gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 6047 kali
Download MP3 Music

TEMA BULANAN:"Gereja yang Mengutuhkan"
TEMA MINGGUAN:"Kerelaan Memberi"
Bahan Alkitab : Markus 12:41-44

Persembahan seorang janda miskin
12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Penjelasan:
* Mrk 12:41 - peti persembahan // memperhatikan // memasukkan,
Di daerah Bait Suci yang dinamakan Pelataran untuk perempuan, terdapat peti persembahan yang berisi tiga betas peti berbentuk nafiri untuk memasukkan persembahan dan pajak Bait Suci. Rupanya Yesus terus mengawasi orang-orang yang memberikan persembahan untuk beberapa waktu dan Ia melihat sejumlah orang kaya memberikan persembahan (bdg. bentuk waktu imperfect Yunani yang dipakai dengan kata kerja memperhatikan dan memasukkan, peristiwa kedua).

* Mrk 12:42 - janda yang miskin // dua peser // satu duit
Dari sinonim-sinonim Yunani untuk kemiskinan, Markus memilih sebuah kata yang melukiskan orang miskin yang bagaikan pengemis untuk melukiskan janda yang miskin itu. Perempuan tersebut mempersembahkan uang seharga dua peser atau satu duit. Satu peser (lepton) merupakan kepingan mata uang terkecil. pada umumnya seharga seperdelapan sen (Arndt, hlm. 473). Duit (kodrantēs) merupakan kepingan mata uang Romawi yang bernilai sama dengan seperempat sen (Arndt, hlm. 438).

* Mrk 12:44 - semua yang ada padanya
Prinsip yang dikemukakan oleh Tuhan kita di dalam kesempatan ini ialah bahwa persembahan jangan dinilai dari jumlahnya, tetapi dengan membandingkan persembahan itu dengan keseluruhan milik si pemberi. Sumbangan yang besar dari kelimpahan mungkin lebih kecil artinya dibandingkan dengan sumbangan yang kecil dari kemiskinan. Janda ini telah mempersembahkan jumlah yang paling kecil, tetapi justru lebih berharga daripada semua persembahan lainnya, sebab dia mempersembahkan semua yang ada padanya.

* Kristus Memuji Seorang Janda Miskin (12:41-44)

    Cerita ini tidak terdapat dalam Injil Matius, hanya ada di sini dan dalam Injil Lukas. Cerita ini mengandung pujian Kristus terhadap seorang janda miskin, yang memasukkan dua peser ke dalam peti persembahan. Walaupun Penebus kita begitu sibuk berkhotbah, Ia masih meluangkan waktu untuk memperhatikan peristiwa kecil seperti ini. Perhatikanlah apa yang terkandung dalam ayat-ayat di atas ini:

    I. Tersedia sejumlah dana yang dikumpulkan dari orang banyak untuk tujuan amal. Untuk dana tersebut, orang-orang membawa sumbangan mereka, yang kemudian akan dibagi-bagikan. Dana ini merupakan kotak sumbangan untuk orang-orang miskin, dan ditaruh dalam Bait Allah, karena tindakan amal dan tindakan ibadah sungguh seiring satu sama lainnya. Maksudnya, kalau Allah dimuliakan dengan penyembahan kita, maka sudah sewajarnya juga kalau Ia juga dimuliakan dengan bantuan kita terhadap umat-Nya yang miskin; dan memang doa dan sedekah itu selalu berhubungan, seperti dalam Kisah Para Rasul 10:2, 4. Adalah baik kalau kita mengadakan pengumpulan dana amal, supaya kita bisa mengajak dan mengarahkan tangan-tangan pribadi untuk memberi bagi kaum miskin. Sangatlah baik kalau orang yang mampu bisa menyisihkan berkat yang telah mereka terima dari Allah (1Kor. 16:2), supaya mereka siap untuk memberi sesuatu sebagai persembahan amal, yang memang diperuntukkan khusus untuk tujuan ini.
    II. Yesus Kristus memperhatikan pengumpulan dana itu; Ia duduk menghadapi peti persembahan, dan memperhatikan bagaimana orang-orang memasukkan uang ke dalam peti itu. Yesus tidak memiliki apa-apa untuk dimasukkan ke dalam peti persembahan itu, namun Ia tidak iri hati, tetapi memperhatikan saja apa yang dimasukkan orang ke dalam peti persembahan. Perhatikanlah, Tuhan kita Yesus memperhatikan apa yang kita sumbangkan untuk tujuan ibadah dan amal, entah kita memberikannya dengan royal atau pelit, entah dengan sukacita atau dengan berat hati dan tidak tulus. Jadi, Ia melihat hati kita; Ia memperhatikan alasan apa yang ada di balik tindakan kita, apa yang menjadi pemikiran kita, dalam memberi sedekah; dan apakah kita melakukannya untuk Tuhan, atau hanya untuk dilihat oleh manusia.
    III. Ia melihat banyak orang kaya memasukkan uang yang banyak.

    Sangat indah kalau kita melihat orang kaya beramal, melihat banyak orang kaya yang demikian, dan melihat mereka tidak hanya memasukkan uang, tetapi memasukkannya dalam jumlah yang besar. Perhatikanlah, mereka yang kaya harus memberi dengan kaya pula. Jika Allah memberi kepada kita dengan berlimpah, Ia juga mengharapkan kita untuk memberi dengan limpah kepada orang miskin. Tidaklah cukup bagi orang kaya untuk berkata bahwa mereka memberi dalam jumlah yang sama dengan yang diberi orang lain, karena mungkin saja orang lain memiliki kurang dari yang mereka miliki dalam dunia ini. Sebaliknya, mereka harus memberi dalam jumlah yang seimbang dengan harta benda yang ada pada mereka; dan jika orang kaya tidak langsung bertemu dengan orang yang memerlukan bantuan, maka sepatutnya orang kaya tersebut mencari mereka, supaya rela memberi.

    IV. Ada seorang janda miskin yang memasukkan dua peser, yaitu seluruh nafkahnya (ay. 42); dan Yesus Tuhan kita sangat memuji janda tersebut. Ia memanggil murid-murid-Nya dan menyuruh mereka memperhatikannya (ay. 43); Ia memberi tahu mereka bahwa janda miskin itu sangat bersusah payah dalam menabung apa yang telah diberikannya itu. Apa yang dimilikinya itu hampir-hampir tidak cukup bagi dirinya sendiri, semua itulah yang hanya ada padanya, yang bisa dipakainya untuk hidupnya pada sehari itu, dan mungkin juga merupakan sebagian besar nafkah yang diperolehnya dari bekerja sehari sebelumnya. Berdasarkan inilah, Kristus tahu bahwa janda miskin ini sungguh-sungguh memberi untuk beramal. Ia memperhitungkan bahwa apa yang telah diberikan janda itu melebihi semua apa yang dimasukkan orang-orang kaya itu ke dalam peti persembahan itu; mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya (ay. 44). Sekarang, banyak orang mungkin siap untuk mengecam janda miskin ini, dan berpikir bahwa apa yang dilakukannya itu berbahaya; mengapa dia harus memberi kepada orang lain, jika dia hanya mempunyai sedikit untuk dirinya sendiri? Amal mulai di rumah sendiri; atau, jika dia mau memberi, mengapa dia tidak menghadiahkannya kepada orang-orang miskin yang dia kenal? Alasan apa yang membawa janda miskin ini memasukkan uangnya ke dalam peti persembahan untuk diatur oleh imam-imam kepala, yang, kita punya alasan untuk khawatir, tidak adil dalam mengurusnya? Sangatlah jarang untuk menemukan orang yang tidak menyalahkan janda ini, sehingga kita tidak boleh berharap mendapat orang yang ingin menjadi seperti dia. Terlepas dari apa yang kita pikirkan, Penebus kita sendiri memuji dia, jadi, kita boleh percaya bahwa apa yang dilakukannya itu sungguh baik dan bijaksana. Jika Kristus sendiri berkata, "Apa yang kamu kerjakan itu sungguh baik," maka kita tidak peduli lagi dengan perkataan orang lain. Dari semuanya ini kita belajar bahwa:
        . Memberi sedekah merupakan hal yang sangat baik, dan sangat menyenangkan hati Tuhan Yesus; dan jika kita rendah hati dan tulus melakukannya, Ia akan menerimanya dengan sukacita, walaupun pemberian seperti itu tidak selalu adalah tindakan yang paling bijak atau hati-hati.
        . Mereka yang hanya mempunyai sedikit harus memberi sedekah dari yang sedikit itu. Mereka yang hanya hidup dengan bekerja dengan nafkah yang hanya cukup untuk sehari itu saja, harus memberi kepada mereka yang membutuhkan (Ef. 4:28).
        . Sangat baik bagi kita untuk membatasi dan menyangkal diri kita, supaya kita dapat memberi lebih banyak lagi bagi yang miskin; kita harus menyangkal diri bukan hanya terhadap hidup secara berlebihan, tetapi juga terhadap hal-hal yang menyenangkan, supaya kita dapat memberi amal. Dalam banyak hal kita seharusnya berhemat, supaya kita dapat membantu memenuhi kebutuhan orang lain; inilah yang disebut mengasihi sesama seperti diri sendiri.
        . Pengumpulan dana amal masyarakat harus didukung, karena membawa berkat bagi bangsa; dan walaupun mungkin terjadi salah pengaturan di sana, tetapi itu bukanlah alasan yang baik untuk tidak membawa bantuan kita kepada mereka.
        . Walaupun yang kita berikan untuk tujuan amal itu hanya sedikit, tetapi jika diberikan sesuai dengan kemampuan kita, dan diberikan dengan hati yang tulus, pemberian kita itu akan diterima oleh Kristus, yang mengharuskan kita memberi sesuai dengan apa yang kita miliki, dan bukan dari apa yang tidak kita miliki. Dua peser akan dicatat, dan dihitung, jika diberikan dengan cara yang benar, seolah-olah jumlahnya dua puluh ribu.
        . Merupakan pujian luar biasa jika apa yang kita amalkan itu bukan hanya sesuai dengan kemampuan kita, tetapi malah melampaui kemampuan kita, seperti yang dilakukan jemaat-jemaat di Makedonia, yang walaupun sangat miskin namun kaya dengan kemurahan (2Kor. 8:2-3). Bila kita dapat memberi kepada orang lain dengan sukacita dari persediaan kebutuhan kita, seperti yang dilakukan janda Sarfat kepada Elia, dan Kristus kepada lima ribu orang yang mengikuti Dia, dan hanya mempercayai Allah bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan kita dengan cara lain, maka inilah ucapan syukur yang layak.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pada tanggal 17 Agustus 2016 Negara Kesatuan Re-publik Indonesia akan merayakan HUT ke-71 tahun Kemer-dekaan. Perayaan ini menjadi momentum bagi Pemerintah dan Gereja untuk mengevaluasi semua kerja dan pelayanan kepada Masyarakat dan Jemaat. Pembangunan telah dinikmati tetapi belum ada pemerataan. Kesenjangan sosial antara kaya dan miskin memberi ruang terjadinya pencurian disertai kekerasan, ketidakadilan, ketidakjujuran dan korupsi.

          Fenomena sekarang ini ada orang kaya kurang peduli terhadap masalah-masalah sosial, hal ini terlihat ketika mereka memberi bantuan tidak sebanding dengan apa yang dimiliki. Se-mentara ada orang miskin memberi bantuan dengan kerelaan.

Sebagai Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli GMIM terpanggil untuk aktif menanggulangi permasalahan ini sebagai "Gereja yang Mengutuhkan" agar memberikan pemahaman yang benar soal memberi. Peran Gereja harus didasarkan pada Alkitab. Karena itu bacaan Firman Tuhan minggu ini diberi tema: "Kerelaan Memberi" supaya jemaat memberi persem-bahan sesuai dengan berkat yang diberikan Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Markus 12:41-44 berbicara tentang motivasi memberi persembahan seperti yang dilakukan oleh seorang janda miskin yang memberi dari kekurangannya menurut Yesus.

Ayat 41, Yesus duduk berhadapan dengan tempat per-sembahan, sambil mengamati umat yang memberi persem-bahan di dalamnya banyak orang kaya yang memberi dengan jumlah yang besar. Setiap orang memberikan persembahannya ke dalam peti yang telah disiapkan dalam ibadah, sebab ibadah tidak dapat dipisahkan dengan persembahan (band. Roma 12:1, 2). Yesus mengetahui jumlah persembahan sebab bagi Allah tidak ada yang tersembunyi; Allah melihat dan mengetahui setiap pemberian persembahan kepada-Nya (band. Matius 6:1-4) dan Yesus punya Kuasa Ilahi yang adikodrati.

Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar, berarti lebih banyak dari pada orang lain, juga banyak dalam pan-dangan manusia walaupun sangat relatif. Yesus tidak menye-butkan jumlahnya karena bukan jumlah yang menjadi pokok Injil Markus di sini, melainkan apa dorongan dan motivasi memberi persembahan.

Ayat 42, janda miskin memasukkan dua peser yaitu satu duit. Di sini jumlah pemberian disebutkan dengan maksud betapa sedikit pemberian itu; uang peser adalah uang perunggu lepton (koin Yahudi) yang sekecil-kecilnya sama dengan uang sen. Namun Yesus mengapresiasi/memuji janda miskin yang  memberi banyak dari mereka semua, karena ia memberi dari keku-rangannya, semua yang ada padanya yaitu seluruh naf-kahnya.

Ayat 43, Yesus memanggil murid-murid-Nya karena Yesus merasa penting untuk memberi pengajaran dan pema-haman tentang memberi persembahan yang benar serta ber-kenan kepada Allah.

Dua hal yang disoroti tentang persembahan menurut Yesus:

  1. Mengenai persembahan orang kaya (ayat 41)

Yesus mau mengatakan bahwa janganlah melihat per-sembahan itu hanya dari jumlah pemberian sebagaimana orang kaya; bahwa memang benar mereka memberi banyak; tetapi tidak seimbang dengan kelimpahannya, tidak rela/sukacita/tulus iklas; hanya untuk dilihat orang, formalitas dan keterpaksaan (band. Yes 1:13; Mal 1:10; Ibr 10:5 band Ul 16:17)

  1. Tentang persembahan janda miskin (ayat 44b)

Persembahan janda miskin mengandung makna sebagai berikut:

  1. Pujian dan sembah serta korban syukur kepada Allah ( Mzm. 107:22; 116:17)
  2. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manu-sia ( Mat. 22:37-39);
  3. Memberi persembahan karena: Iman kepada Allah dan percaya pemeliharaan Tuhan. ( Ibr. 11:4, 17)
  4. Memberi persembahan kepada Allah yang menyela-matkannya; ada pengorbanan, pentahiran, perda-maian, pembangunan ( Mat. 5:24; Luk. 5:14; Ibr. 7:27; 10:10; Ezra 2:68)
  5. Memberi persembahan dalam: Ketaatan, rela, suka-cita, tulus iklas ( Kel. 25:2; Bil. 31:50; 1 Taw. 29:14; Mzm. 54:8; Ef. 5:2)

          Bahkan memberi persembahan diatur cara dan bagai-mana serta apa yang diberikan agar tertib/teratur dan berkenan kepadaNya. (band. Mzm. 96:8; Mat. 5:23-24).

Makna dan Implikasi Firman

  • Memberi persembahan yang dilakukan dengan rendah hati dan tulus adalah hal yang sangat baik dan menyenangkan hati Tuhan. Menjadi kepujian Allah kepada mereka yang bekerja dengan nafkah yang hanya cukup untuk sehari tetapi memberi bagi orang yang membutuhkan ( Ef. 4:28); mereka memberi telah melampaui kemampuan, seperti jemaat Makedonia yang walaupun sangat miskin namun kaya dalam kemurahan (band. 2 Kor. 8:2-3).
  • Dalam hal pengeluaran anggaran belanja adalah lebih baik bagi kita untuk membatasi keinginan yang tidak penting, karena itu perlu ada penghematan, supaya dapat memberi persembahan yang baik, yang sepadan dengan kekayaan kita.
  • Mengelola berkat Tuhan yang merupakan kekayaan adalah tanggung jawab bersama. Jika mungkin ada yang kurang menyenangkan itu bukan menjadi satu alasan untuk tidak memberi persembahan bagi Tuhan Yesus. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia; Bagi Dialah Kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36)

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  • Apa pendapat anda tentang persembahan orang kaya dan persembahan janda miskin, menurut Markus 12:41-44?
  • Bagaimana persembahan yang berkenan kepada Allah? 

POKOK-POKOK DOA:

  • Anggota Jemaat mempunyai kerelaan memberi persembahan
  • Penatalayanan berkat Tuhan yang bertanggung jawab.
  • HUT ke-71 Kemerdekaan RI
  • Penjabaran 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika).

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK  II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No. 2 Dunia Tercipta oleh Karena Tuhanmu

Doa Penyembahan:        KJ No. 5 Tuhan Allah Nama-Mu

Pengakuan Dosa: KJ No. 27 Meski Tak Layak Diriku

Janji Anugerah Allah: NNBT No. 9 'Ku akan Selalu Bersyukur

Puji-pujian: NNBT No. 20 Kami Bersyukur padaMu, Tuhan

Pembacaan Alkitab: NNBT No. 12 Diamlah

Pengakuan Iman: NNBT No.7 Mari Puji Tuhan Yesus

Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup: NNBT No. 35 Tuhan, Kau Gembala yang Baik 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Markus 12:41-44 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,