gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 4102 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai Sarana Kesaksian Gereja"

TEMA MINGGUAN: "Pengucapan Syukur Memperkuat Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan"
Bahan Alkitab : Ulangan 16:1-17

Ulangan 16:1-17
Tiga hari raya utama
16:1 "Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. 16:2 Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana. 16:3 Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir. 16:4 Janganlah terdapat padamu ragi di seluruh daerahmu, tujuh hari lamanya; dan dari daging hewan yang kausembelih pada waktu petang pada hari pertama, janganlah ada yang bermalam sampai pagi. 16:5 Engkau tidak boleh mempersembahkan korban Paskah di salah satu tempat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 16:6 Tetapi di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, engkau harus mempersembahkan korban Paskah itu pada waktu senja, ketika matahari terbenam, bertepatan dengan saat engkau keluar dari Mesir. 16:7 Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu. 16:8 Enam hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi dan pada hari yang ketujuh harus ada perkumpulan raya bagi TUHAN, Allahmu; maka janganlah engkau melakukan pekerjaan. 16:9 Tujuh minggu harus kauhitung: pada waktu orang mulai menyabit gandum yang belum dituai, haruslah engkau mulai menghitung tujuh minggu itu. 16:10 Kemudian haruslah engkau merayakan hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu, sekedar persembahan sukarela yang akan kauberikan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 16:11 Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana. 16:12 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir, dan haruslah engkau melakukan ketetapan ini dengan setia. 16:13 Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu. 16:14 Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu. 16:15 Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. 16:16 Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa, 16:17 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."


Penjelasan:
* Ziarah-ziarah Tanda Patuh (16:1-17).
Bagian yang diawali pada 12:1 ini diakhiri dengan serangkaian perintah mengenai tiga ziarah tahunan menuju ke tempat ibadah utama: perayaan Paskah dan Roti Tidak Beragi (16:1-8), perayaan Tujuh Minggu (ay. 9-12) dan perayaan Pondok Daun (ay. 13-15). Mengenai pengaturan-pengaturan sebelumnya lihat Keluaran 12, Imamat 23, Bilangan 28 dan 29. Pembahasan kami di sini terutama diarahkan kepada ciri-ciri khusus dari perumusan peraturan di Kitab Ulangan serta berbagai persoalan yang ditimbulkan olehnya. Skema Sabat hadir lagi (14:28-15:18), sebab seluruh almanak religius yang mengatur perayaan disusun menurut pola Sabat. Yang tetap menonjol ialah perhatian terhadap cara di mana pilihan ilahi akan sebuah tempat ibadah permanen di tengah negeri yang luas harus mengubah pengaturan yang sudah ada. Perhatikan pemakaian rumusan hukum untuk mezbah pusat yang muncul berulang-ulang (16:2, 6, 7, 11, 15, 16). Karena Kitab Ulangan merupakan dokumen pembaharuan perjanjian yang menganggap peraturan-peraturan yang dikemukakan di dokumen sebelumnya masih berlaku, kitab ini menyingkat dan mengabaikan banyak hal sambil memberikan penekanan baru terhadap bagian-bagian yang dipengaruhi oleh diperkenalkannya "tempat yang akan dipilih Tuhan." Pengakuan akan hal ini seharusnya mencegah banyak pernyataan peneliti Alkitab berdasarkan sastra dan sejarah tentang pertentangan antara peraturan dalam Kitab Ulangan dengan yang di dalam Kitab Pentateukh lain. Ditinjau sebagai dokumen perjanjian, Ulangan 16:1-17 sesuai dengan tuntutan biasa raja pemenang agar setiap tahun raja yang kalah datang membawa upeti yang harus dibayar. Ayat 18 pada hakikatnya mengawali bagian baru yang membahas pelaksanaan keadilan.

Perayaan Paskah (16:1-8). 1. Bulan Abib. Lihat Keluaran 12:1, 6; 34:18. Paskah. Istilah yang dipakai di dalam ayat-ayat ini mencakup perayaan Paskah serta tujuh hari perayaan Roti Tidak Beragi. Oleh karena itu, kurban Paskah bisa diambil dari ternak domba dan lembu (ay. 2), sedangkan pada saat perayaan Paskah utama yang boleh dipersembahkan hanyalah domba saja (Kel. 12:3 dst.). Untuk persembahan kurban yang disebutkan dalam 16:2 lihat kisah perayaan itu di II Tawarikh 30:22 dan seterusnya dan 35:7 dan seterusnya serta perhatikan pemakaian istilah "kurban Paskah" untuk persembahan kurban dari kawanan ternak. 3. Roti Yang Tidak Beragi mengingatkan bangsa Israel akan keadaan tertindas ketika mereka masih dalam perbudakan, khususnya perlawanan Firaun terhadap rencana Israel untuk pergi sehingga menjadikan mereka harus mengadakan persiapan secara cepat. Tentang ayat 3, 4a lihat Keluaran 12:15, 18-20; 13:3, 6, 7; 23:15; 34:18; Imamat 23:6. Tentang ayat 4b lihat Keluaran 12:10; 23:18b; 34:25b; Bilangan 9:12. Tentang ayat 8 lihat Keluaran 12:16; Imamat 23:7, 8; Bilangan 28:18, 25.

* Ul 16:4 - daging hewan yang kausembelih pada waktu petang pada hari pertama // a. Engkau harus memasaknya dan memakannya // b. Pulang kembali ke kemahmu // a. Hari raya Tujuh Minggu // b. Persembahan sukarela
Untuk menunjuk sifat khas perayaan Paskah secara lebih tepat, Musa menyebutnya daging hewan yang kausembelih pada waktu petang pada hari pertama. Acuan kepada Paskah langsung sesudah pernyataan tersebut (ay. 5, 6) jelas juga harus dipahami dalam arti yang lebih sempit itu. 7a. Engkau harus memasaknya dan memakannya. Ada versi terjemahan yang secara tidak perlu menciptakan pertentangan dengan Keluaran 12:9 melalui terjemahan kata kerja bashal sebagai "merebus." Data Ibrani ini hanya berarti demikian jika ditambahkan keterangan tertentu seperti "dengan air" atau "dalam periuk" (bdg. Kel. 12:9; II Taw. 35:13b). Jika dikaitkan dengan api, bashal jelas berarti dibakar (lih. II Taw. 35:13a). Jika berdiri sendiri kata kerja ini bisa bermacam-macam artinya. Keragaman arti di 16:7 disebabkan karena cara mempersiapkan kurban agar dapat dimakan sudah ditetapkan sebelumnya dan tidak menjadi pusat perhatian Musa kali ini. Yang ingin ditekankan Musa di sini ialah kenyataan bahwa perayaan ini harus dilaksanakan di tempat ibadah pusat. Baru sesudah seluruh perayaan dilaksanakan dengan lengkap, baik persiapan maupun keterlibatan mereka, orang-orang yang beribadah itu boleh meninggalkan tempat ibadah pusat tersebut dan kembali ke tempat tinggal sementara masing-masing. 7b. Pulang kembali ke kemahmu. Ketidakjelasan arti dari ungkapan ini (yang di sini pastilah mengacu ke tempat tinggal sementara para peziarah tersebut di kota suci) juga bisa dikaitkan dengan perhatian utama Musa kepada gagasan tempat ibadah pusat. Persiapan kurban yang akan dipersembahkan di tempat ibadah merupakan sebuah penyempurnaan dari perayaan Paskah yang pertama di Mesir ketika darah harus disapukan pada tiang-tiang pintu dari setiap rumah pada saat belum ada tempat ibadah dan mezbah pusat.

Perayaan Tujuh Minggu (16:9-12). Tentang pokok pembahasan bagian ini lihat pengaturan sebelumnya di Keluaran 23:16; 34:22; Imamat 23:15 dan seterusnya; Bilangan 28:26 dan seterusnya. 10a. Hari raya Tujuh Minggu (bdg. Kel. 34:22) juga disebut "hari raya menuai" (Kel. 23:16) dan "hari raya lepas tujuh minggu" (Bil. 28:26). Belakangan perayaan ini memperoleh nama Yunani yaitu Pentakosta sebab cara penghitungan tanggalnya, yaitu lima puluh hari sesudah hari tertentu (Im. 23:16). Hari yang telah ditentukan tersebut dilukiskan secara umum di sini sebagai saat awal panen gandum (16:9). Tanggal yang tepat tidak perlu ditegaskan lebih lanjut sebab sudah ditentukan di Imamat 23:10 dan seterusnya. Hari tersebut ialah hari kedua dari Perayaan Roti Tidak Beragi, yaitu saat berkas hasil pertama panen gandum harus dipersembahkan. Hari tersebut adalah hari sesudah sabat itu (Im. 23:15), sebab hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi merupakan hari perhentian. Menurut perhitungan ini, hari Pentakosta pada zaman Perjanjian Baru jatuh pada hari Sabtu. Tujuh minggu di antara peziarahan untuk perayaan Paskah dan hari raya Menuai memungkinkan adanya waktu untuk menyelesaikan penuaian gandum. 10b. Persembahan sukarela (bdg. Im. 23:38; Bil. 29:39). Perayaan ini merupakan masa sukacita - sukacita di dalam Tuhan yang telah menuntun umat-Nya memasuki negeri yang makmur (16:10c, 11; bdg. 12:7, 12, 18; 16:14, 15) - sukacita di dalam Tuhan yang telah melepaskan mereka dari perbudakan (ay. 12) dan dengan demikian merupakan sukacita yang harus ikut dirasakan oleh semua orang miskin di dalam kalangan keluarga perjanjian (ay. 1 lb).

Perayaan Pondok Daun (16:13-15). Peraturan serupa terdapat di Keluaran 23:16; 34:22; Imamat 23:33 dan seterusnya; Bilangan 29:12 dan seterusnya.

* Ul 16:13 - Hari raya Pondok Daun // di tempat yang akan dipilih Tuhan
Hari raya Pondok Daun Juga disebut perayaan hari raya menuai di Keluaran. Seperti halnya perayaan Roti Tidak Beragi, perayaan ini berlangsung selama satu minggu yaitu sejak tanggal lima belas hingga tanggal dua puluh satu pada bulan yang ketujuh. Perayaan tersebut diikuti dengan hari sabat kedelapan (Im. 23:36, 39). Nama Pondok Daun mencerminkan kebiasaan untuk tinggal di dalam pondok daun sepanjang masa perayaan sebagai peringatan akan saat mereka di dalam pengembaraan di padang gurun (bdg. penggunaan roti yang tidak beragi). Nama hari raya "Menuai" menunjukkan bahwa perayaan ini merupakan puncak dari tahun pertanian ketika semua hasil tanah telah dipanen. Pada tahun pembebasan, ketika tidak ada panen, perayaan ini merupakan tunas perjanjian dibacakan di hadapan umum (31:9-13). Sekali lagi maksud dari perumusan ini ialah untuk melaksanakan hukum tentang tempat ibadah pusat - di tempat yang akan dipilih Tuhan (ay. 15). Juga di sini sukacita dan kasih merupakan ciri khas dari kehidupan dan ibadah perjanjian (ay. 14).

* Ul 16:16-17
Bandingkan Keluaran 23:17; 34:23. Rangkuman penutup ini kembali mengarahkan seluruh perhatian kepada tempat ibadah pusat (ay. 16a) dan memunculkan sifat peziarahan tersebut sebagai suatu perjalanan wajib tanda ketaatan menuju ke takhta Allah Raja (ay. 16b).

* Ul 16:17 - Sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu
Sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Bandingkan I Korintus 16:2.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Pengucapan syukur sesungguhnya tidak dapat dilepas-kan dari kehidupan orang percaya. Setiap orang percaya selalu memiliki alasan yang cukup untuk mengucap syukur di hadapan Tuhan Allah, yakni bagi kehidupan yang diberikan, kesehatan dan kekuatan setiap hari, umur panjang, hasil bumi yang melim-pah, ataupun pemeliharaan Tuhan setiap waktu. Sayang sekali, ucapan syukur atas segala kebaikan Tuhan ini sering disalah-gunakan dalam penerapannya. Pengucapan syukur seringkali berubah menjadi rutinitas tanpa makna, yang dirayakan secara berlebihan dan cenderung berubah menjadi pesta pora tanpa memperhatikan orang lain yang berkekurangan; terjadi perpe-cahan dalam keluarga, jemaat, bahkan tak jarang kita dengar terjadi perkelahian antar kelompok dan antar kampung justru di saat Pengucapan Syukur. Gereja pun menghadapi tantangan yang lebih besar sebab pengucapan syukur bukan lagi sekedar tuntutan keagamaan, melainkan telah membudaya dalam pera-yaan masyarakat setiap tahunnya, yang lebih dikenal dengan perayaan "Pengucapan." Hal ini tidak dapat dilepaskan dari kehidupan orang Kristen di tanah Minahasa.

Firman Tuhan mengajar dan memberitahukan bahwa pengucapan syukur adalah kehendak Allah bagi semua orang percaya, apapun keadaan dan situasi kehidupan yang dihadapi. Segala kebaikan Tuhan yang diterimanya menjadi daya dorong bagi orang percaya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan dan sesamanya. Pengucapan syukur yang dirayakan oleh orang percaya hanya akan berkenan di hadapan Tuhan apabila dira-yakan dengan motivasi yang benar dan menjadi alat berkat bagi sesama manusia. Itulah sebabnya jemaat diingatkan melalui perenungan sepanjang minggu ini bahwa seharusnya Pengu-capan Syukur Memperkuat Persekutuan, Kesaksian, dan Pelayanan setiap orang percaya.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Ulangan 16 adalah pasal yang secara khusus berbicara tentang pengucapan syukur yang harus dilakukan oleh umat Tuhan yakni orang Israel. Dalam bagian pembacaan Ulangan 16:1-17 ini terdapat tiga perayaan utama orang Israel, sebagai-mana yang terdapat juga dalam Keluaran 23:14-17 dan Imamat 23. Perayaan-perayaan yang dimaksud adalah hari raya Paskah (ayat 1-8), hari raya Tujuh Minggu (ayat 9-12), dan hari raya Pondok Daun (ayat 13-17). Tujuan utama perayaan hari-hari raya tersebut adalah merayakan segala kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan-Nya kepada orang Israel, yakni ucapan syukur atas pemeliharaan-Nya, pertolongan-Nya, maupun atas panen hasil bumi yang berlimpah. Pengucapan syukur tersebut dilaku-kan dengan merayakannya di Yerusalem sebagai pusat keaga-maan orang Yahudi. Sebagaimana perintah Tuhan, orang Yahudi yang tinggal di luar Yerusalem pun haruslah melakukan perjalanan ziarah menuju ke Yerusalem. Perayaan pertama disebut hari Paskah atau hari raya Roti Tidak Beragi. Penekanan perayaan ini adalah pada pembebasan yang dilakukan Allah atas orang Israel dari tanah Mesir, yang memungkinkan mereka menjadi sebuah bangsa yang merdeka. Perayaan ini dilakukan dengan memakan roti tidak beragi sebagai simbol penderitaan, sekaligus mengingatkan umat Tuhan mengenai perjalanan di padang gurun selama 40 tahun. Tujuan menjaga perayaan ini dengan jelas disebutkan dalam ayat 3, yakni mengingat segala kebaikan Tuhan yang tidak boleh dilupakan.

Perayaan kedua dirayakan tujuh minggu sesudah perayaan Paskah dan disebut hari raya Tujuh Minggu atau lebih dikenal sebagai hari raya Pentakosta. Hari raya Tujuh Minggu adalah perayaan yang berkaitan dengan pertanian, yang ditandai de-ngan berakhirnya panen gandum orang Israel. Demikian juga dengan perayaan hari raya Pondok Daun. Orang Israel mera-yakannya dengan tujuan mengucap syukur kepada Tuhan Allah atas segala persediaan dan kemurahan-Nya melalui hasil panen yang diterima. Segala perayaan ini yang dilakukan sebagai bentuk penyembahan kepada Tuhan bukanlah sekedar ritual keagamaan tanpa sukacita. Justru sebaliknya, perayaan-pera-yaan ini dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan seluruh umat Tuhan (ayat 11, 14, 15). Selain mendatangkan sukacita, perayaan-perayaan ini mempererat kesatuan di antara seluruh orang Israel sebagai satu bangsa yang disebut umat Tuhan. Hanya saja, sesudah kehancuran Yerusalem (di dalamnya Bait Allah) di tahun 70 Masehi, hari-hari raya ini mulai dirayakan di tengah keluarga masing-masing dan di sinagoge-sinagoge yang ada, namun dengan tujuan yang tetap sama: mengucap syukur atas segala kebaikan Allah dan mempererat kesatuan sebagai satu umat Tuhan.

Pada intinya, perayaan-perayaan ini adalah suatu kewajiban bagi semua umat Tuhan di manapun berada. Umat Tuhan diminta mengingat segala perbuatan Allah yang ajaib, yang dinyatakan-Nya melalui pertolongan dan berkat-berkat-Nya yang tiada berkesudahan (ayat 12, 17). Dengan mengingat dan merayakannya, umat Tuhan dipenuhi dengan sukacita dan kemurahan yang sama untuk berbagi dengan semua orang yang membutuhkan (ayat 11). Dengan demikian pengucapan syukur yang berkenan kepada Tuhan selain berdimensi ucapan syukur tetapi juga berdimensi memperkuat persekutuan, kesaksian dan pelayanan gereja.

Makna dan Implikasi Firman

Tidak ada alasan yang dapat membuat orang percaya tidak mengucap syukur di hadapan Tuhan Allah. Sama seperti orang Israel, ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang harus dirayakan oleh semua orang percaya. Hasil panen yang berlimpah karena tanah yang subur dan diberkati adalah salah satu contoh berkat terbesar yang dinikmati oleh orang percaya di tanah Minahasa dan harus disyukuri. Betapa besarnya kebaikan Tuhan bagi umat yang percaya kepada-Nya! Berkat ini haruslah membuat semua orang percaya mengucap syukur. Melalui pengucapan syukur tersebut persekutuan dan kesaksian orang percaya yang sama-sama bersyukur diperkuat dan pelayanan terhadap sesa-ma yang membutuhkan semakin digiatkan. Tindakan-tindakan inilah yang membuat pengucapan syukur orang percaya berke-nan dan memuliakan nama Tuhan, bukan tindakan-tindakan yang hanya menjurus pada pesta pora, mabuk-mabukan, per-judian, dan pengeluaran yang berlebihan tanpa memperhatikan orang lain yang berkekurangan; terjadi perpecahan dalam ke-luarga, jemaat, bahkan tak jarang kita dengar terjadi perkelahian antar kelompok dan antar kampung justru di saat Pengucapan Syukur.

Belajar dari orang Israel yang mengucap syukur karena telah dibebaskan oleh Tuhan Allah dari tanah Mesir lewat perayaan Paskah, orang percaya di seluruh dunia kini merayakannya dengan makna yang baru atas keselamatan yang telah diterima melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Inilah ucapan syukur terbesar yang harus dinyatakan semua orang yang percaya dan yang mendorongnya untuk melayani sesama yang membutuhkan dengan segala yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa motivasi dan bagaimana bentuk perayaan syukur umat Tuhan menurut bacaan Alkitab ini?
  2. Apakah bentuk-bentuk perayaan yang menunjukkan pengu-capan syukur yang tidak berkenan di hadapan Tuhan Allah?
  3. Bagaimanakah mewujudnyatakan secara konkrit pengu-capan syukur yang memperkuat persekutuan, kesaksian, dan pelayanan di tengah kehidupan jemaat dan masyarakat? 

POKOK-POKOK DOA

  • Jemaat menyadari segala kebaikan Tuhan dari hal-hal terbesar hingga hal-hal terkecil dan belajar mensyukurinya melalui kehidupan yang memuliakan Tuhan.
  • Kehidupan jemaat yang semakin diberkati dan menjadi berkat bagi sesama yang membutuhkan.
  • GMIM yang semakin kuat dalam persekutuan, kesaksian, dan pelayanan di dalam pengucapan syukur yang benar di hadapan Tuhan Allah. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: KJ. No. 3 Kami Puji dengan Riang

Ses Doa Penyembahan: NNBT. No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Pengakuan Dosa: NKB. No. 17 Agunglah Kasih Allahku

Ses Janji Anugerah Allah : NKB No. 199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

Persembahan: NKB. No. 133 Syukur Pada-Mu, Ya Allah

Nyanyian Penutup: DSL 176 Musim Penuaian. 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Ulangan 16:1-17 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,