|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab GMIM 2018 TEMA BULANAN : "Gereja di Era Digital"Minggu, 25 Nopember 2018 (Keluaran 4:1-17)MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17TEMA MINGGUAN : "Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan" BACAAN ALKITAB : Keluaran 4:1-17 4:1 Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?" 4:2 TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." 4:3 Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. 4:4 Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" -- Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya 4:5 -- "supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu." 4:6 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu." Dimasukkannya tangannya ke dalam bajunya, dan setelah ditariknya ke luar, maka tangannya kena kusta, putih seperti salju. 4:7 Sesudah itu firman-Nya: "Masukkanlah tanganmu kembali ke dalam bajumu." Musa memasukkan tangannya kembali ke dalam bajunya dan setelah ditariknya ke luar, maka tangan itu pulih kembali seperti seluruh badannya. 4:8 "Jika mereka tidak percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama, maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. 4:9 Dan jika mereka tidak juga percaya kepada kedua tanda mujizat ini dan tidak mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus mengambil air dari sungai Nil dan harus kaucurahkan di tanah yang kering, lalu air yang kauambil itu akan menjadi darah di tanah yang kering itu." 4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." 4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? 4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan." 4:13 Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus." 4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. 4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan. 4:16 Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya. 4:17 Dan bawalah tongkat ini di tanganmu, yang harus kaupakai untuk membuat tanda-tanda mujizat." Saat ini kita sedang berada di era Digital. Banyak orang memanfaatkan sarana komunikasi modern seperti: media sosial digital dalam berkomunikasi. Kecenderungan ketergantungan pada komunikasi modern ini tumbuh dan berkembang secara luas di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan upaya-upaya menciptakan jejaring sosial dan menjadikan sarana komunikasi modern ini sebagai gaya hidup. Menjadi persoalan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat ketika media sosial digital dimanfaatkan secara tidak tepat. Fenomena banyaknya persoalan muncul karena pemanfaatan yang melenceng dari sarana komunikasi media sosial digital ini merambah dalam berbagai ranah kehidupan. Persoalan perselingkuhan, perselisahan, pencemaraan nama baik, pornografi, dan berbagai masalah etis muncul melalui sarana media social digital. Peran gereja justru menjadi tertantang dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi informatika. Gereja tidak bisa menghindar dan tidak bisa tidak harus merespons hal tersebut. Sesungguhnya di era digital ini peradaban baru manusia sedang berlangsung, maka tepatlah dalam penginjilan gereja juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi yang membangun iman dan perdamaian. Gereja adalah pewarta Firman Tuhan. Gereja juga perlu mengangkat tema-tema yang berhu-bungan dengan realitas perkembangan manusia dan teknologi di abad ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk itu tema perenungan warga GMIM di minggu berjalan ini adalah "Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan". PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Tuhan Allah bermaksud membawa orang Ibrani keluar dari Mesir, tempat mereka diperbudak. Betapa pentingnya hal ini bagi Allah demi sebuah bangsa yang besar sebagai bangsa pilihan Allah yang memiliki otoritas atas bangsanya sendiri. Dalam rangka konteks tersebut tahapan pertama yang Allah lakukan adalah menentukan pemimpin yang akan memimpin orang Ibrani keluar dari Mesir. Orang yang dipilih Allah adalah Musa, dengan demikian dalam kitab Keluaran, Musa adalah tokoh utama yang dibicarakan. Keluaran 4 : 1-17 merupakan bagian dari panggilan Allah kepada Musa. Dari pihak Musa, ia meragukan kepemimpinannya nanti; Musa tidak yakin apakah orang Ibrani mengakui panggilannya. Musa ragu apakah orang Ibrani mau percaya dan mau men-dengarkan perkataannya, sekalipun Allah menjamin. Musa berpikir jika orang Ibrani yang kemudian disebut umat Israel menduga kata-kata Musa dari diri sendiri, bukan dari Tuhan, dengan berkata: Tuhan tidak menampakan diri kepadanya, lalu bagaimana membuat mereka percaya akan perkataannya. Apakah yang akan Musa lakukan? (4:1). Tuhan Allah mengerti keraguan Musa akan kepemimpinannya nanti, maka Tuhan Allah melakukan tanda-tanda mujizat untuk memberi keyakinan kepada Musa dan nantinya Musa kepada umat Israel. Allah-pun memberi kuasa kepada Musa untuk melakukan mujizat, terdapat 3 ( tiga) mujizat menurut perikop ini. Dalam melakukan tanda-tanda mujizat, Tuhan Allah menggunakan media, yakni berupa: tongkat, tangan Musa, air dari sungai Nil dan Harun. Apa artinya tanda mujizat ini bagi pekerjaan Tuhan? Ternyata untuk melaksanakan maksud dan kehenda-Nya Tuhan Allah memakai "alat" benda mati seperti tongkat, alam semesta/benda cair seperti air di sungai Nil, bahkan tubuh manusia seperti tangan Musa, maupun talenta manusia seperti kafasihkan Harun dalam berbicara. (4:2-17). Mujizat pertama yang Allah lakukan adalah dengan memakai media tongkat. Tuhan menyuruh Musa melemparkan tongkat ke tanah dan tongkat itu berubah jadi ular, membuat Musa lari, lalu Tuhan menyuruh untuk memegang ekor ular itu, maka ular itu kembali menjadi tongkat. Ini adalah mujizat yang pertama (4 : 2 -4). Mengantisipasi jika nantinya dengan mujizat yang pertama tidak cukup menyakinkan umat untuk percaya, maka Tuhan Allah menyiapkan mujizat yang kedua. Kali ini tangan Musa yang dipakai sebagai media. Tangan Musa dimasukkan ke dalam baju, lalu dikeluarkan sudah berubah menjadi tangan yang berkusta putih seperti salju, lalu dimasukkan kembali ke dalam baju, kemudian dikeluarkan lagi dari dalam baju, maka tangan itu sudah pulih kembali. (4:6-8) Jika tidak cukup dua tanda mujizat, kesabaran Tuhan di nyatakan dengan menambahkan satu mujizat lagi, medianya air. Di ambil dari sungai Nil, air dicurahkan di tanah yang kering, maka air itu menjadi darah di tanah yang kering itu. (4:9) Dengan dahsyat Tuhan menunjukan kekuasaan-Nya, namun ternyata dalam menerima penugasan Allah, Musa masih keberatan, ia berdalih, dengan alasan tidak pandai bicara, berat mulut dan berat lidah; Musa berhadapan dengan kemahakuasaan Tuhan yang melimpahkan dan menambahkan kemampuan termasuk kepada Musa untuk belajar berbicara menyatakan apa yang diajarkan Tuhan. Dalam tahapan ini Musa masih berpendirian tidak bersedia, dalam rangka mau coba-coba mundur atau kecondongan untuk lari dari tanggung jawab dan menyerahkannya kepada orang lain. Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kau utus". Allah menjadi murka, tetapi segera reda dengan menunjuk Harun menjadi juru bicara Musa atau penyambung lidah ilahi. (4:10-16) Dengan ditunjuknya Harun menjadi juru bicara, alasan apalagi Musa menolak panggilan Allah? Ia tidak bisa mengelak lagi. Penegasan Allah kembali dinyatakan tentang pemakaian tongkat dalam ayatnya yang ke 17. Tongkat sebagai tanda menerima tugas dan juga sekaligus dikaitkan dengan tanda dan mujizat. Tongkat adalah media yang diberikan Allah dipakai dalam pekerjaan pelayanan Tuhan. Makna dan Implikasi Firman Dalam kehidupan bersosial di tengah-tengah masyarakat, jemaat, dunia kerja, dalam keluarga, dan komunitas lainnya, betapa pentingnya kehidupan berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, interaksi antar manusia dapat dibangun dan secara teologis interaksi manusia dengan Tuhan dan Tuhan dengan manusia juga dapat terpelihara melalui komunikasi. Tuhan dapat berkomunikasi dengan satu orang manusia dan kepada banyak orang. Namun demikian maksud atau kehendak Tuhan yang dikomunikasikan kepada satu orang tidak hanya berhenti kepadanya, melainkan ada maksud-maksud Tuhan yang harus diteruskan, kepada orang lain. Melalui komunikasi kehendak Tuhan dinyatakan, hal-hal yang baik dapat dibangun dan bahkan hal-hal yang buruk dapat diperbaiki dan dipulihkan melalui komunikasi. Jikalau manusia hanya berdiam diri, tidak bertindak dan berkomunikasi rasanya mustahil untuk menggapai apa yang diharapkan dari keluarga, masyarakat dan jemaat. Tuhan memakai Musa sebagai orang yang dipilih-Nya, untuk melaksanakan rencana penyelamatan Allah bagi orang Ibrani dari perbudakan Mesir, kemudian menjadikan orang Ibrani menjadi sebuah bangsa yang besar, sebagai bangsa yang dipilih Allah disebut Israel dan agar Israel percaya dan mengakui ialah Allah, membawa mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir. Dalam berkomunikasi dengan Musa dan dengan umat Israel, hal yang menarik adalah Tuhan Allah memakai media. Tongkat yang menjadi ular dan dipegang ekornya kembali menjadi tongkat, memberi arti bahwa Allah memakai benda mati untuk mengko-munikasikan kuasa Allah yang tak terbatas itu kepada manusia, agar manusia percaya akan Allah dan kehendak-Nya. Kehendak Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia, oleh karena itu ketika manusia masih belum yakin akan kebenaran perkataan Tuhan, Tuhan dengan cara-Nya memakai berbagai media melakukan keajaiban agar manusia percaya kehendak Tuhan termasuk kepada Musa, kemudian Musa kepada umat Israel. Oleh karena itu Allah menyiapkan dua tanda mujizat lagi bila yang pertama belum berhasil. Mujizat kedua tangan Musa dipakai Tuhan sebagai media, tangan yang di masukan ke dalam baju Musa kemudian ditarik keluar, tangan itu kena kusta putih seperti salju, lalu dimasukkan kembali ke dalam baju dan ditarik ke luar tangan Musa pulih kembali. Mujizat ketiga air dari sungai Nil menjadi darah, ketika air ditaruh di tanah yang kering air itu menjadi darah. Tuhan memakai media untuk memberitakan kuasaNya, untuk menyaksikan bahwa Ia Tuhan. Di era digital, gereja harus terbuka dalam menanggapi media elektronik maupun media online. Media elektronik seperti Televisi, radio, computer dan lain-lain sedangkan media online adalah situs jejaring sosial yang mengizinkan para pengguna atau (user) untuk membuat profil atau informasi pribadi seperti foto, Video, data pribadi dan bahkan kegiatan keseharian. Beberapa situs jejaring sosial yang kita kenal, yaitu facebook, Twitter, Path, instagram, dan Geogle plus. Namun yang paling terpopuler dalam kenyataan adalah facebook. Realitas peradaban baru di zaman era digital oleh gereja harus disikapi secara terbuka dan menggunakannya sebagai media pemberitaan Injil dan pemberitaan tentang kemahakuasaan Allah. Dari penglihatan kita, facebook sangat banyak penggunanya maka adalah kesempataan emas dalam upaya"membangun" Kerajaan Allah dan peluang pekabaran Injil sebagai sebuah kekuatan. Namun demikian perlu juga diperhatikan dampak negative dari media online. Peran gereja adalah mengingat-ingatkaan jemaat, menegur dengan kasih karena adanya pemanfaatan media online seperti facebook yang menjadi batu sandungan. Gereja harus menghindarkan diri dari komunikasi yang kebablasan, yang merusak esensi persekutuan jemaat. Peran gereja dalam memanfaatkan media sosial digital bagi pelayanan dalam rangka penginjilan, Pemberitaan Firman dan sebagai sarana komunikasi gereja dan pelayanan khusus serta warga gereja tentu adalah untuk menjawab kebutuhan pelayanan. Sehubungan dengan maksud tersebut di atas dan melihat realitas adanya dampak negative akibat pemanfaatan sarana teknologi informatika digital yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan maka gereja harus menyuarakan spirit integritas kristiani dalam pemanfaatannya. Peran gereja adalah menyuarakan paling tidak beberapa point antara lain: 1. Gereja (Pemimpin, pelayan dan umatnya) harus membangun kemampuan dalam penggunaan media sosial dengan sikap kritis dalam konteks wawasan etis yang memajukan nilai-nilai kemanusiaan/menempatkan manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia. 2. Sebagai sarana penginjilan. 3. Dalam semangat saling membantu, saling melengkapi, saling meng-hidupkan, saling memajukan dan saling memberdayakan. 4. Menghindarkan diri dari diperbudak atau menjadikan berhala komunikasi media social karena keserakahan. Marilah kita menggunakan media online sebagai media ber-koinonia, berdiakonia, bermarturia. Berkoinonia seperti ucapan selamat HUT, dukungan moral, turut berdukacita, dan sebagainya; Berdiakonia seperti ucapan-ucapan yang menghibur, menguatkan, mengarahkan, dan sebagainya. Hindarkanlah status yang men-cemarkan nama orang lain. Media haruslah digunakan untuk pelayanan. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: Bagaimana sikap Musa menanggapi panggilan Tuhan kepa-danya menurut perikop bacaan dalam Keluaran 4:1-17? Allah memakai media untuk menyatakan kekuasaan-Nya menyakinkan Musa agar percaya diri dalam menerima pang-gilan Tuhan. Jelaskan media apa yang Tuhan gunakan. Di era digital, media online khususnya facebook banyak digunakan dalam berkomunikasi, termasuk warga GMIM (PELSUS dan Jemaat) ada dampak positif dan negative. Jelaskan dan bagaimana solusinya mengatasi/mengantisipasi dampak ini. NAS PEMBIMBING: Efesus 6:16 POKOK - POKOK DOA: Agar warga gereja memberi diri dalam pekerjaan Tuhan Tetap percaya pada kuasa Tuhan Dapat menggunakan berbagai media secara positif, baik media cetak, elektronik maupun online. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Persiapan: NNBT No 3 Mari Kita Puji Allah Pembukaan: PKJ No. 2 Agunglah Pengakuan Dosa dan Pengampunan: KJ No 439 Lawanlah Godaan Persembahan: NKB No 197 Besarlah Untungku Penutup: NNBT No 21 Pergilah Kamu. ATRIBUT: Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang. Label: Keluaran 4:1-17
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018 1 Korintus 12:1-11(1) 1 Raja-Raja 12:16-17(1) 1 Raja-Raja 12:16-24(1) 1 Yohanes 4:7-21(1) 2 Timotius 2:1-13(1) 2 Timotius 3:10-17(2) Ayub 5:27(1) Kejadian 13:1-18(1) Kejadian 1:1-31(1) Kejadian 39:1-23(1) Kejadian 50:15(1) Kejadian 50:21(1) Kejadian 6:9-22(1) Keluaran 4:1-17(1) Kidung Agung 1:1-8(1) Kisah Para Rasul 15:33-34(1) Kisah Para Rasul 17:10-15(1) Lukas 16:10-18(1) Lukas 2:1-7(1) Maleakhi 2:10-16(1) Markus 10:13-16(1) Markus 10:35-45(1) Markus 16:1-2(1) Matius 16:21-28(1) Matius 26:47-56(1) Mazmur 71:17-24(1) Pengkhotbah 3:1-15(1) Roma 10:4-15(1) Roma 1:16-17(1) Ulangan 31:1-8(1) Yesaya 28:23-29(2) Yesaya 6:1-13(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1) Sebelum: RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,