gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 4431 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai Sarana Kesaksian Gereja"

TEMA MINGGUAN: "Menabur Benih Injil"

Bahan Alkitab : Matius 28:16-20

Perintah untuk memberitakan Injil
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Penjelasan:

* Amanat Agung (28:16-20).
Penampakan kepada kesebelas murid di Galilea yang menggenapi pemberitaan sebelumnya (26:32; 28:7, 10), tidak dapat disangkal lagi merupakan penampakan kepada "lebih dari lima ratus saudara" yang disebutkan Paulus (I Kor. 15:6). Galilea merupakan tempat tinggal sebagian besar pengikut Yesus, dan tempat yang paling mungkin bagi orang sebanyak itu tanpa diganggu pihak penguasa. 17. Mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Pengakuan sungguh-sungguh akan keilahian diri-Nya oleh sebagian besar orang yang hadir (bdg. kasus Tomas sebelumnya, Yoh. 20:28); keraguan di dalam diri beberapa orang. Kesulitan untuk memahami bahwa orang-orang yang ragu ini adalah di antara anggota Sebelas Murid setelah berbagai penampakan kepada mereka di Yerusalem telah membuat banyak penafsir menganggap bahwa mereka adalah orang-orang di antara yang disebutkan Paulus. Sekalipun demikian, tanpa mengabaikan kehadiran orang-orang lain, Matius nyaris mustahil berpandangan seperti itu di sini. Lebih baik menerima hal ini sebagai penafsiran yang mengejutkan tetapi jujur atas berbagai kenyataan tersebut, dan sebagai petunjuk selanjutnya bahwa para murid bukan kelompok yang mudah mempercayai sesuatu, namun baru benar-benar percaya berdasarkan "banyak tanah" (Kis. 1:3). 18. Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Penugasan yang diberikan ditopang dengan kausa dari Dia yang oleh Allah dijadikan Raja perantara, dengan kekuasaan atas segala sesuatu. 19. Jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Tugas untuk memberitakan Injil, mendaftarkan orang di bawah ketuhanan Kristus. Baptislah mereka. Upacara simbolik dengan mana seseorang secara terbuka mengakui komitmen pribadinya terhadap berita kristiani. Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Rumusan lengkap yang harus dipergunakan, dengan menekankan ciri khas Kristen dari baptisan ini dibandingkan bentuk-bentuk penyucian Yahudi sebelumnya. 20. Ajarlah mereka. Menanamkan ketetapan-ketetapan para pengikut-Nya. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Sebuah janji indah bahwa kehadiran dan juga kekuasaan Kristus akan senantiasa memberikan kekuatan kepada hamba-hamba-Nya di dalam melaksanakan amanat ini.

* Amanat untuk Para Rasul (28:16-20)
    Penginjil yang satu ini melewatkan beberapa penampakan lain oleh Kristus yang dicatat oleh Lukas dan Yohanes, dan langsung menceritakan penampakan ini, yang paling khidmat dari antara semua penampakkan-Nya, karena penampakan tersebut telah dijanjikan berulang-ulang kali dan ditentukan sebelum saat kematian-Nya tiba, serta setelah kebangkitan-Nya terjadi.

    Perhatikan:
    I. Bagaimana para murid menghadiri penampakan-Nya itu sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya (ay. 16). Mereka berangkat ke Galilea, menempuh perjalanan yang jauh untuk melihat Kristus lagi, tetapi hal itu tidaklah sia-sia. Meskipun mereka telah beberapa kali melihat Dia di Yerusalem, mereka tetap berangkat ke Galilea untuk bertemu lagi dengan-Nya di sana:
        . Sebab Dia telah menyuruh mereka berbuat demikian. Sepertinya, mereka tidak perlu sampai pergi ke Galilea untuk bertemu dengan seseorang yang sebetulnya bisa mereka temui di Yerusalem, terutama karena mereka harus segera kembali ke Yerusalem sebelum kenaikan-Nya tiba. Akan tetapi, mereka telah belajar untuk taat kepada perintah Kristus dan tidak berkeberatan melaksanakannya. Perhatikan, orang yang ingin memelihara persekutuan dengan Kristus harus menjumpai Dia di tempat yang telah Ia tetapkan. Mereka yang telah menemui Dia dalam satu ibadah, harus terus menjumpai Dia dalam ibadah yang lain. Mereka yang telah melihat-Nya di Yerusalem, juga harus tetap berangkat ke Galilea.
        . Sebab penampakan tersebut dilakukan di tengah orang banyak dan merupakan pertemuan umum. Mereka memang telah melihat Dia dengan mata kepala mereka sendiri dan telah bercakap-cakap dengan-Nya secara pribadi, namun bukan berarti mereka kini tidak lagi harus menghadiri pertemuan besar itu, saat banyak orang akan berkumpul di sana untuk melihat Dia. Perhatikan, persekutuan pribadi dengan Tuhan tidak boleh mengurangi kehadiran kita dalam penyembahan kelompok, bila kita memang memiliki kesempatan untuk menghadirinya, sebab Allah mencintai pintu-pintu gerbang Sion, sehingga kita pun harus demikian. Tempatnya adalah di sebuah gunung di Galilea, mungkin gunung yang sama di mana Dia dulu pernah berubah rupa. Di sanalah mereka bertemu secara pribadi, yang mungkin dimaksudkan untuk menggambarkan kemuliaan yang hendak dimasuki-Nya, serta persiapan keberangkatan-Nya ke sorga.
    II. Bagaimana reaksi mereka terhadap penampakan Kristus (ay. 17). Inilah saatnya Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus (1Kor. 15:6). Sebagian orang mengira bahwa pertama-tama orang-orang itu melihat-Nya dari kejauhan, yaitu di atas sana, ephthē epanō -- Dia tampak di atas sana, oleh lima ratus saudara (begitulah mereka mengartikannya), sehingga wajar saja kalau ada yang ragu-ragu, sampai Dia datang mendekat (ay. 18) dan mereka pun menjadi yakin.

    Di sini diceritakan:
        . Bahwa mereka lalu menyembah Dia. Banyak di antara mereka yang berbuat demikian, bahkan sepertinya semua yang ada di sana ikut menyembah-Nya. Mereka memberikan penghormatan kepada-Nya sebagai Allah, yang ditandai dengan ungkapan pemujaan mereka kepada-Nya. Perhatikan, semua orang yang memandang Tuhan Yesus dengan mata iman harus menyembah-Nya.
        . Tetapi beberapa orang ragu-ragu, yaitu beberapa di antara mereka yang saat itu hadir di sana juga. Perhatikan, masih saja ada yang ragu-ragu di antara mereka yang bahkan sedang menyembah-Nya di sana. Iman orang yang tulus hati bisa saja sangat lemah dan mudah goyah. Mereka ragu-ragu, edistasan -- terombang-ambing, seperti sebuah timbangan yang berayun-ayun dan susah untuk menentukan sisi mana yang lebih berat. Tetapi, keragu-raguan itu kemudian sirna, dan iman mereka bertumbuh menjadi keyakinan teguh. Keragu-raguan para murid sebelum menjadi percaya justru menambah kehormatan kepada Kristus, sebab dengan demikian mereka tidak bisa dituduh sebagai orang yang terlalu lekas percaya dan mudah dipengaruhi. Sebaliknya, mereka bertanya-tanya terlebih dahulu, lalu membuktikan semuanya, dan memegang teguh kebenaran yang mereka temukan.

    III. Apa yang Yesus Kristus katakan kepada mereka (ay. 18-20), Yesus datang dan berkata kepada mereka. Sekalipun ada beberapa orang yang merasa ragu, Dia tidak lantas menolak mereka, sebab buluh yang terkulai tidak dipatahkan-Nya. Dia tidak berdiri jauh-jauh, melainkan datang mendekat, dan memberi mereka bukti yang kuat mengenai kebangkitan-Nya, seakan-akan Dia membalikkan sisi timbangan yang tadi masih berayun-ayun itu sehingga kini iman mereka menjadi lebih besar daripada keragu-raguan mereka. Dia datang dan berkata-kata kepada mereka secara akrab, layaknya seorang teman, sehingga mereka pun dipuaskan dengan amanat yang hendak diberikan-Nya itu. Dia yang mendekat kepada Allah untuk berbicara bagi kita, kini mendekat kepada kita supaya Dia dapat menyampaikan apa yang Allah ingin katakan kepada kita. Kini Kristus telah menyerahkan hak dan kuasa untuk menjalankan amanat agung Kerajaan-Nya di dunia ini kepada para rasul, dan Dia mengutus mereka ke mana-mana sebagai duta-duta besar-Nya dengan hak penuh dari Dia.

    Ada dua hal yang dapat kita amati dalam kata-kata awal amanat agung Yesus ini:

        . Amanat yang diterima Tuhan Yesus sendiri dari Bapa. Dia hendak memberi kuasa kepada para rasul-Nya. Karena itu, untuk menjawab sekiranya ada yang bertanya, dengan kuasa apa Dia melakukan hal itu, serta siapa yang memberikan kuasa tersebut, maka Dia memberi tahu kita, Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Pernyataan yang sungguh hebat, yang tidak bisa dikatakan oleh siapa pun juga kecuali Dia. Dengan begitu Ia menyatakan kekuasaan-Nya atas seluruh alam semesta dan dunia ini sebagai Sang Pengantara, yang merupakan dasar yang sangat agung dalam agama Kristen. Dia memiliki segala kuasa.

        Perhatikan:
            (1) Dari mana Dia mendapatkan kuasa ini. Dia tidak mengarang-ngarangnya sendiri atau merampasnya dari seseorang. Kuasa itu diberikan kepada-Nya. Dia berhak atas kuasa tersebut, dan berhak menggunakannya, karena kuasa tersebut telah dikaruniakan oleh Sang Sumber Hayat dan sekaligus Sumber dari segala kuasa. Aku telah melantik raja-Ku (Mzm. 2:6), dan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud (Luk. 1:32). Sebagai Allah yang setara dengan Bapa, segala kuasa sedari dulu memang adalah milik-Nya, tetapi sebagai Sang Pengantara, yaitu Allah yang menjadi manusia, segala kuasa diberikan kepada-Nya sebagai upah dari pekerjaan yang telah Ia tuntaskan (Allah meninggikan Dia karena Dia telah merendahkan diri-Nya). Selain itu, juga untuk menyempurnakan rancangan Allah bagi-Nya. Kepada-Nya telah diberikan kuasa atas segala yang hidup, sehingga Ia dapat memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah diberikan kepada-Nya (Yoh. 17:2). Dengan demikian, Ia dapat terus mengerjakan dan menuntaskan karya keselamatan bagi kita. Pada saat Ia bangkit, kuasa itu diberikan kepada-Nya dengan cara yang lebih nyata (Kis. 13:3). Sebelumnya, Ia memang telah memiliki kuasa, yaitu kuasa untuk mengampuni dosa (9:6), tetapi kini segala kuasa diberikan kepada-Nya. Kini Dia dinobatkan sebagai Raja (Luk. 19:12), yang akan duduk di sebelah kanan (Mzm. 110:1). Kini Dia dapat memiliki kuasa itu setelah membayar lunas harganya, dan kuasa itu telah menjadi milik-Nya untuk selamanya.
            (2) Di mana Dia memiliki kuasa itu, yaitu di sorga dan di bumi, di seluruh alam semesta. Kristus adalah Penguasa dunia satu-satunya, Dia adalah Tuhan dari semua orang (Kis. 10:36). Dia memiliki segala kuasa di sorga. Dia memiliki kuasa dan memerintah para malaikat, dan mereka semua adalah hamba-hamba-Nya (Ef. 1:20-21). Dia memiliki kuasa untuk mengantarai doa-doa kita dengan Bapa karena Dia telah menunaikan tugas penebusan-Nya. Dia bersyafaat tidak seperti seorang pemohon, melainkan sebagai seorang yang berkuasa; Bapa, Aku mau supaya ... Dia juga memiliki segala kuasa di bumi. Setelah berhasil menyenangkan hati Allah dengan menjadi korban penebusan, Ia kini berkuasa atas manusia melalui perannya sebagai seorang Pendamai. Dia adalah Sang Penguasa dan Pemerintah tertinggi atas segala perkara dan atas semua orang. Oleh Dia, raja-raja memerintah. Semua jiwa adalah milik-Nya, dan di hadapan-Nya setiap hati dan segenap lutut harus bertelut, dan setiap lidah harus mengaku bahwa Dialah Tuhan. Semua ini dikatakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya, bukan saja untuk memuaskan keingintahuan mereka mengenai kuasa yang Dia telah memberikan kepada mereka dan menyuruh mereka melaksanakan amanat-Nya, tetapi juga untuk menghapus aib kayu salib. Mereka tidak perlu merasa malu lagi bahwa Kristus pernah disalibkan, setelah menyaksikan sendiri bagaimana Dia kini begitu dipermuliakan.
        . Amanat yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang dia utus: Karena itu pergilah.

        Amanat ini diberikan:
            (1) Terutama kepada para rasul yang merupakan pelayan utama dalam Kerajaan Kristus, yaitu para arsitek yang membangun dasar gereja. Mereka yang telah mengikut Yesus dalam penuaian jiwa-jiwa baru itu kini duduk di atas takhta (Luk. 22:30). Pergilah. Kata itu bukan saja merupakan perintah seperti dalam kalimat, Pergilah bekerja, anakku, tetapi juga mengandung penguatan di dalamnya, Pergilah dan jangan gentar, bukankah Aku telah mengutusmu? Pergi dan kerjakanlah ini sebagai pekerjaanmu. Mereka tidak boleh hanya tinggal di satu tempat dan menyuruh bangsa-bangsa untuk berkumpul di sana dan mendengarkan mereka, tetapi merekalah yang justru harus pergi untuk mengantarkan kabar Injil sampai ke pintu rumah bangsa-bangsa. Pergilah kamu. Selama ini mereka sangat menyukai kehadiran Kristus secara fisik, bergantung pada hal itu serta mendasarkan segenap sukacita dan harapan mereka pada hal tersebut, tetapi kini Kristus hendak melepaskan mereka dari ketergantungan terhadap kehadiran jasmani-Nya dan mengutus mereka untuk pergi ke luar wilayah mereka dan mengerjakan tugas lain. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, untuk mengajari mereka terbang (Ul. 32:11), begitulah Kristus menggoyangbangkitkan para murid-Nya, untuk menyebar mereka ke seluruh penjuru dunia.
            (2) Amanat itu juga diberikan untuk para penerus mereka, yaitu para pelayan Injil Tuhan, yang berkewajiban menyalurkan Injil dari masa ke masa, sampai akhir zaman, sebagaimana tugas rasul-rasul pertama untuk menyampaikan Injil kepada bangsa-bangsa, sampai ke pelosok dunia. Janji dalam Perjanjian Lama mengenai pelayanan Injil harus terus digenapi (Yes. 59:21), dan hal ini harus benar-benar dipahami, sebab jika tidak, bagaimana mungkin Kristus dapat selalu bersama-sama mereka sampai kepada akhir zaman? Pada waktu Kristus naik ke sorga, janji ini tidak hanya diberikan-Nya kepada rasul-rasul dan nabi-nabi, melainkan juga kepada pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar (Ef. 4:11).

            Perhatikanlah kini:
                [1] Sejauh mana amanat itu harus dijalankan, yaitu kepada semua bangsa. Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Hal ini bukan berarti mereka harus pergi bersama-sama ke setiap tempat, tetapi berbagi tugas dan berpencar sedemikian rupa sehingga terang Injil dapat memancar ke berbagai tempat dengan cara yang terbaik. Berikut adalah alasan yang menjelaskan mengapa Kristus menghendaki amanat-Nya ini dijalankan demikian, yaitu:
                    Pertama, karena kovenan atau perjanjian yang khusus dibuat dengan bangsa Yahudi kini harus dibatalkan dan dihapuskan. Perkataan Yesus itu telah merubuhkan benteng pemisah yang telah sekian lama menghalangi bangsa bukan-Yahudi untuk masuk sebagai anggota jemaat di dunia ini. Dulu ketika pertama kali diutus, para rasul dilarang untuk pergi kepada orang-orang bukan-Yahudi. Tetapi kini mereka diutus ke segala bangsa.
                    Kedua, keselamatan melalui Kristus harus ditawarkan kepada semua orang, sehingga tidak ada seorang pun yang terkecuali, selain mereka yang memang menolak keselamatan itu karena kedegilan dan kebebalan mereka sendiri. Keselamatan yang harus mereka beritakan adalah keselamatan yang terbuka bagi semua orang. Siapa saja yang mau, biarlah ia datang dan mengambil keuntungan dari pengampunan yang ditawarkan itu, sebab kini tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi atau orang Yunani dalam Kristus Yesus.
                    Ketiga, Kekristenan harus dimasukkan dalam undang-undang nasional, supaya kerajaan-kerajaan di dunia ini dapat terhitung sebagai Kerajaan-Kerajaan Kristus juga, dan raja-raja mereka bisa berperan sebagai ayah yang memelihara jemaat.
                [2] Maksud utama amanat tersebut, yaitu untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus. Mathēteusate -- "Terima mereka sebagai murid-murid. Lakukan semampumu untuk menjadikan semua bangsa menjadi bangsa-bangsa Kristen," dan bukannya, "Pergilah ke semua bangsa, dan umumkan penghukuman-penghukuman dari Allah atas mereka seperti yang dilakukan Yunus terhadap orang-orang di Niniwe atau seperti nabi-nabi lainnya di zaman Perjanjian Lama" (meskipun mereka memang layak menerima semua itu oleh karena kejahatan mereka), melainkan, "Pergilah dan jadikanlah mereka murid-Ku." Kristus Sang Pengantara sedang mendirikan Kerajaan-Nya di dunia ini dan membuat bangsa-bangsa menjadi warga Kerajaan-Nya. Dia sedang membangun sebuah sekolah dan mengundang bangsa-bangsa untuk menjadi sarjana-sarjana-Nya. Dia sedang mengerahkan pasukan-Nya untuk berperang melawan kuasa kegelapan dan menaruh nama setiap bangsa di bawah panji-Nya. Pekerjaan yang harus dilakukan para rasul itu adalah untuk menancapkan ajaran agama Kristen di segala tempat, yang merupakan suatu pekerjaan yang mulia, bahkan prestasi para pahlawan dunia ini tidak ada apa-apanya dibanding pekerjaan tersebut. Para pahlawan di dunia ini menaklukkan bangsa-bangsa untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga bangsa-bangsa itu menderita. Tetapi, para rasul menaklukkan mereka untuk Kristus, dan membuat mereka bahagia.
                [3] Petunjuk-petunjuk yang Ia berikan kepada mereka untuk melaksanakan amanat-Nya.
                    Pertama, mereka harus menerima murid-murid melalui upacara baptisan kudus. "Pergilah ke segala bangsa, beritakan Injil kepada mereka, lakukan mujizat di antara mereka dan yakinkan mereka untuk masuk dengan sukarela dengan membawa serta anak-anak mereka ke dalam gereja Kristus, dan terimalah mereka dan keluarga mereka sebagai bagian dari gereja Kristus dengan membaptis mereka dengan air," baik dengan cara membenamkan mereka ke dalam air, ataupun dengan mencurahkan atau memercikkan air kepada mereka, yang kelihatannya lebih cocok dilakukan, sebab cara ini telah banyak diungkapkan, seperti dalam Yesaya 44:3, Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan Titus 3:5-6, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita, serta Yehezkiel 36:25, Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, dan juga Yesaya 52:15, Demikianlah Ia akan membuat tercengang banyak bangsa (KJV: "Demikianlah Ia akan memercikkan banyak bangsa"), yang kelihatannya merupakan nubuat mengenai amanat untuk membaptis bangsa-bangsa.
                    Kedua, baptisan ini harus dilakukan dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Artinya:
                        . Oleh kuasa dari sorga, dan bukan kuasa manusia, sebab para pelayan-Nya bertindak dengan kuasa yang berasal dari tiga pribadi ke-Allah-an, dan ketiganya berperan serta dalam penciptaan dan juga penebusan kita. Ketiganya menjalankan tugas di bawah meterai sorgawi yang menunjukkan keagungan tugas tersebut, yang sekalipun menurut pandangan mata jasmani, sebagaimana Dia yang telah membentuknya, tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada.
                        . Menyerukan nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Segala hal dikuduskan melalui doa, dan terutama melalui air baptisan. Doa yang diimani mengandung hadirat Allah di dalam pelaksanaannya, dan hal itu merupakan keindahan dan semaraknya, sumber hidup dan kekuatannya. Tetapi,
                        . Hal itu dilakukan dalam nama (eis to onoma) Bapa, Anak dan Roh Kudus. Hal ini dijadikan intisari dari dasar-dasar pertama agama Kristen dan perjanjian baru, dan berdasarkan itulah pengakuan iman yang mula-mula disusun. Dengan memberi diri dibaptis, maka dengan khidmat kita mengakui:
                            (1) Persetujuan kita terhadap penyataan yang berupa firman Allah yang menyingkapkan mengenai Allah yang adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kita mengakui kepercayaan kita bahwa Allah itu ada, dan hanya ada satu Allah, bahwa dalam diri Allah ada Bapa yang memperanakkan, Anak yang diperanakkan, dan Roh Kudus dari keduanya. Kita dibaptis bukan dalam berbagai nama, tetapi dalam nama Bapa, Anak, dan Roh, yang dengan jelas menekankan bahwa ketiganya adalah satu, dan nama mereka juga satu. Disebutkannya tiga pribadi secara terpisah dalam Tritunggal, baik dalam baptisan Kristen maupun dalam pemberkatan Kristen (2Kor. 13:13) merupakan bukti menyeluruh dari doktrin Tritunggal, sehingga kemurniannya selalu dilestarikan dan dijaga di dalam gereja sepanjang masa, sebab tidak ada satu hal pun yang lebih besar dan hebat dalam perkumpulan Kristen dibanding kedua hal tersebut.
                            (2) Persetujuan kita terhadap hubungan kovenan atau perjanjian dengan Allah, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan adalah sebuah sakramen, yaitu, sebuah sumpah; super sacramentum dicere, yang artinya mengatakan di bawah sumpah. Baptisan adalah sebuah sumpah untuk meninggalkan sesuatu, yang melaluinya kita melepaskan dunia dan kedagingan sebagai musuh Allah dalam menduduki takhta hati kita. Baptisan juga merupakan sumpah setia, yang melaluinya kita berserah dan memberikan diri kita menjadi milik Allah, yaitu segenap diri kita, jiwa, raga dan roh, untuk dikuasai oleh kehendak-Nya, dan dibuat bahagia dalam anugerah-Nya. Kita menjadi umat-Nya, sehingga kita berbakti kepada-Nya. Oleh karena itulah baptisan diterapkan pada pribadi seseorang, karena yang didedikasikan kepada Allah adalah seorang manusia.
                                [1] Baptisan dalam nama Bapa, artinya mempercayai Dia sebagai Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus (karena hal itulah yang terutama dimaksudkan di sini), oleh peranakan yang kekal, dan Bapa kita, sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Pelindung kita, dan kepada-Nyalah kita berserah sebagai pemilik yang memiliki diri kita secara mutlak, yang mengatur dan menggerakkan kita, serta sebagai Pemimpin tertinggi kita yang memerintah kita sebagai utusan-utusan-Nya yang merdeka melalui hukum-Nya, dan juga sebagai sumber kebaikan utama dan tujuan tertinggi kita.
                                [2] Dalam nama Anak, Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, yang berkaitan dengan Bapa. Baptisan merupakan sebuah cara istimewa yang dilakukan dalam nama Tuhan Yesus (Kis. 8:16; 19:5). Dalam upacara baptisan kita mengaku, seperti halnya Petrus, bahwa Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (16:16), dan setuju, seperti halnya Tomas, Ya Tuhanku dan Allahku (Yoh. 20:28). Kita mengakui Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja kita, serta memberi diri kita untuk diajar, diselamatkan, dan diperintah oleh-Nya.
                                [3] Dalam nama Roh Kudus, artinya kita mempercayai Roh Kudus sebagai salah satu pribadi Allah dan karya-Nya dalam melaksanakan penebusan kita. Kita menyerahkan diri kita dalam tuntunan dan karya-Nya sebagai Roh yang menguduskan, mengajar, membimbing, dan menghibur kita.
                    Ketiga, mereka yang telah dibaptis dan termasuk salah satu murid Kristus, harus diajari (ay. 20), ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Hal ini menyiratkan dua hal.
                        . Tugas para murid, yaitu semua orang Kristen yang telah dibaptis. Mereka harus memperhatikan dan melaksanakan segala sesuatu yang telah diperintahkan Kristus. Untuk itu, mereka harus tunduk kepada ajaran siapa pun yang telah Dia utus. Keterlibatan kita dalam sebuah gereja adalah untuk mencapai sesuatu yang lebih dalam. Saat Kristus telah menjadikan kita murid-Nya, bukan berarti Dia telah selesai berurusan dengan kita. Dia justru sedang membentuk pasukan yang dapat Dia latih untuk melayani-Nya.

                        Jadi, semua orang yang telah dibaptis, wajib:
                            (1) Menjadikan perintah Kristus sebagai pegangan mereka. Ada hukum iman, dan dikatakan bahwa kita ada di bawah hukum Kristus. Kita terikat oleh baptisan, dan harus taat.
                            (2) Memperhatikan apa yang telah diperintahkan Kristus. Ketaatan kepada perintah Kristus memerlukan pengamatan yang tekun. Kita bisa saja melewatkan banyak hal jika kita lalai dalam bertekun, dan dalam segenap ketaatan kita, kita harus memusatkan perhatian kepada perintah itu dan melakukan segala sesuatu seakan-akan kita melakukannya untuk Tuhan.
                            (3) Memperhatikan segala sesuatu yang telah Dia perintahkan tanpa pengecualian, yaitu seluruh kewajiban moral dan segala tata aturan yang telah dilembagakan atau ditetapkan. Ketaatan kita kepada hukum Kristus tidak bisa dikatakan tulus jika tidak mencakup seluruh hukum-Nya. Kita harus benar-benar melakukan seluruh kehendak-Nya.
                            (4) Membatasi diri hanya pada perintah-perintah Kristus, dengan tidak menambahi atau mengurangi sesuatu dari perintah-perintah-Nya.
                            (5) Mempelajari dan mengenal kewajiban mereka menurut hukum Kristus, dari mereka yang telah Dia urapi untuk menjadi pengajar di sekolah-Nya, karena untuk itulah kita diizinkan masuk dan belajar di sana.
                        . Tugas para rasul dan pelayan Kristus, yaitu untuk menyampaikan perintah-perintah Kristus, dan menjelaskannya kepada para murid, dan menekankan pentingnya ketaatan terhadap perintah-perintah itu serta membantu mereka menerapkan perintah-perintah Kristus dalam perkara-perkara tertentu. Mereka tidak boleh mengajarkan ketentuan-ketentuan mereka sendiri kepada murid-murid, melainkan mengajarkan ketetapan-ketetapan Allah yang harus senantiasa ditaati. Orang-orang Kristen harus dilatih untuk mengetahui ketetapan-ketetapan-Nya itu. Karena itu, suatu pelayanan tetap harus dibentuk di dalam gereja, untuk membangun tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kedewasaan penuh (Ef. 4:11-13). Para pewaris sorga harus selalu ada di dalam pengawasan para pengajar dan pemimpin sampai mereka dewasa.
                        . Inilah jaminan yang Ia berikan kepada mereka, yaitu kehadiran Roh-Nya yang akan menyertai mereka dalam menjalankan amanat itu: Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Janji besar yang tak ternilai ini diawali dengan kata ketahuilah, untuk menguatkan iman mereka dan menarik perhatian mereka. "Perhatikanlah janji ini baik-baik, supaya kamu bisa yakin teguh dan bisa bertahan."

                        Perhatikanlah:
                            (1) Bantuan yang dijanjikan kepada mereka, Aku menyertai kamu. Bukannya, Aku akan menyertai kamu, tetapi Aku sedang menyertai kamu -- ego eimi. Seperti halnya Allah mengutus Musa, demikianlah Kristus mengutus rasul-rasul-Nya dengan sebutan ini: Aku. Sebab, Ia adalah Allah, yang bagi-Nya masa lalu, masa kini dan masa depan itu sama (Why. 1:8). Sebentar lagi Ia akan meninggalkan mereka, kehadiran jasmani-Nya kini tidak akan lagi menyertai mereka, dan hal ini menyedihkan hati mereka. Namun Ia meneguhkan mereka dengan janji-Nya untuk selalu menyertai mereka di dalam Roh, yang bahkan lebih berguna bagi mereka daripada kehadiran-Nya secara jasmani. Aku menyertai kamu, artinya "Rohku menyertai kamu, Penghibur itu akan tinggal di dalam kamu (Yoh. 16:7). Aku menyertai kamu, bukannya melawan kamu. Aku menyertai kamu sebagai seorang sekutu yang mendampingimu, berdiri di pihakmu dan dengan tetap hati melawan mereka, seperti yang dilakukan oleh pemimpin kita Mikhael (Dan. 10:21). Aku menyertai kamu, dan tidak pernah tidak hadir di dekatmu; Aku Penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mzm. 46:2). Kini Kristus sedang mengutus mereka untuk melakukan suatu tugas agung, yaitu membangun Kerajaan-Nya di dunia. Karena itulah Dia menjanjikan penyertaan-Nya kepada mereka, yaitu:
                                [1] Untuk membawa mereka melalui kesulitan-kesulitan yang akan mereka hadapi. "Aku menyertaimu, untuk menyokongmu, untuk menjadi pembelamu. Aku menyertaimu dalam segala pelayanan dan penderitaanmu, untuk memampukan kamu melalui semua itu dengan penghiburan dan kehormatan. Saat kamu menempuh api atau air, Aku akan menyertaimu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu di atas mimbar, bahkan sampai di dalam penjara."
                                [2] Supaya berhasil menjalankan tugas agung ini, ketahuilah, "Aku menyertai kamu, sehingga pelayananmu dalam menjadikan semua bangsa murid-Ku akan mendatangkan buah, dan meruntuhkan benteng-benteng Iblis, serta membangun benteng-benteng yang lebih kuat untuk Tuhan Yesus." Sepertinya tidak mungkin mereka akan dapat memasukkan agama dalam undang-undang bangsa, mengubah arus yang telah begitu lama mengalir, dan membangun ajaran yang secara langsung begitu berlawanan dengan ajaran para orang pintar di zaman itu, serta membujuk orang untuk menjadi murid-murid Yesus yang telah disalibkan itu, tetapi ketahuilah, Aku menyertaimu, dan karena itulah usahamu akan mendatangkan hasil.
                            (2) Kelanjutan dari apa yang telah dijanjikan itu, senantiasa sampai kepada akhir zaman.
                                [1] Mereka akan terus memiliki hadirat-Nya. Senantiasa, pasas tas hēmeras -- segala hari, setiap hari. "Aku akan menyertai kamu pada hari-hari Sabat dan hari-hari biasa lainnya di sepanjang minggu, di hari-hari yang indah maupun hari-hari yang buruk, di musim dingin maupun panas." Tidak ada satu hari atau satu jam pun yang dilalui gereja dan para pelayan Tuhan kita Yesus tanpa penyertaan-Nya, sebab jika tidak demikian, maka mereka akan jatuh celaka pada hari dan jam itu juga. Sejak kebangkitan-Nya, Dia telah menampakkan diri kepada mereka beberapa kali, mungkin seminggu sekali, dan jarang sekali lebih dari itu. Tetapi Dia meyakinkan mereka bahwa mereka akan selalu memiliki penyertaan-Nya di dalam Roh tanpa terputus sedetik pun. Di mana pun kita berada, firman Kristus selalu dekat dengan kita, bahkan ada dalam mulut kita, dan Roh Kristus pun selalu dekat kita, bahkan di dalam hati kita. Allah Israel, Juruselamat terkadang menjadi Allah yang menyembunyikan diri (Yes. 45:15), tetapi tidak pernah menjadi Allah yang tidak hadir. Dia mungkin terkadang seperti terselubung dalam gelap, namun tidak pernah menjauh.
                                [2] Mereka akan terus memiliki hadirat-Nya tanpa henti, bahkan sampai kepada akhir zaman. Di depan kita ada sebuah dunia yang tidak akan berakhir, tetapi dunia yang sekarang ini sedang bergegas menuju akhirnya. Namun, sekalipun demikian, agama Kristen akan terus hidup, entah di belahan dunia sebelah sini atau di ujung belahan sana, dan hadirat Kristus akan terus menyertai para hamba-Nya. Aku menyertai kamu sampai kepada akhir zaman, bukan dalam bentuk manusia yang lekas mati, tetapi:
                                    Pertama, menyertai kamu dan tulisan-tulisan yang kamu buat. Ada kuasa ilahi yang menyertai firman dalam Perjanjian Baru, yang bukan saja hanya memelihara keberadaannya, tetapi juga menghasilkan dampak yang luar biasa yang akan terus berlangsung sampai kepada akhir zaman.
                                    Kedua, menyertai kamu dan para penerusmu, menyertai kamu dan semua pelayan Injil di sepanjang masa, menyertai semua yang terpanggil untuk menjalankan amanat ini, yaitu mereka yang dipanggil dan diutus, yang membaptis dan mengajar. Saat akhir zaman tiba, dan Kerajaan itu diambil alih oleh Allah Bapa, maka para hamba Tuhan dan pelayanan mereka tidak lagi diperlukan, tetapi selagi hal itu belum terjadi, mereka harus terus bergiat, dan maksud dari amanat yang telah ditetapkan ini harus dilaksanakan sampai berhasil. Perkataan yang diucapkan Kristus kepada para rasul, yaitu, Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau, juga dikatakan kepada segenap pelayan Kristus lainnya yang setia, untuk menguatkan iman mereka.
    Ada dua salam perpisahan yang disampaikan Tuhan kita Yesus kepada gereja-Nya, dan perkataan selamat berpisah-Nya sangatlah membesarkan hati, salah satunya tertulis di sini. Sewaktu menutup percakapan pribadi-Nya dengan mereka, Ia mengucapkan kalimat perpisahan ini, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman; Aku meninggalkan kamu, tetapi Aku akan selalu bersama kamu." Ucapan perpisahan lainnya adalah saat Ia menutup firman Allah melalui pena murid yang dikasihi-Nya, "Ya, Aku datang segera! Aku meninggalkanmu hanya sesaat saja, tetapi sesaat saja pula Aku akan bersamamu lagi" (Why. 22:20). Dengan kalimat perpisahan seperti itu Dia menunjukkan bahwa Dia tidak berpisah dengan mereka dalam amarah, melainkan dalam kasih, dan Dia menghendaki supaya kita tetap menjaga persekutuan kita dengan-Nya dan setia menantikan-Nya.
    Hanya ada satu kata saja yang masih tersisa di sini, yang tidak boleh dilewatkan, yaitu kata Amin, yang tidak dimaksudkan hanya sebagai sebuah kata penutup yang tidak ada artinya seperti kata tamat pada akhir sebuah buku, tetapi ada artinya tersendiri, yaitu,
        . Kata tersebut menandakan peneguhan Kristus atas janji-Nya ini: Ketahuilah, Aku menyertai kamu. Itu adalah Amin-Nya sendiri, yang di dalam diri-Nya semua janji adalah ya dan amin, "Sesungguhnya Aku menyertai dan akan menyertai kamu. Akulah Sang Amin, Saksi yang setia, dan aku menjamin hal itu bagimu." Atau,
        . Kata itu menegaskan persetujuan jemaat akan hal yang dijanjikan itu dalam kerinduan, doa dan pengharapan mereka. Itu merupakan kata Amin sang penginjil -- jadilah seperti itu, Tuhan yang terkasih. Kata amin kita terhadap semua janji Kristus membuat janji-janji tersebut menjadi doa. Bukankah Kristus telah berjanji untuk selalu menyertai para hamba-Nya, dalam firman dan persekutuan umat-Nya, saat dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, dan hal ini bahkan akan terus berlangsung sampai akhir zaman? Marilah kita mengatakan Amin dengan segenap hati terhadap janji-Nya itu. Percayalah bahwa hal itu akan terjadi, dan berdoalah supaya hal itu terjadi. Tuhan, ingatlah kata-kata yang telah Engkau janjikan kepada hamba-hambaMu ini, yang telah memberi kami pengharapan.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dalam interaksi sosialnya, Gereja sering menggunakan istilah "mencari/menyelamatkan jiwa", dan istilah itu terasa akrab di banyak kalangan/komunitas Kristen. Menjadi patut disoal perihal apakah Gereja dibenarkan menganut pemahaman "dikotomis"  (memisahkan manusia menjadi dua substansi, tubuh dan jiwa) seperti itu dalam hubungan dengan misinya, yang merupakan implementasi dari "Amanat Agung" Kristus kepada semua orang percaya?

Keseharian hidup membuktikan, tidak sedikit denominasi Gereja terjebak pada pemahaman sempit terhadap "Amanat Agung" Kristus sebatas peningkatan angka-angka statistik semata, tidak simultan berbanding lurus dengan implementasi "citra Kristus" yang nyata nampak dalam berbagai aspek kehidupan.

Perbedaan cara, sudut pandang serta tingkat pemahaman terha-dap "Amanat Agung" Kristus juga tak jarang memberi peluang terjadinya gesekan antar denominasi Kristen yang ada, bahkan tidak sedikit dari gesekan tersebut berbuah kesan negatif terhadap keberadaan/kehadiran Gereja itu sendiri.

Dalam konteks itulah tema "Menabur Benih Injil" dipilih untuk kita renungkan. Perintah untuk Pergi, Menjadikan Murid dan Membaptis sangat penting untuk dipahami dalam cakra-wala "misi Allah" dan bukan "misi gereja" secara organisatoris semata.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (ayat 18), merupakan sebuah proklamasi, bahkan dapat juga dipahami sebagai legitimasi dari misi/perintah yang mengikuti kalimat tersebut (Pergi, Menjadikan Murid dan Membaptis). Segala kuasa di sorga dan di bumi menunjuk pada terbukanya jalan bagi pekerjaan pemberitaan Injil, sehingga seharusnya tidak ada keraguan apalagi rasa takut untuk melakukannya.

Kepemilikan Yesus atas segala kuasa di sorga dan di bumi juga merupakan salah satu aspek dari berita Injil yang luar biasa, yang tidak dapat diganggu gugat/dihambat/dihentikan oleh kuasa apapun.

Perintah untuk pergi, mengandung makna mengemban amanat pemberitaan Injil itu ke mana saja, diawali dengan keluar dari tempat asal kita (dapat juga dipahami keluar dari zona nyaman kita) demi tersebarnya kabar baik itu.

Menjadikan Murid, adalah misi yang harus diawali  tindakan memuridkan diri terlebih dahulu, konsistensi melakukan perintah dan ajaran Yesus, untuk kemudian berjuang demi kepantasan memuridkan orang lain.

Kata 'baptiskanlah mereka' baiknya dipahami sebagai tanda bahwa seseorang dihubungkan dengan kematian dan kebang-kitan Kristus, sebagai simbol seseorang dipersekutukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus (bnd. Rm. 6:3,4; Kol. 2:12), sebagai simbol pembebasan dari dosa dan dilibatkannya manu-sia dalam hadirnya kerajaan Allah dalam diri Kristus, yang mendatangkan syalom. Itulah sebabnya perkataan ini dihubung-kan dengan menjadi murid Kristus. Adapun menjadi murid Kristus itu berarti 'mengajar melakukan apa yang diperintahkan oleh Kristus, bukan mengajar perintah Kristus, tetapi 'mengajar melakukan kehendak Bapa di sorga sebagaimana diteladankan Yesus'.

Makna dan Implikasi Firman

  • Harus disadari, bahwa dalam menghayati Amanat Agungnya tersebut, Gereja sering terjebak dalam absolutisme diri, meng-klaim diri sebagai satu-saatunya cara/wahana mencapai kesela-matan kekal, sering "ditegaskan" dengan penggunaan Yoh 14:6 - "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".

    "Amanat Agung Yesus Kristus juga biasanya dipahami sebagai perintah untuk mengabarkan Injil, dalam arti sempit meng-kristenkan umat lain, bahkan lebih sempit lagi menjadikan orang lain menjadi warga gereja tertentu. Pandangan ini bia-sanya disertai dengan keyakinan, bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus dan di luar Yesus Kristus manusia akan binasa. Ini bermuara pada aktualisasi misi gereja terfokus pada peningkatan jumlah umat yang dibaptis, mengesamping-kan peningkatan kualitas hidup/kesaksian keseharian mereka.

  • Tantangan yang dihadapi Gereja dewasa ini adalah melurus-kan pemahaman tentang "penginjilan" sehingga tidak terbatas pada aktifitas ibadah KPI, berkhotbah dan pelayanan pembaptisan, melainkan bagaimana secara holistik dipahami sebagai upaya memiliki kualitas hidup yang menjadi teladan "melakukan kehendak Bapa" yang dengan demikian menjadi kesaksian hidup tentang "kabar baik" itu sendiri.
  • Gereja sudah saatnya meninggalkan pandangan yang melihat pembaptisan sebagai "klimaks" dari tugas kesaksian dan mulai memandang "syalom" dan "Kerajaan Allah" sebagai kondisi-kondisi yang harus terlihat/terasa nyata lewat kehadiran dan kesaksian Gereja.
  • Semua warga Gereja pada dasarnya memiliki/mengemban tanggung jawab yang sama, yaitu sebagai murid Yesus bersaksi tentang apa yang diajarkan dan diperintahkan Yesus, yang nyata lewat pola hidup yang menggambarkan "Citra Kristus" dalam segala aspek.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang kita pahami tentang menabur benih Injil dihubungkan dengan perkataan Yesus pada ayat 18-20?
  2. Apa sajakah yang harus dimiliki seseorang yang mengaku percaya dalam rangka "memuridkan" orang lain?
  3. Menurut pemahaman saudara, apakah yang menjadi tujuan Gereja memberitakan Injil?

POKOK-POKOK DOA:

  • Setiap warga gereja semakin memahami panggilan dan tanggung jawabnya dalam Amanat Agung Gereja.
  • Gereja (melalui kualitas hidup umat) semakin menampakkan buah dari Injil yang diberitakan/disaksikan.
  • Api Roh Kudus tetap menyemangati perjuangan Gereja bersekutu, bersaksi dan melayani.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah : NKB No. 3 Terpujilah Allah

Nas Pemb/Nyanyian Masuk : NNBT No. 3 Mari Kita Puji Allah

Pengakuan Dosa & Pemb Anugerah Allah: NNBT. 8 Banyak Orang Suka Diampuni

Ses Pengakuan Iman : KJ No. 38. T'lah Kutemukan Dasar Kuat

Ses Hukum Tuhan: NKB No. 73 Kasih Tuhanku Lembut

Ses. Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah

Persembahan  : NNBT. 20. Kami Bersyukur Pada-Mu, Tuhan.

Nyanyian Penutup: KJ No. 425 Berkumandang Suara Dari Seberang

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Matius 28:16-20 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:126(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)








Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login

All Pembacaan Alkitab:
Khotbah 31 Desember 2016 , Malam Akhir Tahun TEMA : Kasih Setia Tuhan di Sepanjang Kehidupan - Mazmur 106:1-12

RHK Sabtu, 31 Desember 2016 31 Dec 2016 - Matius 1:25

Khotbah 31 Desember 2016 , Malam Akhir Tahun TEMA : Kasih Setia Tuhan di Sepanjang Kehidupan - Mazmur 106:1-12

RHK Jumat, 30 Desember 2016 - Yusuf Mengambil Maria Sebagai Isterinya Matius 1:24

RHK Kamis, 29 Desember 2016 Allah Menyertai Kita Matius 1:22-23

RHK Selasa, 27 Desember 2016 - Allah Sumber Pertolongan - Matius 1:20

Khotbah 26 Desember 2016, Hari Natal 2 - Lukas 2:21-40

Khotbah Malam Natal 24 Desember 2016 TEMA :Bersorak-sorak Menyambut Sang Raja Damai - Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11

RHK Jumat, 23 Desember 2016 - Kegirangan Memuliakan Tuhan - Lukas 1:44

RHK Kamis, 22 Desember 2016 - Kerendahan Hati - Lukas 1:43

RHK Rabu, 21 Desember 2016 - Memberkati Melalui Pujian - Lukas 1:42b

RHK Senin, 19 Desember 2016 - Salam: Sapaan Kasih - Lukas 1:40

RHK Selasa, 20 Desember 2016 Roh Kudus Melingkupi Elisabeth Lukas 1:41-42a

MTPJ 18 - 24 Desember 2016 Minggu Adven IV - Menyambut Yesus Dengan Kasih Persaudaraan - Lukas 1:39-45

RHK Minggu, 18 Desember 2016 - Mempererat Tali Persaudaraan - Lukas 1:39

RHK Jumat, 16 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Waspada Terhadap Kuasa Kegelapan - Matius 3:10

RHK Sabtu, 17 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Hidup Rendah Hati - Matius 3:11-12

RHK Kamis, 15 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Tetap Menyegarkan Hidup Beriman - Matius 3:9-10

RHK Rabu, 14 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Menghasilkan Buah Pertobatan - Matius 3:7-8

RHK Selasa, 13 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Mempersembahkan Talenta Bagi Kemuliaan Tuhan - Matius 3:4-6

RHK Senin, 12 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Meluruskan Jalan Bagi-Nya - Matius 3:3

MTPJ 11 - 17 Desember 2016 Minggu Adven III - Menyambut Yesus Dengan Pertobatan - Matius 3:1-12

RHK Minggu, 11 Desember 2016 - Menanti Yesus dengan Hati yang Bertobat - Matius 3:1-2

RHK Sabtu, 10 Desember 2016 - Rumah Keluarga Kristen: Tempat yang Mulia - Yesaya 11:10

RHK Jumat, 9 Desember 2016 - Jauhkan Perilaku Jahat dan Perilaku Busuk - Yesaya 11:9

RHK Kamis, 8 Desember 2016 - Yang Kuat Tidak Menyakiti yang Lemah - Yesaya 11:8

RHK Rabu, 7 Desember 2016 - Belajar dari Binatang - Yesaya 11:6-7

RHK Selasa, 6 Desember 2016 - Lakukan: Keadilan, Kejujuran, kebenaran dan Kesetiaan - Yesaya 11:5

RHK Senin, 5 Desember 2016 Hidup dalam Tuntunan Roh Kudus - Yesaya 11:2-4

MTPJ 4-10 Desember 2016 Minggu Adven II - Menyongsong Raja Damai - Yesaya 11:1-10

RHK Sabtu, 3 Desember 2016 - Ketulusan dan Kejujuran Hidup - Mazmur 25:19-22

RHK Jumat, 2 Desember 2016 - Mohon Ampun dan Pengasihan Tuhan - Mazmur 25:15-18

RHK Kamis, 1 Desember 2016 - Tuhan Sahabat Karib - Mazmur 25:14

RHK Selasa, 29 November 2016 - Tuhan itu Baik dan Benar - Mazmur 25:7-9

RHK Senin, 28 November 2016 - Jalan Kebenaran dan Kasih Setia Tuhan - Mazmur 25:4-6

MTPJ 27 November s/d 3 Desember 2016 Minggu Adven 1 - Orang Yang Menantikan Tuhan Tidak akan Mendapat Malu - Mazmur 25:1-22

RHK Sabtu, 26 November 2016 - Merayakan Keselamatan - Nahum 1:15b

RHK Kamis, 24 November 2016 - Jatuh dan Tak Bisa Bangkit Lagi - Nahum 1:14

RHK Rabu, 23 November 2016 - Dilepaskan dari Beban dan Belenggu - Nahum 1:13

RHK Selasa, 22 November 2016 - Yang Kuat yang Terkalahkan - Nahum 1:12

RHK Senin, 21 November 2016 - Perancang Kejahatan - Nahum 1:11

MTPJ 20-26 November 2016 - Otoritas Firman Dalam Persekutuan - Nahum 1:9-15

RHK Minggu, 20 November 2016 - Jangan Menentang Tuhan - Nahum 1:9-10

RHK Sabtu, 19 November 2016 Hari Tuhan - Obaja 1:15-16

RHK Jumat, 18 November 2016 Jangan Menindas Orang yang Menderita - Obaja 1:13-14

RHK Kamis, 17 November 2016 Jangan Memandang Rendah - Obaja 1:11-12

RHK Rabu, 16 November 2016 - Penindas akan Dilenyapkan - Obaja 1:8-10

RHK Selasa, 15 November 2016 - Terperangkap Keangkuhan Obaja 1:5-7

RHK Senin, 14 November 2016 - Keangkuhan akan Menjatuhkan - Obaja 1:3-4

MTPJ 13 - 19 November 2016 - Karakter Buruk Merusak Jati Diri dan Persekutuan - Obaja 1:1-16

RHK Jumat, 11 November 2016 - Tuhan adalah Pembela Yoel 3:19

RHK Kamis, 10 November 2016

RHK Rabu, 9 November 2016

RHK Selasa, 8 November 2016

RHK Senin, 7 November 2016 - Yoel 3:12-13

MTPJ 6-12 November 2016 - Yoel 3:9-21 - Umat Dikuduskan, Alam Diberkati

RHK Sabtu, 5 November 2016

RHK Kamis, 3 November 2016

RHK Rabu, 2 November 2016

31 Oktober 2016 Hari Alkitab dan Reformasi Gereja

MTPJ Minggu, 30 Oktober-5 November 2016 - Menanggalkan Manusia Lama dan Mengenakan Manusia Baru - Kolose 3:5-17

RHK Jumat, 28 Oktober 2016 - Tak Bercacat Sampai pada Hari Tuhan - 1 Korintus 1:8

RHK Kamis, 27 Oktober 2016 - Jangan Kekurangan Satu Karunia pun! - 1 Korintus 1:8

RHK Selasa, 25 Oktober 2016 - Bersyukur atas Anugerah Allah bagi Sesama 1 Korintus 1:4

MTPJ 23 - 29 Oktober 2016 - Memelihara Kekudusan Bergereja 1 Korintus 1:1-9

RHK Jumat, 21 Oktober 2016 - Yeremia 12:14

RHK Kamis, 20 Oktober 2016 - Yeremia 12:12-13

RHK Rabu, 19 Oktober 2016 - Gembala yang Baik - Yeremia 12:10-11

RHK Selasa, 18 Oktober 2016 - Hidup yang Mengandalkan Tuhan - Yeremia 12:7-9

MTPJ 16-22 Oktober 2016 - Tuhan Menghukum dan Memulihkan untuk Keadilan - Yeremia 12:1 -17

MTPJ 9 - 15 Oktober 2016 - Jabatan adalah Anugerah Tuhan

MTPJ 2-8 Oktober 2016 - Tubuh dan Darah Kristus yang Menyelamatkan - Yohanes 6:48-59

MTPJ 25 September s/d 1 Oktober 2016 - Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli - 1 Petrus 2:1-10

MTPJ 18-24 September 2016 - Gereja yang Membawa Kabar Bahagia - Matius 5:1-12

MTPJ 11 - 17 September 2016 - Umat yang Terus Berkarya Pengkhotbah 11:1-8

MTPJ 4 - 10 September 2016 - Pengakuan Umat: Tuhan Semesta Alam Yeremia 10:6-16

MTPJ 28 Agustus s/d 3 September 2016 - Hikmat Tuhan Membawa Berkat - Amsal 3:1-10

MTPJ 21-27 Agustus 2016 - Hidup dalam Kasih Karunia - Kisah Para Rasul 4:32-37

MTPJ 14 - 20 Agustus 2016 - Kerelaan Memberi - Markus 12:41-44

RHK Minggu, 14 Agustus 2016 Yesus Mengetahui Setiap Persembahan - Markus 12:41a

MTPJ 7 - 13 Agustus 2016 - Bersyukur Atas Penyelamatan Tuhan - Yesaya 35:1-10

MTPJ 31 Juli-6 Agustus 2016 - Keluarga Yang Diberkati Untuk Menjadi Berkat - 2 Samuel 7:18-29

RHK Jumat, 29 Juli 2016 - Ditanam di Bait Tuhan Mazmur 92:14

MTPJ 24 - 30 Juli 2016 - Berbuah Sampai Masa Tua - Mazmur 92:6-16

MTPJ 17 - 23 Juli 2016 - Mazmur 65:2-14 - Bersyukur Atas Berkat Tuhan

MTPJ 10-16 Juli 2016 - Pengucapan Syukur Memperkuat Persekutuan, Kesaksian dan Pelayanan - Ulangan 16:1-17

MTPJ 3-9 Juli 2016 - Buah Pekabaran Injil - Kolose 1:3-14

MTPJ 26 Juni - 2 Juli 2016 - Kualitas Hidup Orang Kristen - Filipi 4:2-9

MTPJ 19-25 Juni 2016 - Hikmat Yang Membangun - Amsal 9:1-18

MTPJ 12 - 18 Juni 2016 - Menabur Benih Injil Matius 28:16-20

MTPJ 5-11 Juni 2016 Ketaatan Membawa Berkat, Ketidaktaatan Membawa Malapetaka - Ulangan 8:1-20

MTPJ 29 Mei - 4 Juni 2016 Memberi Karena Cinta - 1 Tawarikh 29:1-9

MTPJ 22-28 Mei 2016 Kesatuan Dalam Keanekaragaman Yohanes 17:1-26

16 Mei 2016 Pentakosta 2 & HAPSA P/KB - Bapa Pelopor Perdamaian Kolose 3:18-25

MTPJ 15 - 21 Mei 2016 Pentakosta 1 - Kuasa Yang Menghidupkan - Roma 8:1-17

MTPJ 8 - 14 Mei 2016 Komunikasi Dapat Menyatukan dan Mengacaukan - Kejadian 11:1-9

MTPJ 1 - 7 Mei 2016 Diberdayakan Bukan Diperdayakan Kisah Para Rasul 3:1-10

MTPJ 24 - 30 April 2016 Melawan Radikalisme -Bahan Alkitab : Lukas 6:27-36

MTPJ 17 - 23 April 2016 - Kejadian 8:1-22 - Selamatkan Bumi

MTPJ 10 - 16 April 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Yohanes 21:1-14

MTPJ 3 - 9 April 2016 - Berjalan Bersama Yesus Yang Telah Bangkit - Lukas 24:13-35

28 Maret 2016 Paskah II

MTPJ 27 Maret - 2 April 2016 Paskah 1 - 1 Korintus 15:1-11

25 Maret 2016 Jumat Agung

MTPJ 20 - 26 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Markus 15:1-20a

MTPJ 13 - 19 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Yohanes 16:16-33

MTPJ 6 - 12 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Mazmur 34:1-23

MTPJ 28 Februari - 5 Maret 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Wahyu 2:8-11

MTPJ 21-27 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 14-20 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Ayub 36:1-15

MTPJ 7-13 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - Kisah Para Rasul 17:22-34

MTPJ 31 Januari s/d 06 Februari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 24-30 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 17-23 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - 2 Korintus 8:1-9

MTPJ 10-16 Januari 2016 - Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

MTPJ 03-09 Januari 2016 Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi), PKS (Pwuhken Koul Sarawi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Kidung RIA GKJW, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen, MENU UTAMA:
Contoh Doa GMIM(2)
Contoh Tata Ibadah GMIM(20)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(34)
Khotbah GMIM 2020(8)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
MTPJ 2019(42)
MTPJ GMIM 2020(17)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(123)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tentang GMIM(4)
xxx(6)

Arsip Pembacaan Alkitab..


Register   Login  

liturgi gmim kolom ,   liturgi tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah gmim bentuk 2 minggu 12 juli 2020 dodoku,   tata ibadah gmim bentuk 2 minggu 12 juli 2020 dodoku,   tata ibadah gmim bentuk 2 minggu 12 juli 2020 dodoku,   tata ibadah gmim bentuk 2 minggu 12 juli 2020 dodoku,   mars wanita gereja gmim,   mars wanita gereja gmim,   mars wanita gereja gmim,   mars wanita gereja gmim,   gmim sentrum bitung ibadah pagi juni 28 ,   gmim sentrum bitung ibadah pagi juni 28 ,   gmim sentrum bitung ibadah pagi juni 28 ,   gmim sentrum bitung ibadah pagi juni 28 ,   gmim imanuel bahu ibadah minggu 21 juni,   gmim imanuel bahu ibadah minggu 21 juni,   gmim imanuel bahu ibadah minggu 21 juni,   gmim imanuel bahu ibadah minggu 21 juni,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   Stola gmim sesudah kenaikan Yesus,   predestinasi gmim,   TATA IBADAH HARI MINGGU GMIM,   TATA IBADAH HARI MINGGU GMIM,   TATA IBADAH HARI MINGGU GMIM,   MTPJ GMIM Kesatuan hati ,   MTPJ GMIM Kesatuan hati ,   MTPJ GMIM Kesatuan hati ,   MTPJ GMIM Kesatuan hati ,   kumpulan lagu rohani gmim,   kumpulan lagu rohani gmim,   tata ibadah kolom gmim,   Tata ibadah gmim hari minggu 3mei,   tata ibadah kolom gmim,   kumpulan lagu rohani gmim,   tata ibadah kolom gmim,   GMIM Liturgi Ibadah Hut,   GMIM Liturgi Ibadah Hut,   GMIM Liturgi Ibadah Hut,   GMIM Liturgi Ibadah Hut,   mars remaja gmim chord,   tata ibadah gmim,   mars remaja gmim chord gitar,   pembacaan alkitab gmim pada hari ini,   pembacaan alkitab gmim pada hari ini,   ibadah jumat agung gmim sobat kristus,   pembacaan alkitab gmim pada hari ini,   ibadah jumat agung gmim sobat kristus,   ibadah jumat agung gmim sobat kristus,   pembacaan alkitab gmim pada hari ini,   ibadah jumat agung gmim sobat kristus,   liturgi jumad agung GMIM,   tata ibadah gmim,   tata ibadah jumad agung GMIM,   lagu minggu sengsara gmim,   Tata ibadah Minggu sengsara 4 GMIM,   Tata ibadah Minggu sengsara 4 GMIM,   Tata ibadah Minggu sengsara 4 GMIM,   Tata ibadah Minggu sengsara 4 GMIM,   tata ibadah kolom gmim,   MTPJ 29 MARET - 5 APRIL 2020,   MTPJ 29 MARET - 5 APRIL 2020,   MTPJ 29 MARET - 5 APRIL 2020,   MTPJ 29 MARET - 5 APRIL 2020,   lagu minggu sengsara gmim,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   NNBT GMIM MP3,   download nnbt GMIM full album,   tata ibadah kolom gmim,   Lagu rohani gmim,   tata ibadah kolom gmim,   lagu rohani gmim,   lagu rohani gmim,   tatacara minggu sengsara gmim,   Tata cara ibadah kolom jemaat gmim,   tata ibadah GMIM,   lirik mars pria kaum bapa gmim mp3,   tata ibadah pagi gmim di pengeras suara,   Tata Greja gmim,   Pencipta mars remaja gmim,   tata ibadah pkb gmim 2019,   tata ibadah pkb gmim 2018,   tata ibadah gmim,    hamba yang menderita Yesaya 52 MTPJ,   Renungan hamba yang menderita Yesaya 52 MTPJ,   tata cara ibadah gmim 2019,   tata cara ibadah gmim 2019,   mars kaum bapa gmim,   lagu lagu minggu sengsara gmim,   tata ibadah gmim bentuk 2,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah gmim,   LIRIK LAGU KLIK GMIM,   LIRIK LAGU KLIK GMIM,   lirik lagu wanita kaum ibu sinode gmim,   tata ibadah kolom gmim,   tata ibadah kolom gmim,   bacaan alkitab GMIM,minggu 23 februari 2020,   khotbah pria kaum bapa gmim 2020,   lirik lagu mars sekolah minggu gmim,   Mtpj gmim Kejadian 39 :1-23,   tata cara ibadah gmim,   lirik mars pkb gmim,   Kumpulan lagu kreatif gmim remaja,   tata gereja gmim 2016,   chord hymne remaja gmim,   MTPJ GMIM Hamba yang murah hati,   Mtpj gmim Komitmen melayani,   Mtpj Gmim tentang pelayan yang murah hati,   MTPJ GMIM Hamba yang murah hati,   Mtpj gmim Komitmen melayani,   MTPJ GMIM Hamba yang murah hati,   Mtpj Gmim tentang pelayan yang murah hati,   Mtpj gmim Komitmen melayani,   Mtpj Gmim tentang pelayan yang murah hati,   Mtpj gmim Komitmen melayani,   Mtpj Gmim tentang pelayan yang murah hati,   Mtpj gmim pelayan yang melayani dan berbuah,   Mtpj gmim pelayan yang melayani dan berbuah,   Mtpj gmim pelayan yang melayani dan berbuah,   Mtpj gmim pelayan yang melayani dan berbuah,   Mtpj gmim Integritas seorang pelayan,   Mtpj gmim Integritas seorang pelayan,   Mtpj gmim Integritas seorang pelayan,   Mtpj gmim Integritas seorang pelayan,   tata cara ibadah pria kaum bapa gmim 2020,   tata cara ibadah pria kaum bapa gmim 2020,   mtpj gmim 5-11 juni 2016,   mtpj gmim 5-11 juni 2016,   mtpj gmim 5-11 juni 2016,   rhk gmim senin 8 juni 2015,   rhk gmim senin 8 juni 2015,   mtpj gmim 5-11 juni 2016,   rhk gmim senin 8 juni 2015,   rhk gmim senin 8 juni 2015,   mtpj gmim 2020,   mtpj gmim 2020,   mtpj gmim 2020,   mtpj gmim 2020,   liturgi ibadah gmim,   lagu mars pria kaum bapa gmim,   mtpj 26-1 januari 2020,   renungan gmim mtpj 25 januari 2020,   renungan gmim mtpj 25 januari 2020,   renungan gmim mtpj 25 januari 2020,   renungan gmim mtpj 25 januari 2020,   tata ibadah perjamuan kudus gmim,   mtpj 26-1 januari 2020,   tata ibadah gmim,   tata ibadah gmim,   tata ibadah gmim,   tata ibadah gmim,   liturgi nyanyian di gmim,   tata ibadah syukur 40 hari gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=985,   tata ibadah baptisan GMIM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=985,   mtpj 29 desember 2019 gereja masehi injili minahasa,   mtpj 29 desember 2019 gereja masehi injili minahasa,   mtpj 29 desember 2019 gereja masehi injili minahasa,   mtpj 29 desember 2019 gereja masehi injili minahasa,   Atribut stolam mimbar gmim januari 2020,   tata ibadah menyambut natal gmim 2019,   tata cara ibadah natal bentuk 1 gmim,   tata ibadah pohon terang keluarga gmim,   tata ibadah malam tahun baru gmim,   liturgi natal gmim 2019,   tata ibadah natal 2 gmim,   tata ibadah baptisan gmim,   Mtpj Gmim Khotbah Natal keluarga pelayan,   Mtpj Gmim Khotbah Natal keluarga pelayan,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=988,   Mtpj Gmim Khotbah Natal keluarga pelayan,   Mtpj Gmim Khotbah Natal keluarga pelayan,   tata ibadah menyambut natal gmim,   tata ibadah natal 26 desember gmim,   pembacaan alkitab gmim januari 2020,   mtpj desember - januari 2020,   gmim,   tata cara ibadah pra natal PKB GMIM,   tata cara ibadah menyambut natal gmim,   liturgi ibadah natal 2019 gmim,   tata ibadah menyambut natal gmim 2019,   tata ibadah pra natal gmim 2019,   mtpj zakaria 8"20-23,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   tata ibadah menyambut natal wki gmim,   TATA IBADAH NATAL PEMUDA GMIM,   tata ibadah pra natal gmim,   Not pianika mars anak sekolah minggu gmim,   liturgi natal sekolah minggu gmim,   tata ibadah hut jemaat gmim,   chord lagu mars remaja gmim,   mptj gmim desember 2019,