gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 7695 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN:"Gereja yang Mengutuhkan"

TEMA MINGGUAN:"Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli"
Bahan Alkitab : 1 Petrus 2:1-10

1 Petrus 2:1-10
Yesus Kristus batu penjuru
2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." 2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.


Penjelasan:
* Buanglah segala kejahatan // kejahatan // tipu muslihat, // kemunafikan, // fitnah,
Buanglah segala kejahatan. Di dalam kekudusan terdapat tahap yang negatif dan membersihkan (Ef. 4:22 dst.; Kol. 3:9 dst.). Di sini dikemukakan munculnya sifat-sifat jelek yang berpusat pada kasih terhadap diri sendiri: kejahatan. atau lebih tepatnya, memiliki sikap jahat; tipu muslihat, menyembunyikan motivasi tidak layak yang berusaha disebarkan olehnya; kemunafikan, berpura-pura melakukan hal benar yang tidak disadari; fitnah, melukai orang lain demi kepentingan sendiri.

* 1Ptr 2:2 - Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin // murni
Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin. Kata-kata Yunani yang dipakai memberikan gambaran tentang seorang bayi yang tidak sabar dan lahap meminum susu ketika sudah tiba waktunya. Petrus telah berbicara tentang bekerjanya Firman Allah di dalam pembaharuan mereka (1:23-25). Sekarang dia mendorong mereka yang baru dilahirkan kembali itu untuk mengembangkan suatu dahaga yang sehat terhadap Firman tersebut yang. sekalipun sangat berkuasa, juga murni seperti halnya susu. Dengan demikian para pembacanya akan bertumbuh hingga "beroleh keselamatan." Kata-kata terakhir ini mengacu kepada kelepasan tertinggi yang akan dialami oleh orang-orang percaya (bdg. 1:5. 13).

* 1Ptr 2:3 - Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan
Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Pengingat lain akan kasih karunia yang telah mereka alami (bdg. Mzm. 34:9).

* 1Ptr 2:4 - Datanglah kepada-Nya batu yang hidup itu // dipilih // dan dihormati di hadirat Allah
Datanglah kepada-Nya batu yang hidup itu. Petrus sekarang tiba pada jaminan yang kokoh dan menghibur bahwa para pembacanya yang sedang diejek dan dicerca sebagai buangan ("orang-orang pendatang." 1:1) oleh sesama mereka, adalah anggota suatu masyarakat yang kudus dan mulia yaitu Jemaat. Petrus dengan tepat mengawali pembahasan mengenai kenyataan tersebut dengan masalah hubungan pribadi dengan Kristus. Dia sendiri ditolak seperti mereka, tetapi juga seperti mereka Dia dipilih (dipilih, bdg. 1:2) dan dihormati di hadirat Allah (kata "mulia" yang dipakai di sini sama dengan "mahal," bdg. 1:19 dst.).

* 1Ptr 2:5 - Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup // Pembangunan suatu rumah rohani // Imamat Kudus untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup. Di sini dikemukakan kesamaan seseorang percaya dengan Kristus. Kata-kata yang sama untuk Tuhan dipakai untuk orang-orang percaya. Nas ini dengan jelas mengingatkan kita akan perkataan Tuhan kepada Petrus, "Engkau Simon anak Yohanes, engkau akan dinamakan Petrus (artinya: batu karang)" (Yoh. 1:42); dan juga, engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (Mat. 16:18). Perhatikan bahwa di dalam bagian ini Petrus menonjolkan Tuhan dan bukan dirinya di dalam bangunan kudus yang adalah Gereja. Pembangunan suatu rumah rohani. Bandingkan dengan Efesus 2:19-22. Gereja dilihat memiliki kemuliaan yang melampaui kemuliaan Bait Allah Yahudi. Argumentasi yang dikemukakan pada bagian ini hingga ayat 10, mungkin menunjukkan secara tidak langsung bahwa berbagai masalah dan tekanan yang saat itu sedang dialami orang-orang percaya merupakan hasil hasutan orang-orang Yahudi, walaupun diterima juga oleh orang-orang bukan Yahudi, sebagaimana sangat sering terjadi pada masa-masa awal sejarah Gereja. Imamat Kudus untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Pengorbanan Kristus dilihat sebagai membuka jalan ke tempat Yang Maha Kudus bagi semua orang percaya, dan sebagai kurban yang menggantikan kurban-kurban orang Yahudi. Melalui Kristus seorang yang tadinya berdosa sekarang dapat mempersembahkan sebuah kurban yang dapat diterima oleh Allah yang Kudus (bdg. Rm. 12:1, 2).

* 1Ptr 2:6 - Sebab ada tertulis dalam kitab suci
Sebab ada tertulis dalam kitab suci. Petrus kini menyebutkan sumber kutipannya, Yesaya 28:16. Menarik untuk dicatat bahwa yang ditekankan di dalam kitab Yesaya tersebut ialah fungsi dari batu sebagai dasar yang kokoh (bdg. I Kor. 3:11). Tidak diragukan bahwa pemahaman Petrus mengenai gambaran ini mengacu balik kepada cara Tuhan memakainya (Mat. 21:42), dengan mengikuti kata-kata dalam Mazmur 118:22, 23. Petrus sendiri telah menggunakan ayat itu ketika menjawab Sanhedrin, "Inilah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yaitu kamu sendiri" (Kis. 4:11).

* 1Ptr 2:7-8 - Karena itu bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya ... suatu batu sandungan // yang percaya // yang tidak percaya // Untuk itu mereka juga telah disediakan
Karena itu bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya ... suatu batu sandungan. Bentuk kata benda Bari kata "berharga" dipakai di sini; secara harfiah artinya sebuah kehormatan, sesuatu yang sangat dihargai. Melalui ungkapan ini Kristus secara sederhana diperkenalkan sebagai Juruselamat dan Hakim. Kemurahan yang ditolak berubah menjadi hukuman. Hal ini merupakan doktrin Kristus (Mat. 21:44; Yoh. 12:48). Di dalam nas ini yang percaya dikontraskan dengan yang tidak percaya atau yang tidak taat. Jadi iman ditampilkan sebagai ketaatan atau kesediaan yang pokok. Untuk itu mereka juga telah disediakan. Berlandaskan pada pengetahuan Allah tentang apa yang akan terjadi. maksud ilahi yang sama. yang memilih para pembaca surat Petrus sebagai anak-anak-Nya sendiri, sayang sekali telah menetapkan mereka yang tidak taat untuk menanggung akibat yang timbul dari sikap mereka tersebut.

* 1Ptr 2:9-10 - Tetapi kamulah bangsa yang terpilih // umat kepunyaan Allah sendiri // bukan umat Allah - // telah menjadi umat-Nya
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih. Pernyataan ini secara kuat mengingatkan kita akan ajaran Kristus sendiri. Acuan-Nya kepada batu penjuru yang ditolak berhubungan dengan perumpamaan-Nya tentang pekerja-pekerja kebun anggur yang telah membunuh putra dari pemilik kebun anggur itu. Pada saat yang bersamaan dan seiring dengan acuan-Nya tentang batu penjuru yang ditolak, Yesus mengatakan kepada para pemimpin Yahudi, "Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu" (Mat. 21:43). Petrus kini menulis kepada "bangsa" ini, yang kesetiaan dan kelayakan mereka langsung menandai mereka sebagai anak-anak Sang Raja dan mencerminkan penghargaan kepada Dia yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terang-Nya. Kata-kata yang diterjemahkan menjadi umat kepunyaan Allah sendiri secara harfiah artinya umat yang mendatangkan keuntungan (Yunani, peripoiesis). Kadang-kadang kata ini menunjuk kepada perolehan sesuatu yang sangat diinginkan (Kis. 20:28; I Tim. 3:13). Kadang-kadang kata ini berarti perlindungan atau keselamatan. Dalam Ibrani 10:39 kata ini diterjemahkan dengan "beroleh hidup" yang dibedakan dengan "binasa." Inilah suatu nasihat pembangkit semangat yang luar biasa. Surat ini ditulis kepada orang-orang yang sangat dihargai, orang-orang yang harus diselamatkan, orang-orang yang layak untuk dimiliki. Petrus mengakhiri doktrin ini dengan mengutip kata-kata Hosea (1:6, 9: 2:23). Sebelumnya mereka itu bukan umat Allah - mungkin karena mereka keturunan bukan Yahudi - tetapi sekarang mereka telah menjadi umat-Nya.

* Buanglah penghambat kasih persaudaraan.
Kasih persaudaraan dapat terwujud bila segala penyakit yang menghambat dibuang, yakni: segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, dan fitnah. Harus diakui bahwa tidaklah mudah membuang penyakit rohani ini. Terlebih sering kecenderungan manusiawi yang mewarnai pikiran, perkataan dan sikap kita terhadap sesama saudara seiman, sehingga mengakibatkan perselisihan, perdebatan, kepura-puraan, ambisi pribadi, dusta, iri, dengki, dan masih banyak bentuk lain. Menyadari adanya penghambat ini, marilah kita bersama memulai dari diri sendiri untuk membuangnya sehingga kasih persaudaraan akan mengalir dari diri kita dan dirasakan oleh saudara seiman atau sesama kita

Hidup dalam firman. Proses mengikisnya penyakit yang menghambat kasih persaudaraan harus diimbangi dengan bertumbuhnya ketaatan akan firman Tuhan, sehingga kasih Kristus akan mengalir melalui hidup kita yang semakin bersih dan jernih. Seorang yang hidup dalam firman adalah seorang yang tidak hanya rindu menambah pengetahuan Alkitab tetapi rindu melakukannya, sehingga hidupnya semakin berkenan kepada Tuhan. Bila setiap jemaat hidup dalam firman, maka kasih persaudaraan itu akan sungguh mewarnai persekutuan, ibadah, dan seluruh aspek kehidupan jemaat.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Perenungan tentang gereja yang Kudus, Am dan Rasuli adalah pokok perenungan yang luas tentang arti kehidupan bergereja. Kudus, Am dan Rasuli sebagai tiga sifat gereja adalah pokok pembahasan penting untuk mengetahui sampai dimana tugas dan pangilan gereja dihayati.  Sampai dimana ke-Am-an gereja dan apakah gereja itu masih benar rasuli, semua itu memerlukan pembahasan dan perenungan yang terus-menerus. Mengapa? Karena gereja berada dalam konteks dan pergumulan yang terus berobah dan bahwa gereja tidak dapat menutup diri terhadap pengaruh luar yang menantang kehidupan bergereja. Dengan kata lain, konsep ke-kudus-an dan ke-rasuli-an GMIM sebagai gereja akan turut ditentukan oleh interaksi gereja dengan konteks dimana gereja itu berada. Bagaimana situasi dan pergumulan GMIM dalam melaksanakan tugas dan pang-gilannya, akan disoroti melalui perikop pembahasan kita yaitu Surat 1 Petrus 2:1-10, salah satu bagian Alkitab yang meletakkan dasar alkitabiah tentang hakekat, tugas dan panggilan gereja. Pokok ini perlu direnungkan untuk memperlengkapi anggota-anggota jemaat GMIM tentang arti gereja, sekaligus dalam rangka merayakan HUT GMIM bersinode. Karena tema pere-nungan ini ialah 'Gereja Yang Kudus, Am dan Rasuli'.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

         Surat 1 Petrus adalah surat yang tergolong pada surat Am yaitu surat-surat yang dikirim kepada umum, kepada jemaat-jemaat yang tersebar di beberapa tempat dan tidak terbatas pada satu gereja lokal. Surat ini dikirim ke beberapa propinsi yang sangat luas: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu jemaat-jemaat yang kehidupan berimannya masih relatif muda. Maksud penulisan surat ini, untuk meneguhkan iman umat yang sedang mengalami hambatan sebagai orang Kristen.

Surat ini memberi nasihat agar jemaat bertahan dalam penderitaan karena penganiayaan dan permusuhan dari masya-rakat sekitar. Jemaat-jemaat dihimbau agar teguh dalam pengha-rapan iman sampai pada kedatangan kembali Yesus Kristus.

Dalam perikop ini jemaat-jemaat disapa sebagai orang-orang pilihan, sebagai bangsa yang kudus yang diminta memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Allah (ayat 9).  Jemaat Tuhan adalah orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dan menerima terang sebagai tanda kasih Allah. Kepada mereka dinasihati agar selalu mengingini "air susu yang murni dan rohani" (ayat 2). Kata selalu ingin berarti selalu merindukan, karena itu selalu dicari. Itulah firman Allah. Di abad pertama, makanan susu dalam upacara tertentu, dipahami sebagai makanan ilahi yang menguduskan. Murni adalah sifat dari makanan yang sehat, asli dan bukan campuran. Rohani berarti makanan, yaitu firman Allah yang membangun kehidupan rohani menuju pada keselamatan. Dan ini hanya terjadi kalau mereka betul telah merasakan dan mengalami kebaikan dan kemurahan Tuhan (ayat 3). Dalam ayat 4-5 pengarang beralih ke ibarat atau ilustrasi lain yaitu dari "air susu" ke "batu yang hidup". Batu yang hidup itulah Kristus yang dibuang oleh manusia (ingat penolakan orang Yahudi sampai Ia mati di kayu salib). Umat Tuhan diminta supaya mereka bersedia 'dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus' (ayat 5a). Terjemahan sesuai bahasa asli (Yunani) adalah: 'Biarlah kamu juga menjadi batu-batu yang hidup yang dibangun menjadi sebuah rumah rohani, bagi suatu imamat yang kudus'. Kata kerja "dibangun" (bentuk pasif) berarti bukan manusia yang membangunnya tetapi Allah. Dengan kata lain, rumah yang dibangun itu bukan buatan tangan manusia tetapi Allah. Rumah yang dimaksud ialah jemaat/gereja-Nya sendiri. Ilustrasi ini menggambarkan batu-batu yang dulunya terpisah-pisah kini dihubungkan secara erat menjadi satu persekutuan yang hidup. Ini mau menekankan hakekat gereja sebagai satu persekutuan yang erat dan berkenan kepada Allah. Persekutuan ini menerima jabatan imam-imam yang kudus.  Dalam P.L., hanya keturunan Lewi yang diijinkan berfungsi sebagai imam. Menurut Petrus seluruh umat Tuhan menjadi imam-imam yang kudus. Hak istimewa ini dikaruniakan kepada semua orang yang datang dan menyambut Kristus dalam hidupnya. Kalau dalam PL hanya para imam yang dipanggil untuk mempersembahkan binatang kepada Yahweh, maka 1 Petrus menyebutkan tubuh, yaitu kamu semua, menjadi persembahan rohani.yang berkenan kepada Allah (bdk. Roma 12:1). Dalam ayat 6-8 Petrus memakai istilah yang sama yaitu batu tapi yang dimaksud ialah Batu Dasar yang teguh di Sion. Itulah Kristus, "batu dasar" yang menjadi landasan berdirinya gereja Tuhan. Itulah batu yang terpilih, batu yang mahal. Bagi yang tidak percaya, batu ini menjadi batu sandungan (bdk. Yes.8:14). Bagi umat Tuhan, batu ini manjadi batu penjuru yang mahal. Yang tidak taat dan percaya, Ia menjadi batu penjuru untuk kebinasaan. Ayat 9-10 adalah pernyataan tentang kemu-liaan orang-orang percaya yang taat kepada Kristus. Ada 4 sifat gereja yang disebutkan oleh Petrus: Gereja sebagai bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat milik Allah. Terpilih, artinya dipilih dan dipanggil dari antara segala bangsa. Imamat yang rajani berarti mereka semua diangkat menjadi imam-imam yang diperbolehkan menghampiri Allah dan membawa persembahan diri. Rajani berarti satu persekutuan imam yang diberi semacam martabat pemerintahan pada waktu yang akan datang (bdk.Kel.19:6, Why 5:10) yang akan memerintah sebagai raja. Sebagai gereja yang kudus, ia disen-dirikan, diasingkan bagi Allah untuk hidup dalam persekutuan dengan Dia. Gelar-gelar seperti: imamat yang rajani, bangsa yang kudus, menimbulkan pertanyaan: Bukankah dengan gelar-gelar itu orang Kristen mudah menjadi sombong secara rohani? Jawabnya adalah bahwa mereka dipilih dan dikuduskan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. Karena itu tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Inilah pilihan Allah tapi pilihan ini harus dijawab. Mereka diangkat dan diutus untuk memasyurkan perbuatan-perbuatan Allah. Injil Allah yaitu mengangkat dan mengutus. Ini memerlukan respons. Injil itu bermakna kalau ada respons manusia yaitu kesediaan memasyurkan perbuatan Allah. Inilah tugas gereja menjawab kasih karunia Allah.

Makna dan Implikasi Firman

GMIM sebagai gereja, diminggu ini akan memperingati HUT ke-82 dengan puncak perayaannya tanggal 30 September. Gereja adalah persekutuan yang menyembah Tuhan, menerima dan mengakui bahwa Kristus Tuhan adalah Kepala gereja. Kepala dari persekutuan umat yang percaya. Dalam kehidupan perse-kutuannya sebagai gereja, GMIM menghadapi tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Ini berarti gereja adalah perse-kutuan yang dipanggil untuk terus berjuang menghadapi tan-tangan dan mempertahankan persekutuan jemaat. Dalam kenya-taannya, tantangan dari dalam antara lain kecenderungan untuk memisahkan diri dari jemaat yang sama atau dari kolom tertentu. Berpindahnya beberapa anggota ke gereja lain sebagai salah satu persoalan pelayanan internal GMIM adalah gejala yang tidak boleh disepelekan. Sebagian dari pemekaran kolom umpamanya, terjadi bukan karena alasan pelayanan tapi keinginan untuk memisahkan diri dari sesama anggota kolom. Tantangan dari luar antara lain, kecenderungan mengatur gereja atau jemaat mengikuti pola pemerintahan negara; ada pejabat gereja yang dianggap rendahan dan ada yang merasa diri pejabat atasan, bukan lagi hamba. Kecenderungan lain adalah perasaan sema-cam ingin menjadi pemilik gereja/jemaat karena jasa-jasa dalam membangun jemaat atau gedung gereja. Kristus secara tidak disadari tergencet dari kedudukan-Nya sebagai Pemilik dan Kepala gereja. Selanjutnya tentang gereja yang kudus. Dikuduskan berarti disendirikan untuk dipercayakan tugas ter-tentu. Jadi, bukan disendirikan supaya kita menyendiri dan menjauhkan diri dari persoalan dunia dan masyarakat tetapi menghadapinya dengan iman. Ke dalam dunia itulah kita dipanggil memasyurkan perbuatan Allah.

Disendirikan berarti bahwa gereja punya sifat dan cara berpikir yang harus berbeda dengan kecenderungan duniawi. Gereja harus hidup berdasarkan kasih dan keadilan terhadap sesama. Berjuang untuk kepentingan bersama di atas kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Gereja dipanggil memerangi kejahatan dunia dengan pelayanan kata dan perbuatan. Itulah arti hidup sebagai bangsa yang kudus. Pergumulan-pergumulan yang dihadapi oleh gereja menandakan bahwa Kristus masih terus memikul salibnya karena kita. Karena itu kita diminta untuk ikut Yesus dengan jalan bersama Dia memikul salib. Sebagaimana Kristus menang atas salib dan kematian, demikian juga kita akan menang kalau kita bersama Dia melayani, menjadi hamba dan memuliakan nama-Nya. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa pemahaman saudara tentang gereja menurut 1 Petrus 2:1-10?
  2. Bagaiman saudara menanggulangi masalah-masalah gereja seperti yang disebutkan dalam makna dan implikasi di atas? 

NAS PEMBIMBING: Kolose 2:6-7 

POKOK-POKOK DOA:

  • Untuk pimpinan gereja di semua aras pelayanan GMIM.
  • Untuk para pelayan khusus GMIM.
  • Untuk penanggulangan masalah-masalah dalam semua aras.   

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan:  NNBT No. 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia.

Sesudah Doa Pembukaan:  NKB No. 3 Terpujilah Allah

Sesudah Pengakuan dan Pengampunan:  KJ No.370 'Kumau Berjalan Dengan Jurus'lamatku.

Persembahan:  NKB No. 133 Syukur Pada-Mu ya Allah.

Nyanyian Penutup:  NNBT No. 21 Pergilah Kamu

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   1 Petrus 2:1-10 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,