Hidup yang Mengandalkan Tuhan
Yeremia 12:7-9
12:7 Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. 12:8 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya. 12:9 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya! Penjelasan:
-----------------
Sampai kapan pun kitalah buah hati-Nya.
Apa dan bagaimana jawab Allah ketika Yeremia meminta supaya Ia menghukum dengan berat umat-Nya yang meninggalkan-Nya (3)? Allah telah melakukannya. Ia telah meninggalkan, membuang, menyerahkan umat-Nya yang adalah kediaman-Nya, negeri milik-Nya, dan buah hati-Nya (7). Apa artinya? Allah dengan tangan-Nya sendiri yang akan menghukum umat-Nya. Walaupun sikap dan tindakan mereka menunjukkan bahwa mereka sudah tidak lagi menghormati hubungan yang harmonis antara Allah dan umat-Nya (8). Penghukuman-Nya akan membuat Yehuda benar-benar terpuruk dan hancur (9-10).
Renungkan: Ketika kita merasakan beratnya penghukuman atau disiplin yang Allah berikan kepada kita, ingatlah selalu apa yang dikatakan Allah kepada Yeremia. Kita tetap buah hati Allah bahkan ketika kita patut menerima disiplin yang berat dari-Nya. Disiplin Illahi bukan berarti Allah telah meninggalkan kita. Ia akan tetap berbelas kasihan kepada kita dan akan memulihkan kita kembali.
----------------
Bagaimana rasanya jika bekal air minum kita habis padahal kita masih akan menempuh perjalanan yang panjang? Tentu kita akan merasa takut dan kuatir. Apalagi jika perjalanan itu kita lakukan di tengah cuaca yang panas terik. Kita pasti akan putus asa.
Yeremia pernah mengalami perasaan kuatir dan takut setelah ia melihat kondisi yang terjadi di Yehuda. Yehuda yang seharusnya menjadi negeri yang damai dan penuh berkat kini telah berubah. Yehuda kini telah hancur bahkan ditinggalkan. Dan yang lebih berat lagi bagi Yeremia karena dia harus meninggalkan kota Yehuda tempat kelahirannya, tempat ia hidup, tempat ia melayani. Apalagi di kalangan bangsa Yehuda, Yehuda adalah kota yang suci bagi mereka.
Kita seringkali mengalami suasana hati seperti Yeremia. Ketika sesuatu yang kita impikan tidak terjadi seperti yang kita harapkan, seringkali menjadikan kita lemah, kita jadi panik dan kuatir. Apakah itu karena masalah pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Apakah itu masalah ekonomi menyangkut kebutuhan hidup kita ataupun lainnya.
Gambaran ini menyatakan kepada kita, supaya kita jangan pernah sekali-kali mengandalkan kekuatan manusia, harta ataupun jabatan selain Kristus. Sebab hal-hal tersebut suatu saat akan mengecewakan kita. Sebagai keluarga kristen kita harus mengandalkan Tuhan sebab di luar Tuhan kita pasti tidak dapat berbuat apa-apa. Siapa yang mengandalkan Tuhan pasti akan diberkati-Nya (bdk. Yeremia 17:7-8). Amin.
Doa: Tuhan Yesus ajarlah keluarga kami untuk setiap saat berseru dan mengandalkan kuasa-Mu, supaya kami menjadi kuat dan setia kepada-Mu. Amin.