|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music MTPJ 2019 8-14 Desember (Maleakhi 3:1-12)MTPJ 8-14 Desember 2019 (Minggu Adven 2) - Kembalilah Kepada-Ku, Aku Akan Kembali Kepada-Mu - Maleakhi 3:1-12TEMA BULANAN :/"Pengharapan Mesianis"/ TEMA MINGGUAN :*/"Kembalilah Kepada-Ku, Aku Akan/* */Kembali Kepada-Mu"/* *Bacaan Alkitab: Maleakhi 3:1-12* 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. 3:5 Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah dan orang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yang menindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam. Pembayaran persembahan persepuluhan menyenangkan hati Allah 3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. 3:7 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" 3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! 3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! 3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. 3:12 Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. Penjelasan: * Tuhan datang untuk menyucikan Masalah yang dihadapi Maleakhi ketika menegur keberdosaan umat Tuhan adalah mereka tidak merasa bermasalah dengan dosa mereka, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, "Di manakah Allah yang menghukum?" (ayat 2:17). Sikap menantang ini langsung dijawab: "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya Ia datang, firman Tuhan semesta alam" (ayat 3:1b). Tuhan sudah mengutus para nabi-Nya, termasuk Maleakhi untuk menegur dosa-dosa umat-Nya agar mereka bertobat (ayat 1a). Namun, umat Tuhan berulang kali, sejak permulaan bangsa Israel berdiri sampai saat ini telah menolak pemberitaan para utusan Allah tersebut. Oleh karena itu, kedatangan Tuhan akan menjadi kejutan besar dalam hidup mereka. Tuhan akan datang untuk menyucikan kehidupan umat yang sudah bobrok oleh dosa, tidak seorang pun akan luput dari pemurnian ini. Pemurnian ini akan berlangsung dengan menyakitkan, yakni Tuhan akan bertindak seperti tukang pemurni emas yang memurnikan logam-logam seperti emas dan perak dengan panas yang tinggi agar segala kotoran yang melekat akan hilang dan lebur. Dia bertindak seperti penatu yang menggelontorkan semua noda yang melekat pada kain dengan sabun (ayat 2-3). Dengan tindakan penghakiman yang begitu keras dan tegas, umat Allah akan dibersihkan dari para pendosa keji yang selama ini merajalela memangsa sesamanya yang lebih lemah (ayat 5). Maka Yehuda dan Yerusalem akan kembali berkenan kepada-Nya (ayat 4). * Persepuluhan dari hati Perintah persepuluhan berasal dari Hukum Taurat dan persepuluhan yang dipersembahkan Abraham kepada Melkisedek. Persepuluhan adalah pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan Ia berdaulat atas semuanya. Maleakhi menegur umat Israel yang terus-menerus tidak setia dan tidak sungguh-sungguh percaya kepada-Nya (ayat 7). Walaupun secara lahiriah mereka masih beribadah kepada Allah, namun mereka tidak melihat Allah sebagai sumber hidup mereka sehingga mereka pun melalaikan perintah Hukum Taurat mengenai persembahan persepuluhan. Mengabaikan persembahan persepuluhan dalam Perjanjian Lama berdampak langsung pada pelayanan Bait Allah (ayat 10). Kemunduran dalam memuliakan Allah (ibadah, persepuluhan, dll.) adalah gejala dari sikap hati menjauhi Allah (ayat 13-14). Oleh karena itu, Allah menegur keras Israel dan meminta mereka memberikan persepuluhan yang keluar dari hati yang menghormati Allah. Hanya ketika mereka belajar mengutamakan Tuhan dalam hidup mereka, hidup taat pada firman-Nya, maka mereka akan kembali menjadi umat kesayangan-Nya dan berkat-berkat Tuhan kembali dicurahkan (ayat 16-18). Maleakhi menantang umat Israel untuk kembali setia kepada-Nya. Allah tidak pernah curang dan berubah kasih setia-Nya terhadap mereka (ayat 6). Dia siap "membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat" kepada umat-Nya yang mau bertobat (ayat 17). Persepuluhan adalah peraturan Hukum Taurat bagi umat Tuhan PL, bagian dari pengakuan iman mereka bahwa Tuhanlah pemilik mereka. Bagi kita, hidup ini milik Kristus sepenuhnya. Wujudkan pengakuan iman kita bukan hanya dengan uang atau harta kita, tetapi persembahan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya. Minta Dia terus-menerus memperbarui kita agar makin menyerupai Kristus (Rm. 12:1-2). * Selalu benar. Kecenderungan manusia adalah menganggap diri selalu benar. Reaksi Yehuda atas berbagai masalah yang dihadapinya terkesan kacau; maka Maleakhi menegur ketidaksetiaan mereka dalam mendukung tata pelayanan Bait Allah. Makna Perpuluhan. Yehuda menipu Tuhan dengan pura-pura tidak mengerti arti persembahan perpuluhan. Sejak awal Tuhan telah mengatakan bahwa memberikan perpuluhan di dasarkan atas konsep penatalayanan dan hubungan sosial. Bukan satu golongan saja yang berhak atas persembahan perpuluhan (orang Lewi) tetapi juga janda, yatim piatu, dan orang asing (mereka yang tidak mempunyai tanah atau penghasilan tetap). Ternyata, sejak awal Tuhan telah menekankan bahwa persembahan perpuluhan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga berdimensi sosial. Gereja dan perpuluhan. Tuhan Yesus mengkritik mereka yang menuruti perintah persepuluhan dengan kaku, tetapi melupakan hal-hal yang lebih utama: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan (Mat. 23:23). Tugas gereja adalah menekankan pemahaman jemaat tentang motif perpuluhan; yang erat berhubungan dengan berkat Tuhan. Orang yang diberkati adalah orang yang taat dan setia pada perintah dan kehendak Tuhan: memberi maupun memperhatikan sekitar. ALASAN PEMILIHAN TEMA "/God never changes! He is the Alpha and Omega/. Tuhan tidak pernah berubah! Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13). Keyakinan iman tentang Allah ini melandasi pemahaman orang percaya bahwa tidak ada yang berubah dari setiap janji dan pemeliharaan Allah atas ciptaan-Nya. Setiap janji Allah menjadi harapan bagi semua orang. Pengharapan itu tidak hanya pada persoalan kebutuhan hidup secara jasmani melainkan juga terhadap semua peristiwa yang dialaminya. Pengharapan ini menjadikan orang percaya menanti dengan sukacita akan kedatangan Kristus kembali. Dengan demikian orang percaya diingatkan untuk selalu mengadakan retrospeksi dan introspeksi diri sebagaimana komitmen imannya, sehingga selalu sadar untuk kembali pada motivasi yang tepat dan benar. Ketika menyadari akan kesalahan yang dilakukan oleh orang percaya seperti bertengkar, korupsi, suap, berselingkuh maka yang paling utama kembali mohon ampun atas kesalahan tersebut. Tuhan maha pengasih dan penyanyang bagi setiap orang yang mau kembali bertobat. Karena itu diperayaan minggu Adven kedua ini, kita dihentar untuk menghayati tema mingguan:/'Kembalilah kepada-Ku, Aku Akan Kembali Kepada//m//u'/. *PEMBAHASAN TEMATIS* Pembahasan Teks Alkitab */(Exegese)/* Kitab Maleakhi adalah kitab terakhir dalam Alkitab Perjanjian Lama. Ditulis oleh nabi yang menyebut dirinya Maleakhi yang berarti "utusanku". Nama "Maleakhi" juga menunjukkan suatu "jabatan" sebagai utusan Tuhan. Nabi ini tampil ketika Bait Allah selesai dibangun sesudah masa pembuangan di Babilonia. Pasca pembuangan, sisa-sisa Israel ternyata tidak kunjung melakukan pembaruan yang signifikan terhadap perilaku kehidupan mereka. Pembangunan kembali Bait Allah ternyata tidak disertai dengan pembangunan kembali moralitas kehi-dupan umat. Praktek hidup untuk membangun relasi dengan sesama manusia belum terjalin dengan baik, sebab tindakan amoral dan ketidakadilan masih merajalela. Bahkan dalam relasi dengan Allah, umat pun melupakan kasih Allah dengan hidup dalam ketidaktaatan. Peraturan dan tuntutan Allah dirasakan sebagai beban. Keadaan ini mendorong Maleakhi untuk mengingatkan umat akan kasih Allah supaya mereka dengan sukacita setia dan taat kepada-Nya. Ia juga menubuatkan kedatangan seorang "utusan" menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat. Meskipun banyak penafsir yang menghubungkan utusan ini dengan Yohanes Pembaptis, tetapi selalu dipahami bahwa semua terarah pada pengharapan Mesianis, akan datangnya Mesias di Israel, yang digenapi pada peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Kedatangan Tuhan digambarkan seperti api tukang pemurni logam dan sabun tukang penatu, yang menunjukkan keadaan dimana pemulihan dilakukan oleh Allah sendiri dalam proses penghakiman; tindakan memurnikan hati manusia dan membersihkan umat-Nya dari segala dosa (1 Petrus 1 : 7). Setelah proses pemulihan tersebut maka akan terjadi pemulihan bagi Yehuda dan Yerusalem yang diawali dengan pentahiran orang Lewi. Pentahiran orang Lewi dilakukan oleh Allah supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar dan menyenangkan hati Tuhan. Inti dari pengharapan datangnya utusan Tuhan yang membawa pemulihan dan pentahiran bagi seluruh umat digambarkan sebagai berikut: segala hal yang dulunya porak poranda, secara infrastruktur maupun secara moral sosial akan mengalami pemulihan yang total. Pemulihan akan teralami mulai dari pemulihan hubungan umat dengan Tuhan. Penegasan bahwa Tuhan tidak berubah dan bani Yakub tidak akan lenyap mendorong umat untuk kembali kepada Tuhan. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman Tuhan semesta alam. Kata kembali (Ibr : /Shuwb/; to return, turn back, berbalik, datang kembali, bertobat). Umat diajak untuk kembali kepada Tuhan dengan bertobat dari dosanya, maka Tuhan akan berbelas kasihan dan memulihkan umat-Nya. Respon umat terhadap ajakan Tuhan ini dengan balik bertanya:"Dengan cara bagaimanakah kami harus kem-bali?" Pertanyaan ini mengandung pemikiran ada kemungkinan umat tidak menyadari dosa mereka atau sengaja untuk membenarkan prilaku mereka. Tanya jawab ini merupakan cara nabi mendidik umat untuk menyadari kesalahannya. Hal yang menarik adalah kembalinya umat kepada Tuhan ditandai dengan pemberian persembahan persepuluhan dan persem-bahan khusus. Jika pemberian umat tidak menyenangkan hati Tuhan, apakah mereka dapat memberi kehidupan yang terbaik kepada Tuhan? Gagasan mengenai manusia menipu Allah harus dipahami dengan jelas bahwa orientasi tersebut terarah pada manusia yang menipu Allah bukan pada Allah yang tertipu oleh manusia. Hal tersebut sebenarnya hendak merujuk pada perbuatan umat yang tidak memberikan persembahan secara jujur dan benar. Pemberian persembahan yang tidak sesuai dengan ketetapan Allah. Perbuatan tersebut bukan hanya dilakukan oleh segelintir orang saja melainkan "seluruh bangsa" melakukan hal tersebut. Aturan tentang persembahan persepuluhan (Imamat. 27:30) diingatkan kembali. Hal ini bukanlah perintah baru. Pengulangan terhadap perintah untuk membawa persembahan persepuluhan merupakan penegasan kembali akan pentingnya membawa persembahan secara benar di hadapan Allah. Prinsip memberi yang berlaku di tengah masyarakat yakni /do ut des/ (Latin = aku memberi supaya engkau memberi, /I give that you might give/). Suatu prinsip memberi yang berlandaskan pada keinginan untuk menerima kembali sesuatu dari orang yang telah diberi. Kebiasan memberi untuk menerima, juga berlaku di tengah kehidupan masyarakat Yahudi termasuk dalam memberi persembahan. Persembahan diberikan bukan berdasarkan rasa ucapan syukur kepada Allah melainkan atas suatu keinginan atau harapan untuk menerima imbalan atau menerima sesuatu dari Allah. Karena itu diingatkan tentang pemberian persembahan yang merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah. Perintah tentang persembahan itu disertai dengan janji Allah sendiri bahwa tingkap-tingkap langit akan dibukakan untuk mendatangkan berkat sampai berkelimpahan. Konsep dan gagasan berpikir bahwa berkat turun dari surga atau dari langit mendasari penggunaan "tingkap-tingkap langit". Berkat yang dicurahkan tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan umat saja melainkan ada janji perlindungan Allah terhadap segala usaha yang dikerjakan umat. Dengan jaminan Allah akan menghardik wabah belalang pelahap yang menjadi momok bagi setiap orang yang telah mengusahakan tanahnya. Dengan demikian keadaan yang baik ini dipahami sebagai pemeliharaan Allah bagi umat sebagai bangsa yang diberkati, berbahagia dan menjadi negeri kesukaan. Makna dan Implikasi Firman * Hanya Allah yang dapat menyucikan manusia dari dosa ! Manusia tidak dapat meluputkan dirinya sendiri dari dosa yang ia lakukan. Hanya oleh kemurahan Allah maka manu-sia dapat dibersihkan dari segala dosa. Ia yang telah datang ke dunia telah menebus manusia dengan pengorbanan-Nya. Ia yang akan datang kembali akan datang untuk menghakimi manusia terhadap segala perbuatannya. * Allah membenci ketidakadilan Segala tindakan yang merupakan ketidakadilan dibenci oleh Allah. Penindasan terhadap orang-orang yang lemah merupakan ketimpangan yang terus berlangsung dari waktu ke waktu. Firman Tuhan memotivasi kita untuk menjunjung tinggi Hak Asasi semua orang. Atas dasar kemanusiaan kita semua terpanggil untuk memperlakukan siapa saja dengan baik, tanpa memandang status dan strata sosial. Sebagai insan yang memiliki hak asasi yang sama maka kita harus menolak dan menjauhkan tindakan-tindakan diskriminatif terhadap kelompok tertentu, melainkan bersama mem-bangun kehidupan yang harmonis bebas dari ketidakadilan. Demikian kita terus diingatkan bahwa ketidakadilan dapat berwujud dalam tindakan tidak adil terkait penggunaan keungan dan harta benda. Marilah menantikan Dia yang Adil itu dalam perilaku hidup yang adil dan benar pula. * Inisiatif manusia untuk bertobat dan kembali kepada Allah akan mendapatkan respon yang baik dari Allah yaitu penerimaan. Allah yang Maha Kasih berkenan untuk kembali memalingkan wajah-Nya ke arah orang-orang yang berseru mencari Dia. Ada pengampunan yang disediakan bagi orang yang mencari Dia. Dalam pengharapan akan Dia yang akan datang maka berbaliklah segera kepada Allah. * Sebagai umat yang telah menerima anugerah yang melim-pah maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk meng-ungkapkan syukur kita lewat pemberian persembahan. Ka-rena lewat memberi persembahan kita sedang menyaksikan kepada dunia betapa Allah telah memberkati kita. * Dengan memberi Persembahan Persepuluhan kita tidak mendustakan segala rahmat yang Allah anugerahkan bagi kita. Tidak memberi persembahan dengan benar merupakan bentuk "korupsi", tindakan tidak adil terhadap berkat yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Berkat selalu ada, maka selalu ada yang dapat disyukuri. Bersyukurlah selalu sambil menantikan Dia yang empunya segala sesuatu itu untuk datang kembali. * Berkat yang melimpah dijanjikan Allah bagi semua orang yang tau mensyukuri setiap anugerah itu. Memperingati Hari Penerbangan Sipil Internasional dan Hari Transmigrasi Nasional menunjukkan bahwa berkat Allah terus dinikmati oleh bangsa ini. Ada kesukaan terjadi bagi bangsa ini, semua karena Allah yang telah membukakan tingkap-tingkap langit, dalam berbagai bentuk usaha kerja dan berbagai lini kehidupan, sehingga segala peristiwa yang baik boleh dinikmati dalam kebahagiaan. *PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:*** 1. Sejauh mana kita dapat memahami tentang kedatangan Tuhan menurut Maleakhi 3:1-12 2. Apa yang seharusnya kita perbuat dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan ? 3. Bagaimana pendapat kita terhadap pernyataan "tidak memberi persembahan persepuluhan adalah tindakan menipu Allah atau mencuri dari Allah?" *NAS PEMBIMBING: Wahyu 2:5* *POKOK-POKOK DOA* * Mengucap syukur atas berkat Tuhan * Memiliki pengharapan pada Yesus Kristus * Mempersiapkan diri terhadap Kedatangan Tuhan *TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:* *HARI MINGGU ADVEN KE-2* *NYANYIAN YANG DIUSULKAN:* Persiapan: KJ No.76 Kau Yang Lama Dinantikan Ses Nas Pembimbing: Bertobatlah Ses Hukum Tuhan: NNBT No.13 Ya Allah Bapa Ya Yesus Tuhan Ses Pengakuan Dosa: Bukan Dengan Barang Fana Ses Pemberitaan Anugerah Allah : NNBT No. 7 Mari Puji Tuhan Yesus Persembahan : PKJ No. 146 Bawa Persembahanmu Nyanyian Penutup : NKB No.212 Sungguh Inginkah Engkau Lakukan *ATRIBUT:* Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu. Label: Maleakhi 3:1-12
Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019 1 Tawarikh 17:16-27(1) 1 Tawarikh 6:31(1) Bilangan 27:1-11(1) Bilangan 27:1-2(1) Efesus 2:11-22(1) Lukas 15:11-32(1) Maleakhi 3:1-12(1) Markus 1:1-8(1) Mazmur 128:1-6(1) Mazmur 146:1-10(1) Mazmur 37:34-40(1) Mazmur 96:1-13(1) Roma 13:1-7(1) Ulangan 15:12-18(1) Wahyu 21:9-27(1) Yeremia 29:1-14(1) Yeremia 29:1-3(1) Yohanes 3:16-18(1) Zakharia 8:1-19(2) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ Minggu 22- Sabtu 28 Desember 2019 Minggu Adven 4 - Kedatangan Mesias Untuk Melayani - Markus 1:1-8 Sebelum: MTPJ 1-7 Desember 2019 - Allah Datang untuk Merangkul dan Memulihkan - Mikha 4:6-14 - Minggu Adven 1 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,