gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1460 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN :/"Pengharapan Mesianis"/

TEMA MINGGUAN :*/"Kembalilah Kepada-Ku, Aku Akan/* */Kembali Kepada-Mu"/*

*Bacaan Alkitab: Maleakhi 3:1-12*
3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. 3:5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam.
Pembayaran persembahan persepuluhan menyenangkan hati Allah
3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. 3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! 3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. 3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Penjelasan:
* Tuhan datang untuk menyucikan
Masalah yang dihadapi Maleakhi ketika menegur keberdosaan umat Tuhan adalah mereka tidak merasa bermasalah dengan dosa mereka, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, "Di manakah Allah yang menghukum?" (ayat 2:17). Sikap menantang ini langsung dijawab: "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya Ia datang, firman Tuhan semesta alam" (ayat 3:1b).

Tuhan sudah mengutus para nabi-Nya, termasuk Maleakhi untuk menegur dosa-dosa umat-Nya agar mereka bertobat (ayat 1a). Namun, umat Tuhan berulang kali, sejak permulaan bangsa Israel berdiri sampai saat ini telah menolak pemberitaan para utusan Allah tersebut. Oleh karena itu, kedatangan Tuhan akan menjadi kejutan besar dalam hidup mereka. Tuhan akan datang untuk menyucikan kehidupan umat yang sudah bobrok oleh dosa, tidak seorang pun akan luput dari pemurnian ini. Pemurnian ini akan berlangsung dengan menyakitkan, yakni Tuhan akan bertindak seperti tukang pemurni emas yang memurnikan logam-logam seperti emas dan perak dengan panas yang tinggi agar segala kotoran yang melekat akan hilang dan lebur. Dia bertindak seperti penatu yang menggelontorkan semua noda yang melekat pada kain dengan sabun (ayat 2-3). Dengan tindakan penghakiman yang begitu keras dan tegas, umat Allah akan dibersihkan dari para pendosa keji yang selama ini merajalela memangsa sesamanya yang lebih lemah (ayat 5). Maka Yehuda dan Yerusalem akan kembali berkenan kepada-Nya (ayat 4).

* Persepuluhan dari hati
Perintah persepuluhan berasal dari Hukum Taurat dan persepuluhan yang dipersembahkan Abraham kepada Melkisedek. Persepuluhan adalah pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan Ia berdaulat atas semuanya.

Maleakhi menegur umat Israel yang terus-menerus tidak setia dan tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Nya (ayat 7). Walaupun secara lahiriah mereka masih beribadah kepada Allah, namun mereka tidak melihat Allah sebagai sumber hidup mereka sehingga mereka pun melalaikan perintah Hukum Taurat mengenai persembahan persepuluhan. Mengabaikan persembahan persepuluhan dalam Perjanjian Lama berdampak langsung pada pelayanan Bait Allah (ayat 10). Kemunduran dalam memuliakan Allah (ibadah, persepuluhan, dll.) adalah gejala dari sikap hati menjauhi Allah (ayat 13-14). Oleh karena itu, Allah menegur keras Israel dan meminta mereka memberikan persepuluhan yang keluar dari hati yang menghormati Allah. Hanya ketika mereka belajar mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka, hidup taat pada firman-Nya, maka mereka akan kembali menjadi umat kesayangan-Nya dan berkat-berkat Tuhan kembali dicurahkan (ayat 16-18). Maleakhi menantang umat Israel untuk kembali setia kepada-Nya. Allah tidak pernah curang dan berubah kasih setia-Nya terhadap mereka (ayat 6). Dia siap "membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat" kepada umat-Nya yang mau bertobat (ayat 17).

Persepuluhan adalah peraturan Hukum Taurat bagi umat Tuhan PL, bagian dari pengakuan iman mereka bahwa Tuhanlah pemilik mereka. Bagi kita, hidup ini milik Kristus sepenuhnya. Wujudkan pengakuan iman kita bukan hanya dengan uang atau harta kita, tetapi persembahan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya. Minta Dia terus-menerus memperbarui kita agar makin menyerupai Kristus (Rm. 12:1-2).

* Selalu benar.

Kecenderungan manusia adalah menganggap diri selalu benar. Reaksi Yehuda atas berbagai masalah yang dihadapinya terkesan kacau; maka Maleakhi menegur ketidaksetiaan mereka dalam mendukung tata pelayanan Bait Allah.
Makna Perpuluhan. Yehuda menipu Tuhan dengan pura-pura tidak mengerti arti persembahan perpuluhan. Sejak awal Tuhan telah mengatakan bahwa memberikan perpuluhan di dasarkan atas konsep penatalayanan dan hubungan sosial. Bukan satu golongan saja yang berhak atas persembahan perpuluhan (orang Lewi) tetapi juga janda, yatim piatu, dan orang asing (mereka yang tidak mempunyai tanah atau penghasilan tetap). Ternyata, sejak awal Tuhan telah menekankan bahwa persembahan perpuluhan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga berdimensi sosial.
Gereja dan perpuluhan. Tuhan Yesus mengkritik mereka yang menuruti perintah persepuluhan dengan kaku, tetapi melupakan hal-hal yang lebih utama: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan (Mat. 23:23). Tugas gereja adalah menekankan pemahaman jemaat tentang motif perpuluhan; yang erat berhubungan dengan berkat Tuhan. Orang yang diberkati adalah orang yang taat dan setia pada perintah dan kehendak Tuhan: memberi maupun memperhatikan sekitar.



ALASAN PEMILIHAN TEMA

"/God never changes! He is the Alpha and Omega/. Tuhan tidak pernah
berubah! Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13).

Keyakinan iman tentang Allah ini melandasi pemahaman orang percaya bahwa
tidak ada yang berubah dari setiap janji dan pemeliharaan Allah atas
ciptaan-Nya. Setiap janji Allah menjadi harapan bagi semua orang.
Pengharapan itu tidak hanya pada persoalan kebutuhan hidup secara
jasmani melainkan juga terhadap semua peristiwa yang dialaminya.
Pengharapan ini menjadikan orang percaya menanti dengan sukacita akan
kedatangan Kristus kembali.

Dengan demikian orang percaya diingatkan untuk selalu mengadakan
retrospeksi dan introspeksi diri sebagaimana komitmen imannya, sehingga
selalu sadar untuk kembali pada motivasi yang tepat dan benar. Ketika
menyadari akan kesalahan yang dilakukan oleh orang percaya seperti
bertengkar, korupsi, suap, berselingkuh maka yang paling utama kembali
mohon ampun atas kesalahan tersebut. Tuhan maha pengasih dan penyanyang
bagi setiap orang yang mau kembali bertobat. Karena itu diperayaan
minggu Adven kedua ini, kita dihentar untuk menghayati  tema
mingguan:/'Kembalilah kepada-Ku, Aku Akan Kembali Kepada//m//u'/.


*PEMBAHASAN TEMATIS*

Pembahasan Teks Alkitab */(Exegese)/*

Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dalam Alkitab Perjanjian Lama.
Ditulis oleh nabi yang menyebut dirinya Maleakhi yang berarti
"utusanku". Nama "Maleakhi" juga menunjukkan suatu "jabatan" sebagai
utusan Tuhan. Nabi ini tampil ketika Bait Allah selesai dibangun sesudah
masa pembuangan di Babilonia.

Pasca pembuangan, sisa-sisa Israel ternyata tidak kunjung melakukan
pembaruan yang signifikan terhadap perilaku kehidupan mereka.
Pembangunan kembali Bait Allah ternyata tidak disertai dengan
pembangunan kembali moralitas kehi-dupan umat. Praktek hidup untuk
membangun relasi dengan sesama manusia belum terjalin dengan baik, sebab
tindakan amoral dan ketidakadilan masih merajalela. Bahkan dalam relasi
dengan Allah, umat pun melupakan kasih Allah dengan hidup dalam
ketidaktaatan. Peraturan dan tuntutan Allah dirasakan sebagai beban.

Keadaan ini mendorong Maleakhi untuk mengingatkan umat akan kasih Allah
supaya mereka dengan sukacita setia dan taat kepada-Nya. Ia juga
menubuatkan kedatangan seorang "utusan" menjelang datangnya hari Tuhan
yang besar dan dahsyat.

Meskipun banyak penafsir yang menghubungkan utusan ini dengan Yohanes
Pembaptis, tetapi selalu dipahami bahwa semua terarah pada pengharapan
Mesianis, akan datangnya Mesias di Israel, yang digenapi pada peristiwa
kelahiran Yesus Kristus.

Kedatangan Tuhan digambarkan seperti api tukang pemurni logam dan sabun
tukang penatu, yang menunjukkan keadaan dimana pemulihan dilakukan oleh
Allah sendiri dalam proses penghakiman; tindakan memurnikan hati manusia
dan membersihkan umat-Nya dari segala dosa (1 Petrus 1 : 7). Setelah
proses pemulihan tersebut maka akan terjadi pemulihan bagi Yehuda dan
Yerusalem yang diawali dengan pentahiran orang Lewi. Pentahiran orang
Lewi dilakukan oleh  Allah supaya mereka menjadi orang-orang yang
mempersembahkan korban yang benar dan menyenangkan hati Tuhan.

Inti dari pengharapan datangnya utusan Tuhan yang membawa pemulihan dan
pentahiran bagi seluruh umat digambarkan sebagai berikut: segala hal
yang dulunya porak poranda, secara infrastruktur maupun secara moral
sosial akan mengalami pemulihan yang total. Pemulihan akan teralami
mulai dari pemulihan hubungan umat dengan Tuhan. Penegasan bahwa Tuhan
tidak berubah dan bani Yakub tidak akan lenyap mendorong umat untuk
kembali kepada Tuhan. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali
kepadamu, firman Tuhan semesta alam. Kata kembali (Ibr : /Shuwb/; to
return, turn back, berbalik, datang kembali, bertobat). Umat diajak
untuk kembali kepada Tuhan dengan bertobat dari dosanya, maka Tuhan akan
berbelas kasihan dan memulihkan umat-Nya. Respon umat terhadap ajakan
Tuhan ini dengan balik bertanya:"Dengan cara bagaimanakah kami harus
kem-bali?" Pertanyaan ini mengandung pemikiran ada kemungkinan  umat
tidak menyadari dosa mereka atau sengaja untuk membenarkan prilaku
mereka. Tanya jawab ini merupakan cara nabi mendidik umat untuk
menyadari kesalahannya. Hal yang menarik adalah kembalinya umat kepada
Tuhan ditandai dengan pemberian persembahan persepuluhan dan
persem-bahan khusus. Jika pemberian umat tidak menyenangkan hati Tuhan,
apakah mereka dapat memberi kehidupan yang terbaik kepada Tuhan?

Gagasan mengenai manusia menipu Allah harus dipahami dengan jelas bahwa
orientasi tersebut terarah pada manusia yang menipu Allah bukan pada
Allah yang tertipu oleh manusia. Hal tersebut sebenarnya hendak merujuk
pada perbuatan umat yang tidak memberikan persembahan secara jujur dan
benar. Pemberian persembahan yang tidak sesuai dengan ketetapan Allah.
Perbuatan tersebut bukan hanya dilakukan oleh segelintir orang saja
melainkan "seluruh bangsa" melakukan hal tersebut. Aturan tentang
persembahan persepuluhan (Imamat. 27:30) diingatkan kembali. Hal ini
bukanlah perintah baru. Pengulangan terhadap perintah untuk membawa
persembahan persepuluhan merupakan penegasan kembali akan pentingnya
membawa persembahan secara benar di hadapan Allah.

Prinsip memberi yang berlaku di tengah masyarakat yakni /do ut des/
(Latin = aku memberi supaya engkau memberi, /I give that you might
give/). Suatu  prinsip memberi yang berlandaskan pada keinginan untuk
menerima kembali sesuatu dari orang yang telah diberi. Kebiasan memberi
untuk menerima, juga berlaku di tengah kehidupan masyarakat Yahudi
termasuk dalam memberi persembahan. Persembahan diberikan bukan
berdasarkan rasa ucapan syukur kepada Allah melainkan atas suatu
keinginan atau harapan untuk menerima imbalan atau menerima sesuatu dari
Allah. Karena itu diingatkan tentang pemberian persembahan yang
merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah.

Perintah tentang persembahan itu disertai dengan janji Allah sendiri
bahwa tingkap-tingkap langit akan dibukakan untuk mendatangkan berkat
sampai berkelimpahan. Konsep dan gagasan berpikir bahwa berkat turun
dari surga atau dari langit mendasari penggunaan "tingkap-tingkap
langit". Berkat yang dicurahkan tersebut tidak hanya dapat memenuhi
kebutuhan umat saja melainkan  ada janji perlindungan Allah  terhadap
segala usaha yang dikerjakan umat. Dengan jaminan Allah akan menghardik
wabah belalang pelahap yang menjadi momok bagi setiap orang yang telah
mengusahakan tanahnya. Dengan demikian keadaan yang baik ini dipahami
sebagai pemeliharaan Allah bagi umat sebagai bangsa yang diberkati,
berbahagia dan menjadi  negeri kesukaan.


        Makna dan Implikasi Firman

  * Hanya Allah yang dapat menyucikan manusia dari dosa ! Manusia tidak
    dapat meluputkan dirinya sendiri dari dosa yang ia lakukan. Hanya
    oleh kemurahan Allah maka manu-sia dapat dibersihkan dari segala
    dosa. Ia yang telah datang ke dunia telah menebus manusia dengan
    pengorbanan-Nya. Ia yang akan datang kembali akan datang untuk
    menghakimi manusia terhadap segala perbuatannya.
  * Allah membenci ketidakadilan

Segala tindakan yang merupakan ketidakadilan dibenci oleh Allah.
Penindasan terhadap orang-orang yang lemah merupakan ketimpangan yang
terus berlangsung dari waktu ke waktu. Firman Tuhan memotivasi kita
untuk menjunjung tinggi Hak Asasi semua orang. Atas dasar kemanusiaan
kita semua terpanggil untuk memperlakukan siapa saja dengan baik, tanpa
memandang status dan strata sosial. Sebagai insan yang memiliki hak
asasi yang sama maka kita harus menolak dan menjauhkan tindakan-tindakan
diskriminatif terhadap kelompok tertentu, melainkan bersama mem-bangun
kehidupan yang harmonis bebas dari ketidakadilan. Demikian kita terus
diingatkan bahwa ketidakadilan dapat berwujud dalam tindakan tidak adil
terkait penggunaan keungan dan harta benda. Marilah menantikan Dia yang
Adil itu dalam perilaku hidup yang adil dan benar pula.

  * Inisiatif manusia untuk bertobat dan kembali kepada Allah akan
    mendapatkan respon yang baik dari Allah yaitu penerimaan. Allah yang
    Maha Kasih berkenan untuk kembali memalingkan wajah-Nya ke arah
    orang-orang yang berseru mencari Dia. Ada pengampunan yang
    disediakan bagi orang yang mencari Dia. Dalam pengharapan akan Dia
    yang akan datang maka berbaliklah segera kepada Allah.
  * Sebagai umat yang telah menerima anugerah yang melim-pah maka sudah
    menjadi keharusan bagi kita untuk meng-ungkapkan syukur kita lewat
    pemberian persembahan. Ka-rena lewat memberi persembahan kita sedang
    menyaksikan kepada dunia betapa Allah telah memberkati kita.
  * Dengan memberi Persembahan Persepuluhan kita tidak mendustakan
    segala rahmat yang Allah anugerahkan bagi kita. Tidak memberi
    persembahan dengan benar merupakan bentuk "korupsi", tindakan tidak
    adil terhadap berkat yang telah Allah anugerahkan kepada kita.
    Berkat selalu ada, maka selalu ada yang dapat disyukuri.
    Bersyukurlah selalu sambil menantikan Dia yang empunya segala
    sesuatu itu untuk datang kembali.
  * Berkat yang melimpah dijanjikan Allah bagi semua orang yang tau
    mensyukuri setiap anugerah itu. Memperingati Hari Penerbangan Sipil
    Internasional dan Hari Transmigrasi Nasional menunjukkan bahwa
    berkat Allah terus dinikmati oleh bangsa ini. Ada kesukaan terjadi
    bagi bangsa ini, semua karena Allah yang telah membukakan
    tingkap-tingkap langit, dalam berbagai bentuk usaha kerja dan
    berbagai lini kehidupan, sehingga segala peristiwa yang baik boleh
    dinikmati dalam kebahagiaan.

*PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:***

 1. Sejauh mana kita dapat memahami tentang kedatangan Tuhan menurut
    Maleakhi 3:1-12
 2. Apa yang seharusnya kita perbuat dalam mempersiapkan diri menyambut
    kedatangan Tuhan ?
 3. Bagaimana pendapat kita terhadap pernyataan "tidak memberi
    persembahan persepuluhan adalah tindakan menipu Allah atau mencuri
    dari Allah?"

*NAS PEMBIMBING: Wahyu 2:5*

*POKOK-POKOK DOA*

  * Mengucap syukur atas  berkat Tuhan
  * Memiliki pengharapan pada Yesus Kristus
  * Mempersiapkan diri terhadap Kedatangan Tuhan

*TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:*

*HARI MINGGU ADVEN KE-2*

*NYANYIAN YANG DIUSULKAN:*

Persiapan: KJ No.76 Kau Yang Lama Dinantikan

Ses Nas Pembimbing: Bertobatlah

Ses Hukum Tuhan: NNBT No.13 Ya Allah Bapa Ya Yesus Tuhan

Ses Pengakuan Dosa: Bukan Dengan Barang Fana

Ses Pemberitaan Anugerah Allah :  NNBT No. 7 Mari Puji Tuhan Yesus

Persembahan : PKJ No. 146 Bawa Persembahanmu

Nyanyian Penutup : NKB No.212 Sungguh Inginkah Engkau Lakukan

*ATRIBUT:*

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.


Label:   Maleakhi 3:1-12 





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ Minggu 22- Sabtu 28 Desember 2019 Minggu Adven 4 - Kedatangan Mesias Untuk Melayani - Markus 1:1-8

Sebelum:
MTPJ 1-7 Desember 2019 - Allah Datang untuk Merangkul dan Memulihkan - Mikha 4:6-14 - Minggu Adven 1




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,