gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 687 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : Penataan Persekutuan adalah Cerminan Kualitas Pelayanan
EMA MINGGUAN : Akulah DIA!

BACAAN ALKITAB : Yohanes 18:1-11
Yesus ditangkap
18:1 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 18:2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. 18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?" 18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. 18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. 18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret." 18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." 18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa." 18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. 18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"


ALASAN PEMILIHAN TEMA
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang segambar dan serupa dengan Allah (Imago Dei). Diciptakan-Nya manu-sia dan dikarunia berbagai kelebihan sebagai anugerah Tuhan untuk mengekpresikan talentanya sehingga menghasil-kan sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas, yang walaupun dibalik kelebihan manusia ada kelemahan dan kekurangan. Salah satu kelemahan dan keberdosaan manusia dapat dilihat ketika manusia jujur berani mengaku kesalahan-nya di mata hukum. Banyak suka berkelit dengan memakai seribu dalih dan alasan demi pembenaran bahkan orang lain dijadikan kambing hitam. Sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Yesus ketika Ia sedang dicari oleh sepasukan prajurit bersama Yudas si pengkhianat itu. Yesus tidak lari dan melarikan diri dari kenyataan, dan merasa takut atau berpura-pura menghindar dari penangkapan itu, tetapi justru Yesus yang lebih dahulu maju dan bertanya kepada mereka: Siapakah yang kalian cari? Jawab mereka : Yesus dari Nazaret. Kemudian dengan tulus, lantang dan berani Yesus menjawab: Akulah Dia. Pengakuan Yesus ini akan menjadi refleksi dari Gereja termasuk orang percaya di masa Raya Minggu Sengsara keempat ini.

PEMBAHASAN TEMATIS:
* Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Nama Ibrani YHWH sesungguhnya berkaitan dengan kata Ibrani hayoh"adalah" yang berarti "Aku adalah Dia yang ada" atau "Akulah yang akan tetap ada". Dalam Injil Yohanes, Yesus juga memakai ungkapan "Aku adalah" untuk menghubungkan dirinya dari hakekat Allah ini untuk menggambarkan apa yang Allah berikan kepada-Nya agar ia lakukan bagi manusia. Yesus memperkenalkan sebagai Dia yang menyediakan semua kebutuhan (Yohanes 6:35) bahkan Injil Yohanes telah menunjukkan bahwa Yesus sudah ada sejak awal dalam rencana Allah : "Sebelum Abram jadi, Aku sudah ada (Yohanes 8:58).

Dalam prolog ditegaskan bahwa Yesus adalah Tuhan dan bahwa Ia praeksistensi artinya Ia sudah ada sebelum segala makhluk ada. Logos (Firman) tidak hanya bersama-sama dengan Allah pada mulanya, tapi adalah Allah (1:1) dan Logos inilah yang menjadi manusia dalam Kristus. Beberapa kali Yesus menampilkan hubungan ke-Anak-an-Nya sendiri dengan Bapa. Rencana penyelamatan diberlakukan oleh Bapa melalui Anak: karena kasih untuk dunia maka Allah mengaruniakan Anak-Nya (3:16). Anak adalah utusan melalui siapa Allah Bapa menyatakan diri-Nya 1:18). Tuntutan Yesus bahwa Ia Anak Allah adalah dasar gugatan di depan Pilatus bahwa menurut hukum Yahudi Dia harus mati (19:7). Demikian juga halnya yang disaksikan oleh Yohanes 18:1 -11 dimana sesudah Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya maka Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan pergi ke seberang Sungai Kidron dan di situ ada taman yang oleh para penulis kitab Sinoptis menamai tempat itu dengan taman Getsemani (Markus 14:32; Matius 26:36; Lukas 22:39-46). Kemudian Yesus masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya untuk berdoa, kemudian Yesus menyendiri ke tempat tertentu untuk berdoa dengan maksud agar Dia diberikan kekuatan oleh Bapa-Nya yang di sorga dalam menghadapi perderitaan yang akan dijalani (ayat 1). Demikian halnya dengan Yudas mengetahui tempat itu karena mungkin ia juga sering bersama Yesus ke tempat itu. Setelah Yesus selesai berdoa tiba-tiba Yudas dengan sepasukan prajurit dan penjaga Bait Allah yang di suruh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan sulu, lentera dan senjata untuk datang menangkap Yesus (ayat 2-3). Bagi Yesus sepatutnya Yudas tidak perlu menangkap Yesus dengan cara kekuasaan dan militer karena Yudas lupa bahwa Yesus adalah sebagai anak Allah yang punya kuasa. Sesungguhnya Yesus telah lebih dahulu mengetahui apa yang harus Ia alami atau menimpa diri-Nya. Sehingga Yesus tidak menunggu, Yudas untuk mengutarakan apa maksud keha-diran mereka di tempat itu. Yesus sendiri yang lebih dahulu bertindak melangkah ke depan dan menyapa para prajurit serta bertanya: "Siapakah yang kamu cari?" bahkan ada tiga kali Yesus bertanya "Siapakah yang kamu cari?". Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret".

Jawaban Yudas dan para Prajurit bahwa yang mereka cari adalah Yesus dari Nazaret mau menjelaskan bahwa kemungkinan besar di kota kota sekitar Nazaret ada/banyak yang bernama Yesus sehingga mereka tidak salah menangkap-Nya. Kemudian kata Yesus kepada mereka: "Akulah Dia," jawaban Yesus merupa-kan momen yang tepat dalam rangka memperkenalkan diri-Nya sendiri bahwa Dia-lah Yesus dari Nazaret. Ketika para Prajurit mendengar perkataan Yesus bahwa Dialah Yesus dari Nazaret, maka serdadu dan prajurit-prajurit sangat terkejut karena perkataan Yesus itu, sehingga mereka mundur dan jatuh ke tanah Yudas dan prajurit itu terkejut dan jatuh karena sesungguhnya mereka berhadapan dengan Yesus sebagai anak Allah yang memiliki wibawa tetapi juga memiliki kuasa yang dari Allah Bapa-Nya sehingga kata-kata-Nya mengan-dung kuasa yang sangat ajaib (ayat 4-6; Markus1:27). Kemudian dengan ketenangan sebagai seorang Raja, Yesus telah memperingatkan mereka bahwa Ia telah menunjukan diri-Nya yang mereka cari itu, sehingga Yesuspun meminta supaya murid-murid yang bersama Dia dibiarkan pergi. Maka genaplah firman karena mereka yang engkau serahkan kepada-Ku tidak seorangpun yang Ku biarkan binasa. Pernyataan Yesus ini sesungguhnya menggambarkan sifat penderitaan-Nya sehingga Ia membiarkan diri-Nya ditangkap dan dihukum agar nyata bagi kebenaran dan pengampunan dari dosa (ayat 9). Simon Petrus adalah seorang murid Yesus yang kepribadiannya sangat cepat memberikan reaksi bahkan ia orang yang selalu ada di garda terdepan untuk membela Yesus. Dalam peristiwa ini sepertinya Petrus ingin membela Yesus, dengan cara memutuskan telinga kanan Malkhus hamba seorang Imam Besar (ayat 10). Namun apa yang di lakukan Simon Petrus adalah cara yang keliru atau salah, sebab apa yang ia lakukan merupakan simbol kekerasan yang sangat bertentangan dengan ajaran Yesus seperti dalam hukum kasih 1 Petrus 3:9; Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan 1 Tesalonika 5:15, jangan membalas jahat dengan jahat sabagaimana kebiasan orang Israel di Perjanjian lama seperti gigi ganti gigi, mata ganti mata, kejahatan di balas dengan kejahatan. Yesus memberikan pengajaran contoh dan teladan kepada para murid bahwa siapa yang main pedang, maka ia akan di makan oleh pedang, kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Pedang Simon Petrus itu tidak mengurangi penderitaan Yesus tetapi justru semakin memberatkan, oleh karena orang-orang Yahudi bermaksud untuk mengadukan Yesus kepada Pilatus dengan tuduhan pemimpin pemberontak dan pedang Simon Petrus itu dapat dipakai sebagai bukti untuk pengaduan itu.

Yesus dengan tegas mencela perbuatan Petrus itu, sehingga disuruhNya ia menyarungkan pedang itu, sambil berkata : "Bukankah aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" (ayat 11). Hal ini menggambarkan bahwa Yesus rela menemui maut dan tetap rela untuk berkorban, sehingga mereka tidak boleh mengangkat senjata duniawi dan rencana penyelamatan Allah harus terlaksana di bumi dimana Yesus-lah yang menggenapi semua pengharapan bangsa Yahudi (Matius 26:39-40).

* Makna dan Implikasi Firman
* Yesus adalah Anak Allah yang diutus oleh Bapa di sorga untuk pengampunan dan penebusan dosa serta penye-lamatan bagi dunia khususnya orang percaya, hal itu Dia buktikan dengan cara menyerahkan diri dengan tidak melakukan perlawanan sedikitpun ketika dicari Yudas dan pengikutnya sekaligus bentuk ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya yang di sorga.

* Gereja sebagai suatu persekutuan yang telah mengaku percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dunia dan Juruselamat, seharusnya juga cermin dan mencerminkan suatu persekutuan yang senantiasa terus menyuarakan suara kenabian, kebenaran dan keadilan serta tidak boleh terpengaruh arus perkembangan dunia termasuk kekua-saan duniawi melalui politik praktis. Gereja harus dan siap menderita yang dimulai dari orang-orang percaya dan wajib untuk menjauhkan diri dari pola hidup cari gam-pang, cari nyaman atau hanya berlindung dari suasana nyaman dengan mengabaikan daya kritis atas segala penyimpangan yang sedang terjadi di dalam gereja mau pun di luar gereja itu sendiri. Gereja harus kritis dan realistis supaya tidak akan kehilangan wibawa sebagai garam dan terang dunia.

* Minggu sengsara ini sesungguhnya menguatkan, mengo-kohkan iman orang percaya atas segala pergumulan dan penderitaan yang dilalui selang hampir satu tahun ini atas mewabahnya pandemi Covid 19 karena tidak sedikit orang dirumahkan, bisnis, pertanian, perikanan, pariwisata, belajar mengajar, tidak berdaya karena daya beli masyarakat menurun. Namun kuasa dan janji Tuhan sampai hari ini kepada setiap orang percaya tetap ada sehingga aktivitas keagamaan dan ekonomi masyarakat sudah mulai pulih kembali.

* Kekayaan, kekuasaan, jabatan, reputasi dan lain-lain adalah anugerah Tuhan kepada setiap orang percaya yang harus dan terus disyukuri kepada-Nya yang Empunya dunia, gereja dan pelayanan. Namun kita diingatkan bahwa itu hanya sebagai sarana dan bukan tujuan hidup dalam arti jangan menjadikan apa yang kita miliki untuk dipakai sebagai sesuatu untuk disombongkan, apalagi menindas kaum marginal yang terpinggirkan ditengah-tengah masyarakat. Di era erupsi ini dengan segala dampaknya orang dapat saja mengandalkan diri sendiri, materi. Namun sebagai orang percaya kita diajarkan bahwa segala pemberian Tuhan yang kita miliki itu penting, tetapi yang lebih penting adalah mengandalkan Yesus sebab Dia adalah Tuhan yang berkuasa.

* Kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan teknologi) dan dampak dari eforia kekuasaan yang sedang terjadi di era ini dapat saja manusia tidak takut lagi melakukan kesalahan, pelanggaran dan kejahatan, namun berbeda dengan Yesus bahwa Ia memilih untuk tidak takut ditangkap, disalibkan bahkan mati di kayu salib dalam rangka melakukan kebenaran, karena setiap pengakuan yang benar punya konsekwensi atau resiko dan pengakuan Yesus bahwa Akulah Dia, maka resikonya adalah salib dan penderitaan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Jelaskan dan apa yang saudara pahami tentang jawaban Yesus : "Akulah Dia" dalam kesaksian Yohanes 18:5.
2. Menurut saudara apa perlu gereja sebagai institusi dan orang percaya menderita? Jika perlu berikan komentar.
3. Menurut saudara apakah suara kenabian gereja bahwa Yesus adalah Tuhan masih dibutuhkan dan didengar di zaman ini. Berikan alasannya.

NAS PEMBIMBING: Yeremia 10 : 10a

POKOK-POKOK DOA:
* Untuk semua orang percaya agar tetap kuat dan teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah kehidupan.
* Mendoakan warga dan pelayanan gereja di masa new normal ini agar terus berjalan dalam tuntunan Tuhan.
* Berdoa bagi bangsa dan Negara agar terus menjaga, merawat dan mewujudkan tali kasih persaudaraan sebagai anak bangsa sehingga persatuan dan kesatuan tetap terpelihara.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
MINGGU SENGSARA V.

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: NKB No. 3 Terpujilah Allah
Ses. Nas Pembimbing: NNBT No. 19 Allah Besar Agung Nama-Nya
Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Y Tuhan Yang Kudus
Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 34 Setia-Mu Tuhanku, Tiada Bertara
Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara: KJ No. 363 Bagi Yesus
Kuserahkan
Persembahan: NKB No. 197 Besarlah Untungku
Penutup: KJ No. 407 Tuhan Kau Gembala Kami

ATRIBUT:
Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 21 - 27 Maret 2021 ( Minggu Sengsara V) - Jangan Menyangkal Yesus Kristus - Matius 26:69-75


Sebelum:

MTPJ 7 - 13 Maret 2021 - Penderitaan Sebagai Konsekuensi Kesetiaan Iman - Kisah Para Rasul 7:54-8:3



All Khotbah MTPJ GMIM 2021:
Khotbah GMIM Minggu, 26 Desember 2021 - Dedikasi Paripurna Bagi Yesus - oleh Pdt. Vivian Ch. Aray, S.Th LIRIK
MTPJ Minggu, 26 Desember 2021 - Sabtu, 1 Januari 2022 LIRIK
MTPJ Sabtu, 25 Desember 2021 (Khotbah Natal Hari I) - Lukas 2:8-20 LIRIK
MTPJ GMIM Jumat, 24 Desember 2021 (Khotbah Malam Natal) - Lukas 2:1-7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 19 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 19 Desember - Sabtu, 25 Desember 2021 - Firman Menjadi Manusia - Yohanes 1:1-14 LIRIK
Video Khotbah Minggu, 12 Desember 2021 oleh Ibu Pdt Tirsa Tairas LIRIK
MTPJ Minggu, 12 Desember 2021 – Sabtu, 18 Desember 2021 (Minggu Adven III) LIRIK
KHOTBAH KHOTBAH MTPJ GMIM Minggu, 5 Desember - 11 Desember 2021 - TERBITLAH SURYA KEBENARAN - MALEAKHI 4:1-6 - MINGGU ADVEN 1 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 28 Nopember 2021 - PENGHARAPAN AKAN KESELAMATAN – Zakharia 9:9-17 - Minggu Adven I LIRIK
MTPJ Selasa, 23 Nopember 2021 - HUT ke-84 W/KI GMIM - TEMA: Iman Ibu Menyelamatkan Keluarga - Markus 7:24-30 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 November - Sabtu, 4 Desember 2021 - Minggu Adven 1 - Tema: Pengharapan Akan Keselamatan - Zakharia 9:9-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 21 November 2021 - Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
MTPJ 21-27 November 2021 - TEMA MINGGUAN : Pengajaran Seumur Hidup (Long Life Education) - Ulangan 6:1-25 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 14 November 2021 - JANGAN MENDUA HATI - Yakobus 1:1-8 LIRIK
MTPJ Minggu, 14 November - Sabtu, 20 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Jangan Mendua Hati - Yakobus 1:1-8 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 07 November 2021 - Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - Titus 2:1-10 LIRIK
MTPJ GMIM Minggu, 07 November - Sabtu, 13 November 2021 - TEMA MINGGUAN: Bina Keluarga Dengan Ajaran Sehat - TITUS 2:1-10 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 31 Oktober 2021 - Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
MTPJ Minggu, 31 Oktober - Sabtu, 6 November 2021 - Tema Mingguan: Kenakanlah Manusia Baru - Efesus 4:17-32 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 24 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 24 Oktober - 30 Oktober 2021 - Jagalah Kelakuan Sesuai Firman Tuhan - Mazmur 119:9-16 LIRIK
MTPJ Minggu, 17 Oktober - Sabtu, 23 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 17 Oktober 2021 - Merendahkan Diri Di Bawah Tangan Tuhan - 1 Petrus 5:1-11 LIRIK
MTPJ Jumat, 15 Oktober 2021 (Khotbah GMIM Pemilihan Pelsus) - Dipilih Untuk Berbuah - Yohanes 15:16 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 10 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Diteladani - 1 Timotius 3 1-13 LIRIK
MTPJ 10 - 16 Oktober 2021 - Memilih Orang Yang Di Teladani - 1 Timotius 3:1-13 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 03 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 3-9 Oktober 2021 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan - Keluaran 18:13-27 LIRIK
MTPJ 30 September 2021 (HUT Ke-87 GMIM Bersinode) - Jangan Suam-Suam Kuku - Wahyu 3:14-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 26 September 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
MTPJ 26 September - 2 Oktober 2021 - Gereja, Pemegang Kunci Kerajaan Sorga - Matius 16:13-20 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
MTPJ 19-25 September 2021 - Tugas Pelayan Memperingatkan Cara Hidup Jemaat - Yehezkiel 3:16-21 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 12 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
MTPJ 12 - 18 September 2021 - Konsekuensi Mengikut Yesus - Matius 4:18-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 - Khotbah GMIM Minggu, 5 September 2021 LIRIK
MTPJ 5 - 11 September 2021 - Jangan Menjadi Pemecah-belah Persekutuan - Yudas 1:17-25 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 29 Agustus 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
MTPJ 29 Agustus - 4 September 2021 - Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah - 2 Raja-Raja 2:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 22 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1.a LIRIK
MTPJ 22-28 Agustus 2021 - Melayani Demi Kepentingan Kristus - Filipi 2:19-3:1a LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 15 Agustus 2021 - Perlindungan Hukum Bagi Warga Negara - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
MTPJ 15-21 Austus 2021 - Diperlengkapi Untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa - Kisah Para Rasul 22:23-29 LIRIK
KHOTBAH GMIM Minggu, 8 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 8-14 Agustus 2021 - Mengubah Mental Kekerasan Menjadi Melayani - Keluaran 2:11-22 LIRIK
MTPJ 1-7 Agustus 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaa - Yunus 1:1-17 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 25 Juli 2021 - Pembentukan Integritas Kehambaan - Yunus 1:1-17 LIRIK
MTPJ 25-31 Juli 2021 - Kebenaran Versus Dusta - Kisah Para Rasul 5:1-11 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 18 Juli 2021 - PENDIDIKAN ANAK YANG BERKARAKTER - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 18-24 Juli 2021 - Pendidikan Anak yang Berkarakter - Amsal 4:1-17 LIRIK
MTPJ 11 - 17 Juli 2021 - Etika Pengucapan Syukur - 1 Tesalonika 5:12-22 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 04 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
MTPJ 4 Juli - 10 Juli 2021 - Kesadaran Mengucap Syukur dan Memuliakan Allah - Lukas 17:11-19 LIRIK
Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-raja 3:16-28 LIRIK
MTPJ 27 Juni - 3 Juli 2021 - Hikmat Allah Menuntun untuk Bertindak Benar - 1 Raja-Raja 3:16-28 LIRIK
Khotbah GMIM - Minggu, 20 Juni 2021 - Allah Tidak Memandang Bulu - ROMA 2: 1-16 LIRIK
MTPJ 20-26 Juni 2021 - Menerima dan Memberlakukan Keadilan Allah - Roma 2:1-16 LIRIK
MTPJ 13 - 19 Juni 2021 - Allah Adil di tengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7:1-18 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 13 Juni 2021 - Allah Adil Ditengah Kejahatan dan Kelaliman Manusia - Mazmur 7 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 06 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
MTPJ 6 Juni - 12 Juni 2021 - Tanggung Jawab Mengolah Talenta dalam Keadilan Allah - Matius 25:14-30 LIRIK
Khotbah GMIM Minggu, 30 Mei 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 30 Mei - 5 Juni 2021 - Kasih Setia Tuhan, Fondasi Kekuatan Iman - Mazmur 138:1-8 LIRIK
MTPJ 24 Mei 2021 (Hari Petakosta ke II - Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM) LIRIK
MTPJ 23 - 30 Mei 2021 LIRIK
Khotbah Minggu, 16 Mei 2021 - TONGKAT KERAJAAN TUHAN ADALAH TONGKAT KEBENARAN - IBRANI 1:5-14 LIRIK
MTPJ Minggu, 16 Mei 2021 - 22 Mei 2021 - Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran - Ibrani 1:5-14 LIRIK
Khotbah Minggu, 09 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
MTPJ 9 - 15 Mei 2021 - Jadilah Duta Kristus - Matius 28:16-20 LIRIK
Belajar Dari Orang Berhikmat - KHOTBAH 1 RAJA RAJA 10 LIRIK
MTPJ 2 - 8 Mei 2021 - Belajar Dari Orang Berhikmat - 1 Raja-Raja 10:1-13 LIRIK
MTPJ Minggu, 25 April - 1 Mei 2021 - Keadilan Yang Menghidupkan - Ulangan 24:6-22 LIRIK
Keadilan Yang Menghidupkan - ULANGAN 24:6-22 LIRIK
MTPJ 18 - 24 April 2021 - Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 LIRIK
Buktikan Kemurnian Imanmu - 1 Petrus 1:3-12 - KHOTBAH 1 PETRUS 1.3-12 LIRIK
Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 11 - 17 April 2021 - Ketaatan Membangkitkan Semangat Berkarya - Yohanes 21:1-14 LIRIK
MTPJ 4 - 10 April 2021 - Paskah I (Hari Anak GMIM) - Beritakan, Yesus Bangkit - Lukas 24:1-12 LIRIK
MTPJ Minggu, 28 Maret - Minggu, 3 April 2021 (Minggu Sengsara VI) - Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
Tangisilah Dirimu! - Lukas 23:26-32 LIRIK
JANGAN MENYANGKAL YESUS KRISTUS - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 21 - 27 Maret 2021 ( Minggu Sengsara V) - Jangan Menyangkal Yesus Kristus - Matius 26:69-75 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Maret 2021 - Minggu Sengsara IV - Akulah DIA! - Yohanes 18:1-11 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Maret 2021 - Penderitaan Sebagai Konsekuensi Kesetiaan Iman - Kisah Para Rasul 7:54-8:3 LIRIK
MTPJ 28 Februari - 6 Maret 2021 (Minggu Sengsara II) - Efektifitas Penatalayanan - Nehemia 7:61-73 LIRIK
MTPJ 14 - 20 Februari 2021 - Persekutuan dengan Kristus Menuntun Hidup dalam Terang - 1 Yohanes 1:1-10 LIRIK
MTPJ 7 - 13 Februari 2021 - Sinergi Pemerintah dan Gereja dalam Menata Pelayanan - Ezra 7:1-28a LIRIK
MTPJ 31 Januari - 6 Februari 2021 - Kewirausahaan Kristen yang Menopang Pelayanan - Kisah Para Rasul 16:13-18 LIRIK
MTPJ Jumat, 28 Januari 2021 (Hari Persatuan Remaja GMIM) - Diberkati Menjadi Alat Berkat - Amsal 22:1-6 LIRIK
MTPJ 17 - 23 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 10 Januari - 16 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 3 Januari - 9 Januari 2021 LIRIK
MTPJ 2 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari ke Dua) - Mazmur 37:22-26 Penjelasan Ayat LIRIK
MTPJ 1 Januari 2021 (Permulaan Tahun Hari Pertama) - Menyambut Era Baru - Wahyu 21:1-8 LIRIK


MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,