gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1222 kali
Download MP3 Music
MTPJ 2019
Minggu, 10 Februari 2019
(Lukas 15:11-32)

MTPJ 10 - 16 Februari 2019

TEMA BULANAN : "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir"
TEMA MINGGUAN : "Hati yang Tergerak oleh Belas Kasihan"

 BACAAN ALKITAB: Lukas 15:11-32

Perumpamaan tentang anak yang hilang
15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kasih begitu gampang diucapkan atau diuraikan dengan  kata-kata indah dan puitis, namun begitu sulit untuk dipraktekkan. Kasih sebagai landasan moral kekristenan,  sering tidak nampak  dalam kehidupan warga gereja karena masih ada dendam, iri hati, dan ekspresi ujaran-ujaran kebencian yang dipraktekkan oleh anggota jemaat termasuk dikalangan Pelayan Khusus. Apalagi dalam kehidupan masyarakat.

Di zaman Perjanjian Baru, orang Farisi dan ahli Taurat  begitu vokal dan selalu mengucapkan tentang moral yang berdasarkan kasih, akan tetapi hati, pikiran dan perilaku  mereka  sangat berbeda. Tuhan Yesus mengajarkan dalam perumpamaan ini, bahwa inti dari kasih yang sejati, sebagaimana Ia praktekkan dalam penderitaan dan kematian-Nya di Golgota. Perumpamaan tentang anak yang hilang adalah pada satu pihak menceritakan perbedaan pandangan hidup dan pada pihak lain menceritakan tentang kasih bapa kepada anak-anaknya. Kasih itulah yang menyatukan perbedaan pandangan hidup dan pengaruhnya adalah pada terciptanya suasana keke-luargaan yang harmonis. Karena itu tema minggu ini adalah "Hati yang Tergerak oleh Belas Kasihan"

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Injil Lukas ditujukan kepada orang-orang kristen non Yahudi dengan maksud mengajarkan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua orang termasuk mereka yang terpinggirkan, dianggap rendah, yang miskin, yang disisihkan, lemah dan tak berdaya.

Perumpamaan tentang anak yang hilang harus dipahami  dalam konteks pasal 15 secara keseluruhan dan utuh. Kisah ini berawal dari sungut-sungut orang Farisi dan ahli Taurat yang mempermasalahkan gaya pelayanan dan pergaulan Tuhan Yesus yang bertentangan dengan tradisi Yahudi bahwa orang suci tidak boleh bergaul apalagi makan bersama dengan orang berdosa, seperti: pemungut cukai, perempuan sundal  dan lainnya.

Tuhan Yesus merespons reaksi dari mereka itu dengan menceritakan tiga buah perumpamaan: domba yang hilang,  dirham yang hilang,  anak yang hilang ditemukan kembali. Sukacita yang besar daripada Bapa di sorga jika yang hilang ditemukan kembali.

Dalam tradisi masyarakat Yahudi anak-anak laki-laki berhak menerima warisan dari orang tua namun sesuatu yang tidak pantas bagi seorang anak meminta bagian warisan pada orang tuanya sebelum waktunya. Anak bungsu ini menggunakan bahasa dan istilah yang tidak pantas, yaitu dengan tanpa perasaan ia berkata; "berikanlah sekarang juga bagian yang menjadi hakku dan biarkan aku pergi dari sini". (ayat.12)

Penulis Lukas mendeskripsi sikap si bungsu: meminta hak mendahului kakaknya sebagai bentuk melanggar tradisi kesulungan waktu itu. Meminta hak sebelum waktunya, menjual harta, memboroskan harta, hidup foya-foya, dan hidup dalam  dosa. Sedangkan sikap si sulung: cemburu, marah, kesal  dan kecewa melihat perhatian Bapa kepada si bungsu.

Tapi di antara sifat-sifat dosa ini, Lukas menjelaskan tentang sifat kasih dari Allah dalam tindakan-tindakan Bapa kepada kedua anak-Nya yang dikasihi-Nya. Hati Bapa yang penuh belas kasihan, menerima kembali anak-Nya yang berdosa atau terhilang. Kasih penuh belas kasihan yaitu memaafkan, merangkul, mencium, memberi penghargaan, seperti cincin, jubah dan sepatu, bahkan mengadakan pesta sukacita atas anaknya yang telah kembali.

Yesus menggiring pada sesuatu yang esensial dalam diri manusia, ketika si bungsu menyadari perbuatannya pada saat ia tiba pada jati dirinya sendiri. Tuhan Yesus mengantar para pendengar supaya mengerti bahwa selama manusia berada jauh dari Allah Bapa maka mereka itu belumlah menjadi dirinya sendiri, ia baru menjadi dirinya sendiri kalau ia sedang berjalan menuju rumah Bapa.

Anak bungsu itu segera mengambil sebuah keputusan yang sulit  yaitu kembali ke rumah bapanya, bukan sebagai anak tetapi sebagai budak. Setibanya di rumah bapanya dan sebelum menyam-paikan maksudnya, bapanya sudah menyambutnya. Bapanya lang-sung memberikan jubah adalah simbol kehormatan, cincin simbol kewenangan; sepatu simbol  anak kandung, serta mengadakan pesta sukacita atas kembalinya anak yang hilang itu. Semua ini dilakukan bapa karena melihat suatu kesadaran akan keberadaanya yang telah merusak hubungan dengan bapa hingga ia telah kehilangan status sebagai anak bapa dan meminta  disamakan dengan orang upahan atau budak.

Bagaimana reaksi dari kakaknya? Sebenarnya kakaknya merasa sayang atas kedatangan adiknya tetapi ia cemburu kepada adiknya karena acara penyambutan yang disertai pesta yang meriah. Di sini ia digambarkan seperti Farisi dan ahli taurat yang lebih senang melihat pendosa itu dibinasakan daripada diselamatkan.
Makna dan Implikasi Firman

Anak yang hilang di sini mengingatkan kita untuk tidak berspekulasi melakukan sesuatu demi memuaskan hasratnya, ia rela merusak hubungan dengan bapanya, setelah mengalami kesulitan ia sadar, insyaf bahwa ia telah melakukan kesalahan besar dan mau kembali kepada bapa dalam status  bukan sebagai anak tapi sebagai orang upahan. Sedangkan anak sulung adalah reprentasi dari orang Farisi dan Ahli Taurat yang selalu merasa benar dan orang lain salah, dan tidak mempraktekkan kasih karena lebih cenderung menghakimi daripada menyelamatkan.

Bapa di sini menggambarkan Allah yang mengasihi umat-Nya, mereka yang sadar dan bertobat serta mau memperbaiki hubungan yang telah rusak itu dengan bersedia menjadi pelayan. Bagi Tuhan Yesus pengakuan dosa itu penting, karena Allah adalah Maha pengampun, pengasih dan penyayang kepada yang mau berubah yaitu bersedia meninggalkan cara hidup yang lama dan memulai hidup yang baru. Kasih Allah sungguh ajaib, Dia tidak memper-hitungkan dosa umat-Nya.

Perumpamaan ini adalah jawaban Tuhan Yesus yang berisi koreksi kepada orang Farisi dan Ahli Taurat yang mempersoalkan pelayanan Yesus kepada orang berdosa. Allah di dalam Yesus Kristus bersedia menerima kembali bagi mereka yang mau datang kepada-Nya.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Bagaimana prilaku para tokoh dalam perumpamaan ini?
    Bagaimana gereja masa kini mewujudkan kasih yang penuh belas kasihan dalam kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat?

POKOK-POKOK DOA:

    Warga gereja harus mendasarkan kehidupan dengan selalau tergerak oleh belas kasihan.
    Agar keputusan-keputusan gereja senantiasa berdasarkan kasih yang penuh belas kasih.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK II

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NKB No. 3 Terpujilah Allah

Doa Penyembahan: NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Pengakuan Dosa :  NNBT No. 32 Dunia Semakin Berkabut

Janji Anugerah Allah: NKB No. 73 Kasih Tuhanku Lembut

Puji-pujian: NNBT No. 13 Allah Bapa, Ya Yesus Tuhan

Pembacaan  Alkitab: NKB No. 118  Sabda Kudus Menggetar

Pengakuan Iman: KJ.No. 38  T'lah Kutemukan Dasar Kuat

Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : Kasih Pasti Murah Hati

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Lukas 15:11-32 





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ, 17 - 23 Februari 2019 - Andalkan Allah dan Bukan Manusia - Mazmur 146:1-10

Sebelum:
MTPJ Minggu, 3 Februari 2019 - Tuhan Yesus adalah Yang Awal dan Yang Akhir - Wahyu 22:6-17




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,