gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 9515 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai

Sarana Kesaksian Gereja"
TEMA MINGGUAN: "Berbuah Sampai Masa Tua"
Bahan Alkitab : Mazmur 92:6-16

#92-#6 Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
#92-#7 Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.
#92-#8 Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.
#92-#9 Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!
#92-#10 Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan. 92:10 (#92-#11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; 92:11 (#92-#12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku. 92:12 (#92-#13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 92:13 (#92-#14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 92:14 (#92-#15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 92:15 (#92-#16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.


Penjelasan:
* 6-9. Kedaulatan Allah. Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya Tuhan. Sifat berdaulat dan mahamulia Allah sebagaimana terekspresikan melalui pekerjaan-pekerjaan-Nya dan pikiran-pikiran-Nya ditampilkan secara berlawanan dengan kurangnya pengertian orang bebal dan orang bodoh. Berlawanan dengan kebinasaan yang pasti dari orang-orang yang kurang pengertian dan pengetahuan ini, Allah berdiri teguh di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya.

* Kemenangan dan Kebahagiaan Orang Benar (92:8-16)
Pemazmur telah mengatakan (ay. 5) bahwa ia akan memperoleh kesempatan untuk meraih kemenangan dari pekerjaan-pekerjaan Allah, dan di sini ia benar-benar memperolehnya.
    I. Ia bersukacita penuh kemenangan atas musuh-musuh Allah (ay. 8, 9, 11) dan saat membayangkan kehancuran mereka. Bukan karena penderitaan yang dialami sesama, melainkan karena hal ini akan mendatangkan kehormatan atas keadilan dan kesucian Allah. Ia merasa yakin perihal kehancuran orang-orang berdosa,
        1. Walaupun mereka berkembang dengan subur (ay. 8): Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan di musim semi (begitu banyak, begitu subur, begitu hijau, dan tumbuh begitu pesat), dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang dalam kemegahan, kekuasaan, dan kemakmuran lahiriah yang mudah didapat dengan berlimpah, serta berhasil di dalam pekerjaan mereka, orang akan menyangka bahwa semua ini terjadi supaya mereka bahagia, bahwa itu merupakan bukti nyata perkenan Allah dan jaminan atas sesuatu yang baik atau bahkan lebih baik, yang disediakan bagi mereka. Namun, bukan demikian halnya. Semua itu boleh terjadi supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya. Orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya (Ams. 1:32). Domba-domba yang hendak disembelih akan dilepas di padang rumput yang paling subur.
        2. Meskipun musuh sangat berani (ay. 10). Mereka adalah musuh-musuh-Mu, dengan lancang mereka mengakui itu. Mereka bertolak belakang dengan Allah dan melawan Dia. Mereka memberontak terhadap mahkota dan martabat-Nya, dan oleh sebab itu sungguh mudah untuk memprakirakan memperkirakan bahwa mereka akan binasa. Sebab siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? Perhatikanlah, semua pelaku kejahatan yang tidak mau bertobat akan dibinasakan dan dianggap sebagai musuh Allah, yang akan binasa dan dicerai-beraikan. Kristus akan menganggap orang-orang yang tidak mau diperintah oleh-Nya sebagai musuh, dan mereka akan dibawa serta dibunuh di hadapan-Nya. Sekarang para pelaku kejahatan bersatu dan berhubungan dekat untuk bersatu padu melawan Allah dan agama. Namun, mereka akan dicerai-beraikan dan dilumpuhkan sehingga tidak dapat saling membantu melawan penghakiman Allah yang adil. Di dunia yang akan datang mereka akan dipisahkan dari perkumpulan orang benar (terjemahan dalam bahasa Aram, Mzm. 1:5).
        3. Mereka melakukan kejahatan terhadap sang pemazmur dan karena itu ia mungkin saja tergoda untuk merasa takut terhadap mereka. Walaupun begitu, ia bersukacita penuh kemenangan atas mereka (ay. 12): "Mataku memandangi seteruku yang bangkit melawan aku. Aku akan melihat bagaimana mereka bukan saja dilumpuhkan sehingga tidak dapat berbuat jahat terhadapku lagi, tetapi juga akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka terhadapku, dan dibawa kepada pertobatan atau kebinasaan." Inilah keinginan pemazmur menyangkut diri mereka. Di dalam bahasa Ibrani, dikatakan, Mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat. Ia tidak mengatakan tentang apa yang akan dilihat atau didengarnya, melainkan melihat dan mendengar apa yang di dalamnya Allah akan dipermuliakan dan dengan demikian membuatnya merasa puas. Hal ini boleh jadi merujuk kepada Kristus, kepada kemenangan-Nya atas Iblis, maut, dan neraka, atas kebinasaan orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan Dia serta menolak Injil-Nya. Juga kepada kebinasaan orang-orang yang tidak mau bertobat pada akhir zaman. Orang-orang yang bangkit melawan Kristus akan jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan dijadikan tumpuan kaki-Nya.
    II. Ia bersukacita di dalam Allah, kemuliaan-Nya, dan anugerah-Nya.
        1. Di dalam kemuliaan Allah (ay. 9): "Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN. Para pelaku kejahatan yang bangkit melawan kita mungkin saja menempati kedudukan yang tinggi untuk beberapa waktu, dan menyangka telah mengangkat tinggi segala sesuatu, tetapi Engkau di tempat yang tinggi, paling tinggi, untuk selama-lamanya. Ketinggian mereka akan direndahkan dan diturunkan, tetapi ketinggian-Mu akan kekal selamanya." Oleh sebab itu, janganlah kita takut terhadap kesombongan dan kekuatan orang-orang fasik, atau berkecil hati karena kejahatan mereka yang sebenarnya tidak berdaya, karena ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian, tetapi keselamatan yang dari pada Allah akan tetap untuk selama-lamanya (Yes. 51:7-8).
        2. Di dalam kasih karunia Allah, perkenan-Nya, dan buah-buah yang dihasilkan,
            (1) Kepada dirinya sendiri (ay. 11): "Engkau, ya Tuhan, yang berada di tempat yang tertinggi, Kautinggikan tandukku." Allah yang besar adalah sumber kehormatan, dan Dia, yang di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, Dia sendirilah yang akan meninggikan umat-Nya selama-lamanya, sebab Ia menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya ( 148:14). Orang-orang fasik dilarang meninggikan tanduk (75:5-6), tetapi orang-orang yang melayani Allah dan kepentingan kerajaan-Nya dengan kehormatan atau kekuatan mereka, dan menyerahkan pelayanan mereka itu kepada-Nya untuk dijaga-Nya, ditinggikan-Nya, digunakan-Nya, dan diatur-Nya seturut kehendak-Nya, boleh berharap bahwa Ia akan meninggikan tanduk mereka seperti tanduk banteng, sampai setinggi-tingginya, baik di dunia ini maupun di dunia yang lain. Kautinggikan tandukku, ketika musuh-Mu binasa, sebab pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari, ketika orang-orang jahat dihukum untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Pemazmur menambahkan, aku dituangi minyak baru, yang menunjukkan penegasan baru terhadap jabatan yang untuknya ia telah diurapi sebelum ini. Atau, ini juga berarti kelimpahan, sehingga ia bisa mendapatkan minyak baru sebanyak yang diinginkannya, atau penghiburan demi penghiburan untuk menyegarkan dirinya bilamana rohnya lesu. Kasih karunia adalah urapan Roh. Ketika kasih karunia ini diberikan untuk menolong kita pada waktu kita membutuhkan pertolongan, atau diterima pada saat ada kesempatan untuk itu, dari kepenuhan yang ada di dalam Kristus Yesus, maka saat itulah kita diurapi dengan minyak baru. Ada yang membaca ayat ini sebagai berikut, Pada waktu aku menjadi tua, Engkau akan mengurapiku dengan minyak baru. Usia lanjutku akan Kautinggikan dengan kasih setia berlimpah, demikian menurut Septuaginta. Bandingkan dengan ayat Mazmur 148:15, Pada masa tua pun mereka masih akan berbuah. Penghiburan dari Roh Allah dan sukacita keselamatan-Nya akan menjadi seperti minyak baru bagi mereka yang kepalanya ada rambut putih yang didapat pada jalan kebenaran.
            (2) Bagi semua orang yang dikasihi Allah. Di sini mereka diumpamakan seperti pohon tarbantin kebenaran (Yes. 61:3; Mzm. 1:3).
                Amatilah:,
                [1] Tempat baik di mana mereka ditanam. Mereka ditanam di bait TUHAN (ay. 14). Pohon-pohon kebenaran bukan tumbuh dengan sendirinya tetapi ditanam. Bukan di tanah biasa, melainkan di taman Firdaus, di bait TUHAN. Pepohonan tidak biasa ditanam di dalam rumah, tetapi dikatakan bahwa pohon-pohon Allah ditanam di bait atau rumah-Nya karena itu datang dari anugerah-Nya, dan melalui perkataan serta Roh-Nya sajalah mereka menerima seluruh sari gizi dan kebaikan yang membuat mereka tetap hidup dan berbuah. Mereka mengukuhkan diri kepada ketetapan kudus, berakar di dalamnya, mematuhinya, menempatkan diri di bawah perlindungan ilahi, dan menghasilkan buah demi kehormatan dan kemuliaan Allah.
                [2] Ikrar yang di dalamnya mereka akan dipelihara. Di sini dijanjikan,
                    Pertama, bahwa mereka akan bertumbuh (ay. 13). Di mana pun Allah memberikan anugerah sejati, Ia akan memberikan lebih banyak lagi. Pohon-pohon Allah akan tumbuh lebih tinggi seperti pohon aras, pohon-pohon aras di Libanon. Mereka akan tumbuh semakin dekat dengan sorga, dan dengan hasrat yang kudus mereka akan membubung tinggi menuju dunia atas. Mereka akan tumbuh semakin kuat seperti pohon aras, dan lebih layak untuk digunakan. Orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.
                    Kedua, bahwa mereka akan tumbuh subur, baik dalam hal pengakuan iman maupun di dalam penghiburan dan sukacita jiwa mereka. Mereka akan bergembira dan dihargai oleh semua orang di sekeliling mereka. Mereka akan bertunas seperti pohon korma, yang memiliki sosok yang agung (Kid. 7:7), dan cabang-cabang yang kokoh (Im. 23:40; Hak. 4:5). Buah korma sangat lezat, tetapi di sini korma disinggung sebagai pohon yang senantiasa hijau. Orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan atau rerumputan (ay. 8), yang akan segera layu. Sebaliknya, orang benar akan bertunas seperti pohon korma yang tahan hidup lama dan tidak berubah di musim dingin. Mengenai pohon korma, telah dikatakan, Sub pondere crescit - Semakin ditekan, semakin ia bertumbuh. Begitu pula, orang benar akan tumbuh subur di bawah beban mereka. Semakin ditimpa kemalangan, semakin bertambah banyaklah mereka. Karena ditanam di bait TUHAN (di situlah mereka berakar), mereka akan bertunas di pelataran Allah. Di sanalah dahan-dahan mereka membentang. Hidup mereka tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Namun, terang mereka juga bersinar di hadapan manusia. Sungguh diharapkan bahwa mereka yang memiliki tempat juga memiliki nama di tempat kediaman Allah dan di lingkungan tembok-temboknya (Yes. 56:5). Biarlah orang-orang Kristen yang baik mempunyai tujuan untuk menjadi unggul, supaya mereka bisa menjadi ulung dan bertunas, sehingga dengan demikian dapat memperindah pengajaran Allah Juruselamat kita, seperti pohon-pohon bertunas yang menghiasi pelataran rumah. Biarlah mereka yang bertunas di pelataran Allah memberi kemuliaan kepada-Nya, karena melalui janji inilah mereka bertunas: mereka akan menjadi gemuk dan segar. Tunas mereka berasal dari gemuk atau sari gizi di dalamnya, dari akar pohon zaitun yang penuh getah (Rm. 11:17). Bila dasar kasih karunia yang memberi kehidupan itu tidak ada di dalam hati, pengakuan iman tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, di tempat pohon itu tumbuh, di situlah tidak layu daunnya ( 1:3). Kenyang pohon-pohon TUHAN ( 104:16). Baca juga Hosea 14:5-6.
                    Ketiga, bahwa mereka akan berbuah. Seandainya hanya berdaun, pohon-pohon itu tidak akan ada nilainya. Jadi, lebih dari itu, mereka masih berbuah. Buah-buah yang dihasilkan melalui pengudusan, yaitu semua pekerjaan penyembahan yang hidup dan percakapan yang bermanfaat, pekerjaan baik, yang melaluinya Allah dimuliakan dan orang lain dibangun. Semua inilah buah-buah kebenaran itu. Merupakan hak istimewa dan juga kewajiban orang benar untuk hidup berlimpah dengan semua buah-buah yang demikian. Menghasilkan buah-buah kebenaran dengan berlimbah ini merupakan janji dan juga perintah. Telah dijanjikan bahwa mereka akan menghasilkan buah di usia lanjut. Ketika sudah tua, pohon-pohon lain akan berhenti berbuah, tetapi di dalam pohon-pohon Allah, kekuatan kasih karunia tidak akan pudar bersama kekuatan alami. Hari-hari terakhir orang-orang yang dikasihi Allah adakalanya justru merupakan masa yang paling baik. Sebab semua ini benar-benar menunjukkan bahwa mereka hidup benar. Ketekunan adalah bukti paling nyata tentang kesungguhan dan ketulusan. Namun, di sini dikatakan untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar (ay. 16), bahwa Ia menepati janji-janji-Nya dan setia kepada setiap perkataan yang telah diucapkan-Nya, dan bahwa Ia tetap melaksanakan pekerjaan yang telah dimulai-Nya. Sama halnya seperti dengan janji-janji bahwa orang percaya harus terlebih dulu mengambil bagian di dalam sifat ilahi, demikian pula dengan janji-janji bahwa sifat ilahi itu dipelihara dan diteruskan. Oleh sebab itu kuasa yang dihasilkannya merupakan bukti bahwa Tuhan itu benar. Begitu pulalah Ia akan menyatakan diri terhadap orang yang tidak bercela ( 18:26). Di dalam hal inilah sang pemazmur bersukacita penuh kemenangan: "Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. Aku telah memilih Dia sebagai gunung batu untuk membangun di atasnya, untuk berlindung di dalam celah-celahnya, dan menapakkan kaki di atasnya. Aku telah mendapati Dia sebagai gunung batu yang kuat dan kokoh, dan firman-Nya perkasa bagaikan gunung batu. Aku telah mendapati (dan biarlah semua orang mengatakannya saat ia mendapati demikian) "bahwa tidak ada kecurangan pada-Nya." Dia sama mampunya, dan akan sama baiknya, seperti yang dikatakan oleh firman-Nya. Semua orang yang senantiasa percaya kepada Allah mendapati Dia setia dan Mahamencukupi. Dan, tidak seorang pun akan pernah dipermalukan karena berharap di dalam Dia.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bagaimana mewujudkan Visi Pelayanan GMIM sebagai Gereja yang kudus, am dan rasuli? Apakah hanya dengan beragam ibadah yang dibuat ataukah dengan setumpuk program yang  terkesan sudah tumpang tindih? Ataukah Gema Penginjilan yang harus terus digelorakan dan ketajaman Pendidikan yang sudah harus dipertegas lagi? Di tengah-tengah tantangan zaman ini, sejujurnya gereja harus semakin giat meningkatkan kualitas hidup beriman. Kualitas hidup warga gereja yang baik akan menghasilkan orang-orang yang mampu hidup kudus, menolak dosa, hidup adil dan penuh kasih, pekerja keras dan tidak masa bodoh serta peduli terhadap keberlangsungan hidup ciptaan Tuhan lainnya. Hal ini sangat sesuai dengan misi Pelayanan GMIM yang pertama yaitu "Meningkatkan Spiritual Beriman Warga Gereja." Kehidupan rohani yang baik pasti karena Injil ditanamkan sejak dini baik di rumah maupun di sekolah.

Tema minggu ini: "Berbuah sampai Masa Tua" memberi pesan kepada kita sebagai warga gereja untuk menjadi berkat melalui buah kehidupan yang kita hasilkan.

Kehadiran semua warga gereja diharapkan memberi pengaruh-pengaruh positif dalam kehidupan. Baik yang masih muda ataupun yang sudah tua terpanggil untuk memiliki kualitas hidup yang baik, bermutu/bernilai sehingga bermanfaat bagi orang lain demi kemuliaan Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani "tehilim" yang berarti puji-pujian dan bahasa Yunani  "psalmoi" yang berarti nyanyian yang diiringi musik gesek atau petik. Kitab Mazmur berisi kum-pulan dari seratus lima puluh nyanyian, doa dan syair yang berbeda. Di bawah kepemimpinan Daud, ibadah yang dilakukan di Bait Suci menjadi semakin semarak dan dilengkapi dengan pagelaran musik melalui peran suku Lewi. Bahkan dalam kepemimpinan Salomo, dalam bait Allah yang pertama ada 200.000 peniup seruling dan 200.000 penyanyi berjubah putih yang dilatih untuk meluhurkan Allah dalam Ibadah (band. 2 Tawarikh 5). Psallo (menyanyi) merupakan aktivitas umat sebagai pemujaan kepada Allah dan hal-hal besar yang telah dilakukan-Nya. Pemazmur mengungkapkan berbagai perasaan atau sua-sana hati yang dialami ketika berhadapan dengan masalah, pergumulan, tekanan hidup, keraguan, keputusasaan, amarah, ketidaksetiaan, dukacita tetapi juga sukacita, kesetiaan, pengha-rapan, ketenangan dan kegembiraan atas pertolongan Tuhan Allah.

Mazmur 92 merupakan sebuah nyanyian ucapan syukur dalam perayaan Sabat. Sabat yang berarti hari perhentian kerja yang sangat penting bagi umat Israel. Sabat juga merupakan hari kesukaan untuk pergi ke Bait Allah.

Mazmur 92:6-16 dikelompokkan dalam jenis doa ucapan syukur perseorangan. Memuji dan menyembah Allah dalam ibadah merupakan kegiatan manusia yang menyenangkan hati Allah (band. Mazmur 147:1). Ayat 6-12, pemazmur sangat bersyukur karena pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang besar sehing-ga ia boleh terbebaskan dari berbagai tekanan atau penindasan. Puji-pujian ini dibawakan oleh seorang yang sangat kagum dan takjub dengan perbuatan Allah. Oleh karena itu sangat nyata motifnya adalah ucapan syukur atas kebaikan Tuhan Allah. Pemazmur juga menceritakan tentang keadilan Tuhan yang menghukum orang fasik. Semua kesejahteraan yang mereka rasakan hanyalah sementara dan akhirnya akan dipunahkan untuk selama-lamanya. Orang bodoh, mungkin lebih baik diterjemahkan "dungu" yang tidak memiliki pengertian dan "orang bebal" sebutan lain untuk orang fasik yang tidak memiliki : hikmat, iman kepada Allah dan kasih kepada sesama (band. Mazmur 10:10-13), tidak akan mengetahui dan mengerti ran-cangan/perbuatan Allah. Tetapi Tuhan di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, semua musuh-Nya akan dibinasakan dan orang yang melakukan kejahatan akan dicerai-beraikan.

Pemazmur begitu memuja Allah yang memberinya kekuatan. Tuhan meninggikan tanduknya seperti tanduk banteng (ayat 11). Tanduk adalah lambang kekuatan dan kekuasaan, tanduk banteng ditakuti karena kekuatannya (band. Mazmur 22:13). Tuhan juga menuangkan minyak di atas kepalanya sebagai symbol pengurapan kepada orang yang dikehendaki-Nya sehingga dia berani berhadapan dengan para lawannya (ayat 12)

Selanjutnya dalam ayat 13-16 digambarkan tentang keberadaan orang benar yang akan bertunas seperti "pohon korma" dan "pohon aras" yang tumbuh subur di Libanon. Pohon korma atau sejenis palem yang banyak di tanam di Timur Tengah dan Afrika Utara. Keistimewaan dari pohon ini, ia tidak pernah berhenti berbuah, tumbuh di oasis (mata air di padang gurun), memiliki akar yang sangat dalam, tumbuh tegak lurus, tumbuh bergerombol, berbuah di musim panas, buahnya manis dan sebagai tempat berteduh. Sedangkan pohon aras (cemara) adalah jenis pohon yang besar, digunakan untuk bangunan istana dan Bait Allah. Kayunya tahan lama (tidak mudah lapuk) dan berbau harum. Tingginya lebih dari 30 meter. Sangat terkenal karena ukuran dan kualitasnya (band. Yesaya 2:13). Pohon-pohon di pelataran Kenisah (Bait Tuhan) melambangkan kehidupan yang diberikan kepada orang benar (ayat 14). Keamanan dan kebahagiaan orang benar akan menjelaskan belas kasih dan kesetiaan Tuhan.

Pemazmur mau menggambarkan tentang orang benar harus bertunas seperti pohon korma, tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Artinya orang benar harus kuat menghadapi berbagi tantangan bahkan penghambatan (memiliki akar yang kuat), kokoh (kuat) di tengah berbagai persoalan hidup (tidak mudah lapuk). Makin tua, makin kuat, terus bertumbuh (ber-kualitas), berbuah dan menyegarkan lingkungan di mana dia berada. Sampai masa tua terus menjadi berkat bagi banyak orang dan memberitakan kebenaran tentang Tuhan yang kuat sebagai gunung batu yang memberikan perlindungan dan benar karena "tidak ada kecurangan pada-Nya".

Makna dan Implikasi Firman

  • Belajar dari Pemazmur, kita diajak untuk selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup. Kekaguman dan rasa syukur ini terungkap dari umat yang benar-benar percaya dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan.
  • Karya keselamatan-Nya membuat pemazmur dapat melihat perbedaan nasib antara orang benar dan orang fasik. Orang-orang fasik mengalami kemakmuran yang singkat karena mereka dilenyapkan oleh Allah tetapi orang benar akan mendapat kekuatan dan pemeliharaan untuk memberitakan tentang kebaikan dan keadilan Tuhan.
  • Nyanyian ini berisi pengajaran tentang siapa Allah dan merupakan ajakan untuk hidup benar di hadapan-Nya. Hidup orang benar akan nampak dalam karakter yang nyata melalui perbuatannya, seperti: setia, jujur, adil, tidak meram-pas hak orang lain, tidak meremehkan dan merendahkan orang lain. Selain itu juga orang benar tetap berdiri kuat sekalipun banyak tantangan dan pergumulan.
  • Pohon Korma dan Aras menggambarkan tentang kualitas (peran) orang benar dalam kehidupan. Orang benar berakar, bertumbuh dan terus berbuah sampai masa tuanya. Penderitaan, tantangan dan hambatan merupakan proses menuju kedewasaan dan kematangan hidup serta menjadi berkat bagi banyak orang.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah pengertian saudara tentang "berbuah sampai masa tua" menurut Mazmur 92:6-16 ?
  2. Menurut penilaian saudara, sudah sejauh mana gereja menjadi seperti pohon korma dan pohon aras di tengah-tengah melaksanakan tugas bersekutu, bersaksi dan melayani.
  3. Hal-hal apa yang menghalangi orang hidup dalam kebenaran dan bagaimana jalan keluarnya! 

POKOK-POKOK DOA :

  • Bagi gereja dalam upaya untuk berakar, bertumbuh dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan.
  • Bagi gereja dalam upaya memberitakan kebaikan dan kekuasaan Tuhan di tengah-tengah berbagai tantangan dan hambatan. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : NNBT. No. 5 Sorak-sorailah

Ses Doa Pembukaan : NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah

Ses Pengakuan dan Pengampunan: NNBT No. 31  Dalam Dunia Penuh Kemelut

Ses Pembacaan Alkitab : KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Persembahan: NKB No. 197 Besarlah Untungku

Nyanyian Penutup: NNBT No. 34 Tuhanlah Perlindunganku

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Mazmur 92:6-16 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,