gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 356 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Penataan Persekutuan adalah Cerminan Kualitas Pelayanan" TEMA MINGGUAN :"Tangisilah Dirimu!" BACAAN ALKITAB : Lukas 23:26-32

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Setiap manusia pernah menangis. Menangis merupakan suatu proses alami yang terjadi pada manusia. Hampir semua manusia dilahirkan dengan keadaan menangis. Jika dilihat dari sisi gender, perempuan lebih sering menangis daripada laki-laki. Pada umumnya, perempuan lebih banyak menggunakan perasaan dari pada laki-laki. Seperti dilansir Medicaldaily, perempuan menangis rata-rata 5,3 per bulan, sedangkan laki-laki rata-rata 1,3 kali per bulan. Menurut peneliti, hal ini karena perempuan lebih mampu mentransfer emosinya secara biologis menjadi air mata, ditambah juga kelenjar air mata perempuan lebih kecil daripada laki-laki.

Menangis juga adalah salah satu cara mengkomunikasikan perasaan yang sedang kita rasakan, selain juga untuk meng-ekspresikan emosi. Saat kita sedang emosi, kita akan menangis. Saat inilah air mata emosi kita keluar. Seperti air mata yang dikeluarkan oleh Putri-putri Yerusalem manakala melihat Via Dolorosa (jalan sengsara) Yesus. Yesus pun mendengar tangisan mereka itu dan berpaling serta berkata, "Tangisi Dirimu". Perkataan Yesus menjadi sorotan tema dan menuntun kita di Minggu Sengsara Yesus Kristus yang keenam, untuk lebih banyak belajar dari tangis dan derita serta memahami apa makna ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan ini.

PEMBAHASAN TEMATIS:
* Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil Lukas dialamatkan kepada seorang bernama Teofilus (Lukas 1:1,3). Walaupun nama penulis injil ini tidak dicantumkan, kesaksian yang bulat dari kekristenan mula-mula dan bukti kuat dari dalam kitab itu sendiri menunjukkan bahwa Lukaslah yang menulis kitab itu. Lukas adalah seorang tabib dan kawan sekerja Paulus. Di mana Paulus menulis mengenai Lukas dalam Kolose 4:14 sebagai tabib kekasih, yang ada bersamanya, dan dalam Filemon 1:24 Paulus menyebutkan kawan sekerja.

Dalam Lukas 23:26-32 yang menjadi pokok bahasan teks Alkitab ini, Yesus digambarkan sebagai seorang yang taat pada aturan Yahudi dan tidak sebagai pembaru yang dapat mem-perkuat kecurigaan Roma terhadap ajaran-Nya. Sehingga ketika Yesus digiring untuk disalibkan, sebelumnya Dia harus melewati rangkaian persidangan yang begitu mencengangkan namun begitu cepat prosesnya dari meng-hadap imam-imam kepala kemudian ke hadapan Pilatus dan diteruskan ke Herodes lalu kembali lagi ke Pilatus. Pilatus berdebat dengan orang banyak mengenai Yesus yang dinyatakannya tidak bersalah, dan akhir-nya ia menyerahkan Yesus kepada orang banyak yang meng-inginkan Yesus disalibkan. Dia disesah, diberikan mahkota duri, sambil dihina dengan memikul salib menuju tempat penyaliban.

Dalam perjalanan sengsara-Nya keluar kota Yerusalem sambil memikul salib yang begitu berat, Ia didera (Markus 15:15), dan kemudian karena terlalu lemah untuk memanggul kayu palang, Ia dibantu oleh Simon dari Kirene, seorang "yang baru datang dari luar kota" (ayat 26) dipaksa memikul salib. Salib yang dipaksakan secara tiba-tiba ke atas bahu Simon, telah mengubah seluruh perjalanan Simon ke depan. Ia tidak menggerutu, menge-luh dan memprotes salib yang diletakkan di atas bahunya tapi dengan taat memikulnya. Dalam ketaatan itulah, Ia kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Dua putranya, Rufus dan Alexander, kelak dikenal sebagai tokoh-tokoh Kristen terkemuka (Markus 15:21).

Pada hari Jumat itu, yang kemudian kita kenal sebagai Jumat Agung ada banyak 'orang' (baca: perempuan) mengikuti Dia. Mereka bersimpati atas penderitaan Yesus, namun tidak percaya kepada-Nya. Dan inilah bahayanya, banyak orang meratapi dan menangisi penderitaan Yesus tetapi tidak percaya dan mengasihi Yesus. Yesus berkata bahwa mereka harus menangisi kehancuran Yerusalem sebagai akibat penolakan mereka terhadap Yesus di hadapan Pilatus. Sehingga dalam ayat 28-31, memuat perkataan-perkataan Yesus kepada mereka yang menangisi dan meratapi Dia yaitu penduduk Yerusalem yang tidak taat melak-sanakan kehendak Allah. Perempuan-perempuan Yerusalem menangisi dan meratapi sesuatu yang salah. Untuk itu, Yesus berpaling atau menoleh, torehan kasih-Nya yang memberi tahu mereka, "Hai Puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!" (ayat 28). Torehan yang mau mengubah kehidupan secara radikal, karena fokus hidup para perempuan masihlah pada tangisan, keputusasaan, kesedihan dan nasib malang yang menimpa Yesus. Kalimat "Janganlah kamu menangisi Aku" merupakan suatu teguran bahwa apa yang mereka tangisi itu menggambarkan tangisan akan adanya hukuman Allah yang akan menimpa mereka (Baca: orang Yahudi). Yesus juga mau menunjukkan bahwa penderitaan-Nya bukanlah subjek dari kesedihan siapa pun, melainkan kesukacitaan bagi dunia.

Yesus yang sedang menderita ternyata masih punya waktu untuk menoleh dan memperhatikan air mata mereka dan menegur para perempuan, bahwa akan adanya peng-hukuman terhadap Yerusalem karena menolak Yesus dan berpartisipasi dalam penyaliban Yesus. Para perempuan ini mempunyai masa depan yang suram, demikian juga anak-anak mereka, yang menantikan bukan saja kehancuran Yerusalem tetapi peng-hukuman yang kekal dari Tuhan. Ia bermaksud bahwa mereka harus menangisi dosa-dosa yang telah mereka lakukan, yang membuatnya perlu bagi Dia untuk menderita dan mati untuk menyelamatkan mereka.

Perkataan Yesus selanjutnya dalam ayat 29: "Berbahagialah perempuan mandul dan rahimnya tidak pernah melahirkan, dan susunya tidak pernah menyusui." Pernyataan ini dikutip Yesus dalam kitab Yesaya, "Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin!" (Yesaya 54:1). Yesus sedang menyampaikan akibat yang akan dialami oleh penduduk Yerusalem karena mereka telah menolak dan menyalibkan diri-Nya. Dan, memang, 40 tahun kemudian setelah Yesus disalibkan, Yerusalem mengalami kehancuran. "Puteri-puteri Yerusalem" dilanda kesedihan yang amat dalam karena anak-anak mereka mati. Dari tengah-tengah kesedihan itu muncullah suara kekecewaan, mengapa kami melahirkan mereka. Lebih baik dulu kami menjadi mandul daripada mengalami hal pahit seperti ini!

Hal ini merupakan kabar derita bagi mereka yang mempunyai anak, karena akan masuk dalam penghukuman Allah. Namun menjadi kabar gembira kepada mereka yang tidak melahirkan dan menyusui yang juga menggambarkan tentang orang yang percaya dan taat kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang menebus dosa manusia. Di mana "perempuan mandul" juga menunjuk pada kepada orang-orang bukan keturunan Yahudi.

Namun, bagi mereka yang tidak percaya (orang-orang yang tinggal di Yerusalem) akan mengalami ketakutan ketika peng-hukuman terjadi seperti perkataan Yesus, "Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!". Perkataan runtuhlah dan timbunlah merupakan gambaran kehidupan yang tak dapat ditolong lagi' dan kemudian Yesus mengingatkan mereka jika orang yang tidak bersalah saja dapat mengalami hal seburuk ini, apalagi orang yang memang bersalah? Yang diumpamakan dengan ucapan, "Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" Jadi, kayu hidup menunjuk pada Yesus sendiri yang tidak berdosa dan melakukan kebaikan (kayu yang telah menghasilkan buah), namun dituduh melakukan kejahatan oleh bangsa Yahudi dan penghuni kota Yerusalem, padahal perbuatan mereka, kata Yesus seperti kayu kering yang tidak menghasilkan apa-apa.

Makna dan Implikasi Firman
* Menjalani kehidupan itu perlu ketaatan yang total seperti Simon dari Kirene yang memikul salib Yesus tanpa bersunggut dan mengeluh bahkan menangis. Yang perilakunya sungguh bertolak belakang dengan kehidupan Putri-putri Yerusalem yang tidak taat, namun menutupinya dengan tangisan.

* Kenalilah Yesus yang menderita itu. Yesus yang disalibkan agar kita mengulang peristiwa torehan Yesus bagi para putri Yerusalem. Sekarang saatnya bagi kita untuk bersedia dijumpai Yesus. Menangislah dengan penuh harapan dan sukacita, seperti ajakan Yesus bagi putri-putri Yerusalem untuk menangisi diri yang seharusnya menjadi ajakan bagi gereja untuk memeriksa diri, menyangkal diri dan bertobat, supaya makna sengsara dan kematian-Nya sungguh tidak sia-sia serta mempunyai dampak dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Apabila tidak, penderitaan Yerusalem akan menjadi tanda awas bagi perjalanan kehidupan kita.

* Penderitaan Yesus bukan untuk ditangisi oleh kita tetapi mengoreksi diri kita, apakah yang telah kita kerjakan selama ini berkenan kepada Tuhan ataukah masih ada perilaku seperti yang dilakukan Putri-putri Yerusalem? Untuk itu, mari kita merenung sambil menangis dan menangis sambil merenung tentang kehidupan kita sekarang sebagai orang Kristen yang menjadi murid Yesus. Menjadi murid punya komitmen taat dan setia kepada Sang Guru. Dengan demikian kita telah melakukan hal yang berguna bagi kemuliaan Tuhan.

* Kita menangisi diri kita karena kita selalu tidak tepat memandang penderitaan Yesus. Kita menangisi diri kita karena ketika kita menghayati kesucian dan kekudusan-Nya serta melihat ternyata diri kita begitu jauh dari apa yang Yesus inginkan kita lakukan. Kita berdosa. Saatnya kita mengasihi Allah dan melaksanakan kehendak-Nya untuk menjadikan hidup kita seperti kayu hidup yang terus menerus menghasilkan buah dan bukan seperti kayu kering yang hanya akan dipotong, dibuang dan dibakar.

PERTANYAAN DISKUSI:

  1. Apa makna perkataan Yesus, "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri" bagi kita pada hari ini menurut Lukas 23:26-32?
  2. Jenis "tangisi diri" seperti apa yang telah ditegur Yesus dalam hidup kita?
  3. Bagaimana cara hidup kita sekarang ini, supaya perkataan Yesus: "tangisilah dirimu sendiri" tidak lagi menjadi bagian dalam persekutuan, kesaksian dan pelayanan?

NAS PEMBIMBING: Lukas 23:28

POKOK-POKOK DOA:
* Umat semakin mengasihi dan mencintai Yesus.
* Umat yang taat sekalipun menderita mengikut Yesus
* Umat yang sementara menghadapi derita karena Injil Kristus

TATACARA IBADAH YANG DIUSULKAN:
MINGGU SENGSARA VI

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: DSL. 3 Jawab Atas Panggilan Tuhan
Nas Pembimbing: Naper 49 Jiwa Yang Belisah
Pengakuan Dosa: KJ. No. 371 Aku Rindu Pada Yesus"
Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 195 Kendati Hidupku Tent'ram
Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara: KJ. No. 370 Ku Mau Berjalan dengan Juruselamatku
Persembahan: NKB No.199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan
Nyanyian Penutup: NKB No.201 Di Jalan Hidupku

ATRIBUT:
Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.


Label:   Lukas 23:26-32 





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 4 - 10 April 2021 - Paskah I (Hari Anak GMIM) - Beritakan, Yesus Bangkit - Lukas 24:1-12


Sebelum:

JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS - Matius 26:69-75



All Khotbah MTPJ GMIM 2021:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Desember 2021 - Dedikasi Paripurna Bagi Yesus - oleh Pdt. Vivian Ch. Aray, S.Th LIRIK
MTPJ Minggu, 26 Desember 2021 - Sabtu, 1 Januari 2022 LIRIK
MTPJ Sabtu, 25 Desember 2021 (Khotbah Natal Hari I) - Lukas 2:8-20 LIRIK
MTPJ GMIM Jumat, 24 Desember 2021 (Khotbah Malam Natal) - Lukas 2:1-7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 19 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 19 Desember - Sabtu, 25 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
Video Khotbah Minggu, 12 Desember 2021 oleh Ibu Pdt Tirsa Tairas LIRIK
MTPJ Minggu, 12 Desember 2021 – Sabtu, 18 Desember 2021 (Minggu Adven III) LIRIK
KHOTBAH KHOTBAH MTPJ GMIM Minggu, 5 Desember - 11 Desember 2021 - TERBITLAH SURYA KEBENARAN - MALEAKHI 4:1-6 - MINGGU ADVEN 1 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 28 Nopember 2021 - PENGHARAPAN AKAN KESELAMATAN – Zakharia 9:9-17 - Minggu Adven I LIRIK
MTPJ Selasa, 23 Nopember 2021 - HUT ke-84 W/KI GMIM - TEMA: Iman Ibu Menyelamatkan Keluarga - Markus 7:24-30 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 November - Sabtu, 4 Desember 2021 - Minggu Adven 1 - Tema: Pengharapan Akan Keselamatan - Zakharia 9:9-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 21 November 2021 - Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
MTPJ 21-27 November 2021 - TEMA MINGGUAN : Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 14 November 2021 - JANGAN MENDUA HATI - Yakobus 1:1-8 LIRIK
MTPJ Minggu, 14 November - Sabtu, 20 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Jangan Mendua Hati - Yakobus 1:1-8 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 07 November 2021 - Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - Titus 2:1-10 LIRIK
MTPJ GMIM Minggu, 07 November - Sabtu, 13 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - TITUS 2:1-10 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 31 Oktober 2021 - Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
MTPJ Minggu, 31 Oktober - Sabtu, 6 November 2021 - Tema Mingguan: Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 24 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 24 Oktober - 30 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan Sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 17 Oktober - Sabtu, 23 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 17 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
MTPJ Jumat, 15 Oktober 2021 (Khotbah GMIM Pemilihan Pelsus) - Dipilih Untuk Berbuah - Yohanes 15:16 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 10 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Diteladani - 1 Timotius 3 1-13 LIRIK
MTPJ 10 - 16 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Di Teladani - 1 Timotius 3:1-13 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 03 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 3-9 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 30 September 2021 (HUT Ke-87 GMIM Bersinode) - Jangan Suam-Suam Kuku - Wahyu 3:14-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 26 September 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
MTPJ 26 September - 2 Oktober 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Kerajaan Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
MTPJ 19-25 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 12 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
MTPJ 12 - 18 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 - Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 LIRIK
MTPJ 5 - 11 September 2021 - Jangan Menjadi Pemecah-belah Persekutuan - Yudas 1:17-25 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 29 Agustus 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
MTPJ 29 Agustus - 4 September 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 22 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1.a LIRIK
MTPJ 22-28 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1a LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 15 Agustus 2021 - Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
MTPJ 15-21 Austus 2021 - Diperlengkapi Untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
KHOTBAH GMIM Minggu, 8 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 8-14 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 1-7 Agustus 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaa - Yunus 1:1-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 25 Juli 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaan - Yunus 1:1-17 LIRIK
MTPJ 25-31 Juli 2021 - Kebenaran Versus Dusta - Kisah Para Rasul 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 Juli 2021 - PENDIDIKAN ANAK YANG BERKARAKTER - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 18-24 Juli 2021 - Pendidikan Anak yang Berkarakter - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 11 - 17 Juli 2021 - Etika Pengucapan Syukur - 1 Tesalonika 5:12-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 04 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
MTPJ 4 Juli - 10 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-raja 3:16-28 LIRIK
MTPJ 27 Juni - 3 Juli 2021 - Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-Raja 3:16-28 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 20 Juni 2021 - Allah Tidak Memandang Bulu - ROMA 2: 1-16 LIRIK
MTPJ 20-26 Juni 2021 - Menerima dan Memberlakukan Keadilan Allah - Roma 2:1-16 LIRIK
MTPJ 13 - 19 Juni 2021 - Allah Adil di tengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 13 Juni 2021 - Allah Adil Ditengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 06 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
MTPJ 6 Juni - 12 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 30 Mei 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 30 Mei - 5 Juni 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 24 Mei 2021 (Hari Petakosta ke II - Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM) LIRIK
MTPJ 23 - 30 Mei 2021 LIRIK
Khotbah Minggu, 16 Mei 2021 - TONGKAT KERAJAAN TUHAN ADALAH TONGKAT KEBENARAN - IBRANI 1:5-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 16 Mei 2021 - 22 Mei 2021 - Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran - Ibrani 1:5-14 LIRIK
Khotbah Minggu, 09 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
MTPJ 9 - 15 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
Belajar Dari Orang Berhikmat - KHOTBAH 1 RAJA RAJA 10 LIRIK
MTPJ 2 - 8 Mei 2021 - Belajar Dari Orang Berhikmat - 1 Raja-Raja 10:1-13 LIRIK
MTPJ Minggu, 25 April - 1 Mei 2021 - Keadilan Yang Menghidupkan - Ulangan 24:6-22 LIRIK
Keadilan Yang Menghidupkan - ULANGAN 24:6-22 LIRIK
MTPJ 18 - 24 April 2021 - Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 LIRIK
Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 - KHOTBAH 1 PETRUS 1.3-12 LIRIK
Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 11 - 17 April 2021 - Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 4 - 10 April 2021 - Paskah I (Hari Anak GMIM) - Beritakan, Yesus Bangkit - Lukas 24:1-12 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 Maret - Minggu, 3 April 2021 (Minggu Sengsara VI) - Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 21 - 27 Maret 2021 ( Minggu Sengsara V) - Jangan Menyangkal Yesus Kristus - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Maret 2021 - Minggu Sengsara IV - Akulah DIA! - Yohanes 18:1-11 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Maret 2021 - Penderitaan Sebagai Konsekuensi Kesetiaan Iman - Kisah Para Rasul 7:54-8:3 LIRIK
MTPJ 28 Februari - 6 Maret 2021 (Minggu Sengsara II) - Efektifitas Penatalayanan - Nehemia 7:61-73 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Februari 2021 - Persekutuan dengan Kristus Menuntun Hidup dalam Terang - 1 Yohanes 1:1-10 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Februari 2021 - Sinergi Pemerintah dan Gereja dalam Menata Pelayanan - Ezra 7:1-28a LIRIK
MTPJ 31 Januari - 6 Februari 2021 - Kewirausahaan Kristen yang Menopang Pelayanan - Kisah Para Rasul 16:13-18 LIRIK
MTPJ Jumat, 28 Januari 2021 (Hari Persatuan Remaja GMIM) - Diberkati Menjadi Alat Berkat - Amsal 22:1-6 LIRIK
MTPJ 17 - 23 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 10 Januari - 16 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 3 Januari - 9 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 2 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari ke Dua) - Mazmur 37:22-26 Penjelasan Ayat LIRIK
MTPJ 1 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari Pertama) - Menyambut Era Baru - Wahyu 21:1-8 LIRIK


MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,