gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 17052 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri"

TEMA MINGGUAN : Tubuh dan Darah Kristus yang Menyelamatkan


Bahan Alkitab : Yohanes 6:48-59

6:48 Akulah roti hidup. 6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." 6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." 6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." 6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Penjelasan:
* Khotbah Roti Hidup (6:22-58)
Sesuai dengan kebiasaan Yohanes untuk membedakan agama lama dengan pribadi Tuhan Yesus, dalam khotbah yang keempat ini ada kontras antara manna di padang gurun dan Tuhan Yesus yang adalah "Roti Hidup".
Ada tiga pendekatan pada penafsiran bagian ini.587 Ketiga tafsiran tersebut berpusat pada masalah kepentingan Perjamuan Kudus di dalam tafsiran nas ini. Ada penafsir yang berkata bahwa nas ini, terutama pasal 6:53-58, membicarakan Perjamuan Kudus. (Selain nas ini, Injil Yohanes tidak menyebutkan Perjamuan Kudus.) Pasal 6:55 merupakan dukungan yang paling kuat bagi pandangan ini. Namun tafsiran ini sangat sulit diterima. Jika nas ini membahas Perjamuan Kudus, maka pasal 6:53, yang berkata "...sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu", berarti bahwa keikutsertaan dalam Perjamuan Kudus merupakan syarat mutlak untuk keselamatan, sedangkan Injil Yohanes, dan seluruh Perjanjian Baru, mengajar bahwa syarat satu-satunya adalah iman dalam Yesus Kristus, dan bukan perbuatan mana pun. Selain alasan tersebut, menurut pasal 6:59 nas ini diucapkan oleh Tuhan Yesus "di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat". Di rumah ibadah itu mereka tidak mengerti sedikit pun mengenai Perjamuan Kudus, sehingga khotbah ini mustahil dimengerti jika pandangan ini diterima.

Tafsiran kedua adalah bahwa dalam khotbah ini, istilah "roti", "daging", "darah", dan "minuman" hanya melambangkan diri Yesus Kristus. Menurut tafsiran ini, dalam khotbah ini Tuhan Yesus menekankan bahwa manusia harus menerima Dia untuk memperoleh hidup yang kekal.

Tafsiran yang ketiga setuju dengan yang kedua, tetapi juga menerima kenyataan bahwa nas ini, jika dibaca orang Kristen, mengingatkan mereka tentang Perjamuan Kudus.

Namun jika nas ini dibaca orang Yahudi, mereka teringat pada manna dan Musa. Bukankah para pembaca pertama orang Yahudi, dan tujuan utama dari Injil Yohanes penginjilan terhadap orang-orang Yahudi? Nas ini merupakan khotbah Tuhan Yesus di rumah ibadah orang Yahudi. Di situ Dia meneruskan tema "Paskah Baru". Dia dapat memuaskan kelaparan lima ribu orang karena Dia adalah Tuhan Allah yang dulu memberi manna kepada umat Israel. Dia dapat berjalan di atas air karena Dia adalah Tuhan Allah yang dulu menuntun umat Israel menyeberangi Laut Teberau, dan Dia, sebagai roti hidup, dapat menyelamatkan mereka, karena Dia adalah Tuhan Allah yang dulu memberi manna itu kepada Israel.
Pada dasarnya, Perjamuan Kudus merupakan suatu kiasan mengenai pengorbanan Tuhan Yesus dan keselamatan yang Dia sediakan. Demikian juga ungkapan dan bahasan "Roti Hidup" merupakan kiasan mengenai pengorbanan Tuhan Yesus dan keselamatan yang Dia sediakan. Dua-duanya merujuk kepada Tuhan Yesus serta karya-Nya.
Sebenarnya tema mengenai "Roti Hidup" dapat juga dikatakan sebagai tema seluruh isi pasal 6. Dalam peristiwa-peristiwa pembebasan umat Allah dari Mesir, Tuhan Allah membuktikan bahwa Dia sanggup menyelamatkan umat-Nya. Dalam peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam Injil Yohanes pasal 6, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah penggenapan dari peristiwa Paskah dan keselamatan umat Israel dari tangan Firaun yang diceritakan dalam Kitab Keluaran.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Tema bulan ini "Gereja Yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri" adalah semboyan dari Johanes Calvin, yang kemudian menjadi Semboyan Gereja Protestan yang dikenal dengan sebutan Latin "Ecclesia Reformata Semper Reformanda" yang secara umum dapat diartikan bahwa Gereja yang telah dibaharui, selalu harus membarui dirinya. Dibaharui artinya dibentuk, ditata atau diubah agar terus tampak baru dan membaharui berarti terus memperbaiki dan membuat dirinya tetap baru, yang secara praktis dapat dikatakan sebagai upaya merelevansikan pang-gilan pelayanan agar tidak ketinggalan zaman.

Tema Minggu ini, "Tubuh dan Darah Kristus Yang Menyelamatkan" adalah suatu rangkaian perenungan ten-tang Hari Reformasi Gereja atau Hari Marthin Luther (31 Oktober) dan juga Hari Pekabaran Injil Indonesia dan Perayaan Perjamuan Kudus se-Dunia, juga menghentar kita dengan iman, untuk terus menghayati bahwa pengorbanan Kristus menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Penghayatan inilah yang kita tuangkan dalam iman, ketika kita duduk dan saling melayani dalam Perayaan Perjamuan Kudus.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Pada dasarnya, Yohanes 6:48-59 adalah satu rangkaian kisah tentang Tuhan Yesus yang mengajar dalam Rumah Ibadat di Kapernaum, yang diuraikan dalam perikop Yohanes 6:25-59, tentang Roti Hidup, bahkan juga peristiwa sebelumnya, yaitu Yesus memberi makan lima ribu orang (6:1-15), dan dalam hal-hal yang sangat prinsip, nampaknya Yohanes menem-patkan dua pokok ini agar dapat dibedakan antara roti biasa yang dimakan tetapi akan tetap lapar (6:1-15) dan roti hidup yang turun dari sorga, roti yang memberi kehidupan kekal yaitu diri-Nya sendiri (ayat. 50-51).

        Memberi keyakinan akan kebenaran dari perkataan-Nya, TUHAN Yesus sampai tiga kali mengungkapkan "Akulah roti hidup" (ayat. 35, 48, 51), maksudnya adalah diri-Nya sendiri, yang  diutus Bapa untuk memberi hidup (ayat. 55 - 58). Tetapi, kelakuan pengertian orang Yahudi terhadap perkataan TUHAN Yesus telah menjebak mereka pada kesalahpahaman karena mengartikan semuanya secara harafiah (ayat. 52). Oleh karena itu TUHAN Yesus memberi penjelasan bahwa roti yang mereka makan (6:9-12), termasuk 'manna' yang dimakan oleh nenek moyang mereka (ayat. 21, 49) hanya memberi kepuasan (kenyang) sementara, kemu-dian lapar dan mati, berbeda dengan roti yang dimaksud oleh Tuhan Yesus di mana 'roti hidup' itu tidak akan membuat orang merasa lapar lagi malah mereka akan beroleh hidup yang kekal (ayat. 35, 54, 55). Karena 'roti hidup' yang dimaksud oleh TUHAN Yesus secara langsung menunjuk pada diri-Nya sendiri.

        Pengertian 'daging' dalam bahasa Yunani disebut "sarx" (sa,rx), dan dalam kata yang lain disebut "brosis" (brw/sij) yang artinya 'makanan'. Sedangkan 'minuman' bahasa Yunani "posis" (po,sij) yaitu 'darah 'bahasa Yunani "haima" (ai-ma). Penjelasan ini sudah sangat berhubungan dengan pelaksanaan perjamuan malam yang dilaksanakan oleh TUHAN Yesus dan murid-murid-Nya sebelum peristiwa penyaliban, dan menjadi gambaran keselamatan yang akan berlaku bagi mereka yang percaya. TUHAN Yesus mene-kankan hal itu dengan perkataan-Nya yang disimbolkan dengan kalimat: "makan daging-Ku" dan "minum darah-Ku" (ayat. 54, 56); hal ini juga menjadi menifestasi (pewujudan) dari apa yang digambarkan pada "perjamuan kawin Anak Domba" (Wahyu 19 : 7, 9). Karena itu, makan dan minum dalam perjamuan kudus berarti penerimaan berkat-berkat Allah melalui tubuh dan darah Kristus.

        Orang Yahudi menanggapi ajaran Yesus ini secara harafiah, terutama tentang "makan daging-Ku dan minum darah-Ku" dalam ayat 54 dan 56, sebab orang Yahudi berpatokan bahwa mereka mengenal Yesus sebagai anak Yusuf dan Maria (ayat. 42) sehingga tidak mungkin Ia akan menjadi penyelamat manusia. Selain itu, bagi orang Yahudi, darah adalah sesuatu yang tidak dapat disentuh apalagi dimakan, sebab "darah" atau "haima" (ai-ma), adalah "nyawa" yang menghidupkan manusia. Mereka tidak dapat memahami arti rohani dari ajaran Yesus ini, karena hal ini sangat bertentangan dengan ajaran dan tradisi taurat sehingga semua ajaran Yesus selalu menjadi batu sandungan bagi mereka untuk menerima keselamatan yang ditawarkan kepada mereka.

Makna dan Implikasi Firman

Menjadi suatu kewajiban bagi kita sebagai warga Gereja untuk memberikan perenungan ulang terhadap peristiwa pengor-banan TUHAN Yesus. Yang dimaksud dengan pemaknaan ulang ialah perenungan secara menyeluruh dan berkesinam-bungan tentang rancangan keselamatan yang diwujudkan dalam peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus.

        Memang kita juga harus jujur mengatakan dan mem-berikan penilaian terhadap persekutuan kita sebagai orang percaya, bahwa dari waktu ke waktu ada kemerosotan nilai penghayatan terhadap Tubuh dan Darah Kristus yang disim-bolkan dengan Roti dan Anggur dalam perayaan perjamuan kudus. Banyak orang yang benar-benar menaruh perhatian hanya terhadap wujud roti dan anggur yang kelihatan, atau dengan perkataan lain "yang penting sudah makan roti dan minum anggur", tanpa berupaya merealisasikan tanggung-jawabnya untuk memberitakan kabar selamat itu bagi orang lain (1 Korintus 11:26-27).

        Jadi sangat jelas di sini bahwa "Tubuh dan Darah Kristus" menjadi jaminan dan bukan salah satu jaminan bagi kita di hadapan Allah Bapa agar kita beroleh selamat, dan keselamatan itu kekal. Artinya tidak ada yang dapat mengambilnya atau memisahkannya dari kita (Roma 8:39).

        Keyakinan inilah yang harus terus kita bangun dalam iman, agar penghayatan terhadap Tubuh dan Darah Kristus bukan hanya ketika kita ada di meja Perjamuan Kudus, tetapi sepanjang perjalanan hidup kita, keyakinan ini harus benar-benar menjadi pokok dari segala bentuk kesaksian kita.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Jelaskanlah makna Tubuh dan Darah Yesus bagi keselamatan manusia menurut pembacaan Alkitab kita saat ini !
  2. Apa yang dapat kita jadikan program hidup (baik pribadi maupun persekutuan) agar menampakkan keselamatan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari ? 

NAS PEMBIMBING: Kisah Para Rasul 4:12 

POKOK-POKOK DOA:

  • Pertumbuhan iman orang percaya agar terus terbuka dan membuka diri terhadap pembaharuan hidup oleh kuasa Roh Kudus.
  • Penghayatan iman yang sungguh akan tubuh dan darah Kristus yang menyelamatkan.
  • Membangun keyakinan iman umat TUHAN agar kese-lamatan dihayati dalam kehidupan bersama dengan orang lain.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah: NNBT No. 6. Allah Bapa Yang Kumuliakan.

Ses Nas Pemb: NNBT. No. 31. Dalam Dunia Penuh Kemelut.

Ses Pengakuan Dosa: NNBT No.9. 'Ku Akan Selalu Bersyukur.

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 24. Kuasa-Mu Tuhan, S'lalu Kurasakan.

Ses Hukum Tuhan: NNBT No.19. Allah Besar Agung Nama-Nya.

Persembahan: NNBT No. 20. Kami Bersyukur Pada-Mu, Tuhan.

Nyanyian Penutup: NNBT No. 36. Barang Siapa Yang Percaya Kepada Tuhan.

ATRIBUT

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Yohanes 6:48-59 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,