuran. Sedangkan "dusta" berarti tidak benar, bohong (KKBI).

Kebenaran menjadi dasar dari sebuah kepercayaan, inte-gritas iman, keamanan dan stabilitas. Dan ketika kebenaran di-ganti dengan kebohongan, maka nilai-nilai di atas akan meng-hilang dari kehidupan manusia. Sebab ketidakbenaran atau dusta adalah dosa yang sering dipakai oleh iblis, untuk me-muaskan keinginan pribadi, apakah itu ada hubungannya de-ngan menyetujui kebohongan atau menyatakan suatu kesaksian palsu. Oleh sebab itu, mengapa kebenaran itu penting? Karena kehidupan ini memiliki konsekuensi bagi setiap kesalahan. Di tengah-tengah fenomena yang terjadi, dimana dusta lebih mendominasi seseorang untuk membenarkan diri. Saat ini jemaat-jemaat sedang melaksanakan pesta iman, pesta peng-ucapan syukur, firman Tuhan ini mau mengajak pribadi, keluarga maupun jemaat untuk selalu melakukan kebenaran, apalagi berhubungan dengan memberi persembahan yang merupakan bagian dari tanda syukur kita kepada Tuhan. Karena itu dengan alasan ini maka tema bulanan "Menerima dan Memberlakukan Keadilan Allah" dan tema mingguan "Kebenaran versus Dusta".

PEMBAHASAN TEMATIS
n Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Kisah Para Rasul, seperti halnya Injil Lukas, dialamatkan kepada seorang yang bernama "Teofilus" (Kis.1 :1). Dan penulis kedua kitab ini adalah Lukas "Tabib.... yang kekasih (Kol. 4:14). Ditulis sekitar tahun 60-an M. Adapun tujuannya mengisahkan permulaan berdirinya gereja dan perkembangannya serta peranan Roh Kudus dalam kehidupan dan misi gereja untuk memberitakan Injil dan melanjutkan pelayanan Yesus. Oleh karena itu tema kitab Kisah Para Rasul : Penyebaran Injil yang penuh keberhasilan melalui kuasa Roh Kudus.

Khusus Kisah Para Rasul 5:1-11, tidak terlepas dari pasal sebelumnya (Kisah 4:32-37). Penulis Kisah Para Rasul men-ceritakan bagaimana cara hidup jemaat mula-mula yang terinspirasi dengan motivasi pelayanan yang dilakukan Para Rasul melalui kesaksian mereka tentang kebangkitan Kristus. Jemaat yang dikuasai kuasa Roh Kudus, menunjukkan kesaksian iman yang luar biasa, bertekad untuk hidup sehati dan sejiwa, dan ini bukan hanya kata-kata, sampai-sampai mereka menganggap segala sesuatu yang mereka punyai sebagai milik bersama, sehingga bersepakat untuk menjual kepunyaan mereka, tanah atau rumah dan membawa hasil penjualannya kepada rasul-rasul untuk dibagikan, sehingga ada keseimbangan antara yang kuat dan lemah supaya tidak seorangpun yang berkekurangan di antara jemaat.

Ayat 1-2. Adapun Ananias dan Safira, sepasang suami isteri yang memiliki nama yang indah, Ananias berarti Allah yang memberikan dan Safira berarti yang cantik. Ternyata nama yang indah, belum menjamin kelakuan mereka. Kedua suami istri ini, supaya mereka tidak kelihatan ketinggalan, melakukan hal yang sama seperti Barnabas dan orang-orang lain (Kis.4: 37) menjual sebidang tanah untuk diletakkan di depan kaki rasul-rasul. Sepengetahuan istrinya, Ananias menahan sebagian hasil penjualan untuk dirinya sendiri. "Menahan" (kata kerja Yunani, Nosphizomai,) yang berarti menahan bagi dirinya sendiri, menyelewengkan). Untuk tindakan ini Ananias dan Safira tidak komitmen pada hasil penjualannya, terbukti ketika mereka tidak jujur dan berdusta dengan motivasi ingin dihargai. Ananias dan Safira ingin mendapat pengakuan dan mau menonjolkan diri, padahal mereka tidak dapat melaksanakan sepenuhnya. Dengan demikian, mereka menghina Allah dan menipu orang lain, saat berpura-pura menyerahkan hasil penjualan itu kepada rasul-rasul. Mereka tamak terhadap kekayaan dunia, dan tidak percaya pada Allah dan pemeliharaan-Nya.

Ayat 3-10, Ananias berharap mendapat nama dan pujian, justru Petrus menegur dia, Petrus memberikan tuduhan yang tak terbantahkan akan kejahatan itu. Petrus tidak menuduh bahwa Ananias menipu dia, tetapi menipu Roh Kudus. Adalah sebuah kesalahan besar jikalau kita melakukan sesuatu berdasarkan kehendak sendiri dan bukan pada kehendak Roh Kudus.

Dalam hal ini Petrus mengetahui bahwa hati Ananias penuh niat untuk berbuat jahat dan karena itu tidak memberi dia waktu untuk bertobat. Petrus menunjukkan sumber dosanya: Pertama, hatinya dikuasai Iblis menjelaskan bahwa apa pun yang bertentangan dengan Roh, berasal dari roh yang jahat yang dikuasai oleh iblis dan dikuasai keduniawian. Melalui perbuatan ini tampaklah bahwa A anias membiarkan Iblis memenuhi hatinya.

Sebab ia tidak "sehati" dengan orang-orang percaya. Kedua, Ananiasmendustai Roh Kudus. Kata mendustai (Yunani: pseudomai) berarti mengingkari, berbohong, sikap palsu atau menfitnah. Tindakan ini sebagai mengingkari Roh Kudus yang ada pada dirinya tetapi juga Roh Kudus yang ada pada para rasul. Dari perkataan Petrus jelas terindikasi Ananias tidak wajib menjual hartanya dan menyerahkan hasil penjualannya. Kalau pun dilakukan itu merupakan suatu tindakan murni dan bukan kewajiban yang dipaksakan, baik sebelum maupun sesudah tanah dijual, mereka boleh memakainya sesuai keinginan mereka. Tetapi yang terjadi adalah tindakan ini merusak persekutuan jemaat dengan berdusta dan menipu Allah.

Ananias mati dan langsung dikuburkan supaya mayatnya tidak membusuk mengikuti tradisi Yahudi, ketika dia diper-hadapkan dengan dosanya. Ananias tidak diberi kesempatan untuk membela diri, karena dia memahami kesalahannya yang telah mendustai Roh Kudus, karena Roh Kudus itu tinggal dan diam dalam hati. Mendustai Roh kudus adalah dosa yang tidak diampuni. Hukuman terhadap Ananias tampak keras, namun diyakini inilah keadilan Allah, bagi orang yang tidak adil dimana hukuman ini dimaksudkan untuk, memelihara kehormatan Roh Kudus yang saat itu belum lama dicurahkan dan untuk mencegah orang lain agar tidak melakukan kesombongan yang sama. Berita kematian Ananias tidak begitu cepat sampai kepada Safira, sebab ia berada jauh dari tempat itu, dan tidak mengetahui apa yang terjadi. Berharap mendapatkan ucapan terima kasih dari semua orang atas kedatangannya, sebagai seorang dermawan. Tetapi karena terbukti bersalah dan melaku-kan dosa yang sama dengan suaminya dan bersepakat menyampaikan cerita yang sama pula maka ia harus ambil bagian dalam hukuman suaminya."Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?". Petrus menunjukkan kesalahan mereka, yaitu mencobai Roh Tuhan, sama seperti Israel mencobai Allah dipadang gurun (Keluaran 17:2). Mereka mencobai Allah, seolah-olah Dia sama seperti diri mereka sendiri.

Ayat 11, Peristiwa yang menimpa Ananias dan Safira, menimbulkan kesan
pada orang banyak, dimana persekutuan jemaat, semakin menghormati Roh
Kudus, takut dan kagum terhadap Allah dan penghakiman-Nya, sekaligus
mengajarkan kepada mereka untuk bersungguh-sungguh dengan Roh Kudus.
Pemurnian kehidupan jemaat mula-mula melalui peristiwa Ananias dan
Safira melahirkan ketaatan dan pertama kali istilah atau kata jemaat
digunakan. Kisah yang diambil dari kehidupan jemaat perdana ini
merupakan realita bahwa dibalik kehidupan jemaat yang rukun dan
melakukan kebersamaan ternyata juga memiliki sisi gelap.

Makna dan Implikasi Firman
 Hidup dalam kebenaran tidaklah mudah. Kitab Kisah Para Rasul 5:1-11
mau mengingatkan setiap orang percaya bahwa betapa pentingnya melakukan
kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan kenyataan atau
apa adanya. Tindakan kebenaran adalah respon iman dan merupakan wujud
ketaatan pada Tuhan. Walaupun di satu sisi, tak dapat kita pungkiri
budaya kita sekarang ini telah beralih pada sikap kepuasan diri sendiri
yang mana banyak kesalahan-kesalahan yang tak hanya di toleransi tetapi
juga disarankan sebagai hal yang benar. Akibatnya, banyak dari kita yang
merasa nyaman jika kita berdusta atau tidak berterus terang kepada orang
lain.
 Kisah Ananias dan Safira memberi pelajaran bagi kita, bahwa Tuhan
memberlakukan penghukuman-Nya, bukan karena mereka menahan sebagian dari
hasil penjualannya, tapi hukuman itu diberlakukan karena Ananias dan
Safira bersepakat untuk berdusta dan tidak jujur dengan pemberiannya,
berarti mereka tidak komitmen. Mereka mendustai Roh Kudus, karena iblis
sudah ada dalam hati mereka. Konsekuensi dari perbuatan itu, mereka
berdua mati secara tragis. Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita
bahwa Allah kita adalah Allah yang adil dalam bertindak. Keadilan Tuhan
tidak bisa disamakan dengan keadilan manusia. Keadilan Tuhan adalah
sempurna, utuh dan tak bercacat, dimana semua yang Tuhan rencanakan,
putuskan dan kerjakan selalu didasarkan pada keadilan. Tuhan mengasihi
orang yang hidup dalam kebenaran dan memberikan penghargaan atas setiap
perbuatan baik yang kita lakukan, tapi Tuhan sangat menentang segala
bentuk kefasikan. Karena itu, ia akan menjatuhkan hukuman atas setiap
pelanggaran dan dosa. Inilah bukti bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang
adil dan tidak bisa dipermainkan dengan cara apapun seperti yang
dilakukan oleh Ananias dan Safira.
 Bagian Alkitab ini hendak pula memberikan pelajaran iman yang amat
penting, untuk menggunakan kekayaan dan harta yang adalah berkat Tuhan
yang harus disyukuri. Tuhan menghendaki kita memberi dengan rela dan
sukacita sebagai buah iman kita kepada Tuhan. Dan bukan menjadi ajang
untuk pencitraan dan mencari popularitas, memberi tetapi dengan ambisi
untuk kepentingan mencari nama, apalagi demi kepentingan tertentu, kita
memberi diri untuk ada dalam kesepakatan melakukan hal-hal yang tidak baik.
 Gereja terpanggil untuk terus memperlengkapi anggotanya untuk hidup
dalam kebenaran dan meninggalkan dusta, menyerahkan diri sepenuhnya
dalam tuntunan Roh Kudus untuk membentengi diri dari godaan iblis. Agar
kita jangan seperti Ananias dan Safira yang mendapatkan hukuman setelah
mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Jelaskan yang saudara mengerti tentang Kebenaran Versus Dusta dalam pembacaan Kisah Para Rasul 5 : 1 - 11 ?
2. Apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Ananias dan Safira ini untuk diimplementasikan dalam kehidupan berjemaat ?
3. Bagaimana bentuk pengucapan syukur yang jujur, tulus dan yang dikehendaki Tuhan?

NAS PEMBIMBING: 2 Korintus 9:7-8

POKOK - POKOK DOA:
 Melakukan kebenaran dalam berkata dan bertindak, serta menyerahkan sepenuhnya kehidupan ini di bawah tuntunan Roh Kudus.
 Menerima dan memberlakukan keadilan Allah sebagai respon iman dan wujud ketaatan pada Tuhan
 Mengingatkan jemaat bahwa kekayaan bukanlah jaminan keselamatan, tapi sebagai sarana untuk menjadi berkat bagi orang lain.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: KJ. No. 21 Hari Minggu, Hari Yang Mulia
Pembukaan: NNBT No. 6 Allah Bapa Yang Kumuliakan
Pengakuan Dosa & Pengampunan: Bertobatlah
Ses Pembacaan Alkitab: NNBT No.12 Diamlah
Persembahan: NKB No.199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan
Nyanyian Penutup: NNBT No. 35 Tuhan Kau Gembala Yang Baik.

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 25 Juli 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaan - Yunus 1:1-17

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 18 Juli 2021 - PENDIDIKAN ANAK YANG BERKARAKTER - Amsal 4:1-17




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,