gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 2235 kali
Download MP3 Music
MTPJ 22-28 Januari 2017
TEMA BULANAN : "Yesus Datang Menghadirkan Kedamaian, Keadilan dan Keutuhan Ciptaan"
TEMA MINGGUAN : "Bekerja dan Menabung adalah bagian dari Perilaku Orang Bijak"
Bahan Alkitab : Amsal 13:1-11

Amsal 13:1-11
13:1 Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan. 13:2 Dari buah mulutnya seseorang akan makan yang baik, tetapi nafsu seorang pengkhianat ialah melakukan kelaliman. 13:3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. 13:4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. 13:5 Orang benar benci kepada dusta, tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri. 13:6 Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya, tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa. 13:7 Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak. 13:8 Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang, tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman. 13:9 Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam. 13:10 Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat. 13:11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Penjelasan:
* Wejangan-wejangan Moral, 13:1-4 (13:1)
    Di antara anak-anak dari orangtua yang sama, bukanlah hal baru jika sebagiannya bisa diharapkan, sementara yang lainnya justru kebalikannya. Sekarang di sini kita diajar untuk membedakan mereka.
    1. Ada harapan besar bagi anak-anak yang memiliki rasa hormat terhadap orangtua mereka dan bersedia dinasihati dan diperingatkan oleh mereka. Bijaklah, dan akan menjadi jauh lebih bijak lagi, anak yang mendengarkan didikan ayahnya, yang berkeinginan untuk mendengarkannya, memperhatikannya, dan menurutinya, dan tidak hanya mendengarnya sekilas, masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri.
    2. Hanya ada sedikit harapan bagi orang-orang yang bukan saja tidak mau mendengarkan hardikan dengan sabar, tetapi juga tidak sudi tunduk pada peraturan, dan mencemooh orang-orang yang masih bersedia memperhatikan mereka. Bagaimana orang bisa memperbaiki kesalahan jika ia sendiri tidak mau diberi tahu kesalahannya, dan malah menganggap musuh orang-orang yang mau berbuat baik seperti itu kepada mereka?

* (13:2)
    Perhatikanlah:
    1. Jika apa yang keluar dari dalam lubuk hati adalah baik, dan dari perbendaharaan yang baik, maka ia akan berbalik dengan membawa keuntungan. Penghiburan dan kepuasan batin akan menjadi makanan sehari-hari. Bahkan, hal itu akan menjadi pesta yang abadi bagi orang-orang yang senang dengan perkataan yang baik untuk membangun .
    2. Kekerasan yang dilakukan akan berbalik menimpa orang yang melakukannya: nafsu seorang pengkhianat yang menyimpan dan merancangkan kejahatan, dan melampiaskannya dengan perkataan dan perbuatan, ialah melakukan kelaliman. Perut mereka akan dipenuhi dengan kelaliman. Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan (Why. 18:6). Setiap orang akan meminum apa yang direbusnya, menelan apa yang dikatakannya. Karena menurut ucapan kita, kita akan dibenarkan atau dihukum (Mat. 12:37). Buah yang kita hasilkan, itulah yang akan kita makan (Rm. 6:21-22).

* (13:3)
    Perhatikanlah:
    1. Menjaga bibir berarti menjaga jiwa. Orang yang berhati-hati, yang berpikir dua kali sebelum berbicara satu kali, yang jika ada pikiran jahat menekapkan tangan pada mulutnya untuk menahannya, yang mengekang lidahnya kuat-kuat, dan menggenggam kekang itu erat-erat, ia memelihara nyawanya dari banyak kesalahan dan juga kesedihan. Dan ia menyelamatkan dirinya dari banyak celaan pahit terhadap dirinya sendiri, dan dari celaan-celaan orang lain terhadap dia.
    2. Sudah banyak orang yang hancur karena lidah yang tidak dijaga: siapa yang lebar bibir, untuk mengeluarkan quod in buccam venerit - apa saja yang ingin dikeluarkannya, yang suka menghardik, menyentak-nyentak, membuat keributan, dan berbicara dengan seenaknya sehingga menentang Allah maupun manusia, ia akan ditimpa kebinasaan. Perbuatannya itu akan membinasakan nama baiknya, kepentingannya, penghiburannya, dan jiwanya untuk selama-lamanya (Yak. 3:6).

* (13:4)
    Inilah:
    1. Kesengsaraan dan kehinaan si pemalas. Lihatlah betapa bodoh dan konyolnya mereka. Mereka menginginkan keuntungan-keuntungan yang didapat oleh orang rajin, tetapi mereka membenci jerih payah yang dilakukan orang rajin. Mereka mendambakan segala sesuatu yang bisa didambakan, tetapi tidak mau mengerjakan apa pun yang harus dikerjakan. Oleh karena itu, sebagai akibatnya, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Sebab, orang yang tidak mau bekerja akan kelaparan, dan janganlah ia makan (2Tes. 3:10). Keinginan si pemalas, yang seharusnya menggugah semangatnya, justru membuatnya tersiksa, yang seharusnya membuat dia sibuk, justru membuatnya selalu gelisah. Sebenarnya, semua itu justru merupakan kerja yang lebih keras daripada pekerjaan itu sendiri.
    2. Kebahagiaan dan kehormatan orang yang rajin: hati mereka diberi kelimpahan. Mereka akan mendapatkan kelimpahan, dan akan menikmatinya dengan nyaman, dan dengan lebih nyaman lagi karena itu merupakan buah dari ketekunan mereka. Hal ini benar terutama dalam perkara-perkara rohani. Orang-orang yang hanya duduk malas membayangkan yang enak-enak tidak tahu akan keuntungan-keuntungan dari agama. Sedangkan orang-orang yang bersusah payah melayani Allah mendapatkan kesenangan maupun keuntungan darinya.

* (13:5)
    Perhatikanlah:
    1. Apabila anugerah Allah bertakhta, dosa menjadi sesuatu yang menjijikkan. Adalah watak yang sudah tidak diragukan lagi pada setiap orang benar bahwa ia benci kepada dusta (maksudnya, semua dosa, sebab setiap dosa adalah dusta, dan khususnya semua penipuan dan kebohongan dalam perdagangan dan percakapan). Bukan saja ia tidak akan berdusta, tetapi juga ia membenci dusta, yang dilandasi dengan cinta kebenaran dan keadilan yang sudah berurat akar dan bertakhta di dalam dirinya dan dalam kepatuhannya terhadap Allah.
    2. Apabila dosa bertakhta, maka orang menjadi menjijikkan. Jika kedua matanya dibuka dan hati nuraninya digugah, ia akan jijik kepada dirinya sendiri, ia akan membenci dirinya dan dengan menyesal duduk dalam debu dan abu . Namun bagaimanapun juga, ia menjijikkan bagi Allah dan semua orang baik. Terutama lagi, ia menjadikan dirinya menjijikkan dengan berdusta, yang lebih dibenci daripada apa pun. Dan, meskipun mungkin ia menyangka bisa menanganinya untuk sementara waktu, namun ia akan memburukkan diri dan terhina pada akhirnya, dan akan malu menunjukkan wajahnya (Dan. 12:2).

* (13:6)
    Lihatlah di sini:
    1. Orang-orang kudus dilindungi dari kehancuran. Orang-orang yang saleh jalannya, yang berniat jujur dalam segala tindak-tanduk mereka, yang dengan kesadaran hati nurani taat pada aturan-aturan yang suci dan kekal tentang keadilan, yang dengan tulus hati berurusan baik dengan Allah maupun dengan manusia, kejujuran dan kesetiaan mereka akan menjagai mereka dari godaan-godaan Iblis, yang tidak akan menang atas mereka, dari celaan-celaan dan kejahatan-kejahatan orang fasik, yang tidak akan mencengkeram mereka, sehingga mereka tidak akan celaka (Mzm. 25:21).

Hic murus aheneus esto, nil conscire sibi.
Jadikanlah kejujuran sebagai benteng pertahananmu yang kokoh
berdiri tegar menjaga kemurnian hatinya-lahuranimu.

    2. Orang-orang berdosa ditentukan untuk binasa. Kefasikan orang-orang fasik akan menjatuhkan mereka pada akhirnya, dan mereka terbelenggu di dalam kefasikan itu selagi mereka hidup. Dicelakah atau dihancurkankah mereka? Kefasikan mereka sendirilah yang mencela mereka, yang menghancurkan mereka. Mereka sendirilah yang akan menanggungnya.

* (13:8)
    Kita cenderung menilai kebahagiaan manusia, setidaknya di dunia ini, melalui kekayaan mereka, bahwa mereka berbahagia atau tidak bergantung pada banyak sedikitnya kekayaan duniawi yang mereka miliki. Namun, Salomo di sini menunjukkan betapa penilaian ini merupakan kesalahan parah, supaya kita bisa menerima dengan baik keadaan miskin, dan tidak mendambakan kekayaan bagi diri kita sendiri atau iri hati terhadap orang-orang yang hidupnya berkelimpahan.
    1. Orang-orang yang kaya memang dihormati oleh sebagian orang karena kekayaan mereka, namun, untuk mengimbanginya, oleh sebagian yang lain mereka dicemburui dan diserang, dan nyawa mereka menjadi terancam, dan karena itu mereka terpaksa memberikan tebusan dengan kekayaan-kekayaan mereka. Janganlah bunuh kami, sebab kami masih mempunyai perbekalan tersembunyi di luar kota (Yer. 41:8). Di bawah pemerintahan sebagian penguasa yang lalim, menjadi kaya sudah merupakan kejahatan. Dan betapa sedikit saja manusia harus berterima kasih pada kekayaannya jika kekayaan itu hanya digunakan untuk menebus nyawanya, yang tidak akan terancam seandainya ia tidak kaya!
    2. Orang-orang yang miskin direndahkan dan diabaikan oleh sebagian orang, yang seharusnya menjadi teman-teman mereka, namun, untuk mengimbanginya, mereka juga direndahkan dan diabaikan oleh orang lain yang bisa saja menjadi musuh-musuh mereka seandainya ada barang berharga yang mereka miliki: orang miskin tidak akan mendengar ancaman, tidak akan dicela, dihardik, didakwa, atau ditimpa kesulitan, seperti halnya dengan orang kaya. Sebab, tidak ada orang yang memandang layak untuk memperhatikan mereka. Ketika orang-orang Yahudi yang kaya dibawa sebagai tawanan ke Babel, orang miskin dari negeri itu ditinggalkan (2Raj. 25:12). Cantabit vacuus coram latrone viator - Apabila seorang pelancong dihadang perampok, ia akan gembira karena tidak ada banyak barang padanya.

* (13:9)
    Inilah:
    1. Penghiburan bagi orang-orang yang baik semakin bertumbuh dan tetap untuk selama-lamanya: terang orang benar bercahaya gemilang, maksudnya, terang itu bertambah besar, dan membuat mereka gembira. Bahkan kemakmuran lahiriah mereka adalah sukacita mereka, dan terlebih lagi karunia-karunia, anugerah-anugerah, dan penghiburan-penghiburan itu, yang dengannya jiwa mereka diterangi. Semuanya itu bercahaya kian bertambah terang (4:18). Roh adalah cahaya mereka, dan Ia memberi mereka sukacita yang penuh, dan bergirang untuk berbuat baik kepada mereka .
    2. Penghiburan bagi orang-orang yang jahat layu dan mati: pelita orang fasik bersinar redup dan lemah. Pelita itu tampak menyedihkan, seperti lilin kecil di dalam kendi, dan akan segera padam meninggalkan kegelapan yang teramat pekat (Yes. 50:11). Terang orang benar seperti terang matahari, yang mungkin tertutup gerhana dan diliputi awan, namun akan terus memancar. Terang orang fasik seperti terang yang mereka nyalakan sendiri, yang akan segera redup dan mudah dipadamkan.

* (13:10)
    Perhatikanlah:
    1. Keangkuhan yang bodoh cepat mendatangkan perselisihan. Mau tahukah engkau dari mana datangnya sengketa dan pertengkaran? Sengketa dan pertengkaran datang dari akar kepahitan ini. Hawa-hawa nafsu lain (amarah, iri hati, dan ketamakan) bisa menyebabkan perselisihan, tetapi dari semuanya keangkuhanlah penyebab yang terbesar. Keangkuhan sendirilah yang akan menebarkan perpecahan, tanpa perlu bantuan apa pun. Keangkuhan membuat orang tidak sabar menghadapi pertentangan dalam hal pendapat atau keinginan mereka, tidak sabar menghadapi persaingan dan permusuhan, tidak sabar menghadapi penghinaan, atau apa pun yang tampak seperti tindakan meremehkan. Keangkuhan membuat orang tidak sabar dalam mencapai kesepakatan, namun lebih memilih mengundurkan diri, karena kesombongan untuk mempertahankan suatu hak dan kebenaran tertentu pada pihak mereka. Dari semua inilah timbul petengkaran-pertengkaran di antara sanak saudara dan sesama, pertengkaran-pertengkaran di antara bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan, di antara jemaat-jemaat dan persekutuan-persekutuan Kristen. Manusia ingin membalas dendam dan tidak mau mengampuni, karena mereka angkuh.
    2. Orang-orang yang rendah hati dan menebarkan kedamaian berarti berhikmat dan mendengarkan nasihat. Orang-orang yang mau meminta dan menerima nasihat, yang mau bertanya pada suara hati mereka sendiri, pada Alkitab mereka, hamba-hamba Tuhan yang melayani mereka, teman-teman mereka, dan tidak mau berbuat sesuatu dengan gegabah, berarti berhikmat. Seperti dalam hal-hal lain, begitu pula dalam hal ini, mereka mau merendahkan diri, mau membungkuk dan tunduk, demi menjaga ketenangan dan mencegah pertengkaran.

* (13:11)
    Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan akan bertahan tergantung bagaimana ia didapat dan dipakai.
    1. Apa yang didapat dengan cara yang jahat tidak akan pernah memberikan manfaat, sebab kutuk yang menyertainya akan memboroskannya, dan kecenderungan-kecenderungan jahat yang sama yang mencondongkan manusia memakai jalan-jalan dosa untuk memperoleh yang nyaman, mencondongkan mereka pada jalan-jalan dosa yang serupa untuk hidup boros: harta yang cepat diperoleh (kjv: harta yang diperoleh dengan kesia-siaan - pen.) akan habis dalam kesia-siaan, dan kemudian akan berkurang. Apa yang didapat dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak halal, atau yang tidak layak dikerjakan oleh orang-orang Kristen, seperti pekerjaan yang hanya dikerjakan untuk memuaskan keangkuhan dan kemewahan, yang diperoleh dengan berjudi atau bermain sandiwara, bisa dengan benar dikatakan sebagai harta yang diperoleh dengan kesia-siaan, sama seperti harta yang diperoleh dengan menipu dan berbohong, dan akan berkurang. De male quæsitis vix gaudet tertius hæres - Harta yang diperoleh dengan cara yang jahat hampir tidak bisa lagi dinikmati sesudah tiga turunan.
    2. Apa yang didapat dengan ketekunan dan kejujuran akan semakin bertambah, bukannya berkurang. Harta itu akan melangsungkan kehidupan, akan diwariskan, dan akan berkelimpahan. Siapa bekerja keras, dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, akan bertambah kaya, sehingga ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan (Ef. 4:28). Dan, sekalipun ia membagikannya, hartanya kian hari kian bertambah.

------------------

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bekerja merupakan kesempatan terbaik yang Allah berikan kepada manusia agar setiap manusia dapat membiayai ke-butuhan dan keinginannya. Rene Descartes (1596-1650) memiliki semboyan: Corgito Ergo Sum (aku berpikir maka aku ada) dan dalam perkembangannya saat ini telah berubah atau berkembang menjadi : Laboro Ergo Sum (aku bekerja maka aku ada). Jika kita belajar dariKejadian 3:19a "dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu..." maka konsekwensi diusir dari Taman Eden adalah bekerja. Pertanyaan penting bagi kita adalah apakah hasil kerja kita dapat membiayai masa kini dan masa depan? Harus diakui bahwa menyisihkan sebagian hasil kerja untuk di tabung atau di investasikan merupakan langkah bijak sebab kesempatan bekerja secara produktif sangat terbatas karena usia dan tenaga kita di batasi oleh waktu.

Tema minggu ini tentang "Bekerja dan Menabung adalah bagian Perilaku Orang Bijak" haruslah dilakukan dengan konsekwen dalam kehidupan warga gereja agar terhindar dari berbagai kesulitan pembiayaan di masa depan. Tidak saja warga gereja, tetapi juga GMIM sebagai organisasi bergereja telah dan sementara menabung Dana Abadi atau Gerakan Satu Triliun (G1T) untuk membiayai gereja dimasa depan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Amsal memiliki arti: ucapan orang bijak, perumpamaan, atau peribahasa berkhikmat. Kitab Amsal berisi syair hikmat  para orang bijak yang diilhamkan Allah dan sebagian besar isi dari kitab Amsal di tulis oleh Salomo sebagai raja Israel.  Membaca kitab Amsal akan membuka wawasan atau cakrawala berpikir. Disamping itu kitab ini sangat mudah dihafal karena menggunakan kata-kata yang sederhana namun mengandung arti yang dalam. Hikmat dalam kitab Amsal ini dihubungkan langsung dengan takut akan Tuhan bukan dengan kepandaian atau pengetahuan yang luas. Dan sebagian besar nasihat bijaksana dalam kitab ini disebutkan dalam bentuk nasihat seorang ayah yang saleh kepada anak-anaknya.

Pendidikan dalam keluarga adalah hal yang utama  mengawali Amsal 13:1-11 Amsal ini berisi nasehat bagaimana seharusnya berperilaku dalam berbagai aspek hidup seseorang supaya menjadi bijaksana (lihat Ams 1: 1-7). Disebutkan bahwa seseorang harus menjaga ucapannya supaya bisa makan dan nyawanya terpelihara (ayt 2-3), tidak boleh malas tetapi rajin supaya diberi kelimpahan (ayat 4), harus hidup benar tidak fasik supaya tidak celaka. Sebab dalam realita ada orang yang berlagak kaya tetapi tidak mempunyai apa-apa, dan ada yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak (ayat. 7). Memang kekayaan itu penting, bisa menjadi tebusan nyawa bagi sese-orang, tetapi juga kalau miskin, orang tidak akan mengindahkan ancaman (ayat 8). Pengamsal mengulang lagi, berarti sangat penting untuk diperhatikan bahwa hidup sebagai orang benar itu harus menjadi hal yang utama karena hidupnya bercahaya gemilang. Sedangkan orang yanghidup fasik pelitanya akan padam (ayat 9). Orang juga tidak boleh angkuh sebab itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan orang yang mendengar-kan nasehat mempunyai hikmat.

Sebagai bagian dari tujuan amsal 13 ini, maka orang bijak harus tahu mengatur hartanya, sumbernya, cara mendapatkan-nya dan penggunaannya. Ini yang dikatakan pengamsal di ayat 11: Harta yang cepat diperoleh akan berkurang. Hal ini menunjuk bagaimana cara atau proses mendapatkan harta itu yakni  kalau harta benda yang diperoleh dengan kefasikan, maka harta itu tidak berguna atau sia-sia bahkan bisa mendatangkan maut, kebinasaan atau kematian (band. Ams. 10:2). Selanjutnya kalau orang mengumpulkan sedikit-demi sedikit, menjadi kaya. Mengumpulkan sedikit demi sedikit berarti  adanya upaya seseorang untuk mengumpulkan harta dari hasil  kerjanya secara benar dan harta yang didapat itu tidak dipakai habis, tetapi sebagiannya disimpan dan pada akhirnya menjadi banyak. Ini yang disebut dengan istilah sekarang sebagai tabungan atau investasi bagi masa depan.

Makna dan Implikasi Firman

Dalam realita kerja telah menyita waktu terbesar kehidupan manusia dan semua orang menginginkan pekerjaan. Ada yang telah melewati proses pembelajaran yang panjang tapi belum memiliki pekerjaan, ada yang tanpa melalui jalur pendidikan formal yang panjang bahkan hanya melalui proses praktek jatuh bangun di lapangan pekerjaan namun mengalami keberhasilan yang luar biasa. Ir Ciputra pernah berkata: ada orang yang melihat tapi tidak memperhatikan, ada orang yang memperhatikan tetapi tidak mengerti, ada orang yang mengerti tapi tidak melakukan, ada orang yang melakukan tapi tidak memiliki jiwa entrepreneur, seorang entrepreneur sejati adalah dia yang sepuluh kali jatuh tapi sebelas kali bangkit.

Sikap bijaksana sangat diperlukan untuk menatalayani kehidupan setiap orang, "Gerakan Menabung" adalah tindakan  yang perlu dilakukan agar setiap orang memiliki dana yang cukup untuk membiayai masa tua. Menabung harus mengubah skala prioritas penggunaan uang. Jika sebelumnya uang cenderung dipakai untuk melayani keinginan harus diubah untuk melayani kebutuhan.

Yusuf  menabung 20% atau seperlima dari hasil panen selama tujuh tahun kelimpahan sehingga ia mempunyai cukup makanan untuk menjalani tujuh tahun kelaparan. Setidaknya kita di saat ini mulai menabung 10% dari hasil pendapatan kita setiap bulan agar tabungan itu dapat menjadi investasi masa depan kita. Kitab Amsal 6:6-8 mengajak kita belajar menabung sebagaimana semut yang mengumpulkan bahan makanannya diwaktu panen. Tuhan menganjurkan kita untuk menabung agar siap menghadapi pengeluaran mendadak. Kunci untuk bisa menabung adalah mengurangi pengeluaran yang tidak penting agar pendapatn bisa lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Ingat masa kini adalah masa lalu dari masa depan, sanagtlah perlu melakukan sesuatu untuk masa depan seperti: menabung, investasi, menanam pohon dst. Jika masa kini telah menjadi masa lalu maka tidak akan ada seorangpun yang dapat mengubah masa lalu. Ada ungkapan yang mengatakan: "Waktu terbaik untuk menanam pohon (cempaka, meranti, jati, cengkih) adalah duapuluh tahun lalu dan waktu terbaik sesudah itu adalah sekarang" dan kalaupun kita menabung mari pastikan bahwa harta yang kita peroleh didapatkan dengan cara yang benar.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

    Mengapa manusia harus bekerja dan menabung? Bagai-mana caranya menurut Amsal 13:1-11?
    Apakah orang Kristen bahkan Gereja dalam hal ini GMIM perlu menabung?
    Apakah yang anda ketahui tentang G1T (Gerakan Satu Triliun) dihubungkan dengan pembacaan ini ?

NAS PEMBIMBING: Amsal 6:6-8

POKOK-POKOK DOA :

    Warga GMIM rajin bekerja sebagai tanggung jawab iman
    Warga GMIM belajar membedakan antara Keinginan dan Kebutuhan
    Warga GMIM harus giat, gemar dan sadar menabung

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV  

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Pembukaan : NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Nas Pembimbing: NKB No. 3 Terpujilah Allah

Pengakuan Dosa & Pengampunan: NNBT No. Mari Puji Tuhan Yesus

Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Persembahan : KJ No. 450 Hidup Kita Yang Benar

Penutup: NKB No. 199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Amsal 13:1-11 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab GMIM 2017
1 Korintus 12:12-31(1)
1 Korintus 3:10-23(1)
1 Korintus 3:12-13(1)
1 Korintus 3:14-15(1)
1 Korintus 3:16-17(1)
1 Korintus 3:18(1)
1 Korintus 3:22-23(1)
1 Korintus 4:6-21(1)
1 Korintus 9:1-18(1)
1 Petrus 3:21(1)
1 Petrus 3:22(1)
1 Samuel 16:1-13(1)
1 Timotius 3:1-13(1)
2 Korintus 3:1-18(1)
2 Korintus 8:7-15(1)
Amos 5:10(1)
Amos 5:11(1)
Amos 5:12(1)
Amos 5:7(1)
Amos 5:8(1)
Amsal 29:1-27(1)
Ayub 2:1-13(1)
Ayub 2:13(1)
Ayub 2:3(1)
Ayub 2:4-6(1)
Ayub 2:7-8(1)
Ayub 2:9-10(1)
Efesus 4:1-16(1)
Filipi 2:1(1)
Filipi 2:1-11(1)
Filipi 2:2-3a(1)
Filipi 2:5(1)
Filipi 2:6-7(1)
Filipi 2:8(1)
Filipi 2:9-11(1)
Galatia 6:1-10(1)
Keluaran 16:24(1)
Kisah Para Rasul 21:1-9(1)
Kisah Para Rasul 2:14-16(1)
Kisah Para Rasul 2:14-40(1)
Kisah Para Rasul 2:22-24(1)
Kisah Para Rasul 2:25-28(1)
Kisah Para Rasul 2:29-32(1)
Kisah Para Rasul 2:36-40(1)
Kisah Para Rasul 2:41(1)
Kisah Para Rasul 2:41-47(1)
Kisah Para Rasul 2:42(1)
Kisah Para Rasul 2:43(1)
Kisah Para Rasul 2:44(1)
Kisah Para Rasul 2:46(1)
Kisah Para Rasul 2:47(1)
Kisah Para Rasul 6:1-7(1)
Kolose 1:24-2:5(1)
Lukas 1:26-38(1)
Lukas 22:54-62(1)
Lukas 22:55(2)
Lukas 22:56-57(1)
Lukas 22:58(1)
Lukas 22:59-60(1)
Lukas 22:61(1)
Lukas 22:62(1)
Lukas 23:35(1)
Lukas 23:36-38(1)
Lukas 23:39-40(1)
Lukas 23:41(1)
Lukas 23:42(1)
Lukas 24:1(1)
Lukas 24:3(1)
Lukas 24:36-49(1)
Lukas 24:37-40(1)
Lukas 24:4-5(1)
Lukas 24:41-43(1)
Lukas 24:44-45(1)
Lukas 24:46(1)
Lukas 24:47-48(2)
Lukas 24:49(1)
Lukas 24:6-8(1)
Lukas 24:9-10(1)
Lukas 2:41-52(2)
Lukas 2:49-50(1)
Markus 16:10(1)
Markus 16:11(1)
Markus 16:12-13(1)
Markus 16:9(1)
Markus 16:9-18(1)
Markus 1:9-11(1)
Matius 10:11(1)
Matius 10:12-13(1)
Matius 10:14-15(1)
Matius 10:5-15(1)
Matius 10:7(1)
Matius 10:8(1)
Matius 10:9-10(1)
Matius 22:15-22(1)
Matius 2:1-1(1)
Nehemia 5:1-13(1)
Nehemia 5:13(1)
Roma 4:16-25(1)
Titus 2:9-10(1)
Ulangan 10:12-13(1)
Ulangan 10:14-15(1)
Yakobus 3:13-18(1)
Yeremia 33:14-26(1)
Yesaya 42:1-9(1)
Yesaya 43:1-7(1)
Yohanes 13:1-20(1)
Yohanes 1:15-18(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab GMIM 2017..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,