gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1124 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk"
TEMA MINGGUAN :"Kasih Kristus sebagai Dasar Membangun Relasi yang Harmonis"

BACAAN ALKITAB: Efesus 5:22-33
Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Konflik horizontal dibeberapa dekade terakhir yang menimpa bangsa kita menandakan bahwa Indonesia belum mampu menata secara maksimal kemajemukan bangsanya. Indonesia dengan 257.9 juta penduduk, 17.508 pulau, 300 etnik,  1.340  suku, 6 agama resmi, melahirkan konsekuensi keragaman, yang pada satu pihak adalah kekayaan tetapi pada pihak lain merupakan tantangan dan ancaman. Oleh sebab itu Bhineka Tunggal Ika adalah prinsip ideal untuk membangun kera-gaman masyarakat supaya perbedaan tidak harus melahirkan permusuhan, apalagi konflik .

Sulitkah manusia mengasihi sesamanya yang berbeda hingga disharmoni lebih menonjol lewat konflik yang bernuansa SARA di Indonesia saat ini? Sebuah pertanyaan yang perlu digumuli dan dikritisi dengan iman dan kearifan, mengingat konflik horizontal kini mulai merambah pada agama yang sama, daerah yang sama, suku yang sama, lembaga yang sama. Miris menyaksikan fakta hidup seperti ini. Karena itu perlu upaya untuk menciptakan nilai-nilai yang dapat merekatkan kemajemukan tersebut agar tidak berpotensi konflik.

Kesadaran seperti ini perlu diawali dari warga gereja. Karena, Keharmonisan dalam skala besar ditentukan dan diawali dari lingkup kecil seperti gereja dan keluarga. Berpedoman pada; Kasih Kristus Sebagai Dasar Membangun Relasi yang Harmonis, warga gereja berkontribusi penuh dalam, mencip-takan masyarakat yang rukun, damai dan harmonis. Kasih Kristus yang mengatasi segala perbedaan dan permusuhan harus menjadi realitas konkrit dalam hidup warga gereja. Gereja harus menjadi tempat pertama Kasih Kristus digenapi, supaya (gereja) menjadi kesaksian terdepan dalam mem-bangun relasi yang harmonis.

 

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Ayat 22-24, Paulus memulai bagian ini dengan nasehat yang ditujukan kepada isteri untuk tunduk kepada suami. Tunduk kepada suami dipandang sebagai keharusan dari seorang isteri. Penundukan diri (Yun=hupotage) memang banyak kesejajarannya dalam Perjanjian Baru, misalnya hamba tunduk kepada tuan (Titus 2:9; I Petrus 2:18), anak muda tunduk kepada orang tua (I Petrus 5:5, Efesus 6:1, I Timotius 3:4), masyarakat tunduk kepada pemerintah (Roma 13:1-7). Tetapi sikap tunduk tidak didasarkan karena jenjang kekuasaan (hierarki) bahwa pihak yang lemah harus tunduk kepada yang kuat. Pengaruh budaya Paternalistik di mana kaum laki-laki begitu dominan hingga layak dipatuhi sebagai sebuah penghormatan. Paulus memberi dasar teologi bahwa keharusan mutlak untuk tunduk - isteri kepada suami - mengacu pada hubungan jemaat dan Kristus. Sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian layaknya isteri tunduk kepada suami.

Kristus adalah teladan yang mendemonstrasikan hupotage = rasa tunduk yang benar, bukan karena  paksaan; tapi dalam ketaatan yang sungguh, Ia menempuh jalan kerendahan diri dan hati yang teruji dan terbukti. Ketaatan Kristus pada BAPA dipandang Paulus sebagai contoh yang sungguh, seorang isteri tunduk pada suaminya.

Ayat 25-30, Sikap tunduk isteri kepada suami akan melahirkan keharusan yang sama bahkan lebih lagi karena suami  harus mengasihi isterinya. Perhatikanlah makna kata mengasihi yang begitu kuat; agapesen dari akar kata agape = kasih, adalah kasih sejati, bersumber dalam diri Kristus sendiri, tanpa menuntut balas, tanpa batas, murni seperti air putih yang dikiaskan oleh Paulus. Isteri yang tunduk kepada suami akan mendapat respon kasih yang murni, karena terlebih dahulu dibersihkan dengan air dan firman.  Di sini Kasih agape yang dihasilkan bukan karena imbalan dari sikap tunduk seorang isteri. Namun terutama menunjuk bahwa relasi suami isteri telah dilembagakan oleh Allah dalam kasih dan kehendak-Nya. Karena itu, Suami sebagai kepala isteri, sebagaimana Kristus adalah Kepala Jemaat, diberi kehor-matan untuk pertama-tama menyatakan kasih agape. Relasi harmonis hanya tercipta jika dalam urusan mengasihi harus ada yang mendahuluinya. Kristus yang pertama-tama mengasihi jemaat-Nya demikian juga suami kepada isterinya. Dalam hal mengasihi, menghormati dan menghargai, hen-daknya seseorang saling mendahului, tidak menunggu perintah. Konteks seperti ini harus bermula dalam ranah kecil seperti relasi suami isteri yang ditunjuk oleh Rasul Paulus.

Hubungan suami isteri yang harmonis akan berindikasi pada keharmonisan keluarga secara menyeluruh. Maka menjadi penting seorang suami/kepala meletakkan pembangunan seisi keluarganya di atas dasar kasih Kristus, hingga keluarga men-jadi lembaga yang sacral demikian kata Luther, dan menjadi lembaga yang sangat dihormati karena Allah telah member-katinya ungkap Calvin. Kemurnian kasih Kristus untuk jemaat, menjadi kekuatan suami mengasihi isterinya, anak-anaknya, bahkan segenap keluarganya, dengan jalan itu juga suami sanggup menjaga hubungannya yang intim dengan isteri, memeliharanya dalam kekudusan hingga jauh dari perbuatan cela. Suami yang menabur kasih, ia pantas manuai berkat. Akhirnya,predikat sebagai "kepala" pun layak disandang karena ia telah menjadi sarana berkat bagi isterinya.

Ayat 31-33, selanjutnya, sikap tunduk dan mengasihi adalah pernyataan yang tidak asing dalam hidup suami isteri. Karena memang suami isteri tidak diikat hanya karena terpenuhinya syarat yuridis (undang-undang perkawinan) tetapi oleh kasih Kristus. Allah yang pertama-tama berinisiatif  menghendaki terbentuknya hubungan ini. Jika seorang laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan isteri dan menjadi satu daging, maka itu menunjuk pada kiasan yang dipakai untuk mengokohkan hubungan Kristus dan jemaat-Nya. Rahasia kasih Ilahi tersingkap dalam Kristus yang mengasihi jemaat dan menjadi realitas dalam relasi suami isteri. Kasih Kristus-lah dasarnya hingga relasi suami isteri menjadi harmonis. Demikian juga selanjutnya keharmonisan bisa dikecap, jika relasi suami-isteri terus dipelihara dalam kasih Kristus.
Makna dan Implikasi Firman

    Allah menginginkan hubungan suami isteri - keluarga - menjadi pertanda Kerajaan Sorga. Keluarga seharusnya menjadi tempat pertama dimana kerajaan-Nya digenapi. Artinya menjadi model dari suatu masyarakat yang hidup di bawah pemerintahan Ilahi yang adil dan sejahtera, masyarakat yang damai dan memperdamaikan. Karena itu nilai-nilai teologi kristen yang ditawarkan jangan menjadi suram dalam dunia. Sekularisasi jangan menggiring manusia menjadi serupa dengan dunia ini. Keluargalah tempat pertama keharmonisan diwujudkan.
    Memaknai HUT Proklamasi RI ke-73, warga gereja di-tuntut semakin partisipatif dalam rangka mengembangkan relasi harmonis masyarakat Indonesia di tengah kera-gaman dan kemajemukan. Indonesia adalah anugerah Ilahi yang harus dikelola, ditatalayani dan dipertanggung-jawabkan kepada DIA yang adalah pemilik segala bangsa, sehingga masyarakatnya hidup dalam tatanan luhur; berani menolak diskriminasi, menjauhi permusuhan, benci konflik dan perang. Gereja harus yang pertama membuk-tikan kedewasaannya hidup di Indonesia yang merdeka.
    GMIM yang kini menyandang predikat"gereja global", mau membuktikan diri bahwa dimensi kesaksian dan pelayanannya tidak hanya dalam skala lokal di tanah Minahasa semata. Pembuktiannya tidak sekedar mengha-dirkan GMIM ada "di mana-mana", tetapi lewat GMIM, Kristus dimuliakan "di mana-mana"sampai ke ujung bumi, karena itu kesaksian dan pelayanannya juga berimplikasi global. Visi: GMIM yang Misioner dan Inklusif yang pernah diusung pada periode pelayanan 2010-2014, semakin mempertajam wawasan oikumenis, bahwa relasi harmonis itu perlu dibuktikan dalam hubungan dengan gereja-gereja sedunia.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

    Apa makna isteri tunduk kepada suami dan suami mengasihi isteri menurut teks Alkitab?
    Apakah tindakan konkret gereja dalam rangka membangun relasi harmonis dalam masyarakat?
    Sebutkan hal yang menghalangi terciptanya keharmonisan dalam keluarga, khususnya hubungan suami isteri?

NAS PEMBIMBING: Filipi 2:8

 POKOK-POKOK DOA

    Memaknai HUT kemerdekaan Indonesia yang ke 73
    Tuhan menolong agar pemerintah dan masyarakat bersinergi membangun masyarakat Indonesia yang harmonis.
    Gereja semakin dewasa hidup dalam kasih Kristus, hingga menjadi saksi hidup di tengah masyarakat global.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Nyanyian Masuk: NNBT No. 1. Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses Nas Pembimbing: NNBT No. 26 Tuhan Yesusku Mutiara Hatiku

Ses Pengakuan Dosa: KJ. No. 35. Tercurah Darah Tuhanku

Ses Berita Anugerah: KJ No. 436. Lawanlah Godaan

Ses  Doa Pemb Alkitab:PKJ No 14 Kusiapkan Hatiku Tuhan

Ses Pembacaan Alkitab: NKB No. Siapa Yang Berpegang

Persembahan: KJ No. 450 Hidup Kita Yang Benar

Penutup: NNBT No 20. Kami Bersyukur Pada-Mu Tuhan

 ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16


Sebelum:

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(22)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(7)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,