gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 3269 kali
Download MP3 Music

Pada hakikatnya kehidupan pelayanan
gereja tidak bisa terlepas dari liturgi. Kehidupan liturgis pelayanan
gereja tidak bisa terlepas juga dari simbol-simbol dan atribut gereja.
Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai Gereja bertradisi Reformed (reformasi) menggunakan banyak simbol dan atribut gerejawi yang sarat dengan nilai-nilai iman.


         Aturan Tentang Atribut (yang
telah diterbitkan menjadi satu buku) adalah implementasi dari Tata
Gereja 2007 Tata Dasar Bab X pasal 27 ayat 1-2 di mana dikatakan "GMIM
mempunyai dan menggunakan atribut sebagai tanda kebersamaan dalam
persekutuan, kesaksian, pengajaran dan pelayanan. Atribut GMIM berupa
lambang, stempel, atribut ibadah, papan nama, pakaian jabatan dan
lain-lain yang diatur oleh Badan Pekerja Majelis Sinode."


         Simbol dan atribut adalah
lambang GMIM yang berhubungan dengan perlengkapan atau benda khusus,
yang berhubungan dengan nilai iman kristiani dalam melaksanakan tugas
pelayanan gerejawi sekaligus secara institusional gerejawi berhubungan
dengan identitas institusi dan dengan pangkat atau kedudukan gerejawi
dari orang yang menggunakannya (Pelayan Khusus atau orang yang ditunjuk
untuk melayani). Simbol dan atribut tidak bisa dilepaskan dari seni.
Seni, atribut dan simbol merupakan jembatan, alat, sarana di mana yang
tidak kelihatan, diobyektifikasi (yang tidak kelihatan itu mencari
tempat dalam obyek kelihatan) dan nilai tidak kelihatan itu disimpan
dalam obyek khusus dan sakral/kudus untuk kemudian dihidupkan lagi dalam
momen liturgis.


         Dalam Alkitab, simbol
hanyalah alat saja dan tidak dapat disembah (Kel. 20:3-6) tetapi simbol
itu perlu karena mengingatkan perbuatan Allah yang menyelamatkan.
Contoh: Betel, batu, mezbah yuang didirikan bagi Allah (Kej.35:1). 
Istilah-istilah seperti "oth", "mopheth", "semeion",
dalam Alkitab yang artinya tanda menunjuk pada eksistensi kuasa ilahi
dan berhubungan dengan mujizat (Yos. 24:17; Mat. 12:38; Yoh. 2:18; Kis.
2:22) dan di dalam tanda itu diimani ada kehadiran Tuhan (Kel. 3:2).
Simbol dan atribut dapat menunjuk pada benda, alat, warna, dst., yang
memiliki dan menyimpan nilai. Roti adalah kehidupan, anggur adalah
kesukacitaan, api adalah simbol kehadiran Allah yang sifatnya memurnikan
(Kel. 3:2-5); minyak (urapan) dalam Alkitab (Kel. 29:7; 40:9) menunjuk
pada proses pengudusan (Ibr. "Qadosh"; Inggr. "set apart"
= disendirikan) bagi seseorang untuk mene-rima tanggung jawab ilahi
dalam komunitas orang percaya. Begitu juga warna-warni dalam Alkitab
yang kemudian dalam liturgi gereja. Warna putih, jubah putih menunjuk
pada "mengenakan" Kristus (Ef. 4:24; Kol. 3:10) dan kasih karunia Allah.
Warna putih juga berhubungan dengan baptisan (Roma 6:1-4). Warna putih
juga menunjuk pada kedatangan penebusan itu (Natal) dan peristiwa
kemenangan (Paskah). Ungu menunjuk pada keagungan pengorbanan Kristus,
penyesalan dan pengakuan dosa serta kerendahan hati. Hijau menunjuk
tanda kehidupan, pertumbuhan, kehidupan dan pengharapan. Merah menunjuk
pada darah, api digunakan pada hari raya Pentakosta dan juga pekerjaan
misioner gereja di mana darah orang martir/syahid demi Injil Kristus.
Warna-warna ini sebagai atribut-atribut gereja yang terlihat dalam
penggunaan liturgi gereja.


         Simbol-simbol yang ada dalam
Alkitab seperti yang dijelaskan di atas kemudian dalam perjalanan
sejarah gereja menjadi atribut gerejawi dengan disain seni yang unik.
Atribut gereja itu kemudian mendapat tempat dalam tradisi gereja kita
yaitu tradisi reformasi. Atribut gereja itu memiliki nilai-nilai
dogmatis (iman) yang berfungsi untuk menyatakan kesaksian iman
oikoumenis dan tradisi Reformed. Atribut dalam pelayanan GMIM mencakup
perangkat liturgis dalam ibadah (kain mimbar), yang dikenakan oleh
"pejabat gerejawi" (toga, stola pelsus) atau atribut institusional
(lambang GMIM, kompelka BIPRA, Cap, Papan Nama).


         Kita bersyukur kepada Tuhan
Allah Tritunggal bahwa dalam pelayanan GMIM, sejak GMIM menjadi gereja
yang mandiri pada tanggal 30 September 1934, di mana Ds. A. Z. R. Wenas
dan para pendeta pribumi lainnya telah merancang atribut dan simbol
GMIM. Simbol dan atribut gerejawi telah digunakan untuk mengingatkan
akan dasar iman gereja dalam menumbuh-kembangkan iman jemaat.


         Terobosan fundamental tentang
penguraian dan penjemaatan atribut gereja bertradisi Reformed telah
dimulai oleh Pdt. DR. A. F. Parengkuan, M.Th., dan pembahasan serta
penetapannya dalam Sidang Badan Pekerja Sinode Lengkap (SBPSL) ke-8,
Tahun 1997, di Taraitak, Wilayah Langowan II. Kemudian oleh Sidang
Sinode Istimewa khusus Tata Gereja GMIM di Sonder tahun 1999 dimasukkan
sebagai bagian dari Tata Gereja GMIM tahun 1999 (Peraturan Tentang
Atribut). Dalam evaluasi pelayanan selama lebih dari satu dekade
terakhir yang dilakukan oleh para Pendeta GMIM di jemaat-jemaat serta
para pelsus lainnya dengan memperhatikan akan dasar-dasar teologis iman
kristiani serta memperhatikan kondisi aktual dalam hidup berjemaat maka
perlu ada penajaman dalam pengertian dan penggunaan atribut gereja.


         Dalam Sidang Majelis Sinode
ke-75 di Tondano tahun 2010 telah diterima Petunjuk Pelaksanaan Tentang
Atribut. Selanjutnya, setelah juklak tersebut dikaji, maka ada beberapa
hal yang diputuskan dalam Sidang Majelis Sinode Tahunan ke-25 tahun 2012
di Ratatotok seperti penggunaan Toga Ungu Tua oleh para Pendeta dalam
memimpin ibadah dalam enam Minggu Sengsara. Penggunaan stola warna merah
dengan salib warna kuning yang juga dapat dipakaikan kepada anggota
sidi jemaat dalam memimpin ibadah, serta penanggalan stola karena alasan
tertentu. Selain itu ada penjelasan lagi tentang penggunaan stola
menurut tahun gereja.


         Tuhan Yesus Kepala Gereja dan
Juru Selamat dunia dan melalui pekerjaan Roh Kudus kiranya terus
menolong kita untuk hidup dalam ketaatan dan memberi keberanian dalam
menyampaikan Injil keselamatan kepada banyak orang.






Daftar Label dari Kategori ATRIBUT MINGGU IBADAH GMIM





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip ATRIBUT MINGGU IBADAH GMIM..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,