|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2021 Minggu, 28 Maret 2021 (Lukas 23:26-32)MTPJ Minggu, 28 Maret - Minggu, 3 April 2021 (Minggu Sengsara VI) - Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32TEMA BULANAN : "Penataan Persekutuan adalah Cerminan Kualitas Pelayanan" TEMA MINGGUAN :"Tangisilah Dirimu!" BACAAN ALKITAB : Lukas 23:26-32 ALASAN PEMILIHAN TEMA Menangis juga adalah salah satu cara mengkomunikasikan perasaan yang sedang kita rasakan, selain juga untuk meng-ekspresikan emosi. Saat kita sedang emosi, kita akan menangis. Saat inilah air mata emosi kita keluar. Seperti air mata yang dikeluarkan oleh Putri-putri Yerusalem manakala melihat Via Dolorosa (jalan sengsara) Yesus. Yesus pun mendengar tangisan mereka itu dan berpaling serta berkata, "Tangisi Dirimu". Perkataan Yesus menjadi sorotan tema dan menuntun kita di Minggu Sengsara Yesus Kristus yang keenam, untuk lebih banyak belajar dari tangis dan derita serta memahami apa makna ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan ini. PEMBAHASAN TEMATIS: Dalam Lukas 23:26-32 yang menjadi pokok bahasan teks Alkitab ini, Yesus digambarkan sebagai seorang yang taat pada aturan Yahudi dan tidak sebagai pembaru yang dapat mem-perkuat kecurigaan Roma terhadap ajaran-Nya. Sehingga ketika Yesus digiring untuk disalibkan, sebelumnya Dia harus melewati rangkaian persidangan yang begitu mencengangkan namun begitu cepat prosesnya dari meng-hadap imam-imam kepala kemudian ke hadapan Pilatus dan diteruskan ke Herodes lalu kembali lagi ke Pilatus. Pilatus berdebat dengan orang banyak mengenai Yesus yang dinyatakannya tidak bersalah, dan akhir-nya ia menyerahkan Yesus kepada orang banyak yang meng-inginkan Yesus disalibkan. Dia disesah, diberikan mahkota duri, sambil dihina dengan memikul salib menuju tempat penyaliban. Dalam perjalanan sengsara-Nya keluar kota Yerusalem sambil memikul salib yang begitu berat, Ia didera (Markus 15:15), dan kemudian karena terlalu lemah untuk memanggul kayu palang, Ia dibantu oleh Simon dari Kirene, seorang "yang baru datang dari luar kota" (ayat 26) dipaksa memikul salib. Salib yang dipaksakan secara tiba-tiba ke atas bahu Simon, telah mengubah seluruh perjalanan Simon ke depan. Ia tidak menggerutu, menge-luh dan memprotes salib yang diletakkan di atas bahunya tapi dengan taat memikulnya. Dalam ketaatan itulah, Ia kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Dua putranya, Rufus dan Alexander, kelak dikenal sebagai tokoh-tokoh Kristen terkemuka (Markus 15:21). Pada hari Jumat itu, yang kemudian kita kenal sebagai Jumat Agung ada banyak 'orang' (baca: perempuan) mengikuti Dia. Mereka bersimpati atas penderitaan Yesus, namun tidak percaya kepada-Nya. Dan inilah bahayanya, banyak orang meratapi dan menangisi penderitaan Yesus tetapi tidak percaya dan mengasihi Yesus. Yesus berkata bahwa mereka harus menangisi kehancuran Yerusalem sebagai akibat penolakan mereka terhadap Yesus di hadapan Pilatus. Sehingga dalam ayat 28-31, memuat perkataan-perkataan Yesus kepada mereka yang menangisi dan meratapi Dia yaitu penduduk Yerusalem yang tidak taat melak-sanakan kehendak Allah. Perempuan-perempuan Yerusalem menangisi dan meratapi sesuatu yang salah. Untuk itu, Yesus berpaling atau menoleh, torehan kasih-Nya yang memberi tahu mereka, "Hai Puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!" (ayat 28). Torehan yang mau mengubah kehidupan secara radikal, karena fokus hidup para perempuan masihlah pada tangisan, keputusasaan, kesedihan dan nasib malang yang menimpa Yesus. Kalimat "Janganlah kamu menangisi Aku" merupakan suatu teguran bahwa apa yang mereka tangisi itu menggambarkan tangisan akan adanya hukuman Allah yang akan menimpa mereka (Baca: orang Yahudi). Yesus juga mau menunjukkan bahwa penderitaan-Nya bukanlah subjek dari kesedihan siapa pun, melainkan kesukacitaan bagi dunia. Yesus yang sedang menderita ternyata masih punya waktu untuk menoleh dan memperhatikan air mata mereka dan menegur para perempuan, bahwa akan adanya peng-hukuman terhadap Yerusalem karena menolak Yesus dan berpartisipasi dalam penyaliban Yesus. Para perempuan ini mempunyai masa depan yang suram, demikian juga anak-anak mereka, yang menantikan bukan saja kehancuran Yerusalem tetapi peng-hukuman yang kekal dari Tuhan. Ia bermaksud bahwa mereka harus menangisi dosa-dosa yang telah mereka lakukan, yang membuatnya perlu bagi Dia untuk menderita dan mati untuk menyelamatkan mereka. Perkataan Yesus selanjutnya dalam ayat 29: "Berbahagialah perempuan mandul dan rahimnya tidak pernah melahirkan, dan susunya tidak pernah menyusui." Pernyataan ini dikutip Yesus dalam kitab Yesaya, "Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin!" (Yesaya 54:1). Yesus sedang menyampaikan akibat yang akan dialami oleh penduduk Yerusalem karena mereka telah menolak dan menyalibkan diri-Nya. Dan, memang, 40 tahun kemudian setelah Yesus disalibkan, Yerusalem mengalami kehancuran. "Puteri-puteri Yerusalem" dilanda kesedihan yang amat dalam karena anak-anak mereka mati. Dari tengah-tengah kesedihan itu muncullah suara kekecewaan, mengapa kami melahirkan mereka. Lebih baik dulu kami menjadi mandul daripada mengalami hal pahit seperti ini! Hal ini merupakan kabar derita bagi mereka yang mempunyai anak, karena akan masuk dalam penghukuman Allah. Namun menjadi kabar gembira kepada mereka yang tidak melahirkan dan menyusui yang juga menggambarkan tentang orang yang percaya dan taat kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang menebus dosa manusia. Di mana "perempuan mandul" juga menunjuk pada kepada orang-orang bukan keturunan Yahudi. Namun, bagi mereka yang tidak percaya (orang-orang yang tinggal di Yerusalem) akan mengalami ketakutan ketika peng-hukuman terjadi seperti perkataan Yesus, "Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!". Perkataan runtuhlah dan timbunlah merupakan gambaran kehidupan yang tak dapat ditolong lagi' dan kemudian Yesus mengingatkan mereka jika orang yang tidak bersalah saja dapat mengalami hal seburuk ini, apalagi orang yang memang bersalah? Yang diumpamakan dengan ucapan, "Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" Jadi, kayu hidup menunjuk pada Yesus sendiri yang tidak berdosa dan melakukan kebaikan (kayu yang telah menghasilkan buah), namun dituduh melakukan kejahatan oleh bangsa Yahudi dan penghuni kota Yerusalem, padahal perbuatan mereka, kata Yesus seperti kayu kering yang tidak menghasilkan apa-apa. Makna dan Implikasi Firman * Kenalilah Yesus yang menderita itu. Yesus yang disalibkan agar kita mengulang peristiwa torehan Yesus bagi para putri Yerusalem. Sekarang saatnya bagi kita untuk bersedia dijumpai Yesus. Menangislah dengan penuh harapan dan sukacita, seperti ajakan Yesus bagi putri-putri Yerusalem untuk menangisi diri yang seharusnya menjadi ajakan bagi gereja untuk memeriksa diri, menyangkal diri dan bertobat, supaya makna sengsara dan kematian-Nya sungguh tidak sia-sia serta mempunyai dampak dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Apabila tidak, penderitaan Yerusalem akan menjadi tanda awas bagi perjalanan kehidupan kita. * Penderitaan Yesus bukan untuk ditangisi oleh kita tetapi mengoreksi diri kita, apakah yang telah kita kerjakan selama ini berkenan kepada Tuhan ataukah masih ada perilaku seperti yang dilakukan Putri-putri Yerusalem? Untuk itu, mari kita merenung sambil menangis dan menangis sambil merenung tentang kehidupan kita sekarang sebagai orang Kristen yang menjadi murid Yesus. Menjadi murid punya komitmen taat dan setia kepada Sang Guru. Dengan demikian kita telah melakukan hal yang berguna bagi kemuliaan Tuhan. * Kita menangisi diri kita karena kita selalu tidak tepat memandang penderitaan Yesus. Kita menangisi diri kita karena ketika kita menghayati kesucian dan kekudusan-Nya serta melihat ternyata diri kita begitu jauh dari apa yang Yesus inginkan kita lakukan. Kita berdosa. Saatnya kita mengasihi Allah dan melaksanakan kehendak-Nya untuk menjadikan hidup kita seperti kayu hidup yang terus menerus menghasilkan buah dan bukan seperti kayu kering yang hanya akan dipotong, dibuang dan dibakar. PERTANYAAN DISKUSI:
NAS PEMBIMBING: Lukas 23:28 POKOK-POKOK DOA: TATACARA IBADAH YANG DIUSULKAN: NYANYIAN YANG DIUSULKAN: ATRIBUT: Label: Lukas 23:26-32
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021 1 Petrus 1:3-12(1) 1 RAJA RAJA 10(1) 1 Raja-Raja 10:1-13(1) 1 Tesalonika 5:12-22(1) 1 Yohanes 1:1-10(1) 25:14-30(1) Amsal 22:1-6(1) Ezra 7:1-28a(1) IBRANI 1:5-14(1) Keluaran 2:11-22(1) Kisah Para Rasul 16:13-18(1) Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1) Lukas 17:11-19(2) Lukas 23:26-32(1) Lukas 24:1-12(1) Markus 7:24-30(1) Matius 16:13-20(1) Matius 25:14-30(1) Matius 26:69-75(2) Matius 28:16-20(2) Mazmur 138:1-8(1) Mazmur 37:22-26(1) Nehemia 7:61-73(1) Wahyu 21:1-8(1) Yohanes 21:1-14(2) Yunus 1:1-17(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 4 - 10 April 2021 - Paskah I (Hari Anak GMIM) - Beritakan, Yesus Bangkit - Lukas 24:1-12 Sebelum: JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS - Matius 26:69-75 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,