gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1454 kali
Download MP3 Music
MTPJ 15 s d 21 Juli 2018
TEMA BULANAN : "Pendidikan Sebagai Misi Gereja Dalam Pembentukan Karakter"
TEMA MINGGUAN : "Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman"

BACAAN ALKITAB: Pengkhotbah 3:1-15

Untuk segala sesuatu ada waktunya
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. 3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; 3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; 3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; 3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; 3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. 3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 3:13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. 3:14 Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. 3:15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.



ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dinamika kehidupan dialami manusia dalam batasan waktu sejak lahir sampai mati (from womb to tomb). Segala sesuatu yang pernah dijalani, dirasakan, dilihat, didengar, dipikirkan, dikerjakan manusia disebut pengalaman. Pengalaman akan menjadi berharga bila seseorang mampu memaknai kegagalan dan keberhasilan yang dialaminya. Kualitas suatu pengalaman dapat diukur dari kemam-puan kita mengambil pelajaran atas pengalaman tersebut yang memungkinkan kita menjadi tahu dan hasil tahu itu disebut pengeta-huan. John Dewey seorang pakar Pendidikan berpendapat: belajar dari pengalaman adalah cara belajar yang terbaik.

Ada hal yang sangat mendesak untuk kita cermati dan renung-kan, yakni apakah dengan berbagai dinamika/pengalaman hidup yang kita lalui itu telah kita kritisi dan maknai? Apakah kita telah jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran atau nilai didik untuk membentuk dan memperteguh hidup dalam pengharapan iman? Percaya ada TUHAN yang berkuasa dalam hidup kita dan karena itu kita taat sepenuhnya kepada Dia, tidak hanya dalam pemahaman (kognitif) semata, tetapi juga dalam realitas hidup sehari-hari. Kita yakin pengalaman bersama Tuhan membentuk dan memperteguh hidup. Inilah bagian dari pengharapan iman kita.

 

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Pengkhotbah (Ibrani: Qoheleth) artinya berkumpul, dari kata dasar "Qahal": perhimpunan/perkumpulan; (Ing. Ecclesiastes). Pengkhot-bah ialah suatu jabatan untuk memanggil orang berkumpul. "Pengkhotbah" juga diartikan sebagai pengajar atau guru dalam suatu perkumpulan. Penulis kitab ini adalah anak Daud, Raja atas Israel di Yerusalem (1:1, 12), seorang yang bijaksana dan penyair (bnd. I Raja-raja  3,4,5,10), dikenal sebagai Salomo. Menarik untuk disimak bahwa apa yang diuraikan Pengkhotbah dalam kitab ini, justru lahir dari: Pertama, pribadi Pengkhotbah sendiri; hal ini jelas dalam pasal 1 sampai 10, penulis menggunakan kata ganti "aku". Kedua, berdasarkan pada pengalaman hidupnya, seperti kesaksian-nya karena "memeriksa", "menyelidiki" dengan hikmat apa yang terjadi di bawah langit (bnd.1:13; 2:3); "melihat", (Bnd. 1:14; 2:13; 3:16; 4:7; 8:9) "menguji", "melakukan", "mengusahakan", "menin-jau" (Bnd.2:2, 4, 5, 1), atau "meneliti" (bnd.2:11).

Dari berbagai pengalaman hidup itu, pengkhotbah menemukan segala sesuatu di dalam dunia ini ada masanya, ada waktunya (ayat 1). Hal ini menegaskan pertama : segala sesuatu ada dalam kurun waktu tertentu, ada awalnya dan ada akhirnya, (ada batasnya). Kedua: segala sesuatu berada di bawah satu rangkaian rencana Sang Khalik. Ketiga: manusia tidak dapat mengubah segala sesuatu yang ada masanya dan ada waktunya itu dengan hukum atau aturan yang lain, misalnya segala sesuatu bisa tidak ada masanya, atau bisa tidak ada waktunya. Pengkhotbah mengungkap 14 pasang kata tentang fakta hidup dengan menggunakan gaya bahasa yang berlawanan (antitesis); dan gaya bahasa yang menyatakan suatu peristiwa secara lugas dan jelas (enumerasi). Ada hal yang tak dapat kita ubah selain hanya dapat diterima dan dijalani, misalnya: waktu lahir-meninggal; waktu menanam-mencabut; namun ada hal yang dapat kita pilih, atau sepenuhnya berada di tangan kita, misalnya berbicara-berdiam diri; mengasihi-membenci; perang-berdamai. Berbagai rangkaian peristiwa (siklus) hidup itu tersedia waktu mengalami hal yang menyenangkan  dan hal yang menyusahkan (ayat 2-8).

Pengkhotbah menyadari keterbatasan manusia; "Apa untungnya berjerih payah" (ayat 9, bnd.1:3; 2:11), namun disadarinya bahwa manusia harus berjerih payah karena hal itu diberikan oleh Allah, sungguh pun melelahkan. Berjerih payah dalam bekerja akan menjadi sia-sia bila tidak bergantung sepenuhnya pada Allah yang menyediakan pekerjaan itu (9, 10). Segala sesuatu dirancang indah (baik, teratur, bermanfaat) oleh Allah bahkan Allah memberi keke-kalan dalam hati manusia. Kekekalan (Ibrani: olam), dapat berarti ketersembunyian atau kerahasiaan. Allah memberi kemampuan bagi manusia untuk melihat, berpikir, mempelajari, memahami berbagai pengalaman hidupnya agar bertindak dan berusaha hidup sebaik-baiknya (11).

Pengalaman baik di saat susah maupun senang dipakai TUHAN untuk mendidik, membentuk dan meneguhkan hidup dalam peng-harapan iman; bahwa menjalani berbagai realitas kehidupan ini, mutlak bergantung sepenuhnya pada Allah. Inilah hidup yang dinamis dan optimis (penuh semangat dan berpengharapan baik) tak pernah mengenal apatis dan pesimis (acuh tak acuh dan bermasa bodoh). Allah merancang siklus kehidupan sedemikain rupa, supaya manusia takut akan Allah (ayat 12-15). Hidup tanpa takut akan Allah adalah mutlak sia-sia.
Makna dan Implikasi Firman

    Segala sesuatu dalam dunia ini ada masanya (suatu periode yang ditetapkan) dan ada waktunya (kejadian yang ditentukan); ada awalnya, ada akhirnya. Termasuk hidup manusia dibatasi dalam kurun waktu dilahirkan dan meninggal.
    Pengalaman dalam menjalani hidup, apakah menyenangkan atau menyusahkan, bukanlah suatu kebetulan, tapi suatu kesem-patan berharga untuk dimanfaatkan sebaik baiknya. (bnd. Galatia 6:9-10; Filipi 1:21-22).
    Manusia diberi nilai kekekalan (Kerahasiaan Allah) berupa hikmat dan kebijaksanaan untuk mencermati, mengkritisi dan memaknai berbagai pengalaman yang dialami dalam rangka membentuk dan memperteguh hidup dalam pengharapan iman. Hidup takut akan Allah (takjub, hormat dan taat sepenuhnya pada Allah) Sang Penguasa masa dan waktu hidup.
    Berpengharapan iman dengan karakter hidup dinamis dan optimis (penuh semangat dan berpengharapan baik) bahwa Allah menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya dan Allah terus bekerja datangkan kebaikan (bnd. Roma 8:28). Pengharapan iman ini akan memperkuat orang percaya meng-hadapi berbagai masalah pribadi, keluarga atau pun masyara-kat. Gereja dimampukan menata diri dan kuat menghadapi berbagai dinamika dalam gerak pelayanannya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Apa yang saudara pahami dengan pernyataan "untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya" sesuai perikop ?
    Berikanlah contoh konkrit bahwa pengalaman seseorang dapat membentuk dan memperteguh hidup dalam pengharapan iman.
    Bagaimana sikap Iman kita, saat menghadapi pergumulan atau pun kesenangan hidup ?

 NAS PEMBIMBING : Ibrani 6:11-12

 

POKOK - POKOK  DOA :

    Orang percaya menyadari masa atau waktu hidup anugerah Allah ini sangatlah terbatas.
    Orang percaya memahami bahwa pengalaman membentuk dan memperteguh hidup dalam pengharapan iman, dan terus bersaksi hidup dalam takut akan Allah.
    Gereja diberi kekuatan Iman dalam menghadapi berbagai dinamika gerak pelayanan.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK III

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Pembukaan: NNBT No. 1. Pujilah Dia, Pujilah Dia.

Ses Nas Pembimbing:  KSK.38 Harap Saja Pada Allah.

Ses Pengakuan Dosa: KJ No. 37a Batu Karang Yang Teguh

Ses Berita Anugerah Allah: NKB No. 184 Engkau Milikku Abadi.

Ses Pembacaan Alkitab: NKB No. 119 Nyanyikan Lagi Bagiku

Ses Pengakuan Iman: NKB No.201 Di Jalan Hidupku

Persembahan: KJ No. 367 Pada-Mu, Tuhan dan Allahku

Nyanyian Penutup dan Berkat NNBT No. 22 Maka Kasih Allah Bapa

 ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Pengkhotbah 3:1-15 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

Sebelum:
MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,