gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 517 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Memperkokoh Sinergisme demi Keutuhan dan Kesinambungan Pelayanan"
TEMA MINGGUAN : "Roh yang Mempersatukan"

Bacaan Alkitab :
Kisah Para Rasul 2:1-13
Pentakosta
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Gereja terpanggil untuk melakukan tugas bersekutu, bersaksi dan melayani ditengah dunia ini. Tugas kerja pelayanan ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri oleh gereja dan segenap orang percaya. Dan karena itu sangat membutuhkan peran Roh Kudus yang akan menuntun, membimbing dan berkarya dalam segenap realitas kehidupan.

Pekerjaan Roh Kudus sering menjadi polemik panjang ditengah pelayanan gereja. Bukan karena kita tidak ada dalam pengakuan bersama tentang itu (tentang Roh Kudus), akan tetapi sering kali yang dipersoalkan ialah bagaimana kita dapat mengakui sekaligus membedakan mana pekerjaan Roh Kudus dan bukan. Hal ini dapat terukur ketika ada kelompok-kelompok tertentu dalam gereja yang hendak membatasi dan atau sebaliknya mengasumsi-kan cara kerja Roh Kudus dalam sebuah persekutuan. Seolah pekerjaan Roh Kudus hanya melalui pemberian Bahasa Rohdan mengabaikan karunia-karunia yang  lain untuk membangun iman jemaat. Belum lagi bila dalam banyak kesempatan kita mende-ngar bahwa kami adalah kelompok yang penuh dengan Roh Kudus dan yang lain tidak atau biasa-biasa saja.

Inilah fakta yang sering kita jumpai dalan kehidupan bergereja dewasa ini yang mulai terjebak pada sikap dan pandangan yang mulai terkotak-kotak dan sulit untuk saling menerima dan mengakui. Kerukunan yang selama ini terpelihara kini menjadi sarat konflik.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kisah Para Rasul menceritakan sejarah gereja Kristen awal setelah naiknya Yesus Kristus ke sorga. Kisah Rasul secara garis besar menggambarkan tentang peristiwa perjalanan Injil dari Yerusalem, ibu kota Yehuda dunia Yahudi.

Hari Pentakosta adalah hari yang kelima puluh setelah kebang-kitan Yesus Kristus. Secara linguistic Pentakosta berasal dari bahasa Yunani Pentekoste yang secara harafiah berarti kelimapuluh adalah hari dimana terjadinya pencurahan Roh Kudus kepada murid-murid (para rasul) di Yerusalem. Secara historis, hari raya pentakosta ini telah dikenal oleh orang Yahudi yang memaknainya dengan perayaan pesta panen dimana roti-roti yang pertama dibuat dari hasil utama gandum yang baru dipanen dan dipersembahkan kepada Tuhan sebagai korban. Dan ketika mempersembahkan korban tersebut, maka semua orang harus berkumpul untuk menikmati berkat-Nya dan tidak diperkenankan untuk melakukan pekerjaan atau aktifitas apapun . Sebab itu mereka menyebutnya  hari raya Pertemuan Kudus.

Kehadiran Roh kudus kala itu dengan memperdengarkan bunyi seperti tiupan angin keras (ayat 2) yang juga merupakan lambang dari suatu keberadaan yang tidak kelihatan tapi dapat dirasakan. Hal ini sejajar dengan pneuma (Yunani) berarti juga angin. Dan ketika itu nampaklah dalam bentuk lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada setiap orang. Kesaksian ini hendak menunjukan bahwa ungkapan "lidah seperti nyala api" mau menggambarkan sebuah karya melalui kuasa yang luar biasa itu hendak mendorong/menggerakan bahkan memberi kesanggupan kepada  para murid/rasul untuk berkata-kata, berbicara, berbahasa dan atau bersaksi tentang Yesus Kristus yang telah bangkit itu.

Peranan pekerjaan Roh kudus telah membuat para Rasul dapat berbicara dalam bahasa yang diberikan oleh Roh itu, dan bahasa yang mereka ucapkan ketika itu dapat dimengerti dan dipahami oleh orang-orang yang hadir disaat itu, yang walaupun bahasa dan bangsa mereka berbeda dengan para rasul (ayat 9-11). Beragamnya latar belakang bangsa dan bahasa dikala itu, tentu menjadi kesulitan tersendiri bagi para rasul untuk menyampaikan kesaksian kepada orang yang notabenenya bukan sebangsa, apalagi sebahasa. Tetapi itu bukan karena para murid ataupun kemampuan linguistic mereka yang menguasai berbagai bahasa melainkan karena peranan Roh Kudus. Tentu peranan Roh Kudus sanggup untuk menyatukan berbagai perbedaan (apakah bangsa,bahasa) sehingga mereka saling mengerti sesuai kesaksian dalam ayat 6 bahwa :..mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri juga dalam ayat 8 :....bagai mana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai dinegeri asal kita.Dengan  perkataan lain bahwa melalui pekerjaan Roh Kudus mujizat untuk berkata-kata dan mujizat untuk mendengar telah berpadu/menyatu dan berkarya bagi segenap orang disaat itu, baik para rasul maupun semua orang yang mendengarkannya.

Sekalipun karya Roh kudus sangatlah fenomenal, tetapi tidak semua orang memiliki kepekaan yang tinggi tentang itu. Ada diantara mereka yang malah sebaliknya menyindir pekerjaan Roh Kudus dengan berkata bahwa"mereka sedang mabuk oleh anggur manis"(ayat.13).  Tapi dalam jumlah yang besar, mereka tercengang-cengan dan heran ketika menyaksikan peristiwa itu.

Makna dan Implikasi Firman

Kita semua tahu bahwa pemberian Roh Kudus adalah bagian dari penggenapan janji Allah untuk memperlengkapi segenap orang percaya dengan kuasa Ilahi. Menjadi bagian dalam kuasa Ilahi itu bukanlah hal yang mudah. Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya dalam berbagai bentuk dan pasti menurut kehendak Bapa dan bukan menurut ukuran dan kepantasan manusia. Pada hakekatnya karya Roh Kudus adalah untuk memperkatakan dan menyampaikan berita keselamatan dan Yesus Kristus yang telah bangkit mengalahkan maut, adalah pusat atau inti pemberitaan itu.

Roh Kudus yang telah berkarya dihari Pentakosta itu terhadap para rasul, mampu mempersatukan banyak orang dari berbagai suku bangsa. Penyatuan itu tidak semata menjadikan mereka itu sama secara personal, tapi dalam kebersamaan mereka mampu berkata dan mendengar Kristus yang adalah satu-satunya jalan keselamatan. Kesatuan didalam Kristus dalam peran Roh Kudus, menepis pandangan yang arogan, primordial dan diskriminatif untuk melihat bahwa hanya kita, dan atau kelompok kitalah yang memiliki kuasa Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus harus mampu menempati tatanan hidup orang percaya sehingga menjadi pemersatu bagi yang berselisih paham, menjadi perekat bagi yang terpecah-belah, menjadi patokan dan ukuran dalam kebaikan, kebenaran dan kejujuran dan bahkan mampu untuk mengatakan itu (baik, benar dll) dalam keadaan-keadaan yang sulit, tertekan  dan penuh intervensi. Peranan Roh Kudus mampu menjadikan kehidupan orang percaya penuh keberanian dan jauh lebih tegar, yang walaupun seringkali hal itu berkonsekuensi pada penolakan, penganiayaan dan sebagainya.

Dari berbagai aspek kehidupan manusia, apakah budaya, suku bangsa, ekonomi, hukum dan peradilan, politik, masalah sosial kita sangat membutuhkan peran dan karya Roh Kudus, supaya benar-benar,  kehidupan yang lebih baik dan menjadi berkat bagi siapa saja akan dapat dilakukan oleh kita sebagai orang-orang yang telah menerima keselamatanitu dan menerima Roh Kudus.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

    Apa yang saudara pahami tentang Roh yang mempersatukan menurut bagian bacaan Kisah Para Rasul 2:1-13
    Jelaskan seperti apa bentuk-bentuk pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya maupun gereja.

NAS PEMBIMBING: Yoel 2:28-29

POKOK-POKOK DOA:

    Gereja terus berseru untuk dipimpin Roh Kudus.
    Tiap orang percaya dapat menunjukkan cara hidup berserah pada kuasa Roh Kudus.
    Hidup dalam persatuan dan persekutuan sekalipun berbeda-beda

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PENTAKOSTA 1

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan  : Hormat Bagi Allah Bapa

Ses Nas Pembimbing: Roh Kudus Kau Hadir Disini

Pengakuan Dosa : NKB No. 22 Walau Dosamu Merah

Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 240a Datanglah, Ya Sumber Rahmat

Ajakan Untuk Hidup Menurut Roh: KJ No. 237 Roh Kudus, Tetap Teguh

Persembahan : KJ No. 235 Kudengar BerkatMu Turun

Penutup: KJ No. 249 Serikat Persaudaraan

ATRIBUT:

Warna dasar merah dengan simbol Salib dan Lidah api.





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2018
1 Korintus 12:1-11(1)
1 Raja-Raja 12:16-17(1)
1 Raja-Raja 12:16-24(1)
1 Yohanes 4:7-21(1)
2 Timotius 2:1-13(1)
2 Timotius 3:10-17(2)
Ayub 5:27(1)
Kejadian 13:1-18(1)
Kejadian 1:1-31(1)
Kejadian 39:1-23(1)
Kejadian 50:15(1)
Kejadian 50:21(1)
Kejadian 6:9-22(1)
Keluaran 4:1-17(1)
Kidung Agung 1:1-8(1)
Kisah Para Rasul 15:33-34(1)
Kisah Para Rasul 17:10-15(1)
Lukas 16:10-18(1)
Lukas 2:1-7(1)
Maleakhi 2:10-16(1)
Markus 10:13-16(1)
Markus 10:35-45(1)
Markus 16:1-2(1)
Matius 16:21-28(1)
Matius 26:47-56(1)
Mazmur 71:17-24(1)
Pengkhotbah 3:1-15(1)
Roma 10:4-15(1)
Roma 1:16-17(1)
Ulangan 31:1-8(1)
Yesaya 28:23-29(2)
Yesaya 6:1-13(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




Selanjutnya:

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018


Sebelum:

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18



All Pembacaan Alkitab GMIM 2018:

MTPJ 24 Desember 2018 Khotbah Malam Natal - Menyambut Kelahiran Yesus - Lukas 2:1-7

MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4) - Yesus Kristus Penyelamat Dunia - 1 Yohanes 4:7-21

MTPJ 2 s-d 8 Desember 2018 (Minggu Adven 1)

MTPJ 25 November s/d 1 Desember 2018 - Gunakan Media Sebagai Sarana Pelayanan - Keluaran 4:1-17

RHK Sabtu, 10 November 2018 - Ungkapan yang Menghibur, Menenangkan Hati - Kejadian 50:21

RHK Minggu, 4 November 2018 - Berprasangka Buruk Bukanlah Hal yang Baik - Kejadian 50:15

MTPJ 28 Oktober s/d 3 November 2018 - Stop Hoax - Matius 28:11-15

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

MTPJ 21 s-d 27 Oktober 2018 - Bijak Menggunakan Teknologi - Yesaya 28:23-29

RHK Sabtu, 20 Oktober 2018 - Melangkah dengan Damai - Kisah Para Rasul 15:33-34

MTPJ 14 s-d 20 Oktober 2018 - Media Sebagai Sarana Memelihara Kehidupan Beriman - Kisah Para Rasul 15:22-34

MTPJ 7 s-d 13 Oktober 2018 - Gereja di Era Digital - Kejadian 6:9-22

MTPJ 30 Sept - 6 Oktober 2018 - Gunakan Karunia untuk Kepentingan Bersama - 1 Korintus 12:1-11

Pembacaan Alkitab GMIM MTPJ 23 s-d 29 September 2018 - Cinta Allah Menerobos Perbedaan - Kidung Agung 1:1-8

MTPJ 16 - 22 September 2018 - Panggilan Gereja Memelihara Perdamaian di Tengah Masyarakat Majemuk - Kejadian 13:1-18

MTPJ 2 - 8 September 2018 - Firman Allah Menjadikan Orang Lebih Baik Hati - Kisah Para Rasul 17:10-15

MTPJ 26 Agust s/d 1 Sept 2018 Komitmen Iman Di Tengah Keberagaman - Maleakhi 2:10-16

MTPJ 19 s-d 25 Agustus 2018

MTPJ 12 - 18 Agustus 2018

MTPJ 5 s-d 11 Agustus 2018

MTPJ 22 s-d 28 Juli 2018 - Markus 10:13-16

MTPJ 15 s d 21 Juli 2018 - Pengalaman Membentuk dan Memperteguh Hidup dalam Pengharapan Iman - Pengkhotbah 3:1-15

MTPJ 8 s-d 14 Juli 2018 - Kebajikan Allah (Bersyukur adalah Karakter Orang Percaya) - Mazmur 111:1-10

MTPJ 1 s-d 7 July 2018 - Hidup sebagai anak-anak terang (Mengertilah Kehendak Tuhan) - Efesus 5:1-21

MTPJ 24 s-d 30 Juni 2018 - Pendidikan Seumur Hidup - Mazmur 71:17-24

MTPJ 17 s-d 23 Juni 2018 - Firman Mempersatukan dan Menyelamatkan Bangsa - Roma 10:4-15

MTPJ 12 Juni 2018 (HUT PI dan Pendidikan Kristen ke-187) - Injil Yang Menyelamatkan - Roma 1:16-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

MTPJ 10 s/d 16 JUNI 2018 - Firman Allah Sebagai Sumber Pendidikan Karakter - 2 Timotius 3:10-17

RHK Sabtu, 9 Juni 2018 - Keterbatasan Pengetahuan Manusia - Ayub 5:27

MTPJ 3 s/d 9 Juni 2018 - Allah Mendidik Umat-Nya - Ayub 5:17-27

MTPJ 27 Mei s/d 2 Juni 2018

MTPJ 20 - 26 Mei 2018 ( Hari Raya Pentakosta1)

MTPJ 6 - 12 Mei 2018 - Kesetiaan Dimulai dari Hal-hal Kecil - Lukas 16:10-18

MTPJ 29 April s/d 5 Mei 2018 - Pemimpin yang Bijaksana Mendengar Setiap Aspirasi - 1 Raja-Raja 12:16-24

RHK Minggu, 22 April 2018 Doa dan Puasa adalah Panggilan Iman Ester 4:1-3

Pembacaan Alkitab GMIM Minggu, 29 April 2018 - Belajar Mendengar 1 Raja-Raja 12:16-17

MTPJ 8 - 14 April 2018

MTPJ 1 - 7 April 2018 Hari Raya Paskah 1 (Hari Anak GMIM)

RHK Minggu, 1 April 2018

Jumat Agung 30 Maret 2018 - Setia Sampai Mati - Bacaan Alkitab : Yohanes 19 : 28 - 30

MTPJ 25 - 31 Maret 2018 - Hidup ada Dalam Rancangan Allah - Minggu Sengsara VI

MTPJ 18 - 24 Maret 2017 Minggu Sengsara V

RHK 11 - 17 Maret 2018 Minggu Sengsara IV - Syarat Mengikut Yesus - Matius 16:21-28

MTPJ 4 - 10 Maret 2018 Minggu Sengsara III - Komitmen Mengikut Yesus

MTPJ 25 Feb. s/d 3 Maret 2018 Minggu Sengsara II - Markus 10:35-45

MTPJ 18 - 24 Februari 2018 Minggu Sengsara I - Panggilan Untuk Ikut Menderita - 2 Timotius 2:1-13

MTPJ 11 - 17 Februari 2018

MTPJ 28 Januari s/d 3 Februari 2018 - Ini Aku, Utuslah Aku - Yesaya 6:1-13

MTPJ 21 - 27 Januari 2018 - Pola Hidup Sehat MendatangkanKecerdasan

MTPJ 14 - 20 Januari 2018 - Kejadian 39:1-23 - Meraih Sukses dengan Iman

MTPJ 7 - 13 Januari 2018 - Tuhan Mencipta, Manusia Memelihara - Kejadian 1:1-31

MTPJ 31 Desember 2017 s/d 6 Januari 2018 - Kemarin, Hari Ini dan Besok Dalam Tangan Tuhan - Ulangan 31:1-8

Pembacaan Alkitab GMIM Januari 2019



MENU UTAMA:
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(28)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(65)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu Rohani GMIM(1)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(7)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2018..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,