gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 6739 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri"
TEMA MINGGUAN : "Memelihara Kekudusan Bergereja"

Bahan Alkitab : 1 Korintus 1 : 1 - 9

1 Korintus 1:1-9
Salam
1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 1:2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 1:3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Ucapan syukur
1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.


Penjelasan:
* Bersyukurlah atas kesetiaan Allah.
Apakah sebenarnya yang membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah resep bagi langgengnya persekutuan orang percaya?
Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat (ayat 1,2). Bagian ini penting karena akan menjadi semacam "dasar hukum" bagi semua yang akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sebagai rasul Kristus yang ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1- 19a), ia tidak mempunyai wewenang atau wibawa rohani apapun.

Paulus menekankan adanya hubungan yang khas di antara orang-orang percaya yang dipanggil untuk dikuduskan. Semuanya menjadi bersaudara, saling mendengar karena mereka semua mempunyai satu Bapa (ayat 3), dan ber-Tuhankan Yesus Kristus yang memiliki semua kuasa dari Allah Bapa. Kini landasan relasi antara Paulus dan Sostenes yang datang bersamanya dengan para pembacanya telah diletakkan. Keterikatan di antara mereka semua tercipta karena berada dalam satu rumah tangga rohani, dengan damai sejahtera melingkupinya.
Paulus mengingatkan jemaat bahwa sebagai orang yang berutang kepada Yesus Kristus, karena anugerah keselamatan kekal-Nya, ucapan syukur merupakan hal vital dan tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat. Imbauan Paulus ini didasarkan pada dua hal. [1] jemaat memiliki kemampuan untuk saling bersaksi tentang Kristus. [2], dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali iman jemaat tidak akan terombang ambing sehingga jemaat dapat memelihara kehidupan yang bersih dan tidak tercela. Paulus yakin dan optimis karena kesetiaan Allah memungkinkan itu terjadi.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dunia ini tidak stagnan, dari waktu ke waktu mengalami perubahan di berbagai bidang kehidupan. Perubahan tersebut misalnya dengan semakin berkembangnya teknologi yang mempengaruhi gaya hidup orang Kristen. Antara perilaku yang menyimpang seperti tidak membina hubungan yang baik dengan orang lain, tidak menghormati keluarga bahkan dalam persekutuan bergereja sering terjadi pertengkaran antar jemaat, pelsus dan tidak menghormati persekutuan ibadahnya.

Perubahan perilaku tersebut sangat mempengaruhi keku-dusan umat dalam bergereja. Misalnya dalam ibadah ada orang hanya sibuk mengotak-atik HP, sehingga sebelum ibadah dimulai, melalui layar LCD ditayangkan tulisan "matikan HP selama ibadah berlangsung",  ada yang berjalan-jalan sebelum atau sementara ibadah sehingga di LCD tertulis duduklah dengan sopan. Demikian pun dalam kehidupan sehari-hari ada orang yang tidak menghargai, anugerah kehidupan dan karunia yang Tuhan berikan padanya misalnya dengan mabuk-mabukkan, berjudi, pergaulan bebas, mengkon-sumsi obat terlarang dan perilaku kejahatan lainnya dan menjauhkan diri dari persekutuan yang beribadah.

Memperhatikan beberapa hal tersebut maka sebagai gereja menganggap sangat penting untuk menghayati hakikat gereja yang adalah kudus melalui tema perenungan "Memelihara Kekudusan Bergereja".

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Nas 1 Korintus 1:1-9. merupakan ungkapan awal dari surat rasul Paulus sebelum ia menjelaskan tentang pokok-pokok imannya terhadap apa yang sedang dialami oleh jemaat yang ada di Korintus pada waktu itu. Berbagai hal yang menye-babkan Korintus ini menjadi pusat perhatian orang, antara lain karena kota ini letaknya sangat strategis dalam hal lalu-lintas perdagangan dan perhubungan dari Utara ke Selatan dari Yunani Utara ke Peloponesos di Selatan, serta perjalanan laut ke Timur dan ke Barat harus melewati dan melalui Korintus. Perbuatan maksiat di kota ini juga sangat terkenal apa lagi di dalam kota ini terdapat kuil Aphrodite (dewi cinta). Kota ini merupakan salah satu kota yang ada di "dunia Perjanjian Baru" yang mendapat perhatian pekabaran Injil dari rasul Paulus. Paulus tiba di kota ini setelah ia meninggalkan kota Atena di Yunani (Kisah Para Rasul 18:1) pada tahun 50 M dalam perjalanan keduanya untuk pemberitaan Injil. Ia adalah orang pertama yang memberitakan injil di kota ini. Penduduk di kota ini ada yang berasal dari Roma, Yunani dan Asia.

Di awal tulisannya Paulus menjelaskan kepada jemaat penerima surat bahwa ia adalah seorang rasul Yesus Kristus artinya seorang yang diutus oleh Yesus Kristus.

Istilah "rasul" (orang yang diutus) menunjuk kepada mereka yang dipanggil, diberikan wewenang dan ditugaskan oleh Tuhan Yesus Kristus yang bangkit, untuk menjadi saksi-saksi-Nya (Lih. Kisah Para Rasul. 1:21, 22, dan 9-19),  yang  bersama dengan saudara kita (yakni sesama orang Kristen) (1:1).

Selain penjelasan tentang kerasulannya, dia juga menya-takan bahwa jemaat di Korintus adalah "orang-orang kudus" yang dikuduskan oleh Yesus Kristus (ayat 2). Kata "Kudus" (bahasa Yunani "hagios") yang berarti: suci. Pengertian suci berarti dikhususkan oleh Roh dan bukan karena perbuatan manusia. Penyebutan orang-orang kudus bukan pertama-tama dalam arti etis, melainkan dikhususkan sebagai umat Allah dengan akibat-akibat moral yang besar.

Kondisi itulah yang membuat Rasul Paulus mengucap syukur yang dia bahasakan  sebagai kasih karunia dari Allah, yang membuat mereka  menjadi kaya dan tak berkekurangan dalam satu karuniapun (1:4, 7). Kehidupan jemaat yang penuh dengan kasih karunia inilah yang membuat mereka tak bercacat di hadapan Allah. Rasul Paulus juga mengingatkan kepada jemaat di Korintus bahwa kasih karunia yang mereka dapatkan itu bukan karena usaha mereka, tapi merupakan pemberian dari Allah dalam Yesus Kristus.

Selanjutnya Rasul Paulus berusaha agar jemaat di Korintus tetap terus menerus memelihara kekudusan hidup sebagai satu komunitas orang percaya. Sebab bukan secara kebetulan saja Yesus Kristus disebut berulang-ulang dalam bagian ini, pasti karena ada sesuatu yang sedang menggerogoti kehidupan persekutuan berjemaat. Jadi perkataan-perkataan Paulus ini tidak hanya bersifat himbauan moral saja tapi sebagai suatu peringatan yang terus menerus agar kasih karunia yang mereka miliki dalam Yesus Kristus harus tetap  dipertahankan dengan setia.

Makna dan Implikasi Firman

Rasul Paulus menyadari bahwa kerasulan yang dimilikinya itu bukan karena usahanya tetapi merupakan kasih karunia Tuhan, oleh sebab itu penting sekali tiap orang menyadari dan menghargai serta menghormati akan tugas kerasulan itu dalam hal ini tugas sebagai pelayan khusus (Pendeta, Penatua, Syamas, Guru Agama). Di mana tugas kerasulan ini sangat menjunjung arti kekudusan seorang hamba Tuhan. Hal ini sangat mempengaruhi pelayanan gereja zaman sekarang, ketika seorang hamba Tuhan hanya melihat tugas kehambaan itu sebagai tugas yang biasa saja, hanya terkait dengan periode pelayanan gereja. Sehingga tak jarang ada pelsus tidak lagi menghormati kekudusannya sebagai hamba Tuhan, dengan masih saja melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Antara lain masih didapati ada hamba Tuhan yang melibatkan diri pada praktik prostitusi, perjudian, pemabukan, kekerasan dalam rumah tangga, korupsi, dan lain-lain.

Perbuatan tersebut di atas secara langsung berdampak buruk bagi jemaat yang dilayaninya, sehingga ada sebagian anggota jemaat melakukan perbuatan yang sama seperti yang dilakukan oleh pelsus tersebut. Hal ini menunjukan bahwa kekudusan itu harus benar-benar menjadi bagian hidup bagi seorang hamba Tuhan, sehingga apa yang ia lakukan pada akhirnya mempengaruhi kehidupan bergereja. Selain itu kekudusan menurut rasul Paulus bukan hanya untuk hamba Tuhan tapi juga untuk warga jemaat. Dengan demikian warga gereja juga terpanggil untuk menunjukan kekudusan hidupnya sebagai jawaban atas kasih karunia yang telah dianugerahkan Tuhan bagi orang percaya.

Selain hal tersebut di atas rasul Paulus juga menekankan tentang pentingnya hidup yang tidak bercacat di hadapan Tuhan untuk dinyatakan dalam kehidupan jemaat sehari-hari. Sehingga terciptalah satu persekutuan hidup umat yang mela-kukan firman Tuhan, itu bukan hanya berhenti pada hal-hal serimonial saja melainkan juga pada praktik hidup sehari-hari.

Sikap saling menghormati di antara sesama manusia adalah perilaku yang patut ditumbuhkembangkan dalam berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mereka yang melakukannya disebut orang yang beradab. Perbuatan ini harus dipraktekkan terus seperti rasul Paulus yang selalu menyapa jemaat dan semua orang  percaya.

Karena Allah adalah setia, maka setiap orang percaya, terpanggil untuk tetap setia pada kehendak-Nya sampai hari kedatangan Kristus. Umat Tuhan terpanggil untuk tetap menjaga kekudusan hidup dalam bergereja dengan tidak mengingkari imannya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Bagaimana saudara memahami arti kekudusan dan kasih karunia menurut 1 Korintus 1:1-9?
  2. Bagaimana cara mempraktekkan kekudusan dan kasih karunia dalam hidup bergereja dan berjemaat? 

NAS PEMBIMBING : Imamat 20:26 

POKOK-POKOK DOA:

  • Mohon Roh Kudus menuntun para hamba Tuhan dan jemaat untuk memahami kekudusan dan kasih karunia.
  • Mohon Roh Kudus memampukan para pelayan khusus menjaga kekudusan sebagai kasih karunia Allah 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ. No. 2 Suci, Suci, Suci

Pembukaan: Hati S'bagai Hamba

Pengakuan Dosa & Pengampunan: NNBT No. 11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan"

Nyanyian Penutup: Oh Tuhan Pimpinlah Langkahku 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   1 Korintus 1:1-9 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,