gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 421 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN :"Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni di Tengah Masyarakat Majemuk"
TEMA MINGGUAN :"Hidup Harmoni Dalam Kemajemukan"

BACAAN ALKITAB:
Lukas 10:25-37
Orang Samaria yang murah hati
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"



ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kata Harmoni (dalam bahasa Yunani; harmonia) berarti terikat secara serasi/sesuai. Kehadiran gereja di tengah dunia, untuk memberi dampak harmoni dalam hidup dan menjadi berkat. Dari tri tugas panggilan gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani; itulah warna yang tidak boleh pudar dimana pun dan dalam kondisi apapun. Termasuk di Negara kesatuan Republik Indonesia yang masyarakatnya majemuk. Kemajemukan bukan hanya menggambarkan konteks agama yang beragam, tetapi berlaku juga dalam hal pendidikan, status sosial, suku, ras, etnis dan gender. Hidup adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada kita; "Hidup bersama untuk bersama hidup" bukan suatu slogan untuk diucapkan tetapi hendaklah dilakukan dengan baik dan dijalani dengan penuh ucapan syukur di negeri ini yang sudah 73 tahun Indonesia merdeka (1945 - 2018), namun kecenderungan hidup mementingkan diri dan kelompok pada saat ini masih menjadi isu yang mengancam dan merongrong Negara Kesatuan Repuplik Indonesia. Oleh karena itu gereja terpanggil menyuarakan suara kenabian dan menjadi pelopor untuk memelihara hidup harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan dunia.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Perjumpaan Yesus dengan ahli Taurat bukanlah suatu kebetulan, tetapi tujuan mereka adalah untuk mengawasi bilamana Yesus melakukan kesalahan sehingga ada alasan untuk menangkap dan mendakwa-Nya sebagai penista agama Yahudi. Kemudian seorang ahli Taurat maju dengan per-tanyaan yang ingin mencobai Yesus, bukan dengan maksud untuk meminta pencerahan ilahi. "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Yesus bukan tidak tahu maksud tujuan sang ahli Taurat, tetapi dengan sigapnya Yesus mengarahkan pertanyaan ahli Taurat tersebut dengan pertanyaan "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kau baca di sana?"

Dengan lugas dan fasih sang ahli Taurat, yang sama dengan semua orang Yahudi saleh lainnya pasti tahu intisari dari 10 Hukum Taurat, segera menjawab: "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"

Setelah mendengar jawaban Yesus, si ahli Taurat kembali mengajukan satu pertanyaan, untuk meminta penegasan Yesus, siapakah sesama manusia itu? Hukum Taurat secara tegas menjelaskan bahwa sesama manusia, mencakup aspek holistik, mencakup semua manusia yang ada di dunia ini, semua orang tanpa pandang bulu. Karena semua manusia diciptakan oleh Allah. Akan tetapi para guru agama Yahudi, ahli Taurat membelokkan pemahaman bahwa sesama manu-sia yang menyeluruh itu, terbatas hanyalah sesama suku bangsa Yahudi.

Maka mulailah Yesus menceritakan kisah yang sangat luar biasa menyentuh ini: Adalah seorang yang turun dari Yerusalem menuju ke Yerikho, di tengah perjalanan ia dirampok dan dipukuli sampai hampir mati. Dalam keadaan sekarat tiada berdaya, tiba-tiba munculah seorang imam Yahudi, hmm...mungkin ia akan segera mendapat pertolongan. Akan tetapi betapa ironis respon sang imam, hanya melewati orang tersebut. Selanjutnya, harapan datang melalui kehadiran seorang Lewi yang juga lewat di tempat tersebut. Akan tetapi responnya juga sama. Ia bahkan jalan jauh-jauh tidak ingin mendekat untuk melihat kondisi orang tersebut.

Orang tersebut diabaikan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi sahabat-sahabatnya, yang bukan saja sebangsa dan seagama, tetapi juga seorang imam dan yang satu lagi seorang Lewi, tokoh-tokoh masyarakat dengan kedudukan penting. Mereka bahkan dianggap suci. Tugas mereka mewajibkan mereka harus bersikap lemah-lembut dan penuh belas kasihan.

Kemudian datanglah seorang Samaria lewat di situ. Responnya sungguh di luar dugaan. Sebab orang Samaria dicap sebagai bangsa yang najis, jahat dan berdosa. Orang Yahudi tidak boleh bergaul apalagi bersentuhan dengan mereka. Orang Samaria mungkin tidak melakukan aktifitas rohani seperti orang Yahudi mereka tidak memahami konsep yang ada dalam Hukum Taurat tentang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Yang dilakukannya, oleh Yesus menyebutkan dengan cukup detil setiap tindakannya: mem-bersihkan, membalut dan membawa ke tempat penginapan. Yesus menjelaskan bahwa pertolongan yang diberikan oleh orang Samaria merupakan wujud dari hati yang digerakkan oleh belas kasihan. Bahwa, hati yang berbelas kasihan akan menggerakkan seseorang untuk mendekat kepada orang lain, masuk dan menempatkan diri dalam situasi orang tersebut. Ungkapan yang sama juga dikaitkan dengan tindakan-tindakan Yesus ketika menolong orang-orang yang menderita.

Pesan yang diajarkan Yesus melalui perumpamaan ini, Yesus mau mengatakan bahwa jika mau memperoleh kehidupan kekal maka harus melakukan tindakan kasih kepada sesama kita. Seperti yang digambarkan dalam perumpamaan tentang seorang Samaria, yang jelas bukan termasuk orang Yahudi tetapi dalam membantu sesama tidak memandang siapa yang dibantu. Hal ini pertanda, bahwa Hukum Taurat yang ditegaskan kembali dalam Hukum Kasih, adalah suatu hukum yang tidak lagi eksklusif, melainkan inklusif. Hukum Taurat dalam pandangan Yesus, adalah Hukum Kasih yang me-nyentuh segala macam suku bangsa, termasuk manusia dalam latar belakang budaya masing-masing. Karena itu Yesus hendak mengubah cara pandang ahli Taurat, dari kebiasaan mengkhususkan pribadi dan kelompoknya sendiri, diperbarui dengan melihat dan memberlakukan Hukum Kasih kepada semua orang, termasuk orang Samaria. Inilah aspek kema-jemukan Hukum Kasih yang hendak dinyatakan oleh Yesus. Kemajemukan bukan hanya berfungsi untuk menggambarkan konteks agama yang berbeda, melainkan lebih dari itu. Kemajemukan juga berlaku bagi kehidupan pendidikan, status sosial, suku, ras, etnis dan gender. Dengan perumpamaan ini, Yesus melakukan suatu perombakan, tradisi yang kaku dari orang Yahudi (band. Matius 5:44-48). Selanjutnya menjadi murid Tuhan Yesus, haruslah mentaati perintah-Nya. "Kasih kepada Tuhan dan sesama" dimana keduanya digabungkan untuk melukiskan arah dan jalan menuju kepada kehidupan kekal. Perjumpaan seorang ahli Taurat dengan Yesus mem-buka pintu yang tertutup yakni cara pandang tentang kasih yang sempit; Pergilah, dan perbuatlah demikian!" (Lukas 10:37). Perintah ini merupakan panggilan untuk menunjukkan belas kasihan kepada semua orang. Yesus memberi penger-tian bahwa sesama manusia adalah setiap orang yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.

Makna dan Implikasi Firman

Dalam menyambut perayaan Proklamasi NKRI ke 73 tahun (17 Agustus 2018); Masalah Suku, Agama, Ras masih dirasakan di mana ada kecenderungan sikap mementingkan dan membenarkan diri bahkan kelompok semakin nyata di era sekarang ini. Indonesia adalah negara yang kaya dengan budaya bahkan segala potensi alam yang ada. Latarbelakang sosial budaya sering menjadi masalah dalam pelayanan gereja ketika itu tidak dicermati dan disikapi dengan baik. Gereja hadir bukan hanya dalam kata tetapi dalam tindakan nyata. Refleksi dari kisah perjumpaan Yesus dengan ahli Taurat dengan pertanyaan yang diajukan ahli Taurat merupakan suatu hal yang prinsip karena bicara soal hidup kekal. Sikap dan tanggapan Yesus mengenai pertanyaan yang disampaikan, mengajarkan juga kepada kita bahwa "Hidup ber-sama untuk bersama hidup" hendaklah dilakukan dengan baik. Tujuan hidup orang Kristen bukan hanya di dunia tetapi sorga kekal "Hidup kekal bersama-Nya". Jadi bukan berapa lama kita hidup di dunia tapi bagaimana hidup memberi arti dan menjadi berkat. Gereja terpanggil menyuarakan suara kenabian dan menjadi pelopor memelihara hidup harmoni di tengah masyarakat Indonesia dan dunia yang majemuk. Tindakan kasih orang Samaria yang baik hati ini menentang cara berpikir bahkan cara bertindak yang salah pada jaman itu. Dimana antara orang Samaria dan orang Yahudi terdapat semacam permusuhan atau semacam "tembok pemisah". Orang Samaria dijauhi dan dipandang rendah oleh orang Yahudi, dan tak jarang orang Samaria berlaku tidak bersahabat terhadap orang Yahudi (bdk. Lukas 9:52-53; Yohanes 4:9). Yesus menegaskan dan sekaligus mengajarkan suatu pola berpikir dan sekaligus bersikap yang baru, yaitu pola pikir dan sikap Kristiani yang memancarkan kasih tanpa pandang bulu melalui figur seorang Samaria yang baik hati. Jangan tunda ketika saatnya bisa berbuat baik! Perbuatan baik tidak melihat kepada siapa dan dimana hal itu dilakukan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

    Apa maksud perikop bacaan ini bila dikaitkan dengan tema: hidup harmoni dalam kemajemukan ?
    Apa saja bentuk-bentuk masalah dalam kehidupan bergereja di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di dunia pada umumnya ?
    Bagaimana sikap warga gereja agar dapat hidup harmoni dalam kemajemukan ?

NAS PEMBING: Roma 10:12

POKOK-POKOK DOA:

    Hidup bersama untuk bersama hidup
    Gereja yang mempersiapkan umat untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi
    Pemerintah yang bisa mengayomi masyarakat di dalamnya umat/gereja.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN

HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan : KJ No. 17 Tuhan Allah Hadir

Ses Nas Pembimbing: NNBT No 2 Dunia Tercipta Oleh Kar'na Tuhan-Mu

Pengakuan Dosa : NNBT No 32 Dunia S'makin Berkabut

Pemberitaan Anugerah Allah : KJ No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Pengakuan Iman : NNBT No 13 Ya Allah Bapa, Ya Yesus Tuhan

Hukum Tuhan : KJ No.178 Kar'na Kasih-Nya Padaku

Persembahan : NNBT No 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : Hidup Ini Adalah Kesempatan

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018


Sebelum:

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(65)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,