gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1875 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN :/"Pengharapan Mesianis"/
TEMA MINGGUAN : "/Nyanyikanlah dan Ceritakanlah: Allah adalah Raja atas Kosmos"

BACAAN ALKITAB: *Mazmur 96:1-13*
Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia
96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 96:3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 96:4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 96:5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 96:6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. 96:7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 96:8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! 96:10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 96:11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, 96:12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai 96:13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.



ALASAN PEMILIHAN TEMA:

Allah adalah Raja atas kosmos, merupakan pengakuan iman yang bersumber
dari kebenaran Alkitab. Istilah kosmos sama artinya dengan jagat raya
atau alam semesta. Alam semesta tidak hanya menjelaskan tempat kediaman
segala jenis makhluk hidup, tetapi juga tentang adanya sistem yang
teratur atau harmonis. Kekuatan alam semesta dapat menjadi sumber
kehidupan, kebaikan dan kesejahteraan, tapi juga merupakan potensi yang
dapat membawa kehancuran bagi segala makhluk, seperti gempa bumi,
tsunami, banjir, kekeringan, longsor dan sebagainya.

Allah adalah Raja atas kosmos, menyatakan tentang otoritas yang
tertinggi terhadap alam semesta. Dari perspektif manusia, Raja atas
kosmos ini menimbulkan berbagai macam pandangan dan keyakinan. Misalnya,
ada pandangan bahwa bencana alam yang mengakibatkan kerusakan,
kehancuran bahkan kematian merupakan inisiatif dan tindakan Allah untuk
menghukum yang bersalah. Sebaliknya ada juga yang memahami bahwa hal
tersebut, hanyalah merupakan fenomena alam yang diizinkan Tuhan untuk
mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan keselamatan bagi seluruh makhluk.

Dari perspektif iman kristen, orang percaya memahami bahwa Tuhan adalah
Allah Pencipta, Dialah Raja atas alam semesta yang akan datang
menghakimi bumi dengan kebenaran dan keadilan. Perbuatan-Nya yang besar
dan dahsyat patut diagungkan dan diceritakan.

Mengakhiri tahun 2019 ini dan memasuki tahun yang baru 2020, orang
percaya  terpanggil meresponi kebaikan dan kemurahan Tuhan dengan
menyanyikan nyanyian baru dan menceritakan kemuliaan Tuhan dari hari ke
hari. Dia adalah Raja atas kosmos, yang memelihara bumi dengan segala
isinya  untuk menyelamatkannya. Dengan dasar pemikiran ini maka tema
minggu ini adalah Nyanyikanlah dan ceritakanlah: Allah adalah Raja atas
kosmos

*PEMBAHASAN TEMATIS***


Pembahasan Teks Alkitab /(Exegese)/

Mazmur 96 ini terdapat juga dalam kitab 1 Tawarikh 16 : 23 - 33, dan
termasuk dalam rangkaian Mazmur Raja. Di mana Allah dihormati sebagai
Raja bagi umat-Nya. Penggunaan /madah/ (kata-kata pujian) ini
dinyanyikan dalam konteks peribadatan. Umat memuji, menyembah,
meng-hormati dan memuliakan Tuhan sebagai pencipta dan penyelamat.
Karya-Nya menggambarkan  kedahsyatan dan keajaiban kuasa-Nya sebagai
Raja dan Hakim yang adil, benar dan setia. Dialah Raja atas segala raja;
Allah di atas segala allah dan Tuhan atas segala suku bangsa.

Walaupun Mazmur 96 ini, ditulis dalam periode sesudah pembuangan, namun
sesungguhnya syair pujian ini sudah ada jauh sebelumnya. Raja Daud
menyanyikan pujian ini (1 Tawarikh 16) sesudah ia memindahkan Tabut
Perjanjian ke Yerusalem. Di sisi lain, terdapat bait syair yang tidak
ada dalam 1 Tawarikh 16 : 23 - 33, yaitu pada ayat 1a /"Nyanyikanlah
nyanyian baru bagi TUHAN". /Adanya bait syair ini, tidak hanya
menjelaskan penggunaan syair madah dalam konteks yang berbeda, namun
secara teologi telah terjadi perubahan pandangan tentang Tuhan dan
karya-Nya. Tuhan tidak pernah berubah, tetapi pandangan Pemazmur
terhadap Tuhan yang berubah. Dia Tuhan yang selalu berkarya dari masa ke
masa dan umat meresponi karya Tuhan itu sebagai sesuatu yang baru dengan
nyanyian yang baru di setiap masa. (Bnd Yes 42:10, Maz 40:4, 144:9).

Konteks kitab 1 Tawarikh 16, Tabut Perjanjian atau Tabut Allah dipahami
sebagai tanda kehadiran Tuhan sebagai  Hakim yang adil. Peristiwa yang
menyertai kehadiran Tabut Perjanjian ini (1 Samuel 5)adalah ketika Tuhan
menghakimi dewa Dagon yang ada di kuilnya di Asdod. Dagon dihancurkan
dengan memisahkan kepalanya dari badan dan tangannya. Di mana Tabut
Tuhan dipindahkan tangan Tuhan menekan atau menghajar orang-orang  di
Asdod, Gat dan di Ekron dengan mendatangkan borok-borok atau luka bernanah.

Sedangkan  dalam konteks Mazmur 96, Tuhan dipahami sebagai Penyelamat
dan akan datang menghakimi bumi dengan adil. Yang dimaksudkan dengan
yang "baru" dari madah ini merujuk pada karya Tuhan yang  menyelamatkan
dan bukan untuk menghakimi umat-Nya. Itulah keyakinan iman Pemazmur,
yang menginspirasinya untuk menulis syair nyanyiannya, yaitu /"nyanyian
baru".///

Nyanyikanlah nyanyian baru, kabarkanlah keselamatan dan ceritakanlah
kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa tidak hanya bersifat undangan,
namun juga seruan yang sungguh-sungguh untuk tidak dapat diabaikan oleh
segenap bumi. Terlebih lagi dorongan untuk menyanyikan /"nyanyian baru"
/terilhami atas pemahaman bahwa Tuhan Mahabesar, sangat dahsyat dan
sangat terpuji.

Perubahan pandangan ini, telah membawa perubahan dalam sikap dan
perilaku Pemazmur. Karya yang "baru" tersebut telah diperuntukkan bagi
'segenap bumi' (ayat 1).Bahwa karya keselamatan itu, dinyanyikan dan
dikabarkan setiap hari (ayat 2). Kemuliaan Pribadi dan karya-Nya itu,
harus menjadi cerita di antara bangsa-bangsa dan segala suku bangsa
(ayat 3,7,8). Kedahsyatan kuasa-Nya, telah menying-kapkan kehampaan
segala allah bangsa-bangsa (ayat 4,5). Terlebih lagi, telah memberikan
inspirasi kepada umat-Nya untuk memberi kemuliaan hanya kepada Tuhan,
membawa persembahan dansujud menyembah Dia dalam kekudusan, sukacita
serta sorak-sorak (ayat 9,11, 12 ).Karya selamat Tuhan ini disambut
sukacita oleh seluruh ciptaan-Nya. Langit dan bumi, laut serta isinya
bersukacita dan bersorak-sorai. Tuhan adalah Raja atas kosmos/alam
semesta ini.

Di latarbelakangi dengan konteks yang berbeda-beda, "/nyanyian baru"/
ini adalah suatu nubuat tentang adanya /"karya baru"/ dari Tuhan  kepada
umat-Nya. Karya baru itu, adalah perjanjian kasih karunia dan kebenaran
yang datang dari Yesus Kristus (lihat Yohanes 1:17b). Di dalam Yesus
Kristus, telah nyata karya yang "baru' tersebut. Di hadapan TUHAN Allah,
Ia telah menerima penghakiman yang adil, karena tuntutan kuasa dosa dan
di hadapan manusia, Tuhan Yesus Kristus telah menjadi Penyelamat dari
kuasa dosa. Ia akan datang kembali sebagai Hakim yang adil ( Bnd Matius
25:31-46, Wahyu 22:12) dan  Raja di atas segala raja (1 Timotius 6:15).


        Makna dan Implikasi Firman

  * Perubahan pandangan Pemazmur terhadap Tuhan terjadi atas inspirasi
    Roh Tuhan. Itulah sebabnya nyanyian baru dalam konteks ini adalah
    suatu nubuat tentang perjanjian baru yang akan datang melalui dan di
    dalam Tuhan Yesus. Tuhan dipandangnya sebagai Penyelamat. Ia datang
    bukan sebagai pelaksana murka Allah, tetapi sebagai penanggung murka
    Allah.
  * Tuhan Allah sebagai Raja atas Kosmos, tidak dipandang sebagai
    penghancur, tetapi sebagai Raja yang menda-tangkan kedamaian dan
    penyelamatan terhadap segenap umat manusia.
  * Ajakan "segenap bumi" untuk menyanyikan nyanyian baru, yaitu dengan
    mengabarkan keselamatan Tuhan Yesus dari hari ke hari. Menceritakan
    kemuliaan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib kepada segala bangsa.
  * Mengakhiri tahun 2019 ini merupakan momen yang tepat untuk
    introspeksi dan retrospeksi diri. Sudahkah kita menyanyikan nyanyian
    baru atas  pemeliharaan Tuhan di tahun 2019 ini? Bersediakah kita
    untuk menceritakan dan mengabarkan keselamatan serta perbuatan ajaib
    Tuhan dari hari ke hari di tahun yang baru nanti? Jika demikian,
    tahun yang baru dapat menjadi pokok perenungan yang menghasilkan
    pandangan, keyakinan dan harapan yang baru. Tetapi, perubahan yang
    sesungguhnya bersumber dari inspirasi Roh Kudus melalui Firman Tuhan
    yang disemaikan di hati setiap orang. Keyakinan iman inilah kiranya
    mengarahkan sikap dan perilaku kita disepanjang tahun yang Tuhan
    anugerahkan ini.

*PERTANYAAN UNTUK DISKUSI**:*

1.   Apakah makna dari "nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN" menurut
Mazmur 96?

2.   Berikan contoh contoh dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat
bahwa keyakinan pada  Allah adalah Raja atas Kosmos?

3. Bagaimanakah cara kita untuk menceritakan kemuliaan dan perbuatan
ajaib Tuhan di dalam kehidupan keseharian ?

*NAS PEMBIMBING: Yohanes 3:17*

*POKOK-POKOK DOA:*

  * Karya keselamatan Yesus Kristus secara kontinuitas diberitakan
    kepada segala bangsa
  * Perdamaian di dalam dan melalui Tuhan Yesus menjadi sumber inspirasi
    untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.
  * Keluarga Kristen yang terus memelihara kehidupan beriman dan
    keutuhan berkeluarga

*TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:*

*HARI **MINGGU **BENTUK **V*

*NYANYIAN YANG DIUSULKAN:***

Menghadap hadirat Tuhan: NNBT No.1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Bersekutu dalam nama-Nya: Hormat Bagi Allah Bapa

Ungkapan Sembah : NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Persekutuan yang mengaku Dosa: KJ. No. 39 'Ku Diberi  Belas Kasihan

Jaminan yang menguatkan: NKB.No 17 Agunglah Kasih Allahku

Berilah Yang Baik : KJ. 289. Tuhan Pencipta Semesta

Tembang Tekad : Benyanyialah Bagi Tuhan Hua

*ATRIBUT*

Warna dasar putih dengan simbol lilin dan palungan.


Label:   Mazmur 96:1-13 





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Sebelum:
MTPJ Selasa, 24 Desember 2019 (Malam Natal - Anak Allah Datang Memberi Hidup Kekal - Yohanes 3:16-18




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,