gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 11110 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai

Sarana Kesaksian Gereja"
TEMA MINGGUAN: "Buah Pekabaran Injil"
Bahan Alkitab : Kolose 1:3-14

Ucapan syukur dan doa
1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, 1:4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, 1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. 1:7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 1:8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh. 1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, 1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, 1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. 1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Penjelasan:
* Kol 1:3-5
Ucapan Syukur Atas Iman Jemaat di Kolose Dalam Kristus (1:3-5)
Sebuah surat Yunani kuno berawal sebagai berikut:
Dari Apion kepada Epimakhus ayahnya dan tuannya, banyak salam (charein). Pertama-tama saya berdoa agar Anda dalam keadaan sehat dan agar Anda senantiasa makmur dan dalam keadaan baik . . Saya bersyukur kepada Dewa Serapis karena, ketika saya dalam bahaya di tengah laut, dia langsung menyelamatkan saya ... (Deiss, LAE, hlm. 169).
Ketika mengawali surat-suratnya (terkecuali surat Galatia) dengan ucapan syukur, Paulus mengikuti kebiasaan menulis ini, tetapi dia mengubah isinya.

* Kol 1:3-6 - Iman // kasih // pengharapan // surga, // berbuah
Paulus mengucap syukur atas tiga buah kasih karunia yang ada di antara jemaat Kolose. Iman mereka kepada Kristus (dan kepada "kegiatan Kristus"), yang merupakan peristiwa lampau, dan kasih mereka kepada sesama manusia, yang nyata saat ini, berlandaskan pada pengharapan yang akan terwujud pada masa depan. Yang dimaksudkan dengan pengharapan mungkin adalah Kristus sendiri (bdg. 1:27). Ketiga hal ini berjalan bersama: jika pengharapan kita hanya terbatas di dunia ini saja, kita patut dikasihani (I Kor. 15:19), tetapi manakala pengharapan kita adalah surga, di mana zaman baru akan diwujudkan di dalam diri Kristus, maka pengharapan tersebut akan nyata dalam bentuk kasih dan berbuah di dunia sekarang (bdg. 1:13; 3:14; Ef. 6:12; Mrk. 4:20).

* Kol 1:7 - kawan pelayanan // Epafras, // kasih mereka dalam Roh
Hanya di sini saja Paulus menyebut rekan sekerjanya sebagai kawan pelayanan (harfiahnya, kawan budak dari sundoulos) dari Kristus; bisa juga yang dimaksudkan adalah "kawan sepenjara" dalam 4:10. Epafras, gembala sidang atas diaken (diakonos) dari jemaat di Kolose mungkin adalah pendiri jemaat di Lembah Likhus ini. Tidak diragukan lagi bahwa dari Epafraslah Paulus mengetahui tentang berbagai kesalahan yang mengancam orang Kristen di sana dan juga tentang kasih mereka dalam Roh kepada Paulus. Dalam Roh mungkin mengacu kepada wilayah kerja Roh atau zaman baru, walaupun kasih rohani dan kasih dari Roh juga merupakan terjemahan mungkin (bdg. Rm. 8:9; Ef. 1:3).

* Kol 1:9-14
Doa Agar Mereka Bertumbuh Dalam Kristus (1:9-14)
Doa-doa Paulus bukan hanya menunjukkan wawasan yang luar biasa tentang iman sang rasul; doa-doa itu juga merupakan pelajaran-pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti dari doa orang Kristen. Jika dibandingkan dengan doa Bapa kami, maka doa-doa Paulus merupakan sebuah petunjuk tentang bagaimana pengajaran Kristus, "Berdoalah demikian" (Mat. 6:9), diterapkan di gereja mula-mula. Sesudah diawali dengan ucapan syukur, Paulus mulai mengajukan permohonan yang berubah menjadi ucapan syukur ketika doa itu bergeser menjadi sebuah kidung pujian kepada Kristus yang dimuliakan.

* Kol 1:9-10 - Berdoa // menerima segala hikmat // memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik, maka pengetahuan yang benar tentang Allah
Berdoa. Lihat tafsiran atas 4:2. C. Masson (L'Epitr de Saint Paul aux Colossiens) berpendapat bahwa menerima segala hikmat (epignosis) hendaknya dipahami sebagai "dewasa dengan memiliki segala hikmat." Mungkin di sini terdapat kontras yang halus dengan pengetahuan (gnosis) dari penganut Gnostik. Paulus tidak menekankan suatu intelektualisme abstrak atau suatu pengalaman mistik, tetapi suatu pengetahuan yang menyeluruh (epignosis) tentang kehendak Allah yang sesuai dengan hikmat (bdg. I Kor. 1:24-30) dan pemahaman. Sekalipun ketika memakai istilah-istilah ini sang rasul mungkin terpengaruh oleh kosakata lawan-lawannya, dia telah mengubah arti kosakata tersebut untuk melawan para guru palsu itu. Dia berdoa agar jemaat Kolose dapat mengalami penyembuhan kejiwaan dari Allah yang akan mengubah pandangan umum dan pandangan hidup mereka (bdg. Rm. 12:1, 2). Suatu perubahan mental merupakan prasyarat. dan dasar untuk mengalami pembaharuan moral; pada gilirannya ketika mereka sudah memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik, maka pengetahuan yang benar tentang Allah yang mereka miliki akan meningkat.

* Kol 1:11 - dikuatkan ... kekuatan ... kuasa // tekun,
Untuk menekankan sebuah konsep, sang rasul memakai cara pengulangan: dikuatkan ... kekuatan ... kuasa. Yang bekerja di dalam diri orang Kristen tidak kurang daripada kuasa Allah yang Mahakuasa itu sendiri, sekarang ini bukan untuk meninggikan, tetapi untuk menjadi tekun, tabah dan ulet. Para filsuf Stoa juga mengajarkan kebajikan-kebajikan ini, tetapi mereka memadukan semua itu dengan sikap acuh tak acuh yang mutlak. Yang dimaksudkan oleh Paulus ialah penantian dengan penuh harapan dan penderitaan yang penuh sukacita. Ini merupakan ciri khas Kristen! Sukacita yang tidak berakar di tanah penderitaan adalah dangkal (C. F. D. Moule, The Epistles of Paul the Apostle to the Colossians and to Philemon).

* Kol 1:12-14 - melayakkan // untuk mendapat bagian, // Terang // kegelapan // terang, // kegelapan // kerajaan // penebusan
Kuasa Allah melayakkan kita untuk mendapat bagian, maksudnya, memberi, kuasa kepada kita dan menjadikan kita layak. Terang dan kegelapan merupakan istilah-istilah teologis yang umum dipakai di kalangan keagamaan dan paling akhir dijumpai juga dalam Gulungan Naskah Laut Mati. Di sini Paulus rupanya membedakan kenyataan atau alam zaman baru - terang, dengan kenyataan zaman sekarang, lingkungan atau kuasa (exousia) jahat yakni kegelapan. Di bagian lain, lingkungan jahat ini disamakan dengan kuasa Iblis (bdg. 2:15; Luk. 22:53; Kis. 26:18; Ef. 2:2).

Ayat-ayat yang mengemukakan kelepasan pada waktu yang lalu dan pemindahan ke dalam kerajaan Kristus serta penebusan yang sudah dimiliki orang Kristen saat ini merupakan ciri-ciri khas dari "eskatologi yang sudah direalisasikan," yaitu, bahwa zaman baru sudah datang dengan kebangkitan Kristus dan bahwa orang-orang Kristen memasukinya ketika bertobat. Hubungan di antara kerajaan yang sudah direalisasikan dengan kerajaan yang masih akan datang telah menimbulkan perdebatan panjang dan menghasilkan adanya berbagai pandangan. Apakah keduanya merupakan konsep terpisah yang mencerminkan tahap-tahap perkembangan di dalam pemikiran para penulis Perjanjian Baru? Karena pada dasarnya hampir semua lapisan penulisan Perjanjian Baru mengandung kedua konsep ini, solusi tersebut di atas tampaknya dipaksakan. Apakah aspek sekarang dari kerajaan ini merupakan sebagian dari perwujudan kerajaan yang akan datang? Paulus tampaknya beranggapan bahwa orang-orang Kristen sepenuhnya berada di dalam suasana zaman. baru melalui kedudukan bersama mereka di dalam Kristus, yang diwujudkan di dalam diri perseorangan oleh Roh Kudus; sekalipun, begitu suasana zaman baru tersebut baru akan terwujud sepenuhnya secara pribadi hanya ketika parusia, yakni kedatangan kembali Kristus (lih. Pendahuluan).

Di dalam Gnostik yang belakangan, diadakan perbedaan antara pengampunan sebagai tahap awal, dan penebusan sebagai lolosnya jiwa ke alam baka. Di sini Paulus berbicara tentang penebusan yang menghasilkan pengampunan dosa-dosa. (Lih. Leon Morris, The Apostolic Preaching of the Cross, hlm. 43).

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di berbagai kesempatan kita sering membicarakan Injil bahkan tidak sedikit yang berani memperdebatkannya. Injil selalu menarik untuk dibicarakan dan tidak jarang warga Gereja suka mempercakapkan tentang apa dan bagaimana Injil itu bagi jemaat, pelayan khusus bahkan masyarakat. Pada bulan yang lalu kita baru saja merayakan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen Gereja Masehi Injili di Minahasa ke-185. Di mana-mana kita melaksanakan Kebaktian Penyegaran Iman. Inti dari pemberitaan pada perayaan ini adalah berita tentang Injil yang masuk di tanah Minahasa, oleh Pekabar Injil: Riedel dan Shcwarz serta penginjil lainnya.

Injil adalah kabar baik yang menceritakan semua karya Tuhan atas dunia dan manusia. Itulah sebabnya menjadi sangat penting bagi kita untuk memberitakan Injil, karena itulah yang diamanatkan-Nya, bahwa kita harus menjadi saksi mulai dari Yerusalem dan Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8).

Yang diharapkan dari pemberitaan Injil untuk menjadi-kan orang percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah menjadi orang percaya pada Yesus Kristus, yang kelihatan dari gaya hidup (kata dan tindakan) setiap hari.

Buah Pekabaran Injil menjadi tema minggu ini yang diangkat dari Kolose 1 : 3 - 14.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kolose adalah sebuah kota di sebelah timur Efesus. Kebanyakan penduduknya berlatar belakang agama Yahudi dan kebanyakan jemaat Kolose terdiri dari berbagai agama (2:10).  Kolose 1:3-14, Paulus mulai dengan : "Kami selalu mengucap syukur kepada Allah", kata kami itu menunjuk pada Paulus sendiri dan Timotius (1:1). Paulus memiliki keistimewaan dalam suratnya selalu disertai dengan doa (Filipi 1:2; 2Tesalonika 1:11; Filipi 1:4). Rupanya ada perhatian khusus dari Paulus untuk jemaat Kolose dalam doanya, mengapa? Karena Epafras memberitahu tentang ketekunan, keteguhan iman jemaat Kolose menghadapi berbagai ajaran sesat, yang berusaha menyesatkan iman jemaat. Dari Epafras Paulus menerima laporan tentang perkembangan iman jemaat, bagaimana jemaat mempraktekkan kasih terutama kepada semua orang kudus. Itulah sebabnya Paulus tidak hanya selalu mendoakan jemaat Kolose, tetapi sekaligus memberi nasehat praktis supaya jemaat berkembang secara sehat.

Paulus menyatakan syukurnya karena iman dan kasih jemaat. Iman dihubungkan dengan Kristus dan kasih dihubung-kan dengan orang Kristen lainnya. Keduanya: iman dan kasih dialaskan atas pengharapan, ini adalah keinginan saleh karena memiliki kepastian dalam Injil. Injil adalah sebuah kebenaran dan kebenaran yang timbul dari Injil menjadi berita tidak hanya bagi jemaat Kolose tapi dunia. Kebenaran yang lahir dari Injil telah berbuah bagi jemaat, maksudnya jemaat memiliki kema-hiran (ahli, cerdas) rohani, kekuatan dan ketekunan serta kete-guhan, itu karena kasih karunia Allah yang dikerjakan dalam Roh.

"Kami tiada henti berdoa untuk kamu", menyatakan  keterkaitannya dengan jemaat dalam tanggungannya. Apa yang diharapkan dalam doanya adalah supaya jemaat diberi hikmat dan pengertian untuk mengetahui kehendak Tuhan (9). Hikmat yang berpusat pada kehendak Allah memiliki perbedaan dengan hikmat dari guru-guru palsu (2:8). "Hidupmu layak serta ber-kenan pada Tuhan dan memberi buah, bertumbuh, dikuatkan, tekun, sabar mengucap syukur" (10-12) merupakan harapan Paulus pada jemaat kristen di Kolose. Tekanan kata-kata ini untuk mengantar jemaat mengerti, bahwa Bapa akan melayak-kan mereka untuk mendapatkan bagian dalam kekekalan atau kerajaan Allah (kerajaan terang) dan mendapat pengampunan dosa (13-14). Ini menghapus anggapan orang Yahudi, bahwa bangsa lain tidak mempunyai harapan untuk diterima dalam Kerajaan Kekal.

Makna dan Implikasi Firman

Gereja Masehi Injili di Minahasa ada sampai saat ini karena buah dari Pekabaran Injil. Jika GMIM masih berdiri kokoh itu karena GMIM telah teruji melewati berbagai ujian baik dari dalam maupun dari luar. Begitupun sekarang jika kita tegar berdiri dalam kebenaran, kekuatan iman, keteguhan dan keko-kohan yang tidak goyah, sesungguhnya itu buah dari kedengar-dengaran, dan ketaatan kita pada Tuhan, sebagaimana berita Injil. Seumpama pohon, Gereja adalah benih yang ditanam dengan harapan dapat bertumbuh, berakar kuat dan berbuah. Tidak mudah untuk menjadi pohon yang bertumbuh, berakar kuat dan berbuah, ia pasti akan kokoh menghadapi terpaan angin yang datang dari berbagai arah dan teguh (tegar) melewati berbagai ujian.

Demikianlah juga kita sebagai gereja (warga jemaat) dipanggil tidak hanya untuk menjadi percaya tetapi bagaimana menjadi pembawa kabar baik/Injil dan menjadi berkat bagi orang lain. Kita pasti menyadari, bahwa tidaklah mudah untuk menjadi pembawa berita kabar baik, ia harus melewati berbagai tantangan dan rintangan sebagai ujian. Terkadang tantangan dan rintangan yang berat justru datang dari dalam diri sendiri dan keluarga.

Paulus Rasul Kristus, memberi kita nasihat, dorongan dan semangat. Ia mengajak kita untuk selalu mengucap syukur kepada Allah dalam doa, sehingga membuat kita mengerti kehendak Allah. Dengan demikian kita memperoleh hikmat sorgawi, hidup berkenan kepada Tuhan, bertekun dalam iman, mengucap syukur kepada Bapa, mengenal kasih Kristus, menun-jukkan kasih dan kebaikan hati kepada orang lain, memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah, serta menjadi orang yang pasti memiliki kerajaan terang/kerajaan Allah. Inilah buah-buah dari pekabaran Injil. Maka dari itu pemberitaan Injil harus membawa perubahan hidup, sikap dan karakter setiap orang.  Perubahan itu terjadi karena percaya pada Yesus Kristus yang membawa Perubahan atas dunia ini.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Bagaimana kita memahami tentang "mengucap syukur dalam doa" menurut bacaan Kolose 1: 3-14 ?
  2. Berilah contoh nyata, bagaimana menjadi jemaat yang berbuah karena pemberitaan Injil Yesus Kristus!
  3. Hal-hal apa yang sering menghalangi gereja menjadi orang-orang yang berbuah karena Injil ?

NAS PEMBIMBING: 2 Tesalonika 2:14 

POKOK-POKOK DOA:

  • Para Pekabar Injil, Para Tenaga Utusan Gereja, yang melayani di berbagai tempat di Indonesia dan negara-negara lain.
  • Gereja-gereja dan donatur penopang dana Tenaga Utusan Gereja.
  • Para Pdt, GA, Pnt, Sym yang dipanggil untuk memberitakan kabar baik dalam wilayah pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK 1 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : KJ No.21 Hari Minggu Hari Yang Mulia

Ses Nas Pembimbing : KJ No. 54 Tak Kita Menyerahkan

Ses Pengakuan Dosa  : NNBT 17  Ya Tuhan, Tuhan Kami

Ses Berita Anugerah Allah : NNBT 20 Kami Bersyukur Pada-Mu Tuhan

Ses Pengakuan Iman : NNBT No. 2 Dunia Tercipta Oleh Karena Tuhanmu

Ses Hukum Tuhan : NKB 119 Nyanyikan Lagi Bagi-Ku

Persembahan : KJ No. 341 :1-3 : Kuasa-Mu Dan Nama-Mulah

Penutup : KJ No. 426 Kita harus Membawa Berita

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang


Label:   Kolose 1:3-14 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,