Tindakan Kekerasan adalah Perbuatan yang Dimurkai Allah - Yeremia 12:12-13 -------------------
Yeremia 12:12-13
12:12 Para pembinasa telah datang melintasi segala bukit gundul di padang gurun; sebab pedang TUHAN mengamuk makan dari ujung negeri yang satu ke ujung lain; tidak ada damai bagi segala yang hidup. 12:13 Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala."
Penjelasan:
Mengapa Allah sedemikian murka terhadap umat-Nya sendiri sampai-sampai Ia mengungkapkan itu dengan empat kata yang sangat keras? Allah akan meninggalkan, membuang, menyerakkan ke tangan musuh, dan membenci Yehuda (7-8). Ini bukan karena Allah sewenang-wenang, tetapi karena sedih dan marah bahwa umat-Nya membalas kasih-Nya dengan menentang-Nya (7-13). Para pemimpin umat seperti singa yang mengklaim penguasa atas Tanah Perjanjian, seperti burung buas memangsa umat, dan seperti gembala yang menjarah kebun dan ladang pemiliknya. Kesedihan Tuhan memuncak menjadi murka sebab tiada yang peduli akan kejahatan yang besar itu (11). Ketika berkat Allah ditarik, semua usaha umat Israel menjadi sia-sia. Bukan saja kekalahan militer, juga penderitaan ekonomi, akan mereka tanggung.
Bahwa hukuman Tuhan adil terbukti melalui dijatuhkannya hukuman berat atas bangsa-bangsa yang menjarah Israel. Bangsa-bangsa itu juga akan ditawan dan karenanya Israel terlepas dari cengkeraman mereka. Kepada mereka ini Allah juga berbelas kasih dengan memberikan kesempatan untuk bebas kembali serta berkembang bersama bangsa Israel, apabila mereka mengakui dan menyembah Allah sebagai Yang Hidup, serta meninggalkan ilah mereka semula, yaitu Baal (14-17).
-------------------
Kita pasti tahu peristiwa G 30 S/PKI di mana jelas 7 (tujuh) Jendral dibunuh dengan sadisnya oleh kelompok komunis yang mendatangkan duka yang mendalam bagi rakyat Indonesia. Sikap kejam, sadis, brutal, tak berperi-kemanusiaan terjadi di waktu itu. Sungguh menakutkan!
Tindakan-tindakan kejam terhadap sesama harus kita tolak apapun bentuk dan alasannya. Yeremia menggambar-kan sikap dari pembinasa keji yang mendatangkan pen-deritaan bagi bangsa Yehuda. Sebab baginya pembinasa ini benar-benar telah menyusahkan bangsa Yehuda.
Gereja harus berani bersuara di zaman ini, sebab gaya kekerasan model pembinasa keji mulai nampak di sekitar kita. Premanisme, begal-begalan, tawuran antar kampung (tarkam) mulai dilakukan dan terbukti sudah banyak mendatangkan korban. Kita sebagai orang percaya harus menolak gaya-gaya kekerasan tersebut. Apalagi di tengah-tengah keluarga, "traffiking" dan gaya kekerasan terhadap ibu dan anak harus kita hindari. Praktik hidup yang saling menopang dan mengasihi harus lebih nampak dilakukan dalam kehidupan keluarga kristen untuk menolak praktik kekerasan.
Ingat! Tuhan Yesus selalu mengajarkan kepada kita untuk saling mengampuni dan saling mengasihi. Kita perlu selalu belajar dari teladan Yesus Kristus sebagai Allah yang penuh kasih. Amin.
Doa: Tuhan tolonglah keluarga kami agar tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan penderitaan bagi orang lain. Amin!