gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 5341 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri"

TEMA MINGGUAN : "Jabatan adalah Anugerah Tuhan"
Bahan Alkitab : Yesaya 22:15-25

Tentang Sebna dan Elyakim
22:15 Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan: 22:16 Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu? 22:17 Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat 22:18 dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu! 22:19 Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. 22:20 Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia: 22:21 Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. 22:22 Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. 22:23 Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya. 22:24 Dan padanya akan digantungkan segala tanggungan kaum keluarganya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga. 22:25 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kokoh itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya."

Penjelasan:
* PEJABAT KORUP DIGANTI DENGAN PENGABDI MASYARAKAT YANG SALEH (22:15-25)
Dari segi konteks sebelumnya, wajar untuk beranggapan bahwa Sebna - kepala rumah tangga istana - adalah pemimpin faksi pro-Mesir dalam dewan negara. Dengan keyakinan bahwa kedudukannya aman, dia telah memerintahkan menggali kubur mewah bagi dirinya sendiri, tanpa menyadari bahwa dia akan dicopot dari jabatannya dan mati sebagai seorang miskin di negeri yang jauh. (Menurut II Raj. 18:18, dia telah digantikan oleh Elyakim pada tahun 701 SM, walaupun dia masih menjadi sekretaris dalam pemerintahan). Tetapi, Elyakim (Allah akan meneguhkan) adalah benar-benar pengikut setia Allah, karenanya dia mewakili orang-orang yang masih tersisa dari orang percaya sejati yang menentang persekutuan dengan Mesir yang menyembah berhala.

* Kepentingan sendiri.
Tak dipungkiri bahwa Sebna, kepala rumah tangga istana, berpengaruh besar terhadap segala keputusan yang diambil raja. Bahkan ada kemungkinan tindakan memberontak terhadap Asyur merupakan usulannya. Sedemikian besar kekuasaannya sampai-sampai ia membangun kuburnya sendiri di tempat yang tinggi (ayat 16) untuk kepentingan sendiri pula. Allah murka, karena di mata Allah Sebna bukanlah siapa-siapa dan tak punya apa-apa, termasuk hak dan wewenang melakukan semua itu (ayat 16a).
Hak dan wewenang Allah. Bila Tuhan akan memakai seseorang sebagai pekerja-Nya, maka Tuhan sendirilah yang akan memberikan kuasa, memperlengkapi dengan segala sesuatu (ayat 21). Elyakim bin Hilkia, pekerja pilihan Tuhan itu akan diperlengkapi dengan segala kemampuan, bahkan diberi kedudukan yang tinggi pula. Bila Sebna diumpamakan seperti bola yang menggelinding (ayat 18), Elyakim di tangan Tuhan akan seperti kunci yang menentukan atau gantungan yang terpancang kokoh (ayat 22, 23).


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Jabatan adalah bagian atau cabang dari suatu organisasi yang besar yang mempunyai tanggung jawab dan fungsi yang spesifik (menurut Wikepedia, ensiklopedia bebas.) yang dimaksud dengan spesifik adalah sesuatu yang khusus dalam sebuah tugas pekerjaan yang memiliki karakteristik yang berbeda pada tiap-tiap pekerjaan atau tugas, oleh sebab itu jabatan tidak membedakan antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi. Sebab jabatan memiliki wewenang masing masing yang dapat diukur pada kinerjanya yang berhasil dari suatu pekerjaan yang dipercayakan.

Ada perbedaan esensial antara pemimpin Kristen dan pemimpin sekuler, Yesus menyatakan "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (band. Markus. 10:42-45).

Dengan demikian jabatan rohani muncul bukan menurut kemauan atau ambisi pribadi yang harus melalui proses penilaian manusia (sekuler), melainkan karena tindakan Allah yang mempersiapkan, memanggil, menetapkan dan membim-bingnya dalam mencapai tujuan-tujuan dari Allah. Misalnya  dalam Perjanjian Lama: Musa dan Yosua  (Keluaran 4; Yosua 1); Harun dan keturunannya dalam jabatan keimaman (Keluaran 28:1); para Hakim (Hakim-Hakim. 2:16); Saul (1 Samuel 10:1), Daud (1Samuel 13:14; 2 Samuel 7), Salomo (1Raja-raja 8) para nabi. Dalam Perjanjian Baru, Kristus memilih, mempersiapkan, dan mengutus keduabelas rasul-Nya diberi karunia-karunia rohani untuk melaksanakan pelayanan di dalam dan melalui gereja-Nya (1Timotius 4:14).

Terlihat bahwa jabatan yang dimaksudkan Allah bukan hanya dalam arti pelayanan dalam gereja, tetapi juga dalam menduduki jabatan-jabatan di legislatif, eksekutif, yudikatif bahkan kaum teknokrat dan profesi (Roma 13:1-7).

Gereja memandang jabatan sebagai anugerah yang diberikan kepada manusia untuk dikelolah dan dipertanggung jawabkan. Pada kenyataannya banyak orang yang melihat bahwa jabatan adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Ada yang menyalah-gunakannya untuk memperkaya diri, dan meman-faatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok itulah sebabnya tema minggu ini ialah "Jabatan adalah Anugerah Allah".

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya hidup dan menghadapi tiga masa kekuatan, ancaman dan pengaruh sosial yang keras. Yakni : a.) Pengaruh ekspansi bangsa Asyur yang kuat. b.) Menghadapi suasana keruntuhan Kerajaan Israel (bagian Utara). c.) Memandang kemerosotan rohani dan moral di Yehuda (bagian selatan).

Yesaya adalah nabi yang tegas dan keras menegur para pejabat  Israel maupun Yehuda. Antara lain Ahas raja Yehuda, agar  tidak mengharapkan bantuan dari Asyur ketika hendak melawan Israel (saudara mereka di kerajaan utara) dan  Aram; ia juga mengingatkan Raja Hizkia, setelah kejatuhan Israel tahun 722 SM, agar jangan bersekutu dengan bangsa asing menentang Asyur. Ia menasihati agar percaya kepada perlindungan  Tuhan  (Yesaya 7:1-9; 30:1-17).

Yesaya juga tidak gentar menegur pegawai pegawai Hizkia antara lain "Sebna" pejabat tinggi istana (Yesaya 22:15). Sebna  menggunakan jabatannya untuk kepentingannya sendiri. Hal ini sangat berbeda dengan hati Yesaya yang tidak setuju dengan kinerja Sebna yang korup (bandingkan ay 4 dan 12-13; bdk 15:5; 16:9; 21:2-3). Teguran dan nubuatan Yesaya kepada Sebna tergolong sangat keras dan memiliki ketegasan dengan ucapan-ucapan Yesaya yang lansung memegang secara personal.  Bahwa Sebna akan digulingkan dan akan digantikan oleh Elyakim.

Tindakan Sebna membuat kubur batu yang mewah dan memperkaya diri sebagai simbol kebesaran dan kemuliaannya dan hal itu merupakan puncak dari korupsinya. Yesaya bernubuat bahwa oleh tindakan tersebut, maka ia akan digantikan oleh Elyakim, seorang pejabat yang saleh, sebagai hukuman Tuhan.  Ia akan dilemparkan dari jabatannya bahkan dibuang ke luar negeri (17) dan menjadi budak yang hina.

Elyakim diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk meng-gantikan Sebna. Ia anak Hilkia yang diangkat menjadi kepala Istana (2 Raj 18:18)). Ia memegang jabatannya dengan jujur. Dia diberi "gantungan" tugas yang dipercayakan Tuhan untuk diemban (22-24). Tetapi mengapa "gantungan" itu kemudian patah sehingga tanggungannya hancur (25)? Nubuatan ini juga hendak dikatakan Yesaya  bahwa Elyakim di kemudian hari akan menyalahgunakan kepercayaan itu dengan memanfaatkan jabatan tersebut untuk menguntungkan saudara-saudaranya. Maka perikop ini hendak menyatakan bahwa: jika Sebna menyalahgunakan jabatannya dengan korupsi, maka Elyakim dengan nepotisme. Itu berarti baik Sebna maupun Elyakim  tidak ada yang dapat dipercaya lagi. Keduanya menyalah-gunakan kepercayaan yang Tuhan berikan. Korupsi dan nepotisme sangatlah merajalela dalam kekuasaan pada saat itu.

Yesaya mengingatkan bahwa jabatan adalah kehendak Tuhan yang harus diatur dengan baik, karena jabatan adalah anugrah dengan konsekuensi tanggung jawab. Sebab dengan memiliki kerajaan yang besar dan kuat tapi bila dalam pengaturan kepemerintahan memiliki pejabat-pejabat yang lemah dalam soal korupsi dan nepotisme, hal itu pasti akan menghancurkan sebuah kerajaan. Sebagaimana peringatan Yesaya pada ayat ayat sebelumnya tentang keadaan penduduk Yerusalem (ay 9-11), sistem pemerintahan yang lemah, infrastruktur dan tembok yang rusak berada di depan mata mereka namun dibiarkan, bahkan penduduk Yerusalem melakukan kehendak mereka masing-masing, dan lebih diperparah lagi dengan keadaan  para pejabat yang sibuk dengan "pencitraan" dan melakukan kepentingan masing-masing, sehingga Yesaya melihat jabatan yang dianugerahkan itu telah disalahgunakan oleh para pejabat istana. Hal ini dinubuatkan Yesaya kepada Sebna dan Elyakim dengan keras dan tegas.

Makna dan Implikasi Firman

Korupsi dan nepotisme telah menggerogoti bangsa Yehuda, demikian juga terjadi pada setiap bangsa di dunia termasuk bangsa kita saat ini. Fenomena yang di publikasikan oleh media tentang persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) semakin merajalela dalam sendi-sendi kehidupan, baik pada jabatan kenegaraan (formal), jabatan non formal, (organisasi masya-rakat, Lembaga Sumberdaya Masyarakat) dan jabatan-jabatan in-formal (keluarga) termasuk juga jabatan di dalam gereja! Yesaya dalam perikop ini menegur kita, agar janganlah kita kotori jabatan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita, mengingat jabatan adalah anugerah yang harus kita per-tanggungjawabkan, sebab ia memiliki konsekwensi tanggung jawab. Sebagaimana Sebna harus menerima konsekuensi pergantian bahkan mengalami kesusahan dikemudian hari begitu pula konsekuensi kita yang tidak bertanggung jawab dalam jabatan yang dipercayakan.

Memperkaya diri, mementingkan diri dan kelompok tertentu dengan memanfaatkan kedekatan dengan pejabat, serta pejabat memanfaatkan masyarakat adalah tindakan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Hal ini akan terjadi kesenjangan sosial yang mengakibatkan kecemburuan, iri hati, dendam dan kekerasan. Jika kita tidak mampu menggunakan jabatan yang kita miliki sebagai anugerah dari Tuhan, kita harus siap mene-rima resiko buruk.

Gereja terus menerus membaharui umat-Nya dengan menem-patkan jabatan sebagai konsekuensi iman dalam hidup tiap-tiap orang percaya. Yang dimulai dengan tanggung jawab jabatan yang meliputi :

  • Jabatan dalam keluarga: yakni sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga dan sebagai anak melakukan fungsi etika yang saling menghargai kedudukan masing masing untuk memper-lengkapi keluarga kristiani yang berkualitas.
  • Jabatan non formal: yaitu dalam masyarakat baik pimpinan rukun keluarga, organisasi-organisasi masyarakat dan LSM dipakai sebagai saluran berkat dan kontrol sosial yang objektif yang secara sistimatis ditata sebagai bagian dalam kesaksian gereja.
  • Jabatan formal: meliputi jabatan struktural dan fungsional bagi pegawai negeri maupun swasta, di mana peran orang-orang percaya yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif memerlukan kontrol iman yang bertanggung jawab terhadap jabatan yang dipercayakan untuk kesejahteraan kota.
  • Jabatan dalam gereja : Yang meliputi tugas sebagai pimpinan Gereja dengan fungsi masing masing yakni Pendeta, Penatua, Syamas, Guru Agama komisi pelayanan kategorial BIPRA, Komisi-komisi kerja dan Badan-badan, usaha-usaha lainnya. Di mana dapat membawa suara kritis profetis gereja yang menyaksikan tanggung jawab iman, yang tidak dicemari oleh kekuatan sekuler atau kepentingan kelompok, keluarga atau pejabat pemerintah, tetapi didasari oleh komitmen pelayanan pada tanggung jawab kepada Tuhan.

Jabatan apapun memiliki resiko bila arah dan tujuan diarahkan pada pemuasaan diri, serta memperkaya diri akan berakhir pada pemiskinan hidup baik terjadi bagi dirinya maupun mereka yang turut serta dalam tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang dapat kita pahami tentang jabatan yang di miliki Sebna dan Elyakim dalam pandangan kristen menurut perikop Yesaya 22:15-25?
  2. Bagaimana pandangan kita tentang jabatan sebagai anugerah Allah yang harus dipertanggung jawabkan?
  3. Apakah jabatan yang ada pada kita telah mencerminkan kekuatan "rohani" atau justru pengaruh "sekuler"? Faktor faktor apa yang mempengaruhi dan bagaimana Gereja membaharuinya? 

POKOK-POKOK DOA:

  • Kepada para pejabat negara, pejabat swasta dan pejabat gereja agar dapat menjadikan jabatan sebagai anugerah yang bertanggung jawab.
  • Agar supaya gereja terus menerus dibaharui melalui jabatan warga gereja untuk menjadi berkat bagi bangsa dan negara.
  • Supaya keluarga kristiani (GMIM) dapat mempergunakan jabatan apapun dalam hidupnya sebagai berkat bagi banyak orang. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: KJ No. 4 Hai Mari Sembah

Ses Doa Penyembahan: Besar Anug'rahMu

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Janji Anugerah Allah : KJ. No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Puji-pujian: Sukacita Melayani

Ses. Pemb Alkitab: NKB No. 210:1,4 Kuutus Kau

Ses Pengakuan Iman: NKB No. 211 Pakailah Waktu Anug'rah Tuhanmu

Persembahan : NKB No. 126 Tuhan Memanggilmu

Nyanyian Penutup: KJ. No. 265 Bila Tugasku Kelak Selesai 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.






Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,